Artikelilmiahs
Menampilkan 16.501-16.520 dari 49.971 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 16501 | 21708 | E1A013245 | PERCERAIAN KARENA SUAMI MAFQUD (Studi Terhadap Putusan Pengadilan Agama Cilacap No.0083/Pdt.G/2016/PA.Clp) | ABSTRAK Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 disebutkan bahwa perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, namun dalam praktik banyak terjadi permasalahan kehidupan rumah tangga yang berakibat perceraian, sehingga tujuan dari perkawinan tersebut tidak tercapai, seperti halnya salah satu perkara mengenai perceraian karena suami mafqud yang terjadi di Pengadilan Agama Cilacap dengan Nomor Perkara : 0083/Pdt.G/2016/PA.Clp. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan Hukum Hakim dalam memutus perkara pada putusan Pengadilan Agama Cilacap Nomor: 0083/Pdt.G/2016/PA.Clp. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, metode pengumpulan data studi kepustakaan, metode analisis data normatif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara tersebut berdasarkan pada pasal 31 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 82 ayat (4) Undang- Undang Nomor 7 Tahun 1989, menurut peneliti seharusnya pertimbangan hakim mendasarkan pada penjelasan Pasal 39 ayat (2) huruf (b) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo Pasal 19 huruf (b) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tergugat meninggalkan pihak lain selama 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain di luar kemampuannya, dapat diartikan bahwa Tergugat yang pergi 9 tahun tanpa diketahui keberadaanya telah mafqud. | ABSTRACT In Article 1 Law Number 1 Year 1974 is mentioned that marriage is a physical and spiritual bond between a man and a woman as a husband and wife with a purpose to form a happy and eternal family based on God Almighty, but in practice there are many problems of domestic life that result in divorce, so the purpose of the marriage are not achieved, as well as one case of divorce due to missing husband (mafqud) that occured in Cilacap Religious Court with Case Number : 0083/Pdt.G/2016/PA.Clp. The problem of this research is how the judge’s legal considerations on deciding case in the decision of Cilacap Religious Court Number: 0083/Pdt.G/2016/PA.Clp. The research method used in this research is normative juridical approach, the research specification is prescriptive analytical, the data collection method used literature study, the data analysis method is normative qualitative. The result of this research have shown that the judge’s legal considerations on deciding the case is based on Article 31 paragraph (1) of Government Regulation Number 9 Year 1975 j.o. Article 84 paragraph (4) of Law Number 7 Year 1989, according to researcher’s view, the judge’s legal considerations should be based on the explanation of Article 39 paragraph (2) letter (b) of Law Number 1 Year 1974 on Marriage j.o. Article 19 letter (b) Government Regulation Number 9 Year 1975 that the defendant has leaving the others for 2 consecutive years without a permission from the others and without a valid reason or because of some things that beyond of his/her capabilities, it can be interpreted that the Defendant who was left for 9 years without being known has been declared missing (mafqud). | |
| 16502 | 19806 | A1C008048 | OPTIMALISASI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI STROBERI (Fragaria x ananassa var Duchesne) DI DESA SERANG KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA | Stroberi (Fragaria x ananassa var Duchesne) merupakan komoditas hortikultura yang karakteristik pengembangannya memungkinkan komoditas tersebut dikonsumsi dalam bentuk segar maupun olahan. Desa Serang Kecamatan Karangreja merupakan satu-satunya daerah penghasil stroberi di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui biaya produksi dan pendapatan pada usahatani stroberi (2) mengetahui pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi (luas lahan, bibit, pupuk organik, pupuk anorganik padat, pupuk anorganik cair , tenaga kerja dan pestisida) terhadap produk usahatani stroberi (3) mengetahui kombinasi optimal penggunaan faktor-faktor produksi pada usahatani stroberi. Penelitian dilaksanakan di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga dengan metode penelitian survai. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 1 sampai dengan 31 Mei 2016. Pengambilan data dilakukan dengan metode Sampel Acak Sederhana. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan; fungsi produksi Cobb-Douglas dan optimalisasi penggunaan faktor-faktor produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : biaya usahatani stroberi per hektar Rp 51.216.188,00 dengan penerimaan per hektar Rp 76.286.648,00 sehingga diperoleh pendapatan usahatani stroberi per hektar Rp 23.780.769,00. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan faktor produksi luas lahan, pupuk anorganik padat dan tenaga kerja berpengaruh terhadap produk stroberi. Penggunaan faktor produksi pupuk anorganik padat dalam realisasi (146,89 kilogram per 0,17 hektar) lebih kecil dari hasil optimalisasi (227,35 kilogram per 0,17 hektar), sedangkan penggunaan faktor produksi tenaga kerja dalam realisasi (146,51 HKSP per 0,17 hektar) lebih besar dari hasil optimalisasi (117,01 HKSP per 0,17 hektar). Hasil produksi yang diperoleh petani (1.277,20 kilogram per 0,17 hektar) juga lebih kecil dari hasil optimalisasi (1.938,06 kilogram per 0,17 hektar). Berdasarkan hasil optimalisasi dapat diketahui bahwa penggunaan faktor produksi pupuk anorganik padat dan hasil produksi belum optimal, sedangkan tenaga kerja dalam usahatani stroberi tidak optimal. | Strawberry (Fragaria x ananassa var Duchesne) is a horticultural commodites, development characteristics allow the commodity is consumed in the form of fresh or processed. Serang village Karangreja district is one of the producing areas of stawberry. This study aims to: (1) determine the production costs and revenues in the strawberry farming (2) determine the influence of usage production factors (land area, seed, organic fertilizer, inorganic fertilizers, pesticide, labor and pesticide) to the strawberry farming products (3) determine the optimal combination of the use of production factors in the strawberry farming. The research was conducted in Serang village, Karangreja district, Purbalingga regency with survey reseacrh method. This research was conducted on 1 untill 31 May 2016. Data collection was conducted by Simple Random Sampling method. The analytical method used: cost and revenue analysis; Cobb Douglas production function and optimize the use of production factors. The results showed that: the cost per hectare of strawberry farming Rp51,216,188.00 with the revenue per hectare Rp 76.286.648,00 so that the income per hectare of strawberry farming Rp 23.780.769,00. Analysis results land area, the solid inorganic fertilizer and labor production factors are affected of strawberry. The use of solid inorganic fertilizer production factors in the realization (146.89 kilogram per 0.17 hectare) is smaller than the optimization results (227.35 kilogram per 0.17 hectare), while the use of labor production factors in the realization (146.51 HKSP per 0.17 hectare) is bigger than the optimization results (117.01 HKSP per 0.17 hectare). Production yields obtained by farmers (1,277.20 kilogram per 0.17 hectare) is also smaller than the optimization result (1,937.98 kilogram per 0.17 hectare). Based on the optimization results can be seen the use of production factors solid inorganic fertilizer and production is not yet optimal, while labor in strawberry farming is not optimal. | |
