Artikelilmiahs
Menampilkan 1.621-1.640 dari 48.725 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1621 | 7645 | E1A008327 | RELEVANSI PIDANA MATI DI INDONESIA SEBAGAI SANKSI HUKUM DITINJAU DARI PERSPEKTIF HAM | Pidana mati menjadi kontrovrsial di Indonesia sejak Presiden Megawati Soekarno Putri menolak permohonan grasi enam pidana mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pidana mati masih perlu diimplementasikan di Indonesia dalam sistem hukum pidana modern dan untuk melihat bagaimana hak asasi manusia memandang dari produk perundang-undangan Nasional dan Internasional yang ditinjau untuk penerapan pidana mati tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dan penelitian melalui internet dan wawancara di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia bagian badan penelitan dan pengembangan hukum dan direktorat jenderal Hukum Asasi Manusia dengan menggunakan pendekatan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pidana mati tidak sesuai lagi untuk diimplementasikan dalam sistem hukum pidana modern di Indonesia karena bertentangan dengan prinsip Hak Asasi Manusia khususnya hak untuk hidup karena hak untuk hidup adalah hak yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun dan oleh siapapun, , karena hak hidup berasal dari Tuhan dan tidak berasal dari manusia, hukum, dan pemerintah. | Death penalty has become a great controversial in Indonesia since President Megawati Soekarno Putri refused six-clemency request from the crimals of death penalty. This research is expected to find out whether death penalty is still needed to be implemented in Indonesia in it’s modern criminal law system and how is the human right perspective for the implementation death penalty. This research consist of legislation research from the nationals as well international rules. The method of the research is using library research and on line research with qualitative analysis. The results of the research show that the death penalty is inadequate anymore to be implemented in Indonesian modern criminal law system because it against human right principle especially the right to life. The right life is non derogable right in any condition, because the right life is from the God, not from human, law, and goverments. | |
| 1622 | 7646 | E1A007340 | PERANAN KOMISI YUDISIAL DALAM MENGAWASI PERILAKU HAKIM BERDASARKAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945 (Tinjauan Yuridis Pasal 24B UUD 1945) | Berdasarkan pasal 1 ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945 menyatakan bahwa negara Indonesia adalah Negara Hukum. Hal tersebut membuat Indonesia menempatkan penegakan supermasi hukum sebagai dasar pembentukan negaranya. Dengan dasar Negara Indonesia sebagai Negara hukum, terlihat secara jelas adanya pemisahan kekuasaan antara Eksekutif, yudikatif dan legislatif. Peranan Yudikatif dalam suatu Negara Hukum berperan penting dalam penegakan supermasi hukum. Dalam penegakannya diperlukan suatu lembaga yang bekerja secara independen dalam mengawasi kinerja yudikatif agar terciptanya suatu penegakan hukum yang hakiki. Berdasarkan pasal 24 B Undang-Undang Dasar 1945 merupakan suatu legitimasi yang diberikan oleh pemerintah kepada suatu lembaga dalam melakukan pengawasannya untuk menegakan supermasi hukum, dan Komisi Yudisial itu lah sebagai lembaga nya. Komisi Yudisial sebagai lembaga negara yang mandiri berwenang mengawasi (lembaga pengawas eksternal) terhadap hakim yaitu hakim agung dan hakim pada badan peradilan di semua lingkungan peradilan yang berada di bawah MahkAmah Agung sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik, yang bersifat preventif sampai dengan yang bersifat represif bertujuan untuk menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim. | Under article 1, paragraph 3 of the Act of 1945 states that Indonesia is a State Law . This makes Indonesia puts honor law enforcement as a basis for the formation of the country . On the basis of the State of Indonesia as a country of law , clearly visible separation of powers between the executive , judicial and legislative . Role of Judiciary in a State of Law was instrumental in honor law enforcement . In a necessary enforcement agencies working independently in order to oversee the performance of the judicial creation of a law enforcement essentials. Based on Article 24 B of the Constitution of 1945 is a legitimacy granted by government to an agency in conducting oversight to uphold the supremacy of law , and the Judicial Commission as an institution it was her . Judicial Commission as an independent state agency charged with supervising ( external monitoring agency ) to judge that justices and judges on the judiciary in all courts under the Supreme Court referred to in the Constitution of the Republic , who is preventive to the repressive aims to maintain and uphold the honor , dignity and behavior of judges | |
| 1623 | 7649 | H1F009020 | GEOLOGI DAN STUDI GEOKIMIA ENDAPAN SUNGAI UNTUK PENENTUAN DAERAH PERSEBARAN UNSUR LOGAMDI DAERAH JAGOIBABANG KABUPATEN BENGKAYANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT | Logam merupakan salah satu hasil tambang yang dibutuhkan manusia yang berasal dari dunia pertambangan. Indonesia merupakan salah satu penyuplai logam terbesar di dunia. Penemuan cadangan ini memicu berkembangnya kegiatan eksplorasi di seluruh wilayah Indonesia. Banyaknya intrusi pada kala oligosen-miosen di Jagoibabang, kabupaten Bengkayang, provinsi Kalimantan barat merupakan wilayah yang cukup berpotensi terhadap keberadaan logam. Penelitian dilakukan untuk menentukan keterdapatan unsur logam dengan pengambilan data geokimia endapan sungai. Data geokimia dianalisa menggunakan AAS (Atomic Absobsion Spectophotometri). Dengan menentukan harga ambang maka dapat diketahui daerah prospek geokimia pada daerah penelitian. Kondisi geomofologi daerah penelitian berada di satuan perbukitan struktural (S3), satuan perbukitan sisa gunungapi (V15), satuan dataran struktural(S8), dan satuan dataran fluvial(F4). Kondisi geologi berada di Formasi Granodiorit Jagoi, Formasi Komplek Serabang, Formasi Pedawan, Formasi Kayan, Formasi Intrusi Sintang, dan Formasi Endapan Aluvial-Fluvial. Struktur yang berkembang berupa perlipatan dan sesar naik yang mempunyai arah dominan barat-timur, dan berumur Jura. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Terdapat 2 daerah prospek geokimia, yaitu daerah prospek logam dasar(Cu, Pb, Zn) yang terdapat di Bukit Brunei dan daerah prospek Au, Ag yang berada di Bukit Jagoi. Daerah prospek tersebut merupakan daerah yang disarankan untuk dilakukan penyelidikan tindak lanjut. | Metal is one of mining products that humans need from the world of mining. Indonesian is one of the world's largest supplier of metal. The discovery has sparked the development of exploration activities in all parts of Indonesia. Many intrusions in Oligocene-Miocene epoch at Jagoibabang, Bengkayang, regency, West Borneo province is an area of considerable potential for the presence of metal. Research was conducted to determine existence of metallic element with stream sediment geochemical metode. Geochemical data were analyzed using AAS (Atomic AbsobsionSpectophotometri). By determining the threshold can be known geochemical prospect area in the study area. Geomorfology conditions in research area is hills of the structural unit (S3), residual hills volcanic unit (V15), structural plain unit (S8), and fluvial plains unit (F4). Geological conditions are in Granodiorite Jagoi Formation, Serabang complex Formation, Pedawan Formation, Kayan Formation, Intrusion Sintang Formation, and Alluvial-Fluvial Deposition Formation. The results of this study concluded that the geochemical prospect There are two areas, the area of base metal (Cu,Pb,Zn) prospect located in Brunei Hill and prospect area Au, Ag is located in Bukit Jagoi. The prospect area is an area that is recommended for follow-up investigation. | |
