Artikelilmiahs

Menampilkan 14.921-14.940 dari 49.719 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1492118236H1C013041IDENTIFIKASI OBJEK ALZHEIMER CITRA AXIAL OTAK MAGNETIC RESONANCE IMAGING (MRI) DENGAN METODE WATERSHED BERDASARKAN NILAI CLINICAL DEMENTIA RATING (CDR) Penyakit Alzheimer merupakan penyakit neurodegenerative yang menyerang otak yang bersifat progresif. Salah satu tanda fisik seseorang terkena penyakit alzheimer adalah terjadinya penyusutan luas hippocampus pada otak. Diagnosis penyakit alzheimer dapat dilakukan dengan menggunakan Magenetic Resonance Imaging (MRI). Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan teknik pencitraan medis yang digunakan dalam radiologi untuk memvisualisasikan struktur internal secara rinci yang menghasilkan output berupa citra. Segmentasi jaringan otak pada citra MRI merupakan isu penting dalam analisis beberapa penyakit otak seperti penyakit alzheimer. Tujuan dari segmentasi adalah untuk memperoleh obyek hippocampus yang merupakan bagian otak yang akan diserang ketika terkena penyakit alzheimer. Salah satu metode segmentasi yang dapat digunakan untuk memperoleh obyek hippocampus tersebut yaitu segmentasi watershed. Pada prinsipnya watershed mencari catchment basin dan ridge line dalam citra grayscale dimana catchment basin merupakan obyek atau daerah yang ingin dikenali, sedangkan ridge line atau watershed line merupakan tepi dari obyek yang ingin disegmentasi. Visualisasi sel hippocampus dilakukan dengan cara mensegmentasi potongan citra yang didapatkan dari OASIS (Open Access Series of Image Studies). Setelah obyek hasil segmentasi diperoleh, luas area hippocampus dapat dicari. Kemudian luas tersebut akan diklasifikasikan berdasarkan tingkat demensia (Clinical Dementia Rating). Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas hippocampus memiliki rentang 274-430 piksel untuk CDR 0, 149-259 piksel untuk CDR 1, dan 120-139 piksel untuk CDR 2.Alzheimer disease is a progressive neurodegenerative disease that attacks the brain. One physical sign of someone affected by Alzheimer's disease is the occurrence of the brain shrinkage in the hippocampus area. The diagnosis of Alzheimer disease can be performed using Magnetic Resonance Imaging (MRI). Magnetic Resonance Imaging (MRI) is a medical imaging technique used in radiology to visualize detailed internal structures that generate output in the form of images. Segmentation of brain issue on MRI image is an important issue in the analysis of several brain diseases such as Alzheimer disease. The goal of segmentation is to acquire the object of the hippocampus, which is part of the brain to be attacked when exposed to the Alzheimer disease. One of the methods of segmentation that can be used to obtain an object of the hippocampus is a watershed segmentation. In principle, the watershed looking for catchment basins and ridge lines in a grayscale image where the catchment basin is the objects or area to be identified, while the ridge line or watershed lines is the edge of the object to be segmented. Visualization of hippocampus cells is done by segmenting the pieces of the image obtained from the OASIS (Open Access Series of Image Studies). After the result of object segmentation is obtained, the area of the hippocampus can be searched. Then the area will be classified based on the level of dementia (Clinical Dementia Rating). The results showed that the area of the hippocampus has a range of 274-430 pixels for CDR 0, 149-259 pixels for CDR 1, and 120-139 pixels for CDR 2.
1492218237E1A013055PERANAN BALAI PELESTARIAN CAGAR BUDAYA JAWA TENGAH DALAM PELINDUNGAN CAGAR BUDAYA DI KABUPATEN BANYUMASSkripsi ini menguraikan mengenai peranan BPCB dalam melakukan upaya pelindungan terhadap Cagar Budaya di Kabupaten Banyumas. Rumusan masalahnya yaitu peranan BPCB Jawa Tengah dalam pelindungan Cagar Budaya di Kabupaten Banyumas serta hambatan dalam pelaksanaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peranan BPCB Jawa Tengah dalam pelindungan Cagar Budaya di Kabupaten Banyumas dan bagaimana hambatan dalam pelaksanaannya.
Penulisan skripsi ini menggunakan metode yuridis sosiologis, dan spesifikasi penelitian yaitu deskriptif, sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, teknik dalam pengumpulan data adalah wawancara dengan narasumber dan studi kepustakaan, untuk metode analisis menggunakan analisis data kualitatif.
Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan BPCB Jawa Tengah dalam pelindungan Cagar Budaya di Kabupaten Banyumas adalah melakukan pembinaan kepada Dinporabudpar Kabupaten Banyumas TACB Kabupaten Banyumas terkait konsultasi dalam upaya pelindungan Cagar Budaya di Kabupaten Banyumas. Tidak banyak hambatan yang dialami oleh BPCB Jawa Tengah dalam upaya pelindungan Cagar Budaya di Kabupaten Banyumas.

Kata Kunci : Peranan BPCB Jawa Tengah, Pelindungan, Cagar Budaya
This thesis will be explain about the involvement of BPCB by doing conserving to pledge of culture in Banyumas Regency. The research problem is involvement Central Java BPCB by exploring pledge of culture in Banyumas Regency and the problem that will be find in this program. The aim of this research is to know how the involvement of Central Java BPCB in conserving the pledge of culture in Banyumas Regency and what is the problem difficulty to achieve this program.
The method this research is Juridical of Sosiological and the specification is descriptive, the sources of that can be used in this research is primary of data and secendary of data, study pustaka is adata collection, then for the method of analysisis qualitative data analysis.
The research finding shows that the involvement of Central Java BPCB in conserving the pledge of culture in Banyumas Regency is doing coaching to Banyumas Regency Dinporabudpar, TACB Banyumas Regency related to consultation in conserving the pledge of culture Banyumas Regency and there are a few difficultres that happens in conserving the pledge of culture Banyumas Regency.

Keywords : The involvement of Central Java BPCB, Conserving, The pledge of culture.
1492318239F1F010004A Translation Analysis of Interrogative Sentences in Tintin And The Picaros Comics By Hergé from English into IndonesianABSTRAK
Kata Kunci: komik, kalimat interogatif, prosedur penerjemahan
Judul penelitian ini adalah A Translation Analysis of Interrogative Sentences In Tintin and The Picaros by Herge From English Into Indonesian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe-tipe kalimat interogatif dan prosedur penerjemahan yang digunakan dalam menerjemahkan komik berjudul Tintin and The Picaros dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia.
Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa ujaran dari karakter dalam komik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kalimat interogatif baik dalam bahasa Inggris maupun Spanyol, sedangkan sampel yang digunakan hanya kalimat interogatif berbahasa Inggris dan Indonesia. Data tersebut dianalisis dengan dimasukan ke dalam tabel, kemudian dikategorikan sesuai prosedur Newmark (1988) dan tipe kalimat interogatif berdasarkan teori Ron Cowan (2008).
