Artikelilmiahs
Menampilkan 16.601-16.620 dari 49.974 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 16601 | 20331 | H1E012032 | Aplikasi Metode Geolistrik Resistivitas untuk Mengetahui Struktur Bawah Permukaan Zona Amblesan di Desa Sawangan Wetan, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas | Penelitian menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi wenner telah dilakukan untuk menganalisis keberadaan zona lemah di Desa Sawangan Wetan, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan litologi batuan bawah permukaan di Desa Sawangan Wetan, menganalisis keberadaan zona lemah pada daerah yang mengalami amblesan, dan memprediksikan letak keberadaan zona lemah baru yang berada di luar zona yang mengalami amblesan. Akuisisi data lapangan dilakukan pada tiga lintasan dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi wenner. Pengolahan dan pemodelan data dilakukan menggunakan Software Microsoft Excel, Software Notepad, Software RES2DINV 3.54 dan Software Surfer 10. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa struktur lapisan bawah permukaan pada ketiga lintasan tersusun atas tiga lapisan batuan, yaitu lapisan batupasir dengan rentang nilai resistivitas 0,7 Ohm.m – 3,40 Ohm.m, lapisan lempung dengan rentang nilai resistivitas 3,44 Ohm.m – 8,50 Ohm.m, dan batu breksi dengan rentang nilai resistivitas 8,57 Ohm.m – 21,34 Ohm.m. Terdapat zona lemah di bawah permukaan zona yang mengalami amblesan dan ditemukan keberadaan zona lemah baru di luar zona yang mengalami amblesan yang berpotensi mengalami amblesan. Zona lemah pada daerah penelitian diinterpretasikan sebagai lapisan batupasir yang ditandai dengan nilai resistivitas yang rendah, batupasir berada pada kelompok batuan sedimen yang bersifat lunak dan tidak kompak. | Research based on Geoelectrical Resistivity Method of Wenner Configuration is done to analyze the existence of weak zone in Sawangan Wetan Village, Patikraja Subdistrict, Banyumas Regency. The purposes of this research are to determine subsurface litology model, analyze the points of weak zone under the subsidence, and find out new weak zone which is outside subsidence zone. Data acquisition is performed on the three paths using Geoelectrical Resistivity Method ofWenner Configuration. Data processing and modeling are done by using certain software such as Microsoft Excell, Notepad, RES2DINV 3.54 and Surfer 10. The result of this research indicates that the structure of the subsurface on the three paths consists of three layers of rock, which are sandstones layer with resistivity value range for about 0.7 Ohm.m – 3.40 Ohm.m, claylayerwith resistivity value range for about 3.44 Ohm.m – 8.50 Ohm.m, and breccia stones with resistivity value range for about 8.57 Ohm.m – 21.34 Ohm.m. There is weak zone that is found right under the subsidence zone and there is new weak zone outside the subsidence zone that possibly undergoes subsidence. The weak zone in this region is interpreted as fine sandstone layer, which is indicated having low resistivity value and includesthe group of sedimentary rock that is soft and not compact. | |
| 16602 | 20205 | F1C013072 | PEMBERITAAN DUGAAN KETERLIBATAN SBY DALAM KASUS ANTASARI AZHAR DI TEMPO.CO, KOMPAS.COM DAN DETIK.COM (STUDI ANALISIS FRAMING MODEL ZHONGDANG PAN DAN KOSICKI) | Pemberitaan mengenai dugaan kriminalisasi Antasari Azhar oleh SBY marak diberitakan oleh sejumlah media, tidak terkecuali media online. Kelebihan media online diantaranya adalah kemudahan akses dan bersifat real-time. Namun, konten pemberitaan media online pun tidak terlepas dari framing berita. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana framing pemberitaan yang dilakukan oleh media online, yang dalam penelitian ini mengkaji Tempo.co, Kompas.com dan Detik.com dalam menyampaikan sebuah peristiwa. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan metode analisis framing model Pan & dan Kosicki. Menurut model ini, analisis dibagi menjadi empat elemen, yaitu (1) sintaksis, (2) skrip, (3) tematik dan (4) retoris. Hasil penelitian menunjukkan Tempo.co dan Kompas.com cenderung berpihak kepada Antasari Azhar dengan dominansi opini dari pihak Antasari Azhar. Disisi lain, Detik.com menunjukkan kecenderungannya untuk mendukung bantahan SBY atas tuduhan keterlibatannya dalam kasus Antasari Azhar yang menekankan klarifikasi dari pihak SBY dalam artikelnya. | The news regarding alleged involvement of SBY in Antasari Azhar’s case is reported by various media, and online media is no exception.Real time and accessibility are the strength of online media. However, the content of online media isn’t apart from news framing. This study aims to describe how online media construct the news of alleged involvement of SBY in Antasari’s case. In this research, Tempo.co, Kompas.com and Detik.com are selected as subjects. The study uses a qualitative approach with the framing analysis using Pan and Kociski’s model. Based on Pan and Kosicki, the structure of news framing elements studied is syntax, script, thematic, and rhetori. The results indicated that Tempo.co and Kompas.com tend to take sides with Antasari Azhar as seen on their more dominant opinion of Antasari’s side. On the other hand, Detik.com seems to support SBY by emphasizing his clarification on the articles. | |
| 16603 | 21384 | F1G014001 | Analisis Struktural Novel Cinta Akhir Pekan Karya Dadan Erlangga | ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Analisis Struktural Novel Cinta Akhir Pekan Karya Dadan Erlangga”. Latar belakang penelitian ini adalah mengandung persoalan hidup dengan pesan moral yang ingin disampaikan oleh pengarang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur dalam novel Cinta Akhir Pekan karya Dadan Erlangga yang meliputi alur, tokoh, latar dan pesan moral. Manfaat penelitian ini yaitu manfaat praktis dan manfaat teoritis. Manfaat praktisnya dari penelitian ini diharapkan memberikan pengetahuan kepada pembaca, sehingga dapat memahami gambaran tentang pesan moral dalam novel Cinta Akhir Pekan karya Dadan Erlangga dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Adapun manfaat teoritisnya yaitu penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan dalam perkembangan ilmu sastra, sehingga dapat digunakan sebagai landasan untuk penelitian selanjutnya, khususnya di bidang kajian strukutural. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah analisis struktural novel Cinta Akhir Pekan karya Dadan Erlangga. Teknik pengumpulan data yaitu membaca keseluruhan isi novel, mencatat bagian-bagian dianggap penting, mengumpulkan dan mengklasifikasikan data-data yang didapat sesuai dengan rumusan masalah. Teknik analisis data yaitu mendeskripsikan data yang sesuai dengan rumusan masalah dan menyimpulkan hasil analisis. Berdasarkan penelitian tersebut diperoleh gambaran pesan moral. Hasil analisis pesan moral dalam novel tersebut di antaranya: mensyukuri cobaan hidup yang diberikan Tuhan, sikap berani untuk mengungkapkan sesuatu, setiap perbuatan yang kita lakukan pasti ada balasannya, dampak berpikir negatif dan sikap bertanggung jawab. | This research is entitled “Analisis Stuktural Novel Cinta Akhir Pekan Karya Dadan Erlangga". The underlyng background of this study is to contain the issue of life with the moral value conveyed by the author. This research aims describes the structur elements covering plots, characters, setting and moral value. The research has both practical and theoretical significance. The practical significance, this research is expected to provide knowledge to the reader, so as to understand the moral value of the novel Cinta Akhir Pekan and apply it in daily life. The theoretical significance this research, expected to contribute to the development of literary sciences, so that it can be used as a basis for further studies, especially on the studies of structural. This research employs a descriptive qualitative method. The focus of this research is analysis structural the novel Cinta Akhir Pekan written by Dadan Erlangga. The Data are collected through reading, noted the parts are important, collect and classify the data obtained in accordance with the formulation of the problem. The Data are analysis through describe the data in accordance with the formulation of the problem and conclude the analysis results. The research result show that there are some moral value. The results of the analysis of moral value in the novel include: to be grateful the trials of life given God, the courage to express something, every action we do must have a reply, result of negative thinking and responsibility. | |