| 1624 | 7648 | E1A007113 | TINJAUAN YURIDIS TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN MASKAPAI PENERBANGAN TERHADAP PENUMPANG SEBAGAI KONSUMEN JASA PENGANGKUTAN UDARA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi Kasus Keterlambatan Jadwal Penerbangan Lion Air) | Penyelenggaraan kegiatan usaha dalam suatu maskapai, mulai dari kualitas pelayanan atau kinerja harus diperhatikan karena selain akan berdampak langsung terhadap maskapainya itu sendiri, dan juga mempengaruhi kepentingan konsumennya. Banyak terjadi kasus yang merugikan konsumen dikarenakan kinerja dari maskapainya yang kurang maksimal, salah satunya adalah keterlambatan jadwal penerbangan yang dilakukan pihak maskapai penerbangan Lion Air pada hari Minggu dan Senin yaitu tanggal 1-2 September 2013 yang dikarenakan adanya permasalahan internal maskapai yang menyangkut persoalan ketenagakerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggung jawab perusahaan maskapai penerbangan PT. Lion Mentari Airlines terhadap penumpang sebagai konsumen jasa pengangkutan udara terkait dengan keterlambatan jadwal penerbangan berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Guna mencapai tujuan tersebut maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data sekunder yang terkumpul kemudian diolah, disajikan dan dianalisa secara kualitatif dengan penyajian teks naratif. Hasil penelitian menyatakan bahwa, setiap pelaku usaha memiliki tanggung jawab terhadap konsumen yang diatur dalam pasal 19 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Berkaitan dengan pengangkutan udara, terdapat pengecualian bagi pelaku usaha untuk memberikan tanggung jawab terhadap konsumen yaitu apabila kerugian yang dialami konsumen disebabkan oleh faktor cuaca dan teknis operasional. Hal ini diatur dalam Pasal 146 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dan Pasal 13 angka (2) dan (3) Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011. PT. Lion Mentari Airlines dalam tanggung jawabnya mengganti kerugian kepada konsumen selaku penumpang atas peristiwa keterlambatan penerbangan. Tanggung jawab ini di dasarkan atas Pasal 10 huruf (a), Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Udara yaitu keterlambatan lebih dari 4 (empat) jam diberikan ganti rugi sebesar Rp. 300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah) per penumpang. | Of business activities in an airline, started from quality of service or performance must be considered because the addition will have a direct impact on the airline itself, and also affect the interests of consumers. Many cases of consumer loss due to the performance of the airline which is less than the maximum, one of which is the delay that made the flight schedule airline Lion Air on Sunday and Monday ie on 1-2 September 2013 the airline due to internal problems related to employment issues. This study aimed to determine responsibilities Airline Company PT . Lion Mentari Airlines to passengers as consumer -related air traffic delays in flight schedules based on Regulation No. 8 of 1999 concerning Consumer Protection. To achieve this goal, this study performed using normative juridical approach . Secondary data were collected and processed , presented and analyzed qualitatively with the presentation of narrative text. The result suggest that, every business has a responsibility to the consumer is governed by Article 19 of Regulation No. 8 of 1999 concerning Consumer Protection . With regard to air transport , there is an exception for businesses to give that responsibility to the consumer, if the consumer suffered losses caused by weather and technical operations . It is stipulated in Article 146 of Regulation No. 1 of 2009 concerning Aviation and Article 13 points ( 2 ) and ( 3 ) Regulation of the Minister of Transportation No. 77 Year 2011. PT . Lion Mentari Airlines in its responsibility to consumers to compensate passengers for the events as flight delays . This responsibility is based on the letter of Article 10 ( a) , the Minister of Transportation Regulation Number 77 of 2011 on Air Carrier Liability is a delay of more than 4 ( four ) hours awarded compensation of Rp . 300,000.00 per passenger. | |
| 1625 | 7653 | E1A109073 | TINJAUAN YURIDIS TENTANG PERLINDUNGAN HAK ASASI MANUSIA BAGI NELAYAN DI KABUPATEN CILACAP | ABSTRAK Penelitian ini berjudul Tinjauan Yuridis Tentang Perlindungn Hak Asasi Manusia bagi Nelayan di Kabupaten Cilacap. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk perlindungan Hak Asasi Manusia bagi nelayan Kecamatan Cilacap Selatan di KabupatenCilacap. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif yaitu penelitian yang difokuskan untuk mengkaji penerapan kaidah-kaidah atau norma-norma dalam hukum positif, dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) yaitu peneliti melihat hukum sebagai sistem tertutup yang mempunyai sifat-sifat comprehensive, all-inclusive dan systematic. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bentuk perlindungan Hak Asasi Manusia bagi nelayan Kecamatan Cilacap Selatan di Kabupaten Cilacap meliputi : Hak memperoleh kepastian hukum, sesuai Instruksi Presiden Nomor 15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan yang menjamin penegakan hukum di perikanan bagi nelayan. Hak memperoleh penghidupan yang layak, sesuai Pasal 1 (11) UU No 31 Tahun 2004 disebutkan nelayan yang hanya mencari ikan untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari. Ayat ini memberikan jaminan bagi nelayan untuk memperoleh penghidupan yang layak dari mata pencaharian mencari ikan. Hak untuk berserikat, dengan dibentuknya Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) tanggal 21 Mei 1973. Hak penguasaan wilayah laut, sesuai Pasal 18 Undang-undang No. 27 Tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah pengusahaan perairan pesisir atau PWP3. Sebagian besar nelayan di Cilacap tidak memahami hak-haknya sebagai nelayan. Oleh karena itu pihak-pihak terkait, terutama HNSI seharusnya mengupayakan perlindungan hukum bagi nelayan dalam memperoleh hak-haknya. Kata kunci : Nelayan, cilacap selatan, yuridis normative, perlidungan hak asasi manusia | ABSTRACT This study is entitled “Judicial review on the protection of human rights for fishermen in Cilacap” . The aim of this study was to determine the form of human rights protections for fishermen at South Cilacap district, Cilacap regency. The method of approach employed in this study was a normative yuridiction research denoted a research that primarily focus on reviewing the implementation of the rules or norms in positive law, it was carried out through legislation approach (statute approach) where the researcher perceives law as a closed system, which is attributed with comprehensive, all-inclusive and systematic natures. Based on the results of this study, it was concluded that the forms of human rights protection for fishermen at South Cilacap district, Cilacap regency were the right to obtain legal certainity, according Presidential Decree No. 15 year 2011 concerning the protection of the fisherman, which guarantee the law enforcement in fishery for fishermen. Right to a decent living, in accordance with Article 1 (11) of Law No. 31 year 2004 that mentions fishermen as a person whose way of living is fish catching. This verse gives a guarantee for fishermen to procure a decent living from fishing. The right to organize, with the establishment of Indonesian Fishermen Association (HNSI) on May 21, 1973. The governace of marine protected areas, in accordance with Article 18 of Law No. 27 year 2007 concerning the management of the operation area of coastal waters or PWP3. Most fishermen in Cilacap don’t have a comprehension toward their rights as a fisherman. Therefore, the parties concerned in this matter, especially HNSI should seek legal protection for fishermen in obtaining their rights. Key words : Fishermen, south cilacap, normative yuridiction, human rights protection. | |
