Artikelilmiahs

Menampilkan 16.461-16.480 dari 49.971 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1646121766H1B013057PENENTUAN SOLUSI HOSOYA TRIANGLEHosoya Triangle didefinisikan secara rekursif sebagai penjumlahan dari dua bilangan di atasnya. Skripsi ini mengkaji tentang pendefinisian Hosoya Triangle yang melibatkan bilangan Fibonacci dan penentuan solusi Hosoya Triangle dengan menggunakan fungsi pembangkit biasa. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa nilai tengah dari Hosoya Triangle merupakan barisan bilangan Fibonacci yang dikuadratkan. Selain itu, solusi Hosoya Triangle digunakan untuk menentukan bilangan Hosoya Triangle tanpa mengetahui bilangan di atasnya.The Hosoya Triangle is defined recursively as the sum of the two numbers above it. This research examines the definition of Hosoya Triangle which involve Fibonacci numbers and determine the solution of the Hosoya Triangle using the ordinary generating function. From the results of the research, the middle value of the Hosoya Triangle was obtained, which is the square of Fibonacci numbers sequence. In addition, the Hosoya Triangle solution is used to determine the Hosoya Triangle number without knowing the number above it.
1646219775E1A113010KEDUDUKAN MEDIATOR DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERDATA (Suatu Studi Terhadap Putusan Nomor.12/Pdt.G/2016/Pn.Pwt.)Mediasi adalah cara penyelesaian sengketa melalui proses perundingan untuk memperoleh kesepakatan Para Pihak dengan dibantu oleh Mediator, dalam penyelesaian sengketa melalui mediasi, terdapat pihak ketiga yang bertugas menjadi penengah yang bersifat netral dari para pihak yang bersengketa atau yang biasa disebut sebagai mediator yang bertugas membantu para pihak untuk berkomunikasi dengan baik saat mengemukakan kepentingan kedua belah pihak, serta mediator juga berusaha untuk meningkatkan proses dari pembuatan kesepakatan.

Pada mediasi dalam perkara Nomor 12/Pdt.G/2016/Pn.Pwt yang pada persidangan, antara Penggugat dan Tergugat telah sepakat untuk menyelesaikan permasalahan secara damai melalui mediasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Perma Nomor 1 Tahun 2016 mengenai kedudukan mediator dalam penyelesaian sengketa tersebut sudah sesuai dengan Perma Nomor 1 Tahun 2016 atau belum sesuai dengan Perma, serta akibat hukum yang ditimbulkan jika para pihak tidak melaksanakan akta perdamaian.

Penelitian ini merupakan penelitian hukum kualitatif dengan metode penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh dari bahan pustaka, browsing dan wawancara. Data yang terkumpul akan dianalisa menggunakan metode analisis data normatif kualitatif.

Kedudukan mediator dalam penyelesaian sengketa pada perkara Nomor 12/Pdt.G/2016/Pn.Pwt mediator melakukan dua fungsi yaitu sebagai seorang mediator yang menjadi fasilitator para pihak dalam mencapai perdamaian dan juga sekaligus sebagai salah satu dari Hakim Pemeriksa Perkara yang berhak memutus sebuah perkara dan akibat hukum dari putusan/akta perdamaian tersebut adalah sejak disepakati serta ditandatanganinya akta perdamaian tersebut maka berlaku sebagai Undang-Undang bagi para pihak yang membuatnya, para pihak harus wajib memenuhi dan mentaati akta perdamaian, karena akta tersebut mempunyai kekuatan eksekutorial, apabila tidak dilaksanakan maka dapat di eksekusi dengan mengajukan permohonan ke Pengadilan Negeri.

Pembentukan lembaga pelaksanaan pelatihan dan pendidikan menjadi mediator di daerah juga perlu di pertimbangkan oleh Mahkamah Agung mengingat keterbatasan tenaga mediator yang professional, perdamaian harus dibuat dalam bentuk tertulis sesuai dengan ketentuan Pasal 1851 KuhPerdata.

