Artikelilmiahs
Menampilkan 14.161-14.180 dari 49.698 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 14161 | 17490 | A1L012139 | PENGARUH PEMBERIAN MADU PADA BUNGA KRISAN (Chrysanthemum sp.) DENGAN METODE PERENDAMAN DAN PENYEMPROTAN | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi larutan perendam yang paling tepat untuk memperpanjang kesegaran bunga potong krisan, mengetahui pengaruh pemberian madu dalam larutan perendaman terhadap kesegaran bunga potong krisan, dan mengetahui pengaruh perlakuan penyemprotan madu terhadap kesegaran bunga potong krisan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Faktor yang dikaji adalah konsentrasi madu dengan empat taraf perlakuan yaitu: konsentrasi 0%, 1%, 2% dan 3%, dan pemberian penyemprotan dengan tiga taraf perlakuan yaitu: tanpa penyemprotan, penyemprotan 2 ml madu + 50 ml air, dan penyemprotan 4 ml madu + 50 ml air. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan madu 2% berpengaruh nyata terhadap masa kesegaran. Konsentrasi madu 2% dapat mempertahankan kesegaran bunga hingga 22,94 hari. Kombinasi perlakuan yang terdiri dari 2% madu + 300 ppm asam sitrat + 120 mg asam benzoat + tanpa penyemprotan mampu memperpanjang masa kesegaran bunga krisan hingga 24,33 hari. | The purpose of this research are to determine the most appropriate soaking solution to extend vase life of chrysanthemum flowers, determine the effect of honey given in soaking solution on extending vase life of chrysanthemum flowers, and determine the effect of spraying method on extending vase life of chrysanthemum flowers. The experimental design used was completely randomized block design. The data were analyzed by F test at 5%, followed by DMRT (Duncan Multiple Range Test). Treatments consisted of honey levels 0%, 1%, 2% and 3%, and spraying levels, namely without spraying, with spraying 2 ml honey + 50 ml water, with spraying 4 ml honey + 50 ml water. The results indicated that honey with 2% concentration maintained vase life of chrysanthemum flowers to 22,94 days. Combination treatment consisted of 2% honey + 300 ppm citric acid + 120 mg benzoat acid + without spraying extending vase life of chrysanthemum flowers to 24,33 days. | |
| 14162 | 17491 | A1L012189 | EFIKASI CENDAWAN ENTOMOPATOGEN Fusarium cf. solani UNTUK MENGENDALIKAN HAMA BELALANG HIJAU (Oxya chinensis) DI DESA BASEH KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh jamur entomopatogen Fusarium cf. solani terhadap intensitas serangan dan efektifitas dalam membunuh hama Belalang hijau (Oxya chinensis) serta pengaruhnya terhadap produksi padi. Penelitian dilaksanakan di Desa Baseh, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Banyumas (526 m dpl). Penelitian ini dilakukam dari bulan April hingga Juni 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Penelitian ini terdiri dari tiga perlakuan yaitu tidak disemprot atau kontrol (B0), penyemprotan satu kali pada 21 hspt (B1), penyemprotan dua kali pada 21 hspt dan 33 hspt (B2). Percobaan diulang sebanyak sembilan kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur entomopatogen Fusarium cf. solani tidak mampu menekan dan tidak efektif untuk membunuh hama belalang hijau di dataran menengah. | This research aimed to examine the effect of entomopathogenic fungus Fusarium cf. solani against attack intensity and effectiveness in killing pests green grasshopper (Oxya chinensis) and their effects on rice production. The research was conducted in the Baseh, Kedung Banteng, Banyumas regency (526 m asl). This study was conducted from April to June 2016. The study used a randomized completely block design (RCBD). The experiment consisted of three treatment that were no spraying or control (B0), spraying once in 21 days after transplanting (B1), spraying twice at 21 and 33 days after transplanting (B2). The experiment was repeated nine times. The results showed that entomopathogenic fungus Fusarium cf. solani was not able to suppress and ineffective to kill green grasshopper on the middle plains. | |
| 14163 | 17492 | A1C011026 | DAMPAK SOSIAL EKONOMI PENGGUNAAN HAND TRACTOR PADA USAHATANI PADI DAN BURUH TANI DI KECAMATAN PURWANEGARA KABUPATEN BANJARNEGARA | Konversi lahan pertanian dan ketersediaan tenaga kerja di bidang pertanian yang terbatas menjadi tantangan bagi para pengambil kebijakan untuk dapat terus memenuhi kebutuhan konsumsi penduduk. Mekanisasi pertanian dinilai mampu mengatasi permasalahan tersebut namun di lain sisi penerapan mekanisasi pertanian harus diselaraskan dengan kondisi wilayah maupun sosial ekonomi masyarakat. Evaluasi terhadap kebijakan penggunaan mekanisasi pertanian perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menganalisis perbedaan pendapatan usahatani padi pengguna hand tractor dan non pengguna hand tractor di Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara. (2) Menganalisis perbedaan hari kerja buruh tani dan dampak sosial ekonomi bagi buruh tani dengan adanya penggunaan hand tractor pada usahatani padi di Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara. Dampak ekonomi dalam penelitian ini merupakan penurunan pendapatan akibat penurunan hari kerja buruh tani, sedangkan dampak sosial dapat berupa protes buruh tani atas penolakan penggunaan hand tractor. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara pada Januari hingga Februari 2016. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode survei yaitu penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual baik tentang institusi sosial, ekonomi atau politik dari suatu kelompok ataupun suatu daerah (Nazir,2011). Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono,2012). Jumlah responden sebanyak 101 petani, terdiri atas 93 petani pengguna hand tractor dan 8 petani bukan pengguna hand tractor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pendapatan rata-rata usahatani pengguna hand tractor lebih besar dari pendapatan rata-rata usahatani non pengguna hand tractor. Hal ini dibuktikan melalui uji-t. (2) Terdapat dampak sosial bagi buruh tani yang bekerja di wilayah pengguna hand tractor, dampak sosial tersebut merupakan dampak lanjutan dari pendapatan buruh tani yang menurun akibat adanya pengunaan hand tractor, dampak sosial yang ditemukan yaitu adanya protes buruh tani dikarenakan hari kerja mereka berkurang. | Conversion of agricultural land and the availability of labor in agriculture is limited to be a challenge for policy makers to be able to continue to meet the consumption needs of the population. Agricultural mechanization considered able to overcome these problems but on the other hand the application of agricultural mechanization should be aligned with conditions of the regions and socioeconomic conditions. Evaluation of the policy of the use of mechanization of agriculture needs to be done. This study aims to: (1) Analyzing the income difference of rice farming hand tractor users and non-users of hand tractor in Sub District Purwanegara of Banjarnegara District. (2) Analyzing the difference weekday farm workers and socioeconomic impacts for farm workers with the use of hand tractor in rice farming in the district Purwanegara Banjarnegara District. The economic impact of this research is the decline in revenue due to a decrease in farm laborer working days, while the social impact can be farm workers protest over the denial of the use of hand tractor. The research was conducted in Sub district Purwanegara of Banjarnegara District in January and February 2016. The research method in this study is a survey method that investigations are held to obtain the facts of the symptoms and work out the particulars in fact well on social institutions, economics or politics of a group or a region (Nazir, 2011). A sampling technique that uses purposive sampling, the sampling technique with a certain considerations (Sugiyono, 2012). Total respondents 101 farmers, the farmers made up 93 hand tractors and 8 farmers are not the hand tractor. The results showed that (1) The average income of farming hand tractor users is larger than the average farm income of non-users hand tractor. This is proved by the t-test. (2) There are social impacts for farm laborers who work in the users hand tractor, the social impact is a continuing impact on the income of farm workers decreased due to the use of hand tractor, social impact is found that their protests farm workers because of their workday reduced. | |