| 1626 | 7654 | G1D010063 | HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN POPOK DISPOSABLE WATER (DIAPER) DENGAN PANJANG LANGKAH DAN LEBAR LANGKAH PADA ANAK USIA 12-18 BULAN | HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN POPOK DISPOSABLE WATER (DIAPER) DENGAN PANJANG LANGKAH DAN LEBAR LANGKAH PADA ANAK USIA 12-18 BULAN Nurlaila Akta Yunita1 Haryatiningsih Purwandari2 Siti Suwaibah3 1 Jurusan Keperawatan, FKIK, Universitas Jenderal Soedirman 2Jurusan Keperawatan, FKIK, Universitas Jenderal Soedirman 3Ruang Melati RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo Latar Belakang:. Anak mengalami peningkatan aktivitas saat usia anak lebih dari 6 bulan. Cara yang digunakan orang tua agar tidak perlu repot mengganti popok setiap kali anak buang air kecil adalah memakaikan popok disposable water (diaper) yang memiliki daya serap tinggi. Pemakaian popok disposable water (diaper) dimungkinkan dapat mempengaruhi gaya berjalan pada anak dimana termasuk di dalamnya adalah panjang langkah dan lebar langkah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan popok disposable water (diaper) dengan panjang langkah dan lebar langkah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan Desember tahun 2013. Sampel diambil secara total sampling pada 14 orang responden dengan usia 12-18 bulan. Karakteristik responden penelitian ini adalah menggunakan popok disposable water (diaper), dapat berjalan mandiri, dan orang tua bersedia anaknya menjadi responden penelitian. Uji Spearman digunakan untuk menganalisis hubungan intensitas penggunaan popok disposable water (diaper) dengan panjang langkah dan lebar langkah. Hasil: Hasil analisis statistik dengan uji Spearman antara intesitas penggunaan popok disposable water (diaper) dengan panjang langkah menunjukkan nilai p=0,653 (p>α=0,05) dan hasil uji Spearman antara intensitas penggunaan popok disposable water (diaper) dengan lebar langkah menunjukkan nilai p=0,235 (p>α=0,05). Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan popok disposable water (diaper) dengan panjang langkah dan lebar langkah pada anak usia 12-18 bulan. | THE RELATION BETWEEN DISPOSABLE WATER USAGE INTENSITY WITH STRIDE LENGTH AND STEP WIDTH ON 12-18 MONTHS AGE Nurlaila Akta Yunita1 Haryatiningsih Purwandari2 Siti Suwaibah3 1Nursing Program, Faculty of Medicine and Health Sciences, Jenderal Soedirman University 2Nursing Program, Faculty of Medicine and Health Sciences, Jenderal Soedirman University 3Melati Wards, RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo Background:. Children have a raising activity in their more than 6 months age. Most of parents will put on their child a disposable water with high absorption, so parent didn’t have to change their child’s diaper frequently. Disposable water usage can affect children’s gait, including stride length and step width. Objective: This research aims to know the relation between of disposable water usage intensity with stride length and step width of 12-18 months toddler. Methods: Observational research with cross sectional approach was used in this study. Total sampling method is used in this research using 14 respondents at 12-18 month ages. The characteristic of respondent are a diaper user, can walk independently, parents are willing their child to be a study respondent. Spearman test used to know the relation between disposable water usage intensity with stride length and step width. Results: The results of Spearman test between disposable water usage intensity with stride length showed that p value = 0,653 (p>α=0,05) and the results of Spearman test between disposable water intensity with step width showed that p value = 0,235 (p>α=0,05). Conclusion: There was no significant relation between the intensity of disposable water usage with stride length and step width of 12-18 months toddler. | |
| 1627 | 7655 | G1D010061 | TEBAL LIPATAN LEMAK BAWAH KULITDAN KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA WANITA MENOPAUSE | TEBAL LIPATAN LEMAK BAWAH KULIT DAN KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA WANITA MENOPAUSE Sekar Sari Prastyowati1 Desiyani Nani2 Deny Achiriyati3 1Jurusan Keperawatan FKIK Universitas Jenderal Soedirman 2Jurusan KeperawatanFKIK Universitas Jenderal Soedirman 3Unit Gawat Darurat, RSUD Ajibarang Latar Belakang: Kolesterol dalam darah diperoleh melalui makanan dan sintesis dari dalam tubuh. Banyak faktor risiko yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah seperti genetika, makan makanan berlemak, merokok, kurangnya aktivitas, kurang olahraga dan kegemukan. Tujuan:Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tebal lipatan lemak bawah kulit dengan kadar kolesterol total pada wanita menopause di Kelurahan Purwokerto Lor Kecamatan Purwokerto Timur. Metode:Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional terhadap 55 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel penelitian adalah tebal lipatan lemak bawah kulit dan kolesterol total. Tebal lipatan lemak diukur menggunakan skinfold caliper dan kolesterol total menggunakan alat pengukur kolesterol digital. Hasil penelitian: Rata-rata tebal lipatan lemak responden yang diukur pada tiga titik (subskapula, abdomen dan trisep) adalah 107,49 mm. Rerata kadar kolesterol total responden adalah 181,29 mg/dl yang termasuk dalam kategori normal. Tidak ada hubungan antara tebal lipatan lemak bawah kulit dengan kadar kolesterol total pada wanita menopause memiliki nilai p = 0,347. Kesimpulan: Tebal lipatan lemak bawah kulit tidak berkorelasi dengan kadar kolesterol total pada wanita menopause di Kelurahan Purwokerto Lor Kecamatan Purwokerto Timur. | SKINFOLD AND TOTAL CHOLESTEROL LEVEL ON MENOPAUSAL WOMEN Sekar Sari Prastyowati1 Desiyani Nani2 Deny Achiriyati3 1Nursing Program, Faculty of Medical and Health Sciences, Jenderal Soedirman University 2Nursing Program, Faculty of Medicaland Health Sciences, Jenderal Soedirman University 3Emergency Unit, Ajibarang State Hospital Background: Cholesterol in the blood is acquired from the food and the synthesis from the body. Many risk factor can causes high level of cholesterol in the blood such asgenetics, eating fatty foods, obesity, smoking, lack of activity and exercise.obesity. Objective: The objective of this research was to determine the relationship between skinfold thickness total cholesterol level on menopausal women in Purwokerto Lor Kecamatan Purwokerto Timur. Methods: This is an observational research with cross sectional approach towards 55 womens who fulfilled the inclusion criteria. The variables on this research were the skinfold thickness and total cholesterol. Skinfold thickness measured using skinfold calipers and total cholesterol level measured using digital cholesterol meter. Result: The average of respondent’s skinfold thickness measured at three points (subscapula, abdomen and triceps) was 107,49 mm. The mean of respondent’s total cholesterol level was 181,29 mg/dl wich were included in the normal category. There was no corelation between skinfold thickness and total cholesterol level on menopausal women (p = 0,347). Conclusions:Skinfold thickness has not correlation with total cholesterol levels on menopausal women in Purwokerto Lor Kecamatan Purwokerto Timur. | |
| 1628 | 7656 | G1D010059 | PENGARUH EDUKASI SEKSUAL MENGGUNAKAN SELF HELP BOOKLET TERHADAP KESIAPAN HUBUNGAN SEKSUAL IBU PASCA MELAHIRKAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I KEMBARAN | PENGARUH EDUKASI SEKSUAL MENGGUNAKAN SELF HELP BOOKLET TERHADAP KESIAPAN HUBUNGAN SEKSUAL IBU PASCA MELAHIRKAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 1 KEMBARAN Arindi Ayuanita Saputri1 Lutfatul Latifah2 Rosana Nurwulandari3 Latar Belakang: Masa nifas merupakan masa adaptasi tubuh baik secara fisik maupun psikologis. Adaptasi fisik dan psikologis akan mempengaruhi kehidupan seksualitas ibu postpartum. Mayoritas ibu nifas merasa takut untuk memulai kembali hubungan seksual. Salah satu penyebabnya yaitu kurangnya informasi seksual pasca melahirkan pada ibu nifas. Cara untuk meningkatkan kesiapan hubungan seksual ibu nifas salah satunya adalah pemberian edukasi seksual pasca melahirkan menggunakan self help booklet. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi seksual menggunakan self help booklet terhadap kesiapan hubungan seksual ibu pasca melahirkan. Metode: Desain penelitian pra eksperimental dengan pendekatan pre and post test one group design. Sampel penelitian sebanyak 21 responden yang diambil dengan metode accidental sampling. Sampel merupakan ibu nifas hari ke-1 sampai 7 yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas I Kembaran. Instumen yang digunakan adalah kuesioner kesiapan hubugan seksual. Analisis data menggunakan uji statistik wilcoxon. Hasil: Hasil uji wilcoxon diperoleh bahwa nilai p=0,035 (p<α=0,05). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan tingkat kesiapan sebelum dan setelah pemberian edukasi menggunakan booklet. Kesimpulan: Edukasi seksual menggunakan self help booklet dapat meningkatkan kesiapan hubungan seksual ibu pasca melahirkan di wilayah kerja puskesmas I Kembaran Kata Kunci: pospartum, edukasi seksual, kesiapan hubungan seksual | EFFECT OF SEXUAL EDUCATION USED SELF HELP BOOKLET ON INTERCOURSE READINESS OF MOTHER AFTER CHILDBIRTH IN WORKING AREA OF COMMUNITY HEALTH CENTRE I DISTRICT KEMBARAN ABSTRACT Arindi Ayuanita Saputri1 Lutfatul Latifah2 Rosana Nurwulandari3 Background: Puerperium is period of physical and psychological adaptation for mother after childbirth. This physical and psychological adaptation can influence their sexual life. Some mother afraid about sexual intercourse after childbirth. It caused by the lack of information about sex after childbirth. The way to increase sexual readiness on mother after childbirth using self help booklet. Purpose:. The aimed of this study is to find effect of sexual education used self help booklet on intercourse readiness of mother after childbirth. Method: This is pre experimental with pre and posttest one group design study. Sample of this study are mothers after childbirth (1-7 days after birth) in the working area community health centre I district Kembaran amounting to 21 people. Sampling technique in this study is accidental sampling. The data collected by distributing readiness questionnaires. Data analisys use wilcoxon test. Result: The result of wilcoxon test is p value= 0,035 (p<α=0,05), it is showed that there was different readiness intercourse level before and after intervention. Conclusion: Sexual education with self help booklet can increase intercourse readiness of mother after cihldbirth in working area health centre I district Kembaran. Keywords: After childbirth, sexual education, intercourse readiness | |
| 1629 | 7661 | E1A008261 | TINDAK PIDANA MEMBERI KESEMPATAN KEPADA KHALAYAK UMUM UNTUK MELAKUKAN PERJUDIAN (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto No. 170/Pid.B/2012/PN.Pwt) | ABSTRAK Perjudian itu merupakan salah satu bentuk penyakit masyarakat dan bertentangan dengan agama, permainan dengan memakai uang atau harta benda sebagai taruhan, dalam permainan judi Togel tebakan berdasarkan kebetulan, dengan tujuan mendapatkan sejumlah uang atau harta yang lebih besar dari pada jumlah uang atau harta semula, tidak semua pasangan Togel mendapat hadiah tetapi sifatnya untung-untungan. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam penerapan unsur-unsur tindak pidana memberi kesempatan kepada khalayak umum untuk melakukan perjudian dalam putusan perkara No. 170/Pid.B/2012/PN.Pwt dan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap tindak pidana memberi kesempatan kepada khalayak umum untuk melakukan perjudian dalam putusan perkara No. 170/Pid.B/2012/PN.Pwt. Berdasarkan pembahasan terhadap hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Pertimbangan hukum hakim dalam penerapan unsur-unsur tindak pidana memberi kesempatan kepada khalayak umum untuk melakukan perjudian dalam putusan perkara No. 170/Pid.B/2012/PN.Pwt. Majelis hakim dalam pertimbangan hukumnya telah menerapkan dakwaan Subsidair, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam rumusan Pasal 303 ayat (1) ke-2 KUHP. Penerapan unsur-unsur dalam dakwaan subsidair sudah tepat karena didasarkan pada perbuatan terdakwa yang telah tanpa izin kepada pihak yang berwenang tanpa hak dengan sengaja menawarkan atau memberikan kesempatan kepada khalayak umum untuk bermain judi atau melakukan perjudian. Hal tersebut didasarkan dengan telah terpenuhinya unsur-unsur suatu perbuatan tertentu yang dirumuskan oleh undang-undang, maka perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan menyakinkan atas dasar pemeriksaan. Tidak ditemukan alasan pemaaf yang meniadakan sifat melawan hukum dan alasan pembenar yang meniadakan kesalahan dalam diri terdakwa. Dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap tindak pidana memberi kesempatan kepada khalayak umum untuk melakukan perjudian dalam putusan perkara No. 170/Pid.B/2012/PN.Pwt. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa didasarkan pada pertimbangan sebagai berikut: Adanya fakta dan keadaan, yaitu : menjual nomor judi Togel kepada khalayak umum tidak ada ijinnya dari yang berwenang. Alat pembuktian berupa: Keterangan saksi, Barang bukti dan Keterangan terdakwa, Pasal peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar pemidanaan, yaitu: Pasal 303 ayat (1) ke-2 KUHP. Keyakinan hakim, yaitu adanya persesuaian antara alat bukti yang satu dengan yang lain, semua unsur dari pasal dalam dakwaan Subsidair telah terpenuhi /terbukti secara sah dan menyakinkan menurut hukum, serta telah dipertimbangkan adanya hal-hal yang memberatkan dan meringankan. | That gambling is one of the society disease form and oppose against religion, game with wear money or property as bet, in gamble game togel riddle based on by accident, with a purpose to get amount of money or larger ones treasure from in money total or treasure at first, not all pairs togel get present but in character toss-up. Aim that want achieved in this watchfulness to detects judge law deliberation in doing an injustice elements applications gives to general public to do gambling in verdict No. 170/Pid. B/2012/PN. Pwt and to detect base judge law deliberation in drop criminal towards doing an injustice gives to general public to do gambling in verdict No. 170/Pid. B/2012/PN. Pwt. Based on discussion towards watchfulness result, so can be taken conclusion as follows: judge law deliberation in doing an injustice elements applications gives to general public to do gambling in verdict No. 170/Pid. B/2012/PN. Pwt. Judge assembly in the balance the law has applied accusation subsidair, as regulated and threatened criminal in paragraph formulation 303 verses (1) second KUHP. Elements applications in accusation subsidair correct because based in defendant deed that without permission to in charge side without right designedly offered or give to chance to general public to gamble or do gambling. The mentioned has been based with fulfilled elements a certain deed that is formulated by law, so defendant deed proved validly based on operative law and regulation and convince on the basis of investigation. Is not found forgiveful reason that nullify character opposes law and reason agreed that nullify error in defendant self. Base judge law deliberation in drop criminal towards doing an injustice gives to general public to do gambling in verdict No. 170/Pid. B/2012/PN. Pwt. Judge of district court assembly Purwokerto in drop criminal towards defendant is based in deliberation as follows: Fact existence and conditon, that is: sell gamble number togel to general public there is no the permission from in charge. Verification tool shaped: witness explanation, proof goods and defendant explanation, law and regulation paragraph that be base punishment, that is: paragraph 303 verses (1) second KUHP. Judge confidence, that is conformity existence between proof tool one with other, all elements from paragraph in accusation subsidair fulfilled /proved validly and convince to follow law, with considering matters existence that stress and unburden. | |
| 1630 | 7662 | H1L009077 | Diagnosa Gangguan Hiperaktifitas Pada Anak Menggunakan Sistem Pakar | Psikologi merupakan salah satu disiplin ilmu yang digunakan dalam berbagai bidang. Psikologi mempelajari banyak hal penting salah satunya adalah gangguan hiperaktifitas. Gangguan hiperaktifitas biasanya terlihat pada anak-anak dan seiring bertambahnya usia semakin susah untuk ditangani. Pemeriksaan lebih dini diperlukan untuk mengurangi resiko dari gangguan hiperaktifitas. Terdapat 5 gangguan hiperaktifitas yang diambil dalam penelitian ini yaitu Attention Deficit Hyperactifity Disorder (ADHD), Autism, Bipolar Disorder (BP), Oppositional Defiant Disorder (ODD), Conduct Disorder (CD) . Untuk membantu mendiagnosa gangguan hiperaktifitas tersebut, maka dibuat aplikasi sistem pakar diagnosa hiperaktifitas pada anak. Hasil akhir yang diberikan berupa gangguan hiperaktifitas yang diderita berikut dengan solusinya. | Psychology is one of science that can be applied of studies used in various fields. Psychology studied many important things which one is hyperactivity disorder. Hyperactivity disorder usually seen in children, which is become more difficult to treat as the children gradually grow up. Early diagnosis is needed to reduce the risk of hyperactivity disorder. There are 5 hyperactivity disorder taken in this research: Hyperactifity Disorder Attention Deficit (ADHD), Autism, Bipolar Disorder (BP), Oppositional Defiant Disorder (ODD), Conduct Disorder (CD). To help diagnosis hyperactivity disorder, then made a hyperactivity disorder diagnosis in children using expert system. The Final result given in the form of hyperactivity disorder suffered along and its solution. | |
