Home
Login.
Artikelilmiahs
19550
Update
BERNADETA VALENTINA
NIM
Judul Artikel
ANALISIS SPASIAL FORAMINIFERA SEBAGAI BIOINDIKATOR LINGKUNGAN PERAIRAN WILAYAH LAUT JAWA,SELAT MAKASSAR, DAN LAUT FLORES
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Foraminifera merupakan bioindikator potensial untuk mengetahui lingkungan perairan modern maupun purba karena penggunaannya yang mudah, murah, dan dapat mencerminkan kondisi lingkungan secara akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi foraminifera pada sedimen di Laut Jawa, Selat Makasar dan Laut Flores serta menganalisis spesies serta kelimpahannya sebagai bioindikator lingkungan perairan. Metode yang digunakan adalah penelitian lapang dan laboratorium yang meliputi pengambilan sampel, identifikasi, koleksi dan analisis foraminifera sebagai bioindikator lingkungan perairan. Pengambilan sampel sedimen dilakukan di Laut Jawa, Selat Makassar, dan Laut Flores dari24 stasiun. Jumlah spesies terbanyak adalah pada Selat Makassar (63 spesies), kemudian Laut Jawa (46 spesies) dan terendah Laut Flores (43 spesies). Jumlah individu terbanyak pada Laut Flores (2911 individu/gr), kemudian Laut Jawa (1956 individu/gr) dan yang terendah Selat Makassar (1930 individu/gr). Distribusi spasial foraminifera menunjukan pola bahwa kelimpahan dan jumlah spesies foraminifera planktonik paling tinggi terdapat di Laut Flores, kemudian Selat Makassar, dan paling rendah di Laut Jawa.Spesies foraminifera yang merupakan bioindikatorsuhu perairan hangat adalah Globigerinoides rubra dan Globigerinoides saculifer, bioindikator terjadinya upwelling adalah Globigerina bulloides dan Globorotalia menardii, bioindikator lapisan termoklin adalah Pulleniatina obliqueloculata dan Neogloboquadrina dutertrei, bioindikator jenis sedimen adalah Asterorotalia pulchella, Discorbis sp., Cibicides sp., Uvigerina sp.,dan Spiroloculina depressa.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Foraminifera is a potential bioindicator to recognize the modern and the ancient marine environment because it is easily treated, cheap, and can refract marine environment condition accurately. The aims of this research are to inventory foraminifera on the sea bottom of Java Sea, Makassar Strait and Flores Sea and analize its species and abundance as environment bioindicator. The method that used were field research and laboratory research. Field research was sediment sample collected from Java Sea, Makassar Strait, and Flores Sea include 24 stations.The largest number of foraminifera species is in Makassar strait (63 species), then Java Sea (46 species), and the least is Flores Sea (43 species). The largest number of individual is in Flores Sea (2911 individuals/gr), then Java Sea (1956 individuals/gr), and the least is Makassar Strait (1930 individuals/gr). Spatial distribution of foraminifera show that the largest abundance and species amount of planctonic foraminifera is in Flores Sea, then Makassar Strait, and the least is Java Sea. Foraminifera species which are warm water bioindicators are Globigerinoides rubraand Globigerinoides saculifera, upwellingbioindicators areGlobigerina bulloides and Globorotalia menardii, thermocline layer bioindicatorsare Pulleniatina obliqueloculata and Neogloboquadrina dutertrei, and sediment type bioindicators are Asterorotalia pulchella, Discorbis sp., Cibicides sp., Uvigerinasp.,and Spiroloculina depressa.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save