Artikelilmiahs

Menampilkan 16.481-16.500 dari 49.961 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1648119791A1H013003UJI PERFORMANSI MESIN PENGERING TIPE ROTARY MANUAL
PADA PROSES PENGERINGAN TEH DI DESA PENAKIR
KECAMATAN PULOSARI KABUPATEN PEMALANG
Desa Penakir merupakan desa yang potensial sebagai pusat produksi teh di Kabupaten Pemalang, desa tersebut miliki 3 unit mesin pengering tipe rotary manual namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Pengering tipe rotary manual merupakan mesin yang dapat digunakan untuk mengeringkan berbagai komoditas salah satunya adalah daun teh. Penggunaan mesin pengering rotary manual dalam proses pengeringan teh diharapkan dapat mengoptimalkan proses produksi. Oleh karena itu dilakukan suatu pengujian terhadap kinerja mesin pengering tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis performansi mesin pengering tipe rotary manual dalam pengeringan teh, meliputi perubahan kadar air teh, kapasitas optimum mesin, efisiensi termal, dan daya putar silinder. Variabel yang diamati meliputi suhu, massa daun teh, waktu pengeringan, massa bahan bakar, massa tuas untuk memutar silinder, diameter dan jumlah rpm tuas pemutar. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimental. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar air teh kering rata-rata dari hasil pengeringan menggunakan mesin pengering rotary manual adalah 7,67%(memenuhi persyaratan mutu SNI) dengan nilai laju penurunan kadar air teh rata-rata sebesar 6,07%/jam. Kapasitas optimum mesin sebesar 0,24 kg/jam. Efisiensi termal mesin pengering rata-rata sebesar 6,65%. Daya yang dibutuhkan untuk memutar silinder mesin pengering tipe rotary manual tanpa beban adalah 2,93 watt dan daya yang dibutukan untuk memutar silinder dengan kapasitas optimum yaitu sebesar 20,51 watt.Penakir is potential village as a central of tea production at Pemalang Regency, the village has 3 units of manual rotary dryer but there are not use maximaly by there villager. Manual rotary dyer is a machine that can be used to drying any commodities for example is tea leaf. Using manual rotary dryer in tea drying process is expected to optimize the production process. Therefore, a test of the performance of drying machine is performed. The purpose of this research are to analyze the performance of manual rotary dryer in tea drying, including changes in tea water content, optimum capacity of machine, thermal efficiency, and cylinder rotation. The observed variables include temperature, tea leaf mass, drying time, fuel mass, lever mass to rotate cylinder, diameter and number rpm of rotating lever. The research used eksperimental method. The result showed that the average dry tea water content of the drying result using manual rotary dryer was 7,67%(meet the quality requirements of SNI) with the rate of decrease in tea water content average was 6,07%/hour. Optimum capacity of machine was 0,24 kg/hour. The average thermal efficiency of drying machines was 6,65%. The power required to rotate the cylinder of a manual rotary dryer was 2,93 watt and the power required to rotate the cylinder with an optimum capacity was 20,51 watt.

1648219792A1C013042EFISIENSI PEMASARAN CAISIM (Brassica juncea L) DI DESA SUKAMANAH KECAMATAN MEGAMENDUNG KABUPATEN BOGORPetani caisim di Desa Sukamanah mendapatkan bagian harga yang sangat kecil dibandingkan bagian harga yang harus dibayar konsumen. Namun, lembaga pemasaran juga mengeluarkan biaya yang cukup besar akibat proses pemasaran yang dilakukan. Untuk mengukur efisiensi pemasaran harus mempertimbangkan pengaruh variabel-variabel yang terkait. Penelitian bertujuan untuk : 1) mengetahui saluran pemasaran, 2) marjin pemasaran, 3) famer’s share, biaya dan keuntungan untuk lembaga pemasaran, 4) besarnya indeks efisiensi teknis dan efisiensi ekonomis. Metode yang digunakan untuk mengambil responden petani adalah sensus sebanyak 21 orang dan untuk lembaga pemasaran ditentukan dengan metode snowball sampling yang terdiri dari 3 pengepul, 1 pedagang besar dan 15 pedagang pengecer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat (1) tiga saluran pemasaran yang terdiri dari petani, pengepul, PT. Sayuran Siap Saji, pengecer dan konsumen, (2) Marjin pemasaran terkecil terdapat pada saluran pemasaran II yaitu Rp.3.667 per kg dan terbesar pada saluran pemasaran I yaitu Rp5.800, (3) Farmer’s share paling tinggi pada saluran pemasaran II yaitu 45% dan terkecil pada saluran pemasaran I yaitu 32%. Persentase biaya dari total marjin pemasaran terkecil pada saluran pemasaran I yaitu 29% dan terbesar pada saluran pemasaran III yaitu 42%. Persentase keuntungan dari total marjin terkecil pada saluran pemasaran III yaitu 58% dan terbesar pada saluran pemasaran I yaitu 71% (4) Indeks efisiensi teknis terkecil pada saluran pemasaran II yaitu 26,96 dan terbesar pada saluran pemasaran III yaitu 51,27. Indeks efisiensi ekonomis terkecil pada saluran pemasaran I yaitu 2,43 dan terbesar yaitu 4,05.Mustard greens farmers in Sukamanah village get a very small share of the price compared to the price that consumers have to pay. However, marketing agencies also incur considerable costs due to the marketing process undertaken. To measure marketing efficiency should consider the effect of the related variables. Research aims to : 1) aims to know the marketing channel, 2) marketing margin, 3) farmer’s share, costs and profit for marketing institutions, 4) the size of the index of technical efficiency and economic efficiency. The method used to collect the farmer respondents is the census of 21 people and for marketing institution determined by snowball sampling method, consisting of 3 collectors, 1 big trader and 15 retailers. The result showed that there are (1) three marketing channels consisting of farmers, collectors, PT. Sayuran Siap Saji, retailers and consumers, (2) The smallest marketing margin is in marketing channel II which is Rp.3.667/kg and largest on marketing channel I is Rp5,800/kg, (3) Farmer's share is highest on marketing channel II that is 45% And the smallest in marketing channel I is 32%. The percentage of cost from the smallest marketing margin on marketing channel I is 29% and the largest in marketing channel III is 42%. The percentage of profit from the smallest margin on marketing channel III is 58% and the largest in marketing channel I is 71% (4) The smallest technical efficiency index on marketing channel II is 26.96 and the largest in marketing channel III is 51.27. The smallest economic efficiency index on marketing channel I is 2.43 and the largest is 4.05.
