Artikelilmiahs
Menampilkan 16.721-16.740 dari 49.979 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 16721 | 19954 | G1B013094 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERADAAN ANGKA KUMAN PADA DAGING SAPI DI PURWOKERTO | Latar Belakang : Daging sapi sebagai salah satu pangan yang banyak digemari oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia. Sumber-sumber kontaminasi mikroorganisme pada daging segar dapat berasal dari pisau pemotong, saluran pencernaan, tangan manusia, wadah, penanganan dan penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keberadaan angka kuman pada daging sapi di Purwokerto. Metodologi : Penelitian ini merupakan Survei Analitik menggunakan pendekatan crosssectional. Uji yang dilakukan untuk mengetahui angka keberadaan kuman yaitu uji angka lempeng total (Total Plate Count) pada sampel 30 daging sapi. Data hasil wawancara dan uji laboratorium dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 25 responden memiliki pengetahuan yang baik, 18 responden memiliki praktik higiene sanitasi yang baik, dan 19 responden memiliki sarana sanitasi yang baik. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa 30 sampel daging sapi yang diambil di bawah standar cemaran mikroba SNI 7388 2009 yaitu 1x106. Variabel pengetahuan penjamah, praktik penjamah dan sarana sanitasi memiliki nilai p-value > 0,05 yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan. Kesimpulan : Tidak ada faktor-faktor yang berhubungan dengan keberadaan angka kuman pada daging sapi di Purwokerto. Kata Kunci : Daging Sapi, Higiene Sanitasi, Keberadaan Angka Kuman. | Background : Beef is one of the favourite food that have been consumed by almost indonesian people. Contamination source on fresh beef may come from hatchet, cow gastrointestinal, human hands, tray, and how beef was handled and kept. This research goal is to find factors correlatedwith germ index on butcher in purwokerto. Methods : This research is analytical survey with cross sectional study. Total plate count test used to determine the germ index on 30 beef samples. Interview data and laboratory test result analysed with chi square test. Result : This research result shows 25 respondent have good knowledge, 18 repondent have good hygiens sanitation habit. Laboratory test result shows that 30 beef samples that been taken have germ contamination under indonesian standart which is 1x 106. Variable of knowledge of prison, practice of prison and sanitation have value pvalue> 0,05 which means there is no significant correlation. Conclusion :There is no factor correlated with germ index on beef in purwokerto Key words :Beef, Hygiens sanitation, Germ index | |
| 16722 | 19956 | G1B013035 | POLA PENYEBARAN KASUS TUBERKULOSIS PARU BTA+ BERDASARKAN FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN DI KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015-2016 | Latar Belakang: Kembaran merupakan wilayah dengan angka temuan kasus tuberkulosis paru tertinggi di Kabupaten Banyumas. Pada Tahun 2015 jumlah kasus baru tuberkulosis paru BTA+ di Kecamatan Kembaran, yaitu sebesar 56 kasus dan Tahun 2016 41 kasus. Dibutuhkan pemetaan kasus penyakit guna menanggulangi penyakit berbasis wilayah. Tujuan penelitian adalah mengetahui sebaran kasus tuberkulosis paru BTA+ di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas Jawa Tengah Tahun 2015-2016. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah epidemiologi deskriptif dengan desain studi ekologi. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling 82 kasus dengan kriteria eksklusi. Analisis menggunakan Nearest Neigbour Index dan teknik buffer. Hasil Penelitian: Pola sebaran kasus tuberkulosis paru BTA+ di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas Tahun 2015-2016 adalah mengelompok (clustered). Kasus ditemukan mayoritas perempuan (56,1%) dan usia produktif (91,5%). Hasil analisis menunjukan 64,6% kepadatan hunian, 50% luas ventilasi, 58,5% pencahayaan alami dalam rumah, 3,7% lantai rumah penderita tidak memenuhi syarat. Kasus juga ditemukan pada radius 0,5 – 1 km di sekitar fasilitas pelayanan kesehatan. Kesimpulan: Pola penyebaran kasus tuberkulosis paru BTA+ di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas Tahun 2015-2016 adalah mengelompok dan memiliki kepadatan hunian kamar serta pencahayaan alami dalam rumah yang tidak memenuhi syarat. Oleh karena itu, perlu adanya pemberian informasi terkait lingungan rumah sehat kepada masyarakat. | Background:Kembaran was the sub-district with the highest case finding of pulmonary tuberculosis in Banyumas Regency. In 2015, the new case of pulmonary tuberculosis BTA+ in Kembaran sub-district that recorded are 56 cases, meanwhile in 2016 there are 41 cases. It is important to conduct spatial analysis of cases distribution based on environmental risk factors. The main purpose of this research is to find out the patterndistribution of pulmonary tuberculosis BTA+case in Kembaran sub-district, Banyumas Regency-Central Java on periode 2015-2016. Method:This research was epidemiology descriptive with an ecological study design. This research usedpurposive sampling technique from 82 cases with exclusion criteria. The spatial analysis usedNearest Neighbour Index and buffer technique. Result:The distribution of pulmonary tuberculosis BTA+’s case in Kembaran sub-district, Banyumas Regency-Central Java on periode 2015-2016 is clustered. The majority of case that was found are women (56,1%) and productive age (91,5%). The result of this research is that 64,6% the humidity of the room, 50% area ventilation, and 58,5% house’s natural lighting, also 3,7% patients’s house floor is not qualify. That case also found in radius 0,5 - 1 km around healthcare center. Conclusion:The distribution pattern of pulmonary tuberculosis cases of acid-resistant bacteria (+) based on environmental risk factor in kembaran sub district banyumas regency year 2015-2016 is clustered andhaving un-qualify humidity of the room and house natural lighting according health’s requirement. Therefore, awarding information about healthy home to society is needed. | |
| 16723 | 19957 | G1B013072 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN AMBANG DENGAR KARYAWAN PT. WIRIACO UTAMA PURWOKERTO | Gangguan pendengaran merupakan salah satu permasalahan utama dalam penyakit akibat kerja khususnya pada pekerja yang berhubungan dengan mesin. Penurunan ambang dengar karyawan dapat menyebabkan sulit komunikasi dan gangguan konsentrasi. Variabel intensitas suara, masa kerja, usia dan riwayat penyakit dapat mempengaruhi penurunan ambang dengar. Hasil studi pendahuluan pada karyawan PT. Wiriaco Utama menunjukkan angka intensitas suara yang diatas Nilai Ambang Batas (NAB) yaitu 86dB dan 16,6% karyawan mengalami keluhan pada pendengaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ambang dengar pada karyawan PT. Wiriaco Utama. | Hearing loss is a one of major problem in occupational illness especially to workers that related with machine. Decrease of hearing threshold values could be cause communication disorders and concentration disorders. Variable of sound intensity, period of work, age and disease history could affect to decrease of hearing threshold values. The results of preliminary studies on worker in PT. Wiriaco Utama showed sound intensity above threshold limit values is 86dB and 16,6% worker has a problem with hearing. The purpose of this research is to determine the factors that related with hearing threshold values of worker in PT. Wiriaco Utama. | |
