Artikelilmiahs

Menampilkan 16.541-16.560 dari 49.971 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1654119831H1G013028PENGARUH ENDOSULFAN (INSEKTISIDA ORGANOKLORIN) TERHADAP EKSPRESI GEN GtH-Iα PADA IKAN NILEM (Osteochilus hasseltii C.V.) BETINAEndosulfan adalah komponen insektisida organoklorin yang bersifat toksik, lipolitik, persisten, dan berpotensi mengalami bioakumulasi dan biomagnifikasi melalui difusi dan rantai makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi endosulfan terhadap ekspresi gen GtH-Iα dan konsentrasi endosulfan yang dapat menurunkan ekspresi gen GtH-Iα pada ikan nilem (Osteochilus hasseltii C.V.) betina. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan 4 konsentrasi perlakuan endosulfan yaitu 0 ppb; 0,88 ppb; 1,76 ppb dan 2,64 ppb selama 4 minggu pemaparan. Penelitian ini dilakukan dengan 4 tahap yaitu pengambilan otak dan hipofisis, isolasi RNA, DNAse Treatment, pengukuran konsentrasi RNA dan Real-Time PCR. Data kuantitatif ekspresi gen GtH-Iα dianalisis dengan one way anova dan uji beda nyata terkecil (uji BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan menghasilkan ekspresi gen GtH-Iα yang rendah dibandingkan dengan kontrol (p<0,05) setelah 2 dan 4 minggu pemeliharaan. Konsentrasi endosulfan yang paling menurunkan ekspresi gen GtH-Iα pada ikan nilem betina adalah 2,64 ppb. Hal ini menunjukkan endosulfan dapat merusak kemampuan reproduksi ikan nilem betina dengan semakin meningkatnya konsentrasi endosulfan dan lama waktu pemaparan. Endosulfan is a component of organochlorin insecticide that its characteristic as toxic, lipophilic, persistant, and potentially experiencing which bioaccumulates and biomagnification through difffusion and food chain. The study aimed to determine the effect of endosulfan on GtH-Iα gene expression and concentrations of endosulfan that can reduce GtH-Iα gene expression in female hard-lipped barb (Osteochilus hasseltii C.V.). The method was used experimental method with research design completely randomized design using four treatment containing levels of endosulfan that is 0 ppb (control), 0.88 ppb (low), 1.76 ppb (medium), and 2.64 ppb (high) for four weeks. The study was conducted with 4 stages that is making the brain and pituitary, RNA isolation, DNAse treatment, mRNA concentration measurements and Real-Time PCR. The quantitative data was analyzed by one-way-anova and LSD test. The results showed that the treatment group had significantly lower GtH-Iα gene expression levels compared to the control group (p<0.05). The most endosulfan consentrations decrease GtH-Iα gene expression is 2.64 ppb. These finding demonstrate a distrubtive role of endosulfan on reproduction performance in female hard-lipped barb along with the increasing endosulfan concentrations and exposure times.
1654219827E1A013237TEKNIK PENGUNGKAPAN TINDAK PIDANA PENYEBARAN BERITA HOAX MELALUI MEDIA SOSIAL (STUDI KAJIAN KRIMINALISTIK DI POLRES PURBALINGGA)ABSTRAK

Melacak penyebar berita hoax bukanlah perkara yang mudah, karena selain dapat berada dimana saja, pelaku juga membuat akun anonim (tanpa identitas). Namun, polisi memiliki teknik dalam hal melacak para penyebar berita bohong tersebut, karena polisi memiliki tim cyber dan dapat memanggil ahli digital forensik dalam melakukan penyelidikan pelaku kejahatan di dunia maya.
Metode penelitian yang dilakukan adalah pendekatan yuridis sosisologis, spesifikasi penelitian deskriptif, lokasi penelitian di Kepolisian Resort Purbalingga, sumber data yang digunakan sumber data primer dan data sekunder, metode pengumpulan data dengan metode kepustakaan dan wawancara, metode penyajian data naratif, metode analisis data normatif kualitatif.
Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana teknik pengungkapan tindak pidana penyebaran berita hoax melalui media sosial di wilayah hukum Polres Purbalingga, bagaimana hambatan yang dialami oleh Penyidik Polres Purbalingga dalam mengungkap tindak pidana penyebaran berita hoax melalui media sosial.
Hasil penelitian bahwa teknik yang dilakukan adalah adanya laporan bahwa ada tindak pidana penyebaran berita hoax melalui media sosial, kemudian penyelidik kepolisian segera mengumpulkan keterangan dengan cara melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait dan mencari bukti-bukti yang berhubungan dengan tindak pidana tersebut, serta minta pendapat ahli IT, Pada tahap penyidikan, penyidik meminta bantuan ahli dengan cara meminta keterangan ahli (PPNS) mengenai posisi dari pelaku, penyidik melakukan penggeledahan dirumah pelaku dan menyita barang-barang yang kemungkinan ada kaitannya dengan tindak pidana yang dilakukannya. Hambatan dapat berupa faktor hukumnya, faktor penegakan hukum, faktor sarana, faktor masyarakat dan budaya.

Kata kunci: Teknik Pengungkapan, Tindak Pidana Penyebaran Berita Hoax, Media Sosial
ABSTRACT


Tracking a hoax news spreader is not an easy matter, because in addition to being anywhere, the offender also creates anonymous accounts (without identity). However, the police have a technique in terms of tracking the false news spreaders, because the police have cyber teams and can call digital forensic experts in conducting criminal investigations in cyberspace.
The method of this research is sosiological juridical approach, descriptive research specification, research location at Purbalingga Police Resort, data source used primary data source and secondary data, data collection method by library method and interview, narrative data presentation method, normative data analysis method qualitative.
The formulation of the problem in this research is how the technique of disclosure of the crime of spreading hoax news through social media in Purbalingga Police area, how the obstacles experienced by Police Investigator Purbalingga in exposing the crime of spreading news hoax through social media.
The result of the research is that there is a report that there is a crime of spreading news of hoax through social media, then police investigator immediately collect information by clarifying to related parties and looking for evidence related to the crime, and asking opinion IT experts, At the investigation stage, the investigator requested expert assistance by requesting expert information (PPNS) regarding the position of the perpetrator, the investigator conducted a search on the perpetrator's home and confiscated items likely to be related to the crime he committed. Barriers can be legal factors, law enforcement factors, factors of means, community and cultural factors.


