Artikelilmiahs
Menampilkan 16.521-16.540 dari 49.971 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 16521 | 19998 | H1F013049 | GEOLOGI DAN PEMODELAN ALIRAN AIR TANAH NON ISOTHERMAL DI DAERAH KARAHA BODAS, KABUPATEN TASIKMALAYA | Penelitian yang dilakukan pada daerah volkanik Karaha Bodas dan Telaga Bodas yaitu ingin mengetahui aliran non isothermal air tanah dan memahami air tanah yang terpengaruhi oleh pemanasan reservoir di daerah penelitian. Kondisi hidrogeologi pada daerah tersebut digambarkan berdasarkan data kimia air dan pemetaan geologi. Dari data peta geologi diketahui terdapat 2 satuan geologi (lava andesit dan breksi piroklastik). Untuk manifestasi yang terdapat di daerah penelitian ditemukan hot spring dan spring. Untuk analisis kuantitatif aliran model air tanah not isothermal dilakukan menggunakan metode beda hingga. Menurut hasil pemodelan pemodelan dengan struktur geologi dan mata air sebagai zona permeabilitas tinggi (10-100 kali lebih besar dari batuan sekitarnya), zona tersebut efektif sebagai saluran air (air meteorik masuk dan fluida termal naik), merupakan mixing air meteorik dengan fluida termal. Porsi air meteorik di dalam sampel air masih dominan. Hasil dari kajian isotop yang terkandung dalam sampel air menunjukkan bahwa interaksi batuan dan air akibat panas terlihat tidak dominan. Sampel air tersebut masih mendekati meteoric water line. Air meteorik yang meresap masuk di zona sesar daerah penelitian hanya dapat menginfiltrasi sedalam ±800 m. Hal ini karena adanya aliran konveksi ke atas di zona sesar akibat aktivitas termal yang dominan di zona tersebut. | This study aims to clarify non isothermal groundwater flow in geothermal area around the Wayang Mountain and Windu Mountain and understanding thermal effect to ground water. Sub-surface hydrogeological condition of the study area was reconstructed based on geological mapping, and water chemistry data. Based on geological map study area composed of two units (andesitc lava and pyroclastic breccia). Geothermal manifestation e.g hot spring and fumaroles are controlled by fault that were exist in study area. Quantitative analysis of non isothermal model ground water flow in study area was reconstructed using finite difference. Based on modeling with geological structure and hot spring as high permeability zone (10-100 times bigger than surrounding rocks), that zone effective as a water conduit (meteoric water get in and thermal fluid goes up) was the product of mixing from meteoric water and thermal fluid, with a dominant contribution of meteoric water, and from isotope study shows that interaction rocks and hot water is not the dominant factor. Meteoric water get into fault zone can only get in until about 800m from the surface, it’s because there is convection flow going up through the fault zone. | |
| 16522 | 21309 | D1E014154 | PENGGUNAAN FERMEHERBAFIT ENKAPSULASI DALAM PAKAN TERHADAP KADAR KOLESTEROL DARAH DAN DAGING AYAM BROILER | Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi efek penggunaan fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan terhadap kadar kolesterol darah dan daging ayam broiler. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 80 ekor DOC ayam broiler strain Multi Breeder (MB) 202 Platinum yang dipelihara sampai umur 35 hari. Percobaan dilakukan dengan metode eksperimental in vivo dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rancangan terdiri dari 5 perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali dengan masing-masing ulangan terdiri dari 4 ekor ayam. Perlakuan terdiri dari R0 = pakan basal/kontrol; R1 = penggunaan 1,5% fermeherbafit nonenkapsulasi, R2 = penggunaan 1,5% fermeherbafit enkapsulasi, R3 = penggunaan 3,0% fermeherbafit enkapsulasi, dan R4 = penggunaan 4,5% fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar kolesterol darah dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar kolesterol daging ayam broiler. Uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) terhadap kadar kolesterol daging menunjukkan bahwa R0 berbeda nyata dengan R3 dan R4. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan fermeherbafit enkapsulasi sampai level 4,5% dalam pakan ayam broiler menghasilkan rataan kadar kolesterol darah yang relatif sama. Penggunaan fermeherbafit nonenkapsulasi menurunkan kadar kolesterol daging sebesar 0,79%, sedangkan penggunaan fermeherbafit enkapsulasi menurunkan kadar kolesterol daging sebesar 1,39%. | The study was aimed to evaluate the effects of using fermeherbafit encapsulation in feed towards blood and meat cholesterol levels on broiler chicken. The used materials in this research were 80 DOC broiler chickens strain Multi Breeder (MB) 202 Platinum which are maintained until the age of 35 days. Experiments were performed with in vivo experimental methods and used Completely Randomized Design (CRD). The design consisted of 5 treatments and each treatment was repeated 4 times with each replication contained 4 chickens. The treatment consisted of R0 = basal/control feed; R1 = feed contained of 1,5% fermeherbafit non-encapsulation, R2 = feed contained of 1,5% fermeherbafit encapsulation R3 = feed contained of 3,0% fermeherbafit encapsulation, and R4 = feed contained of 4,5% fermeherbafit encapsulation. Analysis of variance showed that the use of fermeherbafit encapsulation in feed did not significantly affect (P>0.05) blood cholesterol levels and significantly affect (P<0.05) cholesterol levels on broiler chicken. The further test of Honesty Significant Difference (HSD) on meat cholesterol levels showed that R1 was significantly different from R3 and R4. It can be concluded that the use of fermeherbafit encapsulation up to levels 4,5% in broiler feed produced a relative similar results on blood cholesterol levels. Fermeherbafit non-encapsulation decreased meat cholesterol levels by 0,79%; while the use of fermeherbafit encapsulation lowered meat cholesterol levels by 1,39%. | |
| 16523 | 19815 | C1A013063 | Pengaruh Fluktuasi Harga Minyak Dunia terhadap Variabel Makroekonomi Indonesia | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh fluktuasi harga minyak dunia terhadap variabel makroekonomi Indonesia yaitu pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan angka pengangguran dari tahun 1988 sampai dengan 2015. Teknik analisis data menggunaan Vector Autoregression (VAR). Hasil analisis menunjukkan bahwa guncangan yang terjadi pada fluktuasi harga minyak dunia sebesar satu standar deviasi akan memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi, inflasi serta pengangguran yaitu masing-masing sebesar 0,001 persen, 0,001 persen, dan 0,002 persen. | The purpose of this research is to analyze the influence of oil prices fluctuations to Indonesia macroeconomics that is economic growth, inflation, and unemployment from 1988 to 2015. The data analysis technique uses Vector Autoregressive (VAR). The result showed that oil price fluctuations in the amount of one standard deviation will gives a positive influence to economic growth, inflation rate, and unemployment which each has 0,001 percent, 0,001 percent, and 0,002 percent.The purpose of this research is to analyze the influence of oil prices fluctuations to Indonesia macroeconomics that is economic growth, inflation, and unemployment from 1988 to 2015. The data analysis technique uses Vector Autoregressive (VAR). The result showed that oil price fluctuations in the amount of one standard deviation will gives a positive influence to economic growth, inflation rate, and unemployment which each has 0,001 percent, 0,001 percent, and 0,002 percent. | |