1648319793D1B015011IDENTIFIKASI JENIS RUMPUT KADAR BAHAN KERING DAN SERAT KASAR HIJAUAN RERUMPUTAN YANG TERDAPAT DI LAPANGAN GOLF WIJAYAKUSUMA PURWOKERTOPenelitian berjudul Identifikasi Jenis Rumput, Kadar Bahan Kering dan Kadar Serat Kasar Hijauan Rerumputan di Lapangan Golf Wijayakusuma Purwokerto dilaksanakan mulai tanggal 19 Juni sampai dengan 3 Juli 2017 di Lapangan Golf Wijayakusuma Purwokerto, dan Laboratorium Agrostologi, serta Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jendral Soedriman, Purwokerto. Tujuan penelitian adalah mengetahui karakteristik lapangan golf dengan identifikasi jenis rumput, dan mengetahui kadar bahan kering dan serat kasar hijauan rerumputan yang ada di lapangan golf Wijayakusuma, Purwokerto.Materi penelitian menggunakan rumput lapangan golf.Data yang di ambil meliputi jenis rumput lapangan golf, kadar bahan kering dan kadar serat kasar rumput lapangan golf Wijayakusuma, Purwokerto. Penelitian menggunakan metode survei dengan penentuan lokasi diambil berdasarkan purposive sampling yaitu di lapangan golf Wijayakusuma Purwokerto merupakan lahan yang mirip dengan padang pengembalaan dengan luas 103.434 m². Sampel diambil dengan cara membuat cuplikan. Digunakan suatu alat berupa kuadran yang luasnya tertentu yaitu berukuran 1 m². Kuadran pertama ditentukan secara acak. Kuadran ke dua diambil pada jarak 10 meter lurus ke kanan, dua kuadran tersebut merupakan 1 cluster.Cluster ke 2 diambil pada jarak 125 meter. Sampel dalam kuadran diidentifikasi jenis rumput, kemudian dianalisis kadar bahan kering, dan kadar serat kasar. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 95,1 % populasi rumput lapangan golf merupakan rumput bermuda (Cynodon dactylon) dan 4,9% merupakan gulma yaitu Teki(Cyperus rotundus L.), dan semanggi (Marsiela crenata). Kadar bahan kering rumput tersebut adalah 24,3% ± 2,84, kadar serat kasar adalah 32,42% ± 1,84. Faktor yang mempengaruhi nya adalah lingkungan dan manajemen pemeliharaan yang meliputi penyiraman, pemupukan, penyulaman dan pemanenan.The research entitled “Identification of Grass Species, Dry Matter Level and Crude Fiber level of Green Grass at Wijayakusuma golf course Purwokerto” , was held from 19 of June to 3rdJuly 2017 at Wijayakusuma golf course Purwokerto, Agrostology Laboratory, and Nutrition and Feed Science Laboratory, Faculty of Animal Husbandry , Jenderal Soedriman University, Purwokerto. The purpose of this research was to know the characteristic of golf course with identification of grass species, and to know levels of Dry Matter level and Crude Fiber level of Green Grass at Wijayakusuma golf course Purwokerto. The research materials used were the species grasses on golf course. Data taken included the species of grasses golf course, Dry Matter level and Crude Fiber level of grass at Wijayakusuma golf course, Purwokerto. The research used survey method with location determination is taken by mean pursuant to purposive sampling at Wijayakusuma golf course, Purwokerto.That was a which was similar to grazing field width of 103.434 m². Samples are taken by creating a snapshot. Used tools in the form of quadrant of a certain size that, 1 m². The first quadrant was determined randomly. The second quadrants is was taken at a distance of 10 meters straight to the right, the two quadrants were1 cluster. The second cluster was taken at a distance of 125 meters. The samples of grasses species in the quadrant were identified, then were analyzed for Dry Matter level, and Crude Fiber level. Data analysis used descriptive analysis. The results showed that 95.1% of the golf lawn grass population was Cynodon dactylon and 4.9% were weeds Teki (Cyperus rotundus L.), and Semanggi (Marsiela crenata). The grass Dry Matter level was 24.3% ± 2.84, Crude Fiber level was 32.42% ± 1,84. Factors that affect it was the environment and maintenance management that included watering, fertilizing, weeding and harvesting.
1648419794H1F012005STUDI GEOLOGI TEKNIK UNTUK PEMODELAN ZONASI GERAKAN
TANAH SECARA SPASIAL DAN TEMPORAL DI KECAMATAN CILILIN,
KABUPATEN BANDUNG BARAT, PROVINSI JAWA BARAT
Daerah penelitian terletak di kecamatan Cililin dan sekitarnya, Kabupaten
Bandung Barat, provinsi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan
pemodelan tingkat zonasi kerentanan bahaya gerakan tanah dengan pendekatan
kondisi geomorfologi, sifat-sifat tanah secara spasial, dan infiltrasi dari perubahan
curah hujan harian secara temporal. Pemodelan menggunakan TRIGRS versi 1.02 untuk menghitung faktor keamanan lereng berbasis grid
dengan ukuran 25 m x 25 akibat infiltrasi air hujan. Hasil pemodelan menunjukan
tingkat kerentanan gerakan tanah pada lokasi penelitian secara spasial dipengaruhi
oleh kondisi topografi, sifat-sifat keteknikan tanah, dan intensitas curah hujan.
Pengambilan sample tanah berdasarkan kondisi geologi dan diusahakan pada
kondisi lereng yang rentan, bila tidak ada lereng yang rentan dapat di lereng yang
stabil. Analisis yang dilakukan dengan uji infiltrasi, XRD dan mekanika tanah
yang penting digunakan dalam pemodelan TRIGRS meliputi berat isi tanah basah,
kohesi, sudut geser dalam, dan permeabilitas. Hasil pemodelan tingkat kerentanan
gerakan tanah di lokasi penelitian terdiri dari 5 tingkat berdasarkan faktor
keamanan yang diperoleh dari modifikasi klasifikasi Ward, 1976 dan kestabilan
lereng yang umum digunakan. Pada zona kerentanan tinggi memiliki nilai
infiltrasi yang besar, komposisi mineral lempungnya jenis mineral yang ekspansif,
dan nilai berat isi tanah basahnya besar, kohesi dan sudut geser dalamnya bernilai
kecil, dan permeabiltasnya bernilai besar. Kondisi kemiringan lereng menjadi
faktor penting yang umumnya berlereng terjal berzona tinggi, sedangkan lereng
landai hingga curam berzona aman. Kondisi curah hujan menjadi faktor
pengontrol penyebab perubahan tingkat kerentanan gerakan tanah secara
temporal. Tingkat kerentanan ini ada kesesuaian dengan lokasi-lokasi gerakan
tanah yang terjadi didaerah tersebut, sehingga pemodelan ini dapat digunakan
dalam mengkaji gerakan tanah secara spasial dan temporal.
The research area is located in Cililin subdistrict and surrounding area, West
Bandung regency, West Java province. This study aims to model the zonation
level of landslide hazard vulnerability with geomorphological conditions
approaching, soil properties spatially, and infiltration of changes in daily rainfall
temporally. Modeling using TRIGRS version 1.02 for to calculate
the grid-based slope safety factor of 25 m x 25 m to rainfall infiltration. The result
of modeling shows the level of landslide susceptibility at the research location is
spatially influenced by topography, soil engineering properties, and rainfall
intensity. Soil sampling is based on geological conditions and cultivated on
vulnerable slope conditions, where no slopes are susceptible to stable slopes.
Analyzes performed by infiltration, XRD and soil mechanics are important for use
in TRIGRS modeling including wet soil weight, cohesion, internal shear angle,
and permeability. The result of modeling of landslide susceptibility in the study
site consisted of 5 levels based on safety factor obtained from classification
modification Ward,1976 and commonly used slope stability. In high-susceptibility
zones have large infiltration values, mineral clay composition of expansive
mineral clay, and weight value of large wet soil content, its cohesion and shear
angle are small, and its permeability is of great value. Slope conditions become an
important factor that is generally a steep slope of high zones, while the slope of
the ramps to steep zero safe. Rainfall conditions become the controlling factor
causing temporal landslide vulnerability change. This level of vulnerability is
compatible with the landslide locations occurring in the area, so this modeling can
be used in assessing landslides spatially and temporally.