Dari 181 data, hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukan 10 tipe kalimat interogatif, yaitu positive yes/no question (21,5%), negative yes/no question (5%), declarative yes//no question (17,6%), opposite polarity tag (3,3%), same polarity tag (0,5%), wh-information question (23,3%), rhetorical question (10%), exclamatory question (3,9%), elliptical question (6,7%), dan alternative question (1,1%). Menjawab rumusan masalah kedua, ditemukan 8 prosedur translasi yaitu: literal translation (30,3%), transference (6,6%), naturalization (9,3%), synonymy (5,4%), modulation (22,2%), reduction and expansion (19,5), transposition shift (4%), dan couplet (2,7%).
Temuan dalam penelitian ini menunjukan adanya kecenderungan antara pertanyaan retoris dan prosedur modulasi. Pertanyaan retoris dengan makna tersirat cenderung diterjemahkan menggunakan modulasi. Dalam hal ini, prosedur modulasi membantu mengalihkan pesan dari BSu dengan mereproduksi makna agar mendapatkan penerjemahan yang tidak melebihi ruang komik yang terbatas.
Selain itu, temuan lain ditemukan pada beberapa kalimat interogatif yang berubah bentuk setelah diterjemahkan dengan suatu prosedur. Prosedur reduksi mengakibatkan positive yes/no question berubah menjadi declarative yes/no question, sedangkan literal translation menyebabkan wh-information berubah menjadi pertanyaan eliptis.
ABSTRACT
Keywords: comics, interrogative sentences, translation procedures
The title of this research is A Translation Analysis of Interrogative Sentences in Tintin and The Picaros By Herge from English into Indonesian. This research is aimed to find out the types of interrogative sentence and to explain the procedures applied in translating comics entitled Tintin and The Picaros from English into Indonesian.
This is a descriptive qualitative research. The data in this research were utterances spoken by each character in the comics. This research used purposive sampling. The population was all of the English and Spanish interrogative sentences, thus English interrogative sentences and Indonesian interrogative sentences came as the sample in this research. The data were analyzed by displaying into table then they were explained and categorized using Newmark’s (1988) theory and Ron Cowan’s (2008) types of interrogative sentence.
From 181 data that has been gained, the results show 10 interrogative sentence types in the comics, namely positive yes/no question (21,5%), negative yes/no question (5%), declarative yes//no question (17,6%), opposite polarity tag (3,3%), same polarity tag question (0,5%), wh-information question (23,3%), rhetorical question (10%), exclamatory question (3,9%), elliptical question (6,7%), and alternative question (1,1%). Responding to the second research objective, there are 8 translation procedures which are applied in translating the comics, they are: literal translation (30,3%), transference (6,6%), naturalization (9,3%), synonymy (5,4%), modulation (22,2%), reduction and expansion (19,5), transposition shift (4%) and couplet (2,7%).
The final finding also reveals a unique tendency between rhetorical question and modulation procedure. Rhetorical question with its implicit meaning tends to be translated by modulation. In this case, modulation helps rhetorical question because its implicit meaning is reproduced from the SL into the TL in order to gain translation that does not exceed the limited space.
After conducting this research, another finding has been discovered. The use of reduction procedure toward the interrogative sentences has changed its types in the translation. Most cases happen in positive yes/no question that changes into declarative yes/no question and wh-information question turns into elliptical question.
1492418240C1G014017PENGARUH PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH
(STUDI PADA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH KABUPATEN CILACAP)
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan di pemerintah Kabupaten Cilacap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan sistem informasi akuntansi dan kompetensi sumber daya manusia terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.
Hipotesis dalam penelitian ini adalah penerapan sistem informasi akuntansi dan kompetensi sumber daya manusia berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Pengujian hipotesis menggunakan metode analisis regresi linier berganda.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SKPD di Kabupaten Cilacap. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 41 SKPD. Data diambil dengan membagikan kuesioner kepada responden terpilih yaitu sebanyak 100 orang pegawai penatausahaan keuangan/staf bagian akuntansi di SKPD Kabupaten Cilacap.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi akuntansi dan kompetensi sumber daya manusia berpengaruh signifikan dan memiliki koefisien yang positif terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat penerapan sistem informasi akuntansi dan semakin tinggi kompetensi sumber daya manusia maka akan semakin tinggi pula tingkat kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.
Implikasi dari penelitian ini adalah kualitas laporan keuangan pemerintah daerah dapat ditingkatkan melalui beberapa cara, antara lain: (1) sosialisasi dan training secara berkala terkait aplikasi dan aturan teknis yang terkait dengan laporan keuangan; (2) melakukan upgrade infrastruktur (server) serta melakukan pendataan dan perbaikan peralatan (komputer, CPU) yang rusak/usang dengan segera; (3) menempatkan pegawai dengan latar belakang pendidikan akuntansi di bagian keuangan; (4) mengadakan pendidikan dan pelatihan pegawai yang terlibat dalam pengelolaan keuangan.
This research is quantitative research was conducted in Cilacap regency. The purpose of this research was to determine the effect of the application of accounting information systems and human resource competencies on the quality of local government financial reports.
The hypothesis of this research is the application of accounting information systems and human resource competencies to influence the quality of local government financial reports. Hypothesis testing using the method of multiple linear regression analysis.
The population in this research are all SKPD in Cilacap. Samples were taken using simple random sampling technique and Slovin’s formula to determining the sample size. The number of samples in this research were 41 SKPD. Data retrieved by distributing questionnaires to selected respondents as many as 100 employees of the financial administration / accounting department staff of SKPD Cilacap regency.
Based on the results have shown that the application of accounting information systems and human resource competencies significantly influence and have a positive coefficient on the quality of local government financial reports. It shows that the higher the level of implementation of accounting information systems and the higher the competence of human resources, the higher the level of quality of financial reports of local government.
The implication of this study is the quality of local government financial reports could be improved in several ways, among others: (1) regular socialization and training related applications and technical rules related to the financial statements; (2) upgrading infrastructure (servers) as well as perform data collection and repair of equipment (computer, CPU) damaged / worn immediately; (3) placing employees with educational background in finance accounting; (4) conduct education and training of staff involved in financial management.
