Artikelilmiahs

Menampilkan 14.101-14.120 dari 49.691 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1410117437A1L012138PENGARUH REBUSAN DAUN SIRIH (Piper betle) DAN KADAR GULA PADA LARUTAN PERENDAM UNTUK MEMPERPANJANG KESEGARAN BUNGA POTONG GERBERA (Gerbera jamesonii Bolus)Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi rebusan daun sirih dan kadar gula yang paling tepat terhadap kesegaran bunga gerbera. Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman mulai bulan Agustus sampai dengan bulan September 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama merupakan kadar gula yang terdiri 3 taraf yaitu konsentrasi 1%, 2%, dan 3%. Faktor kedua merupakan konsentrasi rebusan daun sirih yang terdiri 3 taraf yaitu konsentrasi 3%, 6%, dan 9%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji F 5% kemudian dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi daun sirih 3% dapat mempertahankan kesegaran bunga gerbera hingga 10,61 hari. Kombinasi perlakuan yang terdiri dari 3% gula pasir + 300 ppm asam sitrat + 3% rebusan daun sirih mampu memperpanjang masa kesegaran bunga gerbera hingga 11,83 hari. This research aimed to know the most appropriate of decoction of betel leaves concentration and suger levels to extend the freshness of gerbera flowers. Research has been conducted at the Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman on Auguts to September, 2016. This research used completely randomized block design with 2 factors and 3 replications. The first factor were the sugar levels that consisted of three levels in explanation concentrations of 1%, 2%, and 3%. The second factor were betle leaves concentrations that consisted of three levels in explanation of 3%, 6%, and 9%. The observed characters were analyzed by using F test at the 5% level of error then followed Duncen Multiple Range Test (DMRT). The results showed that betel leaves concentration 3% can maintained vase life of gerbera flowers to 10,61 days. Combination treatment consisted of 3% sugar levels + 300 ppm asam sitrat + 3% betel leaves concentration can extend vase life of gerbera flowers to 11,83 days.
1410217044A1L011041PENGARUH SUHU DAN UMUR BUNGA TERHADAP KUALITAS BUNGA MELATI GAMBIR DALAM SIMPANAN
(Jasminum Officinale f.affine)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan umur bunga terbaik terhadap kualitas bunga melati gambir dalam simpanan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman mulai 9 Februari sampai 17 Februari 2016. Penelitian ini menggunakan RAKL faktorial (Rancangan Kelompok Acak Lengkap). Faktor pertama suhu penyimpanan yaitu : pada lemari es dengan suhu 7°, suhu penyimpanan pada incubator dengan 14°C, dan suhu ruang 25°C. Faktor kedua umur bunga melati yaitu : hari H bunga mekar, 1 hari sebelum bunga mekar, 2 hari sebelum bunga mekar. Variabel yang diamati adalah keharuman, warna bunga, kerusakan, kemekaran bunga, kesegaran bunga. Hasil penelitian menunjukkan suhu dan umur bunga yang baik terhadap keharuman bunga melati yaitu pada suhu lemari es 7°C dengan hari H bunga mekar, suhu dan umur bunga yang baik terhadap warna bunga melati yaitu pada suhu lemari es 7°C dengan hari H bunga mekar, suhu dan umur bunga yang baik terhadap kemekaran bunga melati yaitu pada suhu 25°C dengan hari H bunga mekar, suhu dan umur bunga yang baik pada kesegeran adalah suhu 7°C. This research target is to know the best effect of the temperature and age of the flowers towards flower quality of common jasmine in storage. This research was conducted at the Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman began on February 9th until February 17th, 2016. This research using RAKL factorial (completely randomized block design). The first factor is the storage temperature in the refrigerator 7°C, storage temperature in the incubator 14°C, and 25°C ambient temperature. The second factor is the age of jasmine M-1 (the H blooms), M-2 (one day before the flowers bloom), M-3 (2 days before the flowers bloom). The variables measured were fragrance, flower color, damage, diameter of flowers, the freshness of flowers. The results showed the good flower temperature and age towards the jasmine odeor is in referigator temperature 7°C with the H day, the good flower temperature and age toward the color is in referigerator temperature 7°C with the H day of the flower bloom, and the good flower temperature and age toward the blooming process of the jasmine is at referigerator temperature 25°C with the H day of the flower bloom, the good flower temperature and the freshness of flowers is in referigerator temperature 7°C.
1410317438F1C012056DEKORASI INTERIOR SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI ANTARA OWNER DENGAN PENGUNJUNG DI WAROENK ORA UMUM PURWOKERTOManusia pada dasarnya memiliki naluri senang terhadap sesuatu yang indah. Keindahan tersebut salah satunya muncul pada tampilan dekorasi interior di dalam kafe. Dekorasi interior merupakan bagian dari daya tarik bangunan kafe yang mendapat perhatian dari para pengunjung karena keberadaannya saat ini dapat memenuhi rasa kenyamanan pada diri setiap individu. Berkaitan dengan penelitian ini dekorasi interior merupakan salah satu bentuk yang menjadi daya tarik perhatian pengunjung karena didalamnya juga memuat asupan visual yang dapat dilihat dan dipandang menarik oleh mata. Dekorasi dalam penelitian ini tidak hanya menjadi konsumsi mata saja namun keberadaannya juga dapat menjadi salah satu bentuk media komunikasi visual karena pengunjung dapat memiliki persepsi yang berbeda mengenai tampilan dekorasi interior tersebut.

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana sebuah dekorasi interior dapat menjadi media komunikasi visual serta untuk mengetahui bagaimana pengunjung dapat memaknai dekorasi interior tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan komunikasi visual. Lokasi penelitian dilakukan di Waroenk Ora Umum Purwokerto. Sedangkan data penelitian diperoleh dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi yang kemudian hasil data yang diperoleh dilakukan dengan teknik analisis deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat ini keberadaan dekorasi interior selalu menghadirkan tanda-tanda yang digunakan sebagai bentuk penyampaian pesan. Dalam penelitian ini tanda-tanda tersebut tertuang pada tampilan aksesoris serta elemen pembentuk ruang yang terdapat pada Waroenk Ora Umum. Masing-masing kategori tersebut didalamnya terdapat visualisasi simbol, warna, dan teks/typografi yang memperkuat adanya pesan yang ingin disampaikan oleh owner kepada pengunjung. Maka dari itu, melalui tanda-tandanya pula pengunjung pun dapat memaknai dekorasi interior secara berbeda-beda.
Humans basically have the instinct of being happy in seeing something beautiful. The beauty can be found in the interior decoration in café. Interior decoration is a part of appeal in a café’s building, which also attracts the attention of the visitors, because it can give comfort towards individuals. Related to this study, interior decoration is something which attract the visitors’ attention because it has visual aspect that pleased the eyes. In this study, decoration is not only something consumed by the eyes, but the existence of good decoration can also be a form of visual communication media, since the visitors can obtain different perceptions about the interior decoration display.

This study is purposed to depict how interior decoration can be a visual communication media and to understand how visitors can gain meanings from the interior decoration in a café. This study used qualitative method with visual communication approach. The location of this study was in Waroenk Ora Umum Purwokerto. The data of this study was obtained by using interview, observation and documentation, which then analyzed with descriptive analysis technique.