1648521365F1G014046Teknik Penceritaan Dalam Novel Tiga Venus Karya Clara NgPenelitian ini berjudul “Teknik Penceritaan dalam Novel Tiga Venus Karya Clara Ng”. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan intrinsikalitas novel dan teknik penceritaan yang terkandung dalam novel Tiga Venus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan struktural dan fokus penelitiannya adalah teknik penceritaan.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan membaca keseluruhan isi novel Tiga Venus karya Clara Ng secara intensif, menginventarisasi data yang berkaitan dengan rumusan masalah, dan mengklasifikasi data sesuai dengan rumusan masalah.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang berupa novel Tiga Venus karya Clara Ng dan data sekunder yang berupa makalah ilmiah, buku teori, dan media elektronik yang dianggap memiliki hubungan dengan penelitian.
Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan tokoh, alur, dan latar dalam novel Tiga Venus karya Clara Ng, menganalisis teknik penceritaan dalam novel, dan menyimpulkan hasil analisis.
Pada teknik penceritaan, dalam keseluruhan penceritaan tiga tokoh utamanya pengarang lebih banyak menggunakan teknik adegan dan teknik pemandangan dan diikuti oleh teknik asosiasi, teknik montase, dan teknik kolase.
The title of this research is “Teknik Penceritaan dalam Novel Tiga Venus Karya Clara Ng”. The purpose of this research is to describe the intrinsic elements and the storytelling techniques that are contained in this novel. The method used in this research is descriptive qualitative method along with structural approach and the focus of this research is the storytelling techniques.
Data collecting technique in this research is by reading the entire novel intensively, collecting the data, and classifying data related to the problem formulation.
Data that are used in this research are primary data which is novel Tiga Venus by Clara Ng and the secondary data such as scientific paper, theory book, and electronic media that are relevant with this research.
Analyze technique in this research is by describing the characters, plot, and setting, analyzing the storytelling techniques in the novel, and conclusing the result of this study,
In the storytelling techniques, the author is mostly using the scenic and panoramic techniques for the three main characters and followed by association technique, montage technique, and collage technique.
1648621549F1J013005ANALISIS SEMIOTIKA PADA LIRIK LAGU DALAM ALBUM KAMIKYOKUTACHI – AKB48
(Kajian Semiotika Pierce)
Penelitian ini berjudul analisis semiotika pada lirik lagu dalam album kamikyokutachi - AKB48. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna semiotis yang ada pada lirik lagu River, JR, dan Sonichi dalam album kamikyokutachi yang ditinjau dari segi semiotika Pierce. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik simak dan catat dalam pengumpulan datanya, serta analisis datanya menggunakan metode padan. Hasil penelitian ini adalah pada lirik lagu River terdeskripsikan bahwa penyebab masalah keterpurukan AKB48 karena turunnya popularitas yang ditandai dengan hilangnya sponsor. Pada lirik lagu JR terdeskripsikan bahwa cara untuk menemukan jati diri adalah dengan mencoba hal-hal baru. Pada lirik lagu Sonichi terdeskripsikan bahwa cara untuk meraih impian adalah dengan semangat dan pantang menyerah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ketiga lagu tersebut memiliki makna semangat dalam meraih impian dengan cara menunjukkan jati diri yang sebenarnya.The present research is about analysis of semiotics on the song lyrics in album kamikyokutachi by AKB48. The purpose of this research is to describe the meaning of semiotics in the lyrics of the song River, JR, and Sonichi in kamikyokutachi album reviewed by Pierce’s semiotics. This qualitative research used by observing and recording technique in collecting the data and then analyzed with padan method. The results of this research on the River lyrics can be described that the decreasing of AKB48’s popularity was caused by the lack of non-sponsorship. The JR lyrics can be described that how to find a new self-confidence is trying to do something new. The Sonichi lyrics can be described that how to make a dream come true is to keep fighting and never give up. The conclusion of this research is that the three songs have the meaning of spirit in achieving the dream by showing the true identity.
1648721660D1E013047HUBUNGAN PELAYANAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN ANGGOTA KOPERASI SUSU DI KABUPATEN BOYOLALIHubungan Pelayanan dengan Tingkat Kepuasan Anggota Koperasi Susu di Kabupaten Boyolali. Lokasi penelitian di KUD Mojosongo, KUD Musuk dan KUD Cepogo, di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pelayanan koperasi meliputi kegiatan simpan pinjam, pinjaman konsentrat, inseminasi buatan, dan kesehatan hewan, mengetahui kepuasan anggota meliputi kualitas pelayanan, kecepatan, dan keramahan serta menganalisis hubungan antara pelayanan koperasi dengan tingkat kepuasan anggota koperasi di Kabupaten Boyolali. Sasaran penelitian adalah peternak sapi perah yang tergabung dalam anggota koperasi. Penelitian dilakukan dengan metode survey. Metode penetapan sampel koperasi mengunakan random sampling dengan mengambil 75% koperasi yang masih aktif. Penetapan sampel kelompok menggunakan random sampling sebanyak 4 kelompok dari setiap koperasi terpilih. Penetapan responden menggunakan random sampling yaitu sebanyak 5 orang dari setiap kelompok sehingga jumlah responden adalah 60 orang. Terdapat hubungan antara pelayanan dengan tingkat kepuasan anggota koperasi dengan Koefisien korelasi sebesar 0,445 (korelasi sedang). Service Relation with Level of Satisfaction of Members of Milk Cooperative in Boyolali District. Research location in KUD Mojosongo, KUD Musuk and KUD Cepogo, in Boyolali District, Central Java. The purpose of this research is to know the service of cooperatives include saving and loan activity, concentrate loan, artificial insemination, and animal health, knowing member's satisfaction include service quality, speed, and hospitality, and analyze the relation between cooperative service and cooperative member level in Kabupaten Boyolali. The research target is dairy farmers who are members of cooperatives. The research was conducted by survey method. Methods of determining cooperative sample using random sampling by taking 75% cooperatives that are still active. Group sampling using random sampling of 4 groups from each selected cooperative. Determination of respondents using random sampling as many as 5 people from each group so that the number of respondents is 60 people. There is relationship between service with level of member satisfaction of cooperative with correlation coefficient equal to 0,445 (medium correlation).
1648819796H1L012010RANCANG BANGUN SISTEM E-LEARNING BERBASIS WEB PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (STUDI KASUS SMPN 3 PURBALINGGA)SMP Negeri Purbalingga merupakan instansi pemerintahan yang bergerak di bidang pendidikan yang berada dibawah naungan Dinas Pendidikan yang ada di kabupaten Purbalingga. Sistem E-learning digunakan sebagai sistem pembantu kegiatan belajar mengajar. Sistem E-learning yang dibangun meliputi proses upload/download materi maupun tugas, latihan soal yang berhubungan dengan mata pelajaran dan terdapat tanya jawab (diskusi). Metode penelitian yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah metode waterfall. Metode waterfall merupakan sebuah metode pengembangan perangkat lunak dengan pendekatan sekuensial yang memiliki aktivitas rekayasa sistem dan analisis, analisis kebutuhan perangkat lunak, perancangan, pembuatan kode, pengujian, dan pemeliharaan. Metode pengambilan data menggunakan metode studi-studi kasus yang meliputi studi literatur, dimana data yang diperoleh dari berbagai buku dan media lain seperti internet sebagai referensi untuk membantu menyelesaikan permasalahan, pengumpulan data yang dilakukan menggunakan metode wawancara langsung dengan guru pengajar di SMP Negeri 3 Purbalingga sebagai pelengkap data agar lebih akurat. Hasil dari tugas akhir ini adalah sistem E-learning yang menyediakan fasilitas upload/download baik materi maupun tugas, latihan soal yang berhubungan dengan materi, dan terdapat tanya jawab untuk membantu kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 3 Purbalingga.