| 16604 | 21345 | F1A014053 | Muslim Tionghoa : Antara Tradisi dan Agama (Studi Tentang Eksistensi Budaya Tionghoa di Kalangan Masyarakat Muslim Tionghoa Banyumas) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi masyarakat Muslim Tionghoa non mualaf di Banyumas tentang budaya Tionghoa, keikutsertaan masyarakat Muslim Tionghoa non mualaf di Banyumas dalam tradisi Tionghoa, dan upaya yang dilakukan oleh masyarakat Muslim Tionghoa non mualaf di Banyumas dalam mempertahankan budaya dan tradisi Tionghoa tanpa bertentangan dari ajaran Islam. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori definisi situasi dari William Isaac Thomas. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling dengan pengumpulan data menggunakan tiga cara, yaitu: wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif, serta menggunakan model analisis taksonomi dan domain. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam budaya Tionghoa terdapat berbagai tradisi, diantaranya: perayaan Imlek, perayaan Ceng beng, perayaan Cap Go Meh, menaruh kepercayaan pada Barongsai, dan perayaan Tiong Chiu Pia. Sebagian dari warga Tionghoa Muslim di Banyumas masih ikut serta dalam pelaksanaan tradisi-tradisi Tionghoa tersebut, seperti pada perayaan Imlek dan Ceng beng. Namun, tentu saja dengan cara yang berbeda, dan tidak mengikuti pelaksanaan-pelaksanaan yang dianggap sakral. Keikutsertaan tersebut juga merupakan suatu bentuk toleransi terhadap keluarganya yang masih melaksanakan budaya Tionghoa tersebut. Tetapi ada sebagian dari warga Muslim Tionghoa di Banyumas, yang sama sekali tidak melakukannya, dikarenakan didikan ajaran agama Islam sudah melekat kuat di kehidupannya sejak lahir. | This research is aimed to recognize the perception of Tionghoa Moslem society (non mualaf) in Banyumas about the culture of Tionghoa, the participation and the effort to defend Tionghoa’s culture and tradition without giving a conflict from Moslem. This research is categorized as the qualitative research. The writer uses situation definition of Isaac Thomas theory. Also, the writer uses Purposive Sampling technique by collecting and using three ways, they are: interview, observation and documentation. The data technique analysis uses interactive analysis model, also uses taxonomy and domain model. The result shows, in the culture of Tionghoa, there are a lot of traditions, they are: Imlek, Ceng Beng, Cap Go Meh, Barongsai, and Tiong Chiu Pia. Partly of Moslem Tionghoa in Banyumas still follow and join those traditions of Tionghoa, such as Imlek and Ceng Beng. However, it has different ways, by not joining sacred activity. That participation also implied as the tolerance toward the family which keeps doing the culture of Tionghoa. One thing, partly of Moslem Tionghoa, they do not do it. It is said so because, it has been doctrine since he or she was born. | |
| 16605 | 19867 | H1F013022 | GEOLOGI DAN BIOSTRATIGRAFI FORMASI TAPAK DAERAH KABUNDERAN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KARANGANYAR, KABUPATEN PURBALINGGA, PROVINSI JAWA TENGAH | Secara administratif lokasi penelitian berada di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Bobotsari dan Kecamatan Karanganyar. Posisi geografis berada pada 322000 mE-325000mE dan 9190000 mN-9198000 mN dengan luas daerah 28 m. Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi empat satuan yaitu Satuan Dataran Aluvial Klawing, Satuan Punggungan Sinklin Banjarkerta, Satuan Punggungan Vulkanik Limbasari, dan Satuan Perbukitan Homoklin Bungkanel. Berdasarkan litostratigrafi tidak resmi, stratigrafi daerah penelitian terbagi menjadi empat satuan dari tua ke muda, yaitu Satuan breksi (Formasi Kumbang), Satuan batulempung-batupasir (Formasi Tapak), Satuan batupasir (Formasi Tapak) dan Satuan endapan aluvial. Struktur geologi yang berkembang pada daerah penelitian antara lain sesar dan lipatan. Struktur lipatan berupa sinklin yang berarah relatif barat laut-tenggara. Struktur sesar berupa sesar mendatar mengiri dengan arah relatif timur laut-barat daya. Studi biostratigrafi pada daerah penelitian berdasarkan pada analisis struktur sedimen, fasies sedimen, fosil jejak, dan foraminifera. Hasil analisis biostratigrafi pada daerah penelitian menunjukan Satuan batulempung-batupasir Formasi Tapak berumur Pliosen Awal-Pliosen Tengah dengan paleobatimetri Neritik Tengah-Transisi dan lingkungan pengendapan Shelf – Tidal Flat dan Satuan batupasir Formasi Tapak berumur Pliosen Tengah – Akhir dengan paleobatimetri neritik tepi – transisi serta lingkungan pengendapan Shelf – Tidal Flat. Potensi geologi yang terdapat pada daerah penelitian berupa potensi bahan galian dan potensi bencana geologi. | Administratively, the research sites is located in two regencies, which are Bobotsari and Karanganyar. Geographical position of the research sites is at 322000 mE-325000mE and 9190000 mN-9198000 mN with an area of 28 m. Geomorphology of the research sites is divided into four units, which are Klawing Alluvial Fields Unit, Banjarkerta Syncline Ridge Unit, Limbasari Volcanic Ridge Unit, and Bungkanel Homocline Hills Unit. Based on unofficial litostratigraphy, stratigraphy of the study area is divided into four units from old to young which are Breccia Unit (Kumbang Formation), Sandstone-Claystone Unit (Tapak Formation), Sandstone Unit (Tapak Formation) and Alluvial Deposit Unit. The geological structure that developed in the research sites are folds and faults. Fold structure are sincline with relatively northwest-southeast orientation. Fault structure is a normal fault with northeast-southwest orientation. Biostratigraphy study in the research sites based on sediment structure analysis, sediment facies, traces fossils, and foraminifera. Biostratigraphy analysis results in the study area shows that Sandstone-Claystone Unit of the Tapak Formation has Early Pliocene-Middle Pliocene ages with Middle Neritic-Transition paleobathymetry and deposition environtment Shelf-Tidal Flat and Sandstone Unit of Tapak Formation has Middle to Late Pliocene ages with Inner Neritic-Transition paleobathymetry and deposition environment of Shelf-Tidal Flat. Geological potential that founds in the research sites are mining resources and geological hazards. | |
| 16606 | 21381 | D1E014149 | KADAR AIR DAN PERSENTASE PRODUK BAKSO DAGING SAPI DENGAN BAHAN PENGENYAL YANG BERBEDA | Penelitian bertujuan untuk mengetahui kadar air dan persentase produk bakso daging sapi dengan penggunaan bahan pengenyal yang berbeda. Materi yang digunakan adalah daging sapi 2000 gram, sodium tripolifosfat (STPP) 5 gram, karagenan 20 gram, agar-agar 20 gram, dan gelatin 20 gram. Metode penelitian dilakukan secara eksperimen dan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diuji adalah penambahan sodium tripolifosfat (STTP) sebanyak 0,25 % (P0), penambahan karagenan sebanyak 1 % (P1), penambahan agar-agar sebanyak 1 % (P2), dan penambahan gelatin sebanyak 1 % (P3). Peubah yang diamati adalah kadar air dan persentase produk bakso. Rataan kadar air bakso P0, P1, P2, dan P3 masing-masing yaitu 61,79%, 61,60%, 61,84%, dan 63,56% sedangkan rataan persentase produk bakso P0, P1, P2, dan P3 masing-masing yaitu 100,22%, 100,45%, 100,66%, dan 99,94%. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan bahan pengenyal yang berbeda yaitu STPP, karagenan, agar-agar, dan gelatin berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar air dan persentase produk bakso daging sapi. Kesimpulan, bakso dengan penambahan bahan pengenyal STPP, karagenan, agar-agar, dan gelatin mempunyai kadar air dan persentase produk yang sama. | The study aimed to determine the water content and percentage of beef meatballs products with different additional ingredients. The materials used were beef 2000 gram, sodium tripolyphosphate (STPP) 5 gram, carrageenan 20 gram, jelly 20 gram, and 20 gram gelatin. The research method was done experimentally, using completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The tested treatments were the additions of sodium tripolyphosphate (STTP) of 0.25% (P0), the addition of 1% carrageenan (P1), the addition of 1% jelly (P2), and the addition of 1% gelatin (P3). The variables observed were water content and percentage of beef meatballs product. The means water contents of meatballs were P0, P1, P2, and P3 were 61.79%, 61.60%, 61.84% and 63.56%, respectively, while the means percentage of meatballs product were P0, P1, P2, and P3 respectively is 100.22%, 100.45%, 100.66%, and 99.94% respectively. The results of variance analysis showed that the use of different additions ingredients i.e STPP, carrageenan, jelly, and gelatin has no significant effect (P>0.05) on water contents and percentage of beef meatball products. In conclusion, meatballs with the additions ingredients i.e STPP, carragenan, jelly and gelatin have similar water content and percentage of products. | |