Keywords: Disclosure Technique, Crime of Hoax News Spread, Social Media
1654319825C1A013087EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI
USAHATANI JAGUNG DI DESA BANTERAN KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini berjudul ’’Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Usahatani Jagung di Desa Banteran Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas’’. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui pengaruh penggunaan faktor produksi luas lahan, bibit, pupuk, dan tenaga kerja terhadap jumlah produksi dalam kegiatan usahatani jagung, 2) untuk mengetahui tingkat efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi dalam kegiatan usahatani jagung, 3) untuk mengetahui efisiensi ekonomi petani jagung di Desa Banteran, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara dan kuesioner. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 59 petani jagung di desa Banteran dengan metode simple random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis fungsi produksi Cobb-Douglas, analisis efisiensi alokatif, dan analisis efisiensi ekonomi dengan analisi R/C ratio.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: penggunaan faktor produksi berupa luas lahan, bibit, pupuk, dan tenaga kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap produksi jagung, secara parsial faktor produksi luas lahan, bibit, pupuk, dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi jagung. Hubungan penggunaan faktor-faktor produksi dengan produksi jagung dinyatakan dalam model fungsi produksi Cobb-Douglas, sebagai berikut: Efisiensi penggunaan faktor produksi menunjukkan penggunaan faktor produksi luas lahan, bibit, dan pupuk belum efisien, dan penggunaan faktor produksi tenaga kerja tidak efisien. Hasil analisis efisiensi ekonomi menunjukkan bahwa usahatani jagung di Desa Banteran sudah efisien secara ekonomi dengan nilai R/C ratio sebesar 1,995.
This research entitled ''Efficiency of Corn Farming Production Factor in Banteran Village, Sumbang Sub District, Banyumas Regency''. The purpose of this research is 1) to know the influence of the use of production factors of land area, seeds, fertilizer and labor to the amount of production in corn farming, 2) to know the efficiency level of the use of production factors in corn farming, 3) to know the economic efficiency of corn farmer in Banteran Village, Sumbang Sub District, Banyumas Regency. The research method used is survey method with primary data obtained through interview and questionnaire. Samples used in this research are 59 farmers of corn in Banteran village with simple random sampling method. Data analysis techniques used are Cobb-Douglas production function analysis, allocative efficiency analysis, and economic efficiency analysis with R/C ratio analysis.
The results of this research shows that the use of production factors in the form of land area, seeds, fertilizer, and labor together significantly effect the production of corns, the partial factor of land, seed, fertilizer, and labor production have a significant effect to corn production. The relationship between the use of production factors and corn production is expressed in the Cobb-Douglas production function model, as a follows the efficient use of production factors shows that the use of land, seed, and fertilizer are not yet efficient, and the efficient use of production factors shows that the use of labor is not efficient. The result of economic efficiency analysis shows that the corn farming in Banteran Village has economically efficient with R/C ratio of 1.995.
1654421375E1A113056PERCERAIAN KARENA SAKIT HILANG INGATAN (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Pelaihari Banjarmasin No.0044/Pdt.G/2011/PA.Plh)

PERCERAIAN KARENA SAKIT HILANG INGATAN
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Pelaihari Banjarmasin Nomor: 0044/Pdt.G/2011/PA.Plh)
Oleh : Ami Deka Fadilla
NIM : E1A113056
ABSTRAK
Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 disebutkan bahwa perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, namun dalam praktik banyak terjadi permasalahan kehidupan rumah tangga yang berakibat perceraian, sehingga tujuan dari perkawinan tersebut tidak tercapai, seperti halnya salah satu perkara mengenai perceraian karena sakit hilang ingatan yang terjadi di Pengadilan Agama Pelaihari Banjarmasin dengan Nomor Perkara: 0044/Pdt.G/2011/PA.Plh.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan Hukum Hakim dalam memutus perkara pada putusan Pengadilan Agama Pelaihari Banjarmasin Nomor: 0044/Pdt.G/2011/PA.Plh. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, metode pengumpulan data studi kepustakaan, metode analisis data normatif kualitatif.
Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara tersebut kurang tepat, karena hakim hanya menggunakan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 sebagai dasar perceraian, dan hakim hanya memutus dengan dasar Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam. Selain itu Majelis Hakim sebaiknya dapat mempertimbangkan Pasal 19 huruf (e) Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf (e) Kompilasi Hukum Islam.
Kata Kunci: Perceraian, Sakit Hilang ingatan.
DIVORCE DUE TO THE ILLNESS OF LOSS MEMORY
(Juridical Review of The Decision of Pelaihari Banjarmasin Religious Court Number: 0044/Pdt.G/2011/PA.Plh)
By: Ami Deka Fadilla
NIM : E1A113056
ABSTRACT
Article 1 of Law Number 1 Year 1974 mentioned that marriage is the physical and spiritual bond between a man with a woman as husband and wife with a purpose to form a happy and eternal family based on God Almighty, but in practice there are many problems of domestic life that result in divorce, so the purpose of the marriage is not achieved, as well as one case of divorce due to the illness of lost memory that occurred in Pelaihari Banjarmasin Religious Court with Case Number: 0044/Pdt.G/2011/PA.Plh.
The problem of this research is how the judge’s legal considerations on deciding cases in the decision of Pelaihari Banjarmasin Religious Court Number: 0044/Pdt.G/2011/PA.Plh. The research method used in this research is normative juridical approach, the research specification is prescriptive analytical, the data collection methods is literature study, the data analysis method is normative qualitative.
The result of the research have shown that the judge’s legal considerations in deciding the case is less precise, because the judge only uses Article 39 paragraph (2) of Law Number 1 Year 1974 as the basis of divorce, and the judge only decide on the basis of Article 19 letter (f) of Government Regulation Number 1 Year 1975 j.o. Article 116 letter (f) Compilation of Islamic Law. In addition, the Panel of Judges should be able to consider Article 19 letter (e) of Government Regulation Number 1 Year 1975 jo Article 116 letter (e) Compilation of Islamic Law.
Keywords: Divorce, The Illness of Loss Memory
1654519829D1E013144PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PEREMPUAN PADA USAHA TERNAK KAMBING PERAH
DI KECAMATAN DUKUHTURI KABUPATEN TEGAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui curahan waktu tenaga kerja perempuan pada usaha peternakan kambing perah, mengetahui produktivitas tenaga kerja perempuan pada usaha peternakan kambing perah, menganalisis faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja perempuan pada usaha peternakan kambing perah. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Sampel yang diambil sebanyak 13 tenaga kerja perempuan dari 21 Peternak kambing perah di Kecamatan Dukuhturi. Data yang diperoleh ditabulasikan kemudian dianalisis secara deskriptif dan regresi berganda. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu menunjukkan bahwa curahan tenaga kerja perempuan memiliki kontribusi sebesar 13,08%. Rataan produktivitas tenaga kerja perempuan sebesar Rp. 3,485,602.80/bulan. Berdasarkan analisis regresi berganda, diperoleh nilai R2 sebesar 0,715 yang berarti bahwa 71,5 persen produktivitas tenaga kerja perempuan dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen dan sisanya dijelaskan oleh variabel independen yang tidak masuk dalam model. Berdasarkan uji F (α=0,10) menunjukkan bahwa seluruh variabel independen secara bersama tidak berpengaruh nyata terhadap produktivitas tenaga kerja perempuan. Berdasarkan uji t, variabel yang berpengaruh adalah skala usaha dengan nilai t=0,011 ≤ 0,05. Variabel lainnya yaitu umur, pendidikan, pengalaman dan jumlah tanggungan menunjukkan berpengaruh tidak nyata dengan nilai t ≥ 0,05.This study aimed to find out the allocation of woman labor time in dairy goat farming, to know the productivity of woman labor in dairy goat farming, to analyze the factors affecting the productivity of woman labor in dairy goat farming business. Data collected are primary and secondary data. Sampling was done using purposive sampling. Samples taken as many as 13 female workers from 21 dairy goat breeders in District Dukuhturi. The data obtained were tabulated and then analyzed with descriptive and multiple regression analysis. The result obtained showed that woman workforce contributes 13.08 % of the total farming workforce. The average productivity of female laborers is Rp. 3,485,602.80 / month. Based on multiple regression analysis, obtained R2 value of 0.715 which means that 71,5 percent of female labor productivity can be explained by independent variables. Based on the F test (α = 0.10) shows that all independent variables together have significant effect on female labor productivity. Based on t test, it is found that the influencing variable is business scale with t value 0.011 ≤ 0.05. Other variables such as age, education, experience and number of dependents showed no significant effect with t ≥ 0,05.
1654619830E1A011167ANALISIS YURIDIS TENTANG MANUSIA PERAHU YANG BERSTATUS TIDAK BERKEWARGANEGARAAN DI NEGARA KEPULAUAN REPUBLIK INDONESIA
Persebaran manusia perahu dan percampuran keturunan antara Suku Bajo dengan suku lain di wilayah laut Indonesia dan wilayah laut negara tetangga tanpa dibarengi dengan status kewarganegaraan pada diri mereka menimbulkan permasalahan hukum. Di satu sisi, manusia perahu Suku Bajo merupakan suku bangsa asli Indonesia namun di sisi lain mereka tidak memiliki status kewarganegaraan Indonesia maupun negara lain. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar dunia, harus memiliki pengaturan yang jelas terhadap suku bangsa asli yang mendiami laut teritorial dan laut lepas walaupun ia tidak memiliki kewarganegaraan. Ini merupakan konsekuensi dari Indonesia sebagai negara hukum. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia merupakan amanat konstitusi.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif. Sumber data berupa data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi perpustakaan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif kualitatif.
Dari hasil penelitian dan pembahasan terhadap permasalahan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pengaturan hukum manusia perahu suku bangsa asli Indonesia yang tidak memiliki kewarganegaraan di wilayah negara Kepulauan Indonesia terdapat dalam hukum internasional yaitu Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUNHAM) Tahun 1948, International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) serta Hukum Nasional Indonesia Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Imigrasi secara khusus memberikan pengakuan bahwa orang-orang yang tinggal di perbatasan mendapatkan Pas Lintas Batas sebagai hak adat suku bangsa asli Indonesia.