| 14164 | 17495 | A1C012033 | PEMILIHAN VARIETAS PADI BERSERTIFIKAT MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA PETANI PADI DESA TAMBAKSOGRA KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Penggunaan benih unggul merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam produktifitas usahatani padi. Ketersediaan benih unggul bermutu tinggi bagi petani dalam melakukan kegiatan usaha tani merupakan syarat penting dalam peningkatan hasil dan kualitas produksi. Salah satu metode yang dapat digunakan oleh untuk memilih benih padi yang unggul adalah AHP (Analytical Hierarchy Process). Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui varietas padi apa saja yang ditanam oleh petani padi di Desa Tambaksogra, dan 2) Mengetahui varietas apakah yang paling baik ditanam oleh petani padi Desa Tambaksogra berdasarkan aspek karakteristik tanaman, karakteristik ekofisiologi dan kondisi sosial ekonomi. Penelitian dilaksanakan secara survey di Desa Tambaksogra, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Pemilihan atau penetapan lokasi pada penelitian ini dilakukan secara purposive yaitu lokasi ditetapkan dengan sengaja oleh peneliti. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Juni hingga Agustus 2016. Sasaran penelitian adalah petani padi, pedagang benih, pedagang beras, serta instansi pemerintah terkait seperti : Balai Pengawas Sertifikasi Benih Kabupaten Banyumas; Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Banyumas; Balai Pengelola Sumber Daya Air Serayu-Citanduy; Balai Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Sumbang; dan Balai Benih Padi dan Palawija Kabupaten Banyumas. Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah (1) Karakteristik tanaman yang terdiri atas umur panen, bobot benih, tinggi tanaman, jumlah anakan, potensi hasil, dan ketahanan rebah, (2) Karakteristik ekofisiologi yang terdiri atas ketahanan hama dan penyakit, dan ketahanan kondisi kering, dan (3) Kondisi sosial ekonomi yang terdiri atas harga benih, aksest benih, selera pasar dan rasa nasi. Penelitian ini menghasilkan bahwa varietas padi yang ditanam oleh sebagian besar petani padi Desa Tambaksogra sama dengan varietas padi yang dipilih menggunakan metode Analytical Hierarchy Process yaitu varietas Situbagendit, sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagian besar petani padi Desa Tambaksogra sudah memilih varietas padi dengan tepat. | The use of superior seed is one of the factors that give effect to the productivity of rice farming. The availability of superior seeds for farmers in conducting agricultural business is an important requirement in improving the yield and quality of production. One method that can be used to select the superior rice seed is AHP (Analytical Hierarchy Process). The aim of this research are 1) Determining the rice varieties planted by rice farmers in Tambaksogra village, and 2) Determining the most excellent varieties planted by rice farmers in Tambaksogra village based on the aspects of plant characteristics, ecophysiology characteristics and socio-economic conditions. This research used survey method conducted in Tambaksogra Village, Sumbang District, Banyumas Regency. The location of this research was selected by purposive sampling, the location set deliberately by researcher. This research was conducted from June to August 2016. The object of the research are rice farmers, seed traders, rice traders, as well as relevant government agencies such as: Banyumas Supervisor of Seed Certification; Banyumas Agriculture, Plantation and Forestry; Water Resources Centres of Serayu-Citanduy; The Centres for Agriculture Fisheries and Forestry (BP3K) Subang District; and The Centre of Rice Seed and Secondary Crops of Banyumas. The variables of this research were (1) The characteristics of the plant which consists of harvesting, the weight of the seed, plant height, number of tillers, yield potential and lodging resistance, (2) The characteristics of Ecophysiology consisting of resistance to pests and diseases, and the resilience of dry conditions, and (3) socio-economic condition which consists of the price of seeds, seed aksest, the market and rice flavor. The result of this research were the majority rice varieties grown by rice farmers in Tambaksogra village is Situbagendit varieties, the same rice varieties that have been selected using Analytical Hierarchy Process, so it can be concluded that the majority of rice farmers in Tambaksogra village have been choosing the right rice varieties. | |
| 14165 | 17504 | E1A012289 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN PINJAM MEMINJAM DENGAN JAMINAN PENYERAHAN SERTIFIKAT HAK ATAS TANAH (Studi Terhadap Putusan Nomor 139/Pdt.G/2014/PN.Blb) | Penelitian ini menganalisis perkara dalam Putusan Pengadilan Nomor 139/Pdt.G/2014/PN..Blb, mengenai wanprestasi dalam perjanjian pinjam meminjam dengan jaminan berupa penyerahan sertifikat hak atas tanah. Tujuan penelitian ini dalam menganalisis konstruksi hukum perjanjian pinjam meminjam dengan jaminan penyerahan sertifikat hak atas tanah dan penyelesaian hukumnya apabila debitur wanprestasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif, dengan spesifikasi deskriptif analitis dan analisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa : Konstruksi hukum perjanjian pinjam-meminjam dengan jaminan penyerahan sertipikat hak atas tanah merupakan perjanjian yang mempunyai sifat jaminan secara psikologis, bukan termasuk jaminan kebendaan dan jaminan perorangan, serta hanya memberikan kedudukan kepada kreditur sebagai pemegang (houder) terhadap sertifikat hak atas tanah, dikarnakan jaminan tersebut tidak tunduk terhadap jaminan khusus dan tidak tunduk pula pada undang-undang Hak Tanggungan, yang pada akhirnya Kreditur tidak dapat menggunakan sarana parate eksekusi. Sehingga Penyelesaian sengketanya apabila debitur wanprestasi harus melalui proses gugatan ke Pengadilan, yaitu dengan gugatan wanprestasi dan permohonan sita jaminan (conservatoir beslacht) atas tanah. | This study analyzed the case in the Court's Decision No. 139 / Pdt.G / 2014 / PN..Blb, of default in the lending and borrowing agreement with collateral in the form of delivery of certificates of land rights. The purpose of this study to analyze the legal construction lending and borrowing agreements with guaranteed delivery of certificates of land rights and legal settlement if the debtor defaults. The method used is a normative juridical research, with descriptive specification analytical and qualitative analysis. Based on the analysis we concluded that: The law construction loan agreements with guaranteed delivery of certificate of land rights is an agreement that has the nature of collateral psychological, not including collateral material and guarantees individual, and just give the position to creditors as holder (houder) against certificate land rights, because the warranty is not subject to specific guarantees and are not subject to a statute Mortgage, which in the end Creditors can not use the means parate execution. So that the dispute settlement if the debtor defaults have to go through the process of the lawsuit to the Court, namely the tort lawsuit and petition for sequestration (conservatoir beslacht) above the ground. | |