The result of this study showed that recently the existence of interior decoration brings the signs that can be used as a form of message delivering. In this study, the signs are expressed in the display of accessories and the elements which build the space in Waroenk Ora Umum. Each category contains of symbol, color, and typography visualization, which strengthen the message from the owners to the visitors. Therefore, through the signs, visitors can obtain the meanings of interior decoration differently.
1410417439D1E012231KAJIAN PENAMBAHAN EKSTRAK JAHE EMPRIT (Zingiber Officinale Roscoe) PADA PEMBUATAN TELUR ASIN TERHADAP JUMLAH BATERI DAN TOTAL FENOLTujuan penelitian mengkaji pengaruh penambahan ekstrak jahe emprit dengan konsentrasi yang berbeda pada pembuatan telur asin terhadap jumlah bakteri dan total fenol. Materi yang digunakan, 60 butir telur itik (umur satu hari), 3.000 gram serbuk batu bata merah, 1.500 gram garam, 1.500 abu gosok, 10.000 gram jahe dan 17.500 ml air. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), sebagai perlakuan yaitu penambahan ekstrak jahe emprit pada pembuatan telur asin yaitu P1 (37,5%), P2 (40%), P3 (42,5%), P4 (45%) setiap perlakuan diulang lima kali. Hasil penelitian menunjukkan penambahan ekstrak jahe emprit pada pembuatan telur asin berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap jumlah bakteri dan total fenol. Rataan jumlah bakteri dan total fenol masing-masing untuk jumlah bakteri P1: 8.082 cfu/g, P2: 7.951 cfu/g, P3: 7.925 cfu/g, P4: 7.920 cfu/g, sedangkan total fenol P1: 0.06 %, P2: 0.08 %, P3: 0.09 %, P4: 0.10 %. Uji lanjut dengan orthogonal polynomial menunjukkan penurunan jumlah bakteri mengikuti persamaan regresi Y = 8.811 – 0.010X (r =0,643) dan total fenol Y = -0.146 + 0.002X (r = 0.870). Kesimpulan, penambahan ekstrak jahe emprit pada pembuatan telur asin sampai level 45% dapat menurunkan jumlah bakteri dan meningkatkan total fenol.The purpose of this research to investigate the effect addition of emprit ginger extract with different concentration on amount of bacteria and total phenol. Sixty eggs ducsk (the age one day), 3.000 grams the red brick, 1.500 grams salt, 1.500 ashes rub, 10.000 grams ginger and 17.500 ml water were used in this research. The Research was done with experimental methods with Randomixed Complete Design (RAL), as the treatment were the addition of emprit ginger extract (p) namely p1 (37,5%), p2 (40%), p3 (42,5%), p4 (45%). Each treatment were replicated five times. The results show that addition of emprit ginger extract hightly significant effect (p<0.01) on amount of bacteria and total phenol. The average of amount of bacteria and total phenol were p1: 8.082 cfu/g , p2: 7.951 cfu/g, p3: 7.925 cfu/g, p4: 7.920 cfu/g, while the total phenol p1: 0.06 %, p2: 0.08 %, p3: 0.09 %, p4: 0.10 %. The result of orthogonal polynomial test showed that level of emprit ginger extract decreasing the amount of bacteria and increasing total phenol as the equation Y = 8.811 – 0.010X (r = 0,643) and Y = -0.146 + 0.002X (r = 0.870), respectively. Conclusion, the addition of emprit ginger extract until level 45 % can decrease the amount of bacteria and increase the total phenol.
1410517869G1F009067ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP AKTIVITAS LAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS SUMPIUH I KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016Kepuasan pasien terhadap layanan kefarmasian menjadi salah satu bentuk evaluasi kinerja pelayanan yang sangat penting. Kepuasan didapatkan apabila kenyataan sama dengan atau lebih dari harapan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kenyataan, tingkat harapan dan tingkat kepuasan pasien terhadap layanan kefarmasian yang diberikan oleh apoteker kepada pasien di Puskesmas Sumpiuh I Kabupaten Banyumas.
Metode yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan cross sectional menggunakan kuesioner. Jumlah responden terdiri atas 100 pasien yang mendapatkan pelayanan kefarmasian di Puskesmas Sumpiuh I Kabupaten Banyumas dan dilakukan secara accidental sampling. Seluruh item instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel berdasarkan perhitungan uji validitas korelasi Pearson dan uji reliabilitas Alpha Cronbach. Data yang diperoleh dihitung rata-rata untuk mengetahui tingkat kenyataan dan tingkat harapan pasien. Analisis tingkat kepuasan pasien dilakukan dengan membandingkan kenyataan dan harapan diukur menggunakan analisis gap.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat harapan pasien terhadap layanan kefarmasian oleh apoteker sebesar termasuk dalam kategori tinggi dan tingkat kenyataan pelayanan oleh apoteker sebesar termasuk dalam kategori tinggi. Analisis gap pada semua item menunjukkan nilai negatif dengan nilai gap rata-rata termasuk dalam klasifikasi cukup puas. Gap bernilai negatiff artinya pasien belum merasa puas terhadap layanan kefarmasian di apotek dengan tingkat kepuasan yakni belum puas.
Patient satisfaction of pharmaceutical care is an essential part of the performance evaluation. Satisfaction obtained when the reality is equal to or more than the desired expectation. This research aimed to determine the level of reality, the level of expectation and the level of patient satisfaction of pharmaceutical care provided by pharmacists to patients in pharmacies in Tasikmalaya.
The method of this research usedcross-sectional survey method by questionnaire. The respondents consisted of 100 patients who received pharmaceutical care in Puskesmas Sumpiuh I Kabupaten Banyumas, obtained by accidental sampling. All instrument items was valid and reliable based on the calculation of the Pearson correlation test validity and Cronbach alpha reliability test. The mean obtained were calculated to determine the level of reality and the level of patient expectations. Analysis of patient satisfaction were done by comparing the reality and expectations and measured using gap analysis.
The results showed that the level of patient expectations was categorized as high and level of pharmaceutical care reality was categorized as high. Overall, gap analysis showed negative values with average of gap value was categorized as low. A negative gap, means that patient had been not satisfied with pharmaceutical care in the pharmacies with the level of quite satisfied.
1410617440C1K012040USER ACCEPTANCE OF KAI ACCESSRINGKASAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat Penerimaan terhadap aplikasi untuk pemesanan tiket secara online oleh pengguna KAI Access. Penelitian ini menggunakan Liu, et.al Model The Unified Theory of Acceptance And Use Technology (UTAUT). Sampel dari penelitian ini adalah 97 responden pengguna applikasi smartphone
Hasil dari study ini menunjukan bahwa Harapan Kinerja, Harapan Usaha, Pengaruh Sosial, and Kondisi Fasilitatisi memiliki pengaruh positif terhadap Niat Perilaku untuk Menggunakan. Implikasi dari penelitian ini adalah untuk evaluasi pengembang aplikasi PT. KAI (Persero) untuk meningkatkan kinerja applikasi dan membutuhkan kajian ulang mengenai aturan yang tepat berkaitan untuk Harapan Kinerja, Harapan Usaha, Pengaruh Sosial, dan Kondisi Fasilitasi.
Abstract
The purpose of this study is to analyzing the User Acceptance of KAI Access. This study used Liu, et.al Model from The Unified Theory of Acceptance And Use Technology. The sample of this study is 97 respondents of user mobile application PT. KAI (Persero) in Purwokerto. The sampling method used Convinience Sampling Method, which spread to any user in Public Area.
The result of this study showed that Performance Expectancy, Effort Expectancy, Social Influence, and Facilitation Condition have a positive effect to behavioral Intention to Use. The implication of this study is an evaluation to the developer mobile application of PT. KAI (Persero) for increasing performance of the application and needs to reviewing appropriate policies, regarding to performance expectancy, effort expectancy, social influence and facilitation condition.