| 16524 | 19816 | A1L112007 | Aplikasi Metabolit Sekunder Dua Isolat Trichoderma Harziaum Terhadap Penyakit Busuk Lunak Bakteri Kubis Pascapanen | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keefektifan dan pengaruh metabolit sekunder dua isolat Trichoderma harzianum yaitu isolat jahe dan bawang merah secara tunggal maupun gabunganya, dalam menekan penyakit busuk lunak bakteri pada sayurkubis lepas panen. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, mulai Desember 2016 sampai Maret 2017. Penelitian menggunakan uji in vitro dengan Rancangan Acak Lengkap dan uji in vivo dengan Rancangan Acak Kelompok masing-masing enam ulangan dan empat perlakuan, terdiri atas kontrol, metabolit sekunder T. harzianum isolat jahe, bawang merah, serta gabungan isolat jahe dan bawang merah. Variabel pengamatan meliputi masa inkubasi, luas serangan, intensitas penyakit, warna, bau, dan kesegaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metabolit sekunder T.harzianum isolat jahe, bawang merah, dan gabungannya mampu menekan pertumbuhan patogen in vitro masing-masing sebesar 30,46; 30,13; dan 39%, menekan luas serangan in vivomasing-masing sebesar 17,13, dan 24%, serta menekan intensitas penyakit masing-masing sebesar 20,15, dan 18%.Perlakuan metabolit sekunder T. harzianum berpengaruh terhadap warna dan bau, tetapi tidak berpengaruh terhadap kesegaran. Namun demikian, metabolit sekunderT. harzianumsecara gabungan lebih baik dibandingkan isolat jahe dan bawang merah secara tunggal. | This research aimed to study the effectiveness and influence of the secondary metabolite derived from two Trichoderma harzianum isolates, i.e., ginger and onion isolates either alone or in combination, in suppressing bacteria soft rot on post-harvest cabbages. The research was conducted at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, from December 2016 to March 2017. Completely Randomized Design was used in in vitro test and Randomized Block Design was used in in vivo one with each six replicates and four treatments consisted of control, secondary metaboliteof T. harzianum ginger isolate,onion isolate, and their combination. Variables observed includedincubation period, attack area, disease intensity, color, smell, and freshness. Result of the research showed that secondary metabolite of T. harzianum ginger isolate, onion isolate, and their combination could suppress growth of the pathogen in vitro by 30,46; 30,13; and39% respectively, attack area by 17,13, dan 24% respectively, and the disease intensity by 20,15, dan 18% respectively. The secondary metabolite of T. harzianum affected the color and smell; but it did not affect the freshness. Nevertheless, combination of the secondary metaboliteswas better than alone ginger or onion isolate. | |
| 16525 | 19819 | A1L013146 | ANALISIS HUBUNGAN KEKERABATAN BEBERAPA AKSESI DUKU (Lansium domesticum) LOKAL BANYUMAS, BANJARNEGARA, DAN PURBALINGGA MENGGUNAKAN MARKA RAPD | Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keragaman genetik serta hubungan kekerabatan antara aksesi duku dari beberapa sentra duku di Banjarnegara, Banyumas, dan Purbalingga dengan menggunakan marka Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, mulai November 2016 sampai Juni 2017. Pemilihan pohon sampel dilakukan dengan pertimbangan tertentu pada sentra duku di tiga kecamatan di Kabupaten Banjarnegara yaitu Kecamatan Sigaluh, Wanadadi, dan Pagedongan, Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas, dan Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga. Salah satunya adalah duku Kalikajar dari Kecamatan Kaligondang yang terkenal karena rasanya yang lebih manis, ukuran biji lebih kecil, dan masa penyimpanan yang lebih lama. Variabel yang diamati adalah pita hasil amplifikasi deoxyribosa nucleic acid (DNA) dengan polymerase chain reaction (PCR) menggunakan marka RAPD. Hasil skoring digunakan untuk merekonstruksi hubungan kekerabatan dan menentukan polymorphic information content (PIC) setiap primer. Pohon kekerabatan didapatkan dari analisis hasil skoring menggunakan software molecular evolutionary genetic analysis (MEGA) ver. 6.06 dengan metode unweighted pair group method arithmetic (UPGMA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelas aksesi duku dari Purbalingga, Banyumas, dan Banjarnegara memiliki tingkat keragaman genetik yang tinggi, berdasarkan rata-rata nilai PIC dari lima primer yang tergolong sangat informatif, yaitu 0,66. Kesebelas aksesi duku dapat dikelompokan menjadi tiga klaster berdasarkan pola pita hasil amplifikasi DNA dengan lima primer RAPD. Klaster pertama menunjukkan hampir semua aksesi duku dari Purbalingga, termasuk Kalikajar, berkerabat dekat dengan beberapa aksesi dari Banjarnegara dan Banyumas. Klaster kedua menunjukan bahwa aksesi duku Sigaluh dari Banjarnegara berkerabat dekat dengan aksesi Wirasana dari Purbalingga. Sedangkan klaster tiga merupakan klaster tunggal yang memisahkan duku Wanadadi asal Banjarnegara karena jarak kekerabatan yang lebih jauh dengan aksesi lainnya sejauh 0,52 pada indeks jarak UPGMA. | This research aimed to study genetic diversity as well its relatedness among duku accessions from several region of Banjarnegara, Banyumas, and Purbalingga with RAPD marker. This research was conducted at Plant Breeding and Biotechnology Laboratory of Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University, from November 2016 to June 2017. Sampling was undertaken with several considerations around market centre area of duku in three districts of Banjarnegara which are Sigaluh, Wanadadi, and Pagedongan, Kembaran district of Banyumas, and Kaligondang district of Purbalingga. One of the samples was duku Kalikajar from Kaligondang districts which is known for its favorable taste, smaller seed size, and longer shelf life. Observed variable was the occurrence of DNA band from PCR amplification using five RAPD markers. Every band was scored and thus can be used to calculate PIC from each primer and reconstruct genetic relatedness among accessions. Phylogenetic tree was obtained from analysis in MEGA ver 6.06 with UPGMA method. The result had shown that eleven duku accessions from Purbalingga, Banyumas, and Banjarnegara were considered have high genetic diversity, based on average PIC values from five primers that defined as highly informative, which was 0,66. Eleven duku accessions can be grouped into three clusters based on band pattern from DNA amplification with five RAPD markers. First cluster exposed that most of Purbalingga accessions, including Kalikajar, were closely related to several accessions from Banjarnegara and Banyumas. The second cluster showed close relation between Sigaluh accessions from Banjarnegara and Wirasana accessions from Purbalingga. In the other hand, third cluster which was basal cluster has separated Wanadadi accessions from Banjarnegara because there was quite distant relation with other accessions, as far as 0,52 on UPGMA distance index. | |
| 16526 | 19824 | H1F012042 | GEOLOGI DAN STUDI LITOFASIES BATUGAMPING FORMASI WONOSARI DAERAH JERUKWUDEL DAN SEKITARNYA, KECAMATAN GIRISUBO, KABUPATEN GUNUNG KIDUL, PROVINSI D.I. YOGYAKARTA | Studi penyebaran litofasies batugamping formasi wonosari ini berada di daerah Jerukwudel dan sekitarnya, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi D.I. Yogyakarta. Studi ini menggunakan metode analisis petrografi sayatan tipis batugamping untuk mengetahui mikrofasiesnya dengan mengacu kepada standard microfacies types (SMF) menurut Wilson (1975). Satuan geomorfologi daerah penelitian terdiri dari Satuan Dataran Karst Sumberagung, Satuan Lembah Kering Karst Girisubo dan Satuan Perbukitan Kerucut Karst Jerukwudel. Satuan geologi daerah penelitian terdiri dari Satuan Batugamping Bioklastik dan Satuan Batugamping Fragmental yang diindikasikan terbentuk pada miosen akhir. Lingkungan pengendapan kedua satuan ini berada pada lingkungan restricted-marine - open-marine dan saling menjemari. Mikrofasies batugamping di daerah penelitian terdiri dari SMF 10 : Bioclastic packstones and grainstones with coated and abraded skeletal grains, SMF 18 : Bioclastic grainstones or packstones with abundant benthic foraminifera or calcareous green algae dan SMF 23 : Non-laminated homogeneous micrite and microsparite without fossils. Mikrofasies ini diinterpretasikan terendapkan pada Facies Zones (FZ) 8 : Restricted-marine platform (Platform interior-restricted/lagoon) dan Facies Zones (FZ) 7 : Open-marine platform (Platform interior-normal marine). Asosiasi litofasies batugamping di daerah penelitian terdiri dari litofasies Packestone, litofasies Wackestone, litofasies Lower Mudstone, litofasies Packestone-Grainstone dan litofasies Upper Mudstone. | Study of limestone lithofacies distribution at Wonosari Formation in Jerukwudel Area and the surrounding, Girisubo District, Gunung Kidul Regency, Special Region of Yogyakarta Province. This study using petrographic analysis method of limestone thin section to determine the microfacies by referring to standard microfacies types (SMF) by Wilson (1975). Geomorphology unit of research area consists of Karst Plain Unit of Sumberagung, Karst Dry Valleys Unit of Girisubo and Karst Cone Hills Unit of Jerukwudel. Geological unit of research area consists of bioclastic limestone unit and fragmental limestones unit formed in late Miocene. Depositional environments of these two units are in restricted marine environment - open-marine environment and interfingering each other. Limestones microfacies in the research area consist of SMF 10 (Bioclastic packstones and grainstones with coated and abraded skeletal grains), SMF 18 (Bioclastic grainstones or packstones with abundant benthic foraminifera or calcareous green algae) and SMF 23 (Non-laminated homogeneous micrite and microsparite without fossils). These facies interpreted deposited on Facies Zones (FZ) 8 : Restricted-marine platform (Platform interior-restricted/lagoon) and Facies Zones (FZ) 7 : Open-marine platform FZ 7 (Platform interior - normal marine). Limestones lithofacies association of research area limestones Packestone lithofacies, Wackestone lithofacies, Lower Mudstone lithofacies, Packestone-Grainstone lithofacies and Upper Mudstone lithofacies. | |