| 14166 | 17494 | E1A012020 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS PRODUK PANGAN IMPOR YANG TIDAK MEMPUNYAI SERTIFIKAT HALAL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN | Penelitian ini mengambil judul “Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen atas Produk Pangan Impor yang Tidak Mempunyai Sertifikat Halal Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen”. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis bagaimana perlindungan hukum terhadap konsumen atas produk pangan impor yang tidak mempunyai sertifikat halal khususnya berkaitan dengan hak konsumen berdasarkan Pasal 4 huruf a dan huruf c Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif. Spesifikasi penelitian adalah Deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dan wawancara. Metode penyajian data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyajian data dalam bentuk teks naratif dan disusun secara sistematis. Berdasarkan hasil penelitian, perlindungan hukum terhadap konsumen produk pangan impor yang tidak bersertifikat halal yang masuk, beredar dan di perdagangkan di Indonesia secara normatif telah terpenuhi sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen khususnya yang berkaitan dengan hak-hak konsumen dalam Pasal 4 huruf a dan huruf c. Namun dalam kenyataannya, hak-hak konsumen tersebut belum dapat terpenuhi secara optimal. Untuk dapat terciptanya hak konsumen maka diperlukan peran serta pemerintah yaitu dengan membuat regulasi dalam bentuk perundang-undangan yang mewajibkan pelaku usaha untuk melakukan pendaftaran produk terlebih dahulu. Selain itu pemerintah juga harus melakukan pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah dengan menteri atau menteri teknis terkait dan pihak terkait serta melakukan pengawasan terhadap pelaku usaha mulai dari proses produksi, penawaran, promosi, hingga penjualan. Dalam praktiknya masih ada pelaku usaha yang tidak memenuhi ketentuan wajib bersertifikat halal pada pangan yang diimpor dikarenakan peran serta pemerintah dalam melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap sertifikasi halal produk pangan impor belum optimal. | The title of this research is “Law Protection Of Consumers Over Imported Food Products Without Halal Certification Under Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 About Consumers Protection”. This research is conducted to analyze how does the law protection of consumers over imported food products without halal certification especially the relationship with consumers rights based on article 4 a and c Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 about Consumers Protection. The approach method used in this research is normative juridical method. The research specification is Descriptive. The sources of data used in this research is primary law sources and secondary law sources. Data collection method in this research is literature study. The method in providing data used in this research is data provision in a form of narrative text. Based on the result of this research, can be described that law protection of consumers over imported food products without halal certification enters, circulates, and marketed in Indonesia normatively has been fulfilled as mandated under Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 about consumers protection especially its relation to consumers rights on Article 4 a and c. However in practice, the consumers rights are not fulfilled optimally. In order to create consumers rights, it require the role of government by creates regulation in a form of legislation which mandated business people to conducted the product registration in advance. Besides, the government must conducted socialization by minister with government or related technical minister and related party, also conducted supervision towards business people begins from production process, offers, promotion, until selling. In practice, there are business people that do not comply with the mandatory for halal certification on imported food products because the role of government in conducting socialization and supervision towards halal certification of imported food products is unoptimal. | |
| 14167 | 17497 | G1A013060 | RASIO LAMA BELAJAR MANDIRI DAN LAMA WAKTU TIDUR PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN ANGKATAN 2015 | Latar Belakang: Adanya Standar Kompetensi Dokter Indonesia pada tahun 2012 menjadi pemicu bagi para mahasiswa fakultas kedokteran untuk dapat membentuk penyesuaian diri dalam pembagian waktu antara belajar dengan waktu tidur Tujuan: Untuk mengetahui lama waktu belajar mandiri dan lama waktu tidur pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Metode: Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan suplemen wawancara. Populasi dalam penelitian ini merupakan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman Angkatan 2015. Metode pengambilan sampel berupa Total Sampling dengan jumlah sampel untuk data kuantitatif sebesar 106 dan sampel untuk wawancara berjumlah 8. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2016 yang bertempat di Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Hasil: Hasil penelitian didapatkan rasio antara belajar mandiri dan waktu tidur dengan nilai minimal yaitu 0, rasio rerata 0,45 dan rasio maksimum 1,89. Kesimpulan: Sebagian besar mahasiswa kedokteran Universitas Jenderal Soedirman angkatan 2015 memiliki rasio belajar yang berbeda-beda dengan waktu tidur yang hampir sama yaitu 6 jam. Faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi belajar mandiri turut berperan dalam proses belajar yang dilakukan oleh mahasiswa. | Background: Indonesian Medical Council settled The Indonesian Doctor Standard Competence on 2012. Those competentions have been becoming important until now and triggered medical college students to study hard and to be able to form the adaptation in the distribution of time between study and sleep. Aim: To know duration between independent study and Sleep on 2015’s medical students of Soedirman’s University. Methods: This study used descriptive quantitative with interview. Subjects study are 2015`s Medical Faculty students college of Jenderal Soedirman University. The sampling method which used Total Sampling. The Sample for quantitative data is 106 sample, and sample for the interview is 8 sample. The research was conducted in December 2016 at the Faculty of Medicine, University General Soedirman, Purwokerto, Indonesia Results: The result showed the ratio between duration of independent study and sleep with minimum value`s 0, mean ratio`s 0.45, and maximum ratio`s 1,89 Conclusion: Most 2015’s medical students of Soedirman’s University has varying ratio between duration indepent study and sleep. But they mostly had same duration of sleep which is 6 hours. Internal and external factor play great role in the process of independent studying on college students. | |
| 14168 | 17496 | G1F013070 | EVALUASI KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN HOME PHARMACY CARE DI KABUPATEN BANYUMAS | Evaluasi pelayanan kefarmasian perlu dilakukan untuk menilai kualitas pelayanan yang telah diberikan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengukur tingkat kepuasan pasien. Home pharmacy care yang merupakan pelayanan kefarmasian telah diberikan kepada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di rumah serta mengetahui perbedaan kepuasan berdasarkan karakteristik pasien dan apoteker. Penelitian ini merupakan penelitian observasional secara cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling kepada 49 pasien dan 28 apoteker. Kepuasan pasien diukur menggunakan kuesioner Patient Satisfaction With Pharmacist Services. Data karakteristik apoteker didapatkan dari form kesediaan partisipasi. Analisis perbedaan kepuasan menggunakan uji Mann-Whitney untuk karakteristik pasien dan uji Kruskal-Wallis untuk karakteristik apoteker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pasien berada pada tingkat puas dengan rata-rata 3,22. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara jenis kelamin, usia, pendidikan, dan pekerjaan pasien terhadap kepuasan pasien (p>0,05). Serta tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara usia dan masa kerja apoteker terhadap kepuasan pasien (p>0,05). Kesimpulan: Pasien merasa puas dengan pelayanan kefarmasian di rumah yang diberikan dan tidak ada perbedaan kepuasan pasien terhadap karakteristik pasien maupun apoteker. | Evaluation of pharmaceutical service is needed to assess the quality of service rendered, by measuring the level of patient satisfaction. Home pharmacy care has been given to patient with Type 2 Diabetes Mellitus in Banyumas. The purpose of this study was to determine patient satisfaction with home pharmacy care rendered and to know the differences of satisfaction based on the patient and pharmacist’s characteristics. This study was an observational study with cross sectional method. The sampling technique was a total sampling with 49 patients and 28 pharmacists. Patient satisfaction was measured by Patient Satisfaction With Pharmacist Services Questionnaire. Differences in satisfaction based on patient’s characteristics was analyzed using Mann-Whitney test and Kruskal-Wallis test for pharmacist’s characteristics. The result showed that patient satisfaction was at the level of “satisfied” with an average was 3,22. The analysis showed that there were no significant differences between gender, age, education, and occupation of patient to patient satisfaction (p>0,05). And there were no significant differences between age and length of employement of pharmacist to patient satisfaction (p>0,05). Conclusion: Patients were satisfied with home pharmacy care rendered and there were no differences in patient satisfaction with the characteristic of patient and pharmacist. | |
| 14169 | 17254 | G1A013123 | PERBANDINGAN EFEKTIVITAS SARI BUAH MARKISA UNGU DAN SIMVASTATIN TERHADAP KADAR LDL-HDL TIKUS PUTIH MODEL HIPERKOLESTEROLEMIA | Hiperkolesterolemia merupakan peningkatan kadar kolesterol dalam darah yang berhubungan dengan peningkatan kadar LDL diatas nilai normal. Intervensi secara farmakologis dilakukan menggunakan obat standar simvastatin disertai beberapa efek sampingnya, sehingga dilakukan intervensi lain salah satunya menggunakan markisa ungu. Markisa ungu diketahui memiliki efek antioksidan yang diharapkan mampu meningkatkan kadar HDL dan menurunkan kadar LDL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas sari buah markisa ungu (Passiflora edulis var edulis) dan simvastatin terhadap kadar LDL-HDL tikus (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar model hiperkolesterolemia. Tiga puluh dua ekor tikus dibagi dalam 4 kelompok perlakuan. KI (kontrol sehat), KII (kontrol negatif), KIII (sari Markisa ungu 4,2 mL/200gram BB/hari), KIV (simvastatin 0,18 mg/200gram BB/hari). Hewan coba yang diinduksi hiperkolesterolemia dari K II, III, dan IV menggunakan minyak babi 3 mL/200gram BB dua kali dalam sehari dan Propiltiourasil (PTU) 12,5 mg/hari terbagi dalam dua dosis selama 14 hari. Pengambilan darah retro orbita dilakukan pada akhir perlakuan untuk diukur kadar LDL HDL. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna kadar LDL tikus pada masing-masing kelompok (p = 0,557). Uji One-way ANOVA menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna kadar HDL tikus pada masing-masing kelompok (p = 0,183). Rerata kadar LDL KI (19,28 ± 18,54), KII (24,93 ± 39,28), KIII (8,56 ± 6,02), KIV (10,70 ± 7,36). Rerata kadar HDL KI (44,33 ± 11,75), KII (51,33 ± 13,48), KIII (48,67 ± 9,22), KIV (37,50 ± 9,28). Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa sari markisa ungu memiliki efek yang tidak signifikan secara statistik dalam meningkatkan kadar HDL dan menurunkan kadar LDL darah tikus putih model hiperkolesterolemia dibandingkan dengan simvastatin. | Hypercholesterolemia related with the increased of cholesterol levels that associated with LDL levels above the normal value. Pharmacological interventions are conducted using standard drug of simvastatin with some of it’s side effects, so we could used other interventions, such as the purple passion fruit. Purple passion fruit had antioxidant effects that are expected to increased HDL levels and decereased LDL levels. This study aimed to compared the effectiveness of purple passion fruit juice (Passiflora edulis var edulis) and simvastatin on levels of LDL-HDL male Wistar rats (Rattus norvegicus) of hypercholesterolemia’s model. Thirty two rats were divided into 4 groups. KI (healthy controls), KII (negative control), KIII (purple passion fruit juice 4.2 mL / 200gram weight / day), KIV (simvastatin 0.18 mg / 200gram weight / day). Animals induced by hypercholesterolemia of K II, III, and IV using lard 3 mL / 200gram BB twice a day and Propylthiouracil (PTU) 12.5 mg / day in two divided doses for 14 days. Retro-orbital blood sampling performed at the end of the treatment to measure the levels of LDL HDL. Kruskal-Wallis test showed no significant difference in LDL of rats on each group (p = 0.557). One-way ANOVA test showed no significant difference in HDL of rats on each group (p = 0.183). The mean levels of LDL KI (19.28 ± 18.54), KII (24.93 ± 39.28), KIII (8.56 ± 6.02), KIV (10.70 ± 7.36). The mean levels of HDL KI (44.33 ± 11.75), KII (51.33 ± 13.48), KIII (48.67 ± 9.22), KIV (37.50 ± 9.28). The results of this study concluded that the purple passion fruit juice had an effect that is not statistically significant in increasing the levels of HDL and decreasing LDL blood of the rats of hypercholesterolemia’s model compared with simvastatin. | |
| 14170 | 17498 | F1A012096 | Peran Masyarakat dalam Mewujudkan Kampung Ramah Anak di Karanganyar RW.16, Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta | Gencarnya pembangunan wilayah di Kota Yogyakarta menyebabkan lingkungan menjadi belum responsif dengan kebutuhan anak, kemudian muncul berbagai permasalahan anak seiring dengan banyaknya pembangunan wilayah di Kota Yogyakarta, maka hal ini menjadi suatu tanggungjawab bagi masyarakat Kota Yogyakarta khususnya masyarakat Karanganyar RW.16, Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan untuk melindungi kehidupan anak-anak yaitu dengan mewujudkan program Kampung Ramah Anak (KRA). KRA merupakan sarana dalam mempercepat pemenuhan hak anak sekaligus memberikan perlindungan kepada anak di tingkat kampung atau RW. Peneliti memfokuskan perhatian mengenai bagaimana masyarakat Karanganyar RW.16 memaknai program KRA, peran yang dilakukan dalam mewujudkan KRA serta kendala yang dihadapi dalam mewujudkan KRA. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama masyarakat Karanganyar RW.16 memaknai KRA sebagai sarana pemenuhan kebutuhan anak, sarana pendidikan di masyarakat dan lingkungan, serta sebagai wadah kegiatan anak. Kedua, peran yang dilakukan dalam mewujudkan KRA terbagi kedalam 5 klaster KRA yang diwujudkan dalam berbagai kegiatan. Ketiga, kendala yang dihadapi dalam mewujudkan KRA yaitu kesibukan orangtua dan pengurus Gugus Tugas Dewasa, adanya rasa idealisme dari pengurus Gugus Tugas Dewasa serta kurangnya partisipasi anak dalam kegiatan di KRA. | The incessant development in Yogyakarta city causes the environment has not been responsive with the child's needs, then comes the issues of children in line with regional development in Yogyakarta city. It becomes a responsibility for the society in Yogyakarta especially in Karanganyar RW 16, Brontokusuman Village, Mergangsan district to protect the life of children. One way is create a child-friendly village program (KRA). KRA is a means to accelerate the fulfillment of the children’s rights as well as provide protection to children in villages or RW. Researcher focused on how the society in Karanganyar RW.16 interpret KRA program, the role played in realizing KRA, and problem faced in realizing the KRA. This research using descriptive qualitative method. The results of this research showed that, first the society in Karanganyar RW.16 interpret the KRA as a means of fulfilling the needs of the child, the means of community education and became a place for children activities. Second, the role played in realizing KRA is divided into five clusters that embodied in various activities. Third, the problems faced in realizing the KRA are busyness of parents and executive adult task force, there is a sense of idealism of executive adult task force and lack of child participation in KRA activities. | |