| 1631 | 7670 | F1F009051 | NEEDS FOR AFFILIATION AND POWER AS THE CAUSE OF GANG VIOLENCE IN S.E HINTON’S THE OUTSIDERS | Penelitian ini berjudul “Needs for Affiliation and Power as The Cause of Gang Violence in S.E.Hinton’s The Outsiders” bertujuan untuk menganalisis motivasi dari para pemuda dalam melakukan kekerasan geng dalam novel The Outsiders karya S.E.Hinton. Di dalam penelitian ini, metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data. Sumber data dari penelitian ini adalah sebuah novel karya S.E.Hinton yang berjudul The Outsiders yang dianalisis menggunakan teori motivasi dari McClelland. Terdapat beberapa langkah yang dilakukan dalam menganalisis novel ini sebagai jawaban dari pertanyaan dalam penelitian ini. Langkah pertama adalah membaca novel The Outsiders dengan penuh pemahaman. Langkah kedua adalah mengambil data yang berhubungan dengan penelitian. Data tersebut dikategorikan menjadi dua bagian, yaitu data yang menggambarkan kebutuhan pertemanan dan data yang menggambarkan kebutuhan akan kekuatan. Langkah ketiga yaitu menganalisa data dengan menggunakan teori motivasi dari McClelland. Langkah terakhir yaitu mengambil kesimpulan dan saran dari penelitian tersebut. Dari hasil penelitian, ada dua kesimpulan yang didapat. Pertama, potret dari kebutuhan untuk pertemanan digambarkan melalui para tokoh dalam novel. Para tokoh tersebut menunjukkan perilaku yang mencirikan orang yang membutuhkan pertemanan. Ciri –cirinya yaitu: (a).butuh bergabung dengan grup, (b). ingin disukai dan diterima oleh orang lain, (c). suka berkolaborasi dalam kompetisi, (d). tidak suka resiko tinggi atau ketidakpastian,(e). suka berinteraksi dengan orang lain dan (f). suka bersama dengan orang lain. Kedua, potret dari kebutuhan untuk kekuatan digambarkan melalui para tokoh dalam novel. Para tokoh tersebut menunjukan perilaku yang mencirikan orang yang membutuhkan kekuatan.Ciri-cirinya yaitu: (a).suka mengontrol dan mempengaruhi orang lain, (b). Suka memenangkan pendapat, (c). Suka kompetisi dan memenangkannya, (d). menikmati status dan pengakuan, dan (e). Suka menolong orang lain. Kedua kebutuhan tersebut memotivasi para tokoh untuk berbuat kekerasan geng. Hasil dari penelitian ini dengan penuh harapan dapat memperkaya pemahaman terhadap novel ini dan juga terhadap teori motivasi oleh McClelland. | The research entitled “Needs for Affiliation and Power as the Cause of Gang Violence in S.E.Hinton’s The Outsiders” is aimed to analyze the motivation of youth in doing the gang violence in S.E.Hinton’s The Outsiders. In this research, descriptive qualitative method is used to analyze the data. The data source of this study is a novel by S.E.Hinton entitles The Outsiders which is analyzed by using motivation theory of McClelland. There are steps done in extracting and analyzing the novel as the answer of the research question. The first is reading The Outsiders novel comprehensively. The second is taking the data which are correlated with the research. The data is classified into two parts: the data which portray the needs for affiliation and the data which portray the needs for power. The third is analyzing the data by using motivation theory of McClelland. The last step is drawing the conclusion and suggestion of the research. From the research, there are two conclusions. First, the need for affiliation is portrayed through the characters in the novel. The characters show the characteristics of a person who need for affiliation. Those are (a) needs to belong to the group, (b) wants to be liked and accepted by other people, (c) favors collaboration over competition, (d) does not like high risk or uncertainty, (e) likes doing interaction with others, and (f) likes being together with others. Second, the need for power is portrayed through the characters in the novel. The characters show the characteristics of a person who need for power. Those are (a) likes to control and influence others, (b) likes to win arguments, (c) enjoys competition and winning, (d) enjoys status and recognition, and (e) likes to help the other person. Both of the needs motivate the characters in the novel to do gang violence. The result of the research hopefully can enrich the comprehension of the novel and the theory of motivation by McClelland. | |
| 1632 | 7640 | E1A008280 | kewenangan Dewan Perwakilan Daerah Dalam Pembentukan Undang-undang dan pengawasan | ABSTRAK KEWENANGAN DEWAN PERWAKILAN DAERAH DALAM PEMBENTUKAN UNDANG-UNDANG DAN PENGAWASAN Oleh : WISNU PANJI WIDIANTO E1A008280 Kewenangan DPD dalam bidang legislasi dan pengawasan masih terdapat kelemahan-kelemahan. Jika diperhatikan DPD sama sekali tidak mempunyai kekuasaan apapun di bidang legislatif maupun pengawasan. DPD hanya memberikan masukan pertimbangan, usul, ataupun saran, sedangkan yang berhak memutuskan adalah DPR, bukan DPD. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewenangan Dewan Perwakilan Daerah dalam pembentukan undang-undang dan pengawasan. Metode penelitian yang digunakan adalah melalui pendekatan perundang-undangan (Statute Approach), dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis, sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang dikumpulkan dengan cara identifikasi kemudian inventarisasi terhadap peraturan perundang-undangan dan buku kepustakaan yang terkait dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa kewenangan DPD dalam pembentukan undang-undang sebagaimana ditegaskan dalam UU No. Tahun 27 tahun 2009 sangat terbatas karena, hanya dapat mengajukan RUU dan ikut membahas RUU pada awal pembicaraan tingkat I bersama DPR dan Presiden dalam hal penyampaian pandangan umum atas RUU, tanggapan dari masing-masing lembaga. Setelah ditetapkannya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 92/PUU-X/2012, telah mengembalikan kewenangan DPD dalam bidang legislasi yang sebelumnya direduksi oleh UU No. 27 Tahun 2009 dan UU No. 12 Tahun 2011, yaitu dalam hal kewenangan DPD dalam mengajukan RUU setara dengan DPR dan Presiden, kewenangan DPD ikut membahas RUU, kewenangan DPD memberikan persetujuan atas RUU, dan keterlibatan DPD dalam menyusun Prolegnas. Kemudian, kewenangan DPD dalam bidang pengawasan (mengawasi pelaksanaan UU), masih lemah, karena hasil-hasil pengawasan DPD tidak dapat ditindaklanjuti sendiri oleh DPD. Hasil-hasil tersebut disampaikan kepada DPR, dan DPR-lah yang menentukan digunakan atau tidak hasil pengawasan tersebut. Fungsi pengawasan DPD ini dapat dikatakan tidak memberikan gambaran fungsionalnya DPD sebagai lembaga negara yang memiliki kedudukan sama dengan lembaga negara lainnya. Kata kunci: Dewan Perwakilan Daerah, kewenangan, pembentukan undang-undang, pengawasan | ABSTRACT HE AUTHORITY OF REGIONAL REPRESENTATIVE BOARD IN ESTABLISHING OF ORDINANCE AND CONTROLLING By: WISNU PANJI WIDIANTO E1A008280 The authority of DPD in the field of legislation and controlling still have the weakness. If we see further DPD does has the authority at all or in the field of legislation or controlling. DPD just gives the input of consideration, suggestion, or advice, and they who have the right to decide are DPR, not DPD. Because of that, this research aims to analyze the authority of Regional Representative Board in establishing the ordinance and controlling. Method of research uses the Statute Approach, with the research specification of analytical descriptive, the material source of law uses the material of primary law and secondary law that collected by the identification then inventory to the ordinance regulation and literary book and it is analyzed by the method of normative qualitative. Based on the result of research and discussion, so it can be concluded that the authority of DPD in establishing of ordinance as explained in the The Law Number 27 in 2009 is very limited because they only can propose RUU and participate to discuss RUU in the early discussion in the level I with DPR and President in the case of explaining general opinion for RUU, respond from each institution. After determining the Decision of Constitution High Court Number 92/PUU-X/2012, after giving back authority of DPD in the file of legislation that previously reduced by The Law Number 27 in 2009 and The Law Number 12 in 2011, that is in the authority of DPD in proposing the RUU and similar with DPR and President, authority of DPD participates to discuss RUU, authority of DPD gives the agreement for RUU, and the involvement of DPD in arranging Proglemas. Then, authority of DPD in field of controlling (control the implementation of Ordinance) till weak because the result of controlling of DPD can not be followed up by DPD. This result is explained to DPR, and DPR determines it can be used or not for this result. The controlling function of DPD can be said it does not give its functional description of DPD as the state institution that has the similar position with the other state institution. Keywords: Regional Representative Board, authority, establishment of ordinance, controlling | |