| 16607 | 19877 | A1C113037 | Marketable Surplus Beras pada Tingkat Petani di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas | Kecamatan Cilongok merupakan daerah yang memiliki produksi rata-rata padi tertinggi di Kabupaten Banyumas dari tahun 2011 hingga 2015. Produksi padi di Kecamatan Cilongok tahun 2011 sebesar 20.682 ton dan mengalami peningkatan hingga tahun 2015 sebesar 22.983 ton, namun jumlah produksi padi dari petani tidak semuanya dijual ke pasar sehingga perlu dilakukan analisis marketable surplus beras di Kecamatan Cilongok sehingga dapat mengetahui jumlah beras yang beredar di pasar untuk dijadikan gambaran dalam memasarkan beras. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui besarnya marketable surplus dan marketed surplus beras pada tingkat petani di Kecamatan Cilongok; 2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi marketed surplus beras pada tingkat petani di Kecamatan Cilongok; 3) Mengetahui harga beras di tingkat konsumen dan produsen di Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2017 dengan sasaran petani padi sawah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, penentuan sampel menggunakan metode multistage random sampling dan diperoleh 60 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai marketable surplus beras di Kecamatan Cilongok sebesar 56.935,37 kg/MT beras, dengan rata-rata per hektar sebesar 1.925,64 kg/MT beras atau 80,26 persen dari total produk. Nilai marketed surplus 48.480,05 kg/MT beras, dengan rata-rata per hektar sebesar 1.639,67 kg/MT beras atau 85,15 persen dari marketable surplus dimana nilai tersebut secara representatif mampu memenuhi kebutuhan konsumsi beras di Kecamatan Cilongok. Variabel jumlah produk, jumlah konsumsi, biaya usahatani dan pendapatan rumah tangga petani berpengaruh secara signifikan terhadap marketed surplus, sedangkan variabel luas lahan, jumlah anggota keluarga, status kepemilikan lahan dan harga beras tidak berpengaruh secara signifikan terhadap marketed surplus. Rata-rata harga beras pada tingkat konsumen dari tahun 2013 hingga 2015 mengalami perubahan tiap bulannya, dari harga terendah Rp7.387,00 hingga tertinggi Rp12.604,00 per kilogram. Rata-rata harga beras pada tingkat produsen dari tahun 2013 hingga 2015 cenderung stabil dibandingkan harga ditingkat konsumen, dari harga terendah Rp6.500,00 hingga tertinggi Rp8.500,00 per kilogram. | Cilongok District is an area that have the highest average of rice produtivity in Banyumas Regency from 2011 to 2015. Rice productivity in Cilongok District in 2011 is 20.682 ton and increases to 22.983 ton in 2015, but the total of rice production from farmers is only partially sold to the market, so it is needed to analyze the marketable surplus of rice in Cilongok District so we can know the total rice in the market to describe the rice marketing. The purpose of this research are to: 1) Knowing the number of marketable surplus and marketed surplus of rice on the farm level in Cilongok District; 2) Analyzing the factors which affect the number of marketed suplus of rice on the farm level in Cilongok District; 3) Knowing the price of rice on consumer and producer level in Banyumas Regency. This research is done from March to April 2017 with the farmer target. The research method is survey, sample determination is multistage random sampling that obtained 60 respondents. The analysis method is descriptif analysis and multiple linear regression analysis. The result of this research are the number of marketable surplus in Cilongok District is 56.935,37 kg/season with the average is 1.925,64 kg/season or 80,26 percent of total production and the number of marketed surplus is 48.480,05 kg/season with the average is 1.639,67 kg/season or 85,15 percent of total marketable surplus, so the number of marketed surplus can representatively complete the rice consumption in Cilongok District. The factors which significantly affect the number of marketed surplus are total product, total consumption, cost planting, and income of farmer household. The average price on the consumer level in 2013 to 2015 changed every month, the lowest and highest price of rice is Rp7.387,00 per kilogram and Rp12.604,00 per kilogram. The average price on the producer level in 2013 to 2015 tend to be more stable than the average price on the consumer level, the lowest and highest price is Rp6.500,00 per kilogram and Rp8.500,00 per kilogram. | |
| 16608 | 19878 | E1A013313 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PENGGUNA PELUMAS MEDITRAN SX SAE 15W-40 CH4 YANG TIDAK SESUAI STANDAR BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO. 8 TAHUN 1999TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 291 K/Pdt.Sus-BPSK/2015 | ABSTRAK Konsumen mempunyai hak-hak yang dijamin Undang-Undang salah satunya keselamatan dalam barang dan / atau jasa dalam pasal 4 huruf a (a) dan hak untuk memilih barang dan / atau jasa sesuai sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 4 huruf (b) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 291 K / Pdt.Sus-BPSK / 2015, bus milik PO. Karunia Bakti sebagai konsumen mengalami kerusakan yang pada akhirnya menimbulkan kerugian baik materiil maupun immateriil yang diakibatkan oleh penggunaan pelumas Meditran SX SAE 1SW-40 CH4 yang tidak sesuai standar yang di belinya di PD. Eka Putra Utama Motor. Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang merupakan peraturan perundang-undangan, buku literatur, dan situs-situs internet. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, dimana menjelaskan uraian-uraian fakta hukum kemudian dengan hasil penelitian yang ada. Pertimbangan Majelis Hukum terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor 291 K / Pdt.Sus-BPSK / 2015 adalah putusan yang sudah tepat karena PD. Eka Putra Utama Motor telah melanggar kewajibannya sebagai pelaku usaha dan melanggar hak-hak PO. Karunia Bakti sebagai konsumen. Menjadi pelaku usaha PD. Eka Putra Utama Motor berhak atas usaha untuk beritikad baik dalam melakukan kegiatan usaha dan / atau jasa yang dan / atau yang sesuai ketentuan yang dimaksud dalam Pasal 7 huruf a ) dan huruf (b) Undang-Undang No. 9 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Kata Kunci : Perlindungan Konsumen, Pelaku Usaha, Konsumen, Pelumas. | ABSTRACT Consumers have rights that guaranteed by the Constitution and one of them are the right to quality, safety and security in goods and/or services in article 4 letter a (a) and the right to choose goods and/or services which listed in Article 4 letter (b) Law Number 8 Year 1999 on Consumer Protection In Decision of the Supreme Court Number 291 K/Pdt.Sus-BPSK/2015, the bus that belongs to PO. Karunia Bakti as a consumer are suffered and caused losses both material and immaterial due to use of Meditran SX SAE 1SW-40 CH4 lubricant which is not in accordance with the standard which they purchased in PD. Eka Putra Utama Motor. Approach method that used in this research is juridical normative. The data that used in this research is secondary data which is legislation, literature book, and internet sites. The data analysis that used in this research is descriptive analysis, which explains the description of legal facts then with the results of existing research. Legal Panel Consideration of Supreme Court Decision Number 291 K/Pdt.Sus-BPSK/2015 is the right decision because PD. Eka Putra Utama Motor has breached its obligations as a produce and violates PO Karunia Bakti as a consumer. Become a producer PD. Eka Putra Utama Motor shall be entitled to good faith in conducting business activities and / or services which and / or in accordance with the provisions referred to in Article 7 letter (a) and letter (b) of Law no. 9 Year 1999 About Consumer Protection. Keyword : Consumer Protection, Producer, Consumer, Lubricant. | |
