Artikelilmiahs
Menampilkan 1.601-1.620 dari 48.725 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1601 | 7621 | H1F009027 | GEOLOGI DAN STUDI GEOKIMIA TANAH BERKAITAN DENGAN ENDAPAN TIMAH PRIMER DAERAH PASIR PUTIH KECAMATAN TUKAK SADAI KABUPATEN BANGKA SELATAN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG | Timah adalah satu unsur logam yang banyak digunakan dalam dunia industri. Endapan timah di dunia pada umumnya terdiri atas sekitar 20% endapan primer dan 80% endapan hasil pelapukan endapan primer. Banyaknya intrusi granit berumur jura di Kepulauan Bangka Belitung berpotensi untuk dilakukan penyelidikan endapan timah primer yang lebih intensif. Penyelidikan tersebut berada daerah Pasir Putih Kecamatan Tukak Sadai Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan metode geokimia tanah. Hasil dari penafsiran peta topografi dan kondisi lapangan, didapatkan satu satuan geomorfologi yaitu: Satuan Dataran Denudasional (D5) dan Satuan Dataran Fluvial (F5). Daerah penelitian terdiri dari formasi tanjung genting yang dipisahkan lagi berdasarkan kenampakan lapangan menjadi dua satuan, yaitu satuan batupasir batulempung dari formasi tanjung genting dan satuan endapan rawa. Dari 50 conto tanah dianalisis menggunakan XRF ( X-Ray Flourence) diperoleh 12 unsur dan hanya 5 unsur yang dilakukan pengolahan analisis. Kisaran kadar kelima unsur tersebut 0,177-2,244% Ti; 3,473-52,674% Fe; 0,004-0,125% Cu; 113,8-422,6ppm U dan 0-51,747% Sn. Terbentuk asosiasi unsur Sn, Cu, dan Fe dimana Sn yang berasosiasi dengan Cu mencirikan tipe endapan mineralisasi Sn-W greisen atau Sn sulfide vein. Pola sebaran unsur logam Fe, Cu, U dan Sn mengikuti pola urat besian dengan arah N330oE/78oNE sedangkan unsur Ti mengikuti pola pengendapan sedimen (aluvial). Secara keseluruhan nilai kadar Sn (Timah) dilokasi penyelidikan semakin meningkat kearah dalam (bawah permukaan) dan mendekati urat besian. | Tin is a metallic element that is widely used in the industrial world . Deposition of tin in the world is generally made up approximately 20 % of primary and 80 % sediment deposition result of weathering. A large granite intrusion was Jura in Bangka Belitung potential for investigation of primary tin precipitate more intensive. Research is located in the Pasir Putih, Tukak Sadai district South Bangka Regency Bangka Belitung Island Province with soil geochemical methods. The results of the interpretation of topographic maps and field conditions, obtained a geomorphological units namely : Plain Denudasional (D5) and Fluvial Plain (F5). Study area consists of Tanjung Genting Formations separated more based on the appearance of the field into two units, namely: sandstone mudstone unit from Tanjung Genting Formations and marsh deposit. Of the 50 soil samples analyzed using XRF ( X - Ray Flourence ) obtained 12 and only 5 unsure that do the processing unsure analysis. The levels range five elements 0.177 -2.244% Ti; 3.473 - 52.674% Fe; 0.004 - 0.125% Cu; 113.8 - 422.6 ppm U and 0 - 51.747% Sn. Associations formed elements of Sn , Cu, Sn and Fe which are associated with Cu mineralization characterize the sediment type Sn - W greisen or Sn sulfide vein. The pattern of distribution of metallic unsure Fe, Cu, U and Sn follow the pattern of iron veins in the direction N330oE/78oNE while Ti unsure follows the pattern of sediment deposition (alluvial). Overall value of Sn ( Tin ) in the location inquiry increasing inward (subsurface) and iron vein approaching. | |
| 1602 | 7622 | E1E008001 | Perlindungan Tenaga Kerja Outsourcing Terhadap Pelaksanaan Jamsostek di PT. Telkom Purwokerto | Di Indonesia problematika mengenai tenaga kerja memang cukup bervariasi, hal ini dikarenakan semakin maraknya penggunaan tenaga kerja dalam dunia usaha dan telah menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda-tunda oleh pelaku usaha. Disisi lain regulasi untuk mengatur perlindungan terhadap tenaga kerja yang telah berjalan tersebut belum memadai dengan hegemoni kapitalisme financial yang beroperasi melalui “dis-solution subject”, yang tidak memandang pekerja/buruh sebagai subjek produksi yang patut dilindungi, melainkan sebagai objek yang di eksploitasi. Salah satu permasalahan hukum yang terkait dengan penerapan tenaga kerja kontrak di Indonesia adalah bagaimana hubungan hukum antara karyawan kontrak atau karyawan outsourcing dan perusahaan pengguna jasa tenaga kerja. Hubungan kerja dengan sistem outsourcing menyebabkan kedudukan para pihak tidak seimbang. Dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 pasal 1 ayat (15) memberikan pengertian mengenai hubungan kerja yaitu suatu hubungan antara seorang buruh dengan seorang majikan, hubungan kerja hendak menunjukkan kedudukan kedua belah pihak itu yang pada dasarnya menggambarkan hak-hak dan kewajiban-kewajiban buruh terhadap majikan serta hak-hak dan kewajiban-kewajiban terhadap buruh. Berdasarkan penelitian tentang pelaksanaan perlindungan hukum tenaga outsourcing dalam pelaksanaan jamsostek di PT. Telkom Purwokerto, dapat disimpulkan bahwa PT. Telkom Purwokerto melalui pihak pertama yakni PT. Graha Sarana Dutha sudah berupaya untuk mengikutkan para pekerja dalam Jamsostek, yaitu PT. Graha Sarana Dutha mempekerjakan pekerja outsourcing di PT. Telkom Purwokerto sebagai security dan cleaning service, dan mengikutsertakan pekerjanya dalam 3 program jamsostek yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua dan Jaminan Kematian, menyelenggarakan sendiri program Jaminan Kesehatan, dimana pekerja di ikutkan dalam asuransi Rasapala. Kata Kunci : Perlindungan Outsourcing | In Indonesia, the problems concerning labor is quite varied, this is due to the increasingly widespread use of labor in the business world and has become a necessity that can not be put off by the business. On the other hand regulation to regulate the protection of workers who have not been adequate to run the hegemony of financial capitalism that operates through the " dis -solution subject", who do not view the workers / laborers as production subject that should be protected, but rather as an object in exploitation. One of the legal issues associated with the implementation of the labor contract in Indonesia is how the relationship between the law of contract employees or employees of the company outsourcing and the service user workforce . Working relationship with the outsourcing system causes the position of the parties is unbalanced . In Employment Act No. 13 of 2003 Article 1 paragraph ( 15 ) provide an understanding of the employment relationship is a relationship between a worker with an employer , labor relations has pointed out, the position was about two sides that basically describes the rights and obligations workers against employers and the rights and obligations of workers. Based on research on the implementation of the legal protection of labor outsourcing in the implementation of social security in PT . Telkom Purwokerto , it can be concluded that PT . Telkom Navan through first -party PT . Graha Sarana Dutha been trying to involve the workers in Social Security , namely PT . Graha Sarana Dutha hiring outsourced workers at PT . Telkom Navan as security and cleaning service , and engage employees in the social security program is 3 Accident Insurance, Old Age Security and Life Insurance, Health Insurance program organizes itself , where workers in the insurance Include in Rasapala. Keywords : Outsourcing Protection | |
