Artikel Ilmiah : G1A013038 a.n. ATIN DWI FEBRI ASTUTI

Kembali Update Delete

NIMG1A013038
NamamhsATIN DWI FEBRI ASTUTI
Judul ArtikelHUBUNGAN ASUPAN KAFEIN DENGAN KEPADATAN TULANG PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Osteoporosis merupakan penyakit dengan penurunan massa tulang yang memiliki prevalensi cukup tinggi dan diperkirakan akan terus meningkat. Kafein merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan kepadatan tulang. Kurikulum Fakultas Kedokteran yang tergolong padat membuat membuat mahasiswa mengkonsumsi kafein.
Tujuan: Mengetahui hubungan asupan kafein dengan kepadatan tulang pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman.
Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian sebanyak 34 mahasiswa laki-laki. Data asupan kafein diperoleh dari Semi Quantitative FFQ dan Food Recall. Data kepadatan tulang diukur dengan bone densitometry. Hubungan asupan kafein dengan kepadatan tulang dianalisis menggunakan uji Pearson.
Hasil: Nilai asupan kafein pada subjek mahasiswa laki-laki memiliki rentang 9,00-160 mg/hari dengan rerata 73,33 ± 46,69. Nilai kepadatan tulang pada subjek mahasiswa laki-laki memiliki rentang -2,00-1,30 dengan rerata -0,60 ± 0,79. Hasil uji Pearson bernilai p= 0,009, menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik (p < 0,05) antara asupan kafein dengan kepadatan tulang dan nilai r = -0,441 (korelasi sedang asupan kafein dengan kepadatan tulang).
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara asupan kafein dengan kepadatan tulang pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman.
Abtrak (Bhs. Inggris)Bakground: Osteoporosis is a disease with decreased bone density and has a high prevalence and contimied to increase. Caffeine is one of many factors that can decrease bone density. Curriculum in Medical Faculty has a busy schedule that make student college use caffeine.
Objective: To determine the correlation between caffeine intake and bone density in student colllege medical Faculty Jenderal Soedirman University.
Methods: This was an analytic observational study with cross sectional approach. Total research subjects were 34 college students. Caffeine intake data was obtained from Semi Quantitative FFQ and Food Recall. Bone density data was measured with bone densitometry. Correlation between caffeine intake and bone density was analyzed used the Pearson test.
Result: Caffeine intake of college students ranged from 9,00-160 mg/day with a mean of 73,33 ± 46,69. Result of bone density test was -2,00-1,30 with a mean -0,60 ± 0,79. Pearson test’s result was p= 0,009, showed that there was a statistically significant correlation (p < 0,05) between caffeine intake and bone density with r = -0,441 (moderate correlation between caffeine and bone density).
Conclusion: There was a correlation between caffeine intake and bone density in student college medical Faculty Jenderal Soedirman University.
Kata kunciasupan kafein, kepadatan tulang, mahasiswa
Pembimbing 1Dr.Agus Prastowo, SST.,M.Kes, RD
Pembimbing 2dr.Indah Rahmawati, Sp.P
Pembimbing 3
Tahun2017
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2017-04-20 10:22:01.332381
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.