| 1633 | 7707 | H1D007101 | PENGGUNAAN ABU BATU SEBAGAI BAHAN CAMPURAN AGREGAT HALUS SUNGAI KLAWING TERHADAP KUAT TEKAN DAN SERAPAN AIR BATAKO PEJAL | Bahan Bangunan selain bata merah, sekarang ini sudah mulai dikembangkan penggunaan batako sebagai alternatif bata merah sebagai bahan bangunan untuk dinding. Salah satu bahan penyusun batako yang sudah mulai dipakai adalah abu batu. Di Kabupaten Purbalingga terdapat potensi abu batu, salah satunya berada di Desa Kalikajar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga. yang oleh masyarakat setempat disebut dengan istilah abu batu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi pada campuran batako yang tepat agar menghasilkan batako yang sesuai standar . Penelitian ini bersifat eksperimental, yang dilakukan di Laboratorium Mekanika dan Bahan Bangunan Teknik Sipil Unsoed. Pada penelitian ini mempunyai variasi abu batu 75%, 50% 50%, dan 25%. dari variasi tersebut didapat hasil tekan yang tertinggi dengan variasi abu batu 25%,Benda uji dibuat dengan ukuran Panjang 34 cm, Lebar 9 cm dan Tinggi 12 cm, dengan masing-masing 8 sampel untuk tiap variasi. Evaluasi hasil eksperimen dan analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa semakin tinggi variasi abu batu semakin rendah kuat tekan batako dan semakin rendah daya serap air pada batako. variasi yang paling baik untuk serapan airnya dengan variasi 75% abu batu 25% pasir sungai klawing mempunyai daya serap air rata-rata 13,56% dan kuat tekan yang paling baik dengan variasi 25% abu batu 75% pasir Sungai Klawing mempunyai kuat tekan rata-rata 54,45%. | Building Materials other than brick red, now it has developed the use of brick as a building material for walls. One of the building blocks ofbricks that are now being used is stone dust. In Kabupaten Purbalingga there is a potential gray stone, one of which is located in the village Kalikajar, Kaligondang districts, counties Purbalingga. By local people called the ston dust. This study aims to determine the variation in the right mix of adobe bricks to produce standards compliant. This is an experimental study, conducted in the laboratory of adobe mechanics and civil engineering contruction materials Unsoed. In this study the variation of stone dust has 75%, 50% and 25%. The variation of the results obtained with the highest compressive variation 25% gray stone, the specimen was made with a length of 34cm, 9cm wide and 12cm high, with each 8 sempel for each variation. Evaluation of experimental results and analysis conducted shows that the higher the lower the variation of gray stone and brich stronger the lower the water absorption in concret blosk. Variations are best for water uptake by 75% of variation of 25% sand stone dust clawing river has water absorption 13.56% on average and the most excellent compressive strength with a variation of 25% to 75% sand stone dust clawing river has water absorption average of 13.56% and a most excellent compressive strength ith a variation of 25%, 75% stone dust clawing river sand has an average copresive strength of 54.45%. | |
| 1634 | 7663 | H1C006012 | INTEGRASI UNIT PEMANTAU SUHU LUAR RUANGAN MELALUI WEBSITE BERBASIS MIKROKONTROLER AVR ATMEGA16 | Besaran fisis utama yang dikaji dalam unit pemantau suhu adalah suhu luar ruangan. Sistem sensor suhu luar ruangan menggunakan LM35 berbasis website dengan menggunakan mikrokontroler ATMega16 memberikan kemudahan dalam memantau kondisi suhu luar ruangan yang dapat diketahui secara online melalui Internet. Unit pemantau suhu dalam penelitian ini diletakkan di halam tengah Jurusan MIPA dibandingkan hasil pengamatannya dengan Thermocople, unit pemantau suhu luar ruangan yang diintegrasikan dengan Dedicated Server Hosting menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 2008, Adobe Dreamweaver CS3 didukung dengan koneksi MySQL Connector .NET 5.2.7, XAMPP 1.7.7 dirancang sebagai alat penyimpan database sehingga dapat diakses secara online melalui Internet oleh client sehingga dapat difungsikan sebagai sensor suhu luar ruangan. Keseluruhan sistem integrasi pemantau suhu luar ruangan dinamakan Aplikasi Pemantau Suhu. | The main physical magnitudes which are examined in the monitoring unit of temperature is the temperature outdoors. The outdoor temperature sensor system uses an LM35 based microcontroller ATMega16 by using website provides convenience in monitoring the condition of the outdoor temperature can be found online through the Internet. The Unit monitors the temperature in this research is put on the page Central Department of SCIENCES compared the results of his observations with temperature monitoring unit Thermocople outdoors which is integrated with the Dedicated Server Hosting using the programming language Visual Basic 2008, Adobe Dreamweaver CS3 is supported with MySQL .NET Connector connection 5.2.7, XAMPP 1.7.7 is designed as a repository database so that the tool can be accessed online via the Internet by the client so that it can be used as an outdoor temperature sensor. The entire system of integration of outdoor temperature monitor is called Application Monitor temperature. | |
| 1635 | 7664 | C1K009038 | FACTORS AFFECTING REPURCHASE INTENTION (EMPIRICAL STUDY CUSTOMERS OF TOYOTA AVANZA IN PURWOKERTO) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji Faktor yang Mempengaruhi Niat Repurchase (Studi Empiris Pelanggan Toyota Avanza di Purwokerto). Dengan menggunakan convenience sampling, penelitian ini menggunakan 150 responden sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan analisis standar pemodelan persamaan (SEM) sebagai metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Produk memiliki efek positif pada diskonfirmasi positif, umpan balik, dan kepuasan pelanggan. Diskonfirmasi positif berpengaruh positif terhadap nilai dan kepuasan pelanggan. Umpan balik berpengaruh positif pada kepuasan pelanggan dan dari mulut ke mulut. Kepuasan pelanggan berpengaruh positif dari mulut ke mulut. Nilai berpengaruh positif dari mulut ke mulut dan niat pembelian kembali. Dari mulut ke mulut berpengaruh positif terhadap niat pembelian kembali | The purpose of this research was to examine Factors Affecting Repurchase Intention (Empirical Study Customers of Toyota Avanza In Purwokerto). By using convenience sampling, this research used 150 respondents as the sample. This study used analysis standard equation modeling (SEM) as the method. The result of this research showed that Product has positive effect on positive disconfirmation, feedback, and customer satisfaction. Positive disconfirmation has positive effect on value and customer satisfaction. Feedback has positive effect on customer satisfaction and word of mouth. Customer satisfaction has positive effect on word of mouth. Values have positive effect on word of mouth and repurchase intention. Word of mouth has positive effect on repurchase intention | |
