Artikelilmiahs
Menampilkan 14.081-14.100 dari 49.691 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 14081 | 17420 | G1A013081 | PERBEDAAN JUMLAH SEL SERTOLI TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN PASCA INDUKSI BERBAGAI MODEL STRES SLEEP DEPRIVATION | Stres akibat sleep deprivation menyebabkan stres oksidatif, mengaktivasi aksis HPA, dan menurunkan antioksidan yang dapat mengurangi jumlah sel Sertoli. Sleep recovery menurunkan produksi radikal bebas dan meningkatkan antioksidan sehingga dapat memperbaiki jumlah sel Sertoli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jumlah sel Sertoli tikus putih (Rattus norvegicus) jantan pasca induksi berbagai model stres sleep deprivation. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan desain posttest only with control group. Tiga puluh ekor tikus putih dibagi secara acak menjadi 5 kelompok yaitu K I (kontrol sehat), K II (PSD selama 96 jam), K III (TSD selama 96 jam), K IV (PSD selama 96 jam dilanjutkan sleep recovery), dan K V (TSD selama 96 jam dilanjutkan sleep recovery). Rerata jumlah sel Sertoli tertinggi terdapat pada K I (40,02 ± 2,04), diikuti K IV (38,38 ± 1,43), K V (38,10 ± 1,63), K II (34,73 ± 1,63), dan terendah K III (29,78 ± 1,87). Uji One Way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05) kemudian uji Post-Hoc Tukey menunjukkan adanya perbedaan rerata yang signifikan (p<0,05) pada kelompok I-II, I-III, II-III, II-IV, II-V, III-IV, dan III-V. Terdapat perbedaan signifikan rerata jumlah sel Sertoli tikus putih (Rattus norvegicus) jantan pasca induksi berbagai model stres sleep deprivation. | Stress caused by sleep deprivation is able to produce oxidative stress, activate HPA axis, and decrease antioxidants that can reduce the number of Sertoli cells. Sleep recovery can reduce free radicals production and increase antioxidants thus can repair the number of Sertoli cells. The aim of study was to know the difference of Sertoli cells number in male albino rats (Rattus norvegicus) after the induction in various stress model of sleep deprivation. This research was an experimental research with posttest only and control group design. Thirty male albino rats were distributed into 5 groups, K I (health control), K II (PSD in 96 hours), K III (TSD in 96 hours), K IV (PSD in 96 hours and sleep recovery), dan K V (TSD in 96 hours and sleep recovery). Number of Sertoli cells in K I had the highest rates (40,02 ± 2,04), followed by K IV (38,38 ± 1,43), K V (38,10 ± 1,63), K II (34,73 ± 1,63), and the lowest is K III (29,78 ± 1,87). One Way ANOVA showed significant differences (p<0,05) and Post-Hoc Tukey showed significant differences (p<0,05) in group I-II, I-III, II-III, II-IV, II-V, III-IV, and III-V. There was significant difference of Sertoli cells number in male albino rats (Rattus norvegicus) after the induction in various stress model of sleep deprivation. | |
| 14082 | 17421 | A1L011167 | PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NZEO-SR TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH DAN PERTUMBUHAN TANAMAN PADI GOGO AROMATIK PADA ULTISOL BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh pupuk NZEO-SR terhadap sifat kimia tanah pada Ultisol Banyumas, 2) mengetahui pengaruh pupuk NZEO-SR terhadap pertumbuhan tanaman padi gogo aromatik pada Ultisol Banyumas, dan 3) mendapatkan takaran pupuk NZEO-SR yang optimal untuk meningkatan pertumbuhan tanaman padi gogo aromatik pada Ultisol Banyumas. Penelitian dilakukan di lahan kering dengan jenis Ultisol yang berlokasi di Desa Karangrau, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas pada bulan Maret sampai Oktober 2015, dan analisis sifat kimia tanah dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada bulan November sampai Februari 2016. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama yaitu varietas tanaman padi gogo aromatik dengan 2 aras yakni, Inpago Unsoed 1 (V1) dan G9 (V2). Faktor kedua yaitu dosis pupuk NZEO¬-SR dengan 6 aras yakni, 0 kg N/ha (N0), 35 kg N/ha (N1), 70 kg N/ha (N2), 105 kg N/ha (N3), 140 kg N/ha (N4), dan 175 kg N/ha (N5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NZEO-SR berpengaruh terhadap pH-H2O, Al-dd, N-tersedia, N-total tanah, tinggi tanaman, jumlah daun tanaman, dan jumlah anakan tanaman. Pupuk NZEO-SR pada takaran 70 kg N/ha meningkatkan tinggi tanaman sampai 60,4 cm, sedangkan pupuk NZEO-SR pada takaran 175 kg N/ha meningkatkan jumlah daun sampai 143,33 helai/rumpun dan meningkatkan jumlah anakan sampai 14,83 anakan/rumpun. | This research aimed to: 1) know the effect of NZEO-SR to chemical properties on Banyumas Ultisol, 2) know the effect of NZEO-SR to growth of aromatic upland rice on Banyumas Ultisol, and 3) obtain optimum NZEO-SR fertilizer dosage to improve aromatic upland rice growth on Banyumas Ultisol. The research was conducted on dry land with the Ultisol type located in Karangrau village, Banyumas district, Banyumas, from March to October 2015, and soil chemical analysis conducted at Laboratory of Chemistry and Soil Fertility, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, from November to February 2016. The design of the research was Split Plot design, consisted of two factors. The first factors was aromatic upland rice varieties with two levels namely, Inpago Unsoed 1 (V1) and G9 (V2). The second factors was NZEO-SR dosage with six levels namely, 0 kg N/ha (N0), 35 kg N/ha (N1), 70 kg N/ha (N2), 105 kg N/ha (N3), 140 kg N/ha (N4), and 175 kg N/ha (N5). The research showed that application of NZEO-SR¬ fertilizer was significantly affecting pH-H2O, exchangeable Al, soil available N, soil total N, plant height, number of leaves, and number of tillers. Fertilizer NZEO-SR at the dose of 70 kg N/ha increased plant height up to 60,4 cm, while fertilizers NZEO-SR at the dose of 175 kg N/ha increase the number of leaves until 143,33 strand/plant and increase the number of tillers until 14,83 tillers/plant. | |
| 14083 | 17423 | A1L012083 | PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI MACAM PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS MELON (Cucumis melo L.) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) varietas yang memberikan respon terbaik pada pemberian pupuk organik cair, 2) jenis pupuk organik cair yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon, 3) kombinasi perlakuan yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon. Penelitian ini dilaksanakan di lahan yang berlokasi di Desa Somagede, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas pada Juli-Oktober 2016. Penelitian ini menggunakan RAKL (Rancangan Acak Kelompok Lengkap) dengan dua faktor perlakuan yaitu varietas (Silver Light, Aramis dan Glamour) dan jenis pupuk organik cair (D.I. Grow, Organox, dan NASA serta kontrol) sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan. Variabel yang diamati yaitu panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, kandungan klorofil, jumlah bunga, jumlah bunga rontok, bobot buah, diameter buah, dan kemanisan. Data dianalisis ragam, apabila hasil uji berbeda nyata dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan 1) Varietas yang memberikan respon terbaik adalah melon varietas Glamour (V3) dengan panjang tanaman 236,38 cm, kandungan klorofil 50,88 unit, jumlah bunga 33,33 bunga, jumlah bunga rontok 7,58 bunga, bobot buah 1,46 kg, dan diameter buah 14,61 cm, 2) Pemberian pupuk organik cair tidak meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman melon apabila dibandingkan dengan kontrol, 3) Kombinasi antara varietas dan pupuk organik cair tidak meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman melon. | This research aimed to know 1) the variety that gives the best response to the liquid organic fertilizers, 2) the best type of organic liquid fertilizer on the growth and yield of melon, 3) the best treatment combination on the growth and yield of melon. This research was conducted in land located in Somagede village, Somagede District, Banyumas, from Juli to October 2016. This research used RCBD (Randomized Completely Block Design) with two factors, that treatment : varieties (Silver Light, Aramis, and Glamour) and liquid organic fertilizers (D.I. Grow, Organox, NASA, and without liquid organic fertilizer or control), so there was 12 combinations of treatments. The variebles observed were length of plants,number of leaves, leaf area, chlorophyll content, total flower, number of fall flowers, fruit weight, fruit diameter, and sweetness. Data were analyzed with variance, if there were variations,it was followed by DMRT at the level of 5% error. The result showed that 1) the varieties that gave the best response was Glamour (V3) varietis with length of plants 236,38 cm, chlorophyll content of 50,88 units, total flowers 33,33 flowers, number of fall flowers 7,58 flowers, fruit weight 1,46 kg, and fruit diameter 14.61 cm, 2) liquid organic fertilizer did not improve the growth and yield of melon when compared with controls, 3) The combination of variety and liquid organic fertilizers did not improve plant growth and yield of melon. | |