| 1603 | 7623 | C1B010022 | Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal Serta Pengaruhnya Terhadap Nilai Perusahaan | Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal Serta Pengaruhnya Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEI Periode 2009-2012. Pada penelitian ini populasi yang digunakan adalah perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam BEI selama tahun 2009 sampai dengan 2012. Perusahaan yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel sebanyak 8 perusahaan dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis regresi berganda dan analisis regresi sederhana menunjukan bahwa : (1) Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap struktur modal, (2) Risiko bisnis berpengaruh positif terhadap struktur modal, (3) Pertumbuhan aset tidak berpengaruh terhadap struktur modal, (4) Profitabilitas berpengaruh negatif terhadap struktur modal, (5) Kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap struktur modal, (6) Struktur modal berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. | The purpose of this research was to analyze the factors that influence capital structure and it’s influence toward firm’s value on manufacture companies listed on BEI period 2009-2012. The population in this study are all manufacture companies on BEI. By using purposive sampling, this research used 8 companies as the samples. Using multiple regression analysis and simple regression analysis. The result of this research indicated firm size and growth hasn’t influence to capital structure. While, business risk and manajerial ownership has positive influence to capital structure. Then profitability has negative influence to capital structure and capital structure also has negative influence to firm’s value. | |
| 1604 | 7624 | E1A009086 | TANGGUNG JAWAB NEGARA DALAM PERLINDUNGAN HAK ASASI MANUSIA TERHADAP PENDERITA HIV/AIDS DI INDONESIA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 39 TAHUN 199 TENTANG HAK ASASI MANUSIA | ABSTRAK HIV/AIDS merupakan penyakit berbahaya yang menjadi endemik diseluruh belahan dunia tak terkecuali di Indonesia. Penyakit ini tidak hanya memberikan tekanan secara fisik tetapi juga memberi tekanan secara psikologis sekaligus psikososial kepada para penderitanya. Tekanan psikologis dan psikososial, tidak hanya dilakukan oleh masyarakat tetapi juga oknum pemerintah. Hal ini disebabkan karena kurangnya perlindungan hak asasi manusia yang diberikan negara terhadap penderita HIV/AIDS dan juga kurangnya informasi tentang HIV/AIDS dimasyarkat. Metode dalam penelitian adalah spesifik penelitian secara deskriptif analitis. Dengan metode pendekatan secara perundang-undangan, konseptual dan analisis. Tahap penelitian yaitu penelitian kepustakaan. Tekhnik pengumpulan bahan hukum yaitu kepustakaan dengan menelaah bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen. Dari hasil penelitian terhadap permasalahan diatas, maka peneliti menyimpulkan bahwa tanggung jawab negara dalam perlindungan hak asasi manusia terhadap penderita HIV/AIDS yang terdapat didalam Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia masih bersifat umum dan parsial. Sehingga negara belum memberikan perlindungan secara utuh dan non-diskriminatif kepada penderita HIV/AIDS. Untuk itu pemerintah perlu menerbitkan atau merevisi peraturan perundang-undangan yang secara khusus melindungi hak-hak dasar penderita HIV/AIDS yang lebih bisa dijalankan oleh pemerintah dan masyarakat. Sehingga hal ini sebagai wujud nyata keseriusan negara dalam memberikan perlindungan hak asasi manusia terhadap penderita HIV/AIDS baik secara nasional dan internasional. Kata kunci: Tanggung Jawab Negara, Perlindungan Hak Asasi Manusia, HIV/AIDS | ABSTARCT HIV/AIDS is a dangerous disease that became endemic in all parts of the world was no exception in Indonesia. The disease is not only giving pressure physically but also psychologically put pressure as well as psychosocial to the sufferer. Psychological and psychosocial distress, not only society but also by members of the Government. This is because of the lack of protection of human rights is given the State of the HIV/AIDS sufferers and also the lack of information about HIV/AIDS in the community. Methods in the research is descriptive research analytical specific. With this method of statutory approach, conceptual and analytical. The research phase of the research library. The research phase of a research library with material law examines the primary, secondary and tertiary. An instrument the collection of data used is a study of documents. From the results of research on the above issues, the researchers concluded that the state's responsibility in the protection of human rights of people living with HIV/AIDS are contained in Law No. 39 Year 1999 on Human Rights is still general and partial. So the state has not given the full protection and non-discriminatory to people with HIV / AIDS. Therefore, the government needs to issue or revise legislation that specifically protects the basic rights of people living with HIV / AIDS that could be run by the government and society. So it is a tangible manifestation of the seriousness of the state in the protection of human rights of people living with HIV / AIDS both nationally and internationally. keywords: State Responsibility, Protection of Human Rights, HIV/AIDS | |
| 1605 | 7626 | G1D010010 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMENUHAN TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA SANTRI DI PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAHKARANGWANGKAL | ABSTRAK Latar belakang: Pertumbuhan dan perkembangan selama masa remaja menuntut remaja untuk mampu menyesuaikan diri dengan perubahan. Proses penyesuaian remaja tidak lepas daripemenuhan tugas perkembangan remaja. Idealnya, remaja tumbuh dan berkembang di lingkungan keluarga bersama kedua orang tua dan saudara-saudaranya. Akan tetapi karena tuntutan untuk memperdalam ilmu agama, banyak remaja yang harus melewati masa tumbuh kembangnya dengan menjadi santri di pondok pesantren. Kemampuan remaja santri dalam memenuhi tugas perkembangan remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor baik dari keluarga, lingkungan pondok pesantren maupun diri sendiri. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemenuhan tugas perkembangan remaja santri Pondok Pesantren Assalafiyyah Karangwangkal Metode: Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah remaja santri Assalafiyyah Karangwangkal. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan cara purposive sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Analisis data yang digunakan adalah chi-square. Hasil: Peneliti menemukan adanya faktor pemenuhan tugas perkembangan sebelumnya dengan nilai p=0,002, faktor dukungan keluarga dengan nilai p=0,030, faktor bimbingan untuk mempelajari tugas perkembangandengan nilai p=0,919 dan kesempatan untuk melaksanakan tugas perkembangandengan nilai p=0,712. Kesimpulan: Penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemenuhan tugas perkembangan sebelumnyadan dukungan keluarga dengan tugas perkembangan remaja. | Background: Growth and development during adolescence demands teenagers to be able to adjust to changes. Fulfillment of the developmental tasks of adolescence has also plays a role in teenagers adjustment to change. Ideally, teenagers grow and develop in a family environment with the present of both their parents and brothers. However,due to the demands to learn more on religious values, many teenagers must grow into students at islamic boarding schools during their adolescence. The ability of adolescence students in the fulfillment of the developmental tasks of adolescence was influenced by a variety of factors from their families, their islamic school environment as well as their own selves. Aims:To find out the factors that influence the fulfillment of the developmental tasks of the islamic adolescence students of Assalafiyyah Karangwangkal. Methods:This study was a quantitative research using a cross sectional analytic. The sample used in this research was the islamic adolescence studentsof Assalafiyyah Karangwangkal. The sampling techniques used in this study was purposive sampling with a total sample of 30 respondents. The data was analyzed using chi-square. Result: Researchers found the presence of factors fulfilling the tasks of the previous developments with the p values of 0.002, family support with the p values of 0,030, the guidance to learn the developmental task with the p values of0,919 and opportunity to implement the developmental tasks with the p values of 0,712. Conclusion: The study found that there was significant correlation among the fulfillment of the tasks of the previous developments and family support with developmental tasks of islamic adolescence students. | |