| 1636 | 7681 | C1A008124 | ANALISIS KONTRIBUSI DAN LAJU PERTUMBUHAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH TERHADAP PDRB DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KABUPATEN BANYUMAS (PeriodeTahun 2000-2010) | Abstraksi Upaya pengentasan kemiskinan dapat dilakukan antara lain dengan memutus mata rantai kemiskinan itu sendiri, diantaranya adalah dengan pemberian akses yang luas terhadap sumber- sumber pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang pada dasarnya merupakan bagian dari masyarakat miskin yang mempunyai kemauan dan kemampuan produktif. Meskipun kontribusi UMKM dalam PDB semakin besar, namun hambatan yang dihadapinya besar pula, diantaranya kesulitan mengakses sumber-sumber pembiayaan dari lembaga-lembaga keuangan formal. usaha kecil dan usaha rumah tangga di Indonesia telah memainkan peran penting dalam menyerap tenaga kerja, meningkatkan jumlah unit usaha dan mendukung pendapatan rumah tangga. Usaha kecil penting untuk dikaji karena mempunyai peranan yang krusial dalam pertumbuhan ekonomi pada skala nasional dan regional. Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah telah mampu menunjukkan kinerja yang relatif lebih tangguh dalam menghadapi masa krisis yang panjang. UMKM mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja yang tidak bisa lagi dilakukan oleh usaha besar. UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja pun baik di negara maju maupun negara berkembang, termasuk indonesia, mempunyai peranan yang signifikan dalam penanggulangan masalah pengangguran. | abstraction Poverty alleviation can be done for example by breaking the chains of poverty itself , such as by granting broad access to sources of financing for Micro, Small and Medium Enterprises ( UMKM ) which are part of the poor who have the willingness and ability productive . Although the contribution of UMKM to GDP greater , but it faces greater obstacles , including difficulty accessing financing sources from formal financial institutions . small businesses and households in Indonesia have played an important role in absorbing labor , increasing the number of business units and support household income . Small businesses are important to study because it has a crucial role in economic growth on a national and regional scale . Micro, Small and Medium Enterprises have been able to perform relatively more resilient in the face of a long period of crisis . UMKM drive economic growth and employment which can no longer be done by big business . UMKM on employment either in the developed and developing countries , including Indonesia , have a significant role in tackling the problem of unemployment . | |
| 1637 | 7666 | C1K009037 | The Effect of Food Quality, Physical Environment on Restaurant Image, Customer Perceived Value, Customer Satisfaction on Customer Purchase Intentions | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji Pengaruh Kualitas Makanan , Lingkungan Fisik pada Image Restoran , Nilai yang dirasakan Pelanggan, Kepuasan Pelanggan, dan Niat Pembelian Pelanggan ( studi empiris pelanggan KFC Purwokerto ) . Dengan menggunakan convenience sampling , penelitian ini menggunakan 115 responden sebagai sampel di KFC Purwokerto . Penelitian ini menggunakan analisis Structural Equation Model sebagai metode anaisis . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas makanan memiliki efek positif pada image restoranr, kualitas makanan tidak berpengaruh pada nilai yang dirasakan pelanggan, lingkungan fisik berpengaruh positif terhadap image restoran, lingkungan fisik berpengaruh positif terhadap nilai yang dirasakan pelanggan, image restoran berpengaruh positif pada kepuasan pelanggan, nilai yang dirasakan pelanggan berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan , kepuasan pelanggan berpengaruh positif terhadap niat pembelian pelanggan | The purpose of this research is to examine The Influence of The Food Quality, Physical Environment on Restaurant Image, Customer Perceived Value, Customer Satisfaction, and Customer Purchase Intentions ( an empirical study customer KFC Purwokerto ). By using convenience sampling, this research uses 115 respondents as sample in KFC Purwokerto. This study used analysis standard equation modeling as the method. The result of this research show that food quality has positive effect on restaurant image, food quality has no effect on customer perceived value, physical environment has positive effect on restaurant image, physical environment has positive effect on customer perceived value, restaurant image has positive effect on customer satisfaction, customer perceived value has positive effect on customer satisfaction, customer satisfaction has positive effect on customer purchase intention | |
| 1638 | 7652 | C1K009024 | THE ROLE OF MARKETING MIX AND CORPORATE IMAGE ON CUSTOMER SATISFACTION IN BUILDING WORD OF MOUTH (STUDY OF SONY ANDROID-BASED MOBILE PHONE USERS IN PURWOKERTO) | Penelitian ini merupakan penelitian survey pada pelanggan hand phone Sony berbasis android di Purwokerto. Judul penelitian ini adalah "Peran Bauran Pemasaran dan Citra Perusahaan pada Kepuasan Pelanggan dalam membangun Word of Mouth (penelitian pada pengguna hand phone Sony berbasis android di Purwokerto)". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh variabel produk, harga, tempat, promosi dan citra perusahaan terhadap kepuasan pelanggan dan pengaruh kepuasan pelanggan dalam membangun word of mouth (WOM) pada pelanggan hand phone Sony berbasis android di Purwokerto. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang di Purwokerto yang digunakan hand phone Sony berbasis android hingga penelitian ini dilakukan. Jumlah sampel dalam penelitian ini dihitung dengan menggunakan rumus interval yang diperkirakan dengan ukuran sampel minimum 96 dan juga digunakan perkiraan sampel antara 100-200. Penelitian ini menggunakan 124 responden agar memenuhi syarat jumlah minimum sampel. Convenience sampling digunakan sebagai penentuan sampel. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan Structural Equation Model (SEM) menunjukkan bahwa : (1) variabel produk berpengaruh positif pada kepuasan pelanggan, (2) variabel harga berpengaruh positif pada kepuasan pelanggan, (3) variabel tempat berpengaruh positif pada kepuasan pelanggan, (4) variabel promosi berpengaruh positif pada kepuasan pelanggan, (5) variabel citra perusahaan berpengaruh positif pada kepuasan pelanggan dan (6) variabel kepuasan pelanggan berpengaruh positif terhadap Word of Mouth. Sebagai implikasi dari kesimpulan di atas, dalam rangka meningkatkan WOM antara pelanggan, manajemen Sony harus mengelola Word of Mouth via menyelenggarakan kegiatan pemasaran mereka. Peningkatan atau penurunan frekuensi dan kuantitas kegiatan pemasaran dapat digunakan untuk mengelola WOM. Kenaikan kegiatan pemasaran dapat mendorong lebih banyak perhatian dari pelanggan dan kemudian aktif memberi kebutuhan informasi untuk produk mereka. Pada sebaliknya, ketika WOM negatif muncul, perusahaan masih dapat menggunakan kegiatan pemasaran untuk memberikan koreksi atau penjelasan. Tidak hanya meningkatkan pemasaran dapat membantu WOM, penurunan juga bisa. Misalnya, ketika sebuah produk baru akan di luncurkan, perusahaan mengurangi kegiatan pemasaran publik, maka pelanggan akan beralih mencari informasi melalui WOM. Oleh karena itu, karakteristik khusus akan membantu pelanggan potensial untuk membeli. | This research was survey research on customer of Sony android-based mobile phone in Purwokerto. Title of this research is “The Role of Marketing Mix and Corporate Image on Customer Satisfaction in Building Word of Mouth (Study of Sony Android-Based Mobile Phone Users in Purwokerto)”. The purpose of this study was to examine the effect of variables product, price, place, promotion and corporate image on customer satisfaction and the effect of customer satisfaction in building word of mouth (WOM) on customer of Sony android-based mobile phone in Purwokerto. The populations in this research were all people in Purwokerto who used Sony-android based mobile phone until this study was conducted. The number of samples in this study was calculated using the estimated interval formula with a minimum sample size 96 and also used the sampling estimates between 100-200. This study used 124 respondents in order to qualify a minimum number of samples. Convenience sampling was used as the determination of the sample. Based on the research result and data analysis using Structural Equation Model (SEM) showed that: (1) variable product