| 16724 | 19958 | E1A013008 | PELAKSANAAN EKSEKUSI HUKUMAN MATI PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 107/PUU/XIII/2015 TENTANG PERUBAHAN REGULASI GRASI | Pelaksanaan eksekusi hukuman mati kerap kelai menjadi perhatian publik, terlebih lagi Mahkamah Konstitusi mengeluarkan Putusan bernomor 107/PUU/XIII/2015 tentang Perubahan Regulasi Grasi. Ketentuan mengenai pengajuan grasi diatur pada Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2010 yaitu adanya pembatasan waktu dan banyaknya pengajuan grasi, namun ketentuan ini dicabut oleh Mahkamah Konstitusi dan dikebalikannya pada norma yaitu Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2002 tentang grasi yang tidak memberikan Batasan waktu terhadap pengajuan grasi, terpidana mati pelaksanaan putusan pemidanaan (eksekusi) harus menunggu permohonan grasi dari terpidana, hal ini sesuai dengan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2002 tentang grasi. Adapun permasalahan dalam penelitian skripsi ini adalah bagaimanakah pelaksanaan eksekusi hukuman mati pasca berlakunya putusan Mahkamah Konstitusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan eksekusi hukuman mati pasca berlakunya putusan Mahkamah Konstitusi yang tidak memberikan batas waktu pengajuan grasi tidak memberikan kepastian hukum bagi terpidana mati karena terpidana menunda-nunda eksekusi pidana mati. | Implementation of death penalty execution is often become a public attention, especially the Constitutional Court issued verdict number 107/PUU/XIII/2015 about Clemency Regulation. The rules about clemency submissions are regulated in Article 7 act (2) of Law Number 5 year 2010 that explain of time limitation and clemency submission, but this rules was revoked by the Constitutional Court and return to the norm that is Article 7 act (2) Law Number 2 year 2002 about Clemency which have no time limitation of clemency submission, the death convicted must be wait for the petition of mercy of the convicted, this is appropriate with Article 3 Law Number 22 Year 2002 about Clemency. The problem of this research is how the implementation of the death penalty execution after the Constitutional Court verdict was released. The result showed that the execution of death penalty after the Constitutional Court verdict was released, which have no time limitation of clemency submission didn’t provide a legal law certainly for the death convicted, because the convicted just delayed the execution of their death penalty. | |
| 16725 | 21404 | D1E014192 | EFEK PENAMBAHAN FERMEHERBAFIT ENKAPSULASI DALAM PAKAN TERHADAP HIGH DENSITY LIPOPROTEIN DAN LOW DENSITY LIPOPROTEIN DARAH AYAM BROILER | Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi efek penambahan fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan terhadap kadar high density lipoprotein (HDL) dan low density lipoprotein (LDL) darah ayam broiler. Penelitian menggunakan berbagai materi yaitu 80 ekor DOC ayam broiler strain Multi Breeder (MB) 202 Platinum yang dipelihara sampai umur 35 hari. Percobaan dilakukan dengan metode eksperimental in vivo dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari R0 = pakan basal/kontrol; R1 = penambahan 1,5% fermeherbafit nonenkapsulasi, R2 = penambahan 1,5% fermeherbafit enkapsulasi, R3 = penambahan 3,0% fermeherbafit enkapsulasi, dan R4 = penambahan 4,5% fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar HDL darah ayam broiler dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar LDL darah. Uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) terhadap kadar HDL darah menunjukkan bahwa bahwa R0 berbeda nyata dengan R3. Dapat disimpulkan bahwa penambahan fermeherbafit non-enkapsulasi meningkatkan kadar HDL sebesar 100 mg/dL, sedangkan penambahan fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan meningkatkan kadar HDL dengan rataan sebesar 129,17 mg/dL dari kadar HDL kontrol sebesar 70,83 mg/dL serta penambahan fermeherbafit enkapsulasi menghasilkan rataan kadar LDL darah yang relatif sama. | The purpose of this research was to evaluate the effects of encapsulated fermeherbafit addition in diet on high density lipoprotein (HDL) and low density lipoprotein (LDL) of broiler’s blood. The used materials in this research were 80 DOC broiler chickens strain Multi Breeder (MB) 202 Platinum which were maintained until the age of 35 days. The experiments were performed via in vivo experimental method and used Completely Randomized Design (CRD). The research consisted of 5 treatments and were repeatedly 4 times. The treatments consisted of R0 = basal/control diet; R1 = diet contained 1.5% non-encapsulated fermeherbafit, R2 = diet contained 1.5% encapsulated fermeherbafit R3 = diet contained 3.0% encapsulated fermeherbafit, and R4 = diet contained 4.5% encapsulated fermeherbafit. Analysis of variance showed that the use of fermeherbafit encapsulation in diet did significantly affect (P<0.05) HDL levels of broiler’s blood and did not significantly affect (P>0.05) LDL levels. Further test of Honesty Significant Difference (HSD) on HDL levels showed that R0 was significantly different relative to R3. The conclusion is the non-encapsulated fermeherbafit addition increased HDL levels as many as 100 mg/dL while the additional of encapsulated fermeherbafit in diet increased HDL levels with an average 129.17 mg/dL, relative to HDL levels of control, 70.83 mg/dL and encapsulated fermeherbafit addition showed a relative similar results of LDL levels. | |
| 16726 | 19960 | H1A013052 | Validasi Metode Penentuan Senyawa Kiral Mikonazol Dengan Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi | ABSTRAK Mikonazol adalah senyawa kiral turunan imidazol yang mempunyai aktivitas antijamur. Banyak industri farmasi yang memproduksi obat tersebut, sehingga perlu dikembangkan metode analisis senyawa kiral untuk pengawasan mutunya. Pada penelitian ini, metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) dioptimasi untuk memperoleh pemisahan senyawa kiral mikonazol dengan resolusi terbaik. Hasil pemisahan dua enansiomer mikonazol menggunakan kolom Astec CYCLOBOND (I 2000 HP-RSP, 5 μm) ukuran 25 cm x 4,6 mm dengan fasa gerak asetonitril:air (1% HCOOH) (20:80) pada laju alir 1,0 mL/menit, volume injeksi 3 µL dan dideteksi pada panjang gelombang 230 nm diperoleh hasil relosusi (Rs) maksimum sebesar 2,19. Validasi metode dilakukan berdasarkan parameter linieritas, presisi, akurasi, batas deteksi, batas kuantitasi, dan selektivitas. Hasil validasi metode KCKT untuk pemisahan senyawa kiral mikonazol diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,9998 dan 0,9937, batas deteksi (LOD) sebesar 1,83 dan 9,26 ppm, batas kuantitasi (LOQ) sebesar 6,09 dan 30,86 ppm, simpangan baku sebesar 0,4081 % dan 0,1613 %, nilai koefisien variasi (KV) sebesar 1,313 % dan 0,521 %, %recovery (perolehan kembali) rata – rata sebesar 107,15 %, dan nilai selektivitas (α) sebesar 1,37. Hasil ini dapat memenuhi persyaratan sehingga dapat digunakan untuk menentukan mikonazol dalam sampel serbuk (powder). Kadar mikonazol dalam sampel serbuk rata – rata diperoleh sebesar 2,15 %. Kata kunci : KCKT, mikonazol, pemisahan senyawa kiral, validasi metode. | ABSTRACT Miconazole is a chiral compound of synthetic imidazole derivatives of antifungal activity. Since many pharmaceutical industries manufacture the drug, it is important to develop analytical methods for quality control. In this study, the high pressure liquid chromatography method has been optimized to get miconazole chiral separation with the best resolution. The result of the separation two enantiomers miconazole with Astec CYCLOBOND (I 2000 HP-RSP, 5 μm) column (25 cm x 4.6 mm) with a mobile phase consisting of acetonitril:water (1% HCOOH) (20:80) at flow rate of 1.0 mL/min, 3 µL of injection volume and detection wavelength at 230 nm with the resolution (Rs) maximum is 2.19. Validation method was based on parameters of linerarity, precision, accuracy, detection limits, quantitation limits, and selectivity. The result of HPLC validation method miconazole separation show the correlation coefficient (r) was 0.9998 and 0.9937, limit of detection (LOD) was 1.83 and 9.26 ppm, limit of quantification (LOQ) was 6.09 and 30.86 ppm, standard deviation (SD) was 0.4081 and 0.1613, RSD (n=6) 0.4081% dan 0.1613 %, % recovery average was 107.15 %, and selectivity (α) value was 1.37. This result could meet the requirements and it could be used to determine miconazole in powder sample. Concentration of miconazole in the powder sample average was 2.15%. | |