1410717431D1E012336PENGARUH LAMA PEMBALURAN JUS BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP KUALITAS FISIK DAGING PAHA ITIK PETELUR AFKIR.Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pembaluran Jus Buah Naga Merah yang dapat menghasilkan kualitas fisik terbaik daging paha itik petelur afkir. Materi yang digunakan adalah 20 potong daging paha itik petelur afkir dan buah naga merah 300 g. Metode penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu daging tanpa dibalur, daging dibalur jus buah naga merah 20% dari bobot daging, selama 30, 60 dan 90 menit. Setiap perlakuan diulang 5 kali. Peubah yang diukur yaitu pH, keempukan, susut masak dan daya ikat air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaluran menggunakan jus buah naga merah berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap susut masak serta berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH dan keempukan daging paha itik petelur afkir, namun berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap daya ikat air. Rataan pH masing-masing adalah; K0: 6,16; K1: 6,08; K2: 6,07; K3: 5,86; Keempukan K0: 0,0768 mm/g/detik, K1: 0,0831 mm/g/detik, K2: 0,0891 mm/g/detik, K3: 0,0907 mm/g/detik. Susut masak K0: 28%, K1: 34%, K2: 42%, K3: 70%. Daya ikat air (DIA) K0: 33,65%, K1: 33,10%, K2: 41,12%, K3: 46,55%. Kesimpulan, pembaluran jus buah naga merah dengan lama waktu pembaluran yang berbeda selama 60 menit menghasilkan kualitas fisik terbaik.The study aims to determine the effect of coating time of red dragon fruit juice that can produce the best physical quality of thigh meat of culled layer ducks. The materials used were 20 pieces of thigh meat of culled layer ducks and 300 g of red dragon fruit. The research method were experiment using completely randomized design (CRD) with 4 treatments; uncoated meat, coated meat with red dragon fruit juices as much as 20% of the meat weight, for 30, 60 and 90 minutes. Each treatment was repeated 5 times. Parameters measured were pH, tenderness, cooking shrinkage and water holding capacity. The results showed that coating using red dragon fruit juice had a highly significant (P <0.01) effect to cooking shrinkage and significant (P <0.05) effect to pH and tenderness of thigh meat of culled layer ducks, but the effect was not significant (P> 0.05) to water holding capacity. The average pH were; K0: 6.16,: K1: 6.08, K2: 6:07, K3: 5.86 respectively, tenderness of K0: 0.0768 mm/g/sec, K1: 0.0831 mm/g/sec, K2: 0.0891 mm/g/sec, K3: 0.0907 mm/g/sec, cooking shrinkage of K0: 28% K1: 34% K2: 42% K3: 70%, and water holding capacity (WHC) K0: 27.99% K1: 44.184% K2: 52.423% K3: 53.338%. In conclusion, red dragon fruit juices coating for 60 minutes produce the best physical quality.
1410817442C1A013005PENGARUH DANA ALOKASI UMUM, DANA ALOKASI KHUSUS, RETRIBUSI DAERAH DAN PDRB TERHADAP PENGALOKASIAN ANGGARAN BELANJA MODAL DI JAWA TENGAHPelaksanaan otonomi daerah menjadikan setiap daerah harus bisa mengatur daerahnya sendiri. Pembangunan daerah salah satunya dapat dilakukan dengan peningkatan pelayanan publik maka dari itu perlu adanya pembiayaan seperti belanja modal dalam peningkatan sarana dan prasarana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dana alokasi umum, dana alokasi khusus, retribusi daerah dan produk domestik regional bruto (variabel independen) terhadap pengalokasian anggaran belanja modal (variabel dependen) di Provinsi Jawa Tengah. Data yang digunakan adalah gabungan dari data cross section yang terdiri dari 35 Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah dan data time series yang terdiri dari 5 tahun penelitian dari tahun 2010-2014. Metode analisis yang digunakan adalah model regresi data panel dengan pendekatan common effect model, fixed effect model dan random effect model. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan semua variabel independen berpengaruh terhadap belanja modal. Secara parsial variabel dana alokasi umum dan dana alokasi khusus berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja modal. Retribusi daerah berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap belanja modal. Produk domestik regional bruto berpengaruh signifikan terhadap belanja modal. The Implemetation of regional autonomy makes each region should be able to manage their own regions. Region autonomy one of which can be done with improving public services and therefore need financial as capital expenditure in the improvement of facilities and infrastructure. The purpose of the research is to determine the effect of general allocation fund, special allocation fund, levies and region gross domestic product on capital expenditure budget allocation in central java province. The data used of combination from cross section data is 35 districts and cities in central java and time series date from 2010 to 2014. The method used is pooled data regression model with approach common effect model, fixed effect model and random effect model. The result of this research showed that tes simultan all independent variables impact on the capital expenditure. The test in partial showed general allocation fund and special allocation fund are positive effect and significant impact on capital expenditure. Levies effected significant impact on capital expenditures. Region gross domestic product effected significant impact on capital expenditures.
1410917444D1E012268PENGARUH PENAMBAHAN LEVEL DEDAK PADI TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR SILASE RUMPUT GAJAH DWARF (Pennisetum purpureum cv. Mott)Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh level dedak padi terhadap kandungan protein kasar dan serat kasar silase rumput gajah dwarf dan mengkaji level dedak padi yang paling baik terhadap kandungan protein kasar dan serat kasar silase rumput gajah dwarf. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan adalah R0 (Rumput gajah dwarf+0% dedak padi); R1 (Rumput gajah dwarf+10% dedak padi); R2 (Rumput gajah dwarf+20% dedak padi); R3 (Rumput gajah dwarf+30% dedak padi); R4 (Rumput gajah dwarf+40% dedak padi). Data yang didapat diolah dengan anava uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Peubah yang diukur adalah protein kasar dan serat kasar. Rata – rata kandungan protein kasar setiap perlakuan, yaitu 9,07±1,21% (R0); 12,06±0,59% (R1); 12,43±0,95% (R2); 12,76±0,57% (R3); 13,57±1,19% (R4). Rata – rata kandungan serat kasar setiap perlakuan, yaitu 39,99±1,56% (R0); 22,86±2,52% (R1); 20,79±1,03% (R2); 14,76±1,07% (R3); 13,00±1,86% (R4). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penambahan level dedak berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap kandungan protein kasar dan serat kasar silase rumput gajah dwarf. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kandungan protein kasar semakin tinggi dan serat kasar semakin rendah pada penambahan level dedak yang semakin tinggi. Berdasarkan penelitian ini, R3 adalah perlakuan terbaik.The research aimed to assess the effect of rice bran level about crude protein and crude fiber of dwarf elephant grass and was to assess the best crude protein and crude fiber of dwarf elephant grass. The research used randomized complete design, 5 treatments and 4 repetition. The treatments were R0 (dwarf elephant grass + 0% rice bran), R1 (dwarf elephant grass + 10% rice bran), R2 (dwarf elephant grass + 20% rice bran), R3 (dwarf elephant grass + 30% rice bran) and R4 (dwarf elephant grass + 40% rice bran). Post test was Honesty Significant Difference (HSD) test. The parameters were crude protein and crude fiber. The average of crude protein from each treatment was 9.07±1.21% (R0), 12.06±0.59% (R1), 12.43±0.95% (R2), 12.76±0.57% (R3) and 13.57±1.19% (R4). The average of crude fiber from each treatment was 39.99±1.56% (R0); 22.86±2.52% (R1); 20.79±1.03% (R2); 14.76±1.07% (R3); 13.00±1.86% (R4). The results of variance analysis indicated that increasing of rice bran level significantly influenced (P < 0.01) crude protein and crude fiber of dwarf elephant grass silage. The conclusion of the research was the higher increasing of rice bran level, the higher of crude protein and the lower of crude fiber. Based of this research, R3 was the best treatment.
1411017445C1K012024The Influence of fun at workplace, employee morale and creativity on employee performance (Study at several convection factories in Purwokerto) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh dari Kesenangan di Tempat Kerja, Moral Karyawan dan Kreativitas Karyawan terhadap Kinerja Karyawan.Penelitian ini berlangsung di beberapa konveksi di Purwokerto (Dablongan, Ngapak, dan Puri Saraswati Creative).Sample dari penelitian ini adalah 35 karyawan, yang terdiri atas 6 dari Dablongan, 8 dari Ngapak, dan 21 dari Puri Saraswati Creative.Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total Sampling atau secara keseluruhan dari ketiga konveksi tersebut.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kesenangan di Tempat Kerja memiliki pengaruh positif terhadap Moral Karyawan, Kreativitas Karyawan dan Kinerja Karyawan, Moral Karyawan juga memiliki pengaruh positif terhadap Kreativitas Karyawan dan Kinerja Karyawan, dan Kreativitas Karyawan memiliki pengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa untuk menunjang kinerja para pekerja, konveksi di Purwokerto harus memprioritaskan beberapa kebijakan-kebijakan terkait dengan Kesenangan di Tempat Kerja, Moral Karyawan dan Kreativitas Karyawan.