A JURIDICAL ANALYSIS OF STATELESS BOATMAN
IN INDONESIAN ARCHIPELAGO

The dissemination of boatman and the generation assimilation between Bajo (bajo nya diitalic) and other tribes in Indonesia's coastal area and other countries' coastal area that were done without having state of citizenship caused some troubles especially in law. Bajo boatmen are Indonesian natives but they are stateless. They are stateless not only in Indonesia but also other countries. Indonesia as the largest archipelagic country in the world should have the clear rule for natives settling on either territorial sea or high seas although they are actually stateless. It is the consequence for Indonesia as the law country. Therefore, protecting all indonesian natives is a constitutional mandate.
Approaching method used in this research was normative juridical approach. The data sources were the secondary data which consisted of law object, primary object, secondary object, and tertiary object. The data collecting method done by applying the study of literature. The data analysis in this research done by applying qualitative normative method.
From the result of the research and the discussion, it could be concluded that the law for the stateless Indonesian boatmen had been ruled in international law at the universal declaration of human rights in 1948, International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR), and Indonesia National Law such as Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan and Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Imigrasi specifically provides recognition that people who live on the border get a border pass as customary rights of indigenous ethnic groups in Indonesia.

1654719833C1A013036ANALISIS EFISIENSI EKONOMI USAHATANI UBI KAYU DI DESA GUNUNG TANDALA KECAMATAN KAWALU KOTA TASIKMALAYAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah usaha tani ubi kayu di Desa Gunung Tandala Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya telah mencapai Break Event Point (BEP) Nilai penjualan, Kuantitas Produksi, Harga jual. Apakah usahatani ubi kayu di Desa Gunung Tandala Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya menguntungkan. Bagaimana tingkat efisiensi ekonomis usahatani ubi kayu di Desa Gunung Tandala Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 35 petani ubi kayu. Pengambilan sampel menggunakan Stratified Random Sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis perhitungan BEP nilai penjualan, BEP kuantitas produksi, dan BEP harga jual, analisis perhitungan pendapatan (TR-TC) dan analsisis R/C ratio. Hasil analisis perhitungan nilai nyata telah melebihi nilai BEP nilai penjualan, BEP kuantitas produksi dan BEP harga jual di semua strata. Usahatani ubi kayu menguntungkan dengan total keuntungan strata I Rp 28.875.000, strata II Rp 43.388.000, strata III Rp 59.701.000. Usahatani ubi kayu ecara ekonomi sudah efisien dengan nilai R/C ratio strata I 1,57 , strata II 1,53 dan strata III 1,74.This study aims to analyze Break Event Point (BEP) Sales value, Production Quantity, selling price the cassava business in Gunung Tandala Village Kawalu Sub-district Tasikmalaya City. To analyze beneficial cassava farming in Gunung Tandala Village, Kawalu Sub-district, Tasikmalaya City. To analyze level of economic efficiency of cassava farming in Gunung Tandala Village, Kawalu Sub-district, Tasikmalaya City.This study used 35 samples of cassava farmers. Sampling using Stratified Random Sampling. Analytical techniques used are calculation of BEP value of sales, BEP quantity of production, and BEP selling price, analysis of income calculation (TR-TC) and analysis R / C ratio. The result of calculation of real value has exceeded BEP value of sales value, BEP quantity of production and BEP selling price in all strata. Cassava farming profitable with total profit strata I Rp 28.875.000, strata II Rp 43.388.000, strata III Rp 59.701.000. Cassava eco cultivation is efficient with R / C ratio of strata I 1,57, strata II 1,53 and strata III 1,74.
1654819834C1A013013FAKTOR- FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRODUKSI DAN EFISIENSI EKONOMI PADA USAHATANI PEMBENIHAN IKAN GURAME DI DESA BEJI KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh luas kolam, tenaga kerja, benih dan pakan terhadap produksi pembenihan ikan gurame, serta mengidentifikasi variabel yang paling berpengaruh terhadap produksi pembenihan di Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan pelaksanaannya menggunakan teknik survei. Penelitian dilakukan di Desa Beji. Populasi penelitian ini adalah para usahatani pembenihan ikan gurame sebanyak 34 usahatani pembenihan. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda, profitabilitas dan efisiensi.
Hasil analisis regresi dapat diketahui bahwa faktor-faktor berpengaruh signifikan adalah jumlah tenaga kerja, benih dan pakan yang digunakan selama proses pembenihan, Berdasarkan hasil uji F (secara bersama-sama) dapat disimpulkan bahwa uji simultan secara bersama-sama variabel luas kolam, tenaga kerja, induk, dan pakan berpengaruh signifikan. Secara ekonomi menunjukkan bahwa usahatani pembenihan gurame di daerah penelitian sudah cukup menguntungkan, rata-rata penerimaan sebesar Rp1.811.176 dan biaya produksi sebesar Rp727.132, maka pendapatan/keuntungan yang diperoleh adalah sebesar Rp1.084.044. Juga dapat dilihat dari angka R/C rasio yang diperoleh lebih besar dari satu yaitu sebesar 2,49.
Implikasi dalam penelitian ini adalah usahatani pembenihan gurame di Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas layak untuk lebih dikembangkan lagi, luas kolam tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi pembenihan ikan gurame di Desa Beji. Semakin besar luas kolam maka tingkat penggunaan sumber daya tersebut menjadi tidak maksimal. Oleh karena itu, harus terus dibina dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Induk pakan dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi pembenihan ikan gurame di Desa Beji. Untuk meningkatkan usahataninya, petani perlu memperhatikan jumlah induk pakan dan tenaga kerja yang sesuai standar digunakan petani selama proses pembenihan, apabila petani pembenihan gurame ingin meningkatkan usahataninya, maka perlu memperhatikan faktor tenaga kerja, induk dan pakan yang digunakan dalam proses usahatani pembenihan gurame.