| 16727 | 19962 | E1A013089 | PELAKSANAAN PEMBINAAN NARAPIDANA PENGGUNA NARKOTIKA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A BOGOR | Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi, sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan kedalam golongan-golongan sebagaimana terlampir dalam undang-undang ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembinaan terhadap narapidana pengguna narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bogor dan faktor pendorong dan penghambat yang dihadapi dalam pelaksanaan pembinaan terhadap narapidana pengguna narkotika di Lembaha Pemasyarakatan Kelas II A Bogor. Metode penulisan yang digunakan yiridis sosiologis, dan spesifikasi penelitian adalah deskriptif, sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, metode pengumpulan data adalah wawancara dan studi kepustakaan, metode analisis data menggunakan normatif kualitatif. Hasil penelitian terhadap Pelaksanaan Pembinaan Narapidana Pengguna Narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bogor yakni pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian. Pembinaan Kepribadian terdiri dari Pendidikan Agama, Pendidikan Olahraga dan Kesenian, Pendidikan berbangsa dan pembinaan kesadaran hukum. Sedangkan Pembinaan Kemandirian terdiri dari keterampilan, pelatihan kerja mandiri, bercocok tanam, perikanan, pembuatan tas, pembuatan baso dan sosis, soevenir. Adapun pembinaan kepribadian khusus rehabilitasi pengguna narkotika, yaitu : VCT (Voluntery Counseling Test), melaksanakan program PE (Peer Education), melaksanakan program TC (Teurapic Community), melaksanakan program KIE atau Komunikasi Informasi dan Edukasi, melaksanakan program KDS atau Kelompok Dukungan Sebaya, melaksanakan program NA (Narkotic Anonimus), dan mengadakan Konseling Pribadi. Faktor pendorong yaitu adanya dukungan dari masyarakat. Faktor penghambat yaitu faktor sarana dan prasarana, ruang rehabilitasi dan konseling, kapasitas klinik kesehatan, faktor masyarakat dan faktor dana. Kata Kunci : Narkotika,Pembinaan, Lembaga Pemasyarakatan. | Narcotic is a substance or drug which made from plant or non-plant, synthetic or semisynthetic, which could cause degradation or consciousness change, taste-loss, reduce or even being pain-killer, and create dependency, which distinguised into several categories which written in this act. The purpose of this research is to discover how the implementation of construction toward convict of narcotic user at Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bogor along with both stimulus factors and the obstacles. This researchused juridist-sociologist mehod, with descriptive specification, the source of data is primary data and secondary data, the method of data accumulation is interview and literature studies, and analysis data used normative-qualitative. The result of this research toward Implementation of Construction Of Narcotic Convict at Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bogor, that is construction of personality and independency. The Construction of Personality consists of Religion Education, Sport and Art Education, Civics Education, and construction of legal consciousness. Whereas, The Construction of Independency consists of skill, self-employment training, farming, fishery, creation of bag, baso, saussage, and souvenir. The special personality rehabilitation construction of narcotics users, those are: VCT (Voluntery Counseling Test), implementation of PE (Peer Education) programme, implementation of KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) programme, implementation of KDS (Kelompok Dukungan Sebaya), implementation of na (Narcotic Anonimus), and Self-Counseling. The stimulus factor that is the suppor from society. The obstacle factor those are facilities and infrastructures, rehabilitation and counseling room, medical clinic capacity, society factor, and fund. Keywords : Narcotic, Construction, Lembaga Pemasyarakatan. | |
| 16728 | 19850 | F1A012095 | Eksistensi Komunitas Musik “Banyumas Rock Community” di Purwokerto The Existence of Music Community “Banyumas Rock Community” in Purwokerto | Keberadaan musik rock Indonesia menjadi menurun popularitasnya pada saat ini, namun di Kota Purwokerto, terdapat komunitas penggemar musik rock bernama “Banyumas Rock Community” yang menjadi wadah bagi musisi dan penggemar musik beraliran rock se-Kabupaten Banyumas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui eksistensi komunitas musik rock “Banyumas Rock Community” dan upaya yang dilakukan oleh komunitas dalam menjaga eksistensinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurunnya eksistensi komunitas “Banyumas Rock Community” tidak bisa lepas dari trend musik rock di Purwokerto yang menurun. Berkurangnya peminat musik rock saat ini disebabkan karena masyarakat masih beranggapan bahwa musik rock sangat bising dan atribut yang dipakai oleh musisinya identik dengan satanisme. Sementara terkait eksistensi komunitasnya, “Banyumas Rock Community” masih mengalami permasalahan regenerasi kepengurusan. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya ikatan dan motivasi dari anggota dan pengurusnya untuk berkumpul. Sementara para anggotanya pun nyaris vakum mengadakan kegiatan musik. Upaya komunitas “Banyumas Rock Community” agar komunitas ini tetap eksis adalah restrukturisasi kepengurusan lama, berkolaborasi dengan komunitas lain seperti Slanker, Metalhead dalam penyelenggaran acara musik, serta aktif terlibat dalam event musik di luar komunitas seperti acara Pojok Akustik. Komunitas “Banyumas Rock Community” juga terus aktif dalam jaringan sosial media seperti facebook dan whatsapp. | The existence of Indonesian rock music is declining in popularity at this time, but in Purwokerto City, there is a rock music enthusiast community called "Banyumas Rock Community" which is a place for musicians and fans of rock music throughout Banyumas Regency. Therefore, this study aims to find out the existence of rock music community "Banyumas Rock Community" and efforts made by the community in maintaining its existence. The results showed that the declining existence of community "Banyumas Rock Community" can not be separated from the trend of rock music in Purwokerto is declining. The decrease in rock music enthusiasts today is caused because people still think that rock music is very noisy and the attributes used by musicians are synonymous with Satanism. While related to the existence of the community, "Banyumas Rock Community" is still experiencing regeneration problems stewardship. This is due to the lack of ties and motivations of members and administrators to gather. While the members were almost vacuum organized music activities. The community effort "Banyumas Rock Community" for this community to exist is the restructuring of the old stewardship, collaborating with other communities such as Slanker, Metalhead in organizing music events, and actively engaging in music events outside the community such as the Acoustic Corner show. The community "Banyumas Rock Community" also continues to be active in social media networks such as facebook and whatsapp. | |