1492518242E1A010153KEWENANGAN PRESIDEN DALAM PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN JAKSA AGUNG (Studi putusan MK Nomor 49 / PUU – VII / 2010 Tentang Permohonan Pengujian Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945)Kontroversi pemberhentian Jaksa Agung Hendarman Supandji bermula ketika Jaksa Agung menetapkan Yusril Ihza Mahendra sebagai tersangka kasus dugaan korupsi biaya akses sistem administrasi badan hukum (sisminbakum). Yusril Ihza Mahendra selaku tersangka mengajukan permohonan uji materi kepada Mahkamah Konstitusi terhadap pasal 22 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 Tentang Kejaksaan RI. Menurutnya, pasal tersebut tidak memberikan kepastian hukum atas jabatan Jaksa Agung, sehingga dengan berlakunya pasal tersebut Yusril Ihza Mahendra dirugikan hak konstitusionalnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji dasar pertimbangan hakim Mahkamah Konstitusi serta akibat hukum dari putusan Mahkamah Konstitusi nomor 49/PUU-VII/2010. Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum normatif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, pendekatan kasus, pendekatan historis, dan pendekatan perbandingan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, dapat disimpulkan bahwa Mahkamah Konstitusi dalam putusan ini telah membentuk norma baru melalui putusan berjenis konstitusional bersyarat, dengan berdasarkan pertimbangan hakim mengenai sejarah kedudukan Kejaksaan dan konvensi ketatanegaraan yang mengatur masa jabatan Jaksa agung. Putusan ini ternyata tidak membawa akibat hukum terhadap kasus sisminbakum yang dihadapi Yusril Ihza Mahendra dan juga tidak dapat memberhentikan Hendarman Supandji sebagai Jaksa Agung sebab putusan Mahkamah Konstitusi tidak dapat berlaku surut. Keberlakuan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 49/PUU-VII/2010 baru berlaku untuk Pengangkatan Jaksa Agung selanjutnya.The termination controversy of General Attorney Hendarman Supandji began when the he accused Yusril Ihza Mahendra as corruption suspect for access fee in legal entity administration system (Sisminbakum). Yusril Ihza Mahendra as a suspect, requested a Judicial Review to Constitutional Court against article 22 verse (1) letter d of Law Number 16 Year 2004 Concerning Indonesian Attorney. According to him, the article does not provide law certainty to General Attorney position, as the result, Yusril Ihza Mahendra constitutional rights is lost. The purpose of this research is for assess the basis considerations of the judge Constitutional Court and the legal consequences Constitutional Court decision Number 49/PUU-VII/2010. This study is a normative legal research. The research approach used in this research are statute, conceptual, case, and historical approach. Based on the research results, it can be concluded that the Court decision has established a new norm through various conditional constitutional decision, and based upon the judge consideration about history of Attorney Office and constitutional conventions governing tenure of General Attorney. This decision did not bring legal consequences for the Sisminbakum case faced by Yusril Ihza Mahendra and also cannot lay off Hendarman Supandji as General Attorney because of the Constitutional Court decision can not be applied retroactively. The enforceability of the Constitutional Court decision Number 49/PUU-VII/2010 can be applied for the next appointment of the General Attorney.
1492618243E1A013009PELAKSANAAN PERAN SERTA MASYARAKAT
DALAM PELESTARIAN CAGAR BUDAYA DI KABUPATEN BANYUMAS
Skripsi ini menguraikan mengenai pengaturan peran serta masyarakat dalam pelestarian cagar budaya serta membahas bagaimana pelaksanaan dari peran serta masyarakat tersebut khususnya di wilayah Kabupaten Banyumas. Pelestarian cagar budaya telah diatur di dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya dan di dalam Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 4 Tahun 2015 Tentang Cagar Budaya, di dalam kedua Peraturan Perundang-undanga itu memberikan porsi yang besar terhadap peran serta masyarakat dengan cara diatur dalam pasal-pasal di dalamnya dan mengenai pelaksanaan dari peran serta masyarakat tersebut menjadi sebuah permasalahan yang menarik untuk diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk pengaturan peran serta masyarakat dalam pelestarian cagar budaya dan bagaimana pelaksanaan dari peran serta masyarakat tersebut khususnya di wilayah Kabupaten Banyumas.

Penelitian ini termasuk tipe penelitian yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian yaitu deskriptif, sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data adalah wawancara dengan narasumber dan studi kepustakaan, untuk metode analisis menggunakan analisis data kualitatif.

Kesimpulan dari hasil penelitian yaitu dalam kedua Peraturan Perundang-undangan tersebut memerintahkan kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam melestarikan cagar budaya dengan tiga bentuk pelestarian yaitu, Pelindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan, pelaksanaan dari pasal-pasal yang mengatur peran serta masyarakat di Kabupaten Banyumas tersebut sudah dirasa cukup baik karena cagar budaya dianggap memiliki nilai magis/sakral oleh masyarakat, namun masih ada beberapa cagar budaya yang terlantar karena dianggap tidak memiliki nilai magis/sakral dan sudah tidak berfungsi lagi.
This thesis describe about the public participation in the concerving of cultural heritage and discuss how the implementation of the public participation, especially in the Banyumas Regency. Conserving of cultural heritage has been set in Law Number 11 Year 2010 About The Cultural Heritage and in the Lokal Regulation of Banyumas Regency Number 4 Year 2015 About the Cultural Heritage, in bouth of the regulation are giving big porsion to the involvement of society for caring pledge and also its has been set in articles which is include it. The implementation of involvement of society is become a problem that intresting to be discuss in this research. The purpose of this research was to determine how the shape setting community participation in the preservation of cultural heritage and how the implementation of the public participation, especially in the Banyumas Regency.

This research includes the type of juridical sociological research with specification research that is descriptive narrative, the source of the data used is primary data and secondary data, and data collection techniques are interviews with sources and literature study, to methods of analysis is using qualitative data analysis.

Conclusions from the resaearch that in both the legislation ordered the public to play an active role in concerving the cultural heritage preservation in three forms, namely, Protection, Development and Utilization, the implementation of the provisions governing public participation in Banyumas is already deemed good enough for the cultural heritage is considered to have magical value / sacred by the community, but there are still some cultural heritage is neglected because they do not have a magical value / sacred and is not working anymore.
1492718244E1A112092IMPLEMENTASI PERPRES NO. 87 TAHUN 2016 TENTANG SATUAN TUGAS SAPU BERSIH PUNGUTAN LIAR DI WILAYAH HUKUM POLRES PEKALONGANABSTRAK
Masalah pungutan liar di Indonesia, sekarang ini sudah sangat memprihatinkan. Pungutan liar sudah sangat merusak moral bangsa indonesia. Pengawasan yang ada di instansi pelaksana publik masih lemah dan membuka untuk terjadinya praktik pungutan liar, maka kebijakan Reformasi Hukum harus dijalankan untuk memberantas perbuatan pungutan liar yang sangat merugikan bangsa dan negara.
Maka penulis melakukan penelitian dengan judul :
Implementasi Perpres No. 87 Tahun 2016 Tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar di Wilayah Hukum Polres Pekalongan
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan yang pertama, bagaimana pelaksanaan perpres no. 87 tahun 2016 tentang satgas saber pungli di polres pekalongan? kedua, apa saja hambatan yang dihadapi dalam upaya memberantas pungutan liar oleh satgas saber pungli di polres pekalongan?
Berdasarkan hasil penelitian, Perpres No. 87 tahun 2016 tentang satgas saber pungli ini dibentuk untuk menanggulangi dan menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya pungutan liar di Kota Pekalongan. Peneliti melakukan penelitian di Polres Pekalongan. Hasil penelitian yang dicapai menunjukkan bahwa faktor terjadinya pungutan liar yang dilakukan oleh badan pelayanan publik yang berada di wilayah hukum polres pekalongan adalah kurangnya kesadaran masyarakat dan tenaga pelayan publik yang menyimpang sehingga membuka peluang praktik pungutan liar. Upaya pencegahan pungutan liar yang dilaksanakan adalah pertama menggunakan metode Pre-emtif yaitu upaya awal untuk mencegah terjadinya tindak pidana dengan menanamkan norma yang baik pada masyarakat. Metode kedua yaitu upaya preventif dengan tujuan mencegah sebelum terjadinya tindak pidana dengan melakukan sosialisasi, serta upaya terakhir yaitu pencegahan represif dengan penjatuhan hukuman.
