Artikelilmiahs
Menampilkan 14.941-14.960 dari 49.719 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 14941 | 21353 | H1H013010 | PENGARUH FOTOPERIODE TERHADAP SPERMATOGENESIS IKAN CUPANG (Betta splendens) PASCA PEMIJAHAN | ABSTRAK Ikan cupang merupakan salah satu ikan hias air tawar yang banyak digemari masyarakat sebagai hobi dan memiliki nilai ekomoni tinggi. Aspek reproduksi ikan merupakan salah satu aspek yang penting dalam kegiatan budidaya ikan. Pemijahan ikan dengan hasil yang baik memerlukan induk yang berkualitas baik pula. Faktor yang terkait dengan kualitas induk adalah kematangan gonad. Fotoperiode merupakan manipulasi lingkungan terkontrol dalam biologi reproduksi yang dapat mempercepat kematangan gonad pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fotoperiode dalam mempercepat spermatogenesis Betta splendens pasca pemijahan yang diamati berdasarkan proporsi tahapan perkembangan sel sperma pada spermatogenesis. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan lima ulangan. Induk jantan yang telah memijah dipelihara dalam fotoperiode P0 (kontrol), P1 (14L:10D) dan P2 (10L:14D) selama 30 hari. Hasil pengamatan tidak menunjukkan perbedaan nyata (P.0,05) terhadap percepatan perkembangan gonad ikan cupang jantan. Kualitas air selama pemeliharaan dinyatakan layak untuk kehidupan induk ikan cupang. | ABSTRACT Fighting fish Betta splendens is one of the freshwater ornamental fish favoring people to rear due to as a hobby and/or for highly economical value. Reproduction of this fish is important to sustain their culture, e.g the quality of breeder. Photoperiod represents environmental manipulation to enhance reproductive activity including gonad maturity. This study aims to determine the effect of photoperiod on spermatogenesis of post-spawning fighting fish. Data collected were the proportions of stages of spermatogenesis. This study applied experimental design based on complete randomized design (CRD) to examine three treatments in quintuplicates. Male breeders were 30-d reared under photoperiod regimes, i.e P0 (ambient as control), P1 (14L: 10D) and P2 (10L: 14D). The results showed no effect of photoperiod regimes (P<0.05). The quality of water parameters was considered still suitable for fish. | |
| 14942 | 18253 | C1B013082 | PERAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) DALAM MEMEDIASI PENGARUH KECERDASAN SPIRITUAL, KECERDASAN EMOSIONAL DAN KOMITMEN AFEKTIF TERHADAP KINERJA PEGAWAI (Studi pada Pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Purwokerto) | Penelitian ini merupakan penelitian survei pada Kinerja Pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai yaitu kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional dan komitmen afektif dengan OCB sebagai variabel mediasi. Pengukuran variabel OCB mengacu penggunaan teori Organ (1988) dan modifikasi alat ukur Skala Morison (1994) dengan 23 indikator. Pengukuran variabel kecerdasan spiritual mengacu penggunaan teori dari Zohar dan Marshall (2001) dengan 9 indikator. Pengukuran variabel kecerdasan emosional mengacu penggunaan teori dari Goleman (2001) dan modifikasi alat ukur yang dibentuk oleh Cooper dan Sawaf (1999) dengan jumlah 20 indikator. Pengukuran variabel komitmen afektif yang mengacu penggunaan teori dari Allen dan Meyer (1990) dan alat ukur ACS (Affective Commitment Scale) dengan jumlah 8 item. Pengukuran variabel kinerja pegawai mengacu Keputusan Menteri Keuangan nomor 467/KMK.01/2014 yang dimodifikasi dengan jumlah 12 indikator. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai tetap Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Purwokerto. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian sebanyak 87 orang. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan Partial Least Square (PLS) yang menunjukan bahwa:(1) Kecerdasan spiritual berpengaruh positif terhadap OCB;(2) Kecerdasan emosional berpengaruh positif terhadap OCB;(3) Komitmen afektif berpengaruh positif terhadap OCB;(4) OCB berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai;(5) OCB memediasi secara positif pengaruh kecerdasan spiritual terhadap kinerja pegawai; (6) OCB memediasi secara positif pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja pegawai;(7) OCB memediasi secara positif pengaruh komitmen afektif terhadap kinerja pegawai;(8) Komitmen afektif berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. | This study is a survey on employee performance of Tax Office (KPP) Pratama Purwokerto. This study aims to identify and analyze factors that influence employee performance that is spiritual intelligence, emotional intelligence and affective commitment to organizational citizenship behavior (OCB) as a mediating variable. Measurement of OCB variable refers to use theory Organ (1988) and measuring instrument Scale Morison (1994) with 23 indicators. Measurement of spiritual intelligence variable refers to use theory of Zohar & Marshall (2001) with9 indicators. Measurement of emotional intelligence variables refers to use theory of Goleman (2001) and measuring instruments Cooper&Sawaf (1999) with 20 indicators. Measurement of affective commitment variable that refers to use theory of Allen &Meyer (1990) and ACS (Affective Commitment Scale) measuring instruments with 8 indicators. Measurement of employee performance variables refers to Ministry of Finance Decree number 467/KMK.01/2014 modified by the number of 12 indicators. The number of respondents who were taken in this study were 87 people. The method used was survey with purposive sampling technique. Based on the results of the study and data analysis using Partial Least Square (PLS) show that:(1)Spiritual intelligence positively affects OCB;(2)Emotional intelligence positively affects OCB;(3)Affective commitment positively affects OCB;(4)OCB has positive effect on employee performance;(5)OCB positively mediate the effect of spiritual intelligence on employee performance;(6)OCB positively mediate the effect of emotional intelligence on employee performance;(7)OCB positively mediate the effect of affective commitment on employee performance;(8)Affective commitment has positive effect on employee performance. | |
| 14943 | 18256 | C1C013033 | PENGARUH TAX AMNESTY DAN SANKSI PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Studi Empiris di Kantor Pelayanan Pajak Purwokerto) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tax amnesty dan sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak (studi empiris di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purwokerto). Populasi dalam penelitian ini adalah 154.890 Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP) dan 9.805 Wajib Pajak Badan yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Purwokerto per Desember 2016. Teknik pengambilan sampel adalah Proportoinate Stratified Random Sampling dengan sampel 100 Wajib Pajak yang terdiri dari 94 WPOP dan 6 Wajib Pajak Badan. Metode pengumpulan data dengan kuesioner. Kuesioner diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum melakukan pengumpulan data penelitian. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik dan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan tax amnesty berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak atau dengan kata lain bahwa tax amnesty dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Hal tersebut dibuktikan nilai koefisien regresi bernilai positif yaitu 0,336 dan nilai thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (5,953 > 1,671) pada signifikansi 0,000 < 0,05. Sanksi pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak atau dengan kata lain bahwa sanksi pajak dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Hal tersebut dibuktikan nilai koefisien regresi bernilai positif yaitu 0,845 dan nilai thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (5,908 > 1,671) pada signifikansi 0,000 < 0,05. Tax amnesty dan sanksi pajak dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Hal tersebut dibuktikan nilai Fhitung lebih besar dibandingkan dengan Ftabel (109,835 > 3,15) pada signifikansi 0,000 < 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan baik secara parsial maupun simultan variabel tax amnesty dan sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak. Saran bagi pihak Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Purwokerto agar terus aktif dalam memberikan sosialisasi mengenai tax amnesty kepada wajib pajak agar wajib pajak dapat mengerti dengan baik apa itu tax amnesty, tujuan dan manfaat dari mengikuti tax amnesty serta adanya penegasan sanksi setelah berakhirnya tax amnesty dalam rangka meningkatkan kepatuhan wajib pajak pada waktu yang akan datang. | This study aims to determine the influence of the tax amnesty and tax penalties towards tax compliance (empirical studies in the Pratama Purwokerto Tax Office). The population in this study were 154.890 individual taxpayers (WPOP) and 9.805 company’s taxpayers registered in the Pratama Purwokerto Tax Office per December 2016. The sampling technique is Proportoinate Stratified Random Sampling with 100 samples of Taxpayers consisted of 94 WPOP and 6 company’s taxpayers. The data collecting method is by giving questionnaire. The questionnaire validity and reliability them were examined before collecting research data. Methods of data analysis in this research used descriptive statistics, classical assumption test and multiple regression analysis with SPSS. The results of this study shows the tax amnesty positively influence and significant towards tax compliance, or in other words that the tax amnesty could increase tax compliance. It is proved that the regression coefficient is positive 0.336 and tcount is greater compared to ttable (5.953 > 1.671) in the significance of 0.000 < 0.05. Sanctions tax positively influence and significant towards taxcompliance, or in other words that the tax penalties can increase tax compliance. It is proved that the regression coefficient is positive 0.845 and tcount greater compared to ttable (5.908> 1.671) in the significance of 0.000 <0.05. Tax amnesty and tax penalties can increase tax compliance. It is provedthat Fcount value is greater compared to Ftabel (109.835> 3.15) in the significance of 0.000 <0.05. The conclusion of this study there is significant influence either partially or simultaneously variable tax amnesty and tax penalties towards tax compliance. Recommend for the Pratama Purwokerto Tax Office continue to be active in providing socialization of the tax amnesty to taxpayers so that taxpayers can understand well what the tax amnesty, the purpose and benefits of following the tax amnesty and their assertion of sanctions after the expiry tax amnesty to increase tax compliance in the future. | |
| 14944 | 18261 | E1A011236 | Pembuktian Tindak Pidana Pencucian Uang (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 43/Pid.Sus/2016/PN.Jkt.Pst) | Tindak pidana pencucian uang merupakan suatu kejahatan kerah putih (white collar crime) dibidang perbankan, bahwa kejahatan ini dilakukan oleh orang-orang yang memiliki pendidikan dan tingkat sosial serta perekonomian yang tinggi. Dalam ketentuan mengenai pencucian uang antara hasil tindak pidana (proceed of crime) dengan tindak pidana asal (predicate crimes) dijadikan satu kesatuan karena memang terkait sangat erat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah penerapan pembuktian terhadap Tindak Pidana Pencucian Uang didalam perkara nomor 43/Pid.Sus/2016/PN.Jkt.Pst dengan terdakwa Sony Sulaiman atas kasus Tindak Pidana Pencucian Uang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Yuridis Normatif yaitu dengan cara menelaah bahan pustaka (data sekunder) yang ada. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah normative kualitatif yaitu dengan mengolah dan menafsirkan berdasarkan pada Putusan maupun Perundang-undangan yang berkaitan dengan Penelitian. Penelitian yang dilakukan dari putusan nomor 43/Pid.Sus/2016/PN.Jkt.Pst diperoleh hasil sebagai berikut : bahwa terdakwa atas nama Sony Sulaiman telah menerima dana yang diperoleh dari nasabah Bank HSBC yang telah direkrut untuk menjadi nasabah Bank Permata dan dana tersebut digunakan oleh terdakwa yang dipindahkan secara illegal dari rekening para nasabah tanpa sepengetahuan nasabah dan Bank Permata sehingga merugikan milyaran rupiah. Perbuatan yang dilakukan Terdakwa Sony Sulaiman telah masuk kedalam cara atau metode Tindak Pidana Pencucian Uang Aktif yang diatur dalam pada Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Pasal 49 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 K.U.H.Pidana. | Money laundering is a white collar crime in banking sector, this crime was committed by people who has high education and social level also good finance. In the provision about money laundering between proceed of crime with predicate crime are become united because of the tight linkages. The purpose of the research is to know how the implementation of the proof against Money Laundering on Verdict Number 43/Pid.Sus/2016/PN.Jkt.Pst with the defendant Sony Sulaiman through case Money Laundering. This research is using the normative jurisdictive approach with analyzing secondary data. The method that was used in this research is normative qualitative by cultivate and interpret based on the provisions and the law that has relation to the research. Thi research that is based on the verdict Number 43/Pid.Sus/2016/PN.Jkt.Pst has a conclusion : that the defendant, Sony Sulaiman has received a fund which obtained by the customers of HSBC Bank who have been recruited to become the customer of Permata Bank and the fund is used by the defendant and illegally moved from those customer’s account without permission and also Permata Bank which causing billion rupiah losses. An act which has been done by the Defendantm Sony Sulaiman, has been included to a way or a method of money laundering active which set forth in the chapter 5 Law No 8 Year 2010 about Prevention and Eradication of Money Laundering and Chapter49 Paragraph (1) Law Number 7 year 1992 about banking which has been amandement with Law No 10 year 1998 about banking Jo Chapter 55 Paragraph (1) Criminal Code Book 1. | |
| 14945 | 18260 | E1A111061 | PENERAPAN PERATURAN BANK INDONESIA (PBI) NO. 16/1/PBI/2014 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN JASA SISTEM PEMBAYARAN TERHADAP NASABAH YANG DIRUGIKAN AKIBAT PEMBOBOLAN ATM PADA BANK MANDIRI KCP JAKARTA DEPARTEMEN KEUANGAN | Hubungan kerja sama yang terjalin antara bank dengan nasabah didasarkan pada prisip kepercayaan, akan tetapi dalam praktiknya seringkali tidak dapat dihindarkan adanya sengketa. Sengketa antara bank dan nasabah biasanya terkait dengan pelayanan produk perbankan seperti ATM. Pelayanan ATM tersebut masih terdapat kelemahan yang merugikan nasabah seperti kejahatan pembobolan ATM dengan modus pencurian PIN. Kasus – kasus ini masih kurang diperhatikan oleh bank padahal bank memiliki kewajiban untuk melindungi nasabah sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 16/1/PBI/2014 tentang Perlindungan Konsumen Jasa Sistem Pembayaran. Penelitian ini dilakukan pada Bank Mandiri KCP Jakarta Departemen Keuangan dengan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Metode pengumpulan data penelitian dilakukan dengan studi kepustakaan dan wawancara, sedangkan penyajian data dilakukan secara sistematis dengan metode analisis normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian bank bertanggung jawab atas pengembalian dana nasabah dengan memastikan bahwa kehilangan dana nasabah akibat kelalaian bank. Perlindungan konsumen jasa sistem pembayaran terhadap nasabah yang dirugikan akibat pembobolan ATM didasarkan pada Pasal 10 PBI No: 16/1/PBI/2014 menyebutkan Penyelenggara wajib bertanggung jawab kepada konsumen atas kerugian yang timbul akibat kesalahan pengurus dan pegawai penyelenggara. Pasal 16 PBI No: 16/1/PBI/2014 ayat (1),(2),(3). Pasal 19 PBI No: 16/1/PBI/2014 menyebutkan penyelenggara wajib menindaklanjuti dan menyelesaikan pengaduan yang disampaikan oleh konsumen. Kata Kunci: ATM, Perlindungan Konsumen, Peraturan Bank Indonesia, Bank Mandiri. | A cooperative relationship interwoven between banks and customers based on prisip trust , but in practice is often not could be avoided the occurrence of disputes. Dispute between bank and depositors usually related to service banking products such as atm .The atm services there are still weakness who have lost customers like crimes pembobolan atm to mode theft PIN. These cases are still underestimated by banks whereas banks have an obligation to protect customers as stipulated in Bank Indonesia Regulation (PBI) no. 16/1 / PBI / 2014 on Consumer Protection of Payment System Services. The study is done at bank mandiri kcp jakarta the ministry of finance by using the method approach juridical normative and specification descriptive analytical research .Data collection method the research was done to the study literature and interview , while presentation of data done in a systematic with the method of analysis normative qualitative. Based on the research done bank responsible for refund customers by ensuring that the loss of funds customers resulting from neglect bank.Consumer protection services the payment system to customer disadvantaged due to pembobolan atm based on article 10 pbi no: 16 1 / pbi / 2014 said the compulsory liable to customers of loss arising iniquity the manager and employees.Article 16 pbi no: 16 1 / pbi / 2014 paragraph ( 1 ), ( 2 ), ( 3 ).Article 19 pbi no: 16 1 / pbi / 2014 said the must follow up and finish of a complaint submitted by consumers. Keywords: ATM, Consumer Protection, Bank Indonesia Regulation, Bank Mandiri. | |