Kata Kunci : Kesenangan di Tempat Kerja, Moral Karyawan, Kreativitas Karyawan, Kinerja Karyawan dan Konveksi
The purpose of this study is to analyze the influence of Fun at Workplace, Employee Morale, and Employee Creativity to Employee Performance. This study takes place on Several Convection in Purwokerto (Dablongan, Ngapak, and Puri Saraswati Creative). The sample of this study is 35 employees, consists of 6 from Dablongan, 8 from Ngapak, and 21 from Puri Saraswati Creative. The sampling method is using Total Sampling Method from three convections.
The result of this study showed that Fun at Workplace has positive influences on Employee Morale, Employee Creativity and Employee Performance, Employee Morale has positive influences on Employee Creativity and Employee Performance, and Employee Creativity has a positive influence on Employee Performance. The implication is to improve the workers’ performance, Convection in Purwokerto need to prioritize policies related to Fun at Workplace, Employee Morale, Employee Creativity.

Keywords : Fun at Workplace, Employee Morale, Employee Creativity, Employee Performance, and Convection
1411117446C1K012010THE EFFECT OF PERCEIVED QUALITY, PERCEIVED PRICE, AND LOCATION ON BRAND PREFERENCE WITH CUSTOMER SATISFACTION AS MEDIATING VARIABLE (Study on Jalur Nugraha Ekakurir Users in Purwokerto)Meningkatnya pengguna e-commerce di Indonesia membuat nilai transaksi ecommerce terus berkembang. Menurut Bank Indonesia, nilai dari transaksi ecommerce telah mencapai US $2.6 milyar atau setara dengan Rp.34.9 triliun. Fenomena peningkatan nilai e-commerce memberikan dampak pada meningkatnya permintaan akan perusahaan jasa kurir. Karena dengan adanya perusahaan jasa kurir dapat mendukung kebutuhan dari bisnis online sebagai jasa pengiriman barang kepada pelanggan. Salah satu perusahaan jasa kurir ternama di Indonesia adalah JNE (Jalur Nugraha Ekakurir) yang telah berhasil menjadi peringkat pertama dalam Top Brand pada tahun 2015. Dilihat dari parameter yang di gunakan Top Brand dalam menentukan peringkat, JNE berhasil menempati peringkat pertama dikarenakan JNE telah berhasil membuat JNE sebagai brand
preference bagi pelanggan. Selain itu dapat di simpulkan bahwa JNE telah menjadi market leader dalam bidang jasa kurir. Kesuksesan JNE sebagai market leader membawa JNE untuk menghadapi tantangan baru yaitu untuk mempertahankan posisinya sebagai market leader. Maka dari itu JNE perlu mengkaji lebih jauh faktor apa saja yang membuat JNE berhasil menjadi preferensi merek bagi pelanggan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji faktorfaktor penting yang dapat meningkatkan preferensi merek pelanggan terhadap jasa kurir JNE. Model penelitian dalam penelitian ini meneliti pengaruh dari variabel perceived quality, perceived price, location, pada brand preference, dan customer satisfaction sebagai variabel mediasi. Metodelogi penelitian yang digunakan untuk studi ini bersifat kuantitatif secara eksklusif menggunakan pendekatan penelitian survei. Teknik convenience sampling berasal dari teknik non probability sampling yang digunakan untuk pemilihan sampel. Sample penelitian ini berjumlah 167, berasal dari konsumen di Purwokerto yang sudah pernah menggunakan jasa kurir JNE minimal dua kali. Perangkat lunak statistik SPSS,
AMOS digunakan untuk menganalisis data. Penelitian ini memiliki implikasi bagi manajer; karena mereka dapat merumuskan strategi pemasaran berdasarkan temuan penelitian. Karena keterbatasan peneliti, studi ini tidak bisa mencakup keseluruhan wilayah Purwokerto.
The increase number of e-commerce users in Indonesia makes the e-commerce transaction value continues to grow. According to Bank Indonesia, the value of ecommerce transactions in 2014 has reached US $ 2.6 billion or equivalent to Rp34.9 trillion. The phenomenon of increased sales online, also directly impact on increasing demand for a courier service company. The existence of a courier service provider capable of supporting the needs of online businesses because it can deliver the goods to the customers. One of reputable courier service company in Indonesia is JNE (Jalur Nugraha Ekakurir) who has successfully become the first rank in Top Brand 2015. Seen from the parameters used to determine the ranking of Top Brand, JNE success to achieved first rank because the JNE has succeeded in making JNE as a brand preference of customers. Moreover, it can be concluded that the JNE has succeed to be market leader in the field of courier services. Therefore JNE need to examine what factors make JNE succeed to become a brand preference of customers. This study was conducted to assess the important factors that can increase customer brand preference towards courier service JNE. The research model in this study investigated the influence of variables perceived quality, perceived price, location, on brand preference and customer satisfaction as a mediating variable. The research methodology used for this study is a quantitative exclusively using survey research approach. Convenience sampling technique derived from non-probability sampling techniques are used for sample selection. The sample of this research is 167, came from consumers in Purwokerto who have been using a JNE courier service at least twice. Statistical software SPSS and AMOS is used to analyze the data. The research has implications for managers; because they can formulate a marketing strategy based on research findings. Because the limitations of the researchers, the study could not cover the whole territory of Purwokerto.
1411217447A1L112016APLIKASI NEMATODA ENTOMOPATOGEN Heterorhabditis sp. UNTUK MENGENDALIKAN HAMA ULAT KROP (Crocidolomia pavonana F.) (Lepidoptera: Pyralidae) PADA TANAMAN KUBIS (Brassica oleraceae L.)
Penelitian ini bertujuan untuk a) Mengkaji kemempanan isolat nematoda entomopatogen Heterorhabditis sp. asli Cilongok terhadap populasi dan intensitas serangan ulat krop (Crocidolomia pavonana F.) pada tanaman kubis di lapangan. b) Mengetahui pengaruh pengendalian Crocidolomia pavonana F. menggunakan nematoda entomopatogen Heterorhabditis sp.terhadap hasil tanaman kubis di lapangan. Penelitian telah dilaksanakan di laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dan Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga mulai bulan April sampai dengan September 2016. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan sembilan perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan pada penelitian ini terdiri atas perlakuan nematoda entomopatogen pada konsentrasi 400 JI/ml, 600 JI/ml, dan 800JI/ml. Perlakuan insektisida berbahan aktif profenofos, karbosulfan,deltametrin pada konsentrasi anjuran 2 ml/L. Perlakuan Insektisida Bacillus Thuringiensis 2 gr/l, Brupofezin (Penghambat khitin) 2 ml/l dan kontrol. Variabel yang diamati adalah Populasi larva, intensitas serangan,Jumlah telur, imago tertangkap dan bobot tanaman kubis segar. Data dianalisis dengan uji F pada taraf kesalahan 5% kemudian dilanjutkan dengan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan tidak efektif untuk mengendalikan populasi, intensitas serangan, jumlah telur dan populasi imago Crocidolomia pavonana F. serta bobot hasil per petak efektif tanaman kubis.
This research aimed to : a) Know efficacy of Entomopathogenic Nematode Heterorhabditis sp. isolate from Cilongok toward population and toward attack intensity of Crocidolomia pavonana F. in the cabbage field; b) Know effect of control Crocidolomia pavonana using Entomopathogenic nematode Heterorhabditis sp. toward cabbage in the field. The research was carried out at Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture Jenderal Soedirman University Purwokerto and Serang village, Karangreja District, Purbalingga from April until September 2016. The experiment used randomized completed block design with 9 treatments and 3 replications. Treatmens were control, entomopathogenic nematode with concentration 400 JI/ml, 600 JI/ml and 800 JI/ml, insecticide active ingridiance profenofos, karbosulfan, brupofezin (chitin inhibitor), deltametrin with each advised concentration 2ml/l and Bacillus thuringiensis with concentration 2 gr/l. Observed variable were larva population, attack intensity, total number of egg, cacthed imago from the landcrop and fresh weight of cabbage plant. Data were analyzed using F test at the 5% level of error then followed by DMRT 5%. The result showed that all treatments were not effective to control larva population, attack intensity, total number of egg, and imago population of Crocidolomia pavonana F. also the total yield of cabbage crop.
1411316382H1D012016PERHITUNGAN SUSPENDED LOAD BERDASARKAN PREDIKSI CURAH HUJAN BULANAN DENGAN METODE THOMAS FIERING DAN PEMODELAN HUJAN LIMPASAN
( STUDI KASUS WADUK MRICA, BANJARNEGARA )