| 14171 | 17500 | D1E012148 | PENAKSIRAN HERITABILITAS KARAKTERISTIK BOBOT BADAN UMUR DELAPAN, DUA BELAS DAN ENAM BELAS MINGGU PADA PERSILANGAN ITIK JANTAN TEGAL DENGAN BETINA MAGELANG | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penaksiran heritabilitas bobot badan umur delapan, dua belas dan enam belas minggu pada persilangan itik jantan Tegal dengan betina Magelang yang selanjutnya disebut itik Gallang. Materi penelitian adalah itik Gallang betina (F1) berjumlah 48 ekor. Penaksiran heritabilitas (h2) menggunakan metode analisis variansi ragam saudara tiri (half sibs). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot badan umur 8 minggu yaitu 1.059,85 ± 165,28 g, umur 12 minggu yaitu 1.277,00 ± 124,80 g dan umur 16 minggu yaitu 1.419,79 ± 117,96 g. Hasil penaksiran nilai heritabilitas bobot badan umur 8 minggu yaitu 0,67 ± 0,12, umur 12 minggu yaitu 0,25 ± 0,05 dan umur 16 minggu yaitu 0,31 ± 0,06. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai heritabilitas pada bobot badan umur 8 dan 16 minggu pada itik Gallang menunjukkan nilai heritabilitas yang tinggi dan nilai heritabilitas bobot badan umur 12 menunjukkan nilai heritabilitas sedang. | The objective of this research was to estimate the heritability of body weight characteristic of eight, twelve and sixteen weeks old crossbred male duck Tegal with female Magelang that were commonly called Gallang ducks. The Material used were 48 birds Gallang female duck (F1). The research was done experimentally. Analysis of variance nested pattern program stepbrother (half sibs) was used to analyze the data. The result of research showed that the body weight characteristic of 8 weeks old were 1,059.85 ± 165,28 g, 12 weeks old were 1,277.00 ± 124,80 g, and 16 weeks old were 1,419.79 ± 117,96 g. The result of heritability of body weight characteristic 8 weeks old were 0,67 ± 0,12, 12 weeks old were 0,25 ± 0,05 and 16 weeks old were 0,31 ± 0,06. It can be concluded, that the heritability of body weight characteristic of 8 and 16 weeks old Gallang duck indicated a high heritability whereas heritability of body weight 12 weeks old Gallang duck indicated a moderate value. | |
| 14172 | 17502 | D1E012308 | EFEKTIFITAS POP GRANUL FESES AYAM PETELUR SUPLEMENTASI POC-HERBAL TERHADAP JUMLAH DAUN DAN TINGGI TANAMAN RUMPUT GAJAH DEFOLIASI KEDUA | Penelitian bertujuan mengkaji efektifitas pupuk organik padat (POP) granul feses ayam petelur suplementasi pupuk organik cair (POC) urin sapi bunting dan herbal terhadap jumlah daun dan tinggi tanaman rumput gajah defoliasi kedua. Materi yang digunakan terdiri atas rumput gajah, feses ayam petelur, mol bambu, dan air serta perangkat peralatan mencangkul dan alat pengukuran. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan pola tersarang Nested (grouped). Ada 4 jenis pupuk yang diteliti yaitu: P1 = POP granul dan suplementasi POC urin sapi bunting, P2 = POP granul dan suplementasi POC urin sapi bunting + nanas, P3 = POP granul dan suplementasi POC urin sapi bunting + nanas + temulawak, P4 = POP granul dan suplementasi POC urin sapi bunting + nanas + temulawak + mengkudu. Masing - masing jenis pupuk diberikan dalam 3 macam taraf (dosis), yaitu : d1 = dosis pupuk cair 1 ml/1kg granul/rumpun/defoliasi (36 L/ha/defoliasi), d2 = dosis pupuk cair 3 ml/1kg granul/rumpun/defoliasi (108 L/ha/defoliasi), d3 = dosis pupuk cair 9 ml/1kg granul/rumpun/defoliasi (324 L/ha/defoliasi), Sehingga seluruhnya ada 12 macam perlakuan. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan POP granul suplementasi POC urin sapi bunting dan herbal berpengaruh nyata terhadap jumlah daun rumput gajah sedangkan dosis pupuk tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun rumput gajah. Hasil analisis variansi pada tinggi tanaman rumput gajah jenis pupuk tidak berpengaruh nyata sedangkan dosis pupuk berpengaruh sangat nyata terhadap peningkatan tinggi tanaman rumput gajah. | The research aimed to study the effectiveness of layer feces granule organic fertilizer (GOF) supplemented with liquid organic fertilizer (LOF) of pregnant cow urine and herbal on the number of leaves and the height of elephant grass. The materials used consisted of elephant grass, feces of layer, bamboo, water, hoeing equipment and measuring devices. The study was designed using a Nested pattern design (grouped). There were 4 types of fertilizer studied: P1 = solid organic fertilizer granules supplemented with liquid organic fertilizer of pregnant cow urine, P2 = solid organic fertilizer granules supplemented with liquid organic fertilizer of pregnant cow urine + pineapple, P3 = solid organic fertilizer granules supplemented with liquid organic fertilizer of pregnant cow urine + pineapple + ginger, P4 = solid organic fertilizer granules supplemented with liquid organic fertilizer of pregnant cow urine + pineapple + ginger + noni. Each type of fertilizer was given in three kinds of levels (dose), ie: d1 = liquid organic fertilizer dose of 1 ml/ 1kg granule/bunch/defoliation (36 L/ha/defoliation), d2 = dose of liquid organic fertilizer 3 ml/1kg granule/bunch/defoliation (108 L/ha/defoliation), d3 = liquid organic fertilizer dose 9 ml/ 1kg granule/bunch/defoliation (324 L/ha/defoliation), so altogether there were 12 kinds of treatments. The results of analysis of variance showed that the use of layer feces granule organic fertilizer supplemented with pregnant cow urine and herbal had significant effect on the number of leaves, while the fertilizer dose did not give any significant effect on the number of leaves of elephant grass. The results of analysis of variance showed, the types of fertilizers had no significant effect on the height of elephant grass, but the dose had very significant effect on the height of elephant grass. | |
| 14173 | 17503 | D1E012323 | PERBEDAAN BOBOT POTONG DAN PERSENTASE NON KARKAS LUAR SAPI PERANAKAN ONGOLE DAN SAPI PERANAKAN SIMMENTAL | Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perbedaan bobot potong dan persentase non karkas luar sapi Peranakan Ongole dan Peranakan Simmental. Penelitian ini dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) pemkab Banyumas di jalan Tambaksari Purwokerto, Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Materi penelitian adalah 70 ekor yang masing-masing terdiri dari 35 ekor sapi PO dan 35 ekor sapi PS yang dipilih secara purposive sampling. Paremeter yang diukur meliputi bobot potong, bobot kepala, bobot kaki, dan bobot kulit. Data penelitian dianalisis dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot potong sapi Peranakan Ongole (PO) 386,34 kg dan sapi Peranakan Simmental 419,51 kg, sedangkan persentase non karkas luar antara sapi PO dan sapi PS antara lain kepala (4,37 % dan 5,23 %), kaki (1,95 % dan 2,19 %), serta kulit (7,03 % dan 8,35 %). Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa bobot potong dan persentase non karkas luar (kepala, kaki dan kulit) sapi PS lebih tinggi dibandingkan dengan sapi PO. | The purpose of this research is to know the difference of slaughter weight and the percentage of outside non carcass the Ongole crossbred and Simmental crossbred, This research carried out in the Slaughter house animals (RPH) pemkab Banyumas in the District of Tambaksari ,Banyumas Regency, Purwokerto, Central Java. The research material were 70 heads of cows including 35 heads of Ongole crossbred and 35 heads of Simmental crossbred. Those selected by purposive sampling. The parameter measured including slaughter weights, head weight, leg weight, and skin weight. Data were analyzed by the t-test. The results of this research showed that slaughter weight of Ongole crossbred was 386.34 kg and 419.51 kg of Simmental crossbred, while the percentage of non carcass cut between PO cows and PS cows were head (4.37% and 5.23%), foot (1.95% and 2.19%), as well as skin (7.03% and 8.35%). Inconclusion slaughter weight and percentage of the outside non carcass (head, leg, and skin) of PS cows were higher than of PO cows. | |