| 16729 | 19985 | F1I013004 | PERBANDINGAN KEADILAN TRANSISIONAL DI AFRIKA SELATAN DAN INDONESIA | Jurnal ini bertujuan untuk membandingkan keadilan transisional antara Afrika Selatan dan Indonesia. Kedua negara memiliki masalah dan latar belakang yang sama yang dapat dieksplorasi dan diidentifikasi. Di Afrika Selatan ada sebuah politik Apartheid yang merupakan intimidasi etnis kulit hitam di Afrika Selatan. Apartheid politic berawal saat jenis industri tambang di Afrika Selatan mencari pekerja murah dalam memproduksi bahan. Industri yang dikendalikan oleh etnis kulit putih mulai melakukan politik segregasionis. Politik ini menjadi penyebab rasisme etnis kulit hitam di semua sektor di Afrika Selatan. Di Indonesia ada perbedaan dalam keadilan transisional dengan Afrika Selatan. Afrika Selatan benar-benar mengacu pada kasus rasial dalam menerapkan keadilan transisional. Namun kedua negara memiliki latar belakang yang sama di masa lalu tentang sistem politik yang cenderung berwibawa. Pembatasan hak asasi manusia dan kekerasan manusia menjadi alasan utama kedua negara untuk melakukan keadilan transisional. Begitu banyak orang di kedua negara menjadi korban kekerasan manusia karena penguasa pemerintahan di masa lalu. Apalagi, hampir keluarga yang menjadi korban pemerintahan otorita di masa lalu menuntut keadilan. Prosedur, kegagalan dan keberhasilan keadilan transisional kedua negara dapat diidentifikasi oleh faktor intern dan eksternal mereka. Faktor-faktor ini bisa menjadi pelajaran bagi negara yang menghadapi keadilan transisional | This Journal aimed to compare transitional justice between South Africa and Indonesia. Both country have similar problem and background which is can be explored and identified. In South Africa there was an Apartheid politic which is intimidation black ethnic in South Africa. Apartheid politic began when kind of mine industrial in South Africa looking for cheap worker in producing material. The industrial controlled by white ethnic started conducted politic of segregasionist. This politic become the cause of racism black ethnic in all sectors in South Africa. In Indonesia there is a difference in transitional justice with South Africa. South Africa absolutely refer to racial case in implemented transitional justice. But the both country have similar background in the past about the system of politic which is tend to Authoritian. The restriction of human rights and human violence become the main reason of both country to strike for transitional justice. So many people in the both country become the victims of human violence because the authoritian of government in the past. Moreover, almost family which is become the victim of the authoritian government in the past sue for justice. The procedure, fail and success of transitional justice both country can be identified by their intern and extern factors. These factors can be a lesson for country which is face transitional justice. | |
| 16730 | 20377 | G1B013059 | PERSEPSI MAHASISWA PEROKOK PADA IKLAN BAHAYA ROKOK DAN IMPLEMENTASI PADA PERILAKU PENCEGAHAN MEROKOK | Latar Belakang: Rokok adalah salah satu produk tembakau yang dimaksud untuk dibakar dan dihisap atau dihirup asapnya. Pengendalian dilakukan dengan mencantumkan peringatan kesehatan dalam bentuk gambar dan tulisan, iklan rokok di media cetak diletakkan di sampul depan atau belakang media cetak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi mahasiswa perokok pada iklan bahaya rokok dan implementasi pada perilaku pencegahan merokok. Metodologi: Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian yaitu mahasiswa perokok. Triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber terdiri dari teman sebaya perokok dan ahli media. Analisis data menggunakan Miles Huberman. Hasil Penelitian: Iklan bahaya rokok pada bungkus rokok dapat menarik perhatian dilihat dari isi pesan iklan bahaya rokok, sehingga dapat menimbulkan minat merokok. Hasrat informan pada iklan bahaya rokok terbagi menjadi dua pola persepsi positif dan negatif. Iklan bahaya rokok dapat memberikan keputusan informan utama untuk merokok dan berhenti merokok. Upaya perilaku pencegahan yang dilakukan informan FIKES dan Non FIKES berbeda. Informan memiliki faktor sosial yang mempengaruhi perilaku pencegahan dan proses perubahan perilaku pada mahasiswa perokok. Kesimpulan: Iklan bahaya rokok pada bungkus rokok dapat menarik perhatian, minat, hasrat, menarik keputusan, melakukan upaya perilaku pencegahan merokok, faktor sosial dan tahapan perubahan perilaku pada mahasiswa perokok. | Background: Cigarettes are one of the products of tobacco meant to be burned and sucked or inhaled its smoke ascended.Control done with provide health warnings in drawings and writing, cigarette advertising dimedia print not put on the cover of the front or back print.The purpose of this research to know perception students smokers in advertisements danger of smoking implementation on conduct prevention smoking. Methods: This qualitative study uses a descriptive approach. The subjects of study is students smokers. Triangulation used is triangulation of source consisting of their peers smokers and media experts. Data analysis using Miles Huberman. Result: Advertising the danger of cigarette on cigarette packaging to attract the attention was seen from the message and display advertising, cause interest to smoke. The desire of the informants to make efforts in prevention smoking and the contents of advertising affect desire to smoke. Advertising danger of cigarette can make main informants to decide to smoke. Informants have social factors influence the behavior of informants and stages of change behavior in students smokers. Conclusion: The dangers of cigarette advertising on cigarette packaging can attract attention, incurring interest , desire , decision , efforts in behavior smoking prevention , social factors and stages of behavior changes on student smokers. | |
| 16731 | 21334 | E1A013050 | GUGATAN REKONVENSI YANG DIKABULKAN ( Studi Terhadap Putusan Nomor 510/Pdt.G /2014/. PN BKS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim yang menyatakan gugatan rekonvensi yang dikabulkan. Dalam perkara wanprestasi mengenai perjanjian jual beli atas tanah pada Putusan No.56/Pdt.G/2015/PN.Bks serta bagaimana akibat hukum putusan tersebut bagi para pihak. Metode pendekatan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. PutusanNo.510/Pdt.G/2014/PN.Bks merupakan putusan yang menyatakan gugatan rekonvensi dikabulkan karena dalil gugatan rekonvensi dapat dibuktikan berdasarkan alat bukti yang di ajukan penggugat rekonvensi berupa surat , seorang saksi dan pemeriksan setempat oleh hakim . alat bukti berupa surat dan saksi sebagai mana dia ataur dalam Pasal 164 Herziene Indonesische Reglement ( HIR) juncto 1866 KUHPerdata sedangkan pemeriksan di tempat di atur dalam Pasal 153 Herziene Indonesische Reglement ( HIR). Hasil penelitian yang diperoleh yakni : (1) Hakim menyatakan gugata rekonvensi dapat dikabulkan dalam putusan No.510/Pdt.G/2014/PN.Bks karena gugatan pengugat rekonvensi memenuhi syarat formil maupun materil yang diatur dalam Pasal 132 Herziene Indonesische Reglement ( HIR).serta dalil gugatan penggugat rekonvensi dapat dibuktikan.. (2) Akibat hukum dari putusan yang menyatakan gugatan rekonvensi dikabulkan dalam perkara wanprestasi yang mengakibatkan pengikat jual beli itu dibatalkan sehingga menciptakan keadaan hukum baru antara penggugat rekonvensi dan tergugat rekonvens.. Upaya hukum yang dapat dilakukan oleh pihak penggugat konvensi adalah mengajukan upaya hukum banding yaitu 14 hari setelah putusan dibacan oleh majelis hakim. | This study aims to determine the judge's legal considerations that states a grant of reconciliation is granted. In case of default on the land purchase agreement on Decision No.56 / Pdt.G / 2015 / PN.Bks and how the legal consequences of the award for the parties. The method of approach in this research is normative. The VerdictNo.510 / Pdt.G / 2014 / PN.Bks is a verdict that states the reconvention lawsuit is granted because the argument of the reconvention claim can be proven based on the evidence presented by the claimant in the form of a letter, a witness and a local examination by a judge. evidence in the form of letters and witnesses as he or sheets in Article 164 of Herziene Indonesische Reglement (HIR) juncto 1866 Civil Code while the examination in place is set in Article 153 of Herziene Indonesische Reglement (HIR). The results obtained are: (1) The judge stated that the reconvention group can be granted in the decision of No.510 / Pdt.G / 2014 / PN.Bks because the claim of the claimant of the reconvention meets the formal and material requirements set forth in Article 132 Herziene Indonesische Reglement (HIR) as well as the arguments of the claimant's claim of reconvention can be proven. (2) The legal consequences of the verdict stating the reconvention suit are granted in a breach of case which resulted in the binding of the sale and purchase being canceled resulting in a new legal state between the plaintiff of reconvention and the defendant rekonvens. by the plaintiffs of the convention is to file an appeal lawsuit that is 14 days after the verdict is read by the panel of judges. | |