Kata kunci :Pembenihan gurame, pendapatan, luas kolam, tenaga keja, induk, pakan, efisiensi, usahatani.
This study aims to analyze the influence of the area of ponds, labor, seed and feed on the production of carp hatchery, size identify the most influential variable of hatchery production in Beji Village, Kedungbanteng Sub-district, Banyumas Regency. The method of this research is descriptive quantitative and its implementation using survey technique . The study was conducted in Beji Village. The population of this research is farming hatchery farming as much as 34 hatchery farming. Data analysis techniques use multiple linear regression.
Regression analysis results can be seen that the factors have a significant effect is the amount of labor, seed and feed used during the hatchery process, Based on the results of F test (collectively) can be concluded that simultaneous test together variables pool area, labor , seeds, and feed have a significant effect. The result of the analysis shows that the carp breeding farm in the research area is quite profitable, the average revenue is Rp 1,811,176 and the production cost is Rp727,132, the income / profit is Rp1.084.044. This can be seen from the number R / C ratio obtained greater than one that is equal to 2.49.
The implication in this research is farming hatchery farming in Beji Village, Kedungbanteng Sub-district, Banyumas Regency is feasible to be further developed, the width of the pond has no significant effect on the production of fish carp in Beji Village. The larger the pool area then the level of use of these resources becomes not maximal. Therefore, it should continue to be fostered in order to improve the welfare of the community. Seeds of feed and labor have a significant effect on hatchery production in Beji Village. To increase the farming, farmers need to pay attention to the number of seeds of feed and labor standards that farmers use during the hatchery process. if farmers of hatchery farmers want to increase their farming, they need to pay attention to the factors of labor, seed and feed used in the process of gouramy hatchery farming.


Keywords: Gurame, income, pool area, work force, seed, feed, efficiency, farming.

1654919835A1C013045Penentuan Harga Pokok Penjualan dan Perencanaan Laba Jangka Pendek Usaha Sale Pisang Kering Pada UMKM Rizky Jaya di Desa Jatisaba Kecamatan Cilongok Kabupaten BanyumasUMKM Rizky Jaya merupakan sebuah perusahaan di bidang pengolahan pisang yang menetapkan harga jual hasil olahan menggunakan cara yang sederhana dan belum menggunakan pembukuan keuangan yang rapi sehingga nilai keuangan yang diperoleh masih tidak terstruktur serta belum memikirkan perencanaan laba jangka pendek. Penelitian bertujuan untuk : mengetahui harga pokok penjualan menurut metode cost plus pricing (pendekatan full costing), mengetahui keuntungan, menentukan besarnya nilai Break Even Point (BEP), Margin of Safety (MOS), nilai Shut Down Point (SDP) dan Degree Operating Laverage (DOL) pada usaha sale pisang kering UMKM Rizky Jaya.
Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Penelitian dilakukan di UMKM Rizky Jaya pada periode Februari 2017 dengan pengambilan data dilakukan dari tanggal 1 sampai 28 Februari 2017. Analisis yang dilakukan adalah harga pokok produksi, harga pokok penjualan, dan perencanaan laba jangka pendek.
Hasil penelitian di UMKM Rizky Jaya periode Februari 2017 menunjukkan bahwa harga pokok penjualan dengan menggunakan metode full costing sebesar Rp9.240.315,00 dengan harga pokok penjualan per kilogram sebesar Rp15.488,51. Keuntungan usaha sebesar Rp2.778.774,00. Nilai BEP penerimaan sebesar Rp221.210,00, BEP unit produksi sebesar 47 kilogram dan BEP harga sebesar Rp15.686,00 per kilogram. Contribution margin sebesar Rp2.794.985,00 dan contribution margin ratio sebesar 23,425 persen. Nilai degree operating laverage sebesar 1,11. Nilai margin of safety sebesar 98,14 persen. Nilai shut down point sebesar Rp106.071,53. Hal ini menunjukkan bahwa usaha sale pisang kering UMKM Rizky Jaya dalam keadaan menguntungkan dan perlu dikembangkan.
MSMEs Rizky Jaya is a company in the field of banana processing which still using a simple way to sets the selling price of processed products, not an adequate financial bookkeeping. It is causing the financial value obtained is unstructured and have not thought about short-term profit planning. The objectives of this research are to: find out the base price according to cost plus pricing method (full costing approach), find out the profit, determine the value of short term profits planning of Dried Pisang Kering MSMEs Rizky Jaya.
The method of research used is case study. This research was conducted in MSMEs Rizky Jaya on February 2017 period with data retrieval was conducted from the 1st to 28th of February 2017. The analysis used is base cost of production analysis, cost of goods sold analysis, and short-term profit planning analysis.
The result of this research in MSMEs Rizky Jaya on February 2017 period are the cost of goods sold using full costing method is Rp9,240,315.00 with selling price Rp15,488.51 per kilogram. The amount of business profit using full costing method is Rp2,778,774.00. The value of BEP acceptance is Rp221,210.00, BEP production unit is 47 kilogram, and the BEP price amount is Rp15,686.00. The Contribution margin is Rp2,794,985.00 and the contribution margin ratio is 23.425 percent. The value of degree operating laverage is 1.11. The margin of safety value is 98.14 percent. The va;ue of Shut down point is Rp35,355.76. This shows that the business of Sale Pisang Kering of MSMEs Rizky Jaya is on a profitable state and need to be developed.
1655019814F1C013075POLA KOMUNIKASI SINGLE PARENT DALAM MEMOTIVASI BELAJAR ANAK di PURWOKERTOStatus single parent tidak sepenuhnya menjadi alasan untuk mengesampingkan tugas orang tua sebagai pendamping dalam perkembangan anak. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan motivasi belajar anak dapat ialah tergantung pada bagaimana orang tua menerapkan pola komunikasi yang tepat dengan anak meski dalam kondisi sebagai single parent. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pola komunikasi yang diterapkan single parent dalam memotiviasi belajar anak; (2) mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi motivasi belajar anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengambilan data melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap tiga keluarga single parent yang diakibatkan karena perceraian. Data nantinya diolah dan ditampilkan secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Keluarga single parent cenderung menerapkan Pola Komunikasi Interaksional dan Pola Komunikasi Stimulus-Respon; (2) keintiman hubungan antara orang tua dan anak menjadi penting dalam kasus perceraian, mengingat anak akan menerima dampak dari perceraian yang terjadi; (3) keluarga single parent yang masih menjaga hubungan antara anak dan orang tua yang hidup terpisah, secara positif mempengaruhi psikologis anak dalam hal motivasi belajar anak, begitupun sebaliknya.

Kata kunci : single parent, motivasi belajar anak, pola komunikasi
Single parent is not entirely the reason to override the duties of parents as a companion in the children’s development. One of the factors that could increase children’s learning motivation is on how parents applying a good communication patterns with the child even as single parent. The aims of this research are: (1) knowing communication pattern of single parents in motivating children’s learning; (2) knowing factors that can be affect children’s learning motivation.. This research employed qualitative approarch by colleting data through in-depth interviewed and observation with 3 single parents caused by a divorce. Then data is analyzed descriptively. The results of this research showed that: (1) single parents family apply Stimulus-Response Model (S-R) and Interaction Model; (2) the intimacy of the relationship of parents and children is important in divorce cases, because the child will receive the impact of divorce; (3) single parent family who still maintain good relationships between children and parents live separately, positively affect the psychological of child in terms of learning motivation, and vice versa.