Kata Kunci : Mediasi, Akta Perdamaian, Eksekusi.
Mediation is a means of dispute settlement through negotiation process to obtain agreement of Parties assisted by Mediator, in mediation dispute settlement, there is a third party who is assigned to be a neutral mediator of the disputing parties or commonly referred to as a mediator who is responsible for assisting the parties to communicate well when expressing the interests of both parties, as well as the mediator also seeks to improve the process of making the deal.
In mediation in case No. 12 / Pdt.G / 2016 / Pn.Pwt which, during the trial, between the Plaintiff and the Defendant have agreed to settle the matter peacefully through mediation. The purpose of this research is to know the application of Perma Number 1 Year 2016 concerning the position of mediator in the settlement of the dispute is in accordance with the Regulation Number 1 Year 2016 or not in accordance with the Perma, and the legal consequences if the parties do not implement the peace deed.
This research is a qualitative law research with descriptive normative law research method. The data used are secondary data that is data obtained from library materials, browsing and interview. The collected data will be analyzed using normative qualitative data analysis method.
The mediator's position in the settlement of disputes in the case Number 12 / Pdt.G / 2016 / Pn.Pwt mediator performs two functions namely as a mediator who becomes the facilitator of the parties in achieving peace and also as well as one of the Judge of the Case Review who is entitled to decide a case and the legal consequences of such a peace ruling are that since the agreement is signed and the signing of the peace deed is valid as the Act for the parties making it, the parties shall comply and obey the deed of peace, because the deed has executorial power, if it is not implemented then can be executed by applying to the District Court.
The establishment of training and education implementation institutions to be mediators in the regions should also be considered by the Supreme Court considering the limitations of professional mediators, peace must be made in writing in accordance with the provisions of Article 1851 KuhPerdata.
Keywords: Mediation, Deed of Peace, Execution.
1646319777F2A015013MANAJEMEN BISNIS PEMERINTAH DESA
(Studi Kasus BUM Desa di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga dan Desa Pernasidi Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas)
Manajemen bisnis pemerintah desa melalui BUM Desa merupakan cerminan dari penerapan paradigma New Publik Manajemen. Bisnis pemerintah desa dilakukan dengan menerapkan teknik, nilai dan prinsip bisnis. Tujuan dari BUM Desa adalah meningkatkan pendapatan asli desa dan perekonomian desa. Penerapan prinsip bisnis pemerintah diperlukan dalam pengelolan BUM Desa untuk mencapai tujuan. Perbedaan keberhasilan pengelolaan BUM Desa dipicu oleh adanya perbedaan penerapan prinsip-prinsip bisnis pemerintah yang terdiri dari aspek business plan, permodalan, akuntabilitas, transparansi, pelaporan, akuntansi perusahaan dan sistem penggajian. Penelitian ini terfokus pada penerapan prinsip–prinsip bisnis pemerintah dalam pengelolaan BUM Desa. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan mengetahui bagaimana penerapan prinsip-prinsip bisnis dalam pengelolaan BUM Desa untuk meningkatkan PADes dan perekonomian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian ini akan dilakukan pada BUM Desa di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga dan Desa Pernasidi Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan manajemen bisnis pemerintah desa dipengaruhi oleh perencanaan partisipatif, pemberdayaan masyarakat, social awareness, trust building, modal sosial, professional manager, komitmen, inovasi, penguatan kapasitas bisnis, kontrol, akuntabilitas, transparansi, resposibilitas dan keadilan.Government business management through Village-Owned Enterprise is a reflection of the application of new public management paradigm. Village government business is done by applying the techniques, values and business principles. The purpose of Village-Owned Enterprise is to increase the Own-Source Revenue and village economy. The application of government business principle is needed in managing Village-Owned Enterprise to achieve the goals. The difference in the successful of Village-Owned Enterprise management caused by differences in applying government business principles. The business principle consists of business plan, capital, accountability, transparency, reporting, corporate accounting and salary system. This research focuses on applying the government business principles in managing Village-Owned Enterprise. The purpose of this study is to analyze and investigate how the application of business principles in managing Village-Owned Enterprise to improve Own-Source Revenue and village economy. The research method is qualitative method. This research is done in BUM Desa in Serang Village, Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency and Pernasidi Village, Cilongok Subdistrict, Banyumas Regency. The data collections are using interviews, observation and documentation. Data analysis method of this study is interactive data analysis. The research findings show that the success village government business management is influenced by the participatory planning, community empowerment, social awareness, trust building, social capital, professional manager, commitment, innovation, business capacity strengthening, control, accountability, transparency, responsibility and fairness.
1646419778D1E013021PERBANDINGAN PANJANG BADAN, LINGKAR DADA DAN TINGGI PUNDAK ANTARA KAMBING PERANAKAN ETTAWA JANTAN MUDA KECAMATAN KALIGESING DENGAN KECAMATAN GUMELARPenelitian bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari perbandingan ukuran panjang badan, lingkar dada dan tinggi pundak antara kambing Peranakan Ettawa (PE) jantan muda di Kecamatan Kaligesing dengan Kecamatan Gumelar. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kambing Peranakan Ettawa muda berumur 8–12 bulan dengan jenis kelamin jantan sebanyak 86 ekor (51 ekor di Kecamatan Kaligesing dan 35 ekor di Kecamatan Gumelar). Metode penelitian yang digunakan penelitian survei penetapan sampel dengan purposive sampling dan snowball. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan ukuran tubuh panjang badan dan lingkar dada (p < 0,05) antara kambing PE jantan muda di Kecamatan Kaligesing dengan Kecamatan Gumelar, sedangkan ukuran tinggi pundak tidak terdapat perbedaan. Ukuran panjang badan, lingkar dada dan tinggi pundak kambing PE jantan muda umur 8-12 bulan di Kecamatan Kaligesing secara umum lebih tinggi dibandingkan dengan Kecamatan Gumelar. Perbedaan tersebut dikarenakan faktor lingkungan, faktor genetik dan manajemen pemeliharaan di Kecamatan Kaligesing lebih baik dibandingkan di Kecamatan Gumelar.The study aimed to find out and study the comparation of body length, girth and shoulder height between Ettawa offspring young male goats in the District of Kaligesing with District of Gumelar. The material used in this study was the young Ettawa offspring goat aged 8-12 months with the male sex of 86 heads (51 heads in District of Kaligesing and 35 heads in District of Gumelar). The research method used was survey with determination of sampling used purposive sampling and snowball. The results showed that there were differences in the size of body length and girth (p < 0,05) of young male Ettawa goats in Kaligesing sub-district with Gumelar, whereas shoulder height were no differences. Body length, girth and shoulder height of Ettawa offspring young male goats aged 8-12 months in Kaligesing District is generally higher than of Gumelar District. The difference’s due to the factor of environmental, genetic factors and maintenance management in Kaligesing District is better than in the District of Gumelar.
1646519779A1C010040EFISIENSI PEMASARAN PEPAYA CALIFORNIA (Carica papaya L) DI KABUPATEN BANYUMAS
Pepaya merupakan jenis buah yang mudah beradaptasi di berbagai lingkungan, maka pepaya kini sudah tersebar di seluruh Indonesia dan merupakan salah satu komoditi buah yang disukai masyarakat. Meningkatnya permintaan pasar akan buah pepaya california menjadi daya tarik tersendiri bagi para petani untuk melakukan usahatani pepaya california dan pedagang buah untuk memasarkan buah pepaya california. Sehingga disini penilaian aspek pemasaran diperlukan untuk melihat kondisi pemasaran papaya California. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis efisiensi pemasaran papaya California di Kabupaten Banyumas 2) mengetahui saluran pemasaran yang lebih efisien atau menguntungkan bagi petani. Penelitian dilaksanakan pada bulan bulan April 2017 di Kecamatan Karanglewas dan Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas dengan metode survei dengan jumlah sampel sebanyak 20 petani dan 23 pedagang. Analisis data yang digunakan adalah analisis marjin pemasaran, analisis biaya dan keuntungan, farmer’s share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat tiga saluran pemasaran papaya California di Kabupaten Banyumas, lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran yaitu petani, pedagang pengumpul, pedagang besar, pedagang pengecer, sedangkan fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pemasaran tersebut adalah fungsi pertukaran, fungsi fisik dan fungsi fasilitas. Marjin pemasaran pada masing-masing saluran pemasaran yaitu saluran I sebesar Rp2.000,00 per kg, saluran II sebesar Rp5.000,00 per kg dan saluran III sebesar Rp4.500,00 per kg. Total biaya pemasaran papaya California terkecil terdapat pada saluran I sebesar Rp487,87 per kg dan terbesar terdapat pada saluran II sebesar Rp1.146,82 per kg. Total keuntungan terkecil terdapat pada saluran I sebesar Rp1.512,13 per kg dan terbesar terdapat pada saluran II sebesar Rp3.853,18 per kg. Farmer’s share terbesar terdapat pada saluran I sebesar 69,23 persen dan terkecil terdapat pada saluran II sebesar 33,33 persen. Efisiensi pemasaran di Kabupaten Banyumas dilihat dari nilai marjin pemasaran, farmer’s share dan persentase biaya dan keuntungan dapat disimpulkan belum efisien. Jika dilihat dari marjin dan farmer’s share yang efisien untuk petani yaitu saluran I tetapi untuk lembaga pemasaran belum efisien. Namun jika dilihat dari keuntungan maka yang lebih besar mendapatkan keuntungan adalah saluran III.Papaya is a type of fruit that is adaptable in various environments, the papaya is now scattered throughout Indonesia and is one of the commodities preffered community. The increasing market demand for papaya california will be the attraction for the farmers to do the farming business papaya california and a fruit trader to market papaya california. So this research explain more about marketing aspect as it needed to see how Californian papaya’s market condition. The purpose of this research is 1) knowing the californian papaya’s marketing efficiency in Banyumas district 2) Analize the most efficient and profitable of marketing channel. The research held on April 2017 at sub-district Karanglewas and Sumbang, Banyumas regency with survey method, including 20 farmers and 23 sellers. Data analysis used in this research is marketing margin analysis, farmer’s share.The results of this research shows that there three Californian papaya’s marketing channels in Banyumas Regency. Market society that involved in marketing is farmers, distributor, wholesale, retailer, and consumer. And then, we can see that those societies has several function such as exchange function, physical function and facility function. The margins of each marketing channels is channel I for Rp2.000,00 per kilos, channel II for Rp5.000,00 per kilos, and channel III for Rp4.500,00 per kilos.The total cost of marketing papaya’s california smallest there are of marketing channel I for Rp487,87 per kilos and largest there are of marketing channel II for Rp1.146,82 per kilos.The profit is the smallest there are of marketing channel I for Rp1.512,13 per kilos and largest is the marketing channel II for Rp3.853,18 per kilos. The biggest farmer’s share is channel I for 69,23 percent and the smallest one is channel II for 33,33 percent. Marketing’s efficiency in Banyumas Regency from marketing’s margin value, farmer’s share , cost and profit value’s point of view, we can say that it’s not efficient yet. . If we look at the efficient margin and farmer’s share that is channel , but channel 1 doesn’t have the efficient marketing’s society. But if we look from profit percentage, the biggest profit is channel III.
1646619781H1L011064RANCANG BANGUN SISTEM PAKAR IDENTIFIKASI JENIS PENYAKIT KELAMIN PADA MANUSIA MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR BERBASIS ANDROID
Perkembangan teknologi yang semakin pesat bertujuan untuk mempermudah kehidupan manusia dalam berbagai segi kehidupan. Berbagai segi kehidupan seperti ekonomi, pendidikan dan kesehatan tak luput dari pemanfaatan teknologi. Hadirnya kecerdasan buatan merupakan pilar-pilar dari kemajuan teknologi karena dengan adanya cabang ilmu seperti sistem pakar, sistem fuzzy dan cabang ilmu lainya telah berhasil membantu kemajuan di kehidupan manusia. Alat kelamin atau organ seksual adalah sebagian dari anatomi tubuh makhluk hidup yang terlibat dalam reproduksi seksual. Dapat dikatakan alat kelamin atau organ seksual merupakan bagian penting dalam tubuh manusia tentunya harus diperhatikan kesehatan serta kebersihannya. Tapi yang terjadi ssat ini adalah masih banyak masyarakat yang belum sadar akan betapa pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan alat kelaminnya masing-masing. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dirancang dan dibangun sebuah sistem pakar yang dapat mengidentifikasi penyakit kelamin pada manusia yang di bangun berdasarkan pengetahuan dari pakarnya. Serta terdiri dari tiga level user yaitu admin, pakar dan pengguna. Sistem pakar identifikasi penyakit kelamin pada manusia ini di bagun dengan metode certainty factor berbasis Android.Development technology increasing rapidly aims to simplify people’s lives in many different aspect of life. Various aspects of life such as economy education and health didn’t escape the use of technology. The presence of artificial intelligence are the cornerstones of technological progress because of the presence of science such as expert systems fuzzy systems and other branches of science have helped progress in human life. Genitals is a part of human’s body which is involved in sexual reproduction. It can be said as importance things of human’s body and it must be considered health and cleanliness but which is happening right now, there are still many people who are not aware of the importance of maintaining the cleanliness and health of their genitals. Therefore this study was designed and built an expert system that can identify of venereum disease in human based on the knowledge of experts. As well as consists of three levels, namely the admin, experts and users. Expert system identification of venereum disease with certainty factor method on based android built.
1646719782H1G013013ASPEK BIOLOGI REPRODUKSI IKAN BETOK (Anabas testudineus Bloch, 1792) DI WADUK SEMPOR, KEBUMENPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi reproduksi ikan betok (Anabas testudineus) meliputi rasio kelamin, faktor kondisi, tingkat kematangan gonad, indeks gonado somatik, ukuran pertama kali matang gonad, fekunditas, dan diameter telur di Waduk Sempor Kebumen, Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2016 - Januari 2017. Sampel ikan betok selama penelitian berjumlah 174 ekor ikan betok, yang terdiri dari 80 ekor jantan dan 94 ekor betina. Nilai Rasio kelamin secara keseluruhan adalah 1:1,17 atau 46 % jantan dan 54 % betina. Berdasarkan uji chi-square pada taraf 0,05 diperoleh nilai 1,12 < 3,841 yang berarti rasio kelamin seimbang. Nilai rataan Faktor kondisi K1(total) jantan 1,64-1,72 dan betina 1,79-1,87 dan K2 (tanpa bobot gonad) memiliki rataan jantan 1,63-1,70 dan betina 1,68-1,76. Tingkat kematangan gonad didominasi oleh TKG IV dengan nilai IGS jantan 0,13-5,96 dan betina 0,51-14,36. Ukuran pertama kali matang gonad ikan betok jantan berukuran 9,5 cm dan betina berukuran 9,2 cm. Nilai fekunditas 336 - 21.616 butir dengan ukuran rataan diameter telur 0,046 - 0,052 cm. Data ini mengungkap bahwa ikan betok mampu tumbuh dan bereproduksi dengan baik di Waduk Sempor.The purpose of this research is to find out climbing gouramy (Anabas testudineus) reproduction aspect such ad sex ratio, condition factor, maturity level of gonads, gonadosomatic index, size at gonads maturation, fecundity, and egg diameter in Waduk Sempor Kebumen, Central Java. This research was performed on December 2016 - January 2017. 174 sample of climbing gouramy were used in the research, consisted of 80 male fish and 94 female fish. Total sex ratio value is 1:1,17 , 46% male fish and 54% female fish. Based on chi-square test (p=0,05), value of sex ratio is balanced 1,12 < 3,841. Condition factor value of K1 (total weight) are male 1,64-1,72 and female 1,79-1,87 and K2 (weight without gonad) are male 1,63-1,70 and female 1,68-1,76. The maturity of gonads (TKG) is found out that the highest maturity level is on (TKG IV) with Gonadosomatic index (GSI) value of 0,13-5,96 for male and 0,51-14,36 for female. Fish size at maturation are 9,5 cm for male and 9,2 cm for female. Fecundity value is 336 - 21.616 egg with the average of egg diameter 0,046 - 0,052 cm. The result clarifying that climbing gouramy able to grow and reproduce well in Waduk Sempor.
1646819784A1C113007Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi pada Industri Tempe di Desa Pliken Kecamatan Kembaran Kabupaten BanyumasABSTRAK
Desa Pliken merupakan desa penghasil tempe terbesar di Kabupaten Banyumas. Permasalahan dalam pengusaha tempe di desa Pliken yang sering dijumpai yaitu tidak adanya pembukuan dan perajin tempe tidak mengetahui tingkat efisiensi produksi pada usaha tempe mereka. Tujuan dari penelitian adalah 1) Mengetahui besar biaya dan pendapatan yang diterima oleh perajin tempe di desa Pliken, 2) Mengetahui tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi usaha tempe di desa Pliken.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) di Desa Pliken Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas dengan pertimbangan desa Pliken merupakan sentra perajin tempe di Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2017. Sasaran penelitian yaitu perajin tempe di Desa Pliken. Rancangan pengambilan sampel dengan metode Stratified Random Sampling yang dengan jumlah sampel strata I sebesar 26 perajin tempe, strata II sebesar 6 perajin tempe, dan strata III sebesar 1 perajin tempe. Analisis data yang digunakan adalah biaya dan pendapatan, fungsi produksi Cobb Douglas dan efisiensi penggunaan faktor produksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata perajin tempe strata I sebesar Rp5.333.753,67, strata II sebesar Rp8.412.157,83, dan strata III sebesar Rp13.776.927,78. Faktor produksi yang berpengaruh nyata pada usaha perajin tempe di Desa Pliken adalah kedelai dan ragi, sedangkan tenaga kerja, bahan bakar, dan pembungkus berpengaruh tidak nyata terhadap usaha tempe di Desa Pliken. Penggunaan faktor produksi kedelai dan ragi pada strata I, strata II, dan strata III belum efisien.
Kata kunci : tempe, efisiensi, Pliken, faktor produksi