Kata Kunci : Sistem E-learning, metode waterfall.
SMP Negeri 3 Purbalingga is a government institution active in education sector under the Education Authorities in Purbalingga Regency. The E-Learning System is utilized as a support for teaching and learning activities. The E-Learning System encompass materials upload/download process as well as assignments, subject related exercises and a forum for answer and question (discussion). The Development method which is used is waterfall method. The Waterfall Method is a software development method with sequential approach which is consisted of system engineer and analysist, software requirement analysist, designing, code writing, testing, and maintenance. The data retrieval method utilize the method of case studies that encompass literature studies, where the data extracted from books and other media such as internet used as a reference to aid the problem solving, while some other data gathered using the method of direct interview with teachers in charged from SMP Negeri 3 Purbalingga as a complementary data for better accuracy. The result of this research is an E-Learning System that provides materials and exercises upload/download, subject related exercises, and forum for answer and question to support the teaching and learning activities in SMP Negeri 3 Purbalingga.

Keywords : E-learning system, waterfall development method.
1648919797H1L012027RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI
PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU BERBASIS WEB
DI SMP NEGERI 3 PURBALINGGA
Sistem Informasi Pendaftaran Peserta Didik Baru (SIPPDB) merupakan aplikasi yang dapat mengelola data calon peserta didik baru untuk mendaftarkan diri pada sekolah tertentu. Sistem ini dibuat agar pengolahan data siswa baru maupun pengaksesannya lebih efektif dan efisien. SMP Negeri 3 Purbalingga merupakan instansi pemerintah yang bergerak pada bidang pendidikan. Sistem Informasi Pendaftaran Peserta Didik Baru di SMP Negeri 3 Purbalingga dibuat berbasis web. Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Waterfall. Metode ini melakukan pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari level kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis, desain, coding, testing / verification, dan maintenance serta tahap demi tahap yang dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan. Hasil dari penelitian ini adalah sistem informasi PPDB yang menyediakan fasilitas ranking dalam pengurutan calon peserta didik baru berdasarkan nilai yang dimiliki dan pembagian kelas yang dapat diproses oleh sistem secara otomatis.
Kata kunci: Sistem Informasi Pendaftaran Peserta Didik Baru, berbasis web, metode waterfall
Information System of New Student Registration (SIPPDB) is an application that can be used to manage the data of new student who apply in the particular school. This system was made to facilitate the user for processing and accessing data more effectively and efficiently. SMP Negeri 3 Purbalingga is a government institution engaged in the field of education. New Student Registration Information System at SMP Negeri 3 Purbalingga is made web based. The method used for the system development in this research was Waterfall method. This method approaches systematically and in sequence order starting from the level needs of the system go to the next stage of analysis, design, coding, testing / verification, and maintenance. The result of this research is the new student registration information system which provides the ranking features in sequence to prospect new student based on the their value and new class placement of new students can also be processed by the system automatically.
1649019798H1D012034ANALISIS PENGARUH MUKA AIR TANAH TERHADAP STABILITAS LERENG (STUDI KASUS DESA DONORATI, KECAMATAN PURWOREJO, KABUPATEN PURWOREJO)ANALISIS PENGARUH MUKA AIR TANAH TERHADAP STABILITAS LERENG (STUDI KASUS DESA DONORATI, KECAMATAN PURWOREJO, KABUPATEN PURWOREJO)

Lereng pada daerah perbukitan berpotensi mengalami longsor. Longsor tersebut akan bersifat merugikan apabila lereng tersebut berada pada pemukiman warga dan mengakibatkan jatuhnya koban jiwa. Sifat tanah pada daerah lereng yang tidak stabil pada saat terkena air hujan dengan waktu relatif lama menjadi penyebab utama terjadinya bencana tanah longsor. Penelitian ini dimaksudkan untuk mempelajari pengaruh kondisi air tanah terhadap stabilitas lereng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi muka air tanah akan menyebakan menurunnya stabilitas lereng. Pada kasus di desa Donorati, pada kondisi tidak ada muka air tanah angka aman lereng adalah 0,899 (kritis). Hal ini menunjukkan bahwa pada musim kemarau kondisi lereng pada kondisi kritis. Stabilitas lereng akan turun menjadi 0,303 pada kondisi muka air tanah tinggi, yang akan terjadi pada musim penghujan. Penelitian ini dibantu dengan menggunakan aplikasi Geostudio2012.
ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF GROUNDWATER ADVANCE AGAINST THE SLOPES OF STABILITY (THE STUDY OF DONORATI VILLAGE, SUB-DISTRICT PURWOREJO, PURWOREJO CASE)

The slopes of the potentially experienced a landslide on a hilly area. The landslide will be detrimental to when the slopes are on settlements citizens and resulted in the fall of casualties. The nature of the lands on the slopes of the unstable at the time of rainwater with relatively long time exposed to be the main causes disaster landslides. Research is intended to study the influence of land water conditions against the stability of the slopes. Results show that the higher advance of groundwater will menyebakan the decline of the stability of the slopes. On the case in the village of Donorati, on the condition of the slopes is secure numbers of groundwater no face of the 0,899 (critical). This shows that in the dry season slopes conditions on a critical condition. The stability of the slope will drop to 0,303 on high ground water advance conditions, which will happen to the rainy season. The study helped by using Geostudio2012 application.