Waduk Mrica terletak di Banjarnegara, Jawa Tengah. Waduk Mrica memiliki luas daerah aliran sungai (DAS) 957,01 km2 dan kapasitas tampungan 187.620.000 m3 .dengan curah hujan yang relatif tinggi di area sekitar DAS mengakibatkan terjadinya pengendapan sedimen yang besar, dimana jumlah sedimen yang masuk ke dalam waduk berbanding lurus dengan jumlah air yang membawa sedimen tersebut. Penelitian ini menghitung sedimen suspensi berdasarkan prediksi hujan bulanan dengan metode Thomas Fiering dan pemodelan hujan limpasan dengan metode Mock Analisis ini dilakukan untuk mencari besar laju sedimen suspensi yang akan masuk ke waduk. Berdasarkan hasil analisis sedimen dimana konsentrasi sedimen yang digunakan adalah berdasarkan dua asumsi, yang pertama adalah berdasarkan pemisahan aliran baseflow dan yang kedua adalah berdasarkan aliran rata-rata. Hasil dari analisis volume sedimen suspensi masing-masing selama 15 tahun berdasarkan konsentrasi rata-rata adalah sebesar 4.352.799,071 m3/tahun, sedangkan berdasarkan debit baseflow didapatkan volume sebesar 4.527.611,541 m3/tahun ,sehingga didapatkan prosentase masing-masing sebesar 18,72 % dan 19,48 %. dari total keselurahan tampungan aktif waduk.
Kata kunci : Waduk Mrica, Sedimen suspensi, Prediksi hujan, Thomas Fiering, pemodelan hujan limpasan.
Mrica reservoir is located in Banjarnegara, Central Java. Mrica has an extensive reservoir watershed (DAS) 957.01 km2 and 187.62 million m3 storage capacity with a relatively high rainfall in the watershed area resulted in large sediment deposition, wherein the amount of sediment into the reservoir is directly proportional to the number of water carrying these load.This study calculates the loads based on monthly rainfall prediction by the method of Thomas Fiering and rainfall runoff modeling methods Mock.. Based on analysis of loads where sediment concentrations used are based on two assumptions, the first is based on the separation of stream baseflow and the second is based on the average flow. The results of the analysis of the volume of suspended loads respectively for 15 years based on the average concentration amounted to 4,352,799.071 m3 / year, whereas baseflow obtained based debit volume of 4,527,611.541 m3 / year, then we get a percentage of each 18.72 % and 19.48%. of the total active catchment reservoirs.
Keywords: Reservoir Mrica, suspended load, rain prediction, Thomas Fiering, rainfall runoff modeling.

1411417449D1E012241PERAN MODAL SOSIAL TERHADAP MOTIVASI PETERNAK SAPI POTONG KABUPATEN TEGALPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat modal sosial, tingkat motivasi serta menganalisis hubungan antara modal sosial dan motivasi peternak sapi potong di Kabupaten Tegal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, motode pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling terhadap 100 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan bantuan kuisioner. Analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dengan membuat tabulasi silang, hubungan modal sosial dan motivasi dengan korelasi rank spearman. Tingkat modal sosial peternak sapi potong Kabupaten tegal rata-rata tergolong tinggi, kemudian tingkat motivasi peternak rata-rata tergolong sedang. Modal sosial berperan penting dalam pengembangan sumber daya ternak lokal disamping modal finansial. Modal sosial (kepercayaan, jaringan, norma serta kekerabatan peternak) berhubungan nyata dengan motivasi peternak sapi potong Kabupaten Tegal. tingginya modal sosial akan meningkatkan motivasi peternak sapi potong.This research aims to know the level of social capital, the level of motivation and to analyze the relationship between social capital and motivation of beef cattle farmers in Tegal regency. The method used in this research was survey method. 100 respondents were taken by stratified random sampling. The data was collected through interviews with the help of questionnaire. The analysis used was descriptive statistics to create a cross-tabulation, meanwhile correlation of social capital and motivation was analyzed using spearman rank correlation. The level of social capital of beef cattle farmers in Tegal regency was relatively high and level of motivation was relatively moderate. The social capital has an important role in the development of beef cattle resources in addition to financial capital. The social capital (trust, networks, norms and kinship) were significanly related with motivation. Increasing level of social capital would improve the motivation of beef cattle farmers.
1411517305G1A013108Hubungan Kadar Kadmium (Cd) Dengan Aktivitas Superoksida Dismutase (SOD) Pada Wanita Penderita Kanker PayudaraHUBUNGAN KADAR KADMIUM DENGAN AKTIVITAS SUPEROKSIDA DISMUTASE (SOD) PADA WANITA PENDERITA KANKER PAYUDARA