ABSTRACT
Pliken village is the largest tempe-producing village in Banyumas Regency. Problems in tempe entrepreneurs in Pliken village that often encountered namely the absence of bookkeeping and craftsman tempe not know the level of production efficiency in their tempe business. The purpose of this research is 1) to know the cost and income received by tempe craftsman in Pliken village, 2) to know the efficiency level of the use of tempe production factor in Pliken village.
The research method used is survey method. The location of the research was chosen purposively in Pliken Village, Kembaran Sub-district, Banyumas Regency, with consideration of Pliken village as the center of tempe craftsman in Banyumas Regency. The research was conducted from February to March 2017. The research target was tempe craftsman in Pliken Village. Sampling design with Stratified Random Sampling method with the number of strata I sample of 26 crafters tempe, strata II of 6 craftsman tempe, and strata III of 1 craftsman tempe. Data analysis used are cost and income, Cobb Douglas production function and efficiency of production factor use.
The results showed that average income of craftsman tempe strata I of Rp Rp5.333.753,67, strata II of Rp8.412.157,83, and strata III of Rp Rp13.776.927,78. Production factors that significantly affect the business of tempe craftsman in Pliken Village are soybeans and yeast, while labor, fuel, and wrapping have no significant effect on tempe business in Pliken Village. The use of soybean and yeast production factors in strata I, strata II, and strata III has not been efficient.