Keywords : single parent, children’s learning motivation, communication pattern
1655119836A1C112004KAJIAN PERAN LUMBUNG PANGAN TERHADAP ALOKASI PENGELUARAN RUMAH TANGGA PETANI DALAM UPAYA MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN
(Studi Kasus Pada Lumbung Pangan Amanah Di Desa Adisana Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas)
Ketahanan pangan adalah terjaminnya akses pangan bagi setiap individu untuk memenuhi kebutuhan pangannya agar dapat hidup sehat dan beraktivitas. Kewaspadaan pangan harus dibangun, dimulai dari tingkat pemerintahan yang paling rendah yakni desa yang diharapkan nantinya mampu menjamin ketahanan pangan di tingkat desa dan rumah tangga. Petani membutuhkan lembaga pemasaran yang dapat membantu mereka mengatasi masa paceklik atau risiko akibat kegagalan panen. Salah satu alternatif yang bisa diupayakan adalah menghidupkan kembali lumbung pangan pedesaan. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah (1)mengetahui tingkat ketahanan pangan rumah tangga petani dilihat dari persentase pengeluaran untuk pangan pada rumah tangga petani penerima pinjaman lumbung di Desa Adisana Kecamatan Kebasen, (2)menganalisis pengaruh faktor pendapatan rumah tangga, pendidikan rumah tangga, jumlah tanggungan keluarga, dan jumlah pinjaman lumbung terhadap pengeluaran pangan rumah tangga petani di Desa Adisana Kecamatan Kebasen, (3)mengetahui peran kebijakan lumbung terhadap alokasi pengeluaran rumah tangga petani di Desa Adisana Kecamatan Kebasen. Penelitian dilaksanakan di Lumbung Pangan Amanah Desa Adisana Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas pada Bulan Maret 2017. Metode penilitian yang digunakan adalah metode studi kasus, metode pengambilan sampelnya adalah metode sensus dengan jumlah sampel sebanyak 62 orang petani yang menjadi anggota dan melakukan pinjaman gabah pada periode Desember 2016 pada kelompok Lumbung Pangan Amanah. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pengeluaran pangan, analisis regresi linier berganda, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) persentase pengeluaran pangan sebelum mendapatkan pinjaman gabah adalah 48,8 persen dan persentase pengeluaran pangan setelah mendapatkan pinjaman gabah adalah 49,82 persen. Kedua persentase tersebut kurang dari 60 persen, artinya tingkat ketahanan pangan di Desa Adisana dikategorikan sebagai tahan pangan, sehingga adanya Lumbung Pangan Amanah dapat mempertahankan ketahanan pangan rumah tangga petani tersebut, (2)faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengeluaran pangan rumah tangga petani adalah pendidikan kepala rumah tangga, jumlah tanggungan keluarga, pendapatan, dan jumlah pinjaman lumbung yang diterima, (3)peran lumbung pangan mempengaruhi alokasi pengeluaran pangan. Setelah memperoleh pinjaman gabah, pinjaman gabah yang diterima rumah tangga petani dialokasikan untuk pengeluaran pangan berupa komoditas daging sebesar 1,2 persen, umbi-umbian 0,8 persen, dan tembakau 0,7 persen.Food security is ensuring access to food for every individual to meet the needs of his food in order to live healthy and active. Food vigilance must be built, starting from the lowest level of government ie the village which is expected to be able to guarantee food security at village and household level. Farmers need marketing agencies that can help them overcome famine or risk due to crop failure. One possible alternative is to revive a rural food barn. The objectives of this research are (1) to know the level of household food security of the farmers as seen from the percentage of expenditure for food in the household of the lumbung beneficiary in Adisana Village, Kebasen Subdistrict, (2) to analyze the influence of household income factor, household education, Households, and the number of loans to the needs of the farmers in the village of Adisana Kebasen, (3) to know the role of granary policy on the allocation of household expenditure of farmers in Adisana village, Kebasen sub district. The research was carried out at Lumbung Pangan Amanah Adisana Village Kebasen Sub-district of Banyumas Regency in March 2017. The research method used was case study method, the sampling method was census method with 62 samples of farmers who were members and grain loans in the period of December 2016 In Group Lumbung Pangan Amanah. The analysis used in this study is the analysis of food expenditure, multiple linear regression analysis, and descriptive analysis. The results showed that (1) the percentage of food expenditure before getting the grain loan was 48.8 percent and the percentage of food expenditure after getting the grain loan was 49.82 percent. Both percentages are less than 60 percent, meaning that the level of food resilience in Adisana village is categorized as food-resistant, so the existence of Amanah Foodstuff can maintain the food security of the farmer's household, (2) the factors that influence the expenditure of the farmer's household is head education Households, the number of family dependents, income, and the amount of borrowed loans received, (3) the role of the granary affects the allocation of food expenditure. After obtaining a grain loan, grain loans received by farmers' households were allocated for food expenditures in the form of meat commodities by 1.2 percent, 0.8 percent of the crops, and 0.7 percent tobacco.
1655219851A1G013014ANALISIS USAHATANI UBI JALAR DI KECAMATAN MREBET KABUPATEN PURBALINGGAUbi jalar merupakan salah satu tanaman palawija yang dapat ditanam secara monokultur atau tumpangsari dengan tanaman lainnya, berumur relatif pendek, serta cara perawatan yang tidak begitu rumit. Kecamatan Mrebet merupakan salah satu sentra tanaman ubi jalar di Kabupaten Purbalingga. Usahatani ubi jalar di Kecamatan Mrebet perlu dikaji, apakah biaya yang dikeluarkan sesuai dengan pendapatan yang diperolehnya, disamping itu kendala apa yang menyebabkan hasil produksi tidak menentu. Tujuan penelitian adalah : 1) Menghitung biaya dan pendapatan usahatani ubi jalar di Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga, 2) Mengetahui kelayakan usahatani ubi jalar di Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga.
Penelitian dilaksanakan secara survai di Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga pada tanggal 15 Mei sampai 25 Juni 2017. Pengambilan sampel petani ubi jalar menggunakan metode Simple Random Sampling diperoleh sampel sebanyak 50 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, pendapatan, BEP, dan R/C.
Hasil penelitian menunjukan berdasarkan analisis, biaya total pada usahatani ubi jalar di Kecamatan Mrebet sebesar Rp15.100.933,96, dengan pendapatan sebesar Rp24.914.277,36 dan BEP satuan produk sebesar 1.683,45 kg dan nilai impas dalam rupiah sebesar Rp7.089.823,89. perhitungan R/C pada usahatani ubi jalar di Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga per ha menunjukan nilai 2,65 artinya usahatani ubi jalar menguntungkan dan layak untuk dikembangkan.
Sweet potato is one of palawija plants that can be planted in monoculture or intercropping with other plants, relatively short-lived, and less complicated way of treatment. Mrebet district is one of sweet potato plants center in Purbalingga Regency. Sweet potato farming in Mrebet sub-district needs to be studied, whether the cost incurred in accordance with the income it earns, besides the constraints of what causes uncertain production output. The research objectives are: 1) Calculating the cost and income of sweet potato farming in Subdistrict Mrebet of Purbalingga district, 2) Knowing the feasibility of sweet potato farming in Subdistrict Mrebet of Purbalingga district.
The research was carried out by survey in District of Mrebet of Purbalingga Regency on May 15th until June 25th, 2017. The sampling of sweet potato farmer using Simple Random Sampling method was obtained by 50 people. Analysis of daa used is cost analysis, income, BEP, and R / C.
The results showed that based on the analysis, the total cost of sweet potato farming in Mrebet sub-district was Rp15.100.933,96, with revenue of Rp24.914.277,36 and BEP of 1,683.45 kg and a break even point in rupiah of Rp7,089,823.89. The calculation of R / C at sweet potato farm in Mr.ebet Subdistrict of Purbalingga Regency per ha shows value 2.65 meaning sweet potato profitable and feasible to be developed.