| 16609 | 21386 | C1J011002 | FACTORS AFFECTING GRDP OUTPUT OF MANUFACTURING SECTOR IN CENTRAL JAVA PROVINCE 2011-2015 | Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Output PDRB Sektor Industri di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011-2015. Suatu negara akan berkembang dengan pesat jika mampu mentransformasikan struktur perekonomiannya, dari pola perekonomian pertanian subsisten tradisional menjadi perekonomian yang lebih modern berbasis perkotaan, serta memiliki sektor industri manufaktur yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi output PDRB sektor industri di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian yang menganalisis data sekunder dalam bentuk time series menggunakan data tahun 2011-2015 dan cross section antar Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang di peroleh dari Badan Pusat Statistika (BPS), artikel, jurnal, dan hasil penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tenaga kerja, investasi, IPM, dan jumlah unit usaha berpengaruh positif terhadap output PDRB sektor industri di Jawa tengah. Semua variabel independen yaitu variabel tenaga kerja, Investasi, IPM, dan jumlah unit usaha secara bersama-sama mempengaruhi variabel dependen yaitu tingkat PDRB output sektor industri. Artinya ketika tenaga kerja, investasi, IPM, dan jumlah unit usaha meningkat maka akan meningkatkan output sektor industri Jawa Tengah. Berdasarkan hasil penelitian, di peroleh implikasi bahwa pemerintah daerah perlu memperluas lapangan kerja agar bisa menampung angkatan kerja yang tersedia dan mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan kualitas tenaga kerja sehingga lebih meningkatkan kesejahteraan penduduknya dan pada akhirnya meningkatkan output PDRB di sektor industri, serta mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif sehingga mampu menarik para investor domestik maupun investor asing untuk menanamkan modalnya di Provinsi Jawa Tengah., serta mampu mengupayakan peningkatan unit usaha melalui berbagai kebijakan. | This research entitled “Factors Affecting GRDP Output of Manufacturing Sector in Central Java Province in 2011-2015 Period”. A country will grow rapidly, if it is able to transform its economic structure, from the traditional subsistence of agricultural economy to a more modern urban-based economy, and has a varied manufacturing industry sector. This research aimed to analyze the factors affecting GRDP output of manufacturing sector in Central Java Province. This research analyzed secondary data in time series using data of 2011-2015 and cross section between Regencies/Cities in Central Java obtained from Badan Pusat Statistik (BPS) of Central Java in figures, articles, journals, and results of previous researches. This research used regression analysis of panel data. The result indicated that amount of labor, investment, HDI, and number of business units had a positive effect on GRDP output of manufacturing sector in Central Java. All independent variables, namely amount of labor, investment, HDI and number of business units simultaneously had an effect on dependent variable of the level of GRDP output of manufacturing sector. This means that the increasing amount of labor, investment, HDI, and number of business units increase will increase the output of manufacturing sector in Central Java. Based on the result, the implications are that both regional governments should expand the employment to accomodate the available labor force and reduce the unemployment rate as well as improve the quality of labor, so that it can further improve the people welfare that ultimately increase the GRDP output in manufacturing sector, and create a conducive investment climate that is able to attract domestic and foreign investors to invest in Central Java Province, as well as able to improve the business units through various policies. | |
| 16610 | 19870 | D1E012254 | PENGARUH PARITAS INDUK TERHADAP BOBOT LAHIR DAN MORTALITAS CEMPE DOMBA GARUT PRA-SAPIH DI UPTD-BPPTD MARGAWATI GARUT | Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh paritas induk terhadap bobot lahir dan mortalitas cempe domba Garut pra-sapih di UPTD-BPPTD Margawati Garut. Domba Garut yang digunakan dalam penelitian ini adalah 141 ekor domba Garut di UPTD-BPPTD Margawati Garut. Variabel yang diteliti adalah bobot lahir dan mortalitas. Data dari penilitian kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptip, analisis regresi linier dan analisis chi square. Hasil analisis deskriptip bobot lahir dan mortalitas menunjukkan rataan dan simpang baku bobot lahir pada paritas 1,2 dan 3 masing-masing, paritas: 2,19 ± 0,47., paritas 2 : 2,22 ± 0,52., paritas 3 : 2,23 ± 0,51. Rataan mortalitas paritas 1 : 9,93 ± 23,9., paritas 2 : 14,1 ± 29,6., paritas 3 : 11,9 ± 27,1. Hasil analisis regresi menunjukan tidak ada pengaruh antara paritas dengan bobot lahir (P>0,05) dengan persamaan regresi y=2,16990+0,0187x. Hasil analisis chi square menunjukan tidak ada pengaruh paritas terhadap mortalitas (P>0,05). Disimpulkan tidak ada pengaruh paritas terhadap bobot lahir dan mortalitas cempe domba Garut pra-sapih di UPTD-BPPTD Margawati Garut. | This study aims to determine the parity of parent's influence on birth weight and mortality of pre-weaned kids sheep Garut in UPTD-BPPTD Margawati Garut. Garut sheep used in this research wos 141 head of Garut sheep in UPTD-BPPTD Margawati Garut.Variables to mea smeed Data from research then analyzed by descriptive analysis, linear regression analysis and chi square analysis. The results of descriptive analysis of birth weight and mortality showed mean and standard birth weight at parity 1,2 and 3 msing respectively, parity: 2,19 ± 0,47, parity 2: 2,22 ± 0,52, parity 3 : 2,23 ± 0,51. Mean parity mortality 1: 9,93 ± 23,9., Parity 2: 14,1 ± 29,6, parity 3: 11,9 ± 27,1. The result of regression analysis showeds no that influenced there was not between parity with birth weight (P> 0,05) with regression equation y= 2,1699+0,0187x. The chi square analysis showeds no that parity effect on mortality (P> 0.05). Concluded there is no parity influence on birth weight and mortality of pre-wean kids sheep Garut in UPTD-BPPTD Margawati Garut. | |
| 16611 | 19873 | C1A012072 | EFISIENSI EKONOMIS PADA BATIK ANNUR DI DESA TRUSMI KULON KECAMATAN PLERED KABUPATEN CIREBON | Penelitian ini berjudul “Efisiensi Ekonomis Pada Batik Annur di Desa Trusmi Kulon Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon”. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis besarnya keuntungan dan tingkat efisiensi serta nilai break event ponit dari home industry Batik Annur di Desa Trusmi Kulon Kecamatan Plered Kabuapten Cirebon. Penelitian ini menggunkan data primer yang diperoleh dari hasil penelitian di home industry Batik Annur. Alat analisis yang digunakan adalah analisis keuntungan (TR-TC) dan R/C rasio untuk mengetahui kelayakan home industry Batik Annur. Hasil analisis yang didapat dari perhitungan R/C ratio menunjukkan bahwa home industry Batik Annur di Desa Trusmi Kulon Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon telah efisien, hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai R/C ratio lebih dari 1 yaitu sebesar 2,19. Nilai Break Event Point menunjukkan telah melebihi titik impas atas dasar harga sebesar Cirebon sudah mencapai Break Event Point (BEP) atas dasar harga sebesar Rp48.090,00 dan atas dasar unit sebanyak 334 unit. Implikasi dari penelitian ini yaitu home industry Batik Annur di Desa Trusmi Kulon Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon perlu dipertahankan karena sudah menguntungkan. Untuk bisa mempertahankan dan meningkatkan keuntungan maka perlu menjaga kualitas batik dan pelayanan serta melakukan promosi seperti iklan, pameran maupun reklame guna meningkatkan pelanggan atau pembeli. Perlu adanya pelatihan bagi pemilik home industry seperti manajemen, pemasaran, dan pengembangan fasilitas yang dapat menciptakan proses usaha yang lebih esisien guna meningkatkan pamor dan pelanggan Batik Annur. Hasil analisis R/C rasio home industry Batik Annur sudah efisien. Namun diharapkan pemilik Home industry mengembangkan usahanya dengan perluasan daerah pemasaran dan diversifikasi produk agar dapat memperoleh nilai tambah yang lebih banyak, sehingga kuantitas dan kualitas produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas baik pasar dalam negeri maupun luar negeri. Kata Kunci : Batik, Efisiensi, Penerimaan Total, Biaya Total, Keuntungan, R/C Rasio, Break Event Point, dan Home Industry Batik | This research entitled "Economic Efficiency in Batik Annur in Trusmi Kulon Village District