Keywords : tempe, the efficiency, Pliken, the production factors.







1646919746C1F015013PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP SENJANGAN ANGGARAN DENGAN ASIMETRI INFORMASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PEMERINTAH KABUPATEN CILACAP
Reformasi penganggaran dalam sektor publik mengharuskan adanya partisipasi pengelola anggaran sebagai agen dalam penyusunan anggaran. Proses penganggaran dapat dilakukan dengan beberapa metode seperti Top down, Bottom Up, dan Campuran. Metode campuran (Top Down dan Bottom Up) dikenal dengan metode partisipatif. Metode partisipatif dalam penyusunan anggaran dapat menyebabkan terjadinya senjangan anggaran.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran dengan asimetri informasi sebagai variabel moderasi. Penelitian ini berlokasi di Pemerintah Kabupaten Cilacap. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah partisipasi anggaran berpengaruh terhadap senjangan anggaran, dan asimetri informasi memperkuat pengaruh partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran.
Populasi dalam penelitian ini adalah 553 pejabat struktural pada Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear dan analisis regresi moderasi dengan metode uji interaksi.
Hasil penelitian menunjukkan partisipasi anggaran berpengaruh terhadap senjangan anggaran, dan asimetri informasi memperkuat pengaruh partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran. Semakin tinggi partisipasi anggaran akan meningkatkan senjangan anggaran dan partisipasi anggaran akan berpengaruh terhadap senjangan anggaran pada asimetri yang tinggi.
Berdasarkan hasil penelitian, maka beberapa saran untuk mengurangi terjadinya senjangan anggaran yaitu dengan melakukan efektivitas pada anggaran belanja, melakukan pendataan terhadap seluruh potensi pendapatan dan meningkatkan kinerja Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Pengawasan yang maksimal terhadap partisipasi anggaran dalam proses penyusunan anggaran dapat meminimalisir terjadinya senjangan anggaran.


Budgetary reform in the public sector requires the participation of budget managers as agents in budgeting. The budgeting process can be done with several methods such as Top down, Bottom Up, and Mixed. The mixed methods (Top Down and Bottom Up) are known by participatory methods. Participatory methods in budgeting can lead to budget slack.
This Research aims to examine the effect of budgetary participation on budgetary slack with information asymmetry as a moderating variable. This research is located in Government of Cilacap Regency. The hypothesis proposed in this study is that budgetary participation affects budgetary slack, and information asymmetry reinforces the influence of budgetary participation on budgetary slack.
The population in this research is 553 structural officials at the Organisasi Perangkat Daerah in Cilacap Regency Government. The technique of determining the sample using purposive sampling. Methods of data collection using questionnaires. Data analysis techniques used linear regression analysis and moderation regression analysis with interaction test method.
The results show that budgetary participation affects budgetary slack, and information asymmetry reinforces the influence of budgetary participation on budgetary slack. The higher budgetary participation will increase budgetary slack and budgetary participation will affect the budget slack on high asymmetries.
Based on the results of the research, several suggestions to reduce the occurrence of budget slack is to do effectiveness on the budget, to collect data on all potential revenue and improve the performance of the Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Supervision of the budget participation in the budget process to minimize the occurrence of budget slack.

1647019783H1A013003KARAKTERISASI KITINASE EKSTRAK KASAR DARI BAKTERI Bacillus subtilis B315 DAN UJI KEMAMPUANNYA DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN JAMUR Rhizoctonia solaniKitinase merupakan enzim yang mampu menghidrolisis kitin secara acak pada ikatan glikosidiknya. Kitin adalah homopolimer yang tersusun dari N-asetilglukosamin dan merupakan komponen struktural dinding sel jamur sehingga kitinase dapat dimanfaatkan sebagai agen pengendali hayati jamur patogen seperti Rhizoctonia solani penyebab penyakit busuk pelepah pada tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik biokimia kitinase ekstrak kasar yang dihasilkan dari bakteri Bacillus subtilis B315 dan untuk mengetahui aktivitas antijamur kitinase ekstrak kasar terhadap jamur R. solani. Kitinase ekstrak kasar yang diisolasi dari B. subtilis B315 diuji aktivitasnya dan dikarakterisasi dengan beberapa parameter seperti suhu, pH, EDTA dan ion logam. Uji aktivitas kitinase dilakukan dengan metode dinitrosalisiat (DNS). Uji aktivitas antijamur terhadap R. solani dengan menggunakan metode difusi. Kitinase ekstrak kasar kemudian ditentukan Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM). Penelitian menunjukkan bahwa kitinase memiliki suhu optimum pada ...., pH optimum pada ...., kitinase dapat diinhibisi oleh EDTA sehingga kitinase tergolong kedalam metaloenzin dengan ion logam Cu2+ sebagai aktivator. Kitinase ekstrak kasar menghasilkan aktivitas antijamur terbesar pada konsentrasi 100% (v/v) dengan zona bening ..... KHTM kitinase ekstrak kasar terhadap R. solani yaitu pada konsentrasi 10% (v/v) dengan zona bening sebesar ..... mm.Chitinase is an enzyme capable of hydrolyzing chitin randomly on the glycosidic bonds. Chitin is a homopolymer composed of N-acetylglucosamine and structural component of fungal cell walls so chitinase can be used as a biological control agen fungi Rhizoctonia solani pathogens such as disease causing the foul stemon the plants. This research aim to know the biochemical characteristic of chitinase extract harsh resulting from the bacteria Bacillus subtilis B315 and to know the activity of antifungal chitinase extracts the rough against the fungus R. solani. Chitinase rude was isolated from extracts of B. subtilis B315 tested its activities and are characterized by several parameters such as temperature, pH, EDTA, and metal ions. The chitinase activity test was performed by dinitrosalisiat method (DNS). Antifungal activity test against R. solani by using diffusion method. Kitinase extracts the rough then determined the Minimum Inhibitory Concentration (MIC). Research shows that chitinase has an optimum temperature at .....C, an optimum pH at ....., chitinase can be inhibition by EDTA so chitinase belongs into the metaloenzin with metal ions Cu2+ as Activator. Chitinase coarse yielded extracts the greatest concentrations of antifungal activity of 100% (v/v) with a clear zone of ...... mm. Crude extract chitinase MIC rough against R. solani in concentrations of 10% (v/v) with a clear zone of .....
1647121364F1G014049Analisis Tematik Lima Puisi pada Kumpulan Puisi Baromban Karya Iyut Fitra: "Rabina", "Sampan-Sampan di Baromban", "Terkenang Pedati", "Baromban", dan "Alu dan Lesung"Skripsi ini berjudul “Analisis Tematik Lima Puisi pada Kumpulan Puisi Baromban Karya Iyut Fitra: “Rabina”, “Sampan-Sampan di Baromban”, “Terkenang Pedati”, “Baromban”, dan “Alu dan Lesung””. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan penulis untuk mengetahui dasar penciptaan (tema) yang dikemukakan oleh penyair dari daerah sehingga pengamatan terhadap dinamika sastra Indonesia tidak lagi bersifat terpusat. Untuk itu, penelitian ini akan mengkaji hubungan antarstruktur dan tematik kelima puisi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan strata norma Roman Ingarden.
Hasil analisis menunjukkan bahwa setiap puisi mengandung struktur-struktur di dalamnya yang terhubung secara hierarkis dalam bentuk strata-strata. Strata-strata itu adalah strata bunyi, strata arti, strata objek, latar, pelaku, dan dunia pengarang, strata dunia implisit, dan strata metafisis. Untuk mengetahui tematik kelima puisi, strata-strata tersebut harus dianalisis secara berurutan dari atas ke bawah. Lapis demi lapis struktur dibuka sehingga dapat ditemukan tema atau dasar penciptaan puisi yang terkandung pada strata terbawah, yaitu strata metafisis.
Berdasarkan hasil analisis, ditemukan tiga tema yang menjadi dasar penciptaan kelima puisi bersangkutan, yaitu kefanaan, kesabaran dan kesyukuran, serta kritikan terhadap mental pemalas. Puisi “Rabina”, “Terkenang Pedati”, dan “Alu dan Lesung” bertema kefanaan; puisi “Sampan-Sampan di Baromban” bertema kesabaran dan kesyukuran; dan puisi “Baromban” bertema kritik terhadap mental pemalas yang membuat kemajuan hidup semakin sulit diraih.