| 16527 | 19817 | C1A013046 | Daya Saing Ekspor Kopi Indonesia di Pasar Asia Tahun 2010-2015 (Studi Kasus di Negara: Jepang, Malaysia, India, dan Singapura) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya saing ekspor kopi Indonesia di pasar Asia (Jepang, Malaysia, India, dan Singapura) pada tahun 2010-2015. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, dalam bentuk runtut waktu (2010-2015). Penelitian ini menggunakan analisis Indeks Spesialisasi Perdagangan, Revealed Comparative Advantage, dan Trend. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Indonesia memiliki keunggulan kompetitif di pasar Asia dan cenderung sebagai negara pengekspor untuk komoditas kopi yang berada ditahap kematangan karena nilai rata-rata ISP sebesar 0,97 (2) Indonesia memiliki keunggulan komparatif di pasar Asia karena memiliki nilai rata-rata RCA sebesar 3,26 (3) Posisi daya saing kopi Indonesia di pasar asia yaitu di Jepang, Malaysia, India, Singapura menunjukkan bahwa daya saing kopi Indonesia masih tergolong lemah dibanding negara pesaing ekspor lainnya yang memiliki nilai RCA yang lebih besar dari Indonesia, dan Indonesia hanya lebih unggul dari China dan Brazil terhadap ekspor ke India karena China dan Brazil memiliki nilai RCA yang lebih kecil (4) Trend ekspor komoditas kopi Indonesia ke Malaysia, India, dan Singapura dalam lima tahun mendatang yaitu tahun 2016 sampai dengan 2020 mengalami peningkatan, sedangkan trend ekspor kopi Indonesia ke Jepang mengalami penurunan. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu (1) Untuk mempertahankan ekspor kopi di pasar Asia Indonesia perlu mengembangkan kegiatan promosi kopi dalam berbagai media dan memperkenalkan brand kopi Indonesia melalui dunia perfilman (2) Instansi terkait perlu mengadakan sosialisasi tentang penerapan Sistem Standarisasi Nasional agar para petani mengetahui standar kualitas kopi Indonesia yang baik dan pemerintah perlu menekankan sertifikasi pembenihan bibit kopi ke berbagai daerah penghasil kopi di Indonesia (3) Untuk meningkatkan daya saing kopi Indonesia di pasar Asia pemerintah perlu meningkatkan disversifikasi terhadap produk olahan kopi sehingga meningkatkan nilai tambah dalam berbagai jenis produk selain minuman seperti kosmetik, herbal, farmasi, dll (4) Untuk meningkatkan permintaan kopi dari negara Malaysia, India, Singapura Indonesia dapat membuat keragaman ekspor dengan mengekspor produk olahan kopi seperti kopi dalam kemasan. Untuk memperbaiki kualitas kopi dibutuhkan pembinaan untuk para petani dengan cara melakukan sosialisasi tentang budidaya dan pengolahan kopi yang baik dan pemberian insentif kepada para petani berupa kemudahan dalam pemberian sertifikasi bibit kopi, pupuk, dan alat produksi bagi petani kopi. | The purpose of this study is to determine the competitiveness of Indonesian coffee exports in Asian markets (Japan, Malaysia, India, and Singapore) in 2010-2015. The data used in this study is secondary data, in the form of time series (2010-2015). This study uses analysis of Trade Specialization Index, Revealed Comparative Advantage, and Trend. The results of this study indicate that: (1) Indonesia has a competitive advantage in the Asian market and tends to be an exporting country for coffee commodities in maturity because the average ISP of 0.97 (2) Indonesia has a comparative advantage in the Asian market because it has the average value of RCA of 3.26 (3) The position of Indonesia's coffee competitiveness in the Asian markets in Japan, Malaysia, India, Singapore shows that Indonesia's coffee competitiveness is still relatively weak compared to other export competitor countries that have greater RCA value From Indonesia, and Indonesia is only superior to China and Brazil to exports to India because China and Brazil have smaller RCA values. (4) Trend of Indonesian coffee commodity exports to Malaysia, India and Singapore in the next five years from 2016 to 2020 experienced an increase, while the trend of Indonesian coffee exports to Japan decreased. The implications of the above conclusions are: (1) To maintain the export of coffee in the Asian market Indonesia needs to develop coffee promotion activities in various media and introduce the Indonesian coffee brand through the world of film (2) The related institutions need to socialize about the application of the National Standardization System so that the farmers know the standard the quality of Indonesian coffee is good and the government needs to emphasize the certification of seeding of coffee seeds to various coffee-producing regions in Indonesia (3) To improve the competitiveness of Indonesian coffee in Asian markets the government needs to increase the diversification of processed coffee products so as to increase the added value in various types of products other than beverages such as cosmetics, herbs, pharmaceuticals, etc. (4) To increase the demand for coffee from Malaysia, India, Singapore Indonesia can create a diversity of exports by exporting processed coffee products such as packaged coffee. To improve the quality of coffee, it is necessary to provide guidance for farmers by way of socialization of good cultivation and processing of coffee and incentives to farmers in the form of ease in certification of coffee seeds, fertilizers, and production equipment for coffee farmers. | |
| 16528 | 19818 | G1H013022 | PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO PENYANDANG DIABETES MELITUS PESERTA PROLANIS DAN NON PROLANIS DI KECAMATAN PURWOKERTO UTARA | PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO PENYANDANG DIABETES MELITUS PESERTA PROLANIS DAN NON PROLANIS DI KECAMATAN PURWOKERTO UTARA Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis, yang terjadi karena pankreas tidak cukup memproduksi insulin, atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan sehingga menyebabkan peningkatan konsentrasi glukosa dalam darah (hiperglikemia). Empat pilar utama pengelolaan DM diantaranya perencanaan makan, latihan jasmani, obat hipoglikemik, dan edukasi. Seiring meningkatnya kasus DM, pemerintah melalui BPJS Kesehatan membentuk Prolanis (program pengelolaan penyakit kronis) untuk DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan asupan zat gizi makro penyandang DM peserta Prolanis dan non Prolanis di Kecamatan Purwokerto Utara. Metodologi: Desain penelitian ini adalah Cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 70 responden yaitu 35 orang adalah penyandang DM peserta Prolanis dan 35 orang adalah penyandang DM non Prolanis dengan metode simple random sampling. Pengetahuan gizi diperoleh dengan kuesioner. Data asupan zat gizi diperoleh dari Food Recall 24 jam. Data dianalisis menggunakan uji t-independent. Hasil Penelitian: Rata-rata pengetahuan gizi kelompok Prolanis lebih besar dibandingkan non Prolanis (12,43 dan 10,51), rata-rata asupan energi Prolanis 1072 kkal sedangkan non Prolanis 1299,4 kkal, rata-rata asupan protein Prolanis 37,9 gram sedangkan non Prolanis 44,9, rata-rata asupan lemak Prolanis 33,8 gram sedangkan non Prolanis 39,7 gram, rata-rata asupan karbohidrat Prolanis 155,5 gram sedangkan non Prolanis 195,3 gram. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan pengetahuan (p=0,000) dan asupan lemak (p=0,027) antara peserta Prolanis dan non Prolanis, sedangkan yang tidak menunjukkan perbedaan yaitu asupan energi (p=0,240), protein (p=0,121) dan karbohidrat (p=0,152). Kesimpulan: Ada perbedaan pengetahuan dan asupan lemak antara peserta Prolanis dan non Prolanis, sedangkan asupan energi, protein dan karbohidrat tidak menunjukkan perbedaan antara peserta Prolanis dan non Prolanis. Kata Kunci: Pengetahuan, Energi, Protein, Lemak, Karbohidrat dan Prolanis | DIFFERENCES OF KNOWLEDGE AND MACRONUTRIENTS INTAKE OF DIABETES MELITUS PARTICIPANTS PROLANIS AND NON PROLANIS IN NORTH PURWOKERTO Background: Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease, which occurs because the pancreas does not produce enough insulin, or when the body can not effectively use the resulting insulin, causing an increase in glucose concentration in the blood (hyperglycemia). The four main pillars of DM management include meal planning, physical exercise, hypoglycemic drugs, and education. As the DM case increases, the government through BPJS Health establishes Prolanis (a chronic disease management program) for DM. This study aims to determine the differences in knowledge and intake of macronutrients for people with DM Prolanis and non Prolanis participants in North Purwokerto District. Methods: This study was cross sectional study. The sample of this study are 70 respondents that is 35 people are DM participants Prolanis and 35 people are non-Prolanis DM with consecutive sampling and simple random sampling method. Nutrition knowledge was obtained by questionnaire. Data of nutrient intake obtained from Food Recall 24 hours. Data were analyzed using t-independent test. Result: The average nutrition knowledge of Prolanis group is greater than non Prolanis (12,43 and 10,51), mean energy intake of Prolanis 1072 kcal while non Prolanis 1299,4 kcal, mean of Prolanis protein 37,9 gram while non Prolanis 44.9, mean Prolanis fat intake 33.8 grams while non Prolanis 39.7 grams, mean carbohydrate intake Prolanis gram 155,5 gram while non Prolanis 195,3 gram. The results of this study showed that there was a difference of knowledge (p = 0,000) and fat intake (p = 0.027) between Prolanis and non-Prolanis participants, while those that did not show the difference were energy intake (p = 0.240), protein (p = 0.121) and carbohydrate = 0.152). Conclusion: There was a difference in knowledge and fat intake between Prolanis and non Prolanis participants, whereas energy, protein and carbohydrate intake showed no difference between Prolanis and non Prolanis participants. Keywords: Knowledge, Energy, Protein, Fat, Carbohydrate and Prolanis | |