| 1606 | 7625 | C1J009022 | ECONOMIC GROWTH AND TENDENCY OF INTER AREA INEQUALITY IN BANYUMAS REGENCY YEAR 2002-2011 | The study entitled “Economic Growth And Tendency Of Inter Area Inequality In Banyumas Regency Year 2002-2011”. purposes of the research are to find out economic growth trend, to find out the income distribution imbalance tendency level, to find out the the occurence of inter area convergence/divergence process in Banyumas Regency, and to find out the correlation between economic growth and inter area income distribution imbalance in Banyumas Regency. Analysis methods that are used in the research are least square trend linier analysis, Williamson index, absolute convergence regression, and Pearson correlation. The results of this research are the economic growth in Banyumas Regency shows an increasing direction, inequality that occured in Banyumas regency implied in a heavy inequality criteria with an increasing direction, There is no convergence process on inter area income distribution inequality, and there is a positif relationship between economic growth and inequality in Banyumas Regency with correlation value low of GRDP Per Capita. The Implications of the research are the Regional Government of Banyumas Regency is expected to be more able to increase economic growth through regional government policies, no that it can approach its left behind in development with the other areas through optimalization of potential sectors in the area. Government’s role in making policies that support private sectors under developed areas is urgently needed because convergence speed rate generated is very slow, no that to go to equality direction still need a long time. Besides, there should be further research to find other factors that influence in convergence rate by conditional convergence calculation. then regional government needs to make policies that can support economic growth and increase equality or decrease inequality can be done by applying Growth Poles concept spreadly in the government development plan. This can be done by assigning new growth centre area, which is expected to be able to support economic growth and development equality. | The study entitled “Economic Growth And Tendency Of Inter Area Inequality In Banyumas Regency Year 2002-2011”. purposes of the research are to find out economic growth trend, to find out the income distribution imbalance tendency level, to find out the the occurence of inter area convergence/divergence process in Banyumas Regency, and to find out the correlation between economic growth and inter area income distribution imbalance in Banyumas Regency. Analysis methods that are used in the research are least square trend linier analysis, Williamson index, absolute convergence regression, and Pearson correlation. The results of this research are the economic growth in Banyumas Regency shows an increasing direction, inequality that occured in Banyumas regency implied in a heavy inequality criteria with an increasing direction, There is no convergence process on inter area income distribution inequality, and there is a positif relationship between economic growth and inequality in Banyumas Regency with correlation value low of GRDP Per Capita. The Implications of the research are the Regional Government of Banyumas Regency is expected to be more able to increase economic growth through regional government policies, no that it can approach its left behind in development with the other areas through optimalization of potential sectors in the area. Government’s role in making policies that support private sectors under developed areas is urgently needed because convergence speed rate generated is very slow, no that to go to equality direction still need a long time. Besides, there should be further research to find other factors that influence in convergence rate by conditional convergence calculation. then regional government needs to make policies that can support economic growth and increase equality or decrease inequality can be done by applying Growth Poles concept spreadly in the government development plan. This can be done by assigning new growth centre area, which is expected to be able to support economic growth and development equality. | |
| 1607 | 7627 | G1D010037 | HUBUNGAN ANTARA PELAKSANAAN TUGAS KESEHATAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA STROKE DI POLIKLINIK RSUD AJIBARANAG | HUBUNGAN ANTARA PELAKSANAAN TUGAS KESEHATAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA STROKE DI POLIKLINIK SARAF RSUD AJIBARANG ABSTRAK Imam Fungani1Rahmi Setiyani2 Deny Achiriyati3 Latar belakang :Keluarga seharusnya dapat menjalankan tugas kesehatan dengan baik. Dengan adanya tugas kesehatan keluarga yang optimal maka diharapkan kualitas hidup penderita stroke menjadi optimum pula. sehingga memungkinkan penderita stroke untuk bisa menikmati hidup dengan penuh makna. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pemenuhan tugas kesehatan keluarga dengan kualitas hidup penderita stroke di Poliklinik Saraf RSUD Ajibarang. Metodologi penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkanjumlah penderita stroke laki-laki sama dengan penderita stroke perempuan, penderita stroke rata-rata berusia 59,9 tahun lebih dari separuhnya jenis penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 40 responden penderita yang tinggal bersama keluarganya yang diambil denga metode consecutive sampling. Pengumpulan data mengenai kualitas hidup menggunakan kuisioner WHOQOL-BREF dan kuisioner tugas kesehatan keluarga untuk mengetahui pelaksanaan tugas kesehatan keluarga yang dibuat oleh peneliti. Analisis data menggunakan uji Spearmen. Hasil penelitian: Skor pemenuhan tugas kesehatan keluarga tertinggi dicapai pada pemenuhan tugas kesehatan “memutuskan tindakan yang tepat” (M=88,5), kemudian pada kualitas hidup penderita stroke mencapai rata-rata skor tertinggi pada domain kesehatan psikologis (M=72,4). Hasil uji statistik Spearmen didapatkan nilai bahwa secara umum tugas kesehatan keluarga memiliki hubungan yang signifikan dengan semua domain kualitas. Kesimpulan: Ada hubungan antara pemenuhan tugas kesehatan keluarga dengan kualitas hidup penderita stroke di klinik poli saraf RSUD Ajibarang Kata kunci: Tugas kesehatan keluarga, kualitas hidup dan stroke | CORRELATION BETWEEN THE IMPLEMENTATION OF FAMILY HEALTH TASKS AND THE QUALITY OF LIFEAMONG STROKE PATIENTS IN OUTPATIENT CLINIC OF AJIBARANG HOSPITAL ABSTRAK Imam Fungani1Rahmi Setiyani2Deny Achiriyati3 1Nursing Departement, Faculty of Medicine and Health Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto 2Nursing Departement, Faculty of Medicine and Health Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto 3Clinical Department, RS Ajibarang Hospital Background : Functional disabilities caused by stroke often have significant impact on the quality of life of the survivors. Families are expected should be able to perform tasks with good health. With the optimal family health task it is expected to observe their health tasks to achieve optimum health of all family members, including the stroke survivor, which lead them to a better quality of life. Objective : To examine the relationship between the implementation of family health’s tasks and the life quality of stroke patients in outpatient stroke clinic at Ajibarang Hospital. Method : Was an analytic survey research with cross-sectional approach. A total sample of 40 patients who lived with their family was taken using a consecutive sampling technique. Quality of life was measured using the WHOQOL-BREF an implementation of family health tasks was measured using the Family Health Tasks questionnaire developed by researcher. Assumption of normal distribution was not met, thus data was analyzed using Spearmen Rank test. Results: The highest score of family health tasks was noted on “deciding the right action”(M=88.5). Meanwhile, the stroke survivors achieved the highest quality of life on “Psychological health” (M=72.4). Spearmen test showed that familys health tasks in general had a significant relationship with all domains of quality of life. Conclusion : There is a relationship between the implementation of family health’s task with the quality of life of stroke patients. Keywords : Family health tasks , quality of life and stroke patient | |