ABSTRACT
Now a days the problem about illegal charge is already alorming. Illegal charge already ruin moral of nation. The implementers in public service institution is still weak and it open the cause of illegal charge, therfore the law reformation policy should be executed for combat illegal charge which already harmful for nation and the country its self.
The writer did a research with the title :
The implementation of perpres n0. 87 of 2016 about the task unit sweep illegal levies in the jurisdiction of the police station pekalongan
Based on the explaination above, the problem can be formulated first, how to iplemented the “perpres no. 87 tahun 2016 about satgas saber pungli in polres pekalongan? Second, what is the obstacle that faced in order to give on effort for can bating the illegal charge by satgas saber pungli in polres pekalongan?
Based on on research perpres no. 87 tahun 2016 about satgas saber pungli, is made for tacling and analyze the factor that cause illegal charge happened in pekalongan. Research do a research in polres pekalongan the result that already achived, shows the factors that caused illegal charge by public service in polres pekalongan were lack of society awarness and the power of public service staff which are deviate, so it will open the opportunity of illegal charge. The preventive effort of illegal charge are first, use the preventive methode, that is the early effort for prevent criminal act by invest the good norm in society, second the preventive effort by the goals for prevent the things before criminal act happen that can us with sosialisation. The last is, the effort for preventive represive by giving punishment.
1492818245C1C013071PENGARUH KESADARAN WAJIB PAJAK, PENGETAHUAN WAJIB PAJAK, LINGKUNGAN WAJIB PAJAK, KUALITAS PELAYANAN FISKUS, DAN SANKSI PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kesadaran wajib pajak, pengetahuan wajib pajak, lingkungan wajib pajak, kualitas pelayanan fiskus dan sanksi perpajakanterhadap kepatuhan wajib pajak. Hipotesis yang diajukan adalah kesadaran wajib pajak, pengetahuan wajib pajak, lingkungan wajib pajak, kualitas pelayanan fiskus dan sanksi perpajakanberpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah wajib pajak orang pribadi yang terdaftar pada KPP Pratama Yogyakarta. Pemilihan sampel dengan metode Simple Random Sampling, yang ketika dihitung menggunakan rumus Slovin sampel minimal untuk penelitian ini adalah 100responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran wajib pajak, pengetahuan wajib pajak, lingkungan wajib pajak, kualitas pelayanan fiskus dan sanksi perpajakanberpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak. This study aimed to examine the influence of taxpayers’ awareness, taxpayers’ knowledge, taxpayers’ environmental, quality of tax authorities’ service, and tax penalties. The hypothesis proposed is that the taxpayers’ awareness, taxpayers’ knowledge, taxpayers’ environmental, quality of tax authorities’ service, and tax penalties affect the tax compliance. This research is a quantitative research with survey method. The population of this study is the individual taxpayers listed on KPP Pratama Yogyakarta. The method used to determine the amount of samples is simple random sampling method, on how when it has calculated by using Slovin formula, the result of minimum samples for this study is 100 employees. The data used in this study are primary data. However statistical analysis method used is multiple linier regression analysis. The result show that the taxpayers’ awareness, taxpayers’ knowledge, taxpayers’ environmental, quality of tax authorities’ service, and tax penalties affect the tax compliance.
1492918246F1G012005Kepribadian Ganda Tokoh Rivai dalam Novel Deviasi Karya Mira W.Skripsi ini berjudul “Kepribadian Ganda Tokoh Rivai dalam Novel Deviasi karya Mira W”. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan wujud kepribadian ganda yang dialami tokoh Rivai dalam novel Deviasi karya Mira W.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, dengan difokuskan pada gangguan kepribadian ganda yang dialami tokoh Rivai pada novel Deviasi karya Mira W. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah membaca keseluruhan isi novel dan memahami isi novel, kemudian mencatat data-data yang penting dan mengklasifikasikan data tersebut sesuai dengan rumusan masalah berdasarkan novel yang ada. Selanjutnya dianalisis dengan pendekatan Psikologi Sastra
Hasil penelitian ini menjelaskan secara deskriptif mengenai kepribadian ganda yang dialami tokoh Rivai, dengan ciri-ciri adanya kehadiran dua kepribadian yang berbeda, kemudian dua identitas atau kepribadian ini berulang-ulang mengendalikan perilaku seseorang, ketidak mampuan mengingat informasi penting yang berhubungan dengan dirinya yang tidak wajar untuk dianggap hanya lupa biasa, serta penyebab dari gangguan ini karena peristiwa traumatik pada masa kanak-kanak meliputi penyiksaan fisik maupun seksual. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat dihasilkan gambaran mengenai gangguan kejiwaan berupa kepribadian ganda sebagai cerminan kehidupan manusia yang telah dituliskan oleh Mira W dalam novel Deviasi.
This research is entitled “Kepribadian Ganda Tokoh Rivai dalam Novel Deviasi karya Mira W”. The purpose of this study is to describe the realization of double personality experienced by the character of Rivai in the novel of Deviasi written by Mira W.
The research uses a descriptive analytical method focusing on double personality disorder experienced by the character of Rivai in the novel of Deviasi written by Mira W. The research of data are collected through reading, understanding, note taking, classifying and analyzing them with a psychological literary approach based on the formulated research problems.
The results descriptively show that the double personality experienced by the character of Rivai is characterized by the presence of two different personalities which frequently control his attitudes dealing with his incompetence to recall the important information related to himself which is considered unusual due to the facts that the experienced these traumatic incidents during his childhood, such as the physical and sexual harassments. Based on above explanations , it indicates that mental disorder in the forms of double personality is one reflection of human life as written by Mira W in her novel of Deviasi.