The title of this research is “Analisis Tematik Lima Puisi pada Kumpulan Puisi Baromban Karya Iyut Fitra: “Rabina”, “Sampan-Sampan di Baromban”, “Terkenang Pedati”, “Baromban”, dan “Alu dan Lesung””. This research is done in order that the reader can understand the theme which the local poet present. Therefore, study of Indonesian literature is no longer focused on literature growth in Jakarta, the capital city of Indonesia. This research will study the relation between structures constructing the poems and theme of the poems by using descriptive qualitative method and Roman Ingarden’s norm strata theory.
The result of this research shows that every poems has some structures which are related hierarchical. The structures are sound strata, meaning strata, third strata (object, setting, character, and poet’s world), implicit world strata, and metaphysical strata. To find the theme, every structure must be analiyzed chronologically from the highest one to the lowest one, from sound strata until metaphysical strata. A researcher has to clear strata by strata to find the theme which is located in metaphysical strata, the lowest strata.
The result of this research shows that there are three themes which construct the five poems. They are mortality, patience, and criticism of sluggard mentality. The theme of “Rabina”, “Terkenang Pedati”, and “Alu dan Lesung” is mortality; the theme of “Sampan-Sampan di Baromban” is patience; and the theme of “Baromban” is criticism of sluggard mentality.
1647219785H1E010050SUB SURFACE MAPPING AREA SEKITAR CANDI PRAMBANAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI SCHLUMBERGER
Pemetaan bawah permukaan berdasarkan survei geolistrik tahanan jenis konfigurasi Schlumberger di daerah sekitar situs Candi Prambanan Desa Taman Martini dan Desa Tlogo telah dilakukan di Laboratorium Elektronika, Instrumentasi dan Geofisika Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Jenderal Soedirman. Data yang digunakan merupakan data penelitian milik Dosen dari Program Studi Teknik Geofisika UPN “Veteran” Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan litologi batuan di bawah permukaan dan menginterpretasikan hasil penampang 2D sehingga didapatkan informasi mengenai jenis-jenis batuan bawah permukaan di daerah penelitian. Hasil memperlihatkan bahwa litologi daerah penelitian tersusun dari tanah penutup, batu breksi, batu pasir tuff, dan tuff. Sebaran nilai Resistivitas pada penampang 2D dapat di kelompokan menjadi tiga kelompok berdasarkan dari respon nilai resistivitas terhadap kedalaman dan informasi geologi. Nilai resistivitas bernilai antara 187,39 – 771,42 Ohmm dapat diinterpretasikan sebagai lapisan breksi pada kedalaman berkisar antara 0 – 8 meter di bawah permukaan tanah dan 55 – 70 meter di bawah permukaan tanah pada area situs Candi Prambanan sebelah timur Sungai Opak. Nilai resistivitas antara 42,65 – 90,09 Ohmm dapat diinterpretasikan sebagai lapisan batu pasir tuff dengan kedalaman 8 – 46 meter di bawah permukaan tanah. Nilai resistivitas antara 9,13 – 29,52 Ohmm dapat diinterpretasikan sebagai lapisan tuff di kedalaman 30 – 70 meter di bawah permukaan tanah. Subsurface mapping bassed on geoelectric resistivity survey using Schlumberger configuration around Prambanan Temple Desa Taman Martini and Desa Tlogo have done in Laboratory of Electronics, Instrumentation and Geophysics Department of Physics, MIPA, Jenderal Sudirman University. The data used are research data owned by Lecturer of Geophysical Engineering Department UPN "Veteran" Yogyakarta. The objectives are determining the rock’s lithology of sub surface and interpreting of model 2D so inform the sub surface’s rock types. The litology in shallow subsurface are top soil, brexy, tuff sand stone, and tuff. Resistivity distribution at 2D grouped into three group of rock resistivity based on the depth and geology information. Resistivity value 187,39 – 771,42 Ohmm interpreted as tuff sand stone on 0 – 8 meter depth of top soil and 55 – 70 meter depth of top soil at the area of Prambanan Temple east of Opak River. Resistivity value 42,65 – 90,09 Ohmm interpreted as tuff sand stone on 8 – 46 meter depth of top soil. Resistivity value 9,13 – 29,52 Ohmm interpreted as tuff on 30 – 70 meter depth of top soil.
1647319786F1B011056EVALUASI DAMPAK PROGRAM PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI TERHADAP PENINGKATAN KEBERDAYAAN SOSIAL DAN EKONOMI DI KECAMATAN ROWOKELE KABUPATEN KEBUMEN
Buta aksara masih menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh negara berkembang di seluruh dunia saat ini, begitu pula di Indonesia. Untuk menanggulangi permasalahan buta aksara di Indonesia pemerintah menerbitkan Program pemberantasan Buta Aksara. Program pemberantasan Buta Aksara din ilai cukup berhasil, namun terdapat kekhawatiran pemerintah akan munculnnya masyarakat buta aksara kembali setelah mengikuti Program Pemberantasan Buta Aksara, maka dari itu Pemerintah menerbitkan program lanjutan yang berupa pemberian pelatihan keterampilan usaha produktif untuk menjaga agar masyarakat yang telah terlepas dari jerat buta aksara tidak mengalami buta aksara kembali, serta meningkat keberdayaannya. Program tersebut adalah Program pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri atau Program KUM. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Giyanti telah melaksanakan program KUM sejak tahun 2012 hingga sekarang, oleh karena itu perlu adanya evaluasi terhadap dampak yang ditimbulkan, apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan atau belum.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak program KUM terhadap peningkatan keberdayaan sosial dan ekonomi di Kecamatan Rowokele. Pendekatan evaluasi dalam penelitian ini adalah comparative after only dengan menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel untuk masing-masing kelompok treatment dan kelompok control adalah 52 orang. Teknik analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan mann-whitney u-test.
Hasil penelitian diketahui terdapat perbedaan antara kondisi kelompok treatment dengan kelompok control setelah dilakukannya program KUM. Kondisi setelah program KUM pada kelompok treatment lebih baik daripada kelompok control dan dampak program KUM lebih dapat dirasakan oleh kelompok treatment daripada kelompok control. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa program PBK memberikan dampak positif terhadap peningkatan keberdayaan sosial dan ekonomi warga belajar PKBM Giyanti di Kecamatan Rowokele.