| 16503 | 19807 | F1B012049 | Collaborative Governance dalam Manajemen Promosi Pariwisata Baturraden Kabupaten Banyumas | Kemajuan pariwisata di Indonesia salah satu aspeknya dilihat dari kegiatan promosi pariwisatanya. Dalam kegiatan promosi tersebut melibatkan banyak pihak (stakeholders), di antaranya adalah pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat. Dalam kenyataannya, kegiatan promosi pariwisata masih menunjukkan beberapa kesenjangan yang dihadapi oleh para stakeholders seperti komunikasi antar pihak belum terjalin dengan baik, kurangnya pemanfaatan teknologi dan belum ratanya pengembangan di setiap sektor pariwisata termasuk di daerah. Hal tersebut juga terlihat di Kabupaten Banyumas khususnya Kecamatan Baturraden. Dalam menjalankan kegiatan promosi pariwisata Baturraden, para stakeholders masih menemui beberapa kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kolaborasi antara pihak pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam promosi pariwisata Kecamatan Baturraden. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah collaborative governance menurut Donahue yang menunjukkan bagaimana pemerintah dapat memanfaatkan sektor swasta untuk menopang produktivitas, memperoleh informasi, dan sumber daya. Penelitian berfokus pada empat aspek yaitu tingkat formalitas, tingkat durasi, tingkat fokus, dan tingkat institusional. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pemilihan informan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat formalitas belum mempunyai batasan jelas tentang siapa saja yang terlibat dalam proses kerja sama dalam promosi pariwisata. Tingkat durasi memperlihatkan bahwa kolaborasi sudah ada sejak dahulu dan akan berakhir apabila sebuah pariwisata telah hilang. Tingkat fokus menjelaskan penetapan sasaran mempermudah para stakeholders yang terlibat dalam promosi pariwisata. Lalu tingkat institusional menunjukkan belum maksimalnya kerjasama antar pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat. | One of the aspects tourism progress in Indonesia seen from tourism promotion activities. In the promotional activities that many parties involved, which is government, private sector, and civilian. In this case, tourism promotion activities still show some gaps by stakeholders such as communication between parties have not been well established, and there is no development in the tourism sector especially in region. This is also seen in Banyumas District, especially Baturraden Sub-district. When running the tourism promotion activities Baturraden, the stakeholders are still finds some trouble. This study aims to describe the collaboration between the government, private, and civilian in the promotion of tourism Baturraden District. The concept used in this research is collaborative governance belong to Donahue that shows how governments can use the private sector to sustain productivity, obtain information, and resources. This research focused on four levels which is level of formality, level of duration, level of focus, and institutional level. This research method using descriptive qualitative approach with technique of selecting informant purposive sampling. Data collection is done by in-depth interviews, observation, and documentation. The results show that the level of formalities does not yet have clear limits on who is involved in the process of cooperation in tourism promotion. The exact duration level already exists and will end a journey that has been lost. The level of focus explains the limits of the target stakeholders involved in tourism promotion. Then the institutional level indicates the cooperation between government, private sector, and civilian are not maximal. | |
| 16504 | 19808 | F1B112048 | PENGARUH KOMITMEN DAN KEMAMPUAN KERJA PEGAWAI TERHADAP KINERJA PEGAWAI KECAMATAN GUMELAR KABUPATEN BANYUMAS | Peraturan Pemerintah Nomor 19/ 2008 tentang Kecamatan memiliki peran yang penting dan strategis karena telah memfungsikan kecamatan sebagai organisasi terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kinerja pegawai Kecamatan Gumelar masih memerlukan perbaikan dengan memperhatikan faktor komitmen dan kemampuan pegawai. Berdasarkan kenyataan ini, maka penelitian yang berjudul “Pengaruh Komitmen Dan Kemampuan Kerja Pegawai Terhadap Kinerja Pegawai Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas” bertujuan mengetahui pengaruh komitmen dan kemampuan kerja pegawai secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas. Sasaran penelitian ini adalah pegawai Kantor Desa dan Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas, dengan sampel 101 pegawai. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei, dnegan teknik analisis data kendall tau, konkordansi kendall W dan regresi ordinal. Hasil analisis regresi ordinal diketahui komitmen pegawai mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai di Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas. Variabel kemampuan kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai. Komitmen pegawai pegawai dan kemampuan kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai. Ini berarti komitmen pegawai dan kemampuan kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Kecamatan Gumelar, dan nilai pengaruhnya adalah positif. | The Government Regulation Number 19/2008 on Sub-Districts has an important and strategic role because it has enabled the sub-district as the leading organization in providing services to the community. The performance of Gumelar sub-district employees still needs improvement by taking into account the commitment and the ability of the employees. Based on this fact, the research entitled "The Effect of Commitment and Employee Ability Against Performance of Gumelar Subdistrict Officer of Banyumas Regency" aims to know the influence of commitment and ability of employees work together to the performance of employees of Gumelar Sub-district of Banyumas Regency. The target of this research is employees of Village Office and Gumelar District Banyumas Regency, with sample 101 employees. The research method used is survey method, dnegan technique of data analysis kendall tau, concordance of kendall W and ordinal regression. Regression analysis results ordinal known employee commitment has a significant effect on employee performance in District Gumelar Banyumas. The variable of work ability has a significant influence on employee performance. Commitment of employee and work ability have significant influence to employee performance. This means that the commitment of employees and the ability to work together affect the performance of employees in District Gumelar, and the value of its influence is positive. | |
| 16505 | 21367 | F1G014023 | KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL LUBANG DARI SEPARUH LANGIT KARYA AFRIZAL MALNA | Analisis gambaran konflik sosial dalam novel Lubang dari Separuh Langit karya Afrizal Malna ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud konflik sosial yang terkandung dalam novel Lubang dari Separuh Langit karya Afrizal Malna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan memfokuskan penelitian pada wujud konflik sosial dalam novel Lubang dari Separuh Langit karya Afrizal Malna. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan alur, tokoh penokohan dan setting, serta mendeskripsikan wujud konflik sosial dalam novel Lubang dari Separuh Langit karya Afrizal Malna dan menyimpulkan hasil analisis. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukan bahwa terdapat wujud konflik sosial dalam novel Lubang dari Separuh Langit karya Afrizal Malna. Dalam novel Lubang dari Separuh Langit karya Afrizal Malna konflik sosial yang terjadi adalah konflik vertikal antara pemerintah dan kaum marjinal yang hidup di bantaran sungai. Konflik terjadi karena adanya perbedaan kepentingan antara pemerintah dan kaum marjinal yang berbeda persepsi tentang keberadaan bangunan di bantaran sungai. Selain itu, pemerintah yang melarang penggunaan transportasi becak beroperasi di kota membuat konflik dalam novel ini menjadi semakin kompleks. | An analysis of social conflict in Lubang dari Separuh Langit by Afrizal Malna is aimed to describe the form of the social conflict in the novel. The research methodology used is Descriptive Qualitative with the sociology approach. The research is focused on the form of its social conflict in Lubang dari Separuh Langit by Afrizal Malna. The data analysis technique in this research is by describing the plot, characterization, setting, the form of the social conflict, and concluding the analysis result. The analysis result showed that there is the form of social conflict in Lubang dari Separuh Langit by Afrizal Malna. Conflict that occurs in this novel is the vertical conflict between the government and the marginal folk that resides in the river bank. This occured due to the difference of interest between government and marginal folk about perception of building existences in the river bank. Besides, the government which prohibits the becak to operate in the city caused the conflict in this novel more complex. | |