| 16732 | 21401 | A1C013017 | Hubungan antara Peran Penyuluh Pertanian dengan Tingkat Adopsi Pupuk Berimbang pada Usahatani Padi Sawah di Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang | Salah satu usaha penyuluh pertanian untuk meningkatkan usahatani padi dengan mengadopsikan inovasi pada petani. Inovasi pertanian yang sedang disosialisasikan antara lain penggunaan pupuk berimbang, yang dimaksudkan agar semua hara dalam tanah memenuhi kebutuhan pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Peran penyuluh pertanian; 2) Tingkat adopsi pupuk berimbang; dan 3) Hubungan antara peran penyuluh pertanian dengan tingkat adopsi pupuk berimbang pada usahatani padi sawah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Pertimbangan pemilihan desa tersebut karena sehubungan masyarakatnya sebagian besar sudah dapat mengadopsi inovasi pupuk berimbang dibanding desa sekitarnya yang berada di Kecamatan Padaherang. Penelitian dilaksanakan bulan Oktober sampai dengan November 2017 dengan sasaran penelitian adalah petani padi yang ada di desa penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode Simple Random Sampling. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dengan bantuan alat ukur Likert’s Summated Rating (LSR), dan Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Peran penyuluh pertanian termasuk kedalam kategori sedang dengan skor rata-rata 2,9781; 2) Tingkat adopsi petani terhadap pupuk berimbang sudah melewati tahap kesadaran. Sebanyak 26,6 % berada pada tahap minat, 30,0 % berada pada tahap menilai, 41,7 % berada pada tahap mencoba, dan 1,7 % berada pada tahap adopsi; 3) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara peran penyuluh pertanian dengan tingkat adopsi pupuk berimbang dengan nilai korelasi 0,858. Artinya, semakin tinggi peran penyuluh pertanian, maka jumlah petani yang mengadopsi pupuk berimbang semakin banyak. | One of the agricultural extension efforts to increase rice farming by adopting innovation to farmers. Agricultural innovation that are being socialized include the using of balanced fertilizer, which were intended to make all the nutrients in the soil meet the needs of growth and yield. The aims of this research were analyzed: : 1) The role of agricultural extension workers; 2) The adoption level of balanced fertilizer; and 3) The relation between the role of agricultural extension workers with the adoption rate of balanced fertilizer on rice farming. The research was conducted in Ciganjeng Village, Padaherang Sub-district, Pangandaran Regency, West Java. The consideration of the choice of the village, because most of the community had been able to adopt a balanced fertilizer innovation compared to the surrounding villages in Padaherang Sub-district. The research was conducted from October to November 2017 with target research was rice farmers in the research village. The research method used is survey method. The sampling was done by Simple Random Sampling method. The analysis used was descriptive analysis with the aid of Likert's Summated Rating (LSR), and Rank Spearman Correlation. The results showed that: 1) The role of agricultural extension workers were classified in medium category with an average score of 2,9781; 2) Farmer adoption rate toward balanced fertilizer had exceeded the awareness stage. A total of 26.6% of interest stage, 30.0% of the assess stage, 41.7% of the attempt phase, and 1.7% of the adoption stage; 3) There was a significant positive relation between the role of agricultural extension workers with the adoption rate of balanced fertilizer with a correlation value of 0,858. It means that the higher role of agricultural extension, then the number of farmers who adopt of balanced fertilizer more. | |
| 16733 | 19951 | B1J013201 | Distribusi, Kerapatan, dan Biomassa Nipah (Nypa fructicans (Wurmb.)) Di Segara Anakan Cilacap | Nipah termasuk tumbuhan dari famili Palmae, tumbuhan yang tumbuh di sepanjang sungai yang terpengaruh pasang surut air laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kerapatan, distribusi, dan biomassa nipah di ekosistem Mangrove di Segara Anakan Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode survey dan pengambilan sampel menggunakan plot sampling. Penelitian ini menggunakan 12 stasiun penelitian di kawasan hutan mangrove Segara Anakan, Cilacap. Pada setiap stasiun penelitian dibuat 3 plot dengan ukuran 10 m x 10 m dengan jarak 50 m pada setiap plotnya. Pada setiap plot dilakukan pengukuran panjang pelepah, jumlah pelepah, jumlah individu, dan diameter pelepah setinggi dada pada pohon nipah dengan perbedaan posisi pengukurannya yaitu pada ketinggian 0 m, 1 m, dan 1,3 m dari permukaan tanah. Faktor lingkungan yang diukur meliputi suhu air, suhu udara, salinitas air, pH tanah, kelembaban tanah, kandungan air dan kandungan bahan organik dalam tanah. Analisis data menggunakan varians S untuk mengetahui distribusi tumbuhan nipah, rumus kerapatan untuk mengetahui kerapatan tumbuhan nipah, dan persamaan allometrik untuk mengetahui biomassa tumbuhan nipah. Berdasarkan hasil yang diperoleh diketahui bahwa pola distribusi dari tumbuhan nipah di kawasan hutan mangrove Segara Anakan yaitu menunjukan pola penyebaran mengelompok. Pusat distribusi nipah pada bagian tengah awasan hutan mangrove Segara Anakan.. Kerapatan dari tumbuhan nipah di kawasan hutan mangrove Segara Anakan, Cilacap sebesar 149,08 ind.ha-1. Biomassa dari tumbuhan nipah di kawasan hutan mangrove Segara Anakan, Cilacap sebesar 234,69 kg.ha-2. Faktor lingkungan yang paling berpengaruh terhadap distribusi, kerapatan, dan biomassa nipah di kawasan hutan mangrove Segara Anakan yaitu kandungan bahan organik tanah dan pH. | Nypa (Nypa fruticans (Thunb.) Wurmb) is a plant that belongs to Palmae family, a plant which grows alongside the river that affected by the tidal of the sea. This plant sometimes also included in to mangrove woods plant. Nypa grows in a close group, sometimes creating a wide pure community alongside the river from near the estuary to the brackish river. The problem that appears on Segara Anakan is the silting up and the constriction of lagoon area because of the high sediment level and mangrove illegal logging which lead to the dimnish of the mangrove forest area. The aim of this research is to find out the density, the distribution and the Nypa biomass of mangrove ecosystem of Segara Anakan, Cilacap. This research uses survey and sampling method using plot sampling. This research uses 12 research stations in Mangrove forest area of Segara Anakan, Cilacap. On each station, 3 plots has been made using 10m x 10m frond with gaps of 50 metres on each plots. On each plots, there is a measuring on height and total of frond, total of an individual, and the frond diameter as tall as man's chest on Nypa with the difference of measurement position on height 0 m, 1 m , and 1.3 m from the earth surface. The environment factor that also has been measured is the temperature of water and air, water salinity, the pH and humidity of the soil, also the water content and organic material content of the soil. The data has been analyzed using S² variant to find out the Nypa distribution, density formula to find out the density of Nypa growth and the allometry equation to find out the Nypa biomass. According to the result, has been found out that the distribution pattern of nypa on Mangrove forest area of Segara Anakan Cilacap is aggregate pattern. The main point of nypa distribution is on the center of Mangrove forest area in Segara Anakan, Cilacap. The density of Nypa growth on Mangrove forest area in Segara Anakan Cilacap categorized as damaged. The biomass of nypa on Segara Anakan Cilacap is in the amount of 234,69 kg.m-2. The nypa biomass in Segara Anakan Cilacap categorized as undamaged. The most influential environment factor on the distribution, density and biomass of nypa of Mangrove forest area in Segara Anakan Cilacap is the organic material content and pH of the soil. | |