1655319837F1A013046Hubungan kinerja CSR PT. Holcim dengan Kondisi sosial ekonomi masyarakat Kelurahan Kutawaru Kecamatan Cilacap Tengah Kabupaten CilacapPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kinerja Corporate Social Responbility PT. Holcim Cilacap dengan kondisi sosial-ekonomi masyarakat Desa Kutawaru. Metode penelitian yang digunakan survey dengan jenis eksplanatif dan tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah tehnik proporsional random sampling. Sasaran utama penelitian ini kepala keluarga di Kelurahan Kutawau yang berjumlah 2.618 KK, kemudian diambil sampel sebanyak 97 KK. Program CSR yang telah dijalankan bertahun-tahun dengan memanfaatkan sumber daya yang ada yang dikembangkan seperti program pendidikan, ekonomi, sosial dan infrastruktur dan posdaya. Hasil analisis menunjukan kinerja CSR PT Holcim Indonesia dengan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat mempunyai hubungan yang sedang dengan arah hubungan yang positif. Hubungan yang sedang adalah kedua variabel mempunyai hubungan, tetapi tidak begitu dominan hubungannya. Arah hubungan positif berarti hubungan kedua variabel mempunyai hubungan yang saling menguntungkan.This study aims to determine the relationship between the performance of Corporate Social Responbility PT. Holcim Cilacap with socio-economic condition of Kutawaru Village community. The research method used survey with explanative type and sampling technique used is proportional random sampling technique. The main target of this study is the head of household in Kutawau Urban Village, which amounted to 2,618 families, then sampled as many as 97 families. CSR programs that have been run for years by utilizing existing resources developed such as education, economic, social and infrastructure programs and posdaya. The analysis results show the performance of CSR PT Holcim Indonesia with Socioeconomic Condition Society has a moderate relationship with the direction of a positive relationship. The moderate relationship is the two variables have a relationship, but not so dominant relationship. Direction of positive relationship means the relationship of both variables have a mutually beneficial relationship.
1655419838A1L013006EVALUASI KEMAMPUAN LAHAN UNTUK MENDUKUNG ARAHAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DI KECAMATAN PUNGGELAN KABUPATEN BANJARNEGARAPenelitian ini bertujuan untuk 1) menentukan kelas kemampuan lahan di Kecamatan Punggelan, 2) mengetahui faktor penghambat yang mempengaruhi kelas kemampuan lahan di Kecamatan Punggelan, 3) mengetahui arahan pertanian berkelanjutan yang sesuai dengan kemampuan lahan di Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April di Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara. Metode penelitian dengan metode survei. Pengambilan sampel tanah berdasarkan Satuan Lahan Homogen (SLH) dengan metode purpose sampling random. Setiap SLH diambil satu titik sampel untuk pengambilan contoh tanah dilapang, sehingga seluruhnya ada sebelas sampel tanah. Variabel yang diamati adalah lereng permukaan, tekstur tanah, drainase, erosi, batuan permukaan, ancaman banjir dan kedalaman efektif tanah. Hasil penelitian menunjukan hasil sebagai berikut: 1) Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara mempunyai empat kelas kemampuan lahan yaitu kelas II, VI, VII, dan VIII. 2) faktor penghambat yang perlu dilakukan konservasi adalah lereng permukaan, drainase dan erosi. 3) Arahan pertanian berkelanjutan yang harus dilakukan adalah dengan upaya konservasi lahan secara mekanik dan vegetatif untuk mengurangi dampak faktor penghambat sehingga dapat mendukung penggunaan lahan secara berkelanjutan.This research aims to 1) find out land capability classes in Punggelan, 2) to identify the factors that affect the liner the classes capability of land capability in the sub-district Punggelan, find out the factors that affect the liner the capability of land in Punggelan, 3) find to the direction of sustainable agriculture in accordance with the capability of land in Punggelan. This research conducted in April in the sub-district, Punggelan Banjarnegara. Research method with survey methods. Soil sampling based on Homogenous Land Units (SLH) with the method purpose sampling random. Each SLH taken one sample point for the taking of land dilapang example, so that all the eleven samples of the land. The observed variable is the slope of the surface texture of the land, drainage, erosion, rocks surface, the threat of the flood and the depth of effective land. The results of research shows the following result: 1) Punggelan Sub-district, Banjarnegara has four classes of land capability classes II, VI, VII and VIII 2) resistance factors that need to be done by the conservation is the slope surface drainage and erosion. 3) the direction of sustainable agriculture that must be done is with a mechanical land conservation efforts and developed to reduce the impact of resistance factors that can support sustainable land use.
1655519839C1L013023THE IMPACT OF ISAK 29 ON THE VALUE RELEVANCE OF ACCOUNTING INFORMATION (EMPIRICAL STUDY ON MINING COMPANIES LISTED ON THE INDONESIA STOCK EXCHANGE 2013-2015)Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah ISAK 29 berdampak pada relevansi nilai informasi akuntansi perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini mencoba untuk mengungkapkan reaksi pasar terhadap perubahan kebijakan standar akuntansi, suatu angka akuntansi tertentu dapat mencerminkan informasi yang digunakan investor dalam menilai nilai ekuitas perusahaan. Fenomena pengurangan kapitalisasi pasar dan indeks saham sektor pertambangan bertepatan saat ISAK 29 mulai berlaku, mengindikasikan reaksi negatif terhadap implementasi ISAK 29. Fenomena ini kontras dengan tujuan DSAK dalam mengadopsi IFRS, yaitu memperbaiki berfungsinya pasar modal global dengan memberikan informasi yang relevan, lebih sebanding dan bermutu tinggi kepada investor.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013 dan 2015. Total perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia adalah 41 perusahaan. Metode pengambilan sampel untuk memilih sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Total sampel penelitian ini adalah 32 perusahaan pertambangan untuk setiap tahun pada tahun 2013 dan 2015. Penelitian ini menggunakan uji harga dengan model penilaian, hasilnya menunjukkan peningkatan R2 yang disesuaikan, menunjukkan bahwa penerapan ISAK 29 di Indonesia memiliki pengaruh yang meningkat. relevansi nilai dari informasi akuntansi. Oleh karena itu, terjadi peningkatan relevansi nilai informasi akuntansi perusahaan pertambangan di Indonesia setelah implementasi ISAK 29. Hasil pengujian Chow menunjukkan bahwa nilai F-stat lebih besar dari F-table, hasil pengujian menunjukkan adanya perubahan struktural dari model penilaian yang digunakan untuk mengetahui relevansi nilai informasi akuntansi setelah penerapan ISAK 29. Kesimpulannya, implementasi ISAK 29 mempengaruhi perubahan struktural dalam bentuk perbedaan relevansi nilai.
The purpose of this study is to examine whether ISAK 29 has an impact on the value relevance of accounting information of mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange. This study attempted to reveal market reaction to accounting standard policies changes, a certain accounting numbers can reflect the information that investors use in assessing the value of corporate equity. Reduction phenomenon in market capitalization and stock index of mining sector coincided when ISAK 29 start to be effective, indicate the negative reaction to ISAK 29 implementation. This phenomenon is contrast with DSAK's goal of adopting IFRS, which is to improve the functioning of the global capital market by providing relevant, more comparable and high-quality information to investors.
The population used in this study is mining company listed on the Indonesia Stock Exchange in 2013 and 2015. Total mining company listed on the Indonesia Stock Exchange is 41 companies. Sampling method to select the sample in this research is purposive sampling. The total sample of this study is 32 mining companies for each year in 2013 and 2015. This study used price test with valuation model, the results showed an increase in adjusted R2, indicate that the implementation of ISAK 29 in Indonesia has an effect of increasing the value relevance of accounting information. Therefore, there is an increase in the value relevance of accounting information of mining companies in Indonesia after implementation of ISAK 29. Chow test result showed that the F-stat value is greater than F-table, the test results indicate a structural changes of the valuation model that used to determine the value relevance of accounting information after the implementation of ISAK 29. In conclusion, implementation of ISAK 29 effected the structural changes in the form of value relevance differences.
1655619841F1C011027ANALISIS DESKRIPTIF MENGENAI AKTIFITAS KOMUNIKASI PEMASARAN WISATA KABUPATEN BANYUMAS DALAM MEMBIDIK WISATAWAN DOMESTIKABSTRAKSI
Penelitian ini berjudul “Analisis Deskriptif Mengenai Aktifitas Komunikasi Pemasaran Wisata Kabupaten Banyumas Dalam Membidik Wisatawan Domestik”. penelitian ini bertujuan untuk memahami serta mendeskripsikan segala bentuk aktivitas komunikasi pemasaran wisata Kabupaten Banyumas dalam membidik wisatawan domestik.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yang bersifat deskriptif. Sementara itu, data diperoleh dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Validitas data menggunakan teknik triangulasi metode. Kemudian analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis data model interaktif yang dikemukakan Miles dan Huberman.
Hasil penelitian ini menunjukkan aktifitas yang dilakukan oleh DINPORBUDPAR Kabupaten Banyumas sudah baik karena adanya peningkatan jumlah pengunjung dari yang semula di tahun 2013 berjumlah 868.847 pengunjung, menjadi 1.729.313 pengunjung di tahun 2016. Adapun aktifitas yang dilakukan Dinas Pariwisata Kabupaten Banayumas meliputi kegiatan Periklanan, Promosi dan Pembenahan. Adapun periklanan yang dilakukan melalui media digital, jejaring sosial dan media luar ruangan, kemudian promosi yang dilakukan meliputi ekspose, pameran dan event.
Namun masalah yang masih menjadi perhatian adalah kurangnya lahan parkir, tetapi Dinas Pariwisata Kabupaten Banyumas berupaya untuk mengatasi kurangnya lahan parkir dengan membangun lahan parkir bertingkat untuk kedepannya.