1649119799A1C012003PERSEPSI PETANI PADI TERHADAP PUPUK KANDANG PADA KAWASAN AGROPOLITAN
(Studi Kasus di Desa Kedondong, Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas)
Saat ini pemerintah Kabupaten Banyumas telah membuat program pengembangan kawasan agropolitan yaitu suatu kawasan sentra pertanian secara luas (perikanan dan peternakan) yang berada di tengah lingkungan perkotaan. Program kawasan agropolitan tersebut selain sebagai pengembangan pertanian organik juga sebagai alternatif objek wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) persepsi petani terhadap pupuk kandang di kawasan agropolitan, dan (2) faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi petani padi terhadap pupuk kandang pada kawasan agropolitan. Penelitian dilaksanakan di Kawasan Agropolitan Desa Kedondong Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas, pada bulan Desember 2016-Maret 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Penentuan responden menggunakan metode Stratified Random Sampling dengan bantuan alat ukur Likert Summated Ratings. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis korelasi Rank-Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persepsi petani terhadap pupuk kandang berkategori tidak suka dengan skor 2,94 dalam artian petani belum mau terlibat dalam pembuatan pupuk kandang dan berkelanjutan menggunakan pupuk kandang. Penggunaan pupuk tersebut masih bergantung dari subsidi pemerintah saja. Petani sudah memiliki informasi bahwa pupuk kandang sangat baik untuk digunakan, dan (2) Faktor-faktor yang berhubungan nyata dengan persepsi petani padi terhadap pupuk kandang pada kawasan agropolitan ialah pengalaman dan intensitas informasi, sedangkan faktor-faktor yang berhubungan tidak nyata adalah pendidikan, luas lahan garapan, dan sosialisasi.Currently the government of Banyumas Regency has made an agropolitan area development program that is a large area of agricultural centers (fisheries and livestock) located in the middle of urban environment. The program of the agropolitan area is in addition to the development of organic farming as an alternative tourism object. This study aims to analyze: (1) perception of farmers toward manure fertilizer in agropolitan area, and (2) factors related to perception of rice farmers toward manure fertilizer in agropolitan area. The research was conducted in Agropolitan Area of Kedondong Village, Sokaraja District, Banyumas Regency, in December 2016-March 2017. The research method used was case study. Determination of respondents using Stratified Random Sampling method with the help of Likert Summated Ratings. Data analysis used is descriptive analysis and Rank-Spearman correlation analysis. The results showed that: (1) The perception of farmers to manure fertilizer did not like categorical with the score of 2.94 in the sense that farmers have not been willing to be involved in making manure fertilizer and sustainable using manure fertilizer. The use of fertilizer is still dependent on government subsidy. The farmers already have information that the manure is very good to use, and (2) The factors that relate significantly to the perception of rice farmers on manure fertilizer in the agropolitan area is the experience and intensity of information, while the related factors are not real are education, arable land, and socialization
1649219800B2A015010Perbedaan Dosis Aluminium Sulfat (Tawas) terhadap Kualitas Spermatozoa Kauda Epididimis dan Kadar Aluminium dalam Testis Mencit
(Mus musculus) Swiss Webster

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas sistem organ reproduksi berupa berat testis, volume testis dan berat epididimis; kualitas spermatozoa meliputi konsentrasi, viabilitas, motilitas, dan morfologi spermatozoa; dan akumulasi aluminium pada testis mencit setelah pemberian dosis aluminium sulfat dosis berbeda, yaitu 0, 122,5, 245 dan 490 mg/kg bb selama 45 hari yang diberikan secara oral melalui sondasi selama 45 hari. Tujuan berikutnya adalah untuk mengevaluasi korelasi antara dosis aluminium sulfat dengan masing-masing variabel, serta untuk mengevaluasi dosis aluminium sulfat yang paling berpengaruh dalam menurunkan berat dan volume testis, berat epididimis, konsentrasi, viabilitas, motilitas, dan morfologi spermatozoa kauda epididimis dan meningkatan kadar aluminium pada testis mencit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aluminium sulfat tidak secara signifikan (p>0,05) menurunkan berat testis, volume testis, berat epididimis, konsentrasi dan viabilitas spermatozoa, akan tetapi secara signifikan (p<0,05) menurunkan motilitas spermatozoa pada dosis 245 dan 490 mg/kg bb serta menurunkan proporsi spermatozoa dengan morfologi normal pada dosis 490 mg/kg bb. Pemberian aluminium sulfat selama 45 hari tidak meningkatkan kadar aluminium dalam testis mencit. Penurunan motilitas dan proporsi spermatozoa dengan morfologi normal berbanding terbalik dengan dosis aluminium sulfat masing-masing dengan nilai r=-0,034 dan r=-457. Aluminium sulfat dosis kurang dari 245 mg/kg bb masih aman untuk kesehatan reproduksi mencit jantan. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan aluminium sulfat dalam pengolahan makanan ataupun air minum masih aman bagi kesehatan reproduksi manusia.This study designated to evaluate the quality of reproductive organs system in the form of testicular weight, testicular volume and weight of epididymis; quality of spermatozoa include concentration, viability, motility, and morphology of spermatozoa; and aluminum accumulation in mice testis after administration of different aluminum sulfate dose, i.e., 0, 122,5, 245 and 490 mg/kg bb for 45 days were orally administrated using feeding tube through oral route for 45 days. The next objective is to evaluate the correlation between the doses of aluminum sulfate with each variable, as well as to assess the most influential doses of aluminum sulfate in reducing testicular weight and volume, epididymal weight, concentration, viability, motility, and morphology of cauda epididymal spermatozoa and increasing aluminum levels in testes Mice. The results showed that aluminum sulfate did not significantly (p>0.05) decrease testicular weight, testicular volume, epididymal weight, concentration and viability of spermatozoa, but significantly (p<0.05) decreased spermatozoa motility at doses of 245 and 490 mg/kg bw and reduce the proportion of spermatozoa with normal morphology at 490 mg/kg bw. The decrease of motility and percentage of spermatozoa with normal morphology is inversely proportional to the dose of aluminum sulfate each with the value of r = -0.034 and r = -457. Administration of aluminum sulfate for 45 days did not increase aluminum levels in the testes of mice. The use of aluminum sulfate in food processing or drinking water is still safe for human reproductive health
1649321366G1B014063PERBEDAAN EFEKTIVITAS AERASI DAN FILTRASI DALAM MENURUNKAN KADAR BESI (Fe)
PADA AIR SUMUR
Latar Belakang: Kadar besi (Fe) pada air sumur perlu diturunkan untuk menghindari dampak buruk pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Aerasi menggunakan tray aerator dan filtrasi menggunakan media zeolit mampu menurunkan kadar Fe pada air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas aerasi dan filtrasi dalam menurunkan kadar Fe pada air sumur.

Metodologi: Penelitian quasi experiment ini menggunakan the nonequivalent control group design dengan rancangan acak lengkap (RAL). Populasi penelitian ini adalah air sumur yang mengandung kadar Fe lebih dari 1 mg/l. Sampel penelitian diambil dari salah satu air sumur yang mengandung kadar Fe lebih dari 1 mg/l. Penelitian ini menggunakan tray aerator tingkat 6 dan filtrasi menggunakan media zeolit dengan ketebalan 80 cm. Terdapat tiga jenis perlakuan yaitu tray aerator tingkat 6, filtrasi menggunakan media zeolit dan tanpa perlakuan (kontrol). Pengulangan masing-masing perlakuan sebanyak 9 kali. Uji statistik menggunakan uji Kruskall Wallis, uji Mann Whitney, dan uji One Sample t-Test.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan efektivitas penurunan kadar Fe air sumur yang berbeda pada masing-masing perlakuan dibandingkan dengan kontrol, yaitu: tray aerator 64,69% dan filtrasi menggunakan media zeolit 77,16%.

Kesimpulan: Filtrasi menggunakan media zeolit paling efektif dalam menurunkan kadar Fe pada air sumur dengan efektivitas sebesar 77,16%.
Background: iron (Fe) levels in the well water needs to be reduced to prevent the cause of environmental damage and public health. Aeration using tray aerator and filtration using media of zeolites can reduce the Fe levels. This research aimed at identifying the effectivity difference of aeration and filtration in reducing the Fe levels in the well water.

Methods: this was a quasi experimental study using the nonequivalent control group design with a completely randomized design (CRD). Population of this research was the well water containing Fe levels more than 1 mg/l. Sample of this research was one of the wells with containing Fe levels more than 1 mg/l. This research use tray aerator with 6 stages, filtration with zeolites media (the thickness of medium was 80 cm), and one control. The repetition of each treatment was 9 times. Data for analyze using a Kruskall Wallis test, Mann Whitney test, and One Sample t-Test.

Results: there were any differences in the effectivity of each treatment, compare to control in decreasing the Fe levels in the well water namely; tray aerator 64,69%, and filtration with zeolites media 77,16%.

Conclusion: filtration with zeolites media was the most effective treatment in reducing the Fe levels in the well water with the effectivity level was equal to 77,16%.