| 14084 | 17424 | B1J012145 | PENGARUH Bacillus thuringiensis TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Aedes aegypti | Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan vektor nyamuk Aedes aegypti. Upaya menekan perkembangbiakan nyamuk A. aegypti umumnya menggunakan insektisida kimia. Penggunaan insektisida kimia bersifat merugikan bagi manusia dan lingkungan serta dapat menimbulkan resistensi. Alternatif lain untuk mengendalikan vektor penyakit DBD secara biologis menggunakan Bacillus thuringiensis yang menghasilkan kristal toksik (δ-endotoksin) bersifat spesifik pada larva diptera. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan pola Faktorial (RAL Faktorial) yang terdiri dari dua faktor yaitu kepadatan B. thuringiensis dan stadia larva A. aegypti. Perlakuan faktor kepadatan B. thuringiensis (A) terdiri atas lima taraf uji A1: kepadatan B. thuringiensis 0 CFU.mL-1, A2: kepadatan B. thuringiensis 102 CFU.mL-1, A3: kepadatan B. thuringiensis 104 CFU.mL-1, A4: kepadatan B. thuringiensis 106 CFU.mL-1 dan A5: kepadatan B. thuringiensis 108 CFU.mL-1. Faktor stadia larva A. aegypti (B) terdiri atas empat taraf uji B1: stadia larva instar I, B2: stadia larva instar II, B3: stadia larva instar III dan B4: stadia larva instar IV. Masing-masing perlakuan dilakukan tiga kali pengulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada tingkat kesalahan 1% dan 5 % kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan B. thuringiensis dengan kepadatan 108 CFU.mL-1 paling efektif dalam meningkatkan mortalitas larva nyamuk A. aegypti. Stadia larva instar I paling rentan terhadap B. thuringiensis. Interaksi antara kepadatan B. thuringiensis 106 CFU.mL-1 dan stadia larva instar II paling efektif dalam meningkatkan mortalitas larva nyamuk A. aegypti. | Demam Berdarah Dengue (DBD) is a disease caused by dengue virus and transmitted by a vector of Aedes aegypti mosquito. The effort to reduce reproduction of A. aegypti mosquito generally using chemical insecticides. Chemical insecticides are harmful for human, environment and causing resistance. The other alternative to control the DBD disease biologically is the use of Bacillus thuringiensis that produce toxic crystals (δ-endotoksin) which specific to dipteran larvae. Research Method used was completely randomized with factorial pattern design consisted of two factors, i. e. amount of B. thuringiensis and instar of A. aegypti larvae with three replicates per treatment. Treatment factor amount of B. thuringiensis (A) consisted of five levels i. e. A1: amount of B. thuringiensis 0 CFU.mL-1, A2: amount of B. thuringiensis 102 CFU.mL-1, A3: amount of B. thuringiensis 104 CFU.mL-1, A4: amount of B. thuringiensis 106 CFU.mL-1 and A5: amount of B. thuringiensis 108 CFU.mL-1. Factor instar of A. aegypti (B) consisted of four levels i. e. B1: instar I larvae, B2: instar II larvae, B3: instar III larvae and B4: instar IV larvae. Each treatment was replicated three times. Data was analyzed by Analysis of Variance (ANOVA) at significant level of 1% and 5% then continued by BNT test. The result showed that 108 CFU.mL-1 of B. thuringiensis was the most effective amount to increase the mortality of A. aegypti larvae. Instar I was the most susceptible instar of larvae against B. thuringiensis. Interaction between B. thuringiensis 106 CFU.mL-1 and instar II were the most effective interaction to increase the mortality of A. aegypti larvae. Key word : Bacillus thuringiensis, Aedes aegypti larvae, dengue disease | |