| 14174 | 17508 | A1G013016 | EFISIENSI SALURAN PEMASARAN UBI JALAR (Ipomea batatas L) DI KECAMATAN MREBET KABUPATEN PURBALINGGA | Kecamatan Mrebet merupakan daerah penghasil ubi jalar yang cukup besar di Kabupaten Purbalingga. Meningkatnya produksi ubi jalar di Kecamatan Mrebet harus ditunjang dengan pemasaran yang baik. Salah satu aspek pemasaran yang perlu diperhatikan dalam upaya peningkatan pemasaran ubi jalar di Kecamatan Mrebet adalah meningkatkan efisiensi saluran pemasaran. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui pola saluran pemasaran ubi jalar dari petani sampai konsumen di Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga, (2) menghitung marjin pemasaran ubi jalar pada setiap saluran pemasaran di Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga, (3) menghitung besarnya bagian harga yang diterima oleh petani (farmer’s share), (4) menganalisis saluran pemasaran ubi jalar yang efisien di Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilakukan di Desa Onje dan Selaganggeng Kecamatan Mrebet dan dilaksanakan pada bulan juni 2016. Pengambilan data dilakukan dengan metode sensus untuk petani dengan jumlah 53 orang dan snowball sampling untuk pedagang, dengan jumlah pedagang yang dijadikan sampel sebanyak 22 orang yang terdiri atas 4 orang tengkulak, 3 orang pedagang besar, 10 orang pedagang pasar dan 5 orang pedagang pengecer keliling. Analisis yang digunakan meliputi: analisis marjin, analisis farmer’s share dan analisis efisiensi saluran pemasaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) terdapat dua saluran pemasaran ubi jalar di Kecamatan Mrebet. (2) marjin pemasaran ubi jalar di Kecamatan Mrebet pada setiap saluran pemasaran yaitu: saluran I memiliki marjin pemasaran sebesar Rp2.603,77 per kilogram dan saluran II nilai marjin sebesar Rp3.103,77 per kilogram. (3) nilai farmer’s share pada saluran 1 sebesar 47,93 persen dan saluran II sebesar 43,56 persen. (4) berdasarkan analisis efisiensi, saluran pemasaran I yang paling efisien dengan prosentase sebesar 13,99 persen. | Subdistrict Mrebet as a sweet potato producing areas is quite large in Purbalingga. Increased production of sweet potato in the Subdistrict Mrebet be supported with good marketing. One aspect of marketing that need to be considered in efforts to improve the marketing of sweet potato in the Subdistrict Mrebet is to improve the efficiency of marketing channels. The purpose of this study is (1) to determine the pattern of marketing channels sweet potatoes from farmers to consumers in the Subdistrict Mrebet Purbalingga District, (2) to calculate the marketing margin sweet potatoes on each marketing channel in Subdistrict Mrebet Purbalingga District, (3) to calculate the part of the price received by farmers (farmer's share), (4) to analyzing marketing channels sweet potatoes efficient in Subdistrict Mrebet Purbalingga District. The study was conducted in the village of Onje and Selaganggeng Subdistrict Mrebet in June 2016. Data were collected by census method for farmers with the number 53 and snowball sampling to merchants, with the number of traders who used a sample of 22 people consisting of 4 people middlemen, 3 wholesalers, 10 market traders and retailers around 5 people. The analysis includes: margin analysis, analysis farmer's share and analyze the efficiency of marketing channels. The results showed that: (1) there are two marketing channels sweet potatoes in Subdistrict Mrebet Purbalingga District. (2) marketing margin of sweet potato in the Subdistrict Mrebet Purbalingga District on any marketing channel, namely: channel I have a marketing margin of Rp2.603,77 per kilogram and the second channel margin of Rp3.103,77 value per kilogram. (3) farmer's share value on channel 1 at 47.93 percent and 43.56 percent channel II. (4) based on an analysis of efficiency, marketing channels I most efficiently with a percentage of 13.99 percent. | |
| 14175 | 17506 | E1A013307 | PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP PEREDARAN OBAT PALSU DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN | Kesehatan merupakan hak asasi manusia. Setiap orang mempunyai hak untuk hidup layak, termasuk di dalamnya mendapatkan kesehatan yang baik. Saat ini banyak tumbuh dan berkembang tempat-tempat pelayanan kesehatan seperti rumah sakit–rumah sakit yang dikelola pemerintah hingga yang dikelola oleh pihak swasta, seiring dengan itu tumbuh dan berkembang juga pabrik-pabrik yang menghasilkan obat-obatan. Obat-obatan yang dapat dibeli dengan harga yang lebih murah dibanding obat yang dijual pada apotik-apotik atau toko obat resmi, walaupun obat-obatan tersebut tanpa jaminan asli atau palsu. Sangat ironis ketika orang sakit mengharapkan kesembuhan dengan obat yang ia minum namun kenyataanya obat yang diminum tersebut bukanlah obat yang semestinya malah sebaliknya (palsu) obat tersebut dapat mengakibatkan penyakit lain yang tidak diinginkan. Adapun tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap konsumen yang dirugikan akibat peredaran obat-obat palsu ditinjau dari Undang- Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Berdasarkan metode penelitian yuridis normatif dan pengumpulan data melalui penelusuran kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan yang terkait maka hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap konsumen obat sebenarnya sudah diupayakan oleh pemerintah dan jajarannya dengan mengeluarkan peraturan-peraturan mengenai pembinaan dan pengawasan berdasarkan Keputusan Kepala Badan POM RI Nomor HK.03.1.23.10.11.08481 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Obat dan sanksi berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yang diharapkan dapat membuat para pelaku usaha sadar sehingga melakukan usaha dengan iktikad baik. Pemerintah dalam hal ini telah melindungi hak-hak konsumen sebagaimana yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. | Health is a human right. Every person has the right to a decent life, including to get a good health. Today, there are many growing and developing health care places, such as hospitals managed by the government and private sectors, that may lead to the growth and development of factories producing medicines. The medicines can be purchased at a cheaper price than the medicines sold in pharmacies or official drug stores, eventhough there is no guarantee whether the medicines are genuine or fake. It is ironic when sick people expect a cure from a medicine that turns out to be a fake medicine, that may lead to other unwanted diseases. The purpose of this research was to determine the legal protection to consumers harmed by the circulation of fake medicines in terms of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection. Based on normative juridicial research method and data collection through a search of the literature on the related legislation, the result indicated that the protection of the law against the consumers of medicine had been attempted by the government and their staffs by issuing the regulations on the guidance and supervision based on Food and Drugs Monitoring Agency Decree of RI No. HK.03.1.23.10.11.08481 on Criteria and Procedure of Drug Registration and sanctions under Law No. 36 of 2009 on Health which was expected to make the business people to be aware in conducting drugs business so that they may perform business in a good faith. The government in this case protected the rights of consumers as set out in Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection. | |