1649419801F1D011047STRATEGI PEMENANGAN PASANGAN TATTO S PAMUDJI-SYAMSUL PADA PILKADA KABUPATEN CILACAP TAHUN 2017Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana strategi pemenangan pasangan Tatto Syamsul pada Pilkada Kabupaten Cilacap tahun 2017. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam dan dokumentasi untuk mendukung analisis dan interpretasi data. Pemilihan informan menggunakan teknik snowball sampling dengan memilih informan berdasarkan rekomendasi informan kunci. Penelitian ini menggunakan analisis data interaktif, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi sebagai tinjauan ulang pada catatan lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemenangan yang digunakan pasangan Tatto-Syamsul dalam Pilkada Kabupaten Cilacap tersebut melalui beberapa cara. Pertama, melalui pola rekruitmen pasangan Tatto-Syamsul yang dihasilkan dari mekanisme pencalonan di dalam Partai Golkar. Kedua, pembentukan dan konsolidasi tim sukses pemenangan yang terdiri dari Partai Golkar, PAN, PKB dan Demokrat yang menjadi kekuatan utama. Ketiga, popularitas Incumbent Tatto khususnya di dalam masyarakat. Keempat, strategi penguasaan medan melalui segmentasi pemilih. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa kuatnya figur incumbent dari berbagai keberhasilan yang telah diraih terutama pada masa kepemimpinannya merupakan strategi yang sangat berpengaruh pada strategi pemenangan.
The purpose of this research are (1) to describe how strategy of Tatto S Pamudji-Syamsul victory in Cilacap Pilkada (general election in regency) 2017. This study used a qualitative method with case study. Collecting data in this study using the of in-depth interviews and documentation to support the analysis and interpretation of data. Selection of informants in this study using snowball sampling to select informants based on key informants. The data analysis of this study consisted of three things, namely data reduction, data presentation, and conclusion or verification as a review of the record field.
The result of this research shows that the strategy of Tatto-Syamsul victory in Cilacap Pilkada 2017 uses some ways. The first is by recruitment pattern of Tatto-Syamsul that come from nomination mechanism of Golkar Party. The second is by making success team and consolidation between Golkar, PAN, PKB, and Demokrat which are the most important power. The third is by using incumbent popularity Tatto in the people. And the last is strategy wins through segmentation voters. The conclusions drawn from this study are the strong incumbent figures of the various achievements that have been achieved during his leadership Strategy Strategy that is very influential on winning strategy.
1649521551A1L013144RESPON FISIOLOGIS, PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK HAYATI MIKORIZA-TRICHODERMA DAN PUPUK N, P, K PADA TANAH ULTISOLPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk hayati Mikoriza-Trichoderma yang memberikan respon terbaik terhadap fisiologis, pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Mengetahui penggunaan dosis pupuk N, P, K yang memberikan respon terbaik terhadap fisiologis, pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Mengetahui kombinasi perlakuan yang baik antara Mikoriza-Trichoderma dan pupuk N, P, K terhadap fisiologis, pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Mengetahui hubungan antara karakter fisiologis dan pertumbuhan terhadap hasil.Penelitian dilaksanakan di bulan Mare sampai dengan Mei 2017 di screen house fakultas pertanian UNSOED, Purwokerto dengan ketinggian tempat ±110 meter di atas permukaan laut. Percobaan ini menggunakan perlakuan faktorial yang terdiri dari dua faktor dan tiga ulangan dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap. Faktor pertama adalah pupuk mikoriza-trichoderma dengan 3 taraf yaitu 10g mikoriza-0g trichoderma, 20g mikoriza–10 g trichoderma, 30g mikoriza-20 g trichoderma dan faktor kedua dosis pupuk N, P, K yaitu tanpa pupuk N, P, K 50% (dari dosis rekomendasi), 100% (dari dosis rekomendasi). Variabel yang diamati adalah jumlah daun, luas daun, , bobot akar segar, bobot akar kering, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, , kandungan klorofil, jumlah stomata, lebar bukaan stomata. Hasil penelitian bahwa pemberian Trichoderma pada pupuk hayati Mikoriza menghasilkan variabel fisiologis dan variabel pertumbuhan yang tidak berbeda, akan tetapi menghasilkan variabel lebar bukaan stomata dan bobot tanaman segar yang berbeda. Pemberian pupuk N, P, K dengan dosis 50 dan 100 % dari rekomendasi atau tanpa pemberian pupuk N, P, K tidak berbeda pada variabel fisiologis, pertumbuhan, dan hasil. Pemberian pupuk hayati Mikoriza dan tanpa pupuk N, P, K memberikan hasil yang tidak berbeda pada variabel kandungan klorofil, jumlah stomata, jumlah daun, luas daun, bobot akar segar, bobot akar kering, bobot tanaman kering. Ada korelasi yang positif antara variabel fisiologis dengan variabel pertumbuhan luas daun. Sementara pada variabel pertumbuhan dan variabel hasil berkorelasi negatif terhadap variabel fisiologis.The research was aimed to understand Mycorrhiza-Trichoderma biofertilizer doses provide the good for physiology, growth, and yields responses. Understand NPK fertilizer doses provide the good for physiology, growth, and yields responses. Understand the best treatment combinations between Mycorrhiza-Trichoderma and NPK fertilizer toward physiology, growth, and yields responses. Understand correlation between physiology’s character and growth to yields. The research was started from March until May 2017 in the screen house of UNSOED agricultural faculty, Purwokerto with the altitude of ± 110 meters above sea level. This experiment used factorial treatment consist of two factors and three replications with Randomized completely Block Design. The first factor is mycorrhizal-trichoderma biofertilizer with three levels is that 10g mycorrhizal-0g trichoderma, 20g mycorrhizal-10g trichoderma, 30g mycorrhizal-20g trichoderma and the second factor use without N, P, K fertilizer ,50% (of recommended doses),100% (of recommended doses). The variables observed were leaf number, leaf area, root length, fresh root weight, dry root weight, fresh plant weight, plant dry weight, number of chlorophyll, stomata amount, stomatal opening width. Results showed that the application of Trichoderma on Mycorrhiza biofertilizer didn’t gave significant different on chlorophyll’s content, number of stomata, number of leaves, leaf area, fresh root weight, dry root weight, and dry plant weight, but gave different result on stomatal aperture’s width and fresh plant weight variables. Application of NPK fertilizer with 50 and 100% recommended doses or without NPK fertilizer didn’t gavew significant different on physiology, growth, and yield variables. Application of Mycorrhiza biofertilizer without using NPK fertilizer gave no significant different on chlorophyll’s content, number of stomata, number of leaves, leaf area, fresh root weight, dry root weight, and dry plant weight variables. There is positive correlation between physiology variable and leaf area variabel. While on growth variable and yield variable have negative correlation toward physiology variable.