| 16506 | 22060 | C1M014004 | PENGARUH PERGAULAN TEMAN SEBAYA, MOTIVASI BELAJAR DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 4 PURWOKERTO | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Pergaulan Teman Sebaya, Motivasi Belajar dan Kemandirian Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Purwokerto”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pergaulan teman sebaya, motivasi belajar dan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar ekonomi. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS dan kelas XI MIPA yang mengikuti mata pelajaran ekonomi di SMA N 4 Purwokerto yang berjumlah 236 siswa, dengan menggunakan rumus slovin diperoleh sampel sebanyak 150 responden. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis jalur yang menunjukan bahwa: 1) Pergaulan teman sebaya berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa kelas XI SMA N 4 Purwokerto. 2) Motivasi belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa kelas XI SMA N 4 Purwokerto. 3) Kemandirian belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa kelas XI SMA N 4 Purwokerto. Implikasi dari penelitian ini adalah Penelitian dilaksanakan di SMA N 4 Purwokerto, diharapkan untuk penelitian selanjutnya agar menambah variabel penelitian maupun melakukan penelitian di sekolah lain sehingga dapat mendukung dan menambah cakupan penelitian. Sebaiknya guru memperhatikan lingkungan pergaulan teman sebaya siswa agar siswa dapat membentuk dan mengembangkan motivasi dalam belajar yang bersifat positif serta kemauan kemandirian belajar siswa yang tinggi. Sedangkan bagi siswa diharapkan dapat belajar dengan memilih dan memanfaatkan pergaulan dalam lingkungan teman sebaya di lingkungan sekolah ataupun lingkungan luar sekolah guna mengembangkan motivasi belajar dan meningkatkan kemandirian belajar dalam diri siswa. Selain itu orang tua diharapkan dapat lebih memperhatikan anak baik dalam hal kegiatan belajar maupun dalam bergaul dengan temannya agar siswa bisa lebih meningkatkan prestasi belajarnya di sekolah. | This research is quantitative research using survey method. This research take title ”The Influence Peer Relation, Learning Motivation, and Learning Independence towards Student Achievement Class XI SMA N 4 Purwokerto”. The purpose of this research is to analyze influence of peers relation, learning motivation, and learning independence towards economic learning achievement. The population used in the research are the student of class XI IPS and class XI MIPA who follow economic learning subjects in SMA N 4 Purwokerto which amounted to 236 students, using the slovin formula obtained a sample of 150 respondents. Analytical techniques in this research use path analysis which show that: 1) Peer relation has a positive effect on student achievement class XI SMA N 4 Purwokerto. 2) Learning Motivation has a positive effect on student achievement class XI SMA N 4 Purwokerto. 3) Learning Independent has a positive effect on student achievement class XI SMA N 4 Purwokerto. Implication of this research is research doing in SMA N 4 Purwokerto, it is expected to further research add variable research or do research in other school so that student can support and increase research research coverage. Teacher Should attention social environmental peer of student so that student can shape and develop motivation in study which character is positif and willingness study student independent which high. As for student are expected can learn choose and utilize relation in school environment or outside environment to develop study motivation and increase study independent in student. In addition, parents are expected to more attention to the child both in study activities and relation with friends so that student can further increase study achievement in school. | |
| 16507 | 19810 | F1G013046 | Trait Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Wonderful Life: The Novel Karya Kiki Raihan. | Penelitian ini berjudul “Trait Kepribadian Tokoh Utama Novel Wonderful Life: The Novel karya Kiki Raihan”. Penelitian ini dilatarbelakangi melalui tokoh Amalia yang memiliki karier cemerlang namun memiliki anak yang mengidap disleksia, hal ini menggambarkan adanya pertentangan antara ambisi dengan kenyataan hidup yang dihadapi Amalia. Sikap, respon, tingkah laku serta keputusan yang diambil Amalia dalam menghadapi permasalahan hidup dapat memiliki kesatuan unsur yang membangun sebuah kepribadian berdasarkan teori psikoanalisis yakni trait kepribadian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini berupa novel Wonderful Life: The Novel karya Kiki Raihan. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah membaca, menandai, mencatat, dan memadukan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menganalisis unsur intrinsik berupa tokoh dan penokohan, plot, dan latar serta menganalisis trait kepribadian tokoh utama yang terdapat dalam novel Wonderful Life: The Novel karya Kiki Raihan, lalu menyimpulkan hasil analisis sesuai dengan perumusan masalah. Hasil penelitian terhadap tokoh utama novel Wonderful Life: The Novel karya Kiki Raihan, menunjukkan adanya unsur intrinsik berupa tokoh dan penokohan, plot, dan latar. Dalam novel Wonderful Life: The Novel karya Kiki Raihan terdapat tokoh utama yakni Amalia, terdapat pula tokoh tambahan seperti Aqil, Bapak, Ibu, Aga, Riza dan Mas Nino. Plot yang digunakan adalah plot campur yang tersusun atas plot maju dan plot flash-back. Latar yang terdapat dalam novel Wonderful Life: The Novel karya Kiki Raihan berada di Rumah Orang tua, kompleks makam, sekolah dasar, ruang konsultasi Psikolog, kantor, Jakarta, sepanjang pantai utara Jawa Barat dan Tengah hingga Yogyakarta, warung internet (warnet), joglo tempat tinggal Datuk dan telaga, pasar tradisional, ruang meeting dan rumah baru Amalia. Berdasarkan aspek psikologi sastra dalam novel Wonderful Life: The Novel karya Kiki Raihan menunjukkan adanya lima besar trait kepribadian yang meliputi dimensi: 1) Openness, memiliki keingintahuan dan bersedia menemukan ide-ide baru, 2) Conscientiousnes (keteraturan), berupa kecenderungan rapi, dapat diandalkan dalam bekerja, keras, mandiri, tepat waktu, ambisius, 3) Introversi, berupa kecenderungan menyendiri, teratur, tertutup, mandiri, secara akademis cenderung individu yang cerdas dan pandai karena terbiasa memiliki keteraturan dan menyukai kerapihan, 4) Agreeableness, berupa kecenderungan kooperatif (bekerja sama) dan percaya pada orang lain. 5) Neurotisisme (Negatif secara emosional), berupa kecenderungan merasakan emosi negatif seperti benci, kemarahan, rasa bersalah, dan penolakan. Kata Kunci: Psikologi Sastra, Trait Kepribadian, Novel. | This research is entitled Trait Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Wonderful Life: The Novel written by Kiki Raihan. The research background is the character Amalia who has an admirable career and her child who is suffering from dyslexia. That condition shows is a contradiction between Amalia’s ambition and her life reality. The attitudes, responses, behaviors, and decisions made by Amalia in facing her problematic life may have an integrated element regarding to the establishment her personality based on the theory of psychoanalysis called trait kepribadian. This research employs a descriptive-qualitative method focusing on Wonderful Life: The Novel written by Kiki Raihan. The research data are collected through reading, marking, recording, and integrating. The data analysis is conducted based on the intrinsic elements covering the character contained within Wonderful Life: The Novel written by Kiki Raihan, and eventually concluding the analytical result to appropriately answer the research questions. The research result on the main character of Wonderful Life: The Novel written by Kiki Raihan show that there are various intrinsic elements covering the character and characterization, plot and, setting. There are the main character of Wonderful Life: The Novel written by Kiki Raihan, named Amalia as well as the supporting characters, such as Aqil, father, mother, Aga, Riza, and brother Nino. This novel uses a combination between the progressive and flashback plots. The settings of Wonderful Life: The Novel written by Kiki Raihan are at the parents’ house, cemetery complex, elementary school, psychological consultation room, office, Jakarta, along the north coast of West Java, Central Java, and up to Yogykarta, internet cafe, Joglo and lake where Datuk lives, traditional market, meeting room, and Amalia’s new house. Based on the literary psychological aspect contained within Wonderful Life: The Novel written by Kiki Raihan, it shows that there are 5 major trait kepribadian based on the dimension of: 1) openness, related to curiosity and willingness, to find something ne; 2) conscientiousness, a tendency of being tidy, reliable at any job matter, persistent, independent, and ambitious; 3) introversion, a tendency to live alone, in order, introvert, independent, academically clever and smart due to the orderliness and tidiness habitual activities; 4) agreeableness, a tendency to be cooperative and trusted by the other people; 5) neuroticism, a tendency of having negative emotional feeling, such as hatred, anger, guilt, and denial. Keywords: literary psychology, personality trait, novel. | |