| 14176 | 17509 | F1I011026 | Upaya Uni Eropa dalam Meningkatkan Network and Information Security Pasca Pembocoran Dokumen Rahasia National Security Agency oleh Edward Snowden | Pada tahun 2013, Edward Snowden mulai dikenal sebagai whistleblower karena ia mempublikasikan dokumen rahasia NSA yang berisi program-program aktifitas mass surveillance melalui reporter media massa U.K. Guardian. Tujuan Edward Snowden mempublikasikan dokumen rahasia NSA tersebut untuk memberikan informasi kepada masyarakat apa yang sebenarnya dilakukan oleh Amerika Serikat dan memberikan peringatan agar masing-masing negara meningkatkan keamanannya di bidang Network and Information Security. Negara-negara di Uni Eropa menjadi target dari aktifitas mass surveillance Amerika Serikat, hal ini membuat Uni Eropa harus lebih meningkatkan keamanan dibidang keamanan informasi karena aktifitas Amerika Serikat tersebut merupakan ancaman bagi Uni Eropa. Upaya Uni Eropa dalam meningkatkan Network and Information Security yaitu dengan memberikan mandat baru kepada ENISA (European Union Agency for Network and Information Security) agar lebih memperluas jangkauannya dalam menjaga keamanan jaringan dan informasi di Uni Eropa. | In 2013, the NSA secret documents containing surveillance programs revealed by Edward Snowden was then known as the whistleblower through reporters U.K. Guardian. This revelation aim to provide information to public what actually United States do and reminding us for improving security in the field of Network and Information Security. After EU member states became a target of U.S. mass surveillance activities, the EU network and information security must be improved. The EU efforts on improving network and information security is giving a new mandate to ENISA (European Union Agency for Network and Information Security) in order to further expand the scope for protecting EU networks and information security. | |
| 14177 | 17511 | A1C110018 | EFISIENSI SALURAN PEMASARAN WORTEL ( Daucus Carota L ) ASAL KECAMATAN BUMIJAWA KABUPATEN TEGAL | Meningkatnya produksi wortel di Kecamatan Bumijawa harus ditunjang dengan pemasaran yang baik. Semakin panjang saluran pemasaran maka semakin banyak biaya pemasaran. Kegiatan pemasaran wortel di Kecamatan Bumijawa melalui rantai pemasaran yang panjang dan mengakibatkan perbedaan harga yang tinggi antara harga di petani dengan harga yang dibayar oleh konsumen. Salah satu aspek pemasaran yang perlu diperhatikan dalam upaya peningkatan pemasaran wortel di Kecamatan Bumijawa adalah efisiensi saluran pemasaran. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui saluran pemasaran wortel di Kecamatan Bumijawa, (2) mengetahui marjin pemasaran wortel pada setiap saluran pemasaran di Kecamatan Bumijawa, (3) mengetahui besarnya bagian harga yang diterima oleh petani (farmer`s share), (4) mengetahui besarnya profit margin yang diterima oleh masing-masing pedagang pada setiap saluran pemasaran, dan (5) menganalisa efisiensi saluran pemasaran wortel di Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal. Penelitian dilakukan di Desa Guci, Desa Sigedong dan Desa Batumirah Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal, pemilihan desa dilakukan secara sengaja (purposive). Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2016 sampai Maret 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, rancangan pengambilan sampel petani menggunakan Simple Random Sampling dan snowball sampling untuk pedagang. Jumlah responden petani yang terambil sebanyak 86 orang dan jumlah pedagang yang dijadikan sampel sebanyak 19 orang yang terdiri dari 7 tengkulak desa, 3 pedagang besar, 4 tengkulak pasar dan 5 pedagang pengecer. Analisis yang digunakan meliputi : analisis marjin, analisis profit margin, farmer’s share, analisis efisiensi teknis dan ekonomis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Terdapat 3 saluran pemasaran wortel di Kecamatan Bumijawa, (2) Marjin pemasaran wortel di Kecamatan Bumijawa dengan nilai marjin pemasaran terkecil yaitu pada saluran pemasaran I sebesar Rp3.000,00/kg. (3) Farmer’s share terbesar ada pada saluran pemasaran I sebesar 50 persen. (4) Profit margin yang diterima paling besar diperoleh tengkulak pada saluran III yaitu sebesar 32,82 persen. (5) Berdasarkan nilai indeks efisiensi teknis dan efisiensi ekonomis, saluran pemasaran wortel yang paling efisien adalah saluran I. | Increased production of carrots in the Bumijawa should be supported with a good marketing. The length of channel marketing, the more marketing costs. Carrots marketing activities in the District Bumijawa through the marketing chain leng thand resulted in the price difference is high between price on farmers with the price paid by consumers. One of the marketing aspect that needs to be considered in an effort to improve marketing of a carrot in the Bumijawa is to increase the efficiency of marketing channel. Aim of this study is : (1) To determine marketing channel carrrots on District Bumijawa, (2) To determine the marketing margin carrots on each marketing channel in District Bumijawa, (3) To determine the size of the price received by farmers (farmer`s a share), (4) to know the profit margins earned by each merchant on every channel marketing, and (5) To analyze efficiency the marketing of a carrot in the Bumijawa Tegal regency. The study was conducted in the village of Guci, Sigedong Village and Batumirah village, District Bumijawa Tegal, village election in a do manner, implemented in February 2016 to March 2016. The research method that used is survey method, Simple Random Sampling for farmers sampel and snowball sampling for traders. The number of respondents a farmer who was fatched is 86 people and the number of traders in the sample is 19 people consisting of 7 broker the village, a wholesaler, 4 broker the market and 5 the merchant retailers. The analysis equipment that is used involves: margin analysis, profit margin analysis, the farmer's share, the analysis of technical and economic efficiency. The results showed that: (1) There are three marketing channel carrots in the Bumijawa, (2) The smallest marketing margin carrots in District Bumijawa is channel I, value of marketing margin on the marketing of Rp3.000,00/kg, (3) the biggest Farmer's share is in the marketing channels I amounted to 50 percent, (4) Profit margins most received by broker gained on the third line in the amount of 32,82 percent. (5) Based on the value of the index of technical efficiency and economic efficiency, marketing channels carrots most efficient is the channel I. | |
| 14178 | 17513 | E1A012017 | PERANAN LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN (LPSK) DALAM MEMBERIKAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP JUSTICE COLLABORATOR | Tindak pidana korupsi merupakan pelanggaran terhadap hak-hak sosial dan hak hak ekonomi masyarakat, sehingga tindak pidana korupsi tidak lagi digolongkan sebagai kejahatan biasa (ordinary-crimes) melainkan telah menjadi kejahatan luar biasa (extra-ordinary crimes). Sehingga dalam upaya pemberantasannya tidak dapat lagi dilakukan secara biasa, tetapi dibutuhkan cara-cara yang luar biasa (extra-ordinary enforcement). Tindak pidana korupsi di Indonesia telah melibatkan banyak kalangan, baik di pusat maupun di daerah, lembaga eksekutif, legislative, yudikatif, dan tokoh masyarakat. Permasalahan dalam penelitian yang diambil antara lain: mengetahui peranan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dalam memberikan perlindungan hukum tehadap justice collabolator. Selanjutnya mengetahui faktor yang menghambat Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dalam memberikan perlindungan hukum terhadap justice collabolator. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis yaitu penelitian yang menekan pada aspek-aspek sosiologis. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data skunder. Peranan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dalam memberikan perlindungan hukum terhadap justice collabolator adalah memberikan perlindungan atas hak-hak justice collabolator sejak dikabulkannya permohonan justice collabolator tersebut oleh LPSK dan berakhir sampai dengan berakhirnya masa hukuman. Hambatan pelaksanaan perlindungan justice collabolator melalui pendekatan teori Lawerence Friedman dari sisi subtansi hukum adalah kelemahan dari Pasal 10 ayat (2) Undang-undang No 13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi dan Korban, dari sisi strukturhukum adalah kelemahan kelembagaan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban dan dari sisi budaya hukum adalah masalah koordinasi dan ego sektoral antar komponen sistem peradilan pidana. | Corruption can be regarded as a quiet phenomenal criminal act, because this act besides giving financial harm to the country, but also can make a violation of the social and economic right of society. Therefore, this act can be called as a double crime not just a single crime. So the public should begin to realize the dangers and harm from this criminal act. The problem in a study that was taken, among others: know the role of the witness and victims protection agency in providing legal protection agency in providing legal protection against justice collabolator, know the factors that hamper the protection the witness and victims in providing legal protection against justice collabolator. This study uses social-juridicial with emphasizes in the sociological aspects. Data were analyzed with descriptive qualitative. The data source used are primary and secondary data. The role of witness and victims protection agency (LPSK) in providing legal protection against justice collabolator since granted the justice collabolator the by the agency and ended up with the end of the sentence. Obstacle on justice collabolator protection through Lawrence Freidman Theory approachment, from the legal substance is the weakness of article 10 part (2) act no.13 year 2006 about Witness and victims protection agency (LPSK), and from legal culture is problems on coordination and sectoral ego between criminal justice system components. | |
| 14179 | 17514 | A1L112049 | UJI APLIKASI TIGA ISOLAT Trichoderma sp. TERHADAP PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN CABAI | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan tiga isolat Trichoderma sp. terhadap penyakit layu fusarium pada tanaman cabai serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil cabai merah in planta. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian. Universitas Jenderal Soedirman mulai bulan April 2016 sampai bulan Juli 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri atas 5 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan tersebut terdiri atas, kontrol tidak diberikan perlakuan, Trichoderma sp. Tb , Trichoderma sp. Tw, Trichoderma sp. isolat jahe dan fungisida berbahan aktif Benomil 50%. Variabel yang diamati adalah masa inkubasi, intensitas penyakit, tinggi tanaman, masa berbunga pertama, bobot segar akar, bobot segar tanaman, jumlah buah, dan bobot segar buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Trichoderma sp. Tw dan Trichoderma sp. isolat jahe menekan intensitas penyakit sebesar 71,58% dan 68,32%, meningkatkan bobot segar buah sebesar 47,82% dan 30,96%, meningkatkan bobot segar tanaman sebesar 40,03% dan 37,31%, meningkatkan jumlah buah sebesar 32,32% dan 23,42%, serta mampu menunda masa inkubasi sebesar 59,44% dan 54,82%. Perlakuan tiga isolat Trichoderma sp. belum mampu meningkatkan tinggi tanaman, masa berbunga, dan bobot segar akar tanaman cabai. | The research aimed to know the effectiveness of three Trichoderma sp. isolates against fusarium wilt and their effect on growth and yield of red pepper in planta. The research was conducted at the experiment station Faculty of Agriculture, Jendral Soedirman University, from April 2016 to July 2016. Rendomized block design was used with five treatments and six replicates. The treatments were, control, Trichoderma sp. Tb, Tw , and ginger isolates, and fungicide with active ingredients of Benomyl 50%. Variables observed were incubation period, intensity diseases, plant height, the first flowering time, roots fresh weight, crop fresh weight, the number of fruits, and fruits fresh weight. Result of the research showed that Trichoderma sp. Tw and ginger isolates could effectively supress the diseases increase crop yield red pepper, capable by effectively the disease of 71.58 and 68.32%, respectivel; increase fruits fresh weight of 47.82 and 30.96%, respectively; increase crop fresh weight of 40.03 and 37.3%, respectivelty; increase the number of fruits of 32.32 and 23.42%, respectively and delay the incubation period of 59.44 and 54.82%, respectively. All isolates of Trichoderma sp. could not able to increase crop height, the first flowering time and roots fresh weight of the red pepper. | |
| 14180 | 17515 | E1A012299 | PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN TERHADAP TARIF SMS OFF-NET AKIBAT KARTEL SMS BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (PUTUSAN KPPU NO.26/KPPU-L/2007) | Penelitian ini berawal dari adanya perkara Kartel SMS yang dilakukan oleh 9 operator yaitu : PT Excelcomindo Pratama, Tbk., PT Telekomunikasi Selular, PT Indosat, Tbk., PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk., PT Hutchison CP Telecommunication, PT Bakrie Telecom, Tbk., PT Mobile-8 Telecom, Tbk., PT Smart Telecom, PT Natrindo Telepon Seluler. Ke-9 operator ini melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antar operator yang menyebabkan Kartel SMS, sehingga tariff sms tidak sesuai dengan perhitungan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan mengakibatkan kerugian bagi konsumen. Konsumen mempunyai hak-hak yang diatur di dalam Pasal 4 Undang-Undang No 8 tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Kerugian bagi Konsumen diatur di dalam Pasal 4 huruf (h) UUPK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan Pasal 4 huruf (h) UUPK di dalam memperjuangkan Hak-hak bagi konsumen yang dirugikan pelaku usaha. Metode yang digunakan menggunakan metode penelitian yuridis normative, dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus serta spesifikasi penelitian secara deskriptif dengan metode analisis data secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis dapat diambil kesimpulan bahwa Kartel SMS yang dilakukan oleh 9 operator telah melanggar Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Praktek Larangan Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, dan dari kegiatan Monopoli tersebut telah membuat Kerugian yang di derita oleh Konsumen dengan merujuk pada hak konsumen yang berada pada Pasal 4 huruf (h) Undang-Undang No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, membuat Putusan KPPU menjadi lebih kuat dan mengharuskan bagi para pelanggar yaitu para Pelaku Usaha untuk membayar ganti kerugian yang kemudian diserahkan kepada negara sebagai kas negara, dengan total Rp 77.000.000,00; | ABSTRACT LEGAL PROTECTION FOR CONSUMERS TO CHECK SMS DUE TO OFF-NET SMS CARTEL BY LAW NUMBER 8 YEAR 1999 ON CONSUMER PROTECTION (KPPU DECISION NO.26 / KPPU-L / 2007) by: Yogi Candra Ovian E1A012299 This study originated from the case SMS Cartel conducted by nine operators: PT Excelcomindo Pratama, Tbk., PT Telekomunikasi Seluler, PT Indosat, Tbk., PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk., PT Hutchison CP Telecommunication, PT Bakrie Telecom, Tbk. , PT Mobile-8 Telecom, Tbk., PT Smart Telecom, PT Natrindo Telepon Seluler. These carriers 9th perform the Agreement of Cooperation (MCC) between operators which led Cartel SMS, so the sms tariff is not in accordance with the calculation of the Indonesian Telecommunications Regulatory Body (BRTI) and cause harm to the consumer. Consumers have the rights set out in Article 4 of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection. Disadvantages for Consumers set out in Article 4 letter (h) of BFL. This study aims to identify and analyze the application of Article 4 letter (h) of BFL in the fight for the rights of consumers who are disadvantaged businesses. The method used normative juridical research methods, with the approach of legislation and approach to the case and the specifications descriptive study with normative data analysis qualitative. Based on the results of the analysis can be concluded that the SMS Cartel conducted by nine operators have violated Law No. 5 of 1999 On Practice Prohibition of Monopolistic and Unfair Competition, and of the activities of Monopoly has been made Losses suffered by consumers with reference to the consumer right are in Section 4 letter (h) of the Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection, made the Commission's Decision becomes more powerful and require for offenders that the business communities to pay compensation which was then submitted to the state as the state treasury, the total USD 77,000,000.00; |