1649621661A1M012079EVALUASI PENERAPAN GMP (GOOD MANUFACTURING PRACTICES) PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA SAMBAL PECEL
GAMPING – SLEMAN, YOGYAKARTA
Industri rumah tangga yang saat ini sedang dikembangkan salah satunya adalah industri sambal pecel. Agar menghasilkan sambal pecel dengan kualitas terbaik perluh dilakukan pendampingan serta penelitian evaluasi penerapan GMP (Good Manufacturing Practices) yang dapat memperbaiki mutu sambal pecel dan menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan dan bersaing bebas, selain itu juga mengetahui faktor-faktor penghambat dalam penerapan GMP pada industri rumah tangga sambal pecel Gamping-Sleman, Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengevaluasi kondisi pada industri rumah tangga sambal pecel Gamping-Sleman, Yogyakarta terkait penerapan GMP sesuai standar, 2) Mengevaluasi tingkat penerapan GMP pada salah satu industri rumah tangga sambal pecel Gamping -Sleman, Yogyakarta, 3) Merumuskan konsep GMP yang digunakan dan solusi untuk permasalahan pada setiap aspek GMP. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu industri rumah tangga Sambal Pecel Gamping-Sleman, Yogyakarta yang terletak di Gamping Kecamatan Sleman Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif berdasarkan Peraturan Kepala Badan Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor PHK.03.1.23.04.12.2206 Tahun 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal industri rumah tangga sambal pecel Gamping-Sleman, Yogyakarta secara keseluruhan penilaian standar penerapan GMP rata-rata masih berada pada kategori kurang memenuhi, karena masih banyaknya parameter penilaian yang memiliki nilai dibawa standar yang ditetapkan. Tingkat penerapan GMP di industri rumah tangga sambal pecel Gamping-Sleman, Yogyakarta secara keseluruhan terdapat ketidaksesuaian yaitu ketidaksesuaian minor yang berjumlah = 1, ketidaksesuaian mayor yang berjumlah = 1, ketidaksesuaian serius yang berjumlah = 9 dan ketidaksesuian kritis yang berjumlah = 8. Konsep GMP telah diterapkan di industri rumah tangga sambal pecel Gamping-Sleman, Yogyakarta pada masing-masing aspek saranan produksi industri rumah tangga yang sesuai dengan syarat penerapan GMP sehingga keamanan produk sambal pecel lebih terjamin.Household industries currently being developed, one of them is pecel sauce industry. In order to produce the best quality of pecel sauce is done by facilitation as well as the evaluation research of GMP (Good Manufacturing Practices) implementation that can be improve the quality of pecel sauce and produce the products in accordance with the established standard and compete freely, but also to know the inhibiting factors for GMP application in household pecel sauce, Gamping-Sleman, Yogyakarta. The aims of this research are 1) Evaluate condition of pecel sauce industry in Gamping-Sleman, Yogyakarta regarding the implementation of GMP according to the standard, 2) Evaluate level of GMP application to one of the pecel sauce household industry in Gamping -Sleman, Yogyakarta, 3) Formulate of concept GMP and solutions to problems for each aspects of GMP. This research was conducted in one of pecel sauce industry located in Gamping, Sleman, Yogyakarta. This research used qualitative descriptive research method based on Head of Food and Drug Administration Republic of Indonesia No. PHK.03.1.23.04.12.2206-2012. The result of this research shows that the initial condition of pecel sauce industry in Gamping-Sleman, Yogyakarta for overall the standard assessment of GMP application average on still in the less meet category, because there are still many assessment parameters that have values below the standard set. Level of GMP application in pecel sauce industry in Gamping-Sleman, Yogyakarta for overall there are mismatches that are minor inconsistencies = 1, major inconsistencies = 1, major non-conformities = 9, and critical disagreements totaling = 8. The concept of GMP has been applied in household industries pecel sauce in Gamping-Sleman, Yogyakarta for each aspects of household production in accordance with GMP requirements so that the safety of pecel sauce product is more assured
1649719802F1B013068kinerja Badan Usaha Milik Desa di Desa Kalisari Kecamatan CIlongok Kabupaten BanyumasPada tahun 2015, seluruh desa di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas mendirikan BUMDes, namun Desa Kalisari dan Desa Pernasidi sudah memiliki BUMDes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan Kinerja BUMDes di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan accidental sampling. Teknik pengumpulan data berdasarkan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan kinerja BUMDes di Desa Kalisari belum optimal. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa BUMDes di Desa Kalisari dalam pengelolaannya belum maksimal baik dari aspek input, process, output, outcome, dan benefit. Saran dalam penelitian ini yakni perlu adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia, sarana dan prasarana, anggaran, pengawasan, dan manajerial.Since 2015, all village in Cilongok District, Banyumas Regency established BUMDes, but Kalisari Village and Pernasidi Village already have BUMDes. This research aim to know and discribe BUMDes perfomance in Kalisari Village, Cilongok District, Banyumas Regency. This research use Qualitative method. The technique of selection use purposive and accidental sampling. Data collection is based on interview, observation, and documentation. The result shows that the perfomance of BUMDes in Kalisari Village is not optimal. The conclution of this research is that the management BUMDes of Kalisari Village is not good from some aspects such as input, process, output, outcome, and benefit. Suggestion in this research is to increase the quality of human resource, infrastructure, budgetting, controlling, and managerial.
1649819803A1C010106ANALISIS FINANSIAL USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PETELUR MENGGUNAKAN METODE SIMULASI MONTE CARLO (Studi Kasus pada CV. Sawung Sari Kabupaten Banyumas)CV. Sawung Sari yang berada di Desa Gandatapa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas adalah usaha yang peternakan ayam ras petelur. CV. Sawung Sari yang memulai usahanya pada tahun 2005 dan tetap bertahan sampai sekarang. Usaha utama CV. Sawung Sari adalah produksi dan penjualan telur konsumsi, penjualan ayam afkir dan penjualan pupuk. Penilaian aspek finansial diperlukan untuk melihat perkembangan kondisi usaha saat ini maupun di masa mendatang. Penelitian Simulasi Finansial Usaha Ayam Ras Petelur Pada CV. Sawung Sari Di Desa Gandatapa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas bertujuan: (1) Mengetahui struktur biaya dan pendapatan usaha ayam ras petelur pada CV. Sawung Sari (2) Mengetahui probabilitas CV. Sawung Sari dalam memperoleh keuntungan terhadap perubahan harga pakan, harga jual telur, produksi telur retak, mortalitas, dan produksi telur utuh (3) Mengetahui kelayakan finansial usaha ayam ras petelur pada CV. Sawung Sari. Pengambilan data dilakukan pada bulan Januari hingga Juli 2017. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis R/C, analisis Break Event Point dan simulasi monte carlo. Hasil penelitian dengan menggunakan model deterministik menunjukkan bahwa (1) total biaya produksi sebesar Rp700.115.330,00, pendapatan bersih sebesar Rp118.262.670,00, R/C ratio sebesar 1,17, Break Event Point produksi sebesar 30.621,54 Kg, Break Event Point harga sebesar Rp16.409,00. Hasil simulasi menggunakan model stokastik menunjukan bahwa (2) probabilitas CV. Sawung Sari untuk memperoleh keuntungan setiap bulannya adalah sebesar 51 persen dengan rincian laba rata-rata sebesar Rp10.143.291,00, laba minimal sebesar Rp610.475,00 per bulan dan laba maksimal sebesar Rp31.796.338,00 per bulan (3) usaha ayam ras petelur pada CV. Sawung Sari layak untuk diusahakan dan memiliki potensi untuk dikembangkan mengingat hasil perhitungan penerimaan dan laba melalui simulasi monte carlo memiliki nilai yang lebih besar dari hasil perhitungan penerimaan dan laba melalui metode deterministik.CV. Sawung Sari located in Gandatapa Village, Sumbang Sub-district, Banyumas Regency, is a breeding business of laying chicken. CV. Sawung Sari started his business in 2005 and still survive until now. The main business CV. Sawung Sari is the production and sale of consumption eggs, chicken sales of rejects and the sale of fertilizers. A financial aspect assessment is required to review current and future business developments. Financial Simulation Research of Laying chicken at CV. Sawung Sari In Gandatapa Village, Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency aims to: (1) Know the cost structure and business income of laying chicken on CV. Sawung Sari (2) Knowing the probability of CV. Sawung Sari in making a profit on the change of feed price, egg selling price, cracked egg production, mortality, and whole egg production (3) Knowing the financial feasibility of laying chicken business at CV. Sawung Sari. Data were collected from January to July 2017. Data analysis used was cost and revenue analysis, R / C analysis, Break Event Point analysis and monte carlo simulation. The result of research using deterministic model shows that (1) total production cost is Rp700.115.330,00, net income is Rp118.262.670,00, R / C ratio is 1.17, Break Event Point production is 30.621,54 Kg, Break Event Point price of Rp16.409,00. The simulation result using stochastic model shows that (2) probability CV. Sawung Sari to earn a profit every month is 51 percent with details of average profit of Rp10.143.291,00, minimum profit of Rp610.475,00 per month and maximum profit of Rp31.796.338,00 per month (3) business of chicken Laying race on CV. Sawung Sari feasible to cultivate and have the potential to be developed considering the results of the calculation of acceptance and profit through simulation of monte carlo has a greater value than the calculation of income and profit through deterministic method.