| 16508 | 21368 | D1E014182 | PENGARUH DOSIS KOMBINASI EKSTRAK BAWANG PUTIH, BATANG PISANG DAN BIJI PEPAYA TERHADAP INDEKS ERITROSIT DARAH KELINCI YANG TERINFEKSI KOKSIDIOSIS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak bawang putih, batang pisang dan biji pepaya serta dosis kombinasi ekstrak terbaik terhadap indeks eritrosit darah kelinci yang terinfeksi koksidiosis. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 30 ekor kelinci Rex, 65 mg ekstrak bawang putih, 33 mg ekstrak batang pisang dan 2 mg ekstrak biji pepaya. Penelitian ini menggunakan metode experimental dan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian terdiri dari 6 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari D0: 0 mg atau sebagai kontrol, D1: Dosis kombinasi ekstrak 10 mg, D2: Dosis kombinasi ekstrak 20 mg, D3: Dosis kombinasi ekstrak 40 mg, D4: Dosis kombinasi ekstrak 80 mg dan D5: Dosis kombinasi ekstrak 100 mg. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan uji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian kombinasi ekstrak bawang putih, batang pisang dan biji pepaya berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap indeks eritrosit darah kelinci yang terinfeksi koksidiosis. Dosis terbaik dalam mempengaruhi nilai normal indeks eritrosit yaitu pada perlakuan D3 dengan kombinasi ekstrak bawang putih, batang pisang dan biji pepaya sebanyak 40 mg. | This research was aimed to know the effect of the combination of garlic extract, banana steam and papaya seed and the best combination doses of extracts on erytrochytes index blood rabbit infected by coccidiosis. The material used in the research were 30 Rex rabbit’s, garlics extract 65 mg, banana steam extract 33 mg and papaya seeds extract 2 mg. The method was use in experimental and Completed Random Sampling (CRS). The research consisted of sixth treatment and fifth repeated. The treatments was D0: 0 mg as control; D1:10 mg of extract combination level; D2: 20 mg of extract combination level; D3: 40 mg of extract combination level; D4: 80 mg of extract combination level and D5: 100 mg of extract combination level. The data analysis with variance analysis and Honestly Significant Difference test(HSD). The research resulted combination extract of garlics, banana steam, papaya seeds addition not significantly affected (P>0,05) on erythrocytes of rabbit's blood which infected by coccidiosis. The best level of normal erythrocytes index value was on D3 with combination extract as many as 40 mg. | |
| 16509 | 21369 | E1A013316 | PENYELESAIAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) KARENA MUTASI DI PT. OLGAFOOD INDUSTRI TANJUNG MORAWA (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 843K/Pdt.Sus-PHI/2016) | ABSTRAK Judul: PENYELESAIAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) KARENA MUTASI DI PT. OLGAFOOD INDUSTRI TANJUNG MORAWA (STUDI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 843/Pdt.Sus-PHI/2016) Oleh: Mahdian Nur Addin Muhammad E1A013316 Penelitian ini bersumber pada putusan Mahkamah Agung Nomor 843 K/Pdt.Sus-PHI/2016 yang memperbaiki putusan Pengadilan Hubungan Industrial Nomor 32/Pdt.Sus-PHI/2015/Pn.Mdn mengenai perkara PHK karena pekerja di mutasi PT. Olgafood Industri Tanjung Morawa dan Mahkamah Agung memberi putusan yang berbeda dengan ketentuan Undang- Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yakni memberikan uang pesangon sebesar 2 kali ketentuan Pasal 156 ayat (2) Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan undang-undang dan konseptual. Spesifikasi penelitian yang digunakan deskriptf analitis. Sumber bahan hukum yang digunakan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Metode analisis data menggunakan interpretasi gramatikal dan sistematis. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan bahwa mekanisme PHK yang dilakukan PT. Olgafood Industri tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku karena tidak memenuhi unsur ketentuan Pasal 106 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dan Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, menurut peraturan perundang-undangan apabila perusahaan tetap melakukan PHK sesuai Pasal 155 ayat (1) PHK tersebut batal demi hukum. Putusan Mahkamah Agung Nomor 843K/Pdt.Sus-PHI/2016 sudah tepat dikategorikan PHK karena melanggar perjanjian kerja karena memenuhi unsur Pasal 161 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan tetapi kurang tepat dalam pertimbangan hukum karena PHK karena penolakan mutasi dikategorikan mengundurkan diri seperti Pasal 162 ayat (1) karena tidak memenuhi unsur unsur pasal tersebut. Kata Kunci: Perselisihan Hubungan Industrial, Pemutusan Hubungan Kerja, Mutasi | ABSTRACT COMPLETION THE RELATIONSHIP OF WORKING RELATIONSHIP BECAUSE OF MUTATION IN PT. OLGAFOOD INDUSTRIAL TANJUNG MORAWA (DECISION STUDY OF THE SUPREME COURT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA NUMBER 843 / Pdt.Sus-PHI / 2016) By: Mahdian Nur Addin Muhammad E1A013316 This study comes from Supreme Court Decision No. 843 K / Pdt.Sus-PHI / 2016 which corrected the decision of Industrial Relations Court Number 32 / Pdt.Sus-PHI / 2015 / Pn.Mdn regarding the case of layoffs because workers in mutation PT. Olgafood Industri Tanjung Morawa and the Supreme Court gave a different decision with the provisions of Law Number 13 Year 2003 on Manpower namely giving severance pay twice by the provisions of Article 156 paragraph (2) This research uses normative juridical research method. The research approach uses a legal and conceptual approach. Research specification used analytical descriptive. Sources of legal materials used primary legal materials and secondary legal materials. Methods of data analysis using grammatical and systematic interpretation. Based on the results of research and discussion that the mechanism of layoffs made PT. Olgafood Industri does not comply with the applicable provisions because it does not comply with the provisions of Article 106 paragraph (1) and (2) of Law Number 13 Year 2003 concerning manpower and Article 3 paragraph (1) of Law Number 2 Year 2004 concerning Settlement of Dispute Relations Industrial, according to the regulation if the company keeps laid off in accordance with Article 155 paragraph (1) The layoffs are null and void. The Supreme Court Decision Number 843K / Pdt.Sus-PHI / 2016 has been appropriately categorized as layoff because it violates the work agreement because it fulfills the element of Article 161 of Law Number 13 Year 2003 concerning Manpower but is not appropriate in the legal consideration because of the dismissal because mutation refusal is categorized as resigning Article 162 paragraph (1) because it does not meet the elements of the article. Keywords: Industrial Relations Disputes, Termination of Employment, Mutation | |