| 16734 | 21574 | E1A013020 | TINJAUAN YURIDIS WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN KERJASAMA PENGADAAN CATERING PT PRATAMA ABADI INDUSTRI ANTARA BAMBANG HERAWANTO DENGAN PT. AGATHA (CATERING AND FOOD SUPPLIER) (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR 504/PDT.G/2014/PN.BKS) | Perjanjian Kerjasama merupakan perjanjian yang lahir dari adanya asas kebebasan berkontrak. Dalam asas ini para pihak bebas untuk membuat perjanjanjian denga isi, bentuk, dan cara yang ditentukan sendiri selama tidak bertentangan dengan Peraturan perundang – undangan, kesusilaan, dan ketertiban umum. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui unsur – unsur wanprestasi sebagai salah satu cara untuk mengetahui tindakan yang dilakukan oleh Freddy Rinaldi dikategorikan sebagai suatu perbuatan wanprestasi, dan Pertimbangan Hakim mengabulkan gugatan wanprestasi dalam putusan Nomor 504/Pdt.G/2014/PN.Bks antara Bambang Herawanto dan Freddy Rinaldi. Metode Pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa buku-buku literature, dokumen resmi, dan hasil – hasil penelitian dari kalangan hukum. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, dimana menjelaskan uraian – uraian fakta hukum kemudian dikaitkan dengan hasil penelitian yang ada. Hasil penelitian menyatakan bahwa 1) Perjanjian Kerjasama dimana Perbuatan Freddy Rinaldi dengan tidak membayar keuntungan yang seharusnya didapatkan oleh Bambang Herawanto dan terdapat unsur salah yang berupa kesengajaan merupakan suatu perbuatan Wanprestasi, yang bentuk wanprestasinya berupa terlambat berprestasi dimana objek prestasinya adalah kewajiban untuk melakukan pembayaran sejumlah uang. 2) Pertimbangan hakim bahwa perjanjian antara Bambang Herawanto dengan Freddy Rinaldi tetap berlangsung sesuai syarat – syarat berkahirnya perjanjian dan maksud para pihak dalam membuat perjanjian kerjasama tersebut, sehingga Freddy Rinaldi diwajibkan membayar ganti rugi berupa biaya (kosten), kerugian (shaden) dan bunga (interessen). | The Cooperation Agreement is an agreement born of the principle of freedom of contract. In this principle the parties are free to make promises with their own content, form and manner as long as they do not conflict with laws, morals, and public order. This research is intended to know the elements of wanprestasi as one way to know the action done by Freddy Rinaldi categorized as an act of wanprestasi, and Judge Consideration to accept the claim of wanprestasi in decision Number 504 / Pdt.G / 2014 / PN.Bks between Bambang Herawanto and Freddy Rinaldi. The Method approach used is the normative juridical approach method. The data used are secondary data in the form of literature books, official documents, and research results from law circles. The data analysis used is descriptive analysis, which explains the description of legal facts and then associated with the results of existing research. The result of the research states that 1) Cooperation Agreement where Freddy Rinaldi Act with no paying profit that should be obtained by Bambang Herawanto and there is a mistaken element in the form of deliberate is an act of Wanprestasi, the form of wanprestasi in the form of late achievement where the object of achievement is the obligation to make payment amount of money . 2) The judge's consideration that the agreement between Bambang Herawanto and Freddy Rinaldi continues under the terms of the agreement and the parties' intention in making such cooperation agreement, so that Freddy Rinaldi is required to pay compensation in the form of cost (kosten), loss (shaden) and interest ( interessen). | |
| 16735 | 19964 | F1B111011 | Kualitas Pelayanan Poskesdes (Pos Kesehatan Desa) di Desa Pandak Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas | Kesehatan merupakan hak dan investasi, seperti yang tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 diseleggarakan upaya pembangunan yang berkesinambungan dalam rangkaian program pembangunan yang menyeluruh terarah dan terpadu. Dalam rangka memelihara dan meningkatkan kesehatan dalam mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan seseorang maka dibangun sebuah wadah untuk mendapat akses kesehatan yang lebih dekat yaitu Poskesdes. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan baik buruknya kualitas pelayanan kesehatan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Desa Pandak Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik pemilihan data informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dan accidental sampling. Untuk menjamin keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumber, Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Hasil penelitian diketahui bahwa dari aspek reliability aparat pelaksana sudah memberikan pelayanan sesuai dengan waktu yang dijanjikan, kemudian pada Aspek responsiveness ditunjukkan dengan semua respon yang ditanggapi dengan baik oleh aparat pelaksana tetapi belum tersedia kotak saran dan masih kurangnya tenaga pelaksana. Aspek assurance aparat pelaksana dalam memberikan pelayanan sudah cukup meyakinkan dengan mengikuti bimbingan teknik guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, selain itu terlihat dari tindakan aparat pelaksana dengan bersikap ramah, sopan dan baik. Aspek empathy aparat pelaksana memberikan perhatian kepada masyarakat dan memberikan pelayanan kesehatan dengan adil. Aspek tangibles belum memadai hal ini terlihat pada ruang tunggu yang belum mampu memberikan kenyamanan karena jumlah kursi tunggu yang terbatas. Serta kelengkapan fasilitas dengan belum tersedia toilet. | Health is the right and investment, as listed in the opening of Constitution 1945 held up development effort in a series of development programs that are directed and integrated. In order to maintain and improve health in preventing and curing diseases and recovering person so then built a forum to get health access that is Poskesdes. Poskesdes as a forum for health service providers to provide satisfaction to the public is required to always improve the quality of service. The purpose of this study is to describe either good and poor quality of health service Village Health Post (Poskesdes)in Pandak Village Baturraden Sub-District Banyumas Regency . The research method use qualitative descriptive. The data was collected through in depth interview, observation and documentation. The data selection technique of informants in this study using purposive sampling and accidental sampling, for data analysis using interactive analysis model. To ensure the validity of data use triangulation techniques. Then, method analysis data use interactive analysis data model. The results of the research note that from the reliability aspect of the implementing officer has provided service in accordance with the promised time, then on the aspect of responsiveness is indicated by all responses that responded well by the implementing officers but not yet available the suggestion box and still the lack of executive staff. The assurance aspect of the implementing officers in providing services is quite convincing by following the technical guidance to improve the quality of human resources, besides it can be seen from the actions of the executing officers by being friendly, polite and good. The four aspects of the implementing apparatus give attention to the community and provide health services fairly. Aspects of tangibles have not been adequately seen in waiting rooms that have not been able to provide comfort due to the limited number of waiting seats. And the completeness of the facility with no toilet available. | |