Plered Cirebon District". The purpose of this study to analyze the level of profit and efficiency level and the value of ponit break event from home industry Batik Annur in Trusmi Kulon Village Plered Kabuapten Cirebon. This research uses the primary data obtained from the research results in Batik Annur home industry. The analysis tool used is profit analysis (TR-TC) and R/C ratio to know the feasibility of Batik Annur home industry. The results of the analysis obtained from the calculation of R/C Ratio shows that the home industry of Batik Annur in Trusmi Kulon Village Plered District of Cirebon Regency has been efficient, it is proved by the acquisition of R/C Ratio more than 1 that is equal to 2,19. Break Event Point value shows has exceeded the breakeven point on the basis of price of Cirebon sudah mencapai Break Event Point Rp48.090,00 and on the basis of 334 units of units. The implication of this research is Batik Annur home industry in Trusmi Kulon Village, Plered District of Cirebon Regency needs to be maintained because it is profitable. To be able to maintain and increase the profits it is necessary to maintain the quality of batik and service and perform promotions such as advertisements, exhibitions and billboards to increase customers or buyers. It needs training for home industry owners such as management, marketing, and facility development that can create more business process to improve the prestige and customer of Batik Annur. Although the results of analysis R/C Ratio Batik Annur home industry is efficient. However, it is expected that Home industry owners will expand their business with the expansion of marketing and product diversification in order to obtain more added value, so that the quantity and quality of the products can compete in the wider market both domestic and overseas market. Keywords: Batik, Efficiency, Total Reception, Total Cost, Profit, R/C Ratio, Break Event Point, and Home Industry Batik | |
| 16612 | 19874 | G1H013040 | PERAN SUAMI DALAM PENDAMPINGAN GIZI BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI PUSKESMAS II SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang : Tingginya angka kejadian BBLR disebabkan oleh beberapa faktor. Untuk mencapai tumbuh kembang yang baik bagi BBLR, diperlukan peran dari suami dalam membantu istri untuk memberikan motivasi dan bekerjasama dalam melakukan pendampingan gizi pada BBLR. Tujuan Penelitian : Menggambarkan pengetahuan, sikap, dan peran suami yang memiliki BBLR Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas II Sumbang. Sampel penelitian ini yaitu 5 orang informan utama (suami), 5 orang informan pendukung (istri), dan 4 orang informan pendukung (bidan) yang diambil secara purposive sampling. Hasil : Pengetahuan suami yaitu suami belum memahami dengan baik mengenai BBLR, namun suami memahami perannya terhadap istri yaitu sebagai motivator dan fasilitator. Sikap suami yaitu mendorong istrinya untuk memberikan ASI dan menyarankan mengikuti saran tenaga kesehatan jika diharuskan diberikan PASI, serta selalu mendorong istri untuk memperhatikan asupannya. Peran yang dilakukan suami meliputi memberikan motivasi dalam memberikan ASI, membantu istri mengurus pekerjaan rumah, memberikan motivasi untuk meningkatkan asupan, serta mengupayakan agar istri melakukan pemeriksaan kehamilan. Kesimpulan : Pengetahuan suami yaitu belum memahami mengenai BBLR. Sikap suami yaitu mendorong istrinya untuk memberikan ASI. Peran suami meliputi memberikan motivasi dalam memberikan ASI, memberikan motivasi untuk meningkatkan asupan saat kehamilan dan menyusui. Kata Kunci : BBLR, Peran Suami, Pendampingan Gizi | Background : The high occurrence of low birth weight (LBW) - infant is influenced by some factors. In order to reach LBW – infant’s decent growth and development, father’s role is required in helping mother to get motivated and in giving nutrition accompaniment to LBW – infants. Purpose : To describe knowledge, attitude, and role of fathers who have LBW – infants. Methods : This is a descriptive research using qualitative approach. This research was conducted at work area of Puskesmas II Sumbang. The sample of this research is taken by purposive sampling method that consist of 5 main informants (fathers), 5 supporting informant (wifes) and 4 supporting informant (midwifes). Results : The father’s knowledge is the fathers weren’t yet understand what LBW – infant really means, but they already understood his role during mother’s pregnancy period which are being a motivator and facilitator. The father’s attitude to the mothers were by giving motivation to give breastmilk and to always following health workers advice if the mother must give breastmilk substitution to the infant, and also encouraging mother to always take care of her dietary pattern. Father’s roles were by giving motivation to feed infants with breastmilk, helping mothers to take care of the house, giving motivation to increase mother’s intake of food, and arranging mothers to do pregnancy check up. Conclusion : The fathers weren’t yet understand what LBW – infant really means, but they already understood his role during mother’s pregnancy period which are being a motivator and facilitator. The father’s attitude to the mothers were by giving motivation to give breastmilk and to always following health workers advice if the mother must give breastmilk. Father’s roles to the mothers were by giving motivation to feed infants with breastmilk, and giving motivation to increase mother’s intake of food during pregnancy and breastfeeding period Keywords : Low Birth Weight Infants, Role of Fathers, Nutritional Assistance | |
| 16613 | 19875 | C1A013129 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERSEDIAAN DAN KECUKUPAN KONSUMSI BERAS DI INDONESIA TAHUN 1993-2014 | Judul Penelitian ini meneliti tentang Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketersediaan dan Kecukupan Konsumsi Beras di Indonesia Tahun 1993-2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel independen yaitu produktivitas, jumlah tenaga kerja pertanian, dan impor beras terhadap variabel dependen yaitu ketersediaan, baik secara parsial, simultan maupun bersama - sama. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data time series dengan periode pengamatan tahun 1993 – 2014 (22 tahun). Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda metode Ordinary Least Square (OLS). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukan bahwa, secara parsial variable jumlah tenaga kerja pertanian dan impor tidak berpengaruh signifikan terhadap ketersediaan beras di Indonesia. Variabel produktivitas berpengaruh positif signifikan terhadap ketersediaan beras. Secara bersama - sama atau simultan variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Implikasi untuk penelitian ini yaitu pertama, untuk meningkatkan ketersediaan beras pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan untuk menjaga serta menambahkan luas panen dan menjaga tata ruang yang melindungi lahan pertanian. Kedua, perlu dijaganya swasembada beras dan menekan angka konsumsi agar ketersediaan beras selalu tercukupi. Ketiga, dengan hasil trend yang positif akan tercipta swasembada beras di Indonesia untuk masa yang akan datang. | The title of this research is researching about the factors that affect the availability and adequacy of consumption of rice in Indonesia Years 1993-2014. This research aims to know the influence of independent variables, namely productivity, the amount of agricultural labor and imported rice, against the dependent variable namely availability, whether simultaneous or partial, together. Type of this research is quantitative research. This study uses secondary data in the form of time series data with a period of observation years 1993 – 2014 (22 years). Analytical tools used in this research is the multiple linear regression method of Ordinary Least Square (OLS). Based on the results of research and data analysis shows that, partially the variable number of agricultural labor and import has no significant effect on the availability of rice in Indonesia. Variable productivity has a significant positive effect on rice availability. Simultaneously or simultaneously the independent variables affect the dependent variable. The implications for this research are firstly, to increase the availability of rice the government needs to issue a policy to maintain and add harvested area and maintain the spatial protecting of agricultural land. Secondly, it is necessary to maintain rice self-sufficiency and reduce consumption to ensure the availability of rice is always sufficient. Third, the positive trend will create rice self-sufficiency in Indonesia for the future. | |