| 14946 | 18262 | D1E013232 | PENGARUH PERENDAMAN KARKAS AYAM BROILER PADA AIR DINGIN (5 – 10 derajat C) TERHADAP TOTAL BAKTERI, pH, DAN KADAR AIR | Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh perendaman dan mengetahui tingkat lama perendaman air dingin yang optimal terhadap total bakteri, pH, dan kadar air karkas ayam broiler. Pengambilan data mulai tanggal 25 Februari sampai dengan 15 Maret 2017 bertempat di laboratorium Mikrobiologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Materi yang digunakan karkas ayam broiler bagian dada dan air dingin (5-10 derajat C). Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Terdapat lima perlakuan yaitu P0 (tanpa perendaman air dingin), P1 (perendaman 3 detik), P2 (perendaman 15 menit), P3 (perendaman 30 menit), dan P4 (perendaman 45 menit) dengan empat kali ulangan. Peubah yang diukur yaitu total bakteri, pH, dan kadar air. Hasil analisis variansi menunjukkan perendaman air dingin (5-10 derajat C) berpengaruh nyata (P<0,1) terhadap total bakteri dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) pada pH dan kadar air. Rataan total bakteri secara berurutan yaitu 7,48 x 105 cfu/g; 2,37 x 105 cfu/g; 2,80 x 105 cfu/g; 3,75 x 105 cfu/g; 4,15 x 105 cfu/g, pH secara berurutan yaitu 6,05; 6,05; 6,21; 6,15; 6,05 dan kadar air secara berurutan yaitu 75,68 %; 73,29 %; 76,76 %; 75,44 %; 76,31 %. Kesimpulan, perendaman karkas ayam bagian dada menggunakan air dingin suhu 5-10 derajat C dengan lama perendaman 3 detik (sesaat), 15, 30, dan 45 menit menurunkan total bakteri sedangkan pH dan kadar air relatif sama; lama perendaman yang optimal adalah perendaman 3 detik (sesaat). | The study aimed to examine the effect of cold water immersion and also find the most optimal duration of cold water immersion for total bacteria, pH, and water content chicken broiler carcass. The data was collected from 25th February to 15th March 2017 at the Microbiology Laboratory of Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University Purwokerto. The material used chicken broiler breast carcass and cold air (5-10 C degree). The method used Completely Randomized Design (CRD) and Honesty Significant Difference (HSD). The treatments were P0 (without cold water immersion), P1 (3 seconds immersion), P2 (15 minutes immersion), P3 (30 minutes immersion), and P4 (45 minutes immersion) with four replication. The variables were total bacteria, pH, and water content. The results of variance analysis showed that cold water immersion (5-10 C degree) significant (P<0,1) against total bacteria and not significant (P>0,05) at pH and water content. The value of total bacteria were 7,48 x 105 cfu /g; 2.37 x 105 cfu /g; 2.80 x 105 cfu /g; 3.75 x 105 cfu /g; 4.15 x 105 cfu /g, the pH values were 6.05; 6.05; 6.21; 6.15; 6.05 and the water content values were 75.68%; 73.29%; 76.76%; 75.44%; 76.31%. Conclusion, chicken breast carcass immersion in cold water 5-10 C degree for 3 seconds (momentarily), 15, 30, and 45 minutes decrease total bacteria while pH and water content are relatively same; the optimal immersion duration is 3 seconds (momentarily) immersion. | |
| 14947 | 18257 | C1B013101 | ANALISIS PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN, UKURAN DEWAN, UKURAN KOMITE AUDIT, DAN SALES GROWTH TERHADAP KONDISI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI PADA TAHUN 2012-2015 | Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif yang dilakukan pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indondesia tahun 2012 hingga 2015. Penelitian ini mengambil judul “Analisis Pengaruh Struktur Kepemilikan, Ukuran Dewan, Ukuran Komite Audit, dan Sales Growth terhadap Kondisi Financial Distress pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2015”. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di Busra Efek Indonesia pada tahun 2012 hingga 2015. Metode pemilihan sampel yang digunakan yaitu metode purposive sampling, dan diperoleh 33 perusahaan sebagai sampel penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan Regresi Logistik (dibantu alat analisis SPSS 17.0) menunjukkan bahwa: (1) Kepemilikan Institusional berpengaruh negatif terhadap kondisi financial distress, (2) Kepemilikan Manajerial tidak berpengaruh terhadap kondisi financial distress, (3) Ukuran Dewan Direksi berpengaruh negatif terhadap kondisi financial distress, (4) Ukuran Dewan Komisaris berpengaruh negatif terhadap kondisi financial distress, (5) Ukuran Komite Audit tidak berpengaruh terhadap kondisi financial distress, (6) Sales Growth berpengaruh negatif terhadap kondisi financial distress. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu perusahaan harus dapat mengoptimalkan adanya struktur kepemilikan, ukuran dewan, ukuran komite audit dan tingkat penjualan dengan baik, agar selalu dapat memenuhi kewajiban dan kebutuhan finansialnya. Penerapan Good Corporate Governance juga harus benar-benar diterapkan secara efektif, sehingga dapat meminimalisir terjadinya financial distress. | The purpose of this research is to find out the effect of institutional ownership, managerial ownership, board size, Audit Comitte Size and sales growth to Financial Distress Condition at Manufacture Company registered Busra Efek Indonesia in 2012-2015. Population of this research is all of manufacture company registered at Bursa Efek Indonesia in 2012-2015 period. Purposive sampling is used as sample selection method, and obtained 33 company as samples. According to the result of this research and data analysis using Logistic Regression (Software SPSS 17.0) show that: 1) Intitutional Ownership have effect toward financial distress condition negatively, 2) Managerial Ownership have no effect toward financial distress condition, 3) Board Size have effect toward financial distress condition negatively, 4) Audit Comitte Size have no effect toward financial distress condition, 5) Sales Growth have effect toward financial distress condition negatively. | |
| 14948 | 12511 | D1B015002 | PENGARUH PEMBALURAN ASAM JAWA (Tamarindus indica L) TERHADAP KADAR AIR DAN SUSUT MASAK PADA DAGING ITIK AFKIR BAGIAN PAHA | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembaluran dan mengkaji level pembaluran Asam Jawa yang optimal terhadap kadar air dan susut masak daging itik afkir bagian paha. Pengambilan data pada tanggal 9 sampai dengan 13 Januari 2017 bertempat di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak dan Ilmu Bahan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Materi yang digunakan 10 ekor itik Afkir, 861 gram Asam Jawa, dan 187,64 ml aquades. Metode yang digunakan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Terdapat empat perlakuan yaitu A0 (tanpa pembaluran), A1 (pembaluran 5%), A2 (pembaluran 15%), dan A3 (pembaluran 25%) selama 60 menit dan lima kali ulangan. Peubah yang diukur kadar air dan susut masak. Hasil analisis menunjukkan pembaluran Asam Jawa berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar air dan susut masak. Rataan kadar air dengan pembaluran Asam Jawa, yaitu 76,44% (tanpa pembaluran); 77,84% (pembaluran 5%); 74,68% (pembaluran 15%); 75,52% (pembaluran 25%) dan susut masak 38,46% (tanpa pembaluran); 41,46% (pembaluran 5%); 39,44 (pembaluran 15%); 38,20% (pembaluran 