| 16510 | 21662 | D1E013174 | HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN UMUR DENGAN KINERJA KARYAWAN KOPERASI UNIT DESA (KUD) SUSU DI KABUPATEN BOYOLALI | Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pendidikan karayawan, umur karyawan dan kinerja karyawan koperasi serta untuk menganalisis hubungan pendidikan dan umur dengan kinerja karyawan koperasi unit desa susu di Kabupaten Boyolali. Metode penetapan sampel koperasi dan pengambilan responden dilakukan secara random sampling. Koperasi dipilih sebanyak 75% dari 4 koperasi yang masih aktif di Kabupaten Boyolali yaitu KUD Mojosongo, KUD Cepogo dan KUD Musuk. Pengambilan responden yaitu sebanyak 15 karyawan koperasi dari setiap koperasi terpilih dan diperoleh total responden sebanyak 45 orang. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat hubungan yang tidak nyata antara pendidikan dan umur dengan kinerja karyawan koperasi unit desa di Kabupaten Boyolali. Pendidikan dengan kinerja memiliki nilai koefisien korelasi sebesar 0,224 (korelasi lemah) dan umur dengan kinerja memiliki nilai koefisien korelasi sebesar 0,082 (korelasi sangat lemah). | The purpose of this research is to know the education of the employee, employers ages and performance of cooparative employees and to analyze the correlation of education and their ages with determining cooperative staff of dairy village unit in Boyolali district. Methods of determining cooperative samples and taking respondents were done by random sampling. Cooperatives were selected as much as 75% of the 4 coopertives that are still active in Boyolali District which is KUD Mojosongo, KUD Cepogo and KUD Musuk. There are 15 respondents of employees cooperative of each selected cooperative and obtained a total of 45 respondents. The result of the analysis shows that there is unreal relationship between education and age with performance of the cooperative employees of the village unit in Boyolali District. The performance of education has a correlation coefficient value of 0.224 (weak correlation) and the performance of ages has a correlation coefficient value of 0.082 (very weak correlation). | |
| 16511 | 21370 | D1E014034 | PENGARUH LAMA PEMBALURAN JUS KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP KUALITAS FISIK DAGING DADA AYAM NIAGA PETELUR AFKIR. | Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh lama pembaluran jus kulit buah naga merah yang optimum dapat meningkatkan kualitas fisik daging dada ayam niaga petelur afkir. Materi yang digunakan adalah 20 potong daging dada ayam niaga petelur afkir dan kulit buah naga merah 320 g. Metode penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu daging tanpa dibalur, daging dibalur jus kulit buah naga merah 20% dari bobot daging, selama 30 menit (R1), 60 menit (R2) dan 90 menit (R3). Setiap perlakuan diulang 5 kali. Peubah yang diukur yaitu pH, keempukan, susut masak dan daya ikat air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaluran dengan jus kulit buah naga merah berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap keempukan serta berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH, susut masak dan daya ikat air. Hasil uji lanjut ortogonal polinomial pH adalah persamaan garis Y= 5.9434 - 0.00515333X dengan koefisien determinasi (R2) 26,26%. Keempukan persamaan garis Y= 0.047 + 0.000066667X dengan koefisien determinasi (R2) 43,48%. Susut masak persamaan garis Y= 35.524 + 0.50799X - 0.01363X2 + 0.0000969X3 dengan koefisien determinasi (R2) = 42,23%. Daya ikat air persamaan garis Y= 41.4413 + 0.15204333X - 0.00213167X2 dengan koefisien determinasi (R2) = 31,93%. Kesimpulan, pembaluran jus kulit buah naga merah dengan lama waktu optimum 60 menit dapat meningkatkan kualitas fisik daging. | The study aims to determine the effect of coating time of red dragon skin fruit juice that can produce physical quality most optimum of breast meat of culled layer commercial hen. The materials used were 20 pieces of breast meat of culled layer commercial hens and 320 g of red dragon skin fruit. The research method were experiment using completely randomized design (CRD) with 4 treatments; uncoated meat, coated meat with red dragon fruit skin juices as much as 20% of the meat weight, for 30 minutes (R1), 60 minutes (R2) and 90 minutes (R3). Each treatment was repeated 5 times. Parameters measured were pH, tenderness, cooking loss and water holding capacity. The results showed that coating using red dragon fruit skin juice had a highly significant (P <0.01) effect tenderness and significant (P <0.05) effect to pH, cooking loss and water holding capacity. The result of polynomial orthogonal test of pH is line equation Y= 5.9434 - 0.00515333X with determination coefficient (R2) 26,26%. Tenderness line equation Y= 0.047 + 0.000066667X with determination coefficient (R2) 43,48%. Cooking loss line equation Y= 35.524 + 0.50799X - 0.01363X2 + 0.0000969X3 with determination coefficient (R2) = 42,23%. Water holding capacity line equation Y= 41.4413 + 0.15204333X - 0.00213167X2 with determination coefficient (R2) = 31,93%. In conclusion, red dragon fruit skin juices coating for 60 minutes produce most optimum physical quality. | |
| 16512 | 19811 | A1C012042 | Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Bunga Krisan (Chrysanthemum sp.) Potong di Desa Kawungluwuk Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur Jawa Barat | Krisan potong merupakan salah satu tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan sangat populer di kalangan masyarakat. Desa Kawungluwuk adalah desa penghasil krisan potong tertinggi di Kabupaten Cianjur. Kegiatan produksi melibatkan faktor produksi yang dalam penggunaannya memerlukan biaya, diantaranya sewa lahan, bibit, pupuk, pestisida, pembuatan greenhouse, listrik dan biaya faktor produksi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui karakteristik petani bunga krisan potong, 2) menghitung besarnya pendapatan, R/C ratio (kelayakan) dan BEP (titik impas) usahatani bunga krisan potong, dan 3) mengetahui faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani bunga krisan potong di Desa Kawungluwuk Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur. Pengambilan data dilaksanakan di Desa Kawungluwuk Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur pada tanggal 16 Agustus hingga 30 Oktober 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Penentuan responden dilakukan dengan metode sensus dengan jumlah responden sebanyak 60 orang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis pendapatan, analisis R/C ratio, analisis BEP dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) petani bunga krisan potong di Desa Kawungluwuk memiliki karakteristik: rata-rata umur 38,9 tahun, rata-rata tingkat pendidikan SD (60 persen), rata-rata jumlah tanggungan 3 orang, rata-rata pengalaman usahatani 7 tahun dan rata-rata luas lahan 0,40 ha, 2) usahatani bunga krisan potong di Desa Kawungluwuk untuk satu kali musim tanam (4 bulan) dengan rata-rata luas lahan 0,40 ha memiliki pendapatan sebesar Rp79.248.325,43, nilai R/C 2,94, BEP unit 29.828 tangkai, BEP penerimaan Rp17.298.631,94 dan BEP harga Rp198,09 per tangkai, 3) jumlah produksi berpengaruh nyata terhadap pendapatan usahatani bunga krisan potong, sedangkan usia petani, tingkat pendidikan, pengalaman usahatani, biaya tenaga kerja dan biaya bibit berpengaruh tidak nyata terhadap pendapatan usahatani bunga krisan potong di Desa Kawungluwuk Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur. | Cut chrysanthemum is one of the pieces of ornamental plants that have high economic value and are very popular among the public. The village of Kawungluwuk was the highest producer of cut Chrysanthemum in Cianjur. Production activities involving the production factors in its use requires amount of fees, including land rent, seed, fertilizer, pesticides, manufacturing the greenhouse, electricity and other factors of production costs. This research aims to: 1) knowing the characteristics of farmers cut Chrysanthemum, 2) calculating the magnitude of the revenue, R/C ratio (eligibility) and BEP (break-even point) in cut Chrysanthemum, and 3) knowing the factors that affect the income of the cut Chrysanthemum farming in the village of Kawungluwuk, Sukaresmi, Cianjur. The research was carried out in the village of Kawungluwuk, sub-district Sukaresmi, Cianjur, during August 16th to October 30th 2016. The research method used is survey method. Determination of the respondent's conducted by census method with the total number of respondents as many as 60 person. Analysis of the method used is descriptive analysis, analysis of income, analysis of R/C ratio, analysis of BEP and multiple linear regression analysis. The results showed that: 1) cut Chrysanthemum farmers in Kawungluwuk village is characterized by: average age 38.9 years, average education level is elementary (60 percent), average number of dependents are 3 people, average experience of farming 7 years and average land area 0.40 ha, 2) Chrysanthemum farming in Kawungluwuk village in one growing season with an average land area 0.40 ha have income Rp79,248,325.43, the value of R/C 2.94, BEP unit 29.828 stem, BEP revenue is Rp17,298,631.94 and BEP price Rp198.09 per stem 3) number of production have a real impact to income of cut Chrysanthemum farming, but age, education level, experience of farming, cost of worker and cost of seed have no real impact to income of cut Chrysanthemum farming in the village of Kawungluwuk Subdistrict Sukaresmi Cianjur. | |