| 16529 | 21371 | A1L113047 | PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) PADA BEBERAPA JENIS MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI NUTRISI PADA SISTEM HIDROPONIK SUMBU | Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau (2) mengetahui pengaruh taraf konsentrasi nutrisi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau, dan (3) mengetahui media tanam dan konsentrasi nutrisi terbaik untuk tanaman sawi hijau dengan sistem hidroponik sumbu. Penelitian ini dilaksanakan di dalam rumah plastik di Jl. Gatot Subroto No. 7, Kedungwuluh Purwokerto Barat, Jawa Tengah dengan ketinggian tempat 80 meter di atas permukaan laut, pada bulan Agustus sampai dengan September 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah jenis media tanam, yaitu: Rockwool (M1), kompos (M2), zeolit (M3), kotoran ayam+sekam padi (M4), arang sekam (M5), dan pasir (M6). Faktor kedua adalah taraf konsentrasi nutrisi AB-mix, yaitu: 1000 ppm (N1) dan 1500 ppm (N2). Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, luas daun terluas, jumlah daun, bobot tanaman segar, dan bobot tajuk tanaman segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) media tanam terbaik untuk pertumbuhan dan hasil sawi hijau (Brassica juncea L.) adalah kotoran ayam+sekam padi (M4), (2) taraf konsentrasi nutrisi AB-mix terbaik untuk pertumbuhan dan hasil sawi hijau (Brassica juncea L.) adalah 1000 ppm (N1), (3) kombinasi antara media tanam dan taraf konsentrasi nutrisi AB-mix terbaik adalah M4 dengan N1 (media tanam kotoran ayam+sekam padi dengan konsentrasi 1000 ppm). | This research goals are to: (1) find out the effect of planting media on growth and yield of green mustard (2) knowing the effect of the level nutrient concentration to growth and yield of green mustard, and (3) knowing the best planting media and level nutrient concentration for green mustard with wick hydroponic system. This research has been conducted in plastic house at Gatot Subroto street No. 7, Kedungwuluh West Purwokerto, Central Java with a height of 80 meters above sea level, from August until September 2017. The experimental design used was Completely Randomized Block Design with 2 factors. The first factor is the type of planting media, namely: Rockwool (M1), compost (M2), zeolite (M3), chicken manure + rice husk (M4), charcoal husk (M5), and sand (M6). The second factor is the level concentration of AB-mix nutrition, namely: 1000 ppm (N1) and 1500 ppm (N2). Observation variables include plant height, widest leaf area, number of leaves, fresh plant weight, and fresh plant canopy weight. The results showed; (1) that the best type of planting media for growth and yield of mustard greens (Brassica juncea L.) was chicken manure + rice husk (M4, (2) The best concentration of AB-mix nutrition for growth and yield of mustard greens (Brassica juncea L.) was 1000 ppm (N1), and (3) The best combination between planting medium and the concentration of nutrient AB-mix was M4 with N1 (planting medium of chicken manure + rice husk with concentration 1000 ppm). | |
| 16530 | 21372 | G1A014001 | HUBUNGAN PEMBERIAN KAOLIN-PEKTIN DENGAN LAMA RAWAT INAP PASIEN DIARE AKUT PADA BALITA DI RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO | Latar belakang : Diare menjadi salah satu penyakit endemis dan merupakan penyakit KLB yang sering diikuti dengan kematian di Indonesia (Riskesdas, 2007). Pada tahun 2013 didapatkan jumlah kasus diare sebanyak 646 orang dan diantaranya terdapat 7 orang yang mengalami kematian (Riskesdas, 2013). Angka kejadian diare meningkat pada tahun 2014 yaitu didapatkan kasus diare sebanyak 2.549 orang dan diantaranya terdapat 29 orang mengalami kematian (Kemenkes, 2015). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian kaolin-pektin dengan lama rawat inap pasien diare akut pada balita di RSUD Prof. Margono Soekarjo. Metode Penelitian : penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi yang digunakan adalah anak berusia 6-59 bulan di RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo dengan diare akut. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat data rekam medis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Penelitian dilakukan pada bulan Februari – Maret 2018 dan kemudian dianalisis menggunakan Mann Whitney. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa diare paling banyak dialami oleh balita laki – laki (62,2%), dengan usia paling banyak adalah 6 – 23 bulan (48,7%), dan pasien diare akut pada balita paling banyak yang tidak diberikan kaolin-pektin (67,6%). Hasil analisis bivariat dengan metode uji statistik Mann Whitney adalah ρ value = 0,351, > α = 0,005. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara pemberian kaolin-pektin dengan lama rawat inap pasien diare akut pada balita di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. | Introduction : Diarrhea is one of endemic diseases and an outbreak of disease often followed by death in Indonesia (Riskesdas, 2007). In 2013, there were 646 cases of diarrhea and 7 of them had deaths (Riskesdas, 2013). The incidence of diarrhea increased in the year 2014 that is obtained diarrhea cases as many as 2549 people and among them there are 29 people experiencing death (Kemenkes, 2015). Objective : To determine the relationship between kaolin-pectin administration with the length of hospitalization of patients with acute diarrhea in toddlers at RSUD Prof. Margono Soekarjo. Method : The study was observational analytic with cross sectional method. The population used is children aged 6-59 months in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo with acute diarrhea. The sampling method uses total sampling. Data collection is done by looking at medical record data in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. The study was conducted from February to March 2018 and then analyzed using Mann Whitney. Result : The results showed that diarrhea was mostly experienced by males (62.2%), with the most ages being 6 - 23 months (48.7%), and patients with acute diarrhea in infants at most not given kaolin -pectin (67.6%). The result of bivariate analysis with Mann Whitney statistic test method is ρ value = 0,351,> α = 0,005. Conclusion : There is no statistically significant relationship between kaolin-pectin administration and the length of hospitalization of acute diarrhea patients in under-five children at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. | |
| 16531 | 21546 | A1M014056 | KAJIAN PENERAPAN GMP (GOOD MANUFACTURING PRACTICES) DAN SSOP (SANITATION STANDARD OPERATING PROCEDURE) PRODUK TEH HIJAU DI PUSAT PENELITIAN TEH DAN KINA KEBUN PERCOBAAN PASIR SARONGGE, KABUPATEN CIANJUR | Jaminan mutu dan keamanan pangan merupakan faktor yang sangat penting untuk meningkatkan preferensi masyarakat terhadap suatu produk. PPTK KP Pasir Sarongge berkeinginan meningkatkan daya saing produk yang dihasilkan dengan menciptakan produk teh hijau yang bermutu dan aman dipasarkan sesuai dengan SNI melalui pelaksanaan GMP dan SSOP. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui penerapan GMP dan SSOP pengolahan teh hijau dalam memenuhi standar SNI di PPTK KP Pasir Sarongge, 2) Mengetahui tindakan korektif dalam penyelesaian masalah GMP dan SSOP di PPTK KP Pasir Sarongge. Penelitian diawali dengan melakukan identifikasi awal di PPTK KP Pasir Sarongge meliputi kondisi umum dan penerapan GMP dan SSOP. Analisis data secara primer dan sekunder dilaksanakan setelahnya sebagai monitoring terhadap penerapan GMP dan SSOP. Penilaian GMP dan SSOP dilakukan setelahnya dengan menilai kesesuaian di lapangan dan kondisi seharusnya, penetapan tindakan korektif dilaksanakan terhadap penyimpangan yang terjadi. Dilakukan pengujian karakteristik sifat fisik dan kimia terhadap sampel produk teh hijau untuk mengetahui kesesuaian produk dengan SNI yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keparahan penerapan GMP masih dalam kategori sedang, sedangkan SSOP dalam kategori berat. Berdasarkan hasil penelitian, sangat direkomendasikan untuk melaksanakan tindakan korektif dan pencegahan serta solusi demi tercapainya produk yang sesuai dengan standar. Kajian penerapan GMP dan SSOP ini dilakukan penilaian kesesuaian dan tindakan korektif pada penerapan kode praktis hygiene dalam bentuk rekomendasi perbaikan terhadap penerapan GMP dan SSOP. Kajian penerapan GMP dan SSOP di PPTK KP Pasir Sarongge diharapkan dapat memeperbaiki karakteristik mutu teh hijau sehingga produk dapat sesuai dengan standar yang diharapkan oleh pasar bebas. | Quality assurance and food security are very important factor to increase people's preference on product. PPTK KP Pasir Sarongge wants to improve the competitiveness of product by producing or creating green tea product that are qualified and safely marketed to meet SNI through the implementation on GMP and SSOP. This research aimed to: 1) determine how far the application of GMP and SSOP ofgreen tea processing in fulfilling SNI in PPTK KP Pasir Sarongge, 2) Determine how far corrective actions on solving GMP and SSOP problems in PPTK KP Pasir Sarongge. The research begins with initial identification of general condition and application of GMP and SSOP in PPTK KP Pasir Sarongge. Primary and secondary data analyses were implemented thereafter as GMP and SSOP implementation monitoring. Assessment of GMP and SSOP shall be done thereafter by assessing the suitability in the field and the condition should be, determined on the existing deviation. Physical and chemical characteristics properties of the green tea product were examined to assess the conformity of the product with applicable SNI. Results of the research shows the severity of GMP application is still in the medium category, while the SSOP in the heavy category. Based on the results of the research, it is strongly recommended to conduct corrective and preventive measures as well as solutions to fulfill the SNI of green tea. The review of GMP and SSOP implementation is a conformity assessment and corrective action on the implementation of practical hygiene code in the form of recommendations for improvement on the implementation of GMP and SSOP. The application of GMP and SSOP in PPTK KP Pasir Sarongge is expected to improve the characterisics of green tea quality, therefore that the product can be fulfilled to SNI expected by the global market. | |
| 16532 | 19820 | C1B013054 | ANALISIS PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI, KOMPENSASI, KOMUNIKASI, MOTIVASI DAN IKLIM ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA (Studi Pada Guru Tetap Yayasan SMK Taruna Bangsa Ciamis) | Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Pengaruh Komitmen Organisasi, Kompensasi, Komunikasi, Motivasi dan Iklim Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja (Studi pada guru tetap yayasan SMK Taruna Bangsa Ciamis)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh komitmen organisasi, kompensasi, komunikasi, motivasi, dan iklim organisasi terhadap kepuasan kerja guru tetap yayasan di SMK Taruna Bangsa Ciamis. Metode yang digunakan adalah survei dengan jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 32 responden yang diperoleh menggunakan rumus slovin dengan menggunakan purposive sampling. Analisis yang digunakan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, path analysis, dan pengujian hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan Path Analysis menunjukan bahwa: (1) Komitmen Organisasi tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja, (2) Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, (3) Komunikasi tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja, (4) Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, (5) Iklim Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, (6) Kompensasi paling berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Implikasi dari penelitian ini adalah sebagai upaya untuk terus meningkatkan kepuasan kerja para gurunya, pihak manajemen SMK Taruna Bangsa Ciamis perlu menerapkan berbagai kebijakan yang tepat, khususnya terkait dengan komitmen organisasi, kompensasi, komunikasi, motivasi dan iklim organisasi. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan menciptakan kondisi sekolah yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi psikologis para guru dalam berbagai aktivitas kerja mereka, memberikan kompensasi sesuai dengan masa kerja, jabatan dan prestasi guru, mengadakan pengarahan seminggu sekali di sekolah untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara guru dengan kepala sekolah. Pihak manajemen juga harus mampu memupuk rasa percaya diri para guru seperti diadakannya seminar motivasi, pelatihan dan pengembangan, diberikan penghargaan seperti pujian kepada seorang guru yang mendapatkan prestasi, melalui suatu pujian guru tersebut merasa dihargai dan menimbulkan perasaan yang positif sehingga mereka akan memberikan kontribusi yang tinggi karena merasa puas dengan apa yang mereka dapatkan. | The research is titled "Analysis of The Effect of Organizational Commitment, Compesation, Communication, Motivation and Organizational Climate to Job Satisfaction (Study on permanent teacher in SMK Taruna Bangsa Ciamis)". The aims of research are to find out and to analyze the effects of organizational commitment, compesation, communication, motivation and organizational climate to job satisfaction. The method used was a survey The number of respondents who were taken in this study were 32 respondents of obtained using the slovin formula by using purposive sampling. The analysis includes the validity, reliability, path analysis and hypothesis testing. Based on the result and analysis of data using path analysis showed that: (1) Organizational commitment has no impact on job satisfaction, (2) Compesation has a positive and significant impact on job satisfaction, (3) Communication has no impact on job satisfaction, (4) Motivation has a positive and significant impact on job satisfaction, (5) Organizational climate has a positive and significant impact on job satisfaction, (6) Compensation has the most impact on job satisfaction. The implication of this result is an attempt to continue to increase the job satisfaction of teachers, the management of SMK Taruna Bangsa Ciamis need to implement appropriate policies, particularly with regard to organizational commitment, compensation, communication, motivation and organizational climate. The way to do is to create conditions of school is able to to provide a sense of psychological security and comfort for teachers in a variety of their work activities, the given compensation, provide compensation in accordance with the job, position and achievement of teachers, holding a weekly briefing at school to create a harmonious relationship between teachers and principals. The management should also be able to faster the confidence of teachers such as holding motivational seminars, training and development, given awards such as praise to an accomplished teacher through a praise, teachers feel appreciated and generate positive feelings that can contribute high because they are satisfied with what they get. | |
| 16533 | 19822 | A1C113011 | KELAYAKAN USAHA PADA PT RAJAWALI II UNIT PG TERSANA BARU DI DESA BABAKAN KECAMATAN BABAKAN KABUPATEN CIREBON | PG Tersana Baru merupakan salah satu pabrik gula yang bernaung dibawah PT Rajawali Nusantara Indonesia II yang terletak di Desa Babakan, Kabupaten Cirebon dan merupakan pabrik gula tersebesar di wilayah Cirebon dan masih beroperasi sampai saat ini.Kendala yang dihadapi oleh perusahaan saat ini adalah penurunan pendapatan dan penurunan harga jual produk gula. Sehingga perlu diketahui apakah pabrik tersebut masih layak untuk dijalankan. Penelitian bertujuan untuk: 1) mengetahui arus biaya dan arus penerimaan yang diterima PG Tersana Baru 2) menganalisis kelayakan usaha PG Tersana Baru dan 3) menganalisis tingkat sensitivitas usaha gula tebu pada PG Tersana Baru apabila terjadi kenaikan biaya produksi, penurunan harga jual, dan rata-rata laju inflasi. Penelitian dilaksanakan bulan Maret sampai April 2017 di PG Tersana Baru. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengambilan data dilakukan dengan observasi secara langsung dan wawancara kepada pembimbing lapang. Metode analisis yang digunakan adalah: 1) analisis biaya dan penerimaan 2) analisis kelayakan usaha dan 3) analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) arus biaya rata-rata yang dikeluarkan oleh PG Tersana Baru selama sepuluh tahun adalah sebesar Rp51.098.911.012,253 dengan arus penerimaan rata-rata selama sepuluh tahun adalah sebesar Rp865.993.584.788,68. 