| 16614 | 21382 | A1C011033 | KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI PETANI YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI PETANI DALAM BERUSAHATANI KACANG TANAH DI KECAMATAN KEMBARAN, KABUPATEN BANYUMAS | Kecamatan Kembaran merupakan daerah penghasil kacang tanah di Kabupaten Banyumas. Petani di Kecamatan Kembaran tetap berusahatani kacang tanah meski jumlah produksinya menurun. Kesediaan petani tersebut disebabkan adanya keinginan dan dorongan melakukan kegiatan untuk memperoleh pendapatan. Motivasi yang dimiliki petani dalam berusahatani kacang tanah berkaitan dengan karakteristik sosial ekonomi pada diri petani. Penelitian bertujuan untuk : 1) mengetahui karakteristik sosial ekonomi petani kacang tanah, 2) mengetahui tingkat motivasi petani dalam berusahatani kacang tanah, dan 3) mengetahui karakteristik sosial ekonomi petani yang mempengaruhi motivasi petani dalam berusahatani kacang tanah. Penelitian dilakukan di Desa Kramat dan Desa Sambeng Kulon, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas pada 14 Maret sampai dengan 17 April 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengambilan sampel menggunakan metode stratified random sampling dan diperoleh responden sebanyak 35 orang petani kacang tanah. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Likert’s Summated Ratings dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) karakteristik sosial ekonomi petani kacang tanah yaitu: rata-rata umur 59 tahun, sebagian besar tingkat pendidikan formal Sekolah Dasar, sebagian besar mengikuti pendidikan non formal berupa penyuluhan sebanyak tiga kali setahun, rata-rata pengalaman berusahatani kacang tanah 26 tahun, rata-rata luas lahan 0,45 hektar, rata-rata jumlah tanggungan keluarga dua orang dan rata-rata pendapatan usahatani kacang tanah Rp11.813.139,31 per hektar per musim tanam; 2) motivasi petani berusahatani kacang tanah secara keseluruhan tinggi, digambarkan oleh motivasi kebutuhan existence, relatedness, dan growth tinggi; 3) karakteristik sosial ekonomi petani yang mempengaruhi motivasi petani dalam berusahatani kacang tanah yaitu umur, pendidikan non formal, dan pengalaman usahatani. | Kembaran Sub-district is one of the peanut producing areas in Banyumas Regency. Farmers in Kembaran Sub-district keep peanut farming although the amount of production decreased. The willingness of farmers to farming peanuts is caused by the desire and encouragement to conduct activities to earn income. The farmers motivation in peanut farming deals with the socio-economic characteristics which exist in farmers themselves. This research aims to : 1) know the socio-economic characteristics of peanut farmers, 2) know the level of motivation of farmers in peanut farming, 3) know the socio-economic characteristics of farmers that affect the motivation of farmers in peanut farming. This research was conducted in Kramat Village and Sambeng Kulon Village, Kembaran Sub-district, Banyumas Regency on 14 March to 17 April 2016. The research method used is survey method. The sample is obtained by using stratified random sampling method. The analysis method used is likert's summated ratings analysis and multiple linear regression analysis. The results showed that 1) socio-economic characteristics of peanut farmers are : the average age is about 59 years, most of formal education is elementary school, most of non formal education is in the form of counseling three times a year, average peanut farming experience is for 26 years, the average of the land area is 0,45 hectares, the average number of dependents of the family is two people, and the average income of peanut farming is Rp11.813.139,31 per hectare per planting season; 2) the motivation of peanut farmers as a whole is in the high criteria reflected by the high motivation needs of existence, relatedness, and growth; 3) socio-economic characteristics of farmers that affect the motivation of farmers in peanut farming is age, non formal education, and farming experience. | |
| 16615 | 19882 | E1A013292 | TANGGUNG JAWAB NEGARA ATAS PENYALAHGUNAAN KEKEBALAN DIPLOMATIK (Studi Tentang Kasus Tindak Pidana dan Pelanggaran HAM Yang Dilakukan Oleh Diplomat Arab Saudi di Jerman Tahun 2011) | Seorang diplomat mempunyai hak istimewa dan kekebalan diplomatik sehingga pada hakikatnya ia terbebas dari berbagai yurisdiksi di Negara manapun termasuk Negara penerima tempat ia ditugaskan. Karena kekebalan diplomatik inilah tidak sedikit diplomat yang menyalahgunakan fungsi dari hak istimewa dan kekebalan diplomatik. Salah satunya adalah kasus tindak pidana dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan oleh Diplomat Arab Saudi dan keluarganya kepada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Jerman tahun 2011 yang bernama Dewi Ratnasari. Pengadilan Perburuhan Berlin menyatakan bahwa klaim Dewi itu sah tetapi tidak ada yang bisa dilakukan terkait kasus tersebut, sebab pengadilan itu tidak bisa menangani pengaduan terhadap anggota korps diplomatik dikarenakan selama ratusan tahun para diplomat telah menikmati imunitas. Kasus ini menjadi dasar untuk mempertanyakan tentang kekebalan hukum diplomatik. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu berupa peraturan perundang-undangan, buku literatur, dan situs internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggung jawab Negara Arab Saudi terhadap penyalahgunaan kekebalan diplomatik yang dilakukan oleh Diplomat Arab Saudi dan mengetahui penyelesaian yang seharusnya digunakan terhadap kasus tindak pidana dan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Diplomat Arab Saudi di Jerman Tahun 2011. Kesimpulan dari penelitian ini berdasarkan teori tanggung jawab negara menurut M.N Shaw, kasus Dewi Ratnasari telah melahirkan tanggung jawab Negara yaitu terdapat pelanggaran atas kewajiban hukum internasional berupa penyalahgunaan kekebalan diplomatik yang dilakukan oleh Diplomat Arab Saudi terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bernama Dewi terkait tindak pidana dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Diplomat Arab Saudi tersebut telah dinyatakan kembali ke Negara asalnya sebelum kasus tersebut dapat diselesaikan. Menurut Konvensi Wina 1961 Tentang Hubungan Diplomatik, Jerman sebagai Negara penerima dapat menyatakan persona non grata kepada Diplomat Arab Saudi dan melakukan penuntutan atas tindak pidana dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan perwakilan diplomatik terkait melalui saluran diplomatik untuk suatu penghukuman yang adil dari pemerintah Negara pengirim. Melalui saluran diplomatik tersebut Arab Saudi sebagai Negara pengirim dapat melakukan penarikan kembali Diplomat Arab Saudi ke Negara asalnya (recalling) dan sesuai kewenangannya dapat mengadili Diplomat Arab Saudi sesuai yurisdiksi Negara pengirim. Negara penerima memiliki kewenangan untuk melakukan pengusiran kepada Diplomat Arab Saudi apabila setelah melalui saluran diplomatik tidak menghasilkan penyelesaian dari Negara pengirim mengenai penghukuman yang dapat diberikan kepada Diplomat Arab Saudi. Kata Kunci : Pertanggungjawaban Negara, kekebalan diplomatik, tindak pidana, HAM. | A Diplomatic Agent has immunity and privileges in every country, therefore he should be free from any jurisdictions in any countries including in the receiving State where he is doing a diplomatic mission. This immunity has caused many cases regarding the violation of the right of diplomatic immunity. One of the cases is about crime and human right issue that have been done to Indonesian servant by a Diplomat from Saudi Arabia along with his family that happened in Germany in 2011. The Berlin Court has stated that the case is exist meanwhile there is nothing to do towards the case because of the immunity that every diplomatic agent hold since a hundred years ago. This case marks a big question about the true implementation of diplomatic immunity by every diplomatic agents. The research is conducted by using the normative judicial approach, with secondary data from international convention, literature and internet. Purpose of this research is to know and analyze the responsibility of Saudi Arabia as a country towards violation of the right of immunity that has been done by its Diplomat