25%). Kesimpulan, daging itik afkir bagian paha dengan Asam Jawa tanpa pembaluran, 5%, 15%, dan 25% menghasilkan kadar air dan susut masak relatif sama dan pada level 5% menghasilkan kadar air dan susut masak pada kisaran normal. | This research aimed to know the wrapping effects and the optimum threshold of wrapping effects of tamarind against water content and cooking losses on thigh meat culled duck. The data retrieval on the 9th through January 13th, 2017 at the Livestock Product Technology Laboratory and Animal Feed Stuff Laboratory Faculty of Animal Science Jenderal Soedirman University Purwokerto. The materials were meat culled ducks, Tamarind, and distilled water (aquades). The method used in this research is the experimental method with Completely Randomized Block Design (CRBD). Involving four treatments, that is A0 (without wrap), A1 (wrap 5%), A2 (wrap 15%), and A3 (wrap 25%) while 60 minute and each treatment has 5 replicates. The result indicated that wrapping Tamarind level of 5%, 15% and 25% effect was not significant (P> 0.05) on the water content and cooking losses. The average water content of meat culled duck without wrapping, wrap 5%, wrap 15% and wrap 25%, is 76.44%, 77.84%, 74.68% and 75.52%. The average cooking losses of duck meat without wrapping, wrap 5%, wrap 15% and wrap 25%, is 38.46%, 41.46%, 39.44% and 38.20%. Conclusion, meat culled duck with fruit Tamarind without wrap, 5%, 15%, dan 25% produced water content and cooking losses relative equal and at level of 5% produced water content and cooking losses at normal range. | |
| 14949 | 18258 | H1L013033 | REKOMENDASI PEMILIHAN TEMPAT WISATA DI KABUPATEN KEBUMEN MENGGUNAKAN FUZZY DATABASE MODEL TAHANI BERBASIS WEB | Wisata merupakan kegiatan untuk mengunjungi suatu tempat untuk berekreasi. Beberapa orang terkadang bingung dalam memilih tempat wisata karena satu dan lain hal. Pemilihan tempat wisata yang tepat merupakan hal penting bagi wisatawan. Setiap wisatawan memiliki kriteria tersendiri untuk menentukan tempat wisata yang ingin dikunjungi. Untuk membantu wisatawan dalam memilih tempat wisata, dibangun sebuah web yang disebut yukwisatakebumen. Kriteria pemilihan yang digunakan adalah jarak tempuh, waktu tempuh, harga tiket masuk, tingkat keramaian, jumlah wahana dan jumlah tempat penginapan disekitar tempat wisata. Untuk kriteria jarak tempuh dan waktu tempuh, wisatawan dapat mengatur lokasi. Lokasi tersebut digunakan oleh google maps api untuk menghitung jarak dan waktu tempuh dari lokasi menuju tempat wisata. Pemilihan tempat wisata menggunakan fuzzy database model tahani. yukwisatakebumen dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan framework laravel. Database yang digunakan adalah MySQL. | Tourism is an activity to visit a place for recreation. Often somepeople feel confuse to choose the tourist destination because of some reason. An appropriate selection is important for tourists. Every tourist have their own criteria for determining the tourist destination that they want to visit. To help tourists in choosing vacation places, a website was built called yukwisatakebumen. Criteria that used for selection is the distance and duration from a location to tourist destination, the price of admission, the level of the crowd, the number of ride/place that they can visit in one place and number of lodging places surrounding tourist attractions. For the criteria of mileage and travel time, tourists can set the location. The location was used by google maps api to calculate the distance and duration from the location to tourists attraction. The selection of tourist attraction using fuzzy database model tahani. yukwisatakebumen was built using the PHP programming language with the framework laravel. Database using MySQL. | |
| 14950 | 18259 | C1B013057 | ANALISIS PENGARUH GENDER DIVERSITY, CORPORATE GOVERNANCE, STRUKTUR MODAL, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP FIRM FINANCIAL PERFORMANCE PADA PERUSAHAAN SEKTOR PROPERTI, REAL ESTATE, DAN KONSTRUKSI BANGUNAN YANG TERDAFTAR DI BEI PADA TAHUN 2011-2015 | Penelitian ini merupakan studi empiris dengan judul “Analisis Pengaruh Gender Diversity, Corporate Governance, Struktur Modal, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Firm Financial Performance”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah terdapat pengaruh gender diversity yang diukur dengan proporsi perempuan dalam dewan komisaris, corporate governance yang diukur sengan komisaris independen dan komite audit, struktur modal, dan ukuran perusahaan terhadap firm financial performance yang diukur dengan Return On Asset (ROA) perusahaan sektor properti, real estate, dan konstruksi bangunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada periode tahun 2011-2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antara dua variabel atau lebih. Populasi dari penelitian ini menggunakan kriteria purposive sampling sehingga diperoleh 17 perusahaan sektor properti, real estate, dan konstruksi bangunan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa gender diversity, struktur modal, dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA). Sedangkan variabel corporate governance tidak berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA). Proporsi perempuan dalam dewan komisaris mampu terdistribusi dengan merata sehingga dapat membawa dampak baik bagi perusahaan berupa pengambilan keputusan yang lebih baik. Struktur modal dalam penelitian ini menunjukan bahwa perusahaan data sampel penelitian telah menggunakan utang sebagai sumber pendanaan secara optimal. Ukuran perusahaan secara rata-rata data sampel penelitian menunjukan bahwa dengan ukuran perusahaan yang relative besar dapat meningkatkan kesempatan mendapatkan sumber pendanaan yang lebih baik. Komisaris independen dan komite audit kurang dapat memaksimalkan fungsi dan peran nya sehingga dapat berdampak pada pengaruh nya terhadap firm financial performance. | This research is an empirical study entitled "Analysis of Effect of Gender Diversity, Corporate Governance, Capital Structure and Firm Size Against Firm Financial Performance". The purpose of this study was to examine whether there is an effect of gender diversity as measured by the proportion of women in the board of directors, corporate governance as measured with a bunch of independent directors and audit committee, capital structure, and the size of the company to firm financial performance as measured by Return on Assets (ROA ) company property sector, real estate, and construction of buildings listed on the Indonesia Stock Exchange. This research was conducted in the period 2011-2015. This type of research is associative studies to determine the relationship and influence between two or more variables. The population of this study using purposive sampling criteria in order to obtain 17 property, real estate, and construction sector. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis. The results showed that gender diversity, capital structure, and firm size affect the return on assets (ROA). While corporate governance variables do not affect the return on assets (ROA). The proportion of women in the board of directors capable of evenly distributed so as to bring about positive impacts for the company in the form of better decision making. The capital structure of these studies show that the company's research sample data has been using debt as a funding source optimally. Size companies an average of sample data research shows that the relatively large size of the company may increase the chance of getting a better funding source. Independent commissioner and audit committee are less able to maximize function and its role so that it can have an impact on its effect on firm financial performance. | |