Zsa Zsa Yuniadri Hasfira

ABSTRAK

Latar belakang: kadmium dapat berubah sebagai estrogen disruptor dengan meniru cara kerja estrogen, sehingga logam ini sering disebut metalloestrogen. Kemampuan metalloestrogen untuk mengikat dan mengaktifkan reseptor estrogen berkontribusi terhadap perkembangan kanker payudara. Adanya radikal bebas dalam tubuh dapat dilihat melalui pemeriksaan aktivitas superoksida dismutase (SOD). Enzim tersebut merupakan enzim pertama yang berperan dalam menangkal radikal bebas.
Tujuan: tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kadar kadmium dengan aktivitas superoksida dismutase (SOD) pada wanita penderita kanker payudara.
Metode: desain penelitian secara observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 62 wanita penderita kanker payudara yang diambil di Rumah Sakit Dadi Keluarga Purwokerto bulan September – November 2016. Pengumpulan data menggunakan metode AAS dengan sensitivitas alat 0,01 ppm (10 µg/L) untuk kadmium dan spektrofotometer untuk SOD kemudian dilakukan analisis univariabel dan bivariabel untuk dilakukan pembahasan.
Hasil: hasil menunjukkan bahwa 80,65 % wanita penderita kanker payudara berusia > 40 tahun. Sembilan dari total 62 responden terdeteksi kadar kadmium dalam darah berkisar antara 11,00 – 33,33 µg/L (17,22 ± 7,58) µg/L dan telah melebihi ambang batas sebesar 5 µg/L, sedangkan 53 responden tidak terdeteksi kadar kadmium dalam darahnya. Aktivitas SOD pada 62 responden wanita penderita kanker payudara berkisar antara 249,70 – 5506,20 U/L (1055,60 ± 842,28) U/L dan semuanya telah melebihi ambang batas yaitu 164 – 240 U/L. Hubungan antara kadar kadmium dengan aktivitas SOD tidak dapat dianalisis karena jumlah sampel tidak memenuhi syarat.
Kesimpulan: aktivitas SOD pada semua responden telah melebihi ambang batas; semakin rendah aktivitas SOD semakin tinggi usia namun hubungan ini tidak signifikan secara statistik; hubungan antara kadar kadmium dengan aktivitas SOD pada wanita penderita kanker payudara tidak dapat dianalisis secara statistik (p=0,83; r= -0,27).

Kata kunci : kanker payudara, kadmium, superoksida dismutase (SOD)
ASSOCIATION BETWEEN CADMIUM LEVEL WITH SUPEROXIDE DISMUTASE (SOD) ACTIVITY IN WOMEN WITH BREAST CANCER

Zsa Zsa Yuniadri Hasfira

ABSTRACT

Background: cadmium can change as estrogen disruptor by mimicking the action of estrogen, so the metal is often called metalloestrogen. Metalloestrogen ability to binding and activate the estrogen receptors contribute to the development of breast cancer. The presence of free radicals in the body can be seen by examining the of superoxide dismutase (SOD) activity. Superoxide dismutase is the first enzyme that against free radicals.
Objective: the purpose of the studies was to find the association between cadmium level with superoxide dismutase (SOD) activity in women with breast cancer.
Method: the study was observational with cross-sectional approach.The samples in this study were 62 women with breast cancer are taken from Dadi Keluarga Hospital between September – November 2016. The data was collected using AAS method with sensitivity 0,01 ppm (10 µg/L) for cadmium and spectrophotometers for SOD and then do univariable dan bivariable to be discussed.
Result: the results showed that 80,65 % of women with breast cancer aged > 40 years old. Nine of the total 62 respondents detectable levels of cadmium in the blood ranged from 11,00 – 33,33 µg/L (17,22 ± 7,58) µg/L and has exceeded the threshold of 5 µg/L, while 53 respondents undetectable cadmium levels in their blood. Superoxide dismutase activity in 62 women with breast cancer respondents ranged from 249,70 – 5506,20 U/L (1055,60 ± 842,28) U/L and everyone has exceeded the threshold that is 164 - 240 U/L. The relationship between the levels of cadmium in SOD activity could not be observed because the sample size was not eligible.
Conclusion: superoxide dismutase activity in all respondents had exceeded the threshold; the lower of SOD activity the higher of the age but this association was not statistically significant; the relationship between levels of cadmium to SOD activity in women with breast cancer can not be analyzed statistically (p=0,83; r= -0,27).

Keywords : breast cancer, cadmium, superoxide dismutase (SOD)