and to analyze how this case should be solved. The conclusion of this research is based on the theory of State responsibility according to MN Shaw, the case of Dewi Ratnasari has resulted the responsibility of a State which there is a violation of the international legal obligation in the form of diplomatic immunity abuse done by Saudi Arabia Diplomat towards Indonesian Workers (TKI) named Dewi related acts criminal and human rights violations. The Saudi Arabia Diplomat has been declared back to his country of origin before the case can be resolved. According to the 1961 Vienna Convention on Diplomatic Relations, Germany as a receiving State may declare persona non grata to Saudi Arabia Diplomat and prosecute criminal offenses and human rights violations committed by relevant diplomatic representatives through diplomatic call for a fair punishment by the government of sending State. Through such diplomatic call, Saudi Arabia as the sending State may recall the Saudi Arabia Diplomat to his country of origin (recalling) and through its jurisdiction may prosecute the Saudi Arabia Diplomat according to the jurisdiction of the sending State. The receiving State shall have the authority to expel Saudi Arabia Diplomat if after going through diplomatic call does not result in the settlement of the sending State of the sentence which may be granted to the Saudi Arabia Diplomat. Keywords : International State responsibility, diplomatic immunity, crimes, human rights. | |
| 16616 | 19879 | G1H013009 | Efektivitas Media Cerita Bergambar tentang Gizi Seimbang terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Anak Sekolah di SDN 1 Limpakuwus, Kecamatan Sumbang | Latar Belakang: Permasalahan gizi yang dihadapi Indonesia salah satunya adalah konsumsi yang masih belum sesuai dengan pesan gizi seimbang. Terjadinya permasalahan gizi tersebut disebabkan oleh kurangnya pengetahuan gizi. Anak sekolah adalah sasaran baik untuk diberikan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan yang menarik dan mudah dimengerti oleh anak sangat diperlukan. Media gambar dapat dijadikan media tepat karena dinilai dapat menimbulkan kreativitas anak dalam membahasakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media cerita bergambar tentang gizi seimbang terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap anak sekolah di SDN 1 Limpakuwus, Kecamatan Sumbang. Metodologi: Penelitian menggunakan desain quasi eksperimental (eksperimen semu) dengan pendekatan pretest-postest control group design dengan populasi 346 siswa sebagai kelompok perlakuan dan 225 siswa dari kelompok pembanding. Sampel penelitian berdasarkan teknik purposive sampling adalah siswa kelas V berjumlah 39 siswa (diberi media cerita bergambar) sedangkan kelompok pembanding sejumlah 43. Data didapat dari angket dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-whitney. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan media cerita bergambar tentang gizi seimbang. Ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah tanpa media dan tidak ada perbedaan sikap sebelum dan sesudah tanpa media. Sedangkan ada perbedaan pengetahuan sebelum pada kedua kelompok dan sesudah pada kedua kelompok, tidak ada perbedaan sikap sebelum pada kedua kelompok serta ada perbedaan sikap sesudah pada kedua kelompok. Kesimpulan: Media cerita bergambar dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap anak sekolah kelas V di SDN 1 Limpakuwus, Kecamatan Sumbang. | Background : One of nutrition problem faced by Indonesia is the level of consumption which still does not match the balanced nutrition messages. Balanced nutrition problems occurred by lack of nutritional knowledge. School children are good targets for health education. Interesting and easy to understand by children is needed for health education. Pictures can be used as the right media because it can provoke the creativity of children to express it. This study aims to determine the effectiveness of picture story media about balanced nutrition to increase knowledge and attitude of school children in SDN 1 Limpakuwus, Sumbang. Methods : This study used quasi experimental design with pretest-posttest control group design approach with population of 346 students as treatment group and 225 students as comparison/control group. The sample of research based on purposive sampling technique is 39 students of class V (given picture story media) from SDN 1 Lupakuwus, while the comparison group of 43 students coming from SDN 3 Gandatapa. Data obtained from questionnaire and analyzed using Wilcoxon and Mann-Whitney test. Results : The result showed that there was a difference of knowledge and attitude after given the picture story media about balanced nutrition. There is a difference of knowledge before and after without media, and there is no difference of attitude before and after without media. While there was difference of knowledge before in both groups and after in both groups, there was no difference in attitude before in both groups and there was difference in attitude after the two groups. Conclusion : The picture story media can improve the knowledge and attitude of school children in fifth grade of SDN 1 Limpakuwus, Sumbang. Keywords : Picture story, Health education, Knowledge and Attitude, School Children | |
| 16617 | 19880 | A1C113044 | Kajian Finansial Pupuk Cair "Super Tumbras" pada CV. Raja Bangkit Indonesia Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga | CV. Raja Bangkit Indonesia merupakan perusahaan penghasil pupuk cair di Kabupaten Purbalingga. Umur CV. Raja Bangkit Indonesia yang masih muda memerlukan perhitungan secara terperenci mengenai aspek – aspek finansial dan usaha. Analisis finansial bertujuan untuk mengetahui perkiraan dalam hal pendanaan dan aliran kas, sehingga dapat diketahui layak atau tidaknya bisnis yang dijalankan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui profil usaha pupuk cair Super Tumbras di CV. Raja Bangkit Indonesia; 2) Menghitung besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan dari usaha pupuk cair Super Tumbras di CV. Raja Bangkit Indonesia; 3) Melakukan analisis finansial CV. Raja Bangkit Indonesia. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kasus. Lokasi penelitian ini di CV. Raja Bangkit Indonesia Desa Makam, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga dengan pertimbangan perusahaan ini baru berdiri dan memiliki pasar yang cukup luas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2017. Rancangan pengambilan data dengan cara wawancara melalui kuesioner dan observasi langsung ke perusahaan. Analisis data yang digunakan adalah analsisi biaya, penerimaan dan keuntungan, analisis Break Even Point, analisis Payback Periode, dan analisis R/C ratio. Hasil penelitian menunjukan pendapatan yang diperoleh perusahaan selama 15 bulan sebesar Rp5.553.200.000 dengan laba bersih sebesar Rp1.877.223.709,9, BEP harga sebesar Rp323.589.260, BEP kemasan 8.073,77 unit, pengembalian dana investasi selama 4,86 bulan dan nilai R/C ratio sebesar 1,93. | CV. Raja Bangkit Indonesia is a liquid fertilizer company in Purbalingga District. The age of CV. Raja Bangkit Indonesia is still young, requires detail calculation on the financial and business aspects. Financial analysis aims to know the estimates in item of funding and cash flow, so it can be known whether or not worthy business run. The purpose of this research is to: 1) Know the profil Super Tumbras liquid ferilizer business in CV. Raja Bangkit Indonesia; 2) Calculate the amount of cost, acceptance, and income from Super Tumbras liquid fertilizar business in CV. Raja Bangkit Indonesia; 3) Do financial analysis CV. Raja Bangkit Indonesia. The research metodh that will be used in this research is case study. The location of this research in CV. Raja Bangkit Indonesia, Makam Village, Rembang District, Purbalingga District with consideration of this new company stand an has a wide market. The study was conducted from March to April 2017. The design of data collection by interview through questionnaires an direct observation to the company. Data analysis used is cost ana;ysis, revenue and profit, Break Event Point analysis, Payback Periode analysis, and R/C Ratio ana;ysis. The resvits showed the income obtained by the company for 15 months amounted to Rp5.553.200.000 with net income of Rp1.877.233.709,9, BEP price of Rp323.589.260, BEP packaging 8.073,77 units, the returnd of investment of 4,86 months and the R/C ratio of 1.93. | |