| 16736 | 19966 | A1C012011 | Minat Beli Masyarakat Terhadap Beras Organik di Kecamatan Purwokerto Utara | Masyarakat yang menyatakan minat dengan diketahui sifat pasar melalui demografi, akan diketahui pasar sasaran yang memiliki potensi untuk produk beras organik, sehingga dapat melakukan strategi yang tepat dan produk yang ditawarkan diharapkan akan diterima sepenuhnya oleh pasar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis minat beli masyarakat terhadap beras organik di Kecamatan Purwokerto Utara. (2) Menganalisis pengaruh tingkat pendidikan, pendapatan, pengetahuan, dan umur terhadap minat masyarakat beras organik di Kecamatan Purwokerto Utara. Metode penelitian digunakan adalah survey dengan penentuan lokasi secara purposive, sedangkan metode pengambilan sampel menggunakan Multistage Sampling. Analisis digunakan adalah analisis deskriptif dengan bantuan alat ukur Likert Rating Scale untuk mengetahui minat beli dan analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan, pendapatan, pengetahuan, dan umur terhadap minat beli. Hasil penelitian menunjukan bahwa minat beli masyarakat terhadap beras organik di Kecamatan Purwokerto Utara adalah sedang, maka disimpulkan bahwa Purwokerto Utara merupakan pasar potensial bagi produk beras organik. Pengetahuan, umur, pendidikan dan pendapatan secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap minat beli. Variabel yang berpengaruh nyata secara parsial atau individu terhadap minat beli hanya variabel pendidikan dan pengetahuan, sedangkan untuk variabel umur dan pendapatan berpengaruh tidak nyata terhadap minat beli. | People who express interest is a potential market, with known market traits through demographics, will be known target markets that have the potential for organic rice products, so it can do the right strategy and the product offered is expected to be fully accepted by the market. This study aims to: (1) Analized the buying interest of the community towards organic rice in North Purwokerto District. (2) To analized the effect of education level, income, knowledge, and age on organic rice community interest in North Purwokerto District. The research method used is survey with purposive location determination, while sampling method using Multistage Sampling. Analized used is an descriptive analysis and measure tool with Likert Rating Scale to know buying interest and multiple regression analysis to know the influence of education level, income, knowledge and age against buying intention.The results showed that people's buying intention in organic rice in North Purwokerto District is high enough, it is concluded that North Purwokerto is a potential market for organic rice products. Knowledge, age, education and income together have real effect on buying intention. Variable that significantly influences partially or individual to the buying intention only education and knowledge variables, while for the age and income variable has no significant on the buying intention. | |
| 16737 | 19967 | H1C013020 | PERANCANGAN SISTEM KONVEYOR DILENGKAPI DETEKSI OBJEK BERDASARKAN KOMBINASI WARNA MENGGUNAKAN CMUCAM BERBASIS PLC DAN HMI | Sistem konveyor merupakan suatu sistem yang digunakan untuk memindahkan dan menyortir suatu objek dari satu tempat ke tempat lain yang banyak digunakan pada perindustrian. Penyortiran objek dilakukan dengan berbagai parameter salah satunya parameter warna. Untuk melakukan penyortiran objek berdasarkan warna tentunya dibutuhkan perangkat sensor yang dapat secara akurat mendeteksi warna. Akan tetapi sistem penyortiran berdasarkan warna yang sudah dikembangkan pada penelitian sebelumnya masih banyak menggunakan sensor konvensional sehingga pendeteksian masih terbatas pada satu jenis warna pada objek, sehingga sistem konveyor tidak mampu melakukan penyortiran pada objek dengan kombinasi warna. Untuk itu diperlukan suatu sensor yang dapat secara akurat mendeteksi kombinasi warna pada objek. Untuk mengatasi permasalahan tersebut pada penelitian ini penulis mencoba membuat prototype sistem konveyor dengan teknologi visual kamera menggunakan Pixy CMUcam dan Arduino yang mampu menyortir objek berdasarkan kombinasi warna. Perancangan sistem konveyor menggunakan modul Feedback 34-120 Dual Conveyor Workcell yang dioperasikan oleh PLC (Programmable Logic Controller) Mitsubishi MELSEC FX2N-32MR. Pada sistem konveyor, Pixy CMUcam mendeteksi kombinasi warna objek yang kemudian memberikan data CC (Color Codes) Signature dan nilai Desimal pada Arduino sebagai parameter ON/OFF relay input PLC untuk mengoperasikan solenoid konveyor agar dapat menyortir objek berdasarkan kombinasi warna menjadi objek A, objek B, dan objek C serta menampilkannya pada HMI (Human Machine Interface). Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh data CC Signature dan Desimal pada masing-masing kobinasi warna objek yaitu objek A dengan CC Signature 123 dan nilai Desimal 83, objek B dengan CC Signature 314 dan nilai Desimal 204, objek C dengan CC Signature 214 dan nilai Desimal 140. Selain itu, berdasarkan analisa unjuk kerja sistem konveyor mampu bekerja dengan baik dalam menyortir objek, terbukti dengan tingkat keberhasilan pengujian 100% pada seluruh pengujian serta HMI yang mampu melakukan fungsi kontrol dan monitoring pada setiap pergerakan objek sesuai posisi objek yang sebenarnya. | Conveyor system is a system used to move and sort an object from one place to another widely used in the industry. Sorting of objects is done with various parameters one of them color parameters. To do the sorting of objects by color of course required a sensor device that can accurately detect the color. However, the color-based sorting system that has been developed in previous research is still using conventional sensors so that the detection is still limited to one type of color on the object, so the conveyor system is not able to do sorting on objects with color combinations. For that we need a sensor that can accurately detect the color combination on the object. To overcome these problems in this study the authors try to make a prototype conveyor system with camera visual technology using Pixy CMUcam and Arduino are able to sort objects based on a combination of colors. The design of conveyor system using Feedback 34-120 Dual Conveyor Workcell module which is operated by Mitsubishi MELSEC FX2N-32MR PLC (Programmable Logic Controller). In the conveyor system, Pixy CMUcam detects the color combination of objects which then gives the CC (Color Codes) Signature and Decimal value of Arduino as the ON / OFF parameter of the PLC relay input to operate the conveyor solenoid in order to sort the object based on the combination of color into object A, object B , and object C and display it in HMI (Human Machine Interface). Based on the results of research, obtained CC Signature and Decimal data on each object color cobreation that is object A with CC Signature 123 and Decimal value 83, object B with CC Signature 314 and Decimal value 204, object C with CC Signature 214 and Decimal value 140. In addition, based on performance analysis of conveyor system is able to work well in sorting object, proven with 100% test success rate in all test and HMI able to perform control and monitoring function on every movement of object according to position of actual object. | |