| 1608 | 7629 | E1A008158 | Upaya Menciptakan Pemerintahan Yang Bersih Dan Benar (Good Governance) Menurut UU. No. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik | ABSTRAK Upaya Menciptakan Pemerintahan Yang Bersih Dan Benar (Good Governance) Menurut UU. No. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik Nama: Dany Setyo B Nim : E1A008158 Keterbukaan informasi publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara dan Badan Publik lain serta segala sesuatu yang berakibat pada kepentingan publik. Dewasa ini permasalahan yang dialami oleh bangsa Indonesia semakin komplek. Eksistensi pemerintahan yang baik atau good governance yang selama ini dielukan-elukan, faktanya saat ini masih menjadi mimpi dan hanyalah sebatas jargon belaka. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan sumber data sekunder dan dianalisa secara yuridis kualitatif. Tujuan penelitian,untuk mengetahui upaya menciptakan Pemerintahan yang bersih dan benar (good governance) menurut UU No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Good Governance telah diatur dalam beberapa peraturan perundangan. UUD 1945 Pasal 28 F menjelaskan setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosial, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki dan menyimpan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. Informasi tersebut diperoleh melalui UU. No. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik Pasal 3, UU. No. 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih Dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme Pasal 3, TAP MPR No XI/MPR/1998 Tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih Dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, SK 1-144/KMA/I/2011 Tentang Pedoman Pelayanan Informasi di Pengadilan sebagai pengganti Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor: 144/KMA/VIII/2007 tentang Keterbukaan Informasi di Pengadilan. Sebagai simpulan Prinsip-prinsip good governance yang meliputi: partisipasi masyarakat, tegaknya supremasi hukum, transparasi, berorientasi pada kesepakatan, kesetaraan, efektifitas dan efisiensi, akuntabilitas hendaknya ditegakkan dalam berbagai institusi penting pemerintahan untuk mencapai good governance dalam tata pemerintahan di Indonesia. Upaya berdasarkan UU. No. 14 Tahun 2008 antara lain Memahami Pentingnya Badan Publik Menyelenggarakan Keterbukaan Informasi Publik, Memahami Kerangka Hukum Keterbukaan Informasi Publik, Memahami Kebutuhan dan Infrastruktur untuk Menyelenggarakan Keterbukaan Informasi Publik. Kata Kunci: Upaya, Menciptakan, Bersih Dan Benar, Informasi Publik | ABSTRACT Public disclosure is a means to optimize public oversight of the implementation of state and other public bodies as well as anything that results in the public interest. Today the problems faced by the people of Indonesia increasingly complex. The existence of good governance or good governance which has been hailed hailed, in fact is still a dream and was limited to a mere jargon. This study used a normative juridical approach, with secondary data sources and analyzed qualitative juridical. The purpose of the study, to determine the Government efforts to create a clean and correct (good governance) according to Law no. 14 of 2008 on Public Information. The results showed that: Good Governance has been set in legislation. 1945 Article 28 F describes every person has the right to communicate and obtain information to develop personal and social environment, as well as the right to seek, obtain, possess and store information by using all available channels. The information obtained through the Act. No.. 14 of 2008 on Public Information Section 3, Act. No.. 28 Year 1999 on State Implementation of the Clean and Free from Corruption, Collusion and Nepotism Article 3, TAP MPR No. State Implementation XI/MPR/1998 On The Net And Non Corruption, Collusion and Nepotism, SK 1-144/KMA/I/2011 On guidelines for Information Services at the Court in lieu of the Decree of the Chairman of the Supreme Court Number: 144/KMA/VIII/2007 on Freedom of Information in the Court. In conclusion principles of good governance which include: community participation, upholding the rule of law, transparency, oriented agreements, equity, effectiveness and efficiency, accountability should be enforced in a variety of important government institutions in order to achieve good governance in governance in Indonesia. Efforts by law. No.. 14 In 2008, among others Understanding the Importance of Public Agency Holding Public and Legal Framework for Understanding Public, Understanding Needs and Infrastructure for Conducting Public Information. Keywords: Effort, Creating, Clean And True, Public Information | |
| 1609 | 7632 | D1E009261 | Penggunaan Minyak Ikan Lemuru Sebagai Sumber Omega-3 Dalam Ransum Terhadap Kadar Lemak Dan Kolesterol Kuning Telur Ayam Arab | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ransum yang dicampur minyak ikan lemuru sebagai sumber omega-3. Materi yang digunakan adalah Ayam Arab betina umur 20 minggu sebanyak 60 ekor. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental in vivo dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan empat perlakuan dan ulangan sebanyak lima kali dan setiap ulangan terdiri atas 3 ekor ayam. Perlakuan yang diuji adalah penggunaan pakan yang mengandung minyak ikan lemuru dengan R0 (tanpa pemberian minyak ikan lemuru), R1 (pemberian minyak ikan lemuru, 1,5%), R2 (pemberian minyak ikan lemuru, 3%), dan R3 (pemberian minyak ikan lemuru, 4,5% ). Peubah yang diukur adalah kadar lemak dan kolesterol kuning telur ayam arab. Data di analisis menggunakan analisis variansi. Hasil analisis variansii menunjukkan bahwa penggunaan pakan yang mengandung minyak ikan lemuru dalam ransum berpengaruh nyata (P<0.01) terhadap kolesterol kuning telur ayam arab. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan ransum yang mengandung minyak ikan lemuru sebagai sumber omega - 3 pada level 1,5 % dapat menurunkan kadar kolesterol kuning telur ayam arab dan sampai level 4,5% menghasilkan kadar lemak kuning telur yang relatif sama (25,266-27,155%). | The aim of the study was to determine the effect of the use of feed that was added with menhaden fish oil as the source of omega-3 fatty acid. Materials used were female Arabic Chicken of 20 weeks old as many as 60 heads. The study was done by using in vivo experimental method and Completely Randomized Design, with four treatments and five repetations. Each repetation consisted of three chickens. The treatments that were tested were the uses of feed that contained of menhaden fish oil with R0 (without menhaden fish oil), R1 (plus 1.5% menhaden fish oil), R2 (plus 3% menhaden fish oil), and R3 (plus 4,5% menhaden fish oil). Variables that were measured were the concentration of lipid and egg yolk cholestrol of arabic chicken. Data were analized by using variance analysis. The results of variance analysis showsed that the use of feed that containted menhaden fish oil did not affect significantly (P>0.05) on the concentration of lipid and cholesterol of arabic chicken. The conclusion of this study it, feed that contains menhaden fish oil as a source of fatty acid at the level of 1.5 % can reduce the concentration of egg yolk cholesterol of arabic chicken and until level 4,5% can produce concentration of egg yolk lipid were relatively similar (25,266-27,155%). | |
| 1610 | 7642 | F1G009037 | PESAN MORAL NOVEL JALAN RAYA POS, JALAN DAENDELS KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER (Moral Message in the Novel Jalan Raya Pos, Jalan Daendels by Pramoedya Ananta Toer) | Penelitian ini berjudul “Pesan Moral dalam Novel Jalan Raya Pos, Jalan Daendels Karya Pramoedya Ananta Toer”. Tujuan penelitian dilakukan adalah untuk menggambarkan pesan moral yang terkandung dalam novel Jalan Raya Pos, Jalan Daendels. Manfaat penelitian ini memberikan informasi kepada pembaca tentang pesan moral yang terdapat dalam novel tersebut. Penelitian ini menggunakan analisis struktural yang berupa kajian antarrelasi unsur-unsur dalam novel. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan sumber data wacana tulis berupa penceritaan tentang novel Jalan Raya Pos, Jalan Daendels. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Data dianalisism enggunakan metode reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Pesan moral yang terkandung dalam novel ini berupa pesan implisit. Pramoedya Ananta Toer sebagai penulis lebih dominan menampilkan kesengsaraan dan kengerian dari kerja paksa dan tanam paksa pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Daendels. Perbudakan dalam bentuk kerja paksa dan tanam paksa, penyalahgunaan kekuasaan, eksploitasi kekayaan, pelanggaran hak asasi manusia, minimnya intelektualitas, pemberontakan, propaganda, dan kesetaraan derajat menjadi nilai-nilai yang paling sering ditampilkan secara tersirat. Nilai-nilai negative tersebut dijadikan sebagai bahan pembelajaran dan perenungan untuk setiap manusia dalam memperlakukan manusia dan alam demi terjaganya kemanusiaan. | This research is entitled “PesanMoral dalam NovelJalan Raya PosJalanDaendels, KaryaPramoedyaAnantaToer”. This research aims at describing the moral messages found in Jalan Raya PosJalanDaendels. Its objective is to inform the readers the moral values that are reflected by the novel. This research employs the structural analysis particularly the study of interrelationship within the elements of the novel. The research method is qualitative descriptive research in which data are the written discourse in terms of the novel Jalan Raya Pos, JalanDaendels. The data collection is done by reading and noting technique. The data are analyzed using the data reduction, data display, and data conclusion.The moral messages found in the novel are the implicit message. As the author, PramoedyaAnantaToer has dominantly depicted the hardship and the eeriness situations of forced labor and forced plantation during the era of the Governor of General Daendels. The slavery in forms of forced labor and forced plantation power abuse, natural resource exploitation, human right abuse, intellectuality shortage, rebellion, propaganda, and equality are the most depicted values implicitly told during the story. Those negative values are meant to be the learning values for every single human being to treat others and nature so that the humanity is sustainably maintained. | |
| 1611 | 7643 | H1D009020 | Evaluasi Penerapan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) (Studi Kasus di Kabupaten Banyumas) | Keselamatan lalu lintas merupakan indikasi bagaimana pengguna jalan aman saat melintasi suatu jalan. Menurut data World Health Organization (WHO,2011), hampir 3500 orang per hari dan sekitar 1,3 juta orang per tahun meninggal dalam kecelakaan lalu lintas. Anak-anak, pejalan kaki, pengguna sepeda dan orang tua merupakan pengguna jalan yang rentan terhadap kecelakaan lalu lintas sedangkan berdasarkan data dari Kepolisian Republik Indonesia di tahun 2010, jumlah korban kecelakaan yang meninggal dunia mencapai 31.186 jiwa. Berdasarkan UU No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dinyatakan bahwa anak adalah tunas, potensi, dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa, memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masa depan. Selain itu, anak-anak merupakan sekelompok orang yang perlu perlindungan dan kesejahteraan. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah pun memberi perhatian khusus pada anak-anak khususnya anak sekolah dengan penerapan Zona Selamat Sekolah (ZoSS). Zona selamat sekolah (ZoSS) adalah program inovatif yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas yaitu dengan cara mengatur kecepatan kendaraan yang berada di sekitar sekolah.. Dari hasil analisis menunjukan pelanggaran terhadap batas kecepatan ZoSS yang terjadi di SDN 1 Bobosan memiliki rata-rata sebesar 82,75%, SD 1 Al Irsyad sebesar 53,75% dan SDN 4 Purwanegara sebesar 81,87% dan didominasi oleh kendaraan sepeda motor.Pelanggaran terhadap batas maksimum kecepatan yang terjadi di SDN 1 Bobosan memiliki rata-rata sebesar 9,25%, SD 1 Al Irsyad sebesar 5,5% dan SDN 4 Purwanegara sebesar 7,5% dan didominasi oleh kendaraan sepeda motor. Tingkat fatalitas pejalan kaki di SDN 1 Bobosan memiliki rata-rata sebesar 66%, SD 1 Al Irsyad sebesar 8,75% dan SDN 4 Purwanegara sebesar 53%. Sehingga butuh adanya perbaikan kelengkapan fasilitas ZoSS guna meningkatkan kinerja keselamatan ZoSS. | Traffic safety is an indication of how safe road users when crossing a street . According to data from the World Health Organization ( WHO , 2011) , nearly 3,500 people per day and about 1.3 million people per year die in traffic accidents . Children , pedestrians , cyclists and the elderly are the most vulnerable road users on traffic accidents while based on data from the Indonesian National Police in 2010 , the number of accident victims who died reached 31 186 inhabitants. Under Law No. 23 of 2002 on the protection of children stated that children are budding , potential , and the younger generation successor to the ideals of the nation struggles , has a strategic role and have the characteristics and special properties that ensure the continued existence of the nation and the state in the future . In addition , children are the group of people who need the protection and welfare . To achieve this goal , the government was paying special attention to children , especially school children with the application of Safe School Zone ( Zoss ) . Safe school zone ( Zoss ) is an innovative program designed to improve traffic safety by way of regulating the speed of vehicles that are around the school .. From the results of the analysis show a violation of the speed limit Zoss happened at SDN 1 Bobosan has an average of 82.75 % , SD 1 Al Ershad by 53.75 % and by 81.87 Purwanegara SDN 4 % and is dominated by motorcycles . violation of maximum speed occurs at SDN 1 Bobosan had an average of 9.25 % , SD 1 Al Ershad at 5.5 % and SDN 4 Purwanegara of 7.5 % and is dominated by motorcycles . Pedestrian fatality rates in SDN 1 Bobosan have an average of 66 % , SD 1 Al Ershad of 8.75 % and SDN 4 Purwanegara by 53 % . So the need for improvement completeness Zoss facilities to improve safety performance Zoss . | |
| 1612 | 7631 | F1D009052 | Interaksi Aktor Dalam Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Sosial Masyarakat (P2KSM) di Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo | Penelitian ini berjudul “Interaksi Aktor Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Melalui Program Pemberdayaan Potensi Kesejahateraan Sosial Masyarakat (P2KSM) di Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo. Kemiskinan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun di Kabupaten Purworejo ini sehingga membuat pemerintah Kabupaten Purworejo membuat sebuah kebijakan melalui program P2KSM yang dimulai pada tahun 2006-sekarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana interkasi antar aktor dalam merealisasikan program P2KSM di Kecamatan Ngombol dan untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat dan mendukung dalam interkasi. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan melakukan wawancara langsung ke masyarakat dan aktor-aktor yang terlibat dengan program P2KSM. Hasil dari penelitian ini bahwa yang pertama aktor sebagai perencana dan sebagai pemrakarsa program P2KSM. Kedua aktor dalam pemberian pendampingan kegiatan program P2KSM di Kecamatan Ngombol. Ketiga aktor juga memberikan pengarahan serta pembinaan mengenai pengolahan dana P2KSM untuk usaha mikro serta yang keempat dengan adanya program ini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Interaksi antar aktor ini untuk memberikan pemahaman, kesadaran, dan kemampuan serta mengajak masyarakat untuk lebih berperan aktif dalam menjalankan program P2KSM di Kecamatan Ngombol. Selain itu dengan adanya program ini dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Faktor pendukung, masyarakat banyak yang ikut berpartisiapasi dalam program ini karena pelayanan yang baik dari pemerintah, dan suku bunga yang rendah dibandingkan dengan yang lainnya. Faktor penghambatnya adalah kurangnya komunikasi antara pemerintah dengan perangkat desa, kurangnya modal dari pemerintah, serta banyaknya syarat yang harus diberikan agar dapat mengakses program P2KSM. Berdasarkan uruian-uraian yang telah dijelaskan, maka saran yang dapat disampaikan kepada pemerintah sebaiknya lebih mengkoordinir lagi agar semua informasi dapat tersampaikan ke masyarakat. Selnjutnya pemerintah sebaiknya lebih meningkatkan pemahaman dan penyadaran ke masyarakat. Selain itu pemerintah juga harus memberikan pendampingan secara intensif ke masyarakat agar masyarakat semakin meningkatkan usahanya, dan masyarakat juga harus lebih menyadari bahwa dana tersebut untuk penambahan modal agar usahanya semakin maju. | This study entitled "Interactions Actor In Economic Empowerment Of The People Through Empowerment Potential