| 16513 | 19771 | C1A013107 | ANALISIS PERMINTAAN KREDIT KONSUMSI PADA BANK UMUM DI JAWA TENGAH (PERIODE 2007Q1 – 2015Q4) | Penelitian ini berjudul “Analisis Permintaan Kredit Konsumsi Pada Bank Umum di Jawa Tengah (Periode 2007Q1-2015Q4)”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suku bunga kredit, inflasi, Produk Domestik Regional Bruto, nilai tukar rupiah dan Non Performing Loans terhadap permintaan kredit konsumsi di Jawa Tengah serta mengidentifikasi variabel yang paling berpengaruh terhadap permintaan kredit konsumsi di Jawa Tengah. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dan data sekunder dengan metode time series dalam kurun waktu sembilan tahun dan tiga puluh enam quartal (2007Q1-2015Q4). Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil analisis menunjukkan bahwa suku bunga kredit, inflasi, Produk Domestik Regional Bruto, nilai tukar rupiah dan non performing loans secara bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan terhadap permintaan kredit konsumsi di Jawa Tengah. Sedangkan secara parsial menunjukkan bahwa suku bunga kredit dan inflasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap permintaan kredit konsumsi bank umum di Jawa Tengah, Produk Domestik Regional Bruto mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan kredit konsumsi bank umum di Jawa Tengah, nilai tukar rupiah dan non performing loans mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan kredit konsumsi bank umum di Jawa Tengah. Variabel yang paling berpengaruh terhadap permintaan kredit konsumsi bank umum di Jawa Tengah adalah Produk Domestik Regional Bruto. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu pertama agar PDRB meningkat maka diperlukan kondisi yang menunjang masyarakat untuk semakin meningkatkan kualitas kinerjanya, dengan demikian akan diikuti oleh kenaikan pendapatan yang diperoleh oleh masyarakat. Kedua perbankan dalam memberikan kredit konsumsi harus lebih diseleksi lagi atau memperbaiki prosedur yang ada. | This research titled “Analysis of Demand Consumption Credit at Commercial Bank in Central Java (Period 2007Q1-2015Q4)”. This research aims to analyze the influence of interest rate, inflation, gross regional domestic product, rupiah exchange rate and non-performing loan against demand consumption credit and to identify which variables would give the biggest influence to demand consumption credit. This research method is quantitative research and secondary data using time series method within nine years period and thirty six quarterly (2007Q1-2015Q4). Data analysis technique used multiple linear regressions with Ordinary Least Square (OLS) method. Analysis result showed that interest rate, inflation, gross regional domestic product, rupiah exchange rate and non-performing loan simultaneously and significantly influence demand consumption credit. And partially showed that interest rate and inflation has positive and has no significant influence against demand consumption credit, gross regional domestic product has positive and significant influence against demand consumption credit, rupiah exchange rate and non-performing loan has negative and significant influence against demand consumption credit. The most influential variable against demand consumption credit is gross regional domestic product. The implications of the conclusion are: first, the enhancement of Gross Regional Domestic Product can be done by improve the quality of work so it can be increase the revenue. Second, Bank should be more selected or improve the existing procedures. | |
| 16514 | 21545 | D1E014193 | SUPLEMENTASI AMPAS TEH TERFERMENTASI PADA RANSUM TERHADAP KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN PADA PUYUH JANTAN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi ampas teh terfermentasi EM4 (effective microorganisms 4) dalam ransum puyuh jantan terhadap konsumsi energi dan konsumsi protein. Materi yang diguanakan yaitu puyuh jantan (Coturnix coturnix japonica) umur empat minggu sebanyak 100 ekor. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen in vivo dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji adalah T0 (pakan basal), T1 (pakan basal + 2% ampas teh serbuk fermentasi), T2 (pakan basal + 2% ampas teh butiran fermentasi), dan T3 (pakan basal + 2% ampas teh daun fermentasi). Peubah yang diamati adalah konsumsi energi dan protein. Rataan konsumsi energi dari seluruh perlakuan didapatkan 45,55 ± 0,67 kcal/ekor/hari. Rataan konsumsi protein dari seluruh perlakuan didapatkan 3,05 ± 0,05 g/ekor/hari. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa suplementasi ampas teh berbagai bentuk terfermentasi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi energi dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi protein. Kesimpulan dari penelitian ini adalah suplementasi ampas teh terfermentasi dalam ransum puyuh jantan dapat meningkatkan konsumsi protein. Suplementasi ampas teh bentuk butiran pada pakan basal menunjukkan konsumsi protein terbaik dibandingkan dengan perlakuan lain. | This study aimed to know effect of the supplementation of fermented tea waste in male quail diet on energy and protein consumption. The materials used was male quail (Coturnix coturnix japonica) with four weeks old as many as 100 heads. This research was conducted by in vivo experimental method, by using Completely Ramdomized Design (CRD). The treatments were T0 (quail feed), T1 (quail feed + 2% fermented tea waste powders), T2 (quail feed + 2% fermented tea waste granules) and T3 (quail feed + 2% fermented tea waste leafs). Variables were observed energy consumption and protein consumption. The average values from energy consumption was 45,55 ± 0,67 kcal/head/day. The average values from protein consumption was 3,05 ± 0,05 g/head/day. The results of variance analysis showed that supplementation of fermented tea waste with different shapes in male quail diet was non significant (P>0,05) effect on energy consumption and was significant (P<0,05) effect on protein consumption. The conclusion from this research was the use supplementation of fermented waste tea in male quail diet could increased protein consumption male quail. Supplemented of fermented tea waste granules in basal feed was showed the best of protein consumption than the other treatments. | |
| 16515 | 21663 | C1B014043 | ANALISIS PENGARUH RETURN ON EQUIT, DEBT TO EQUITY RATIO DIVIDEND PAYOUT RATIO PRICE EARNING RATIO PRODUK DOMESTIK BRUTO DAN INFLASI TERHADAP RETURN SAHAM | RINGKASAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pada perusahaan yang terdaftar dalam Indeks LQ45 periode 2012 – 2016. Penelitian ini mengambil judul ”ANALISIS PENGARUH RETURN ON EQUITY DEBT TO EQUITY RATIO DIVIDEN PAYOUT RATIO PRICE EARNING RATIO PRODUK DOMESTIK BRUTO DAN INFLASI TERHADAP RETURN SAHAM” Studi pada Perusahaan yang Terdaftar dalam Indeks LQ45 Periode 2012 - 2016 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Return On Equity (ROE), Debt to Equity Ratio (DER), Dividend Payout Ratio (DPR), Price Earning Ratio (PER), Produk Domestik Bruto, dan Inflasi terhadap return saham pada perusahaan yang terdaftar dalam Indeks LQ45. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar dalam Indeks LQ45 yang berjumlah 82 perusahaan dan menggunakan purposive sampling sebagai teknik sampling sehingga diperoleh 15 perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis menggunakan analisis tegresi berganda menunjukan bahwa (1) Return On Equity berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham, (2) Price Earning Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham, (3) Inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham, (4) Debt to Equity Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham, (5) Dividend Payout Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham, (6) Produk Domestik Bruto tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu perushaaan harus meningkatkan nilai laba bersih setelah pajak untuk dapat meningkatkan nilai ROE dan PER dengan melakukan perluasan usaha (ekspansi). Perusahaan harus mengetahui preferensi investor apakah investor cenderung menyukai return dalam bentuk capital gain atau dividen. Dalam pengambilan keputusan investasi, investor tidak perlu memperhatikan pergerakan inflasi apabila tingkat inflasi <10 persen. Bagi manajemen, informasi mengenai rasio keuangan yang tersaji dalam laporan keuangan sangat diperlukan oleh para investor sebagai sinyal untuk memprediksi tingkat return saham. Pemerintah dan lembaga terkait diharapkan dapat mengeluarkan kebijakan yang tidak menyebabkan gejolak ekonomi terutama peningkatan inflasi. | This research is a quantitative research on companies listed in the LQ45 Index period of 2012 - 2016. This research entitled "ANALYSIS OF EFFECT OF RETURN ON EQUITY DEBT TO EQUITY RATIO DIVIDEN PAYOUT RATIO PRICE EARNING RATIO OF BRUTO DOMESTIC PRODUCT AND INFLATION ON SHARE RETURN" Listed in LQ45 Index Period 2012 – 2016. The purpose of this research is to analyze the influence of Return On Equity (ROE), Debt to Equity Ratio (DER), Dividend Payout Ratio (DPR), Price Earning Ratio (PER), Gross Domestic Product, and Inflation to stock return on registered company in the LQ45 Index. The population in this study is the company listed in the LQ45 Index of 82 companies and using purposive sampling as a sampling technique so that obtained 15 companies who become samples in this study. Based on the results of research and analysis using multiple regression analysis show that (1) Return On Equity has positive and significant effect on stock return, (2) Price Earning Ratio has positive and significant effect to stock return, (3) Inflation has positive and significant effect to stock return , (4) Debt to Equity Ratio has no significant effect on stock return, (5) Dividend Payout Ratio has no significant effect on stock return, (6) Gross Domestic Product has no significant effect on stock return. The implication of the above conclusion is that the firm must increase the net profit after tax to increase the value of ROE and PER by expansion. Companies should know the preferences of investors whether investors tend to like returns in the form of capital gains or dividends. In making investment decisions, investors do not need to pay attention to the inflation movement if the inflation rate is <10 percent. For management, information about financial ratios presented in the financial statements is needed by investors as a signal to predict stock returns. The government and related institutions are expected to issue policies that do not cause economic turmoil, especially the increase of inflation. | |
| 16516 | 19902 | H1F013040 | GEOLOGI DAN ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI PADA PEMBANGUNAN APARTEMEN CINERE TERRACE SUITES (CTS) DEPOK PROVINSI JAWA BARAT | Penerapan ilmu geologi dalam menunjang kemantapam suatu bangunan sarana masyarakat dirasa sangat diperlukan, salah satunya analisis daya dukung pondasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kondisi geologi daerah penelitian dan melakukan analisis daya dukung pondasi pada ada pembangunan Apartemen Cinere Terrace Suites (CTS) Depok. Metode penelitian meliputi Studi Literatur berupa pengumpulan data pendukung. Penelitian lapangan meliputi pemetaan permukaan, dan pengambilan data lapangan berupa data CPT, Bor, SPT, dan sample tanah. Analisis laboratorium meliputi Uji Atterberg, Uji Berat Spesifik tanah, Analisis Ukuran Butir, dan Uji Geser Langsung. Analisis Studio berupa analisis Geomorfologi. Analisis daya dukung pondasi menggunakan metode Terzaghi dan data CPT menggunakan metode L. Herminier. Hasil penelitian yaitu Geologi daerah penelitian terdiri dari 2 satuan geomorfologi, dan 4 formasi batuan, Berdasarkan analisis daya dukung pondasi raft metode Terzaghi didapat daya dukung izin sebesar 78,97608 ton/m2 (DB1) dan 32,4385 ton/m2 (DB2), sedangkan metode L. Herminier didapat nilai daya dukung izin 55,5556 ton/m2 di semua titik pengukuran CPT. Beban keseluruhan gedung adalah 32,4 ton/m2. Hasil analisis daya dukung pondasi di kedua metode menunjukan nilai daya dukung izin lebih besar dari beban gedung, yang dimana tanah dan pondasi layak menahan beban keseluruhan gedung. | The application of geological sciences in supporting stability of public facility buildings is felt very necessary, which one of them is bearing capacity of foundations. This research goals is to explain geological aspect of research area, and to analyze the foundation bearing capacity of Cinere Terrace Suites (CTS) Apartment building at Depok. This research start from literature study includes supporting data gathering. Field research include surface mapping, and data gathering, include CPT, Bore log, and soil sample. Laboratory analysis include Atterberg Test, specific gravity test, grain size analysis, and direct shear analysis. Studio analysis includes geomorphology analysis. Foundation bearing capacity analysis includes Terzaghi method, and CPT data using L. Herminier method. The results is Geology of the research area is formed from 2 geomorphological units, and 4 rock formations. Based on raft foundation bearing capacity with Terzaghi method obtained the value of allowed bearing capacity of 78,97608 ton/m2 (DB1) and 32,4385 ton/m2 (DB2), while L. Herminier method obtained value of 55,5556 ton/m2 in all CPT measurement points. The overall load value of the building is 32,4 ton/m2.The results of the foundation bearing capacity analysis in both methods show that the allowed bearing capacity values are greater than the building overall load, which is where the soil and foundation are able to withstand the overall load of the building. | |
| 16517 | 19812 | A1L013100 | KAJIAN STATUS UNSUR HARA NITROGEN PADA LAHAN KERING TERHADAP TANAMAN JAGUNG DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Nitrogen adalah unsur hara makro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status dan sebaran nitrogen pada lahan kering untuk produktivitas tanaman jagung di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Penelitian ini berlangsung dari bulan Maret-Juni 2017 di Kecamatan Sumbang, Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UNSOED dan Laboratorium BPTP Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan pengambilan sampel dilakukan berdasarkan SLH (Satuan Lahan Homogen) yang dibuat dengan cara menumpang tindihkan peta. Variabel yang diamati meliputi nilai N-Total tanah, N-tersedia tanah, KTK, KB, pH, DHL dan Hasil Tanaman Jagung. Produktivitas jagung pada lahan penelitian kurang optimal dengan rata-rata 3,3 ton/ha. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan N-total pada SLH tergolong dalam harkat sangat rendah sampai sedang yaitu 0,09-0,41%. Pemupukan yang direkomendasikan untuk meningkatkan status unsur hara nitrogen berdasarkan nilai N-total tanah yaitu pada SLH 1 tidak perlu penambahan pupuk, sedangkan pada SLH 2 sebesar 161 kg N/ha (350 kg urea/ha), SLH 3 sebesar 174,8 kg N/ha (380 kg urea/ha) dan SLH 4 sebesar 161 kg N/ha (350 kg urea/ha). Kata Kunci: N-total, rekomendasi pemupukan, produktivitas jagung. | Nitrogen are essential macro nutrient for plants, the purpose of this study is to determine the status and distribution of nitrogen on dry land for the productivity of corn in Sumbang District, Banyumas Regency. The research took place from Maret to June 2017.in Sumbang District, Soil Science Laboratory Faculcty of Agriculture UNSOED and Laboratory of BPTP Yogyakarta. The research was done by using purposive sampling method and sampling methode based on HLU (Homogen Land Unit) made by overlapping the map. The observed variable were N-total land, N available, CEC, KC, pH, PC and Corns Result. Corn’s productivity on the research field in not yet optimal with an averange of 3,3 tons/ha. The results of the study showed that N-total content is HLU is classified as very low to moderate i.e 0,09-0,42%. The recommended fertilization to improve the nitrogen nutrient status based on the N-available soil value at HLU 1 doesn’t need the addition of fertilizer, whereas in HLU 2of 161 kg N/ha (380 kg urea/ha), HLU 3 of 174,8 kg N/ha (380 kg urea/ha) and HLU 4 of 161 kg N/ha (350 kg urea/ha). Keywords: N-total, Fertilizer Recommendation, Corn’s Productivity. | |