This research entitled "Descriptive Analysis of Marketing Activities Communication Tourism Banyumas District In Tending Domestic Tourist". This research aims to understand and describe all forms of communication activities of tourism marketing Banyumas District in targeting domestic tourists.
The research method used in this research is qualitative research method with descriptive approach. Meanwhile, the data obtained by interview, observation and documentation. Data validity using technique triangulation method. Then the data analysis of this research using interactive data model analysis techniques proposed by Miles and Huberman.
The results of this research indicate the activities undertaken by DINPORBUDPAR Banyumas District is good because of the increase in the number of visitors from the original in 2013 amounted to 868,847 visitors, to 1,729,313 visitors in 2016. The activities undertaken by the Tourism Office of Banayumas District include Advertising, Promotion and Revamping activities. The advertising is done through digital media, social networking and outdoor media, then promotions include exposure, exhibition and event.
However, the issue that remains a concern is the lack of parking space, but the Banyumas District Tourism Office seeks to overcome the lack of parking space by building a multi-story parking lot for the future.
1655721694F1A013028RESPON MASYARAKAT TERHADAP PABRIK SEMEN BIMA
(STUDI KASUS RESPON MASYARAKAT TERHADAP PABRIK SEMEN DI DESA TIPAR KIDUL KABUPATEN BANYUMAS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui , memahami dan memperoleh gambaran tentang respon masyarakat Desa Tipar Kidul terhadap pabrik semen Bima. Dalam konteks ini respon masyarakat meliputi pengetahuan, sikap, reaksi (tanggapan positif maupun negatif). Sasaran utama dalam penelitian ini yaitu masyarakat Desa Tipar Kidul, sedangkan sasaran pendukungnya adalah pemerintah Desa Tipar Kidul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Teknik pengambilan informan yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data adalah dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunkan model analisis interaktif. Hasil dari penelitian ini adalah hampir seluruh informan telah menerima keberadaan pabrik semen di lingkungan mereka untuk saat ini. Namun dampak negatif yang dirasakan masyarakat diharap berkurang seperti kebisingan. Selain itu masyarakat berharap kepada pabrik agar memberikan janji-janjinya terhadap masyarakat dan mensejahterakan masyarakat sekitar pabrik. Respon masyarakat tehadap keberadaan pabrik semen ada yang menanggapi negatif dengan tidak menyetujuinya dengan berbagai tuntutan. Ada yang menanggapi positif dengan berpikir realistis walaupun dengan banyak catatan. Respon masyarakat terhadap pabrik semen di atas dapat kita lihat mengarah pada respon negatif. Menimbulkan konflik vertikal antara masyarakat dengan pabrik yang sebelumnya sudah ada sikap atau reaksi nyata seperti demonstrasi dan sebagainya. Konflik di sini dapat kita lihat suatu pertentangan akan janji dari pihak pabrik ke masyarakat yang belum terealisasi dan dampak negatif dari pabrik seperti kebisingan yang dirasakan masyarakat. Disisi lain masyarakat tidak berintegrasi dengan baik dan terkesan apatis terhadap kondisi pada saat ini antara pabrik dengan lingkungan masyarakat. Sehingga masyarakat dan pabrik semen belum terintegrasi dan belum adanya konsensus di antara sebagian besar anggota masyarakat tentang nilai-nilai kemasyarakatan yang bersifat fundamental dengan pihak pabrik semen. Namun tidak adanya penolakan atau penuntutan secara kolektif dari masyarakat terhadap operasional pabrik semen.Implikasinya adalah pihak pabrik dan masyarakat melakukan konsolidasi agar terjadi kesepakatan dan pabrik mengurangi dampak negatif terhadap masyarakat.The purpose of this research is to know understanding and obtaining description about community response which is knowledge, attitude, reaction (positive or negative responses). The main target in this research is the people of Tipar Kidul village, while its supporting target is The Government of Tipar Kidul Village. The method used in this research is qualitative research method. The research that produces descriptive data in the form of written or oral words of people and observable behavior. The technique of taking informant used is purposive sampling. The technique of data collection is by depth interview, observation, and documentation. The data analys is using interactive analysis model. The result of this research is that almost all informants have been to accept the existence of a cement factory in their neighborhood now. But the negative impact felt by the community is expected to decrease as noise. In addition, the community hopes to the factory to give its promises to the community and the prosperity of the community around the factory. The community's response to the existence of a cement factory is responding negatively by not agreeing with various demands and there are those who respond positively by thinking realistically though with many notes. The public response to the above cement factory can be seen to lead to a negative response. Causing vertical conflicts between communities and factories that have previously had the attitude or real reactions such as demonstrations and so on. Conflict here, we can see a contradiction of the promise of the factory to the community that has not been realized and the negative impact of the factory as the noise felt by the community. On the other hand, the community does not integrate well and apathetic to the current condition between the factory and the community. So that the community and cement factory have not been integrated yet and there is no consensus among the majority of the community members about the fundamental values of society with the cement factory. But there is no collective rejection or prosecution from the community on the cement plant operations. the implication is that the factory and the community consolidate the agreement and the factory reduces the negative impact on the community.