1493024390H1G014012Potensi Keanekaragaman dan Afinitas Vegetasi Mangrove di Segara Anakan bagian Timur, CilacapMangrove merupakan tumbuhan yang hidup di kawasan pesisir yang pertumbuhannya di pengaruhi oleh pasang surut air laut. Vegetasi mangrove yang membentuk pola adaptasi, asosiasi, zonasi, hingga potensi keankeragaman hayati hingga membuat suatu struktur komunitas yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekosistem mangrove yang berdasarkan keanekaragaman dan afinitas di Segara Anakan, Cilacap. Metode yang digunakan yaitu metode survei dengan metode transek garis dan petak contoh, dan teknik penarikan contoh menggunakan cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai keanekaragaman pada tingkat pohon dari keseluruhan stasiun termasuk dalam kategori sedang, dengan nilai tingkat keanekaragaman berkisar antara 0,55 - 2,15. Afinitas menunjukan hasil yang beragam dengan Index Ochiai dari keseluruhan stasiun berkisar antara 0 – 0,94. Berdasarkan pengukuran hasil kualitas air salinitas, Temperatur, pH, dan tekstur tanah berada di toleransi untuk mangrove tumbuh dengan baik. Unsur hara tanah dari nitrat dan fospat mencukupi untuk pertumbuhan mangrove dan pirit masih berada padai toleransi untuk pertumbuhan mangrove.Mangroves are plants that live in coastal areas whose growth is influenced by tides. Mangrove vegetation that forms patterns of adaptation, association, zoning, to the potential for biodiversity to form a distinctive community structure. This study aims to determine the potential of mangrove ecosystems based on biodiversity and affinity in Segara Anakan, Cilacap. In a survey method with line transect and sample plot methods, and sampling uses cluster random sampling. The results of the research on the diversity value at the tree level of the entire station are included in the medium category, with the value of the diversity level ranging between 0.55 - 2.15. Affinity has mixed results with the Ochiai Index from all stations ranging from 0 - 0.94. Based on measurements of salinity water quality results, temperature, pH, and soil texture are tolerated for mangroves to grow well. Soil nutrients from nitrate and phosphate are sufficient for the growth of mangroves and pyrite which are still in tolerance for mangrove growth.
1493118238C1B013073Pengaruh Return on Assets, Loan to Deposit Ratio, Debt Ratio, Non Performing Loan, dan Arus Kas Operasi terhadap Financial Distress (Studi Kasus Pada Industri Perbankan yang Terdaftar di BEI Periode Tahun 2011-2015)Penelitian ini membahas probabilitas financial distress dengan menganalisis laporan keuangan bank. Metode statistik digunakan untuk menguji hipotesis penelitian, yaitu regresi logistik. Variabel terikat yang digunakan adalah Financial Distress yang dikategorikan dengan Earning Per Share (EPS) dan variabel bebas adalah (1) Return on Assets (ROA), (2) Loan to Deposit Ratio (LDR), (3) Debt Ratio (DR), (4) Non Performing Loan (NPL), dan (5) Arus Kas Operasi. Data penelitian diambil dari laporan keuangan industri perbankan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun periode 2011-2015. Sampel terdiri dari 27 bank kategori financial distress dan 3 bank non financial distress. Hasil empiris penelitian ini mengindikasikan bahwa Debt Ratio dan Non Performing Loan adalah variabel yang signifikan yang mempengaruhi kondisi financial distress bank.This study aims to find the probability effects of Financial Distress by analyzing the financial statements of banks. The statistic method used to test the research hypothesis was logistic regression. The dependent variable used is Financial Distress categorized by Earning Per Share (EPS) and the independent variables are (1) Return on Assets (ROA), (2) Loan to Deposit Ratio (LDR), (3) Debt Ratio (DR), (4) Non Performing Loan (NPL), and (5) Operating Cash Flow. Data were taken from the financial statements of the banking industry which is listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in the period 2011-2015. The sample consisted of 3 banks categorized financial distress and 27 banks non financial distress. The empirical results of this study indicate that the DR and NPL is a significant variable affecting the bank's financial distress.
1493218251F1C013007Pengaruh Penggunaan Search Engine Google Terhadap Perilaku Mencari Informasi Akademis (Studi pada Mahasiswa Program Sarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNSOED).Penelitian ini berjudul Pengaruh Penggunaan Search Engine Google Terhadap Perilaku Mencari Informasi Akademis (Studi pada Mahasiswa Program Sarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNSOED). Permasalahan utama yang dibahas dalam penelitian ini ialah seberapa besar pengaruh antara penggunaan search engine google dengan perilaku mahasiswa program sarjana FISIP UNSOED dalam mencari informasi akademis.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan cara menyebarkan kuisioner secara online. Teknik pemilihan responden menggunakan proportionate random sampling, dengan jumlah responden 96 orang. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan search engine google (variabel X) terhadap perilaku mencari informasi akademis (variabel Y). Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teori Stimulus-Organism-Response (S-O-R).
Hasil perhitungan statistik pada penelitian ini diperoleh nilai adjusted R2 sebesar 0.186 yang berarti variabel X memiliki pengaruh 18.6% terhadap variabel Y. Berdasarkan perhitungan statistik diperoleh pula angka signifikansi sebesar 0.00, dimana angka 0.00<0.05 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa HO ditolak dan Ha diterima yang berarti hipotesis pada penelitian ini diterima. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini ialah penggunaan search engine google memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku mencari informasi akademis mahasiswa program sarjana FISIP UNSOED.
The tittle of the study is Pengaruh Penggunaan Search Engine Google Terhadap Perilaku Mencari Informasi Akademis (Studi pada Mahasiswa Program Sarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNSOED). The main topic discussed in the study is about how search engine "Google" affects the behaviour of the students of the Social and Political Sciences Faculty UNSOED in seeking academic information.
The writer used quantitative analysis by giving out online questionnaires. There were 96 respondents. The technique used was Proportionate Random Sampling. The study used simple linear analysis to determine how use of search engine Google (X variable) affects the behaviour of seeking the information (Y variable). The writer used Stimulus-Organism-Response (S-O-R) theory.
The result of the statistical data from the study were obtained the value of adjusted R2 is 0.816 which meant the X variable affected the Y variable. According to the data, it was obtained the significant value of data was 0.00 here 0.00 < 0.05 which can be concluded that Ho was rejected and Ha was accepted means the hypothesis of the study was accepted. The result of the study is that use of search engine "Google" affects the behaviour of the students in finding academic information.
1493318252C1B013055ANALISIS PENGARUH RISK PROFILE GOOD CORPORATE GOVERNANCE EARNING DAN CAPITAL TERHADAP RETURN ON ASSETS INDUSTRI PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2011-2015Penelitian ini berjudul Analisis Pengaruh Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning, dan Capital terhadap Return On Assets Industri Perbankan yang Terdafar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2015. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh dari Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning, dan Capital terhadap Return On Assets. Objek yang diteliti adalah Non Performing Loan, Loan to Deposit Ratio, Good Corporate Governance, Net Interest Margin, Capital Adequacy Ratio dan Return On Assets. Hipotesis dalam penelitian ini menyatakan bahwa Non Performing Loan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return On Assets; Loan to Deposit Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Assets; Good Corporate Governance berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Assets, Net Interest Margin berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Assets, serta Capital Adequacy Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Assets.
Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Sampel penelitian ini diperoleh menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 20 bank. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Non Performing Loan, Loan to Deposit Ratio, dan Capital Adequacy Ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return On Assets, sedangkan Good Corporate Governance tidak berpengaruh signifkan terhadap Return On Asset, dan Net Interest Margin berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Assets.
Implikasi dari penelitian ini, manajemen bank perlu memperhatikan faktor yang dapat mempengaruhi Return On Assets. Manajemen bank perlu menjaga standar kesehatan bank sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Investor dan calon investor sebaiknya berfokus pada rasio keuangan dalam berinvestasi.