| 14951 | 18263 | D1B015010 | PENGARUH PERENDAMAN KARKAS AYAM BROILER PADA AIR DINGIN (5 – 10 derajat C) TERHADAP KEEMPUKAN, DAYA IKAT AIR DAN SUSUT MASAK DAGING | Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh perendaman dan mengetahui tingkat lama perendaman air dingin yang terbaik terhadap keempukan, daya ikat air, dan susut masak karkas ayam broiler bagian dada. Pengambilan data mulai tanggal 4 sampai dengan 7 Februari 2017 bertempat di laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Materi yang digunakan karkas ayam broiler bagian dada dan air dingin (5-10 derajat C). Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat lima perlakuan yaitu R0 (tanpa perendaman air dingin), R1 (perendaman 3 detik), R2 (perendaman 15 menit), R3 (perendaman 30 menit), dan R4 (perendaman 45 menit) dengan empat kali ulangan. Peubah yang diukur yaitu keempukan, daya ikat air, dan susut masak. Hasil analisis variansi menunjukkan perendaman air dingin (5-10 derajat C) berpengaruh tidak nyata terhadap keempukan, daya ikat air, dan susut masak. Rataan nilai keempukan secara berurutan yaitu 0,3028 mm/g/detik; 0,3140 mm/g/detik; 0,3575 mm/g/detik; 0,3390 mm/g/detik; 0,3323 mm/g/detik, nilai daya ikat air secara berurutan yaitu 36,7020 %; 44,1568 %; 37,8790 %; 40,4540 %; 42,9203 %, dan nilai susut masak secara berurutan yaitu 32,4010 %; 33,0935 %; 33,9440 %; 32,8960 %; 36,3425 %. Perendaman karkas ayam bagian dada menggunakan air dingin suhu 5-10 derajat C dengan lama perendaman 3 detik (sesaat), 15, 30, dan 45 menit menghasilkan keempukan, daya ikat air, dan susut masak relatif sama. | The purpose of the research is to find the effect of submersion and discover the time level of the best cold water submersion against tenderness, water holding capacity (WHC), and cooking losses of broiler chicken carcasses in chest part. The data collected from 4 to February 7, 2017 held at the Livestock Product Technology Laboratory Faculty of Animal Science Jenderal Soedirman University Purwokerto. The research material that is used is the chicken broiler carcasses of chest part and cold water (5-10 C degree). The metode that is used is experiment metodewith using completely randomized design (CRD). The are five treatments, those are R0 (without the cold water submersion), R1 (the 3 seconds of the submersion), R2 (the 15 minutes of the submersion), R3 (the 30 minutes of the submersion), R4 (the 45 minutes of the submersion) with four times reply. The variable that is measured is tenderness, water holding capacity (WHC), and cooking losses. The analysis result shows the cold water (5-10 C degree) give unreal influence agains to tenderness, water holding capacity (WHC), and cooking losses. The average of the tenderness value is 0.3028 mm/g/second; 0.3140 mm/g/second; 0.3575 mm/g/second; 0.3390 mm/g/ second; 0.3323 mm/g/second, the value of the water holding capacity is 36.7020 %; 44.1568 %; 37.8790 %; 40.4540 %; 42.9203 %, and the value of the cooking losses is 32.4010 %; 33.0935 %; 33.9440 %; 32.8960 %; 36.3425 %. The chicken carcasses submersion of chest part used cold water temperature 5-10 C degree with submersion time of 3 second (a moment), 15, 30, 45 minutes relatively same as tenderness, water holding capacity, and cooking losses. | |
| 14952 | 18264 | D1E013128 | JUMLAH LEUKOSIT DAN DIFERENSIAL LEUKOSIT ITIK TEGAL YANG PAKANNYA DITAMBAH PROBIOTIK DAN FITOBIOTIK | Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan jumlah leukosit dan diferensial leukosit itik Tegal yang pakannya ditambah probiotik dan fitobiotik.Terdapat 2 tahap dalam penelitian ini yaitu tahap pemeliharaan dan tahap analisis darah. Tahap pemeliharaan dilaksanakan di kandang penelitian itik Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Purwokerto dan analisis darah dilaksanakan di Labororatorium Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 80 ekor itik Tegal betina umur 20 minggu, pakan itik Tegal yang terdiri dari campuran dedak padi, jagung giling, dan konsentrat itik, bahan suplemen pakan yaitu probiotik starbio dan fitobiotik (kunyit dan temulawak), darah itik, kandang percobaan koloni, seperangkat alat untuk analisis jumlah leukosit dan diferensial leukosit. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. T0= Pakan basal, T1= pakan basal+kunyit 4%, T2= Pakan basal+temulawak 4%, T3= Pakan basal+probiotik 2%. Variabel yang diamati meliputi jumlah leukosit dan diferensial leukosit (heterofil, eosinofil, basofil, monosit, limfosit). Analisis data menggunakan ANOVA dan uji lanjut dengan ortogonal kontras.Rataan jumlah leukosit yang didapatkan dari hasil penelitian adalah T0= 10430±1387.26, T1=8570±1643.78, T2=8870±1376.41, dan T3=10440±1364.92. Rataan jumlah heterofil T0=3327.80±1224.24, T1=2609.80±443.41, T2=2953.40 ±1231.83, dan T3=3983.00 ±1030.40. Rataan jumlah eosinofil T0=1398.40±340.41, T1=786.00±117.78, T2=692.80±197.59, dan T3=1231.20±486.53. Basofil tidak ditemukan dalam perlakuan manapun. Rataan jumlah monosit T0=694.40±360.80, T1=463.60±172.13, T2=427.80±69.78, dan T3=547.60±201.35. Rataan jumlah limfosit T0=3880.40±1203.89, T1=4268.00±1339.59, T2=4199.00±1037.42, dan T3=4500.80±956.06. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah leukosit, heterofil, monosit, dan limfosit, akan tetapi berpengaruh nyata terhadap jumlah eosinofil. Probiotik dan fitobiotik nyata menurunkan jumlah eosinofil. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah penambahan probiotik dan fitobiotik dalam pakan itik Tegal memberikan respon yang relatif sama terhadap jumlah leukosit, heterofil, monosit, dan limfosit akan tetapi menurunkan jumlah eosinofil dalam keadaan normal. | The purpose of this study was to determine the effect of total leukocyte and differential leukocyte Tegal ducks that its feed was added probiotics and phytobiotics. There were two stages in this study include the maintenance phase and stage blood analysis. The maintenance phase of this research carried out in the ducks cages in Dukuhwaluh Village, Kembaran Districk, Purwokerto and blood analysis carried out in Laboratorium Clinical Pathology, Faculty of Veterinary Medicine, University of Gadjah Mada. The material used on this study were 80 female Tegal duck 20 weeks of age, feed of Tegal duck (rice bran, corn flour and concentrate feed of duck), feed supplements were starbio probiotic and phytobiotics (ginger powder and turmeric powder), duck’s blood, experiment colony cages, and a set tools for analysis total leucocytes and differential leucocytes. The study design used completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. T0 = basal feed, T1 = basal feed + turmeric powder 4%, T2 = basal feed + ginger powder 4%, T3 = basal feed + probiotic 2%. The observed variables were include the total of leukocytes and diferensial leukocytes (heterophile, eosinophils, basophils, monocytes, lymphocytes). Data analysis used ANOVA and further test used orthogonal contrasts.The average number of leukocytes obtained from the research wereT0= 10430±1387.26, T1=8570±1643.78, T2=8870±1376.41, and T3=10440±1364.92. The total of heterophile T0=3327.80±1224.24, T1=2609.80±443.41, T2=2953.40 ±1231.83, and T3=3983.00 ±1030.40. The total of eosinophils T0=1398.40±340.41, T1=786.00±117.78, T2=692.80±197.59, and T3=1231.20±486.53.Basophils was not found on the Tegal duck haematology. The average of the total of monocytes T0=694.40±360.80, T1=463.60±172.13, T2=427.80±69.78, and T3=547.60±201.35. Thetotal of lymphocyte T0=3880.40±1203.89, T1=4268.00±1339.59, T2=4199.00±1037.42, and T3=4500.80±956.06. The result of variance analysis showed that the treatments had not significant affect the nof leukocytes, heterophile, monocytes, and lymphocytes but had significant affect the number of eosinophile. Probiotics and phytobiotics treatment had significantly affect decrease of eosinophile on normal range. It can be concluded that addition of probiotic and phytobiotics (turmeric powder and ginger powder) in feed of Tegal duck given same relative respon for total leucocytes, heterophile, monocytes, and lymphocytes. Addition probiotic and phytobiotics decrease total of eosinophils on normal range. | |