of Social welfare Society (P2KSM) in District Ngombol Purworejo. Poverty is increasing from year to year in this Purworejo thus making Purworejo government makes a policy through P2KSM program that began in 2006-present. The purpose of this study was to determine how the interaction between actors in the realization of the program in the District P2KSM Ngombol and to determine the factors that inhibit the interaction and support. The method used is to use qualitative research methods, with direct interviews to the public and agencies associated with the program P2KSM. The results of this study that the actor as a planner and as an initiator P2KSM program . Furthermore, the actors in the provision of assistance activities in the District Ngombol and P2KSM program that actors also provide direction and guidance on processing P2KSM funds for micro- and with this program is able to increase incomes. The interaction between these actors to provide understanding , awareness , and the ability and invites the community to a more active role in running the program in the District P2KSM Ngombol. In addition to this program can improve the economic welfare of society . Factors supporting the many people who participated in the program participate besides mindless good service from the government , and interest rates are low compared to the others . Inhibiting factor is the lack of communication between the government and the village , the lack of capital from the government , and the number of conditions that must be given in order to access the program P2KSM . Descriptions that have been described, the suggestions can be submitted to the government should be coordinating again for all the information can be conveyed to the public and government should further increase the understanding and awareness to the community. Also, the government should provide intensive assistance to the public in order to further improve its business community, and the community should also be aware that the fund for additional capital to enable their business moving forward. | |
| 1613 | 7638 | H1F008060 | GEOLOGI DAN ANALISIS GEOMORFOLOGI UNTUK KELAYAKAN GUNA LAHAN DAERAH BOBOTSARI DAN SEKITARNYA KECAMATAN BOBOTSARI KABUPATEN PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH | Daerah Bobotsari dan sekitarnya merupakan daerah perbukitan yang masuk dalam fisiografi Pegunungan Serayu Selatan. Geologi daerah ini terdiri dari Formasi Tapak, Lava G.Slamet dan Endapan Lahar G.Slamet dengan litologi berupa Batulempung, Lava dan Breksi. Struktur geologi yang berkembang adalah Sesar Geser Menganan. Daerah yang sebagian besar merupakan perbukitan menjadi hal yang penting untuk dikaji peruntukannya dengan analisis kelayakan guna lahan. Factor pendukung yang digunakan meliputi analisis persen lereng, kedalaman muka air tanah, sumber daya batuan, potensi bencana geologi, dan struktur geologi. Hasil akhir dari analisis ini berupa lembaran peta tematik yang selanjutnya akan di tumpang susunkan untuk mendapatkan kawasan dengan kriteria tertentu sesuai dengan peruntukannya. Rekomendasi kelayakan guna lahan daerah Bobotsari dan sekitarnya dibagi menjadi 6 kawasan yaitu: kawasan peruntukan pemukiman, kawasan peruntukan perkantoran, kawasan peruntukan ruang terbuka hijau, kawasan peruntukan pesawahan, kawasan peruntukan ladang, dan kawasan peruntukan hutan lindung. | Bobotsari and surrounding area is a hilly area that is included in the Mountains physiographic South Serayu . Geology of this area consists of Tread Formation , Lava Lava G.Slamet and Deposition G.Slamet with a claystone lithology , lava and breccia . Geological structure is evolving Fault Scroll to the right . The area is mostly a hilly becomes important to study the feasibility analysis for the allotment of land . Supporting factors used include analysis of percent slope , depth of water table , rock resources , potential geological disasters , and structural geology . The end result of this analysis in the form of thematic map sheet which would then be in the overlap region to get certain criteria as intended. Recommendation feasibility Bobotsari land and surrounding area is divided into 6 regions , namely : residential zoning district , regional office designation , the designation of areas of green open space , area designation paddies , fields area designation , and the designation of protected forest areas . | |
| 1614 | 7633 | D1E009072 | DINAMIKA ASET PETERNAK SAPI JABRES DI KABUPATEN BREBES | Penelitian berjudul "Dinamika Aset Peternak sapi Jabres di Kabupaten Brebes", dilaksanakan mulai dari tanggal 23 November sampai dengan tanggal 20 Desember 2013 di Kabupaten Brebes. Penelitian ini bertujuan untuk, mengetahui dinamika aset yang dimiliki peternak sapi potong Jabres di Kabupaten Brebes, menganalisis perbedaan aset di dua kecamatan yaitu Kecamatan Ketanggungan dan Kecamatan Bantarkawung, menganalisis pengaruh pendidikan, umur, lama beternak, dan jumlah kepemilikan ternak terhadap dinamika aset pada usaha sapi potong Jabres di Kabupaten Brebes. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Teknik penetapan sampel menggunakan metode purposive sampling yaitu memilih wilayah di Kecamatan Ketanggungan dan Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes yang memiliki populasi Sapi Jabres terbanyak. Responden yang digunakan adalah peternak Sapi Jabres sebanyak 60 peternak. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendidikan, umur, dan lama beternak berpengaruh terhadap dinamika aset peternak sapi jabres di dua Kecamatan yaitu kecamatan Ketanggungan dan Kecamatan Bantarkawung sedangkan jumlah kepemilikan ternak tidak berpengaruh pada dinamika aset. | A study entitled "The Assets Dynamics of “Jabres” Cow Breeder in Brebes Regency ". It was conducted from November 23 to December 20, 2013 in Brebes Regency. This research was aimed to know the assets dynamics owned by “Jabres” cow breeders in Brebes regency; to analyze the assets difference in two districts i.e. Ketanggungan and Bantarkawung; to analyze the effect of education, age, breeding experience, and the numbers of the livestock on the assets dynamic in the “Jabres” cow slaughtering in Brebes Regency. This research employed survey method. The sampling technique employed was purposive sampling method i.e. choosing areas in Ketanggungan and Bantarkawung, Brebes Regency which had the most “Jabres” cow population. The respondents were the breeders of “Jabres” cow; 60 breeders. The results showed that education, age, and breeding experience affect the assets dynamics ‘’Jabres’’ cow farmers at the two districts, those are Ketanggungan Subdistrict and Bantarkawung District while the number of livestock ownership has no effect on the of assets dynamics. | |
| 1615 | 7651 | E1A008339 | Penjatuhan Pidana Tindak Pidana Perdagangan Orang (Studi Putusan Nomor 84/PID.B/2009/PN.PWT | Penegakan dan Penanganan tindak pidana perdagangan orang menjadi tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. Pemerintah khususnya melalui kepolisian melakukan operasi guna menjaring para pelau tindak pidana perdagangan orang. Anton Kurniawan Bin Kurniawan ditangkap oleh anggota Resmob Polwil Banyumas di Jln Ahmad Yani Kelurahan Kandanggampang RT 04 RW 02 Kec. Purbalingga Kabupaten Purbalingga. karena diduga menerima uang dari hasil menyewakan wanita guna melayani hubungan seksual. Berdasarkan hasil penelitian terhadap putusan No.84/Pid.B/2009/Pn.Pwt, majelis hakim telah menerapkan unsur hukum sesuai dengan ketentuan Pasal 2 ayat (1) Undang-undang No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan unsur-unsur tersebut telah terbukti secara sah dan meyakinkan sehingga majelis hakim menghukum terdakwa dengan pidana penjara 4 tahun dan denda sebesar Rp.120.000.000 (seratus dua puluh jura rupiah). Alat-alat bukti yang diajukan di persidangan untuk membuktikan kesalahan terdakwa adalah keterangan saksi dan keterangan terdakwa. Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 184 KUHAP. Sehingga dalam putusan No.84/Pid.B/2009/Pn.Pwt hakim telah menerapkan unsur-unsur hukum yang sesuai dengan hukum yang berlaku. | Enforcement and handling of human trafficking is a shared responsibility of government and society. The government particularly through police operations to capture the crime of trafficking in persons pelau. Anton Kurniawan Kurniawan Bin was arrested by members of Resmob Polwil Banyumas in Jln Ahmad Yani Kandanggampang Village RT 04 RW 02 district. Purbalingga Purbalingga. for allegedly receiving money from renting out women to serve sexual intercourse. Based on the result of research on decision No.84/Pid.B/2009/Pn.Pwt, the judges have applied the legal element according to the provision of article 2UU No.21 tahun 2007 about Fight the Human Trafficking and the element has been proven in a stretcher and converse the judges to punish the criminal with 4 years imprison and a penalty of Rp.120.000.000. The evidence presented at trial to prove the guilt of the accused is the witness testimony and the testimony of the defendant. This is in accordance with the provisions of Section 184 Criminal Procedure Code. Thus, in the decision of the judge No.84/Pid.B/2009/Pn.Pwt have implemented elements of the law in accordance with applicable law. | |
