| NIM | A1C013002 |
| Namamhs | SUSANI APRIANTI EPENDI |
| Judul Artikel | ANALISIS NILAI TAMBAH UBI KAYU MENJADI TEPUNG TAPIOKA PADA AGROINDUSTRI SINAR TAPIOKA DI DESA KARANGLAYUNG, KECAMATAN KARANGJAYA, KABUPATEN TASIKMALAYA, JAWA BARAT |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Agroindustri Sinar Tapioka merupakan agroindustri pengolahan ubi kayu menjadi tepung tapioka yang terdapat di Desa Karanglayung, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Masalah yang ditemukan yaitu tidak adanya perhitungan secara rinci mengenai biaya produksi maupun biaya tenaga kerja, dan tidak diketahui pula besarnya nilai tambah ubi kayu setelah dilakukan pengolahan. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan usaha, 2) Mengetahui nilai tambah yang diperoleh setelah ubi kayu diolah menjadi tepung tapioka. Penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive) pada 27 Maret sampai 27 April 2017 di Desa Karanglayung dengan sasaran Agroindustri Sinar Tapioka. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis biaya dan pendapatan, serta analisis nilai tambah dengan menggunakan metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya total yang dikeluarkan dalam satu kali produksi adalah sebesar Rp989.176,53, rata-rata penerimaan dalam satu kali produksi sebesar Rp1.955.450,00 yang terdiri dari penerimaan tapioka sebesar Rp1.731.050,00, dan penerimaan onggok sebesar Rp224.400,00, sehingga rata-rata pendapatan total dalam satu kali produksi adalah sebesar Rp951.495,47. Nilai tambah sebesar Rp698,89 per kilogram dengan rasio nilai tambah sebesar 51,77 persen dari nilai output. Rasio nilai tambah lebih dari 40 persen, sehingga termasuk dalam kategori nilai tambah tinggi. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Sinar Tapioka agroindustry is agroindustry of cassava processing as tapioca flour which exist in Karanglayung Village, Karangjaya Subdistrict, Tasikmalaya Regency, West Java. Problems that found are there were not any detail calculation related with production cost or even labour cost, and the added-value of cassava after passing the process were also not known. This study were aims to: 1) Know how big the cost, revenue, and income of Sinar Tapioka Agroindustry, 2) Know added value which gained after cassava are processed to be tapioca flour. This research was done purposively on 27th of March 2017 until 27th of April 2017 in Karanglayung Village with Sinar Tapioka Agroindustry as the objective. Analysis method which used are descriptive analysis, cost and income analysis, and added-value analysis using Hayami method. Research result showed that average of total cost which used in one production process is Rp989.176,53, average of income in one production process is Rp1.955.450,00 which consist of revenue of tapioca is Rp1.731.050,00, and revenue of dregs is Rp224.400,00, so that the average of total income in one production is Rp951.495,47. Added-value is Rp698,89 per kilogram with ratio of added value is 51,77 percent from output value. Ratio of added value is more than 40 percent, so that included in high added-value category. |
| Kata kunci | ubi kayu, tapioka, nilai tambah, metode Hayami |
| Pembimbing 1 | Ir. Sundari, M.P. |
| Pembimbing 2 | Ir. Adwy Herry K. E., M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | 2017-11-11 06:54:13.241985 |
|---|