1411617450D1E012255PENGARUH PEMBERIAN LEVEL DEDAK PADI SEBAGAI ADITIF TERHADAP KUALITAS FISIK SILASE RUMPUT GAJAH DWARF (Pennisetum Purpureum cv. Mott)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dedak padi sebagai aditif dengan level berbeda terhadap kualitas fisik silase rumput gajah dwarf. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kali ulangan dan 5 perlakuan. R0 = Rumput gajah dwarf + 0% Dedak padi, R1 = Rumput gajah Dwarf + 10% Dedak padi, R2 = Rumput gajah dwarf + 20% Dedak padi, R3 = Rumput gajah dwarf + 30% Dedak padi, R4 = Rumput gajah dwarf + 40% Dedak padi. Variabel yang diamati meliputi warna, tekstur, kadar air dan pH. Data dianalisis dengan metode Analisis Variansi dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rataan ± sd warna untuk R0, R1, R2, R3 dan R4 berturut-turut adalah 1,00 ± 0, 2,41 ± 0,41, 3,54 ± 0,39, 3,84 ± 0,13 dan 4,00 ± 0. Rataan ± sd tekstur untuk R0, R1, R2, R3 dan R4 berturut-turut adalah 1,33 ± 0,13, 2,91 ± 1,22, 4,70 ± 0,08, 4,45 ± 0,75 dan 4,50 ± 0,56. Uji Lanjut BNJ menunjukkan bahwa warna dan tekstur silase pada perlakuan R0 berbeda nyata (P<0,05) dengan R1, R2, R3 dan R4. Perlakuan R1 berbeda nyata (P<0,05) dengan R2, R3 dan R4. Namun pada perlakuan R2, R3 dan R4 tidak berbeda nyata (P>0,05). Rataan ± sd kadar air untuk R0, R1, R2, R3 dan R4 berturut-turut adalah 91,25 ± 0,63, 82,69 ± 0,71, 78,00 ± 1,05, 73,54 ± 0,75 dan 72,73 ± 0,91. Uji Lanjut BNJ menunjukkan bahwa R0 berbeda nyata (P<0,05) dengan R1, R2, R3 dan R4. Perlakuan R1 berbeda nyata (P<0,05) dengan R2, R3 dan R4. Perlakuan R2 berbeda nyata (P<0,05) dengan R3 dan R4. Namun pada perlakuan R3 dan R4 tidak berbeda nyata (P>0,05). Rataan ± sd pH untuk R0, R1, R2, R3 dan R4 berturut-turut adalah 5,17 ± 0,22, 4,45 ± 0,1, 4,07 ± 0,32, 4,07 ± 0,18 dan 3,97 ± 0,15. Uji Lanjut BNJ menunjukkan bahwa R0 berbeda nyata (P<0,05) dengan R1, R2, R3 dan R4. Namun pada perlakuan R1, R2, R3 dan R4 tidak berbeda nyata (P>0,05). Disimpulkan bahwa pemberian dedak padi sebagai aditif pada silase dengan level 10%, 20%, 30% dan 40% memberikan pengaruh terhadap kualitas fisik silase rumput gajah dwarf yang meliputi warna, tekstur, kadar air dan pH. Pemberian dedak padi 20%, 30% dan 40% berpengaruh sama. Disarankan dalam pembuatan silase rumput gajah dwarf pemberian dedak padi sebanyak 20% secara umum menunjukkan hasil yang baik terhadap kualitas fisik silase.This study aimed to determine the effect of rice bran as an additive with different levels on the physical quality of dwarf elephant grass silage. The method used was an experimental method using a completely randomized design (CRD) with four replications and 5 treatments. R0 = dwarf elephant grass + 0% rice bran, R1 = dwarf elephant grass + 10% rice bran, R2 = dwarf elephant grass + 20% rice bran, R3 = dwarf elephant grass + 30% rice bran, R4 = dwarf elephant grass + 40% rice bran. The observed variables included color, texture, moisture and pH. Data were analyzed with the methods of analysis of variance followed by the Test of Honestly Significant Difference (HSD). Based on the results showed the Means ± sd of colors for R0, R1, R2, R3 and R4 respectively were 1.00 ± 0, 2.41 ± 0.41, 3.54 ± 0.39, 3.84 ± 0 , 13 and 4.00 ± 0. The means ± sd of the texture for R0, R1, R2, R3 and R4 respectively were 1.33 ± 0.13, 2.91 ± 1.22, 4.70 ± 0.08 , 4.45 ± 0.75 and 4.50 ± 0.56. The HSD test showed that the color and texture of the treated silage of R0 was significantly different (P<0.05) to R1, R2, R3 and R4. R1 treatment was significantly different (P<0.05) to R2, R3 and R4. However, the treatment of R2, R3 and R4 were not significantly different (P>0.05). The means ± sd water content for R0, R1, R2, R3 and R4 are respectively 91.25 ± 0.63, 82.69 ± 0.71, 78.00 ± 1.05, 73.54 ± 0.75 and 72.73 ± 0.91. The HSD test showed that R0 was significantly different (P<0.05) to R1, R2, R3 and R4. R1 treatment was significantly different (P<0.05) to R2, R3 and R4. R2 treatment was significantly different (P<0.05) to R3 and R4. However, the treatment of R3 and R4 were not significantly different (P>0.05). The means ± sd pH for R0, R1, R2, R3 and R4 respectively were 5.17 ± 0.22, 4.45 ± 0.1, 4.07 ± 0.32, 4.07 ± 0.18 and 3.97 ± 0.15. The HSD test showed that R0 was significantly different (P<0.05) to R1, R2, R3 and R4. However, the treatment of R1, R2, R3 and R4 were not significantly different (P>0.05). It is concluded that the administration of rice bran as an additive in silage with the levels of 10%, 20%, 30% and 40% had different influences on the physical quality of dwarf elephant grass silage that includes color, texture, moisture and pH. Granting of rice bran 20%, 30% and 40% the same effect. It is suggested, in the manufacture of dwarf elephant grass silage the addition of rice bran as much as 20% in general shows good physical quality of silage.
1411717451D1E010085SUPLEMENTASI HERBAL DALAM PUPUK ORGANIK CAIR URIN SAPI BUNTING TERHADAP PRODUKSI SEGAR DAN IMBANGAN DAUN BATANG RUMPUT GAJAH DEFOLIASI KEDUAHANDLY RAHMAT WIJAYA,“ Suplementasi Herbal dalam Pupuk Cair Urin Sapi Bunting Terhadap Imbangan Daun Batang dan Produksi Segar Rumput Gajah Defoliasi Kedua” Penenlitian telah dilaksanakan mulai tanggal 23 Oktober 2015 sampai dengan 19 Desember 2015, bertempat di Eksperimental Farm Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman. Materi yang digunakan adalah rumput gajah sebanyak 648 stek, pupuk padat organic granul pupuk cair urin sapi bunting yang di suplementasi herbal, cangkul, sabit, meteran, alat ukur, alat hitung dan pensil. Metode penelitian yang digunakan adalah eksferimental dan rancangan yang digunakan adalah Nested (grouped) dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan produksi segar rumput gajah untuk D1,D2,D3 dalam P1 berturut-turut adalah 38,02; 34,50; 39,58 kg/petak untuk D1,D2,D3 dalam P2 berturut-turut adalah 37,36; 39,95; 39,89kg/petak untuk D1,D2,D3 dalam P3 berturut-turut adalah 26,59; 38,45; 40,00 kg/petak untuk D1,D2,D3 dalam P4 berturut-turut adalah 43,69; 33,31; 43,43 kg/petak dan rataan imbangan daun batang rumput gajah untuk D1,D2,D3 dalam P1 berturut-turut adalah 2,04; 1,29; 1,07 untuk D1,D2,D3 dalam P2 berturut-turut adalah 1,46; 1,12; 1,47 untuk D1,D2,D3 dalam P3 berturut-turut adalah 1,46; 1,50; 1,58 untuk D1,D2,D3 dalam P4 berturut-turut adalah 1,84; 2,04; 1,74.
Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan jenis dan dosis pupuk cair urin sapi bunting tidak berpengaruh terhadap produksi segar serta imbangan daun batang rumput gajah.
HANDLY RAHMAT WIJAYA A study entitled ‘’Supplementation of granule organic fertilizer using pregnant cow urine and herbal Fertilizer on the Fresh Matter Yields and Leaf to Stem Ratios of Elephant Grass at Second Defoliation" was conducted from 23rd of October 2015 until 18th of December 2015, at the Experimental Farm, Faculty of Animal Science,Unsoed. The materials used were elephant grass plants as many as 648 bunches, solid manure, herbals, pregnant cow urine, hoes, sickles, meter, measuring tools, calculators and pencils. The method used was exsperimental and the design used was Nested (grouped) with 12 treatments and 3 replications,
The results showed that the average values of fresh production of D1,D2,D3 in P1 were 38.02; 34.50; 39.58 kg/bunchand for D1,D2,D3 in P2 were 37.36; 39.95; 39.89 kg/bunch and for D1,D2,D3 in P3 were 26.59; 38.45; 40.00 kg/bunch and for D1,D2,D3 in P4 were 43.69; 33.31; 43.43 kg/bunch and the average values of leaf to stem ratio of D1,D2,D3 in P1 were 2.04; 1.29; 1.07; and for D1,D2,D3 in P2 were 1.46; 1.12; 1.47; for D1,D2,D3 in P3 were 1.46; 1.50; 1.58 and for D1,D2,D3 in P4 were 1.84; 2.04; 1.74 and
The results of analysis of variance showed that the use of granule organic fertilizers supplemented with pregnant cows urine and herbal fertilizer had no significant effect on the fresh matter yields and leaf to stem ratio.
1411817452D1E010239PENGARUH LEVEL BEKATUL TERHADAP BAU DAN INISIASI JAMUR SILASE JAGUNG MANISPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi level bekatul dalam pembuatan silase jerami jagung manis terhadap bau dan inisiasi jamur. Metode yang digunakan adalah eksperimen. Perlakuan yang diterapkan adalah R0 (0% bekatul) , R1 (10% bekatul), R2 (20% bekatul), R3 (30% bekatul). Variabel yang diamati adalah bau dan inisiasi jamur silase jerami jagung manis. Hasil analisis ragam menunjukan level bekatul berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bau, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap inisiasi jamur (P>0,05). Skor bau silase jerami jagung manis tertinggi pada 30% bekatul (R3) = 2,89 ± 0,127 dan yang terendah adalah silase jerami jagung manis tanpa bekatul (R0) = 2,083 ± 0,244. Skor inisiasi jamur silase jerami jagung manis tertinggi (R1) = 2,80 ± 0,05 pada level bekatul 10% dan yang terendah (R3) = 2,44 ± 0,27 level bekatul 20%
Kesimpulan dari penelitian ini adalah Ditinjau dari bau dan inisiasi jamur penggunaan level bekaul 30% dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas sialse jerami jagung manis. Direkomendasikan pembuatan silase jerami jagung manis dengan tanpa pelayuan sebaiknya menggunakan level 30%.
The purpose of this study was to evaluate the the addition of rice bran of different percentages of rice bran on the odor and mushroom initiation of silage. The method used was experiment with 4 different levels namely R0 (0% of bran), R1 (10% of bran), R2 (20% of bran), R3 (30% of bran) Variables observed were odors and mushroom initiation in silage. Test score results showed the addition of bran increased the odor, but did not affect mildew initiation of sweet corn straw silage. Based on the analysis of variance, rice bran significantly (P <0.05) increased the odor and had no significant effect (P> 0.05) on the initiation of the fungus. The highest score for odor was from the 30% level of bran (R3) = 2.89 ± 0.127 and the lowest (R0) = 2.083 ± 0.244 was from the treatment of 0% of bran. The highest mean value (R1) = 2.80 ± 0.05 for mildew initiation was from the level of 10% of bran, and the lowest was from 20% level of bran.
The study concludes, the usage of 30% of bran can keep and increase the quality of sweet corn straw silage.
The recommendation is, the making of silage without wilting would be best to use 30% level of bran.
1411917453C1L012005THE EFFECT OF FINANCIAL PERFORMANCE TOWARD FIRM VALUE AND CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY AS MODERATING VARIABLEPenelitian ini meneliti pengaruh kinerja keuangan (ROA) terhadap nilai perusahaan (PBV) dan pengungkapan Corporate Social Responsibility (ISRI) sebagai variabel pemoderasi. Tujuan penelitian adalah untuk menemukan bukti empiris tentang (a) pengaruh kinerja keuangan (ROA) terhadap nilai perusahaan (PBV) dan (b) pengaruh pengungkapan Corporate Social Responsibility (ISRI) terhadap hubungan antara kinerja keuangan (ROA) dan nilai perusahaan (PBV). Populasi dalam penelitian ini adalah 30 perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index. Sampel dalam penelitian ini adalah 6 perusahaan manufaktur. Untuk menentukan sampel digunakan Purposive Sampling. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersumber pada data sekunder. Penelitian ini menggunakan teori sinyal. Analisis data menggunakan uji regresi sederhana dan asumsi klasik. Pengujian hipotesa 1 menggunakan uji T (parsial) dan koefisien determinasi. Pengujian hipotesa 2 menggunakan uji selisih mutlak. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan berpengaruh terhadap nilai perusahaan dan pengungkapan Corporate Social Responisbility (CSR) mampu memoderasi hubungan antara kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Jakarta Islamic Index.