Kata Kunci: Evaluasi, Dampak, Program Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri, KUM, Keberdayaan Sosial dan Ekonomi
Illiteracy remains a major problem faced by developing countries around the world today, as well as in Indonesia. To overcome the problem of illiteracy in Indonesia the Government issued the Program for the eradication of Illiteracy. The programme for the eradication of Illiteracy was assessed quite successful, but there are fears the Government will appear the illiterates again after the eradication of Illiteracy, therefore the Government publish a follow-up program of training delivery skills of productive effort to keep people apart from the snare of illiteracy does not suffer illiteracy returns, as well as empowerment the citizens. The program is a KUM Program. Community learning activity center of Giyanti has been implementing KUM programs from 2012 until now, therefore we need to evaluate the impact of the program, whether is in compliance with the desired or not.
This research aims to know the impact of KUM programs to increased social and economic empowerment in Rowokele district. Evaluation approach in this study is a comparative after only using quantitative methods. Sampling technique using simple random sampling with the number of samples for each treatment group and the control group was 52 people. Technique of data analysis using frequency distribution and mann-whitney u-test.
The results of the research there are known a differences between the condition of treatment group and control group after doing KUM programs. The Condition of treatment group after KUM program are better than the control group and the impact of the program can be felt more by treatment group than the control group. It can be concluded that the KUM program had a positive impact against increasing social and economic empowerment to the citizens at PKBM Giyanti in Rowokele district.

Keywords: Evaluation, the impact of Literacy Education programs, independent business, KUM, social and economic empowerment
1647421317A1L013096PENGARUH EKSTRAK KOMPOS (COMPOST TEA) YANG DIPERKAYA AGENSIA HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI (Oryza sativa L.) PADA SISTEM PERTANIAN SEMI ORGANIKPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman padi dengan pemberian berbagai compost tea, (2) mengetahui pengaruh perlakuan berbagai compost tea yang diperkaya dengan agensia hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian dilaksanakan di Experimental Farm Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, pada bulan Mei sampai dengan September 2017. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan 10 perlakuan dan diulang 3 kali. Variabel pengamatan yang diukur meliputi: tinggi tanaman, jumlah anakan total, luas daun, leaf area index, bobot brangkasan, rasio tajuk akar, kehijauan daun, lebar bukaan stomata, kerapatan stomata, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah per malai, persentase gabah hampa, bobot gabah per rumpun, bobot gabah per petak efektif, bobot 1000 butir, dan hasil gabah kering per hektar. Analisis data yang digunakan adalah uji F dan apabila hasilnya beda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dan dilanjutkan dengan uji kontras orthogonal. Hasil penelitian menujukkan bahwa perlakuan compost tea memberikan pengaruh yang terbaik pada luas daun, leaf area index dan kerapatan stomata. Perlakuan compost tea limbah baglog jamur yang diperkaya Pseudomonas fluorescens menunjukkan pengaruh terbaik terhadap luas daun dengan nilai rata-rata 1452.04 cm2 dan leaf area index dengan nilai rata-rata 2.27. Perlakuan compost tea ayam yang diperkaya Trichoderma harzianum menunjukkan kerapatan stomata tertinggi dengan nilai rata-rata 96.33 stomata/mm2. Perlakuan compost tea sapi dan compost tea limbah baglog jamur yang diperkaya Trichoderma harzianum menghasilkan gabah kering per hektar yang paling tinggi sebesar 3.06 ton/ha.The aims of the research were (1) knowing the growth and yield of rice crops under the application of various compost tea, (2) to study the effect of various compost tea which enriched with biological agents on growth and yield of rice crop. The research was conducted in Experimental Farm of Agriculture Faculty, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, from May to September 2017. The randomized complete block design (RCBD) was used with 10 treatments and 3 replications. Observed variables were plant height, total tillers, leaf area, leaf area index, weight of dried plant, shoot root ration, stomata open width, stomatal density, number of productive tillers, panicles length, number of grains per panicle, percentage empty grain, grain weight per clump, grain weight, 1000 grains weight, and yield per ha. The data was analyzed by F test and continued with Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) and orthogonal contrast when proven as significantly different. The results has shown that the compost tea treatment affected leaf area, leaf area index and stomatal density. The treatment of waste baglog mushrooms compost tea which enriched Pseudomonas fluorescens has shown the best effect on leaf area with average value 1452.04 cm2 and leaf area index with average value 2.27. The treatment of chicken manure compost tea enriched Trichoderma harzianum showed the highest stomatal density rate with average value 96.33 stomata/mm2. The treatment of cow manure compost tea and waste baglog mushrooms compost tea enriched with Trichoderma harizanum gave the highest yield of rice reached to 3.06 ton/ha.
1647521362D1E014278PENGARUH SUPLEMENTASI UREA-ONGGOK DAN BUNGKIL KEDELAI TERPROTEKSI DALAM RANSUM DOMBA JANTAN TERHADAP SERAT DAN PROTEIN KASAR TERCERNAABSTRAK
Penelitian bertujuan untuk mengetahui serat kasar (SK) dan protein kasar (PK) tercerna domba jantan yang disuplementasikan urea lepas lambat (urea-onggok) dan bungkil kedelai terproteksi tanin kondensasi daun lamtoro. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober 2017 sampai dengan tanggal 10 Januari 2018. Lokasi penelitian di Experimental Farm dan Laboratorium Ilmu Nutrisi Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah 15 ekor domba lokal jantan umur ±12 bulan (bobot 23-25 kg), pakan kontrol (jerami padi : konsentrat = 30 : 70%), dan suplemen (urea-onggok : bungkil kedelai terproteksi = 54 : 46%). Metode penelitian adalah eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu R0 : ransum kontrol, R1 : ransum kontrol + 5% BK suplemen, R2 : ransum kontrol + 10% BK suplemen, R3 : ransum kontrol + 15% BK suplemen, dan R4 : ransum kontrol + 20% BK suplemen. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji ortogonal polinomial. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan tidak berpengaruh terhadap serat kasar (SK) tercerna (P>0,05), namun dapat meningkatkan protein kasar (PK) tercerna (P<0,01). Respon PK tercerna membentuk kurva kubik dengan persamaan Y = 66,787 + 7,875 X – 0,696 X2 + 0,21 X3. Kesimpulan dari penelitian ini adalah suplementasi kombinasi urea-onggok dan bungkil kedelai terproteksi dalam ransum domba jantan dengan persentase hingga 20% BK suplemen dapat diberikan dalam ransum basal untuk mengoptimalkan protein kasar tercerna domba tanpa mengganggu serat kasar tercerna.
ABSTRACT
The purpose of this research is to measure the effect of urea cassava waste and Leucaena leucocephala tannin extract protected soybean meal supplementation in ration on crude fiber and crude protein digested of ram and to determine the best supplementation level based on these two variables. This research was held from October 18th, 2017 until January 10th, 2018 at Experimental Farm and Animal Feed and Nutrition Laboratory, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The material used in this research were ±12 months old male sheep (23-25 kg) as many as 15 sheep, control ration (rice straw : concentrate = 30 : 70%), supplement (urea cassava waste : protected soybean meal = 54 : 46%), and experimental cage. The method of this research was in vivo experiment with completely randomized design followed by orthogonal polynomial if the treatment had significant effect. Treatments tested in this research was the percentage of supplementation that consist of R0 (control), R1 (control + 5% DM supplement), R2 (control + 10% DM supplement). R3 (control + 15% DM supplement), and R4 (control + 20% DM supplement). The result of ANOVA showed us that supplementation of urea cassava waste and protected soybean meal in male sheep ration had no significant effect (P>0,05) on male sheep crude fiber digested and had very significant effect (P<0,01) on male sheep crude protein digested with cubic shaped curve Y = 66,787 + 7,875 X – 0,696 X2 + 0,21 X3. The conclusion of this research is supplementation of urea cassava waste and protected soybean meal as much as 20% DM in rams basal ration did not affect crude fiber digested and could optimalize crude protein digested.
1647621707A1C014029PENGARUH BRAND IMAGE (CITRA MEREK) TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KACANG SANGRAI MIRASA
(Studi Kasus Pada Konsumen Kacang Mirasa di Kabupaten Purbalingga)
Kacang tanah dapat dikonsumsi berupa olahan kacang berkulit ataupun kacang tanpa kulit. Kacang berkulit dapat diolah dengan cara di sangrai. Terdapat Agroindustri olahan kacang sangrai di Kabupaten Purbalingga, yaitu Mirasa. Keputusan untuk membeli suatu produk dipengaruhi oleh citra merek produk tersebut. Citra merek merupakan faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen terdiri dari: (1) citra perusahaan, (2) citra pemakai, dan (3) citra produk. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh citra merek kacang Mirasa terhadap keputusan pembelian kacang Mirasa, (2) mengetahui dimensi citra merek yang paling berpengaruh dominan terhadap pengambilan keputusan konsumen kacang Mirasa, dan (3) mengetahui kepuasan konsumen terhadap kinerja yang diberikan oleh agroindustri kacang Mirasa. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling terhadap 100 konsumen kacang Mirasa di beberapa toko oleh-oleh dan swalayan ABC di Kabupaten Purbalingga pada bulan Januari sampai dengan Februari 2018. Analisis yang dilakukan adalah analisis deskriptif, analisis regresi linear berganda, dan analisis kepentingan dan kinerja. Hasil penelitian menunjukkan hasil Uji F variabel citra merek berpengaruh secara simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Secara parsial variabel yang paling dominan berpengaruh adalah Citra Pemakai dengan variabel kepercayaan konsumen, dan hasil analisis kepentingan dan kinerja variabel yang harus mendapatkan perhatian perusahaan adalah kemasan kacang yang bervariasi.Peanuts can be consumed in the form of either skinned peanuts or peanuts without skin. Skinned peanuts can be processed by way of roasting. There is processed agroindustry roasted peanuts in Purbalingga regency, namely Mirasa agroindustry. The decision to buy a product can be influenced by the brand image of the product they have. One of factor that influencing consumer purchase decision is brand image such as: (1) corporate image, (2) user image, and (3) product image. Therefore, this research aims (1) to know the influence of Mirasa peanuts brand image to purchase decision of Mirasa peanuts; (2) to know the dimension of brand image that dominantly influence the consumer purchase decision of Mirasa peanuts, and (3) to know customer satisfaction provided by the Mirasa peanuts agroindustry. The sampling method was done by accidentally sampling technique to 100 consumers of Mirasa peanuts in some souvenir shops and ABC supermarkets in Purbalingga Regency on January to February 2018. The data analysis were descriptive analysis, multiple linear regression analysis, and importance and performance analysis. The result of the research shows that the result of F test of brand image variable simultaneous effect has significant influence to purchase decision. Partially, the most dominant variable influencing is User Image with consumer confidence variable, and result of importance and performance analysis of variables that should get more attention and prioritized is the varied peanuts packaging.
1647721363D1E014025PENGARUH SUPLEMENTASI UREA-ONGGOK DAN BUNGKIL KEDELAI TERPROTEKSI DALAM RANSUM DOMBA JANTAN TERHADAP BAHAN KERING DAN ORGANIK TERCERNAPenelitian bertujuan untuk mengetahui bahan kering (BK) dan bahan organik (BO) tercerna domba jantan yang disuplementasikan urea lepas lambat (urea-onggok) dan bungkil kedelai terproteksi tanin kondensasi daun lamtoro. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober 2017 sampai dengan tanggal 10 Januari 2018. Lokasi penelitian di Experimental Farm dan Laboratorium Ilmu Nutrisi Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah 15 ekor domba lokal jantan umur ±12 (23-25 kg), pakan kontrol (jerami padi : konsentrat = 30 : 70%), dan suplemen (urea-onggok : bungkil kedelai terproteksi = 54 : 46%). Metode penelitian adalah eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu R0 : ransum kontrol, R1 : ransum kontrol + 5% BK suplemen, R2 : ransum kontrol + 10% BK suplemen, R3 : ransum kontrol + 15% BK suplemen, dan R4 : ransum kontrol + 20% BK suplemen. Variabel yang diamati adalah bahan kering dan bahan organik tercerna. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen in vivo dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dilanjutkan dengan uji orthogonal polinomial jika perlakuan berpengaruh nyata. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa suplementasi urea-onggok dan bungkil kedelai terproteksi dalam ransum domba jantan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bahan kering dan organik tercerna. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan suplementasi bungkil kedelai terproteksi tanin kondensasi dan urea-onggok (slow release urea) tidak menurunkan bahan kering (BK) dan bahan organik (BO) tercerna seperti pada ransum kontrol.