This research entitled Analysis Influence of Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning and Capital on Return On Assets of The Banking Industry Listed in Indonesia Stock Exchange in period 2011-2015. Purpose of this research was determine and analyze the influence of Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning and Capital on Return On Assets. Hypothesis on this research are Non Performing Loan has a negative and significant influence on Return On Assets; Loan to Deposit Ratio has a positive and significant influence on Return On Assets; Good Corporate Governance has a positive and significant influence on Return On Assets; Net Interest Margin has a positive and significant influence on Return On Assets; and Capital Adequacy Ratio has a positive and significant influence on Return On Assets.
Analysis method on this research used multiple linear regression. Technical sampling used purposive sampling and total sample is 20 banks. Based on the research results indicated that Non Performing Loan, Loan to Deposit Ratio, and Capital Adequacy Ratio had negative and significant influence on Return On Assets, while Good Corporate Governance has not significant influence on Return On Assets, and Net Interest Margin has positive and significant influence on Return On Assets.
The implication of this research was bank management needed to consider factors that may influence Return On Assets. Bank management needed to maintain health of bank in accordance with the standard that have been stipulated. Investors and prospective investors should focus on financial ratio in investing.
1493418247C1B013092ANALISIS PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL KEPEMILIKAN MANAJERIAL PROFITABILITAS LIKUIDITAS DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN (Studi Pada Perusahaan Ritel yang Terdaftar di BEI Periode 2012-2015)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Manajerial, Profitabilitas, Likuiditas dan Struktur Modal yang berdampak pada Kebijakan Dividen pada Perusahaan Ritel Terdaftar di bursa efek untuk periode 2012-2015.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama masa studi. Metode pengumpulan data menggunakan purposive sampling, untuk mendapatkan 6 perusahaan. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda untuk menganalisis data dengan menggunakan SPSS 17. Menguji hipotesis dengan menggunakan koefisien determinasi, statistik uji-t dan statistik uji-F.
Hasilnya menunjukkan bahwa kepemilikan institusional tidak mempengaruhi kebijakan dividen karena investor institusi tidak terlibat langsung dalam pengambilan keputusan dividen perusahaan. Kedua, kepemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen bagi manajer perusahaan yang ingin memberikan yang terbaik bagi perusahaan dan melalui reinvestasi dana perusahaan. Ketiga, pengembalian aset yang secara negatif mempengaruhi kebijakan dividen untuk kebijakan dividen bergantung pada keuntungan yang diperoleh perusahaan. Keempat, rasio lancar tidak mempengaruhi kebijakan dividen untuk likuiditas perusahaan belum tentu membayar dividen kepada pemegang saham. Kelima, rasio hutang terhadap ekuitas secara negatif mempengaruhi kebijakan dividen untuk ukuran modal perusahaan akan mempengaruhi dividen.

The aim of this research is to analyze Institutional Ownership, Managerial Ownership, Profitability, liquidity and Capital Structure impact on Dividend Policy in Retail Companies Listed on the stock exchange for the period 2012-2015.
The population in this study are all retail companies listed in Indonesia Stock Exchange during the study period. Methods of data collection using purposive sampling, in order to obtain 6 companies. This study uses multiple regression analysis to analyze the data using SPSS 17. Testing the hypothesis by using the coefficient of determination, t-test statistics and F-test statistics.
The results show that institutional ownership does not affect the dividend policy because institutional investors are not directly involved in the decision-making corporate dividends. Second, managerial ownership negatively affect the dividend policy for the company's managers want to provide the best for the company and through the reinvestment of company funds. Third, return on assets negatively affect the dividend policy for dividend policy depends on the profit earned by the company. Fourth, the current ratio does not affect the dividend policy for the company's liquidity will not necessarily pay dividends to shareholders. Fifth, debt to equity ratio negatively affect the dividend policy for the size of the company's capital will affect the dividend.
1493518248E1A013068PENGELOLAAN BARANG SITAAN NEGARA DI TINGKAT KEPOLISIAN DAN KEJAKSAAN DALAM WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI CILACAPBarang bukti merupakan suatu hal yang penting yang dibutuhkan dalam proses peradilan. Oleh karena itu agar barang bukti/barang sitaan tersebut dapat digunakan untuk kepentingan pembuktian di sidang pengadilan, maka barang sitaan tersebut harus dikelola dengan baik agar tetap utuh baik jumlahnya maupun kondisinya. Kepolisian dan Kejaksaan tidak hanya mempunyai kewenangan dan tanggung jawab yuridis terhadap barang sitaan, tetapi juga mempunyai tanggung jawab fisik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengelolaan barang sitaan negara di Polres Cilacap dan Kejaksaan Negeri Cilacap dan mengetahui kendala yang dihadapi dalam pengelolaan barang sitaan negara di Polres Cilacap dan Kejaksaan Negeri Cilacap. Hasil penelitian pengelolaan barang sitaan negara di Polres Cilacap tidak dititipkan ke RUPBASAN. Pengelolaan barang sitaan negara di Kejaksaan Negeri Cilacap baru direalisasikan menitipkan barang sitaan ke RUPBASAN yaitu pada tahun 2017. Faktor kendala yang paling utama pada proses pengelolaan barang sitaan negara di Polres Cilacap dan Kejaksaan Negeri Cilacap ialah terkendala pada faktor penegak hukum itu sendiri karena masih banyaknya aparat Polres Cilacap yang menggunakan barang sitaan. Di Kejaksaan Negeri Cilacap kurangnya personil yang menjaga dan merawat barang sitaan sehingga kualitas Sumber Daya Manusianya masih dikatakan kurang.
Kata kunci : Pengelolaan barang sitaan negara, Kepolisian, Kejaksaan.



Evidence is an important thing needed in the judicial process. Therefore, in order for the evidence or confiscated goods to be used for the sake of evidence in the trial, then the consfiscated goods must be managed properly to remain intact both in number and condition. Police and prosecutor’s not only have juridicial authority and responsibility for confiscated goods, but also have physical responsibility. The purpose of this study is to know and analyze the management of state confiscated goods in Cilacap Police and Cilacap State Attorney and to know the constraints faced in the management of confiscated goods ini Cilacap Police and Cilacap State Attorney. The result of the management of confiscated goods in Cilacap Police are not deposited to RUPBASAN. The management of state confiscated goods in the Cilacap District Prosecutor just realized to leave confiscated goods to RUPBASAN that is in 2017. The main constraint factor in the process of confiscation of state confiscated goods in Cilacap Police and Cilacap State Attorney is constrained on law enforcement factor itself because there are still many Cilacap Police apparatus that use confiscated goods. At the Cilacap State Prosecutor’s lack of personnel who maintain and care for confiscated goods so that the quality of Human Resources is still said to be lacking.
Keywords : Management of state confiscated goods, Police, Prosecutor’s Office.