1655819161H1E013043Simulasi Kuantum untuk Sistem Koadsorpsi H dan OH pada Permukaan Pt(111) dengan Metode Density Functional TheoryTelah dilakukan simulasi kuantum untuk sistem koadsorpsi hidrogen (H) dan hidroksil (OH) pada permukaan Platinum Pt(111) dengan metode Density Functional Theory (DFT). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan situs-situs aktif koadsorpsi H dan OH pada permukaan Pt(111) dan mekanisme reaksinya. Situs hollow FCC untuk adsorpsi H dan situs top untuk adsorpsi OH merupakan situs-situs yang paling stabil untuk koadsorpsi H dan OH pada Pt(111). Dari analisis struktur geometri dan energitika koadsorpsi H dan OH menunjukan adanya perpindahan situs adsorpsi atom H dari top menuju hollow FCC pada sistem adsorpsi tunggal ke sistem koadsorpsi. Perpindahan tersebut mengakibatkan energi adsorpsi OH yang lebih kecil. Hal ini mengindikasikan peran OH sebagai oksidan sedangkan H menyerap ke permukaan logam untuk selanjutnya diionisasi menjadi H+ dan e-. Dari hasil analisis distribusi muatan, pada reaksi koadsorpsi ini terdapat mekanisme transfer muatan dari permukaan menuju hidroksil yang semakin tinggi setelah adanya atom H pada permukaan Pt(111). Peningkatan transfer muatan yang terjadi pada OH ini kemungkinan terjadi karena upaya penstabilan sistem akibat adanya penambahan muatan positif dari H pada permukaan.Quantum simulations of hydrogen (H) and hydroxyl (OH) coadsorption systems on Platinum Pt (111) surface using Density Functional Theory (DFT) have been performed. This study aims to determine the active sites of coadsorption of H and OH on the Pt(111) surface and its related reaction mechanism. The FCC hollow site for H adsorption and the top site for OH adsorption are the most stable sites for coadsorption of H and OH on Pt (111). From the analysis of the structure geometry and the energetics, we found the displacement of atomic H adsorption site from the top to hollow-FCC in the case of a single adsorption system to the coadsorption system. The displacement results in a smaller OH adsorption energy. This indicates the role of OH as an oxidant whereas H absorbs into the metal surface for further ionization into H+ and e-. From the analysis of charge distributions, we observed the mechanism of higher charge transfer from the surface to the hydroxyl after the presence of H in the Pt(111) surface. The increase of the charge transfer occurring in OH might be caused by the system stabilization due to the addition of a positive charge in the surface.
1655921705E1A013064PENERAPAN UNSUR AKIBAT HUKUM KTUN PADA PUTUSAN PENGADILAN TATA USAHA NEGARA ( STUDI PUTUSAN PENGADILAN TATA USAHA NEGARA NOMOR : 121/G/2015/PTUN-JKT)Penelitian ini bersumber pada putusan PTUN Jakarta Nomor 121/G/2015/PTUN.JKT, yang akan menguraikan pertimbangan hukum hakim dalam Keputusan Tata Usaha Negara yang menjadi objek sengketa dalam putusan tersebut, serta menguraikan badan peradilan yang berwenang melakukan pengujian terhadap objek sengketa.
Penggugat dalam perkara a-quo adalah Junaidi Yusuf, S.E., Tergugatnya adalah Gubernur Provinsi Daerah Ibukota Jakarta dan objek gugatannya adalah Keputusan Gubernur yang berupa: Surat Gubernur Provinsi Daerah Ibukota Jakarta Nomor:65/-088.1 tangggal 21 Januari 2015 perihal : Perubahan Batas Usia Pensiun Pegawai PD Pasar Jaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan yang digunakan adalah Pendekatan Perundang-undangan (Statute Approach), Pendekatan Kasus (CaseApproach), dan Pendekatan Konseptual.
Hasil dari penelitian ini adalah cara untuk menentukan unsur akibat hukum dalam peradilan Tata Usaha Negara dapat di lihat dalam doktrin. Dalam pertimbangan hukum hakim telah sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
Kata Kunci: Penerapan, akibat hukum, unsur-unsur KTUN.
This research sourced at Jakarta’s States Administration Court (PTUN) number 121/G/2015/PTUN.JKT, author will describe judgemental consideration process in States Administration Court Sentence (KTUN) which become object of dispute in that sentence and break down which judicial institution have the authority to test the object of dispute.
The plaintiff in that case a-quo is Junaidi Yusuf, S.E., The defendants is Regional Governor of Jakarta and the object of chargers is Governor’s Letter of Decision (SK) i.e. Regional Governor of Jakarta’s Letter of Decision Number 65/-088.1 dated 21st of January 2015 about : Changes of Age Limitation on Worker’s Pensions in Pasar Jaya Trading Companies. Method used in this study is normative juridical while approach used in this study are Statute Approach, Case Approach and Conceptual Approach.
Founding in this study is to determine element which is law cause within States Administration trial which can be seen from doctrine (Opinion of Legal Experts). In legal consideration of judge, judge has been suited to law which applies.
Keywords:application, law element cause, KTUN element.
1656019842A1C112031PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI DAN KAJIAN NILAI TAMBAH KERIPIK TEMPE DI UD. KERIPIK NITI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMASUD Keripik Niti merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan makanan yang ada di Kabupaten Banyumas. Perusahaan ini dilatarbelakangi oleh Kecamatan Purwokerto Selatan yang terkenal dengan oleh-oleh keripik tempe. UD Keripik Niti di Kecamatan Purwokerto Selatan merupakan salah satu sentra industri keripik tempe di Kabupaten Banyumas yang dan mempunyai potensi yang cukup besar untuk menggerakan perekonomian masyarakat. Tujuan penelitian ini adalahMenghitung biaya produksi, harga pokok produksi, penerimaan, dan pendapatan keripik tempe, Menghitung besarnya nilai tambah tempe yang diolah menjadi keripik tempe.
Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pemilihan tempat dilakukan secara sengaja (purposive). Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2017 sampai dengan 19 April 2017. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya, harga pokok produksi, penerimaan dan pendapatan dan analisis nilai tambah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam 29 hari proses produksi, besarnya biaya yang dikeluarkan usaha keripik tempe sebesar Rp230.448.661,00. Harga pokok produksi keripik tempe menggunakan metode variable costing sebesar Rp204.562.400,00 dengan harga pokok produksi per kemasan sebesar Rp8.794,60. Penerimaan yang diperoleh perusahaan dari hasil penjualan keripik tempe selama 29 hari produksi sebesar Rp348.900.000, sehingga keuntungan yang diperoleh pada usaha pengolahan keripik tempe sebesar Rp118.068.089. Nilai tambah tempe setelah diolah menjadi keripik tempe sebesar Rp26.637,50 atau 49,88persen dari nilai produk.
UD Keripik Niti is a food processing company in Kabupaten Banyumas. This company is motivated by Kecamatan South Purwokerto which famous for its tempe industry. UD Keripik Niti in the sub-district Purwokerto South was one of the central tempe chips industry in the Kabupaten Banyumas, known as the city of tempe chips, and have the potential to be large enough to pan the economics of society.
The study is attempted to count the production cost,acceptance and revenue of tempe chips, and to calculate the amount of value added of tempe that processed into tempe chips.
The research method used is the case study. The election of the place done deliberately (purposive). Data collection was conducted on March 21, 2017 until April 19, 2017. The analysis method used is the cost analysis, cost of production, acceptance and revenue and value added analysis.
The results of thistudy showed that in 29 days, the cost of tempe chips business is Rp230.448.661,00. The tempe chips production cost is Rp204.562.400,00 with cost of goods per package is Rp8.794,60. The amount of the company’s revenue proceeds from the sale of chips tempe for 29 days the production of Rp348.900.000, thus the benefits is Rp118.068.089. The value added of tempe after being processed into tempe chips amounted to Rp26,637.50 or 49.88 percent of the value of the product.