1649919804C1A013074FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAGING AYAM BROILER PADA RUMAH TANGGA DI KOTA PURWOKERTODaging ayam broiler merupakan salah satu sumber protein hewani dengan harga yang relatif terjangkau dan mudah diperoleh. Permintaan daging ayam broiler di Kota Purwokerto mengalami peningkatan dari tahun 2013 hingga 2015. Hal tersebut disebabkan oleh jumlah penduduk yang bertambah setiap tahunnya dan juga upah minimum masyarakat Kota Purwokerto yang meningkat setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh simultan dan parsial variabel harga daging ayam broiler, harga daging ayam kampung, harga telur ayam negeri, harga ikan lele, pendapatan rumah tangga dan jumlah anggota keluarga terhadap permintaan daging ayam broiler di Kota Purwokerto, serta variabel mana yang paling berpengaruh terhadap permintaan daging ayam broiler di Kota Purwokerto. Berdasarkan hasil analisis regresi dinyatakan bahwa secara simultan variabel harga daging ayam broiler, harga daging ayam kampung, harga telur ayam negeri, harga ikan lele, pendapatan rumah tangga dan jumlah anggota rumah tangga secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap permintaan daging ayam broiler pada rumah tangga di Kota Purwokerto. Secara parsial, harga daging ayam broiler berpengaruh negatif dan signifikan, harga telur ayam negeri berpengaruh positif dan signifikan, harga ikan lele berpengaruh positif dan signifikan, pendapatan rumah tangga berpengaruh positif dan signifikan, jumlah anggota keluarga berpengaruh positif dan signifikan, serta harga daging ayam kampung tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan daging ayam broiler di Kota Purwokerto. Dari keenam variabel yang paling berpegaruh adalah harga daging ayam broiler.Broiler meat is one of animal protein with a relatively affordable and easily obtained. The demand for broiler chicken meat in Purwokerto City has increased from 2013 to 2015. This is due to the growing number of people every year and also the minimum wage of Purwokerto City which increases every year. The purpose of this study is to determine the effect of simultaneous and partial variables of broiler prices, the price of chicken meat, the price of chicken eggs, the price of catfish, household income and the number of family members to the demand of broiler chicken in Purwokerto, and which variable is most influential on the demand of broiler chicken meat in the city of Purwokerto. Based on the results of regression analysis, simultaneously, variable price of broiler chicken meat, price of chicken meat, price of chicken eggs, catfish prices, household income and number of household members together significantly influence the demand of broiler chicken meat in household in Purwokerto City. Partially, the price of broiler chicken has negative and significant effect, the price of chicken egg has positive and significant influence, the price of catfish have positive and significant effect, the household income has positive and significant influence, the number of family member has positive and significant influence, and the price of chicken meat has no significant effect on the demand of broiler chicken meat in Purwokerto City. The most influential variable is the price of broiler chicken meat.
1650019805E1A113051EKSEPSI TENTANG KOMPETENSI ABSOLUT DALAM PEMBATALAN SERTIFIKAT HAK MILIK ATAS TANAH (SUATU STUDI TERHADAP PUTUSAN NOMOR 97/PDT.G/2015/PN.YYK)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim yang mengabulkan eksepsi tentang kompetensi absolut dalam pembatalan sertifikat hak milik atas tanah pada putusan nomor 97/Pdt.G/2015/PN.Yyk serta mengetahui bagaimana akibat hukum terhadap para pihak dalam putusan nomor 97/Pdt.G/2015/PN.Yyk.Gugatan yang diajukan oleh Para Penggugat dinyatakan tidak dapat diterima oleh hakim karena gugatan tercebut mengandung cacat formil yaitu gugatan tersebut diluar kompetensi absolut dari Pengadilan Negeri.
Metode Pendekatan penelitian ini adalah yuridis normatif, Hasil penelitian yang diperoleh, yakni hakim menyatakan gugatan tersebut tidak dapat diterima dalam Putusan Nomor 97/Pdt.G/2015/PN.Yyk karena gugatan yang diajukan oleh Penggugat telah melanggar kompetensi absolut dari Pengadilan Negeri. Putusan hakim tersebut didasarkan pada Yurisprudensi Mahkamah Agung RI Nomor: 1974K/PDT/2001 yang menyatakan peralihan hak atas tanah dinyatakan cacat hukum karena pemalsuan tanda-tangan sehingga batal demi hukum jual beli tanah harus dibuktikan melalui pemeriksaan dari laboratorium kriminologi atau ada putusan pidana yang menyatakan tandatangan dipalsukan. Akibat hukum bagi para pihak terhadap dari putusan Nomor 97/Pdt.G/2015/PN.Yyk yang menyatakan gugatan tidak dapat diterima adalah hubungan hukum antara Penggugat dan Para Tergugat dalam perkara a quo kembali pada keadaan semula sebelum adanya gugatan. Upaya hukum yang dapat dilakukan oleh Penggugat berhak untuk mengajukan gugatan baru ke pengadilan tata usaha negara atau penggugat dapat mengajukan upaya hukum banding.
Kata kunci : eksepsi, kompetensi absolut, sertifikat hak milik
AN EXCEPTION OF ABSOLUTE COMPETENCE IN THE CANCELLATION OF LAND TITLE CERTIFICATES ( A STUDY ON A JURIDICAL VERDICT NUMBER : 97 / PDT.G / 2015 / PN.YYK)
This study aims to determine the judge's legal considerations that accept the exception of absolute competence in the cancellation of land title certificates in verdict Number 97 / Pdt.G/2015/PN.Yyk and also to know how the legal effect on the parties in verdict number 97 / Pdt.G/2015/PN.Yyk. The lawsuit filed by the Plaintiffs is deemed unacceptable by the judge because the lawsuit contains a formal defect, namely the claim is beyond the absolute competence of the District Court.
The approach method of this research is normative juridical. The result of this research is that the judge stated that the lawsuit can not be accepted in verdict Number 97/Pdt.G/2015/PN.Yyk because the lawsuit filed by the Plaintiff has contravened the absolute competence of the District Court. The verdict is based on the jurisprudence of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number: 1974K/PDT/2001 stating that the transfer of land rights is deemed legally flawed due to forgery of signatures so void by law of the sale and purchase of land must be proven by examination from the criminology laboratory or there is a criminal verdict stating signature forged. The legal consequences for the parties of the verdict Number 97 /Pdt.G/2015/PN.Yyk which states the lawsuit is unacceptable is the legal relationship between the Plaintiff and the Defendants in the a quo case back to the original state before the lawsuit. The legal remedy that can be made by the Plaintiff is entitled to file a new lawsuit to the civil court of justice or the plaintiff may file an appeal lawsuit.
Keywords: exception, absolute competence, land title certificates