2) nilai NPV selama sepuluh tahun adalah sebesar Rp145.833.944.942,79, nilai IRR sebesar 7,30%, dan nilai Net B/C sebesar 2,29 sehingga PG Tersana Baru layak untuk dijalankan.3) nilai NPV karena kenaikan biaya produksi sebesar 6 persen sebesar Rp124.934.215.120,88, IRR sebesar 8,02%, Net B/C sebesar 2,11. Nilai NPV karena penurunan harga jual gula 11% sebesar Rp108.417.208,33, IRR sebesar 7,26%, Net B/C sebesar 1,96. Nilai NPV karena rata-rata laju inflasi 11 persen adalah sebesar Rp107.361.368.011,25, IRR sebesar 11,26%, Net B/C 1,95 maka dapat dikatakan layak.Penurunan pendapatan dan penurunan harga jual gula tidak mempengaruhi kelayakan pabrik dalam menjalankan usahanya karena perusahaan masih memperoleh keuntungan meskipun terjadi penurunan harga jual gula. Perusahaan tidak pernah mengalami kerugian sehingga penurunan pendapatan dan penurunan harga jual tidak berpengaruh terhadap kelayakan usaha perusahaan. | Tersana Baru sugar factory, is one of the sugar factory the sheler of Rajawali Nusantara Indonesia II limited abiity company, which is located in the village of Babakan, Babakan sub-district, Cirebon District and is the largest sugar factory in Corebon region, and still operating until now.constraints faced by the company now is the decline in income, decline in selling prices of sugar product and the increase in production costs. So it is necessary to know the factory is still feasible to run. Research aims to : 1) knowing the flow of costs and the revenue stream received by the Tersana Baru Sugar Factory. 2) analyzing the feasibility of the Tersana Baru Sugar Factory. 3) analyzing the level of sugarcane business sensitivity of the Tersana Baru Sugar Factory if there is an increase in production coast, falling prices, and changes in rate inflation. The study was conducted from March to April 2017 at Tersana Baru Sugar Factory. The study was conducted by case study method. Data collection is done by direct observation and interview to field supervisor.The analytical methods used are: 1) cost and revenue analysis 2) business feasibility analysis and 3) sensitivity analysis. The results showed that The result of the research showing that :1) the current average cost incurred by Tersana Baru for ten years amounting to Rp51.098.911.012,253 with the current average revenue for ten years amounting to Rp865.993.584.788,68. 2) the value of NPV is Rp145.833.944.942,79, IRR of 7.30%, and Net B/C value of 2.29 so that Tersana Baru Sugar Factory is feasible to run.3) NPV value due to 6 percent production cost increase of Rp124.934.215.120,88, IRR of 8.02%, Net B/C of 2.11. The value of NPV due to the decline in selling price of sugar by 11% amounted to Rp108.417.208,33, IRR of 7.26%, Net B / C of 1.96. The value of NPV due to changes in inflation rate of 11 percent is Rp107.361.368.011,25, IRR of 11.26%, Net B/C 1.95 then it can be said feasible.Decrease inincome and a decrease in selling price of sugar does not affect the factory feasibility because the factory still getting profit despite of the decreasing sugar price .for over ten years the factory never had been loss of selling. So that, the decreasing of revenue and the decreasing of selling did not affect the feasibility. | |
| 16534 | 21373 | A1L014039 | UJI MEDIUM CAIR Pseudomonas fluorescens P20 BERBAHAN BAKU TEPUNG IKAN TERHADAP PENYAKIT REBAH SEMAI (Pythium sp.) TANAMAN MENTIMUN | Penelitian ini bertujuan untuk mencari konsentrasi medium cair tepung ikan yang tepat untuk pertumbuhan Pseudomonas fluorescens P20, mengkaji pengaruhnya dalam menekan penyakit rebah semai, dan terhadap pertumbuhan tanaman mentimun. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan di Screen House Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto mulai bulan September 2017 - Januari 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada pengujian in vitro dengan 5 ulangan dan 5 perlakuan terdiri atas kontrol (King’s B cair), medium cair tepung ikan konsentrasi 10, 20, 30, dan 40 g/L. Pada uji in planta menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 ulangan dan 6 perlakuan terdiri atas kontrol (tanpa P. fluorescens P20), pemberian P. fluorescens P20 dari King’s B cair, P. fluorescens P20 dari medium cair tepung ikan konsentrasi 10, 20, 30, dan 40 g/ L. Variabel yang diamati adalah populasi bakteri, masa inkubasi, kejadian penyakit, tinggi tanaman, panjang akar, bobot tanaman segar, dan bobot akar segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P. fluorescens P20 dalam tepung ikan 10 g/L memiliki populasi tertinggi yaitu 3,99 x 1021 upk/ mL atau meningkatkan populasi bakteri sebesar 32,10%. Saat diaplikasikan, formula ini mampu menunda masa inkubasi dan menekan kejadian penyakit hingga 100%. Perlakuan tersebut merupakan perlakuan paling efektif untuk menekan perkembangan Pythium sp. ditunjukkan dengan nilai AUDPC terendah yaitu 0. Perlakuan ini juga mampu meningkatkan nilai bobot akar segar sebesar 45,59%. | This research aimed to gain the right concentration of liquid media from fish flour for Pseudomonas fluorescens P20 growth, to study its effect in supressing damping-off and on cucumber growth. The research was conducted at the Laboratory of Plant Protection and the Screen House, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from September 2017 – January 2018. Randomized completely design was used for in vitro test with 5 replicates and 5 treatments consisted of control (King’s B Broth), liquid media of fish flour with concentration of 10, 20, 30, and 40 g L-1. Randomized block design was used for in planta test with 5 replicates and 6 treatments consisted of control (without P. fluorescens P20), P. fluorescens P20 from King’s B Broth, P. fluorescens P20 from liquid media of fish flour of 10, 20, 30, and 40 g L-1. Variables observed were population of P. fluorescens P20, incubation period, disease incidence, plants height, roots length, fresh weight of plants, and fresh weight of roots. Result of the research showed that P. fluorescens P20 in liquid media of fish flour 10 g/L had a highest population as 3.99 x 1021 cfu mL-1 or increase population as 32.10%. Application of this formula could delay the incubation period and suppress the disease incidence as 100%. The formula was the most effective treatment for inhibiting development of Pythium sp. showed by the lowest AUDPC as 0. The formula could also increase roots fresh weight as 45.59%. | |
| 16535 | 19823 | E1A013065 | TANGGUNG JAWAB MAJIKAN TERHADAP PERBUATAN MELAWAN HUKUM YANG DILAKUKAN OLEH SOPIR (TINJAUAN YURISDIS TERHADAP PUTUSAN NOMOR 33/PDT.G/2013/PN.KRW) | Pertanggung jawaban perbuatan melawan hukum tidak hanya atas kerugian yang disebabkan kesalahan diri pribadi tapi juga atas kesalahan orang lain yang berada di bawah pengawasannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifisir unsur-unsur dalam suatu perbuatan melawan hukum dan tanggung jawab majikan dalam hal ganti kerugian terhadap perbuatan melawan hukum bawahannya.Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah data sekunder berupa putusan Putusan Nomor 33/Pdt.G/2013/Pn.Krw, undang-undang dan buku-buku literatur yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Data yang diperoleh disajikan secara sistematis, dan analisis data dilakukan secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perbuatan Tergugat II yang menabrak Penggugat dan anaknya yang oleh hakim dikatakan sebagai perbuatan melawan hukum karena memenuhi unsur perbuatan melawan hukum yaitu melanggar hak orang lain, bertentangan dengan kewajiban hukum si pembuat, dan bertentangan dengan kepatutan yang harus diindahkan dalam pergaulan masyarakat mengenai diri atau barang orang lain. Tergugat I selaku majikan ikut bertanggung jawab atas perbuatan Tergugat II secara tanggung renteng mengganti kerugian Penggugat. Tanggung jawab tersebut didasarkan pada Pasal 1367 KUH Perdata dan Pasal 234 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Kerugian akibat perbuatan Tergugat II sebesar Rp. 558.582.563,- dengan rincian kerugian materiil sebesar Rp. 258.582.563,-berupasemua biaya pengobatan dan akomodasinya, biaya pembelian kursi roda, biaya kematian, dan biaya mengganti motor yang rusak permanen. Semua ganti rugi materiil ini dapat dikategorikan sebagai rugi (schaden) dan kerugian immateriil sebesar Rp. 300.000.000,- jumlah tersebut didasarkan kedudukan dan kekayaan kedua belah pihak serta keadaan sesuai Pasal 1370 KUH Perdata. | Tort liability not only for the losses caused personal mistakes but also for the mistakes of others under his supervision. This study aims to determine the judge's legal considerations in qualifying the element in a tort and the employer's responsibility in terms of redress against unlawful act subordinates. This research uses normative juridical approach method, with descriptive research specification. This research used data source are secondary data in the