Artikel Ilmiah : E1A112119 a.n. MUHAMMAD FACHRI
| NIM | E1A112119 |
|---|---|
| Namamhs | MUHAMMAD FACHRI |
| Judul Artikel | POLIGAMI SEBAGAI ALASAN MENGHINDARI PERZINAHAN (Studi Putusan Nomor :0223/Pdt.G/2015/PA.Bjb) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tulisan hukum ini berjudul Poligami Sebagai Alasan Menghindari Perzinahan (Studi Putusan Nomor : 0223/Pdt.G/2015/PA.Bjb). Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam Untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan poligami sebagai alasan menghindari perzinahan (Studi Putusan Nomor : 0223/Pdt.G/2015/PA.Bjb). Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif. Penelitian ini digunakan data sekunder yaitu bahan pustaka yang mencakup dokumen-dokumen resmi, buku-buku perpustakaan, peraturan perundang-undangan, doktrin, serta dokumen-dokumen yang berkaitan dengan materi penelitian yang tersedia, di perpustakaan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa poligami yang dilakukan oleh Pemohon termasuk tanggung jawab pemohon untuk menghindari perzinahan karena telah beberapa kali telah melakukan hubungan layaknya suami isteri dengan calon isteri keduanya, Permohon izin poligami Pemohon di terima oleh Hakim Pengadilan Agama Banjarbaru karena telah memenuhi syarat-syarat poligami menurut perundang-undangan yang berlaku Dalam hal pertimbangan Hukum Hakim Pengadilan Agama Banjarbaru tidak melihat aspek lain selain perundang-undangan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research of law is entitled polygamy as an excuse to avoid adultery (Study Of Decision Number : 0223/Pdt.G/2015/PA.Bjb). The purpose of this study was to determine the legal considerations of the judge in granting polygamy as an excuse to avoid adultery (Study Of Decision Number : 0223/Pdt.G/2015/PA.Bjb) Research methods used in this research is normative juridical. This study used secondary data library materials which include official documents, library books, legislation, doctrine, as well as documents relating to research materials available in the library. Based on the results, it can be deduced that polygamy carried out by the applicant including the responsibility of the aoolicant to avoid adultery due to the applicant had sexual intercourse several times with the woman who haven`t been come the applicant`s wife. The application for the permission of Polygamy is accepted by the judge of the Banjarbaru Religious Court because it has fulfilled the requirements of Poligamy according to the Judge`s Juducial Consideration and does not see any other aspect beside of the Constitution |
| Kata kunci | Poligami, Perzinahan |
| Pembimbing 1 | Dr. Siti Muflichah, S.H., M.H |
| Pembimbing 2 | Rochati, S.H., M.Hum |
| Pembimbing 3 | Haedah Faradz, S.H., M.H |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2017-08-13 02:12:31.933237 |