1493618249C1L010029THE EFFECT OF FINANCIAL LITERACY TO THE REVENUE OF TRADITIONAL MARKET SELLER (A Study on the Seller of PasarManis Purwokerto, Kabupaten Banyumas)Penelitian ini membukukan "Pengaruh Melek Keuangan terhadap Pendapatan Penjual Pasar Tradisional (Studi pada Penjual Pasar Manis Purwokerto, Kabupaten Banyumas)". Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah literasi keuangan yang mencakup perilaku keuangan, perilaku, pengetahuan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan penjual pasar treditional. Penelitian ini dilakukan di Pasar Manis Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan teknik sampling yang digunakan adalah convinience sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah penjual pasar tradisional di Pasar Manis Purwokerto. Mengacu pada hasil Solvin Formula, ditemukan sampel berukuran 84 responden. Selanjutnya, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda.
Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan analisis variabel; Sikap keuangan, perilaku keuangan dan pengetahuan keuangan, mereka secara positif mempengaruhi pendapatan penjual di Pasar Manis Purwokerto. Ini berarti ketiga variabel tersebut dibutuhkan bagi penjual dan perlu terus ditingkatkan untuk meningkatkan pendapatan penjual. Berdasarkan jawaban dari kuesioner, masih banyak responden yang menjawab dengan variabel pengetahuan netral terhadap pengetahuan keuangan, yang berarti bahwa banyak responden belum memahami dasar-dasar keuangan, hal ini harus diperhatikan oleh penjual di Pasar Manis Purwokerto karena pengetahuan keuangan sangat penting. Dan sangat bermanfaat bagi setiap pemilik bisnis.
This research was entiteled "The Effect Of Financial Literacy To The Revenue Of Traditional Market Seller (A Study on the Seller of Pasar Manis Purwokerto, Kabupaten Banyumas)". The aims of this research to find out whether financial literacy which includes financial attitude, behaviour, knowledge have a siginificant influence on the revenue in treditional market sellers. This research was conducted at Pasar Manis Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Method of study was survey with sampling technique used was convinience sampling. Population of this research was total number of traditional market seller in Pasar Manis Purwokerto. Refers to the result of Solvin Formula, it was found the sample size of 84 respondents. Furthermore, the technique data analysis used in this study was multiple linear regression analysis.
Based on the result of data analysis, it could be concluded analysis of variables; financial attitude, financial behavior and financial knowledge, they positively influence the revenue of sellers in Pasar Manis Purwokerto. This means that those three variables are needed for the sellers and need to be continually improved in order to increase the revenue of sellers. Based on the answers from the questionnaire, there are still many respondents who answer with neutral to financial knowledge variable, meaning that many respondents have not understood the basics of financial yet, this should concern the sellers in Pasar Manis Purwokerto because financial knowledge is very important and really beneficial for every business owners.
1493718250E1A011118GUGAT CERAI KARENA NAFKAH BATIN TIDAK TERPENUHI
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor : 126/Pdt.G/2014/PA.SKG.)
Setiap manusia memiliki hasrat untuk melanjutkan keturunan dengan melakukan perkawinan. Hasrat itu menjadi dorongan untuk adanya bentuk hidup suami istri, hidup berkeluarga, dan akhirnya membentuk suatu masyarakat negara. Tujuan dari perkawinan menurut Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 adalah untuk membentuk suatu keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, meskipun tujuan perkawinan adalah untuk selama-lamanya, akan tetapi undang-undang perkawinan memperbolehkan perceraian dengan alasan yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum, dalam artian perceraian merupakan alternatif terakhir yang boleh ditempuh apabila kehidupan rumah tangga tidak dapat dipertahankan. Salah satu putusnya perkawinan karena adanya perceraian, alasan perceraian ini diatur dalam penjelasan Pasal 39 ayat (2) huruf (e) tentang alasan perceraian karena salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit yang mengakibatkan tidak dapat menjalankan kewajiban sebagai suami atau istri.
Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana pertimbangan hukum Hakim dalam mengabulkan gugat cerai karena nafkah batin tidak terpenuhi yang terjadi di Pengadilan Agama Sengkang pada putusan nomor 126/Pdt.G/2014/PA.SKG. Metode Penelitian yang digunakan dalam penulisan hukum ini adalah yuridis normati atau legal approach, yaitu penelitian yang difokuskan untuk mengkaji penerapan kaidah-kaidah atau norma-norma dalam hukum positif.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Hakim tidak menggunakan alasan perceraian karena perselisihan yang timbul karena ejakulasi dini dalam Penjelasan Pasal 39 ayat 2 huruf (f) Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 jo Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam jo. Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 1975. Hakim hanya menggunakan alasan perceraian karena suami mendapat cacat badan atau penyakit berupa ejakulasi dini yang terdapat dalam Pasal 39 ayat 2 huruf (e) jo. Pasal 19 huruf (e) Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (e) Kompilasi Hukum Islam.
Every human being has the desire to continue the descent by conducting marriages. A passion that became the impetus for the existence of life forms living family, husband and wife, and eventually formed a society of States. Purpose of marriage according to law number 1 of 1974 is to form a family or household its happy eternal based on godhood of almighty god. Altough the purpose of marriage is forever, but the act of mating allow divorce with reason that can be accounted for indefensible. One of the breakdown in the marriage because of the divorce, the subparagraph (e) of the reason for divorce, because one of the parties had the impairment or illness which resulted in can’t run their obligations as a husband or wife.
The problem in this research is how legal considerations the judge in granting a divorcement of unfulfilled inner living happened in Sengkang Religious Court on the decision NO. 126 / Pdt.G / 2014 / PA.SKG. The Methods used in this research is juridical normative.
The results revealed that the judge did not use the excuse of divorce because of disputes that arise because of premature ejaculation in the elucidation of Article 39 paragraph 2 (f) of Law No. 1 of 1974 in conjunction with Article 116 letter (f) Compilation of Islamic Law jo. Article 19 letter (f) of Government Regulation No. 9 of 1975. The judge simply use the excuse of divorce because her husband got a disability or illness in the form of premature ejaculation is contained in Article 39 paragraph 2 (e) jo. Article 19, point (e) of Government Regulation No. 9 of 1975 jo. Article 116 letter (e) Compilation of Islamic Law.
1493818254F1C013070Strategi Marketing Public Relations PT. Pos Indonesia (PERSERO) Purwokerto dalam Mempertahankan Loyalitas PelangganPerkembangan internet kini mulai diikuti dengan menjamurnya jual beli online. Jual beli online ini mengharuskan barang dikirimkan ke tempat tujuan. Dengan begitu, meningkatnya jual beli online ini otomatis akan diikuti dengan meningkatnya kebutuhan transportasi barang dari satu tempat ke tempat lain. Dengan adanya fenomena tersebut maka tidak heran jika banyak bermunculan perusahaan jasa pengiriman barang. Semakin banyaknya perusahaan jasa pengiriman barang yang tersedia membuat perusahaan-perusahaan ini harus bersaing dengan sangat ketat.