| 16618 | 19881 | E1A013331 | PERANAN INTERNATIONAL COMMITTEE OF THE RED CROSS TERHADAP UPAYA PERLINDUNGAN CULTURAL PROPERTY DALAM KONFLIK BERSENJATA | Cultural Property atau Benda Budaya dilindungi oleh Konvensi Den Haag tahun 1954. Perlakuan terhadap benda budaya menjadi isu yang penting dalam segala bentuk konflik bersenjata, baik dalam konflik bersenjata internasional maupun konflik bersenjata non-internasional. International Committee of The Red Cross turut berperan melindungi benda budaya dalam konflik bersenjata. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu berupa peraturan perundang-undangan, buku literatur, dan situs internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran International Committee of The Red Cross terhadap upaya perlindungan Cultural Property dalam Konflik Bersenjata. Konvensi Den Haag Tahun 1954 tidak menyebutkan perintah yang spesifik bagi ICRC untuk memastikan kepatuhan dari konvensi tersebut, namun ICRC turut melindungi benda budaya berdasarkan Pasal 53 Protokol Tambahan I Konvensi Jenewa Tahun 1977 dan Pasal 16 Protokol Tambahan II Konvensi Jenewa Tahun 1977. Berdasarkan kedua Pasal tersebut ICRC bertindak dalam situasi konflik bersenjata untuk ikut melindungi benda budaya. | Cultural Property is protected by the Hague Convention of 1954. The treatment of cultural property is an important issue in all forms of armed conflict, both in international armed conflicts or non-international armed conflicts. The International Committee of the Red Cross plays a role in protecting cultural objects in armed conflict. The research is conducted by using the normative judicial approach, with secondary data from international convention, literature and internet. Purpose of this research is to determine the role of the International Committee of the Red Cross on the protection of Cultural Property in Armed Conflict. The Hague Convention of does not give the International Committee of the Red Cross a specific mandate to ensure compliance with its provisions, but the International Committee of the Red Cross is expected to work for the faithful application of Article 53 of Additional Protocol I of the Geneva Convention of 1977 and Article 16 of Additional Protocol II of the Geneva Conventions of 1977. Based on both Articles International Committee of the Red Cross protects Cultural Property in the Event of Armed Conflict. | |
| 16619 | 19883 | A1L013153 | UJI DAYA HASIL LANJUTAN 10 GALUR PADI SAWAH (Oryza sativa L.) POTENSI HASIL TINGGI DI KECAMATAN SAMPANG KABUPATEN CILACAP | Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia akan berkorelasi dengan peningkatan jumlah permintaan bahan pangan termasuk beras. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakat yang semakin tinggi adalah dengan menciptakan varietas unggul baru yang memiliki potensi hasil tinggi. Salah satu tahapan yang harus dilalui dalam pelepasan varietas unggul baru adalah pengujian daya hasil. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui keragaan galur yang diuji, dan (2) mendapatkan galur padi sawah berdaya hasil tinggi dari 10 galur potensi hasil tinggi dengan 2 varietas pembanding di Kabupaten Cilacap. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Paberasan, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2017 sampai Agustus 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan galur sebagai perlakuan. Perlakuan meliputi 12 genotip yaitu 10 galur padi dan 2 varietas pembanding. Setiap galur diulang sebanyak empat ulangan. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, umur berbunga, umur panen, jumlah gabah per malai, persentase gabah isi, bobot 1000 biji, dan hasil per plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) galur yang diuji memiliki keragaan pertumbuhan yang beragam. 12 galur yang diuji memberikan perbedaan pada semua variabel pengamatan yang diujikan. (2) Galur B13727C-MR-2-5-5-1, B14484E-MR-10-KN-3, dan B13803C-MR-1-8-3-1 memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Ciherang dan Inpari 24. | Increasing of population in Indonesia will correlate with increasing of food demand, such as rice. One of the ways to fulfiled increasing people’s staple food needs was assembling superior variety that have high yield potential. One of the step in realesing superior variety through yield trials. The purpose of this study were to (1) know the performance of the lines tested, and (2) find high yield rice strains from 10 high yield potential lines with 2 comparate varieties of comparison in Cilacap Regency. This study was conducted in Paberasan Village, Sampang Sub-district, Cilacap Regency. The study was conducted from April 2017 until August 2017. The experimental design used was Randomized Complete Block Design (RCBD) with strain as treatment. The treatment consisted of 12 genotypes were 10 rice lines and 2 varieties of comparison. Each lines was repeated as many as four repetitions. Variables observed consisted of plant height, number of tillers, flowering age, harvest age, number of grains per panicle, percentage of grain contents, weight of 1000 seeds, and yield potensial. The results showed that (1) the line being tested had a variety of growth variations. The 10 lines tested were different in all the observed variables tested. (2) B13727C-MR-2-5-5-1, B14484E-MR-10-KN-3, and B13803C-MR-1-8-3-1 lines give higher yield compared to Ciherang and Inpari 24 varieties. | |
| 16620 | 19884 | C1A013104 | MODEL COBB-DOUGLAS UNTUK MENAKSIR PRODUKSI PADI 10 PROVINSI SENTRA PRODUKSI PADI DI INDONESIA 2010-2015 | Penelitian ini berjudul “Model Cobb-Douglas Untuk Menaksir Produksi Padi 10 Provinsi Sentra Produksi Padi di Indonesia 2010-2015”. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh luas lahan sawah, tenaga kerja, benih, dan pupuk terhadap produksi padi 10 provinsi sentra produksi padi di Indonesia dan untuk mengidentifikasi variabel yang paling berpengaruh terhadap produksi padi 10 provinsi sentra produksi padi di Indonesia dengan menggunakan data panel. Data cross section sebanyak sepuluh provinsi di Indonesia dan time series dari tahun 2010 hingga 2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknis analisis data yang digunakan adalah analisis model Cobb-Douglas dan analisis data panel.Analisis regresi data panel yang digunakan dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan sawah memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produksi padi 10 provinsi sentra produksi padi di Indonesia. Tenaga kerja memberikan pengaruh yang negatif dan tidak signifikan. Benih memberikan pengaruh yang negatif dan signifikan. Sedangkan, pupuk memberikan pengaruh positif dan tidak signifikan. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingya meningkatkan luas lahan sawah agar hasil produksi padi akan meningkat. Kualitas tenaga kerja pertanian perlu ditingkatkan, supaya penggunaan tenaga kerja lebih efektif. Perlunya pemilihan benih unggul dan penggunaan benih yang sesuai takaran yang telah direkomendasikan oleh pemerintah. Pupuk mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses produksi, agar pemupukan dapat efisien dan produksi optimal, rekomendasi pemupukan harus didasarkan pada kebutuhan unsur hara yang ada di dalam tanah. | This research entitled “Cobb-Douglas Model to Estimate The Paddy Production 10 Province of Central Paddy Production in Indonesia 2010-2015”. The purpose of this research is to analyze the influence of wetland area, labor, seed, and fertilizer to paddy production 10 province of central paddy production in Indonesia and to identify the most influential variables on paddy production 10 province of central paddy production in Indonesia by panel data. Cross section data are including in to ten province in 2010 to 2015. The type of this study is quantitative study. Analysis technical used is Cobb-Douglas model and panel data. This study use analysis of panel data with Fixed Effect Model (FEM). This study shows that there is a positive and significant of wetland area to paddy production 10 province of central paddy production in Indonesia. Labor has negative and insignificant. Seed has negative and significant. Meanwhile, fertilizer has positive and insignificant. This study shows that there is a positive and significant of wetland area to paddy production 10 province of central paddy production in Indonesia. Labor has negative and insignificant. Seed has negative and significant. Meanwhile, fertilizer has positive and insignificant. |