| 1616 | 7634 | G1D010051 | Hubungan tingkat ketergantungan dalam pemenuhan aktivitas kehidupan sehari-hari (AKS) dengan harga diri penderita stroke di Poliklinik Syaraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto | Stroke menimbulkan kecacatan fisik berupa penurunan kemampuan motorik yang mengakibatkan penurunan kemampuan aktivitas. Penurunan kemampuan aktivitas menyebabkan ketergantungan dalam pemenuhan aktivitas kehidupan sehari-hari (AKS). Penurunan kemampuan tersebut mempengaruhi harga diri penderita stroke. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat ketergantungan dalam pemenuhan AKS dengan harga diri penderita stroke. Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional dilakukan di Poliklinik Syaraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Sampel penelitian sebanyak 31 responden yang diambil dengan teknik accidentaly sampling pada Desember 2013-Januari 2014. Instrumen penelitian menggunakan modifikasi indeks barthel dan kuesioner harga diri. Data dianalisis menggunakan uji rank spearman. Hasil analisis diperoleh p-value = 0,003 dan tingkat korelasi (r) = 0,521. Ada hubungan yang bermakna antara tingkat ketergantungan dalam pemenuhan aktivitas kehidupan sehari-hari (AKS) dengan harga diri penderita stroke. | Stroke causes physical disability such as decrease in motoric ability that leads to a decline in ability of the activities. It causes dependence activity in fulfills activity of daily living (ADL). That decreasing ability affects self esteem of stroke patients. The study aims to find out the correlation between level of dependency in fulfills ADL with self esteem of stroke patients. The study used correlation analysis method with cross sectional approach performed at Polyclinic of Neurological RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo in Purwokerto. Sample consist of 31 respondents, it was taken by accidentaly sampling technique in December 2013 – January 2014. The instrument study used modification of barthel index and self-esteem questionnaire. The data were analyzed by using Rank Spearman. The study result obtained p-value = 0,003 and the level of correlation (r) = 0,521. There are significant correlations between the level of dependency in fulfills activity of daily living (ADL) with self esteem of stroke patients. | |
| 1617 | 7636 | E1A009205 | PEMBUKTIAN REKAMAN SUARA DALAM TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Nomor :445/Pid.B/2013/PN.JKT.Sel.) | ABSTRAK Dalam hal proses pembuktian di Persidangan terdapat suatu alat bukti rekaman suara, walaupun kedudukan rekaman suara tidak jelas apabila menggunakan aturan alat bukti dalam Pasal 184 KUHAP, maka dibutuhkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik unntuk mengatur secara spesifik mengenai kedudukan rekaman suara dapat sebagai alat bukti yang sah atau tidak. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, rekaman suara sebagai perluasan alat bukti sah yang diatur dalam KUHAP. Rekaman suara menjadi alat bukti sah yang berdiri sendiri dan merupakan alat bukti sah selain yang sudah diatur dalam perundang-undangan. Tetapi rekaman suara tidak begitu saja dapat diterapkan, karena banyak factor yang mempengaruhinya terutama factor yang mempengaruhi penetapan hakim mengenai rekaman suara dapat menjadi alat bukti atau tidak. Kata kunci: rekaman suara, alat bukti, perluasan alat bukti sah | ABSTRACT There is a voice recording that exist in the verification process at a trial. Core of regulation that regulate about evidence is Pasal 184 KUHAP. But unfortunately, position of voice recording is not clearly explained by this regulation. So we need to see UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik to get a specific regulation about whether a voice recording is legitimate or not. Based on UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, voice recording is an extension of legitimate evidence that regulated in KUHAP. Voice recording can be an independent legitimate evidence. Voice recording is also a legitimate evidence beside what regulated in KUHAP. However, voice recording is can not simply be applied because many factors that influence it. Main factor is judge determination. Judge has an authorithy to decide wether a voice recording can be a legitimate evidence or not. | |
| 1618 | 7639 | C1K010004 | THE EFFECT OF BOND’S RATING, LIQUIDITY, MATURITY, FIRM SIZE, AND DEBT TO EQUITY RATIO ON SHARIA BONDS YIELD | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh rating obligasi, likuiditas, maturitas, firm size, dan debt to equity ratio terhadap yield obligasi syariah. Populasi penelitian pada studi ini adalah obligasi syariah yang diterbitkan oleh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX). Sampel dari studi ini dipilih penggunakan metode purposive sampling, yang mana artinya sampel yang diperoleh menggunakan pertimbangan yang khusus, antara lain: obligasi syariah yang diterbitkan oleh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX) selama 2009-2011, perusahaan yang menerbitkan obligasi syariah dan mempublikasikan laporan keuangan berturut-turut selama 2009-2010, dan obligasi syariah yang terdaftar pada rating obligasi yang dipublikasikan oleh PT. PEFINDO dan PT. Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA). Penelitian ini menggunakan 8 (delapan) perusahaan sebagai sampel dan 17 (tujuh belas) obligasi syariah. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa: (1) Peringkat obligasi mempunyai pengaruh negatif terhadap yield obligasi syariah; (2) Likuiditas mempunyai pengaruh negatif terhadap yield obligasi syariah; (3) Maturitas mempunyai pengaruh positif terhadap yield obligasi syariah; (4) Ukuran Perusahaan mempunyai pengaruh negatif terhadap yield obligasi syariah; and (5) Debt to Equity Ratio tidak berpengaruh terhadap yield obligasi syariah. | The aims of this research were to examine the effect of bond’s rating, liquidity, maturity, firm size, and debt to equity ratio on sharia bond yield. The research population in this study was sharia bonds issued by companies listed in the Indonesia Stock Exchange (IDX). The samples of the study were chosen by using purposive sampling method, which meant that the samples were obtained using a specific consideration, as follows: sharia bonds were issued by the listed companies in Indonesia Stock Exchange (IDX) during 2009-2011, the listed companies issuing sharia bonds issued and published financial statements consecutively during 2009-2011, and sharia bonds listed in bond rating published by PT. PEFINDO and PT. Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA). This research used 8 (eight) companies as samples with 17 (seventeen) sharia bonds. The analysis method used in this research was multiple regression analysis. The result of this research indicated that: (1) Rating had negative effect on sharia bonds yield; (2) Liquidity had negative effect on sharia bonds yield; (3) Maturity had positive effect on sharia bonds yield; (4) Firm Size had negative effect on sharia bonds yield; (5) Debt to Equity Ratio did not significantly affect sharia bonds yield. | |