The purpose of this research is to measure the effect of urea cassava waste and Leucaena leucocephala tannin extract protected soybean meal supplementation in ration on dry matter and organic matter digested of ram and to determine the best supplementation level based on these two variables. This research was held from October 18th, 2017 until January 10th, 2018 at Experimental Farm and Animal Feed and Nutrition Laboratory, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The material used in this research were ±12 months old male sheep (23-25 kg) as many as 15 sheep, control ration (rice straw : concentrate = 30 : 70%), supplement (urea cassava waste : protected soybean meal = 54 : 46%), and experimental cage. Treatments tested in this research was the percentage of supplementation that consist of R0 (control), R1 (control + 5% DM supplement), R2 (control + 10% DM supplement). R3 (control + 15% DM supplement), and R4 (control + 20% DM supplement). The method of this research was in vivo experiment with completely randomized design followed by orthogonal polynomial if the treatment had significant effect. Variable observed in this research dry matter and organic matter digestibility. The result of ANOVA showed us that supplementation of urea cassava pulp and protected soybean meal in male sheep ration had no significant effect (P>0,05) on dry matter and organic matter digestibility. The conclusion of this research is supplementation of urea cassava pulp and protected soybean meal as did not degree dry matter and organic matter digestibility as in control rations.
1647819788H1G013014ANALISIS USAHA BOUKE AMI SEBAGAI ALAT TANGKAP CUMI-CUMI (Loligo sp.) DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN MUARA ANGKE, JAKARTA UTARAAspek ekonomi merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam pengembangan suatu usaha, diantaranya investasi, biaya, pendapatan, keuntungan dan kelayakan usaha yaitu PP, B/C ratio, BEP, NPV, dan IRR.Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis usaha.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis usaha cumi-cumi di PPI Muara Angke, Jakarta Utara. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2017 di PPI Muara Angke, Jakarta Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bersifat survei.Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Dari perhitungan yang dilakukan diperoleh rata-rata pendapatan bersih setiap kapal sebanyak Rp. 85.669.000, B/C ratio sebesar 1,13, dan PP sebesar 10,3 tahun, BEP (Rupiah) sebesar Rp. 195.304.00, BEP (Kg) sebesar 3.918 kg, NPV sebesar Rp. 333.340.000, IRR 10%. Maka dapat di simpulakan bahwa secara financial usaha cumi-cumi di PPI Muara Angke menguntungkan dan layak untuk diteruskan tetapi waktu pengembalian modal tergolong lama.Economic aspect is one of factors considered in the development of a business, wich is investation, cost, income, profit, and ability business are PP,B/C, BEP, NPV, IRR. Therefore necessary business analysis. The purpose of this study is to analysis the business squid in PPI Muara Angke, North Jakarta. this research was conducted on may- June 2017 in PPI Muara Angke. The methodology that used in this research is descriptive method by observation survey. It was conducted to obtain the facts. The research used primary data through survey and interview. This fact was based on some points, such as the average net income in for each ship is a much as Rp.195.304.00, B/C ratio 1,13, and PP as much as Rp. 333.340.000, IRR 10%. The result, subdistrict declared financially business squid in PPI Muara Angke profitable and feasible to continued but return time quite too long.
1647919789H1A013011KARAKTERISASI EKSTRAK KASAR ENZIM KITINASE DARI BAKTERI Bacilus subtilis B-46 DAN UJI PENGHAMBATAN TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Fusarium oxysforumEnzim kitinase dapat dihasilkan oleh berbagai organisme kitinolitik. Salah satu organinisme penghasil enzim kitinase yang banyak diteliti dan dikembangkan adalah dari genus Bacillus sp karena mempunyai aktivitas kitinolitik yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi ekstrak kasar enzim kitinase dari B. subtilis B46 . Uji aktivitas enzim kitinase dilakukan dengan metode DNS. Karakterisasi dilakukan pada berbagai kondisi suhu, pH, serta pengaruh EDTA dan ion logam. Hasil karakterisasi menunjukkan kitinase B. subtilis B46 memiliki pH optimum 5 dan suhu optimum 40 oC. Pengaruh penambahan ion logam (10-2 M) Mg2+ berfungsi sebagai aktivator, sementara ion EDTA, CaCl2, ZnCl2, CoCl, CuCl2, HgCl2 bersifat sebagai inhibitor. Ekstrak kasar enzim kitinase juga diuji daya hambatnya terhadap jamur F.oxysporum. Hasil uji pada penentuan konsentrasi hambat tumbuh minimum menunjukkan bahwa pertumbuhan F.oxysporum dapat dihambat oleh kitinase B. subtilis B46. Ekstrak kasar enzim kitinase berpengaruh terhadap pertumbuhan F.oxysporum pada konsentrasi 10% dengan rerata zona hambat sebesar 1,55 mm. Hasil penelitian ini mengindikasikan potensi ekstrak kasar enzim kitinase asal isolat B. subtilis B46 untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai agen biokontrol pengendali hayati jamur patogen pada tanaman. Chitinase enzymes can be produced by various chitinolytic organisms. One of the organin-producing chitinase enzymes that is widely studied and developed is from the genus Bacillus sp because it has high chitinolytic activity. This study aims to characterize crude extract of chitinase enzyme from B. subtilis B46. Test of chitinase enzyme activity was done by DNS method. Characterization is carried out under various temperature, pH, and EDTA and metal ion conditions. The characterization results showed B46 chitinase B. subtilis having optimum pH 5 and optimum temperature of 40 ° C. The effect of the addition of metal ions (10-2 M) Mg2 + acts as an activator, while the EDTA, CaCl2, ZnCl2, CoCl, CuCl2, HgCl2 ions are inhibitors. The crude extract of chitinase enzyme was also tested for its inhibitory resistance to the F.oxysporum fungus. The results of the test on determination of the minimum growth inhibitory concentration indicated that the growth of F.oxysporum could be inhibited by B46 chitinase B. subtilis. The crude extract of chitinase enzyme had an effect on the growth of F.oxysporum at 10% concentration with the inhibition zone average of 1.55 mm. The results of this study indicate the potential of crude extract of chitinase enzyme from B46 subtilis isolates B46 to be further developed as biocontrol agent of pathogenic fungal biological control in plants.
1648019790A1G013005Potensi Wilayah Kecamatan Berbasis Hortikultura Sayuran dalam Pengembangan Wilayah Kabupaten CirebonPada PDRB tahun 2015 menurut lapangan usaha yaitu pertanian mengalami penurunan sebesar 0,79 persen dibandingkan PDRB tahun 2014, khususnya komoditas hortikultura semusim memberi kontribusi terendah sebesar 3,65 persen dibandingkan dengan komoditas pangan sebesar 6,47 persen. Hal tersebut disebabkan oleh pengalihan fungsi penggunaan lahan dan menurunnya produksi hasil pertanian. Tujuan penelitian ini adalah 1) Menganalisis potensi wilayah berbasis komoditas sayuran di Kabupaten Cirebon, 2) Mengetahui pertumbuhan (PP) dan daya saing (PPW) komoditas sayuran di wilayah kecamatan dengan membandingkan dengan komoditas sayuran di wilayah Kabupaten Cirebon, 3) menentukan arahan pengembangan wilayah berbasis komoditas sayuran di Kabupaten Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Data yang digunakan adalah data sekunder yang meliputi data produksi komoditas sayuran tiap kecamatan di Kabupaten Cirebon tahun 2011-2015. Analisis data yang digunakan yaitu Location Quotient, Shift Share dan Arahan Pengembangan Wilayah. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) komoditas sayuran yang menjadi basis di sebagian besar kecamatan di Kabupaten Cirebon adalah jamur, cabai, bawang merah, ketimun, kacang panjang, terong, dan cabai rawit, 2) komoditas sayuran basis yang mempunyai pertumbuhan cepat adalah terong, cabai, bawang merah, ketimun, kangkung, kacang panjang, dan jamur, dan komoditas sayuran basis, PP positif dan PPW positif (Komoditas unggulan) di Kabupaten Cirebon sebagai berikut; terong, cabai, ketimun, bawang merah, kangkung, kacang panjang, dan jamur. 3) Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon untuk luas lahan kawasan peruntukan hortikultura sayuran seluas kurang lebih 5000 ha yang berada di 10 kecamatan adalah sebagai berikut: Kecamatan Waled, Pasaleman, Ciledug, Pabuaran, Losari, Pabedilan, Babakan, Gebang, Lemahabang dan Susukan lebak.In the year of 2015 PDRB according to business field is agriculture has decreased by 0,79 percent compared in the year 2014, in particular the annual horticultural commodities contributed to the lowest of 3.65 percent compared to food commodities of 6.47 percent. It is caused by the transfer function of land use and agricultural production is declining. The purpose of this research is 1) analyzing the potential region based on the vegetables commodity in Cirebon Regency, 2) knowing the growth and vegetable commodities competitiveness in the sub-districts by comparing with vegetable commodities in Cirebon Regency, 3) determine the direction of vegetable-based regional development in Cirebon Regency The method used in this research is case studies. The data used are secondary data that includes data of vegetable commodity production each subdistrict in Cirebon Regency year 2011-2015. Data analysis methods use Location Quotient, Shift Share, and Regional Development Directives. The results showed that: 1) Vegetable-based commodities in most districts in Cirebon Regency are mushrooms, chili pepper, onion, cucumber, eggplant, long beans, chillies, 2) using shift share analysis proportional growth component of vegetable-based commodities each district in Cirebon Regency, vegetable-based commodities that have quick growth are eggplant, chili, red onion, cucumber, sprouts, string beans, and mushrooms, and vegetable-based commodity growth components area, PP positive and positive PPW (Flagship commodities) in Cirebon Regency as follows; Eggplant, pepper, cucumber, onion, sprouts, string beans, and mushrooms. 3) Cirebon district goverment policy for the vegetable holticulture land area approximately 5000 Ha located in 10 districts as follows: Waled, Pasaleman, Ciledug, Pabuaran, Losari, Pabedilan, Babakan, Gebang, Lemah abang and susukan lebak districts.