Penelitian ini membahas tentang strategi marketing public relations PT. Pos Indonesia (Persero) Purwokerto dalam mempertahankan loyalitas pelanggan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi yang dilakukan Kantor Pos Purwokerto dalam mempertahankan loyalitas pelanggannya, walaupun ada banyak perusahaan sejenis yang bermunculan, namun sampai saat ini Kantor Pos masih eksis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini yakni dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam serta studi dokumentasi dan untuk validitas menggunakan triangulasi sumber data.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa strategi marketing public relations yang dilakukan oleh PT. Pos Indonesia (Persero) Purwokerto adalah (1) pendekatan pelanggan secara personal agar pelanggan merasa lebih diperhatikan, (2) memberikan pelayanan yang prima karena pelanggan adalah raja, (3) mengadakan special event secara berkala agar menarik perhatian pelanggan, (4) melakukan publikasi melalui media massa, serta publikasi yang disebut ‘owabong’ atau wajib ngomong yang tujuannya untuk mengenalkan produk-produk Pos agar dapat mempengaruhi seseorang memakai jasa perusahaan PT. Pos Indonesia.
Nowadays, internet developments are followed by the proliferation of online trading. It is a necessity for a seller to deliver the goods, which are bought from online trading, to a buyer. By doing so, the raise of online trading is automatically followed by the increasing need for distribution of goods from one place to another. No wonder if this phenomenon makes delivery service companies appear. Increasing number of delivery service company makes those companies should compete to another companies strictly.
This research discusses about the strategy of marketing public relations at PT. Pos Indonesia (Persero) Purwokerto in maintaining customer loyalty. The purpose of this study is to determine the strategy performed by Purwokerto Post Office in maintaining customer loyalty, Post Office still exist although there are many delivery service companies have sprung up. This method that is used in this research is qualitative. The method of informant selection is by using purposive sampling. The data for this research was collected by doing in-detail interview and documentation study and for the validity, this research is using triangulation of data source.
The results of the research shows the strategies of marketing public relations that is performed by PT. Pos Indonesia (Persero) Purwokerto are (1) approaching customer personally in order to make customers feel more cared for, (2) providing excellent service because the customer is everything, (3) performing special events regularly in order to attract the attention of customers, (4) performing publication through the mass media, also the publication called 'Owabong' or wajib ngomong that is aimed to introduce Pos products that can affect someone to use PT. Pos Indonesia services.
1493918232F1B012031KINERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA (SATPOL PP) KABUPATEN BANYUMAS DALAM MENEGAKKAN PERDA NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG PENANGGULANGAN PENYAKIT MASYARAKAT
(Studi Penertiban Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar di Kota Purwokerto)
Kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyumas dalam Menegakkan Perda Nomor 16 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat (Studi Penertiban Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar di Kota Purwokerto). Kinerja Satpol PP Kabupaten Banyumas dapat dilihat dari beberapa aspek antara lain yaitu: input, process, output, dan outcome. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan dilakukan melalui purposive sampling dan insidental sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja Satpol PP Kabupaten Banyumas dalam menegakkan Perda Nomor 16 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat masih belum maksimal. Hal ini disebabkan karena faktor jumlah sumber daya manusia yang belum mencukupi dan anggaran yang masih sangat kurang. Proses penertiban juga seringkali mengalami kendala seperti jadwal yang padat, PGOT sering kali melarikan diri dan terbatasnya kapasitas penampungan PGOT. Saat ini masih banyak PGOT yang berkeliaran di tempat-tempat umum dan pemukiman. PGOT yang telah dibina dan direhabilitasi seringkali kembali turun ke jalan akibat rendahnya kesadaran untuk mentaati Perda dan belum diberdayakan.
Performance Pamong Praja Police Unit (Satpol PP) Banyumas in Enforcing Regulation No. 16 Year 2015 about Society Disease Control (Study Curbing Beggars, Homeless and Displaced People in Purwokerto)". Satpol PP performance can be seen from several aspects, among others, namely: input, process, output and outcome. The method used is descriptive qualitative research method. Informant selection technique is done through purposive sampling and incidental sampling. The results showed that the performance of Satpol PP in enforcing Regulation No. 16 Year 2015 concerning Community Disease Control is still not optimal. This is due to factor the amount of human resources and insufficient budgetary still lacking. Demolition process also face obstacles like busy schedule, PGOT often escape and limited storage capacity PGOT. Currently there are many PGOT roaming in public places and settlements. PGOT who has nurtured and rehabilitated often back down to the road due to lack of awareness to abide by the regulations and have not been empowered.
1494018255E1A113033TINJAUAN YURIDIS STRATEGI PENANGANAN DAN PENYELESAIAN KREDIT BERMASALAH PADA BANK BUKOPIN CABANG PURWOKERTO Skripsi ini berjudul : “Tinjauan Yuridis Strategi Penanganan dan Penyelesaian Kredit Bermasalah Pada Bank Bukopin Cabang Purwokerto”. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis penyelesaian kredit bermasalah pada perjanjian kredit Bank. Permasalahan yang akan dibahas adalah bagaimanakah strategi penanganan dan penyelesaian kredit bermasalah pada Bank Bukopin cabang Purwokerto dalam perspektif KUHPerdata dan kendala yuridis yang dihadapi dalam penyelesaian kredit bermasalah pada Bank Bukopin cabang Purwokerto. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui dan menganalisis strategi penanganan dan penyelesaian kredit bermasalah pada Bank Bukopin cabang Purwokerto dalam perspektif KUHPerdata. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari Bahan Hukum Primer, Bahan Hukum Sekunder dan Bahan Hukum Tersier.
Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh hasil bahwa AD (debitur) dalam perjanjian kredit Nomor: 47/PWK/IX/2015, telah melakukan wanprestasi karena tidak melunasi sisa kredit yang harus dibayarkan kepada PT. Bank Bukopin Cabang Purwokerto (kreditur) sebelum jatuh tempo. Bank tidak secara langsung menggunakan haknya untuk mengeksekusi benda jaminan milik debitur, tetapi menggunakan cara Restrukturisasi atau penataan kembali kredit yang bermasalah tersebut. Dalam perspektif KUHPerdata model penyelesaian menggunakan Restrukturisasi adalah sama dengan Novasi atau pembaharuan hutang

Kata Kunci : Wanprestasi, Restrukturisasi, Novasi.

This thesis entitled : “ Juridical Review Handling Strategy And The Settlement Of Credit Issue At Bank Bukopin In Purwokerto”. This research wa conducted to analyze the settlement of non-performing loans in credit agreement of Bank. The problem that will be discussed in Bank Bukopin Purwokerto barnch in perspektive of civil code and juridical constraints faced in the settlement of non-performing lians at Bukopin Bank of Purwokerto branch. This research method used is legal research with the approach of legislation. The type of data is secondary data consisting of primary legal material, secondary law material and tertiary law material.
Based on the analysis, it is found that the AD (debitor) in the credit agreement number : 670/PWK-PIM/IX/2013. Has defaulted for not paying off the remaining credit to be paid to PT. Bank Bukopin Brach of Purwokerto (creditor) bbefor maturity. The Bank does not directly exercise its right to execute the collateral proerty of the debitor, but uses the Restructuring or restructuring of the problematic credit by making a new agreement Number 776 / PWK-PIM/ IX/ 2015. In the perspective of the civil code the model of settlement using Restructuring is the same as Novation or renewal of debt more particularly is objective novation.

Keywords : default, Restructuring, Novation.