Artikel Ilmiah : B1J012174 a.n. RAHMAT ALFIAN

Kembali Update Delete

NIMB1J012174
NamamhsRAHMAT ALFIAN
Judul ArtikelPengaruh Perlakuan Suhu Pada Spesimen Cacing Ascaris lumbricoides Terhadap Kualitas Dan Kuantitas DNA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pencegahan dan pengobatan infeksi usus dilakukan dengan obat cacing berulang kali lebih dari beberapa tahun ke depan memungkinkan terjadinya resistensi terhadap obat. Teknik yang digunakan untuk belajar adalah teknik PCR, tapi kualitas dan kuantitas DNA sangat rentan terhadap kontaminasi yang mungkin terjadi selama proses isolasi. Isolasi yang biasa dilakukan dengan menggunakan sampel feses memiliki beberapa kekurangan. Isolasi dapat dilakukan dengan spesimen Ascaris lumbricoides, tetapi struktur lapisan kutikula pada tubuhnya memerlukan metode kerja yang berbeda. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan suhu yang umumnya digunakan sebagai suhu penyimpanan yaitu, suhu kamar (± 25 º C), -20 ° C, -80 ° C dan nitrogen cair (-196 º C). variabel yang diamati adalah pemberian perlakuan suhu pada spesimen. Parameter yang diukur adalah konsentrasi (kuantitas) dan kemurnian (kualitas) hasil isolasi DNA. Hasil penelitian menunjukkan setiap perawatan suhu tidak memiliki perbedaan kualitas dan kuantitas DNA terisolasi. Hasil dari setiap perawatan suhu dapat digunakan dalam proses isolasi DNA untuk menghasilkan DNA baik dalam kualitas dan kuantitas.
Abtrak (Bhs. Inggris)Prevention and treatment of intestinal infections is done with the anthelmintic repeatedly over the next few years allow the occurrence of resistance to the drug. Techniques used to study was PCR techniques, but the quality and quantity of DNA is very susceptible to contamination that may occur during the process of isolation. Isolation that is commonly carried out using samples of stool have some drawbacks. Isolation can be done with Ascaris lumbricoides specimens, but the structure of the cuticle layer on the body require different working methods. This research was performed experimentally using a complete Randomized Design with temperatures that are generally used as storage temperatures i.e., room temperature (± 25 º C),-20 ° C,-80 ° C and liquid nitrogen (-196 ° C). The observed variable represents the research grant of the treatment temperature on the specimen. Parameters measured (quantity) is the concentration and purity (quality) results in the isolation of DNA. The results showed every care temperature do not have differences of quality and quantity of the DNA isolated. The results of each treatment temperature can be used in DNA isolation process to produce DNA both in quality and quantity.
Kata kunciAscaris lumbricoides, Isolasi DNA, Soil-transmitted Helminth, Suhu
Pembimbing 1Dr. Daniel Joko Wahyono, M. Biomed
Pembimbing 2Drs. Edy Riwidiharso, M.S
Pembimbing 3
Tahun2017
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2017-08-13 03:43:53.832199
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.