form of Verdict Number 33/Pdt.G/2013/Pn.Krw, statute and literature books relating to research problems. The data obtained are presented systematically, and data analysis is done normatively qualitative. Based on the results of the study can be concluded that the act of the second Defendant that crash the Plaintiff and his child by the judge is said to be an unlawful act because they meet the elements of a tort which violate the rights of others, contrary to the legal obligations of the creator, and contrary to propriety that should be ignored in the association community about yourself or other people's stuff. The first defendant as the employer is responsible for the second Defendant's acts on a liability to indemnify the Plaintiff. The responsibility is based on Article 1367 KUH Perdata and Article 234 paragraph (1) of Law of the Republik of Indonesia Number 22 Year 2009 on Traffic and Road Transportation. Loss due to the second Defendant's actions amounting to Rp. 558 582 563, - with details of material losses of Rp. 258,582,563, - in the form of all medical expenses and accommodation, the cost of purchasing a wheelchair, the cost of death, and the cost of replacing a permanently damaged motor. All material compensation can be categorized as loss (schaden) and immaterial losses of Rp. 300.000.000, - the amount is based on the position and wealth of both parties and the circumstances according to Article 1370 KUH Perdata. | |
| 16536 | 19821 | A1L013121 | Pengaruh Bagian Batang Entres terhadap Pertumbuhan Okulasi Tiga Varietas Tanaman Durian (Durio zibethinus Murr.) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) bagian batang entres yang tepat untuk pertumbuhan tunas terbaik pada okulasi tanaman durian, 2) varietas batang atas yang tepat untuk pertumbuhan tunas terbaik pada okulasi tanaman durian, dan 3) ada atau tidaknya interaksi antara kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan tunas pada okulasi tanaman durian. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat, Screen House Kebun Percobaan Cipaku, Bogor selama lima bulan, dimulai dari bulan Januari 2017 sampai dengan Juni 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan perlakuan yang dicoba sebanyak dua faktor yaitu bagian batang entres (entres 10 cm dari pucuk, entres 20 cm dari pucuk, dan entres 30 cm dari pucuk) dan varietas tanaman durian (varietas Matahari, varietas Kani, dan varietas Petruk). Variabel yang diamati yaitu saat pecah mata entres, saat kemunculan daun pertama, panjang tunas okulasi, diameter tunas okulasi, jumlah daun terbuka, luas daun, persentase entres yang mati, persentase entres yang dorman, dan persentase bibit jadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagian batang entres pada perlakuan entres 10 cm dari pucuk memberikan hasil paling baik pada saat pecah mata entres yaitu 21,08 hari. Varietas Matahari memberikan hasil yang paling baik terhadap jumlah daun terbuka, varietas Kani memberikan hasil yang paling baik terhadap saat pecah mata entres dan diameter tunas, dan varietas Petruk memberikan hasil yang paling baik terhadap panjang tunas okulasi dan luas daun. Kombinasi perlakuan entres 10 cm dari pucuk dengan varietas Kani memberikan hasil yang paling baik terhadap saat pecah mata entres yaitu 19,29 hari. | This research aimed to determine 1) the right entres section for the best shoot growth on the budding of durian crops, 2) The right varieties of entres for the best shoot growth on the budding of durian crops, and 3) Presence or absence of interaction between the two factors on the growth of shoots on the budding of durian crops. This research was conducted at Agricultural Technology Research Center of West Java, Screen House of Cipaku Experimental Garden, Bogor for five months, starting from January 2017 until June 2017. This research used a Randomized Complete Block Design (RCBD) with those who attempted as many as two factors namely the stem of entress (entress 10 cm from shoot, entress 20 cm from shoot, and entress 30 cm from shoot) and varieties of durian crops (varieties of Matahari, varieties of Kani, and varieties of Petruk). The observed variables were time of the entres eye splitting, first leaf appearance, shoots budding length, shoots budding diameter, number of open leaves, leaf area, percentage of dead entres, percentage of dormant entres, and percentage of growing seeds. The result of the research showed that the stem of entres on treatment of entres 10 cm from the shoots gave the best results at the time of the entres eye splitting namely 21,08 days. Varieties of Matahari gave the best results to the number of open leaves, varieties of Kani gave the best results to the entres eye splitting and shoot budding diameter, and varieties of Petruk gave the best results to the shoots budding length and leaf area. The treatment combination of entres 10 cm from the shoots with varieties of Kani gave the best results to the entres eye splitting namely 19,29 days. | |
| 16537 | 19826 | H1F012058 | GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG DI DESA PANGALENGAN, KECAMATAN PANGALENGAN, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT | Daerah penelitian berada di Kampung Sidamukti dan Babakan Salam yang termasuk kedalam Desa Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Luas daerah penelitian adalah 25Km2. Secara Stratigrafi Gunungapi, satuan batuan ini terdiri dari satuan breksi piroklastik, satuan breksi laharik, satuan lava dan endapan alluvium. Proses pelapukan secara eksogenik ditemukan pada daerah penelitian, tertama pada breksi laharik dan tufa yang termasuk kedalam satuan breksi laharik pada daerah penelitian. persebaran retakan yang sangat banyak yang mengenai dua kampung yaknik sidamukti dan babakan salam, mengenai perkebunan dan pemukiman warga serta mengancam sungai utama yang berada di desa. Berdasarkan hal ini analisis kestabilan lereng diperlukan untuk mengetahui nilai keamanan lereng, sehingga dapat dberikan mitigasi yang lebih lanjut. Berdasarkan hasil uji mekanika tanah dan analisis menggunakan software geostudio Slope/W2007, faktor keamanan dari lereng dengan sampel L1S1 adalah 2,016 sedangkan lereng dengan sampel L2S2 1,106. Menurut klasifkasi bowles yang mengatakan bahwa nilai FK <1,25 lereng kritis dan >1,25 lereng aman. Lereng pertama kondisinya aman dan lereng kedua kondisinya kritis, nmun karena daerah pangalengn termasuk kedalam zona gempa maka perlu dilakukan upaya penanggulangan untuk memperkuat kondisi lereng diantaranya adalah mempernbaiki hidrologi lereng, perkuatan dengan menggunakan vegetasi, pemasangan sistem peringatan dini. | The research area was located on pangalengan landfill, pangalengan distrinct, west java with total area 25km2. In geomorphology side, study area is divided into three unit, namely lahar field, lava field and fluvial field. From oldest to younger volcanao stratigraphy there are piroklastik breccia, laharik breccia, lava and alluvium. Crack in sidamukti and babakansalam spear everywhere and cause damage to infrastructure. Therefore slope stability analysis is needed to overcome the bad effect of slope that we now all slope have a landslide potensial when it was disturbed. Slope stability can calculate the faktor of safety (FS). According to bowles (1989), slope is relatively stable when FS value is >1,25. The methode was used is limit equilibrium and was simplified by bishop and the analysis was used geoslope 2007. The value of slope is 1,109 for GH slope and 2,10 for AB slope. The value of slope is stable and critical and it need the mitigation to make slope stable such as reparing drainage, using vegetation and monitoring slope using extensometer | |