| 14085 | 17448 | A1C011057 | KAJIAN FINANSIAL USAHATANI KARET (Havea brasiliensis) PADA RUMAH TANGGA TRANSMIGRAN DI DESA LEMATANG JAYA, KECAMATAN MERAPI TIMUR, KABUPATEN LAHAT, SUMATERA SELATAN | Tanaman karet merupakan tanaman tahunan, sehingga para petani harus menunggu sampai karet berproduksi. Tujuan penelitian ini adalah : (1) mengetahui besarnya pendapatan rumah tangga transmigran sebelum karet berproduksi di Desa Lematang Jaya, (2) mengetahui proporsi pendapatan sampingan pada saat karet sudah berproduksi di Desa Lematang Jaya dan (3) mengetahui nilai biaya dan pendapatan, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net B/C, dan Pay Back Period usahatani karet pada rumah tangga transmigran di Desa Lematang Jaya. Metode pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, dengan kriteria umur tanaman 1 sampai 22 tahun dan sampel sebanyak 44 responden dari jumlah populasi sebanyak 295 orang petani. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan November sampai Desember 2015. Analisis data yang digunakan adalah Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net B/C Ratio dan Pay Back Period .Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan total rumah tangga transmigran sebelum karet berproduksi sebesar Rp13.467.435,00 per orang per tahun. pendapatan rumah tangga transmigran terdapat dua sumber yaitu pendapatan usahatani karet sebesar 72 persen dan pendapatan sampingan sebesar 28 persen. Usahatani karet pada rumah tangga transmigran di Desa Lematang Jaya memperoleh penerimaan rata-rata sebesar Rp50.731.740,00 per tahun yang lebih besar dari biaya pengeluaran rata-rata sebesar Rp7.249.088,00 per tahun sehingga pendapatan rata-rata yang diperoleh sebesar Rp43.482.652,00 per tahun. Tingkat suku bunga yang dipakai adalah 12,50 persen. Usahatani karet pada rumah tangga transmigran dinyatakan layak yang ditunjukkan dengan nilai NPV sebesar Rp88.798.101,00, nilai IRR 20,44 persen nilai Net B/C 1,91 dengan Pay Back Period 7 tahun 6 bulan 28 hari. | Rubber tree is an annual plant, so farmers have to wait until the rubber production. The purpose of this research are : (1) Knowing the amount of household transmigrant income before rubber production at Lematang Jaya village, (2) Knowing the proportion of a side income in the rubber production at Lematang Jaya village and (3) Knowing the value of costs and income, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net B/C, and Pay Back Period rubber farming on transmigrant household at Lematang Jaya village. Research is done with a method of sample taking use purposive sampling, criteria age plants 1 to 22 years and got 44 respondents from a population of as many as 295 the farmers. The data collected on November until December 2015. The data analysis were used Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net B/C Ratio and Pay Back Period Result of this research shows that income the total household transmigrant before rubber producing of Rp13.467.435,00 per person per years. Transmigrant household income there are two sources that rubber farming income by 72 percent and 28 percent income side. Rubber farming transmigrant households income at Lematang Jaya village have the average revenue in a year that Rp50.731.740,00 greater than farming average costs in a year that Rp7.249.088,00 so average income in a year that Rp43.482.652,00. Interest rates that is used 12.50 percent. Rubber farming on transmigrant household be declared worthy of demonstrated by NPV value of Rp88.798.101,00, IRR 20,44 percent Net value of B/C of 1.91 with a Payback Period of 7 years 6 months 28 days. | |
| 14086 | 17441 | A1L112022 | Uji Efektivitas Bio P60 Dan Bio T1O Serta Fungisida Kimia Terhadap Penyakit Hawar Daun Bakteri Padi Ciherang | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keefektifan Bio P60 dan Bio T10 serta fungisida kimia terhadap penyakit hawar daun bakteri pada tanaman padi, dan pengaruh Bio P60 dan Bio T10 serta fungisida kimia terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman padi Ciherang. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Unsoed dan lahan swah di Desa Cangkingan Blok Karanganyar, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, pada bulan Januari sampai Jumi 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dan perlakuan terdiri atas kontrol, penyemprotan Bio P60, penyemprotan Bio T10, Bio P60 5 kali dan fungisida tebuconazole dan trifloxysrobin, Bio T10 5 kali dan fungisida tebuconazole dan trifloxysrobin, Bio P60 2 kali dan fungisida tebuconazole dan trifloxysrobin, Bio T10 2 kali dan fungisida tebuconazole dan trifloxysrobin, fungisida tebuconazole dan trifloxysrobin, fungisida tebuconazole, fungisida propineb, dan fungisida azoxistrobin dan difenoconazole. Perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Variabel yang diamati yaitu masa inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi, tinggi tanaan, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, waktu berbunga pertama, bobot gabah basah dan senyawa fenol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Bio P60 dan Bio T10 mampu menekan masa inkubasi sebesar 16,84%, Bio P60 dan Bio T10 mampu menekan intensitas penyakit sebesar 75,90%. Penyemprotan Bio T10 secara tunggal mampu meningkatkan jumlah anakan sebesar 8,22% dan meningkatkan bobot basah gabah sebesar 12,64%. Penyemprotan Bio P60 atau Bio T10 yang digabungkan dengan fungisida kimia tidak lebih baik daripada penyemprotan Bio P60 dan Bio T10 secara tunggal. | This research aimed to study the ability of Bio P60, Bio T10, and chemical fungicides against rice bacterial leaf blight disease, and the effect of Bio P60, Bio T10, and chemical fungicides on the growth and yield of Ciherang rice. The research has been conducted at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University and rice field at Cangkingan village, Karanganyar Block, Kedokan Bunder Subdistrict, Indramayu Regency West Java from January to June 2016. Randomized block was used with the treatments consisted of V1= control, V2= Bio P60, V3= Bio T10, V4= Bio P60 5 times and fungicidal active of tebuconazole and trifloxystrobin, V5= Bio T10 5 times and fungicidal active of tebuconazole and trifloxystrobin, V6= Bio P60 2 times and fungicidal active of tebuconazole and trifloxystrobin, V7= Bio T10 2 times and fungicidal active of tebuconazole and trifloxystrobin, V8= fungicidal active of tebuconazole and trifloxystrobin, V9= fungicidal active of tebuconazole, V10= fungicidal active of propineb, V11= fungicidal active of azoxistrobin and difenoconazole. The treatment was repeated 3 times. Variables observed were incubation period, intensity of the disease, infection rate, plant height, number of tillers, number of productive tiller, the first flowering time, wet grain weight, and phenolic compounds. The results showed that the treatment of Bio P60 and Bio T10 were able to suppress the incubation period yet by 16,84%. Bio P60 and Bio T10 was able to suppress the disease intensity by 75,90% respectively. Treatment of Bio T10 alone was able to increase the number of tillers by 8,22% respectively and to increase the weight of wet grain by 12,64%. Treatment of Bio P60 or Bio T10 in combination chemical fungicide were no better than treatment of Bio P60 and Bio T10 alone. | |
| 14087 | 17488 | G1A013035 | HUBUNGAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI, GEOGRAFI, DAN PROFESIONAL DENGAN EVALUASI DIRI FKTP MENGENAI FUNGSI GATEKEEPER DALAM JKN DI KABUPATEN BANYUMAS | Karakteristik demografi adalah evaluasi diri yang dilihat berdasarkan jenis kelamin dan usia. Karakteristik geografis dilihat berdasarkan FKTP berada dalam wilayah pedesaan, perkotaan, pegunungan atau daerah pantai sedangkan karakteristik profesional dilihat bedasarkan lama karir sebagai dokter, asal alumni, jenis kurikulum, lama karir sebagai dokter penanggung jawab FKTP serta jenis FKTP. Dengan demikian akan diketahui seberapa besar FKTP yang telah mejalankan fungsi, dan permasalahan apa yang perlu mendapatkan perhatian untuk meningkatkan fungsi gatekeeper dari FKTP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik demografi, geografi, dan profesional dengan evaluasi diri FKTP Mengenai Fungsi Gatekeeper dalam JKN. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terjangkau adalah dokter penanggungjawab pada FKTP yang bekerjasama dengan BPJS untuk memberikan pelayanan kesehatan pada peserta program JKN di Kabupaten Banyumas. Sampel penelitian ini adalah 99 orang dokter penanggung jawab FKTP. Analisis data menggunakan uji one way anova, non parametrik Mann-Whitney dan spearman’s. Karakteristik demografi usia (p=0,329) dan jenis kelamin (p=0,685) tidak terdapat hubungan dengan evaluasi diri FKTP mengenai fungsi gatekeeper dalam JKN. Karakteristik geografi lokasi FKTP (p=0,004) terdapat hubungan dengan evaluasi diri FKTP mengenai fungsi gatekeeper dalam JKN. Karakteristik profesionalisme lama praktek sebagai dokter FKTP (p=0,850), lama menjadi dokter (p=0.527), asal alumni (p=0,986), dan jenis kurikulum (p=0,709) tidak terdapat hubungan dengan evaluasi diri, sedangkan jenis FKTP (p=0.001) terdapat hubungan dengan evaluasi diri FKTP mengenai fungsi gatekeeper dalam JKN. Kata Kunci: demografi, geografis, profesional, evaluasi diri, gatekeeper, FKTP | Demographic characteristics is self-evaluation that viewed based on gender and age. The geographical characteristics of the viewed based on FKTP are in rural areas, urban, mountainous or coastal regions while the professional characteristics seen on a long career as a doctor, alumni, type of curriculum, long a career as a doctor in charge of the FKTP and types of FKTP. Thus be known how much the FKTP that carry out function, and what problems need attention to improve the function of the gatekeepers of the FKTP. The purpose of this study was to determine the relationship of demographic characteristics, geography and professional with self evaluation FKTP Regarding the function of Gatekeepers in the JKN. This study was observational analytic with approach cross-sectional. Affordable population is the physician responsible at FKTP in cooperation with BPJS to provide health services to the participants on JKN program in Banyumas. Samples of this study is 99 doctors in charge at FKTP. Data analysis used one way anova, non-parametric Mann-Whitney and Spearman's. Demographic characteristics, age (p=0,329) and gender (p=0,685) there is no relationship with self evaluation FKTP regarding the function of gatekeepers in the JKN. Characteristics geography, location FKTP (p=0,004) there is a relationship with self evaluation FKTP regarding the function of gatekeepers in the JKN. Characteristics professionalism of old practice as doctor FKTP (p=0,850), doctor (p=0,527), alumni (p=0,986) and the type of curriculum (p=0,709) there is no relationship with self evaluation, while there are relationships types of FKTP (p=0,001) with self evaluation FKTP regarding the function of gatekeepers in the JKN. Keywords: demographic, geographic, professional, self evaluation, gatekeepers, FKTP | |
| 14088 | 17200 | B1J012176 | STRUKTUR KOMUNITAS FORAMINIFERA PADA KEDALAMAN LAPISAN SEDIMEN CORE STASIUN 3 EWIN 2014 DI LAUT SULAWESI | Struktur komunitas foraminifera resen dari core Stasiun 3 diteliti sebagai indikator kondisi lingkungan masa lampau di Laut Sulawesi. Laut Sulawesi merupakan jalur arus lintas Indonesia (Arlindo) yang mengalir menuju Samudera Hindia. Penelitian ini sendiri bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas foraminifera melalui perhitungan ekologis, dan dinamika dalam komposisi komunitas foraminifera yang terekam dalam sedimen core Stasiun 3 di Laut Sulawesi. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode observasi naturalistik dengan tiga tahapan, yaitu; preparasi sampel, analisis foraminifera (picking dan identifikasi), dan analisis data. Preparasi sampel dilakukan untuk memisahkan foraminifera dari sedimen yang melingkupinya yang dilanjutkan dengan proses picking dan identifikasi. Analisis struktur komunitas foraminifera berupa perhitungan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), indeks kemerataan Pileou (J’), dan indeks dominansi (D) dilakukan dengan bantuan program PAST (Palaeontological Statistics) versi 3.14. Analisis data dilanjutkan dengan analisis cluster untuk mengetahui pengelompokkan obyek berdasarkan similaritas dalam komposisi spesies foraminifera. Hasil penelitian memperoleh 44 spesies foraminifera planktonik dan 100 spesies foraminifera bentik yang berhasil diidentifikasi. Komposisi dan kelimpahan foraminifera menunjukkan kondisi kolom air yang hangat, kondisi oksigenasi dasar laut yang rendah, dan aliran materi organik yang tinggi di Laut Sulawesi. Analisis cluster berdasarkan komposisi spesies foraminifera menghasilkan 3 kelompok menunjukkan tidak ada perubahan kondisi lingkungan yang signifikan selama kurun wakttu 25.000 tahun. Nilai indeks keanekaragaman (H’) kumpulan foraminifera berkisar antara 2,57-3,07, indeks dominansi (D) memiliki kisaran nilai 0,07-0,13, dan indeks kemerataan Pileou (J’) dengan kisaran 0,72-0,85. | Community structure of recent foraminifera of core Station 3 in Celebes Sea was investigated to reconstruct the condition of its paleoenvironment. Celebes Sea provides a pathway for Indonesian Throughflow (ITF) which transports water masses from Pacific to Indian Ocean. This study focused on ecological indices to establish community structure of foraminifera and to evaluate community dynamic. Method used was naturalistic observation consisting of sample preparation, foraminiferal analysis, and data analysis. Preparation process was done by disaggregating samples with hidrogen peroxide (H2O2) and water. Foraminifera were then picked and identified to species level. Relative abundance, species diversity (H’), dominance (D), and evennes (J’) were analysed using PAST (Palaeontological Statistics). Cluster analysis was performed to determine how samples group based on the similarity of foraminiferal assemblages. Identification revealed 44 species of planktonic foraminifera and 100 species of benthic foraminifera. Foraminiferal asemblages showed an environment with warm water column, low bottom-water oxygenation, and high organic influx conditions. Cluster analysis performed revealed 3 clusters based on species composition similariy which showed no significant environmental changes during the last 25,000 years. Ecological indices of foraminiferal assemblages showed species diversity with values ranging from 2.57-3.07, dominance values ranging from 0.07-0.13, and evennes values ranging from 0.72-0.85. | |
| 14089 | 17425 | H1H010003 | PERTUMBUHAN BELUT SAWAH (Monopterus Albus) PADA MEDIA AIR BERSIH DENGAN PEMBERIAN PAKAN HEWANI YANG BERBEDA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan hewani berbeda terhadap pertumbuhan, efisiensi pakan dan kelangsungan hidup benih Belut sawah dan jenis pakan hewani terbaik antara pakan Kroto, ikan Cere, Tubifex sp dan Culex sp. terhadap Belut sawah (Monopterus albus). Penelitian dilakukan selama 30 hari. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan adalah P1: pakan Kroto (Oecophylla), P2: pakan cacing (Tubifex sp.), P3: pakan jentik nyamuk (Culex sp.), dan P4: pakan ikan Cere (Gambussia affinis). Jumlah pakan yang diberikan 3% dari total bobot Belut dengan frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari. Hasil penelitian didapat bahwa pemberian keempat pakan hewani yang berbeda mendapatkan hasil yang sama terhadap pertumbuhan berat mutlak, Specific growth rate (SGR), laju pertumbuhan harian, efisiensi pakan dan kelangsungan hidup benih Belut sawah. Dari hasil penelitian diperoleh nilai pertumbuhan berat mutlak berkisar 1,68 ± 0,32 g – 1,41 ± 0,20 g, Specific growth rate (SGR) berkisar 0,72 ± 0,14 %/hari – 0,63 ± 0,09 %/hari, laju pertumbuhan harian berkisar 0,08 ± 0,01 g/hari - 0,06 ± 0,01 g/hari. Nilai kelangsungan hidup pada penelitian ini berkisar 58,00% - 68,00 %. Parameter kualitas air berada dalam batas normal kehidupan Belut yaitu suhu 26oC – 30oC, pH 6 – 7 dan DO 5 – 7. | This research was determine the effect feeding of animal Against animal feed different growth, feed efficiency and survival rate and the best types of feed between the feed Oecophylla, fish Cere, Tubifex sp and Culex sp. the rice field eel (Monopterus albus). The research was conducted over 30 days. The research method using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replications. Treatment is P1: feed Oecophylla, P2: feed worms Tubifex sp., P3: feed mosquito larvae Culex sp., And P4: fish feed Cere (Gambussia affinis). The amount of feed given 3% of the total weight of eel with feeding frequency 2 times a day. The result is that the provision of four different animal feed to get the same results on the growth of absolute weight, Specific growth rate (SGR), daily growth rate, feed efficiency and survival rate seed paddy eel. The results were obtained absolute value of weight growth range of 1,68 ± 0,32 g – 1,41 ± 0,20 g, Specific growth rate (SGR) ranges from 0,72 ± 0,14% / day – 0,63 ± 0,09% / day, daily growth rate ranges from 0,08 ± 0,01 g / day – 0,06 ± 0,01 g / day. Survival rate in this study ranges from 58,00% - 68,00%. Water quality parameters were within normal limits eel lives as temperature 26oC - 30oC, pH 6 - 7 and DO 5 - 7. | |