has positive effect on customer satisfaction, (2) variable price has positive effect on customer satisfaction, (3) variable place has positive effect on customer satisfaction, (4) variable promotion has positive effect on customer satisfaction, (5) variable corporate image has positive effect on customer satisfaction and (6) variable customer satisfaction has positive effect on Word of Mouth. As the implications of the conclusions above, in order to increase WOM among its customers, the management of Sony should manage the Word of Mouth via organizing their marketing activities. The increasing or decreasing of the frequency and quantity of marketing activities could be used to manage WOM. The raise of marketing activities can drive more attention from customers and then active their information requirement for their product. On the contrast, when more negative WOM appeared, company still can use marketing activities to provide correction or explanation. Not only increasing of marketing can help WOM, decreasing also could. For instance, when a new product will be on board, company reduce its public marketing activities, then customer will turn to look for information via WOM. Therefore, the special characteristic will help potential customer to purchase. | |
| 1639 | 7689 | C1B010040 | PENGARUH PROMOSI JABATAN LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN HUBUNGAN ANTAR KARYAWAN TERHADAP MOTIVASI DAN KINERJA PADA KARYAWAN BIRO KEPEGAWAIAN BKKBN JAKARTA | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari promosi jabatan, lingkungan kerja fisik, dan hubungan antar karyawan terhadap motivasi dan kinerja. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan Biro Kepegawaian BKKBN Jakarta, dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan menggunakan metode sampel jenuh (sensus) yaitu seluruh populasi dijadikan sampel. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan Partial Least Square (PLS) versi 1.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi jabatan tidak memiliki pengaruh terhadap motivasi karena nilai dari t hitung lebih kecil dari t tabel. Lingkungan kerja fisik dan hubungan antar karyawan mempunyai pengaruh yang positif terhadap motivasi karena nilai dari t hitung lebih besar dari t tabel, sedangkan motivasi mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja karena nilai t hitung nya lebih besar dari t tabel. Sesuai dengan hasil tersebut dapat diketahui bahwa motivasi tidak memediasi secara parsial hubungan antara promosi jabatan dengan kinerja karena nilai t hitung dari promosi jabatan terhadap motivasi maupun kinerja lebih kecil dari t tabel sehingga tidak signifikan.Impilkasi dari penelitian ini yaitu Biro Kepegawaian BKKBN Jakarta hendaknya memberikan informasi yang jelas mengenai program promosi jabatan, apa yang dijadikan sebagai dasar pertimbangan untuk mempromosikan seseorang karyawan dalam Biro Kepegawaian tersebut supaya karyawan dapat mengetahui dan memperjuangkan nasib jenjang karirnya. Pihak Biro Kepegawaian BKKBN Jakarta juga harus memperhatikan lingkungan kerja fisik organisasi, dan menerapkan hubungan yang harmonis antar karyawan maupun atasan karena dapat meningkatkan motivasi karyawan dalam bekerja dan juga mempengaruhi kinerja dari karyawan tersebut. | The purpose of the research is to examine the influence of promotion, physical work environment, and the relationship between employees toward motivation and performance. The subject of the research is the employees of the Human Resource Development Bureau in BKKBN Jakarta, within 40 people as samples. The method is a survey using the saturated sample (census) which the entire of population. The analytical tools used in this research are quantitative and qualitative descriptive analysis by using Partial Least Square (PLS) version 1.0. The results shows that the promotion has no effect on the motivation because the value of t count is less than t table. Physical work environment and employees relations have a positive influence on the motivation because the value of t count is greater than t table, while motivation has a positive influence on the performance because the value of t count is greater than t table. Based on these results, it can be seen that the motivation is not partially mediate the relationship between the performance and the promotion because the value of t count of promotion on the motivation and performance is less than t table so as not significant. The implication of this research is that the Human Resource Development Bureau in BKKBN Jakarta should provide clear information about program of the promotion, what are the basic considerations for promoting an employee in the Human Resource Development Bureau so the employees may know and fight for the fate of the career. The management of Human Resource Development Bureau in BKKBN Jakarta should also pay attention to the organization’s physical work environment, and implements a harmonious relationship between employees and managers because it can increase the motivation of employees in the work and also influence the performance of the employees. | |
| 1640 | 7668 | E1A009123 | KEDUDUKAN ALAT BUKTI SHORT MESSAGE SERVICE (SMS) DALAM PEMBUKTIAN KASUS TINDAK PIDANA PERJUDIAN (TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN NO.247/PID.B/2013/PN.JKT.TIM) | Pembuktian memegang peranan yang sangat penting, sebab melalui proses pembuktianlah dapat ditentukan apakah seorang terdakwa benar telah melakukan tindak pidana yamg didakwakan oleh penuntut umum, dan apakah terdakwa dapat dipersalahkan atas perbuatan yang didakwakan tersebut. Short Message Service (SMS) sebagai alat bukti memang tidak diatur secara jelas di dalam KUHAP, tetapi pada Pasal 187 poin d dapat digunakan sebagai acuan pemberlakuan print-out SMS sebagai sebuah “Surat Lain”. Hasil print-out SMS dapat di jadikan sebagai alat bukti petunjuk apabila telah ada isyarat tentang suatu kejadian dimana isi dari SMS tersebut mempunyai persesuaian antara kejadian yang satu dengan yang lain dimana isyarat yang tersebut melahirkan suatu petunjuk yang membentuk kenyataan terjadinya suatu tindak pidana dan terdakwalah pelakunya. Pasal 5 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik menjelaskan bahwa Informasi Elektronik dan atau Dokumen Elektronik dan atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah yang merupakan perluasan dari alat bukti yang sah sesuai dengan Hukum Acara yang berlaku di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian terhadap Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur No.247/PID.B/2013/PN.JKT.TIM menunjukkan bahwa perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan memenuhi unsur-unsur Pasal 303 ayat (1) Ke-2 KUHP. Oleh karena itu hakim menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 1 tahun. | Authentication have an important part, because through authentication process, it can identify, are the defendant truthly doing the criminal action that prosecutor accusated. is the defendant can be blame for an action that the prosecutor accusated. Short Message Service (SMS) as evidence indeed not regulated clearly in KUHAP, but in article 187 letter (d) can be used as reference of print-out SMS as a “another letter”. Print-out SMS output can be a clue evidence when a sign between sms content and the accident there’s have a concurrence and that concurrence can bring up a clue that compose fact that criminal action had ever happened and the defendant is the culprit. Article 5 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 About Information and Electronic Transaction explain about electronic information and or electronic document and or print-out is a valid evidence that come from expansion legal evidence concurrence to criminal procedur law in Indonesia. The researching adopted Normative-Law researching method with prescription researching method. The data which used is second data. According to this research towards the juridical review of East Jakarta adjudication No.247/PID.B/2013/PN.JKT.TIM that show up about the defendant action has proved certainly and convince that comply substance of article 303 letter (1) point (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Therefore, judge give a sentence judgement condemnation one year prison punishment to the culprit. |