| 16538 | 21374 | A1L013082 | PREDIKSI TINGKAT BAHAYA EROSI PADA BERBAGAI PENGGUNAAN LAHAN DALAM BERBAGAI KELERENGAN DI KECAMATAN KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS | Mengetahui prediksi erosi pada berbagai penggunaan lahan di berbagai kelerengan penting untuk selanjutnya dapat dilakukan perencanaan pertanian konservasi yang matang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya tingkat bahaya erosi dan penyebab terjadinya erosi pada berbagai penggunaan lahan diberbagai tingkat kelerengan dan menentukan perencanaan pertanian konservasi pada berbagai kelerengan. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Oktober 2017 – Desember 2017. Pengambilan sampel tanah dilakukan di Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, kemudian dilakukan eksperimen di laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian dan Laboratorium Balai Penelitian Lingkungan Pertanian Jakenan, Pati untuk menentukan data kuantitatif. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metodologi survey tingkat tinjau mendalam dengan skala 1 : 75000 dan teknik pengambilan sampel tanah berdasarkan Satuan Lahan Homogen (SLH). Variabel yang diamati meliputi permeabilitas tanah, struktur tanah, tekstur tanah, bahan organik tanah, vegetasi, dan tindakan konservasi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat bahaya erosi di wilayah penelitian bervariasi dari sangat ringan sampai sangat berat, terjadi pada daerah bangsa 2.77 ton/ha/tahun dan kalisalak 386.44 ton/ha/tahun. Penyebab terjadinya erosi tanah yaitu nilai presentasi kemiringan lereng yang tinggi, erosivitas hujan, erodibiitas tanah, penggunaan lahan dan pengelolaan tanaman. Unit lahan yang memerlukan tindakan konservasi adalah lahan yang memiliki nilai erosi lebih besar dari nilai toleransi. Pembuatan serta perbaikan teras bangku kontruksi baik untuk daerah dengan lereng agak curam dan curam serta penanaman dengan garis kontur untuk daerah yang berlereng datar sampai landai. | Knowing the prediction of erosion on various land uses in various slopes, it is important to have a well-planned conservation farming in the future. This study aims to determine the level of erosion hazard and the causes of erosion on various land uses at different levels of slopes and to determine the planning of conservation farming on various slopes.The research was conducted in October 2017 until December 2017. The samples of the soil were collected in Kebasen Subdistrict, Banyumas District, then experimented in Soil Science Laboratory of Agricultural Faculty by Jenderal Soedirman University and Laboratory of Agricultural Environment Research Institute of Jakenan in Pati, to determine quantitative data of the samples. The methodologyof the research is an in-depth review survey with a 1:75000 scale and the technique of the soil sampling were based on Homogeneous Land Units (SLH). Observed variables were soil permeability, soil structure, soil texture, soil organic materials, soil vegetation, and conservation actions needed. The results showed that the level of erosion hazard in the study area varied from very mild to very severe, occurred in Bangsa 2.77 ton/ha/year and 386.44 ton/ha/year Kalisalak Village. The cause of the soil erosion was the high percentage of the slope, rain erosivity, soil erodium, land use and plants management. Conservation is required for land units that has higher erosion percentage than the tolerance value. Manufacture and repair on the bench porch contruction is recommended for steep slopes, and plating with contour lines is recommended for flat slopes. | |
| 16539 | 19864 | F1J013026 | Eksistensi Sosiologis Tokoh Utama Saito Rie dalam Drama TV Hitsudan Hosutesu | Penelitian ini berjudul Eksistensi Sosiologis Tokoh Utama Saito Rie dalam Drama TV Hitsudan Hostess. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi tokoh utama dengan teori eksistensialisme Sartre dan sosiologi sastra Watt. Data yang digunakan berupa narasi, dialog, dan monolog yang didukung screenshot adegan dalam drama TV Hitsudan Hosutesu. Fokus penelitian ini adalah perwujudan eksistensi Saito Rie ditinjau dari segi sosiologis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak catat serta teknik reduksi data. Validasi data diperoleh melalui teknik triangulasi, yaitu pemeriksaan keabsahan data dengan memanfaatkan pengamat lain dan penutur asli. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif analisis dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta mengenai eksistensi sosiologis kemudian diikuti dengan analisis. Analisis dilakukan terhadap 25 data berupa narasi, dialog, dan monolog. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama Saito Rie mendefinisikan eksistensinya melalui konsep kesadaran, waktu, kebebasan. Wujud eksistensi tergambar melalui konteks sosial pengarang (proses menjadi hostess, profesionalisme, orang berkebutuhan khusus), cerminan masyarakat Jepang, dan fungsi sosial. Dapat disimpulkan bahwa Saito Rie menunjukkan eksistensinya sebagai hostess dengan kebaikan hati dan kemampuan menulis dalam menarik hati para pelanggan yang kemudian membuat dirinya diakui di mata masyarakat sebagai tokoh yang menginspirasi. | This research’s title is The Sociological Existence of The Main Character of Saito Rie in TV Drama’s Hitsudan Hosutesu. This research aims to describe the existence of the main character based on the Sartre’s theory of existentialism and Watt’s sociology literature. The data source are narration, dialogue, and monologue supported by screenshot of scenes in TV drama’s Hitsudan Hosutesu. The focus of this research is existence realisation of Saito Rie viewed from sociological aspect. The data is collected from observation and reduction. Data validity is obtained by triangulation technique that is checking the validity by confirming other one observer and one native speaker. The data is descriptively analysed by describing the facts about the sociological existence and then followed by analysis. The analysis is employed to 25 data of narration, dialogue, and monologue. The results show main character of Saito Rie define her existences into awareness, time, freedom. The forms of existence was illustrated by author’s social context (the process of being hostess, profesionalism, disabled person), reflection of Japanese society, and social functions. The conclusion is Saito Rie shows her existence as a hostess with kindness and writing ability in attracting customers and makes herself recognized in public society as inspiring character. | |
| 16540 | 19845 | G1H013014 | EFEKTIVITAS CURAH PENDAPAT TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL DALAM UPAYA PENCEGAHAN BBLR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II SUMBANG | Latar Belakang: Bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) merupakan penyebab kematian pada masa bayi baru lahir. Kurangnya pengetahuan dan sikap ibu hamil merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya BBLR. Angka kejadian kasus BBLR di Puskesmas II Sumbang Tahun 2016 sebesar 5,1%. Maka dari itu penting untuk dilakukan pendidikan gizi pada ibu hamil berupa curah pendapat di wilayah kerja Puskesmas II Sumbang. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam upaya pencegahan BBLR di wilayah kerja Puskesmas II Sumbang sebelum dan sesudah diberikan curah pendapat. Metodologi: Rancangan penelitian adalah quasi eksperimental dengan control group pretest posttest design. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas II Sumbang. Jumlah sampel 30 orang untuk masing-masing kelompok diambil dengan teknik purposive sampling. Uji statistik menggunakan Wilcoxon dan Mann-whitney. Hasil: Materi curah pendapat yang diberikan berupa pengertian, dampak, faktor penyebab dan upaya pencegahan BBLR. Kelompok perlakuan menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan dan sikap (p=0,001;p=0,024), sedangkan pada kelompok pembanding menunjukkan tidak ada perbedaan pengetahuan dan sikap (p=0,271;p=0,066). Tidak ada perbedaan pengetahuan dan sikap antara kelompok perlakuan dan pembanding sebelum dilakukan curah pendapat (p=0,265;p=0,806) serta ada perbedaan pengetahuan dan sikap pada kelompok perlakuan dan pembanding setelah diberikan curah pendapat (p=0,000;p=0,010). Kesimpulan: Terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam upaya pencegahan BBLR sebelum dan sesudah diberikan curah pendapat. | Background: Infants with Low Birth Weight (LBW) are the cause of death in the newborn period. Lack of knowledge and attitude of pregnant woman is one of the factor that can affect the occurrence of LBW. In 2016 the incidence of cases of LBW in Puskesmas II Sumbang were 5.1%. Therefore it is important to give a nutritionial education such as brainstorming for pregnant woman about LBW in the work area of Puskesmas II Sumbang. Objective: The purpose of this research was to determine the difference of knowledge and attitude of pregnant woman in low birth weight prevention before and after brainstorming in the working area of Puskesmas II Sumbang. Methods: This research used quasi experimental with control group pretest posttest design, with 30 samples for each groups that were selected by purposive sampling technique. This research was conducted at Puskesmas Sumbang II. Statistical test using Wilcoxon and Mann-whitney. Results: Materials used for brainstorming given in the form of understanding, impact, causal factors and prevention efforts of LBW. The treatment group showed a difference in knowledge and attitude (p=0,001; p=0,024), meanwhile there was no difference of knowledge and attitude in control group (p=0,271;p=0,066). There was no difference in knowledge and attitude between treatment and control groups before brainstorming ( p=0,265;p=0,806). There was a difference in knowledge and attitude between treatment and control groups after brainstorming (p=0,000;p=0,010). Conclusion: There was a difference of knowledge and attitude of pregnant woman in LBW prevention before and after brainstorming in the working area of Puskesmas II Sumbang. |