| 16518 | 19795 | B1J013036 | PERTUMBUHAN SETEK BATANG NILAM (Pogostemon cablin Benth) DENGAN PEMBERIAN BERBAGAI KONSENTRASI INDOL BUTYRIC ACID (IBA) | Nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan tanaman industri yang telah banyak dibudidayakan karena dapat menghasilkan minyak atsiri. Perbanyakan tanaman nilam dilakukan dengan cara vegetatif yaitu dengan cara setek, karena setek dapat menghasilkan jumlah bibit nilam yang banyak dengan waktu relatif singkat dan menghasilkan bibit yang identik dengan induknya. Pertumbuhan setek dapat dipacu dengan pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT), salah satunya dengan pemberian IBA yang berpengaruh optimal terhadap jumlah akar, berat basah dan berat kering setek batang nilam serta mampu mengoptimalkan perakaran, sehingga penyerapan nutrien dapat dilakukan secara optimal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh asal bahan setek dan IBA terhadap pertumbuhan setek batang nilam dan untuk menentukan asal bahan setek dan konsentrasi IBA yang baik digunakan untuk pertumbuhan setek batang nilam. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan petak terbagi (Split Plot). Petak utama (Main Plots) terdiri dari bahan setek pucuk, tengah dan pangkal. Anak petak (Sub Plots) terdiri dari 0, 10, 20 dan 30 ppm IBA dengan 3 kali ulangan. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu saat muncul tunas, jumlah tunas, jumlah akar, panjang akar terpanjang, berat basah dan berat kering. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA (Analisis of variance), dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan asal bahan setek dan konsentrasi IBA berpengaruh terhadap pertumbuhan setek batang nilam, bahan setek bagian pucuk dan IBA konsentrasi 20 ppm baik digunakan untuk pertumbuhan setek batang nilam. | Patchouli (Pogostemon cablin Benth) is an industrial plant that has been widely cultivated because it can produce essential oils. Propagation of patchouli plants is done by vegetative way by cuttings, because cuttings can produce a lot of patchouli seedlings with a relatively short time and produce seeds that are identical to the parent. Growth of cuttings can be driven by giving growth regulators (ZPT), one of them is by giving IBA that optimally affect the number of roots, wet weight, and dry weight of patchouli cuttings also able to optimize rooting-system, so that nutrient absorption can be done optimally. The aim of this research is to know the effect of cuttings and IBA on the growth of cuttings of patchouli and to determine the origin of cuttings and good IBA concentration used for the growth of cuttings of patchouli rod. This research was conducted experimentally using Split Plot design. The main plot consists of shoots, middle and base. Subplots consist of 0, 10, 20 and 30 ppm IBA with 3 replications. Parameters observed in this research were when shoots appeared, number of buds, number of roots,the length of the longest root, wet weight and dry weight. The data obtained be analyzed by ANOVA (Analysis of variance), if treatment has real effect followed by BNT test. The result of the research, it can be concluded that the treatment of cuttings and IBA concentration have an effect on the growth of cuttings of patchouli, cuttings of shoot and IBA concentration of 20 ppm is good for patchouli stem cuttings growth. | |
| 16519 | 19813 | H1A013010 | PERBANDINGAN EFEKTIVITAS FOTOKATALIS TiO2 DAN ZnO UNTUK DEGRADASI ZAT WARNA METILEN BIRU MENGGUNAKAN SINAR UV | Perkembangan industri tekstil di Indonesia semakin berkembang pesat, hal ini menyebabkan peningkatan jumlah limbah yang dihasilkan. Pada umumnya proses dalam industri tekstil menggunakan zat warna sintetis. Salah satu zat warna sintetis yang digunakan adalah metilen biru. Zat warna sintetis umumnya mengandung senyawa yang berbahaya bagi lingkungan. Fotodegradasi menggunakan fotokatalis merupakan metode yang paling sering digunakan untuk mendegradasi suatu zat warna. TiO2 dan ZnO adalah bahan semikonduktor yang dapat digunakan sebagai suatu fotokatalis yang masing-masing diketahui memiliki aktivitas yang cukup baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan efektivitas dari fotokatalis TiO2 dan ZnO dalam mendegradasi zat warna metilen biru. Penelitian ini dilakukan dengan cara memasukkan masing-masing serbuk TiO2 dan ZnO sebanyak 0,25 gram kedalam larutan metilen biru kemudian di sinari dengan lampu UV sebagai sumber sinar dalam reaksi fotokatalitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ZnO memiliki efektivitas lebih baik dibandingkan TiO2 dengan waktu optimum yang digunakan untuk mendegradasi zat warna metilen biru adalah selama 4 jam untuk kedua fotokatalis pada suasana basa dengan pH 11. Persentase degradasi yang diperoleh sebesar 18.660% untuk TiO2 dan ZnO sebesar 50.607% dengan laju kinetika kedua fotokatalis mengikuti persamaan orde dua. | The development of the textile industry in Indonesia is growing rapidly, causing an increasement on the amount of waste products. Generally, synthetic dyes is used in textile industry process. One of the synthetic dyes which used is methylene blue. Synthetic substances generally contain harmful compounds for the environment. Photodegradation using photocatalyst is the most commonly method used FOR degrading a dye. TiO2 and ZnO are semiconduct or materials which are known have good activity on degrading dyes. This study was conducted to determine the comparative TiO2 and ZnO photocatalysts effectivity in degrading the methylene blue dye. This research was conducted by pouring each 0.25 gram TiO2 and ZnO into methylene blue solution under UV lamp irradiation. The results showed that ZnO had better effectivity than TiO2 with optimum degradation time was 4 hours with pH 11. The percentage of degradation obtained for TiO2 and ZnO respectivelly was 18.660% and 50.607 % by following the second order kinetics rate model for both photocatalysts. | |
| 16520 | 19832 | E1A013162 | PERLINDUNGAN KORBAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DARI PERSPEKTIF VIKTIMOLOGI (STUDI KASUS DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIA PEMUDA KOTA TANGERANG) | Narkotika memiliki arti yang sama dengan narcosis yang berarti membius. Narkotika adalah obat yang menenangkan syaraf, menghilangkan rasa sakit, menimbulkan rasa mengantuk atau rasa merangsang. Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya penyalahgunaan narkotika diantaranya adalah faktor individu, faktor sosial budaya, faktor lingkungan serta faktor narkotika itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui dan menganalisis upaya rehabilitasi sebagai bentuk perlindungan korban Tindak Pidana Narkotika dan faktor penghambat dalam pemberian rehabilitasi korban Tindak Pidana Narkotika. Metode yang digunakan yuridis sosiologis, dan spesifikasi penelitian adalah deskriptif. Sumber data adalah data primer dan data sekunder, metode pengumpulan data adalah wawancara dan studi kepustakaan dan metode analisis data menggunakan kualitatif. Hasil penelitian yaitu upaya pemberian rehabilitasi sebagai bentuk perlindungan korban Tindak Pidana Narkotika dengan rehabilitasi medis dan rehabilitasi non medis. Faktor penghambat dalam pemberian rehabilitasi korban Tindak Pidana Narkotika adalah kuantitas tenaga kesehatan serta menyangkut fasilitas dan sarana antara lain daya tampung, tidak memiliki ruang rehabilitasi dan ruang isolasi, dan kapasitas klinik kesehatan yang disebabkan kurangnya anggaran dana, dan sifat atau kebiasaan (habbit) narapidana. | Narcotics owns the same meaning with narcosis, which means anesthetize. Narcotics is a kind medicine that calms the nerve, eliminate pain, causes drowse or aroused. There's a number of factor that causes the occurance of narcotics disabused, which is individual factor, social tradition factor, environment factor and narcotics itself. The purpose of this research is to acknowledge and analize the effort of rehabilitation as a form of protection towards victims of a narcotics criminal act and the factor that postpones the rehabilitation for victims of narcotics criminal act. The metode used is yuridicial sociological and the specification of this research is descriptive. The source of data is primary data and secondary data. The data collecting metode is by interview and literature study. The data analyzing metode is qualitative. The result of this research shows that the victim of narcotics criminal act, is by medical rehabilitation and non medical rehabilitation. The resisting factor in rehabilitating victims of narcotics criminal act is cause by the insufficient quality of medical person and also the facility and accomodations regarding capacity, which shows limited rehabilitation and isolation space and the capacity of medical clinic, which is cause by low budgeting and the inmates habbits itself. |