| 1619 | 7641 | C1A009046 | EVALUASI KELAYAKAN BANK SAMPAH PAS (Peduli Akan Sampah) BINTANG SEMBILAN SEBAGAI PROGRAM PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA (Studi Kasus di Kelurahan Berkoh Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas) | ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Evaluasi Kelayakan Proyek Bank Sampah PAS (Peduli Akan Sampah) Bintang Sembilan Sebagai Program Pengolahan Sampah Rumah Tangga dengan Studi Kasus di Kelurahan Berkoh Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas”. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi dan kelayakan sosial, mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi masyarakat bergabung menjadi nasabah Bank Sampah PAS Bintang Sembilan, mengetahui faktor – faktor yang menghambat perkembangan dan peran serta masyarakat dalam proyek Bank Sampah PAS Bintang Sembilan untuk meminimalisir permasalahan sampah di Kelurahan Berkoh Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan metode survei dan analisis kuantitatif, yang diperoleh melalui wawancara dan kuisioner. Responden dalam penelitian ini sebanyak 63 nasabah yang besarnya dihitung menggunakan rumus Slovin. Teknik analisis data menggunakan analisis Benefit Cost Ratio (B/C Ratio) dan analisis tabulasi. Analisis Benefit Cost Ratio (B/C Ratio) digunakan untuk menguji kelayakan ekonomi Proyek Bank Sampah PAS Bintang Sembilan, dan analisis tabulasi digunakan untuk menganalisa persepsi responden tentang pelaksanaan Proyek Bank Sampah PAS Bintang Sembilan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Proyek Bank Sampah PAS Bintang Sembilan secara ekonomi tidak layak (BCR < 1), ditunjukan melalui hasil perhitungan Benefit Cost Ratio sebesar 0,599. Tetapi menurut persepsi responden kegiatan Bank Sampah PAS Bintang Sembilan merupakan kegiatan yang layak dalam meminimalisir sampah dan mampu memberikan banyak manfaat untuk semua kalangan. (2) Faktor – faktor yang mempengaruhi warga Berkoh untuk bergabung menjadi nasabah Bank Sampah PAS Bintang Sembilan yaitu orang – orang disekitar, Permasalahan sampah di lingkungan, harga sampah, pendapatan, sampah yang dihasilkan warga, dan faktor lainnya (hubungan sosial dengan masyarakat, bagian dari ibadah, jarak, kesadaran diri sendiri). (3) faktor – faktor yang menghambat bergabungnya masyarakat menjadi nasabah Bank Sampah PAS Bintang Sembilan yaitu sosialisasi kurang, pendapatan dari penjualan sampah ke Bank Sampah PAS Bintang Sembilan kecil, kesibukan masyarakat, jumlah tenaga kerja Bank Sampah PAS Bintang Sembilan sedikit dan mayoritas sudah tua, jarak yang jauh antara pos pengumpulan sampah dengan rumah warga, dan rasa malas warga. Implikasi yang diperoleh dari penelitian ini terdiri dari: (1) Untuk mengantisipasi defisit operasional, diharapkan usaha Bank Sampah PAS Bintang Sembilan untuk memperbanyak jumlah nasabah dan volume sampah yang potensial, dan melakukan usaha lain. (2) Dalam mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam suatu proyek sosial masyarakat tidak mengutamakan faktor uang sebagai umpan yang utama supaya masyarakat terlibat, gunakanlah pendekatan sosial dengan maksud agar masyarakat aktif dan bergerak atas dasar akal pikiran dan kesadaran mereka terhadap dampak kegiatan tersebut untuk diri sendiri, orang lain dan lingkungan mereka. (3) Untuk mengantisipasi hambatan yang terjadi, maka diperlukan peran aktif bank sampah untuk bekerjasama dengan lembaga dan kelompok masyarakat setempat. | SUMMARY This study entitled "Evaluation of Waste Bank Project Feasibility PAS Bintang Sembilan For Household Waste Program Through A Case Study In Berkoh District of South Purwokerto Banyumas". The purpose of this study is to evaluate the economical and social feasibility, to identifal the factors that affect the society to join as the client of Waste Bank PAS Bintang Sembilan, to find out the factors that hinder the development and community participation in the Project of Waste Bank PAS Bintang Sembilan to minimalize waste problem in Berkoh District of South Purwokerto Banyumas. This research uses descriptive method by doing survey and quantitative analysis method, which was obtained through interviews and questionnaires. Respondents in this study were 63 clients which are calculated using the Slovin formula. This research uses Benefit Cost Ratio (B/C Ratio) and tabulation analysis. Analysis of Benefit Cost Ratio (B/C ratio) was used to test the economic feasibility of the Project of Waste Bank PAS Bintang Sembilan, while the tabulation analysis was used to analyze respondents' perception about the implementation of Waste Bank PAS Bintang Sembilan Project. The results of this study indicate that (1) Project of Waste Bank PAS Bintang Sembilan is not economically feasible (Benefit Cost Ratio < 1), indicated by the results of the calculation of Benefit Cost Ratio of 0.599. But according to the respondents' perceptions of the activities of Waste Bank PAS Bintang Sembilan is a viable activity to minimalize garbage and provide many benefits to all people. (2) Factors that affect the residents of Berkoh to join Waste Bank PAS Bintang Sembilan are that they live around, the waste problem, waste rates, revenues, waste generated by resident, and other factors (social relations with the community, a way of religious devotion, distance, self- awareness). (3) Factors that hinder people to join Waste Bank PAS Bintang Sembilan are lack of socialization, minimum income from the waste disposal to Waste Bank PAS Bintang Sembilan, bustle society, few number of employee in Waste Bank PAS Bintang Sembilan and most of them are old, distant area of the garbage disposal site from people's housing and residents' idleness. Implications can be drawn from this research are: (1) In order to anticipate operational deficit, it is suggested to Waste Bank PAS Bintang Sembilan to increase the number of clients and the volume of potential waste lol, and conduct other business. (2) In inviting the residents to play an active role in a social project does not put the monetary factor as the main goal so people will get involved, use social approach to aim that the residents will be active and engaged based on their own minds and awareness of the impact of these activities for themselves, others and their environment. (3) To anticipate the obstacles that may happen, it would require an active role of the waste bank to cooperate with local community groups and institutions. | |
| 1620 | 7644 | C1K010041 | THE EFFECT OF INCOME, EDUCATION, EXPERIENCE, AND TRAINING ON JOB SATISFACTION (Survey at Alfamart in Purwokerto) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menambah referensi tentang kepuasan kerja dengan analisis pengaruh pendapatan, pendidikan, pengalaman dan pelatihan sebagai variabel di Alfamart di Purwokerto. Sampel dari penelitian ini adalah karyawan toko dari Alfamart di Purwokerto dengan jumlah total 87 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling dan teknik analisis data adalah Regresi Linier Berganda dengan menggunakan SPSS 21. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan, pendidikan dan pengalaman tidak berpengaruh signifikan, sedangkan pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Berdasarkan kesimpulan di atas, pelatihan adalah variabel terbesar yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan di Alfamart di Purwokerto. Meskipun variabel lain (pendapatan, pendidikan dan pengalaman) tidak berpengaruh signifikan, manajemen Alfamart di Purwokerto harus menempatkan perhatian kepada mereka, dalam rangka untuk membangun perekrutan karyawan yang memenuhi syarat dan untuk mengurangi niat karyawan untuk berhenti. | The aim of this research was to amend job satisfaction references with analysis the effect of income, education, experience and training as variables at Alfamart in Purwokerto. The samples of this study were store employees of Alfamart in Purwokerto with total amount 87 people. The sampling technique used was probability sampling and technique of data analysis was Multiple Linear Regression using SPSS 21. The result of this study showed that income, education and experience have no significant effect, while training has significant effect on job satisfaction. Based on the conclusion, training was the greatest variable which influence employees’ job satisfaction at Alfamart in Purwokerto. Although the other variables (income, education and experience) have no significant effect, management of Alfamart in Purwokerto should put atention to them, in order to build up qualified employees recruitment and to decrease employees’ intention to quit. |