This research is examining the influence of financial performance (ROA) toward firm value (PBV) and Corporate Social Responsibility (ISRI) disclosure as moderating variable. The aims of this research are to prove empirical research of (a) the influence financial performance (ROA) toward firm value (PBV) and (b) the influence of Corporate Social Responsibility (ISRI) disclosure toward the correlation between financial performance (ROA) and firm value (PBV). Populations on this research are 30 companies that listed at Jakarta Islamic Index. There are 6 samples from manufacturing companies. To determine the sample is use purposive sampling. This is a quantitative research that source from secondary data. The research is used signaling theory. Data analysis used simple regression model and classic assumption. Testing of hypothesis 1 uses T test (partial) and coefficient determination. Testing of hypothesis 2 used absolute value test. The result showed that financial performance is influenced the firm value and corporate social responsibility disclosures are able to moderate the correlation between financial performances toward firm value of manufacturing company at Jakarta Islamic Index (JII).
1412017454D1E012137HUBUNGAN BOBOT POTONG DENGAN BOBOT NON KARKAS LUAR KAMBING JAWARANDU DI RUMAH POTONG HEWAN SOKARAJAPenelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bobot potong dengan bobot non karkas luar kambing Jawarandu dan mengkaji perbandingan antara bobot potong dengan bobot non karkas luar kambing Jawarandu jantan dan betina. Materi penelitian yang digunakan adalah kambing Jawarandu jantan dan betina masing - masing 25 ekor. Peubah yang diamati adalah bobot kepala, bobot kaki bagian bawah, bobot kulit dan bobot potong. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan bobot kepala, bobot kaki bagian bawah, bobot kulit dan bobot potong masing - masing sebesar 1,94 ± 0,53 kg, 0,95 ± 0,19 kg, 2,13 ± 0,58 kg dan 28,72 ± 6,25 kg. Hubungan antara bobot potong (Y) dengan bobot non karkas luar (X) mengikuti persamaan Y = 2,641 + 4,645 X1 + 9,111 X2 + 3,812 X3. Hubungan antara bobot potong (Y) dengan bobot kepala (X1), bobot kaki bagian bawah (X2), dan bobot kulit (X3) mengikuti persamaan regresi masing - masing Y = 12,672 + 8,243 X1 ; Y = 15,153 + 13,891 X2 ; dan Y = 11,170 + 8,225 X3.

The objective was to determine the relationship between the slaughter weight to External non carcass weight of Jawarandu goats and to examine the ratio between the slaughter weight to External non carcass weight ofmale and female Jawarandu goats. The research materials used were male and femaleJawarandu goats, as many as 25 animals. The variables measured were the weight of the head, the weight of the lower leg, the weight of the skin and the slaughter weight. The research was conducted by survey method. The results showed that the average weight of the head, the average weight of the lower leg, skin weight and slaughter weight were 1.94 ± 0.53 kg, 0.95 kg ± 0.19, 2.13 ± 0.58 kg and 28.72 ± 6.25 kg. The relationship between slaughter weight (Y) with external non-carcass weight (X) followed equation Y = 2.641 + 4.645 X1 + 9.111 X2 + 3.812 X3. The relationship beween slaughter weight (Y) with the weight of the head (X1), the weight of the lower leg (X2) and the weight of the skin (X3) followed a regression equation of Y = 12.672 + 8.243 X1 ; Y = 15.153 + 13.891 X2 ; dan Y = 11.170 + 8.225 X3.