| 16738 | 19969 | A1L013051 | PEMANFAATAN LIMBAH CAIR TAHU DAN LIMBAH CAIR TAPIOKA SEBAGAI PELARUT P PADA BATUAN FOSFAT ALAM TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH ULTISOL | Penelitian bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh penambahan limbah cair tahu sebagai pelarut P pada BFA terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah Ultisol, (2) mengetahui pengaruh penambahan limbah cair tapioka sebagai pelarut P pada BFA terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah Ultisol, (3) menentukan konsentrasi limbah cair terbaik sebagai pelarut P pada BFA terhadap pertumbuhan serta hasil bawang merah pada tanah Ultisol. Penelitian ini dilaksanakan di screen house Laboratorium Agroekologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Desa Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas pada bulan Februari sampai Agustus 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis limbah cair terdiri dari L1 = limbah cair tahu dan L2 = limbah cair tapioka. Faktor kedua adalah konsentrasi limbah cair terdiri K0 = limbah cair konsentrasi 0%, K1 = limbah cair konsentrasi 50%,dan K2 = limbah cair konsentrasi 100%. Total perlakuan 6 kombinasi dan 4 ulangan. Data dianalisis dengan cara uji F, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) limbah cair tahu sebagai pelarut P pada batuan fosfat alam secara umum tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan serta hasil bawang merah pada tanah Ultisol. (2) limbah cair tapioka adalah jenis limbah cair pelarut P terbaik pada batuan fosfat alam yang berpengaruh meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah umbi per rumpun. (3) limbah cair tapioka konsentrasi 100% adalah pelarut P terbaik pada batuan fosfat alam yang berpengaruh terhadap bobot segar tanaman, dan jumlah daun per rumpun. | The researce aims to study (1) the effect of tofu liquid waste as a solvent P in rock phosphate on the growth and yield of shallot planted in Ultisol soil, (2) the effect of tapioca liquid waste as a solvent P in rock phosphate on the growth and yield of shallot planted in Ultisol soil, (3) the best concentrarion of liquid waste as a solvent P in rock phosphate on the growth and yield of shallot planted in Ultisol soil. This research had been conducted at screen house of Agroecology Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman, Karangwangkal Village, North Purwokerto Subdistrict, Banyumas Regency since February-August 2017. The experiment design was Randomized Complete Block Design (RCBD) with two factors. The first factor was the types of liquid waste consisted of L1 = tofu liquid waste and L2 = tapioca liquid waste. The second factor was the concentrations of liquid waste which were K0 = liquid waste concentration 0%, K1 = liquid waste concentration 50%, and K2 = liquid waste concentration 100%. 6 combinations and 4 replications were studied. Data were analyzed by F-test, and Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at 5% error level if significant. The results showed that (1) tofu liquid waste utilized to improve the solubility of P in rock phosphate generally could not affect on the growth and yield of shallot planted at Ultisol soil. 2) tapioca liquid waste used as P-solvent in rock phosphate gave the best effect on the variable of plant weight and leaf number, as well as on tuber number per clump. (3) tapioca liquid waste with concentration of 100% was he best P-solvent on rock phosphate performing the best outcome on fresh weight of a plant, as well as the leaf number per clump. | |
| 16739 | 21556 | H1K013030 | Model Sebaran Temperatur Permukaan Perairan Muara Sungai Donan dan Alur Pelayaran Cilacap pada Saat Pasang dan Surut | Muara sungai Donan dan alur pelayaran Cilacap merupakan perairan estuari yang dimanfaatkan untuk berbagai keperluan termasuk sebagai alur masuk pelabuhan dan kawasan perindustrian. Kondisi perairan muara sungai Donan dan alur pelayaran Cilacap rentan mengalami perubahan akibat adanya berbagai aktivitas tersebut, termasuk kondisi temperatur permukaan perairan. Pembuatan model sebaran temperatur permukaan perairan perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi temperatur permukaan perairan muara sungai Donan dan alur pelayaran Cilacap pada saat pasang maupun surut. Metode yang digunakan ialah metode survei dengan purposive sampling. Akuisisi data dilakukan pada 15 dan 20 Juni 2017. Pada 15 Juni 2017, model sebaran temperatur permukaan perairan menunjukkan nilai 28,4-29,6 oC dengan nilai lebih tinggi saat pasang. Nilai MRE model sebaran temperatur permukaan perairan yakni 1,13 %. Pada 20 Juni 2017, model sebaran temperatur permukaan perairan menunjukkan nilai 28,4-29,6 oC. Sebaran temperatur dengan nilai tinggi ditemukan lebih luas pada kondisi surut. Nilai MRE model sebaran temperatur permukaan perairan yakni 1,44 %. | The estuary of Donan river and the cruise channel of Cilacap are an estuary that is used for various activities including port entrance channel and as area of industry. The estuary of Donan river and the cruise channel of Cilacap are vulnerable to changed due to the activities, such as the changes of water surface temperature. The water surface temperature model was need to develop to know the condition of water surface temperature of the estuary of Donan river and the cruise channel of Cilacap. Survey method with purposive sampling was applied. Collecting data was conducted on 15 and 20 June 2017. On 15 June 2017, model showed the water surface temperature values were 28,4-29,6 oC, increased in high tidal. Water surface temperature model had MRE value 1,13 %. On 20 June 2017, model showed the water surface temperatures were 28,4-29,6 oC. Higher values had wider dispersion in low tidal. Water surface temperature model had MRE value 1,44 %. | |
| 16740 | 21405 | E1A013016 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP GUGATAN WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI TANAH DAN BANGUNAN (STUDI KASUS PADA PUTUSAN NOMOR 05/PDT.G/2016/PN.PWT) | Wanprestasi artinya tidak memenuhi sesuatu yang diwajibkan seperti yang telah ditetapkan dalam perikatan. Untuk memperoleh kembali hak yang diharapkan dalam suatu perjanjian, pada umumnya pihak yang dirugikan atas wanprestasi meminta ganti kerugian melalui pengajuan gugatan ke pengadilan. Salah satu faktanya dapat dilihat dalam kasus yang terjadi dalam Putusan Pengadilan Purwokerto No.05/Pdt.G/2016/Pn.Pwt. Dalam kasus ini terjadi wanprestasi terhadap perjanjian jual beli tanah dan bangunan yang dilakukan oleh seorang pembeli terhadap seorang penjual. Dalam penelitian ini, penulis meneliti tentang bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam memutus wanprestasi dan ganti kerugian dalam Putusan Pengadilan Negeri No.05/Pdt.G/2016/Pn.Pwt. Metode penelitian dalam menganalisis perkara ini dilakukan secara deskriptif, dengan metode pendekatan Yuridis-Normatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan konsep kepustakaan, data diperoleh melalui studi kepustakaan sehingga datanya berbentuk sekunder. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa putusan hakim termasuk dalam bentuk wanprestasi yaitu tidak memenuhi prestasi. Ganti kerugian wanprestasi dalam perjanjian jual beli tanah dan bangunan berdasarkan Pasal 1243 K.U.H.Perdata memenuhi unsur biaya dan bunga. | Default means a failure to meet any requirements as defined in the agreement. To acquire the expected rights in an agreement, the injured party requires a compensation by filing a lawsuit to the court. The example can be seen in one of the cases occurred in the decision of Purwokerto District Court No.05/Pdt.G/2016/Pn. Pwt. In this case, a default occurred on the sale and purchase agreement of land and building between a buyer toward a seller. In this study, THE RESEARCHER observes about legal consideration of the judge to decide a default case and its compensation in District Court Decision No.05/Pdt.G/2016/Pn.Pwt. The method used in this study WAS descriptive ANalysis, Juridical-NormAtive approach, and literature-concept baSed research. The data waS obtained by literature study, so it was a secondary data. THe results Of the study concLudE that tHE judge DEcision in default caSe is iT fails to fulfill the obligation as defined in the agReement. The default cOYmpensation in the salE anD purchAse aGreement of land and buildIng meet the cost and InteRest eLements based on ArticLe 1243 of IndonesIan CiFil CodE. |