| 14953 | 18265 | D1E013207 | BOBOT PUTIH TELUR, BOBOT KUNING TELUR DAN WARNA KUNING TELUR ITIK TEGAL DENGAN PAKAN YANG DITAMBAH PROBIOTIK DAN FITOBIOTIK | Tujuan penelitian ini adalah mengkaji perbedaan bobot putih telur, bobot kuning telur dan warna kuning telur pada itik Tegal dengan pakan yang ditambah probiotik dan fitobiotik. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah itik Tegal betina umur 24 minggu sebanyak 80 ekor dan telur itik Tegal sebanyak 300 butir. Pakan itik terdiri dari campuran jagung kuning giling 30%, dedak padi 40% dan konsentrat 30% dengan kandungan nutrien pakan: PK= 18,90%, EM= 2985kkal/kg, Ca= 1,44%, dan P= 0,68% merupakan pakan basal. Bahan yang ditambahkan adalah probiotik berupa starbio dan fitobiotik yaitu tepung kunyit dan temulawak. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 perlakuan yaitu T0= pakan basal, T1= pakan basal + probiotik 2%, T2= pakan basal + kunyit 4% dan T3= pakan basal + temulawak 4%. Variabel yang diamati adalah bobot putih telur, bobot kuning telur dan warna kuning telur itik Tegal. Setiap percobaan diulang sebanyak 5 kali. Hasil analisis variansi menunjukkan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot putih telur, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot kuning telur dan warna kuning telur itik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan probiotik dalam pakan menghasilkan bobot putih telur lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Penambahan probiotik dan fitobiotik dalam pakan itik Tegal menurunkan bobot putih telur. Penambahan probiotik dan fitobiotik dalam pakan Itik Tegal menghasilkan bobot kuning telur dan warna kuning telur yang relatif sama. | The purpose of this research was to study the effect of probiotics and phytobiotic in feed on the weights of egg albumen, egg yolk and yolk color of Tegal ducks. The material research used 80 female Tegal ducks 24 weeks by 80 individuals and 300 eggs. The duck feed used consists of a mixture of 30% milled yellow corn, 40% rice bran and 30% concentrates with a nutrient content of feed: 18.90% CP, 2985kcal/kg ME, 1.44% Ca, and 0.68% P were the basal feed. Feed additives such as probiotics and pytobiotic. The phytobiotic were turmeric and ginger powder. Research used the experimental method. The experimental design used was CRD (completely randomized design) with 4 treatments, T0= basal feed, T1= basal feed + probiotic 2%, T2= basal feed + turmeric powder 4% and T3= basal feed + ginger powder 4%. The variables measured were the weights of egg albumen, egg yolk and yolk color Tegal ducks. Each experiment was 5 replication. The results of analysis of variance showed highly significant treatment effect (P<0,01) on the weight of the egg albumen, but the effect had not significant (P>0.05) on the weight and yellow yolk duck eggs. It can be concluded that the supplementation of probiotics in Tegal duck feed resulted was higher egg albumen weight than the others. The supplementation of probiotics and phytobiotic in Tegal duck feed was decresed of albumen weight. The supplementation of probiotic and phytobiotic in Tegal ducks feed produces yolk weight and yolk color were relatively similar. | |
| 14954 | 18266 | D1E013062 | KECERNAAN BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK DAN NILAI ENERGI PAKAN DOMBA YANG MENDAPAT PAKAN BATANG PISANG FERMENTASI DENGAN PENAMBAHAN ONGGOK | Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan batang pisang fermentasi yang ditambah onggok terhadap kecernaan bahan kering (KBK), bahan organik (KBO) dan nilai energi pakan domba. Materi penelitian terdari atas 50% konsentrat (K) dan 50% hijauan (H). Hijauan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumput lapang yang disubtitusi oleh batang pisang. Materi lain yang digunakan yaitu cairan rumen dari 3 ekor domba dari Rumah Potong Hewan (RPH) Sokaraja. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sebagai perlakuan yaitu P1 (control, K + H), P2 (K + H + batang pisang tanpa fermentasi), P3 (K + batang pisang tanpa fermentasi), P4 (K + H + batang pisang fermentasi tanpa onggok), P5 (K + batang pisang fermentasi tanpa onggok), P6 (K + H + batang pisang fermentasi dengan penambahan onggok) dan P7 (K + batang pisang fermentasi dengan penambahan onggok). Variabel yang diukur yaitu KBK, KBO dan nilai energi. Data yang diperoleh dianalisis variansi dan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) menurunkan KBK, KBO dan nilai energi. Berdasarkan uji BNJ menunjukkan bahwa P1 (control, K + H) mempunyai nilai kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik dan nilai energi yang sama dengan P5 (K + batang pisang fermentasi tanpa onggok). Disimpulkan bahwa penggunaan batang pisang fermentasi tanpa onggok dapat menggantikan penggunaan rumput lapang ditinjau dari peubah respon yaitu KBK, KBO dan nilai energi. | The aim of this research was to study the effect of the usage of fermented banana stems and feed sheep that received feed the addition of cassava by-product on dry matter digestibility (DMD), organic matter (OMD) and the energy value of sheep feed. The materials in this study were composed of 50% of concentrate (K) and 50% of forage (H). The forage used in this study was the field grass substituted by banana stems. Another material used was the rumen fluid from three different sheep from Slaughter House, Sokaraja. Completely Randomized Design (CRD) was used in this research. As the treatments is were P1 (control, K + H) , P2 (K + H + unfermented banana stems), P3 (K + unfermented banana stems), P4 (K + H + fermentation banana stems without the addition of cassava by-product), P5 (K + fermentation banana stems without the addition of cassava by-product), P6 (K + H +fermentation banana stems with the addition of cassava by-product) and P7 (K + fermentation banana stems with the addition of cassava by-product). The measured variables was KBK, KBO and energy value. The data obtained were analyzed by variance analysis and continued with honesty significant difference test.The results showed that treatment highly significantly (P <0.01) in affected the DMD, OMD and energy value. HSD test showed that P1 (control, K + H) had dry matter digestibility value, organic matter digestibility and energy value that equaled to P5 (K + fermented banana stem without Cassava by-product). It is concluded that the use of fermented banana stem without cassava by-product can replace the field grass in trims of similar DMD, OMD and energy value. | |
| 14955 | 18267 | D1E012160 | PENGARUH PERIODE LAKTASI DAN MASA LAKTASI TERHADAP PENDAPATAN USAHA PETERNAK ANGGOTA KOPERASI SUSU “PESAT” DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pendapatan peternak sapi perah, pengaruh periode laktasi dan masa laktasi terhadap pendapatan peternak sapi perah, dan mengetahui tren produksi pada setiap masa laktasi dan periode laktasi sapi perah milik peternak anggota Koperasi Susu “Pesat” di Kabupaten Banyumas. Pengambilan sampel wilayah dilakukan dengan metode stratified random sampling berdasarkan jumlah kepemilikan ternak sapi perah laktasi. Pada masing-masing wilayah terpilih, diambil satu kelompok secara acak. Penetapan sampel responden diambil secara sensus pada kelompok terpilih, yaitu berjumlah 43 peternak dari 210 peternak. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survei, melakukan observasi dan wawancara berdasarkan kuisioner. Variabel yang diukur yaitu Y = pendapatan dan X1 = periode laktasi, dan X2 = masa laktasi. Data diolah menggunakan analisis regresi linier berganda dilanjutkan dengan uji F dan uji t. Rata-rata pendapatan peternak anggota Koperasi Susu “Pesat” di Kabupaten Banyumas sebesar Rp 22.539.222 per bulan. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi R2 sebesar 0,379. Periode laktasi (X1) memberi pengaruh tidak nyata terhadap pendapatan (P>0,05) sedangkan masa laktasi (X2) memberi pengaruh nyata terhadap pendapatan (P<0,05). Tren produksi susu cenderung turun pada tiap kenaikan periode laktasi dan masa laktasi. | The purpose of this research were to know dairy farmers income, effects of lactation period and lactation length to income of dairy farmers, and to know production trends at different lactation period and lactation length cows of dairy farmers “Pesat” Cooperative Members in Banyumas Regency. The sampling technique area used stratified random sampling by grouping based on the number of lactating cows from low, medium, and high. In each district selection, one group of farmers were selected by random sampling. Selection of respondents were taken by census in each selected group, the determination of respondents as much as 43 farmers of 210 dairy farmers population. The method of data collection was conducted by survey method, observation and interview based on questionnaire. Measured variables were Y = income X1 = lactation period, and X2 = lactation length. Data were processed by multiple linear regression analysis followed by F test and t test. The average income of dairy farmers in Banyumas Regency was IDR 22.539.222,-monthly. The result of multiple linear regression analysis showed that determination coefficient R2 was 0.379. Lactation period (X1) give a relatively small influence on income (P>0,05) while the lactation length (X2) gave a great influence income (P>0,05). Trends in dairy cow milk production tends to decrease when lactation period and lactation length increase. | |
| 14956 | 18268 | D1E013204 | JUMLAH ERITROSIT, KADAR HEMOGLOBIN DAN HEMATOKRIT DARAH ITIK TEGAL DENGAN PAKAN YANG DITAMBAH PROBIOTIK DAN FITOBIOTIK | Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan probiotik dan fitobiotik dalam pakan terhadap jumlah eritrosit, kadar hemoglobin dan hematokrit darah itik Tegal. Materi penelitian ini menggunakan 80 ekor itik Tegal betina umur 24 minggu. Pakan basal yang digunakan terdiri atas campuran jagung kuning giling 30%, dedak padi 40%, dan konsentrat itik 30% dengan kandungan nutrien pakan, PK: 17%, ME: 2900 kcal/kg, Ca: 3,02%, dan P: 1,06%. Tambahan pakan berupa probiotik dan fitobiotik (tepung kunyit dan tepung temulawak). Metode penelitian adalah eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diujicobakan terdiri atas P0: pakan basal (kontrol), P1: pakan basal + probiotik 2%, P2: pakan basal + tepung kunyit 4%, dan P3: pakan basal + tepung temulawak 4%. Peubah yang diamati adalah jumlah eritrosit, kadar hemoglobin dan hematokrit. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan uji lanjut kontras orthogonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rataan jumlah eritrosit itik Tegal berkisar antara 3,324±0,446 106/μl sampai 3,698±0,338 106/μl, rataan kadar hemoglobin antara 11,10±0,784 g/dl sampai 11,64±0,573 g/dl, dan rataan nilai hematokrit antara 35,2±7,014% sampai 40,8±6,723%. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan probiotik dan fitobiotik berupa tepung kunyit dan tepung temulawak berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap jumlah eritrosit, kadar hemoglobin dan hematokrit darah itik Tegal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan probiotik dan fitobiotik berupa tepung kunyit dan tepung temulawak dapat mempertahankan kondisi normal jumlah eritrosit, kadar hematokrit dan hematokrit darah itik Tegal betina. | The purpose of this research was to study the effect of adding probiotic and phytobiotics in the feed to the number of erythrocytes, hemoglobin and hematocrit levels of Tegal duck. The research material used 80 female Tegal ducks age 24 weeks. Basal feed used 30% milled yellow corn, 40% rice bran, and 30% duck concentrates with feed nutrient content, CP: 17%, ME: 2900 kcal/kg, Ca: 3.02%, and P: 1.06%. Feed additives such as probiotics and phytobiotic (turmeric and Javanese turmeric powder). The research method was an experiment used completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The treatments were P0: basal feed (control), P1: basal feed + 2% probiotic, P2: basal feed + 4% turmeric powder, and P3: basal feed + 4% Javanese turmeric powder. The variables were the number of erythrocytes, hemoglobin and hematocrit levels. The data were analyzed using variance analysis and orthogonal contrast test. The results showed that the average number of erythrocytes Tegal ducks range from 3.324±0.446 106/μl to 3.698±0.338 106/μl, the average hemoglobin levels between 11.10±0.784 g/dl to 11.64±0.573 g/dl, and the average hematocrit levels between 35.2±7.014% to 40.8±6.723%. The results of analysis of variance showed that the addition of probiotics and phytobiotic (turmeric and Javanese turmeric powder) had no effect (P>0.05) on the number of erythrocytes, hemoglobin and hematocrit levels of Tegal duck. It can be concluded that the addition of probiotics and phytobiotic (turmeric and Javanese turmeric powder) could maintain normal conditions the number of erythrocytes, hemoglobin and hematocrit of female Tegal ducks. | |
| 14957 | 18271 | C1J011029 | ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING ECONOMIC GROWTH IN ASEAN-5 COUNTRIES 2000-2014 PERIODS | Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator yang umumnya digunakan untuk melihat kesuksesan atau perkembangan keadaan perekonomian suatu negara. Suatu negara dapat dikatakan perekonomiannya tumbuh apabila angka pertumbuhan ekonominya tinggi atau positif. ASEAN-5 seringkali disebut sebagai Asian Emerging Economies berdasarkan kenaikan PDB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsumsi, FDI, tenaga kerja, dan IPM terhadap pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN-5 periode 2000-2014, dengan sampel 5 negara yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand. Data tersebut menggunakan data sekunder dari Bank Dunia, United Nations Development Programme dan berbagai literatur seperti jurnal, buku sumber yang berkaitan dengan penelitian ini. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis regresi model Ordinary Least Square (OLS) dengan kombinasi pada time series dan cross section, atau disebut pooled data. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsumsi memberikan pengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,504 pada pertumbuhan ekonomi di ASEAN-5, Investasi Langsung Asing (FDI) memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap koefisien 4,27 terhadap pertumbuhan ekonomi di ASEAN-5, angkatan kerja memberikan pengaruh negatif dan tidak signifikan dengan koefisien -0,14 pada pertumbuhan ekonomi di ASEAN-5 dan IPM memberikan pengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 19,68 pada pertumbuhan ekonomi di ASEAN-5. | Economic growth is a general indicator for seeing the success of economic development in a country. A country economy is growing when the economic growth rate is high or positive. ASEAN-5 is often referred to as Emerging Asian Economies based on its GDP rise. This study aims to analyze the effect of consumption, FDI, Labor force, and HDI on Economic growth ASEAN-5 countries 2000-2014 period, with the samples of 5 countries namely Indonesia, Malaysia, Philippines, Singapore and Thailand. The data uses secondary data from World Bank, United Nations Development Program and different literature like journals, books Source relates with the research. The analytical method used is regression analysis method Ordinary Least Square (OLS) models with combination on time series and cross section, or called pooled data. The analysis shows that the consumption gives positive and significant influence with 0.504 coefficient on economic growth in ASEAN-5, Foreign Direct Investment (FDI) gives positive and significant influence with 4.27 coefficient on economic growth in ASEAN-5, Labor force gives no significant and negative influence with -0.14 coefficient on economic growth in ASEAN-5 and HDI gives positive and significant influence with 19.68 coefficient on economic growth in ASEAN-5. | |
| 14958 | 18272 | C1J011009 | ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING EDUCATED UNEMPLOYMENT IN INDONESIA 2009-2013 PERIODS | Indonesia adalah negara berkembang dengan jumlah penduduk terbesar di dunia setelah China, India dan Amerika Serikat. Kondisi itu menciptakan masalah pengangguran terutama pada pengangguran terdidik, pengangguran terdidik di Indonesia memiliki pertumbuhan negatif namun tingkat pengangguran terdidik masih lebih tinggi daripada pengangguran yang tidak terdidik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, investasi dalam negeri, investasi asing, PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) dan upah minimum terhadap tingkat pengangguran terpelajar di Indonesia periode 2009-2013. Data menggunakan data sekunder dari Pusdatinaker, Bank Indonesia, Biro Pusat Statistik dan berbagai literatur seperti jurnal dan sumber buku berkaitan dengan penelitian. Metode analisis menggunakan metode analisis regresi dengan model Ordinary Least Square (OLS) dengan kombinasi pada time series dan cross section, atau disebut pooled data. Analisis menunjukkan bahwa inflasi memberikan pengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,24 pada pengangguran terdidik di Indonesia, upah minimum provinsi memberikan pengaruh negatif yang signifikan dengan koefisien -8,99 pada pengangguran terdidik di Indonesia, investasi dalam negeri memberikan pengaruh negatif yang signifikan dengan koefisien -0,45 pada pengangguran terdidik di Indonesia, investasi asing memberikan pengaruh negatif yang tidak signifikan dengan -0,15 koefisien pengangguran terdidik di Indonesia dan PDRB memberikan pengaruh negatif yang tidak signifikan dengan koefisien 1,46 pada pengangguran terdidik di Indonesia. | Indonesia is developing country with biggest population in the world after China, India and United States of America. That condition create unemployment problem especially educated employment, educated unemployment in Indonesia has negative growth but the rate of educated unemployment still higher than non-educated unemployment. This study aims to analyze the effect of inflation, domestic investment, foreign infestment, GRDP (Gross Regional Domestic Product) and minimum wage on educated unemployment rate in Indonesia 2009-2013 period. The data uses secondary data from Pusdatinaker, Bank Indonesia, Central Bureau of Statistics and different literature like journals and books source relates with the research. The analysis method use regression analysis method with Ordinary Least Square (OLS) models with combination on time series and cross section, or called pooled data. The analysis shows that inflation gives positive and significant influence with 0.24 coefficient on educated unemployment in Indonesia, provincial minimum wage gives negative significant influence with -8.99 coefficient on educated unemployment in Indonesia, domestic investment gives negative significant influence with -0.45 coefficient on educated unemployment in Indonesia, foreign investment gives negative not significant influence with -0.15 coefficient on educated unemployment in Indonesia and GRDP gives negative not-significant influence with -1.43 coefficient on educated unemployment in Indonesia. | |
| 14959 | 18273 | E1A011258 | IMPLEMENTASI HAK-HAK TERSANGKA SELAMA DALAM PENAHANAN DI POLRES BANYUMAS | ABSTRAK Penahanan terhadap seorang tersangka/terdakwa dibolehkan dengan syarat dilakukan oleh pejabat yang memang berwenang untuk melakukannya, di samping itu tetap harus memperhatikan hak-hak tersangka/terdakwa dan berdasarkan peraturan-peraturan yang harus dilaksanakan. Aparat penegak hukum dalam menjalankan tugasnya tidak terlepas dari kemungkinan untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, salah satunya adalah tidak dipenuhinya hak-hak tersangka dalam proses penahanan. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini berusaha untuk mengkaji implementasi hak-hak tersangka selama dalam penahanan di Polres Banyumas dan hambatan-hambatan yang muncul. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui implementasi hak-hak tersangka pada saat penahanan oleh Kepolisian Resor Banyumas dan hambatan-hambatan yang muncul. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa implementasi hak-hak tersangka pada saat penahanan di Polres Banyumas telah berpedoman pada KUHAP dengan menerapkan asas akusatur dalam setiap pemeriksaan dengan mendudukkan tersangka pada posisi subjek bukan objek pemeriksaan dan diusahakan untuk memberi penjelasan kepada tersangka tentang hak-haknya. Namun demikian implementasi hak-hak tersangka tersebut belum sepenuhnya optimal telah diterapkan dalam proses penahanan. Hambatan-hambatan yang muncul timbul dari tersangka, yaitu tersangka kebanyakan berasal dari kalangan menengah kebawah sehingga kurangnya pengetahuan tersangka akan hak-hak yang dimiliki oleh tersangka, kemudian seringkali tersangka dalam memberikan keterangan selama dalam proses penahanan terlalu berbelit-belit serta tidak menunjukkan sikap yang kooperatif dan hanya bersikap diam. Kata kunci : Implementasi, Hak-hak tersangka, Penahanan. | ABSTRACT The detention of a suspect / defendant is permitted on condition that the officer who is authorized to do so must, in addition, take into account the rights of the accused / defendant and according to the rules to be implemented. Law enforcement officers in carrying out their duties can not be separated from the possibility to perform acts that are contrary to the prevailing laws and regulations, one of which is the non-fulfillment of the rights of suspects in the process of detention. Based on this, this research seeks to assess the implementation of the rights of suspects during the detention at Banyumas Resort Police and the obstacles that arise. The purpose of this research is to know the implementation of suspect rights at the time of detention by Banyumas Resort Police and the obstacles that arise. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the implementation of the rights of suspects at the time of detention at Banyumas Resort Police has been guided by the Criminal Procedure Code by applying the principle of akusatur in each examination by putting the suspect on the subject position not the object of examination and attempted to explain to the suspect about the rights -haknya. Nevertheless, the implementation of the rights of suspects has not been fully optimally applied in the detention process. Obstacles that arise from the suspect, the suspects mostly come from the middle class down so that the lack of knowledge of suspects for the rights possessed by the suspect, then often suspect in giving information during the process of detention is too complicated and does not show a cooperative attitude And just being silent. Keywords: Implementation, Rights of suspects, Detention. | |
| 14960 | 18274 | P2CB14001 | PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP WORD OF MOUTH POSITIF DIINTERVENING OLEH KEPUASAN DAN SIKAP MAHASISWA, DITAMBAH MODERASI KARAKTERISTIK MAHASISWA PADA PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh: 1) kualitas pelayanan terhadap kepuasan mahasiswa, 2) kualitas pelayanan terhadap sikap mahasiswa, 3) moderasi karakteristik mahasiswa pada pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan mahasiswa, 4) kualitas pelayanan terhadap Worth of Mouth positif, 5) kepuasan mahasiswa terhadap Worth of Mouth positif, dan 6) sikap mahasiswa terhadap Worth of Mouth positif, 7) Mediasi kepuasan dan sikap mahasiswa pada pengaruh kualitas pelayanan terhadap WOM positif. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari kuisioner yang dibagikan kepada 150 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAIN Purwokerto sebagai responden. Data hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap kepuasan mahasiswa, 2) Kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap sikap mahasiswa, 3) Karakteristik mahasiswa tidak memoderasi pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan mahasiswa, 4) Kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap Word of Mouth positif, 5) Kepuasan mahasiswa berpengaruh positif terhadap Word of Mouth positif, dan 6) Sikap berpengaruh positif terhadap Word of Mouth positif mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAIN Purwokerto. 7) Kepuasan dan sikap mahasiswa memediasi pengaruh kualitas pelayanan terhadap Word of Mouth positif mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAIN Purwokerto. | This research purpose to analyze affected: 1) service quality to student satisfaction, 2) service quality to student atittudes, 3) moderation of student characteristic at affected service service to student satisfaction, 4) service quality to positive Word of Mouth, 5) student satisfaction to positive Word of Mouth, dan 6) student atittudes to positive Word of Mouth, 7) The mediation of satisfaction and students atittudes on affected of quality service to positive Word of Mouth. The using data was primary data which had by questioner brought to 150 higher students of Economic and Business Islamic Faculty of IAIN Purwokerto as respondence. Then, data analized by Structural Equation Modelling (SEM). The result of research shown that: 1) service quality had positive affected to student satisfaction, 2) service quality had positive affected to student atittudes, 3) student characteristic not moderated in affected service quality to student satisfaction, 4) service quality had positive affected to positive Word of Mouth, 5) student satisfaction had positive affected to positive Word of Mouth, and 6) student atittudes had positive affected to positive Word of Mouth,7) Satisfaction and students atittudes mediating of quality service affect to positive Word of Mouth. |