| 14090 | 17428 | D1F014019 | UJI BERAT JENIS DAN DAYA AMBANG FORMULA PENGGANTI JAGUNG (ONGGOK-AMPAS TAHU) YANG DIFERMENTASI MENGGUNAKAN JAMUR ONCOM MERAH | Penelitian ini berjudul “Uji Berat Jenis dan Daya Ambang Formula Pengganti Jagung (Onggok-Ampas Tahu) yang Difermentasi Menggunakan Jamur Oncom Merah”. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan kualitas fisik berat jenis dan daya ambang campuran onggok-ampas tahu pasca fermentasi dengan jamur oncom merah dan memperoleh taraf jamur oncom merah terbaik. Penelitian dilaksanakan mulai 26 November 2016 sampai dengan 26 Desember 2016 di Laboratorium Bahan Makanan Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Materi yang digunakan dalam penelitian meliputi onggok 27 gram, ragi oncom merah yang mengandung kapang Neurospora sp., ampas tahu 54 gram, aquades 60 ml, air kelapa 4,5 ml (sumber karbon). Perlakuan yang diberikan yaitu R0 = Onggok 75 % + 25 % ampas tahu + 15 % air kelapa+ 0 % jamur oncom merah, R1 = Onggok 75 % + 25 % ampas tahu + 15 % air kelapa+ 5 % jamur oncom merah, R2 = Onggok 75 %+ 25 % ampas tahu + 15 % air kelapa+ 10 % jamur oncom merah dan R3 = Onggok 75 %+ 25 % ampas tahu + 15 % air kelapa+ 15 % jamur oncom merah. Peubah yang diamati adalah uji berat jenis dan daya ambang. Data dianalisis dengan menggunakan analisis variansi yang dilanjutkan dengan Uji Orthogonal Polinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jamur oncom merah sebesar 15% berpengaruh sangat nyata (P<0,01) dan mampu meningkatkan 0,4294 g/ml berat jenis yang diteliti dengan persamaan Y = 0,259 + 0,017 X - 0,000392 X2dan berpengaruh nyata (P<0,05) serta mampu meningkatkan 0,8620 m/s daya ambang yang diteliti dengan persamaan Y = 0,692 + 0,00678 X + 0,000298 X2. Dapat disimpulkan bahwa pemberian jamur oncom merah sebesar 15% mampu meningkatkan berat jenis dan daya ambang bahan pakan campuran onggok-ampas tahu yang difermentasi sehingga mendekati jagung. | The study, entitled “Bulk Density Test and Floating Rate of Maize Substitute Formula (Tapioca Waste-Tofu Waste) Fermented Using Red Oncom Mushrooms”. Aim to examines changes in physical quality i.e. bulk density and floating rate mixture of tapioca waste-tofu waste fermented with red oncom mushroom and determine the best level of red oncom mushroom. The research was conducted from 26 November 2016, until 26 Desember 2016 at the Laboratory of Feedstuff Faculty of Animal Husbandry Jenderal Soedirman University, Purwokerto.The material used in the study were tapioca waste 27 gram, red oncom mushrooms containing mold Neurospora sp., tofu waste 54 gram, 60 ml aquades, 4,5 ml coconut water (carbon source). Treatments were R1 = 75% tapioca waste + 25% tofu waste + 15% coconut water + 0% red oncom mushrooms, R2 = 75% tapioca waste + 25% tofu waste + 15% coconut water + 5% red oncom mushrooms, R3 = 75% tapioca waste + 25% tofu waste + 15% coconut water + 10% red oncom mushrooms and R4 = 75% tapioca waste + 25% tofu waste + 15% coconut water + 15% red oncom mushrooms. The parameters measured were content of bulk density and floating rate. Data were analyzed using analysis of variance followed by Orthogonal Polinomial test. Results showed that fermentation with red oncom mushroom by 15% has a highly significant effect (P<0,01) and able to increase 0,4294 g/ml bulk density researched by the equation Y = 0,259 + 0,017 X - 0,000392 X2 and significant effect (P<0,05) and able to increase 0,8620 m/s of floating rate by the equation Y = 0,692 + 0,00678 X + 0,000298 X2. It can be concluded that fermentation with red oncom mushroom by 15% able to increase bulk density and fermented tofu waste mix feed ingredients getting closer to corn. | |
| 14091 | 17443 | D1E012324 | TINGKAT INFEKSI PARASIT CACING Fasciola hepatica DAN Oesophagostomum sp PADA SAPI JAWA BREBES (JABRES) BETINA DEWASA PADA TIGA KECAMATAN DI KABUPATEN BREBES | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah telur cacing Fasciola hepatica dan Oesophagostomum sp yang terdapat pada sapi Jawa Brebes (Jabres) betina dewasa dan mengetahui tingkat infeksi parasit (prevalensi) cacing Fasciola hepatica dan Oesophagostomum sp yang terdapat pada sapi Jawa Brebes (Jabres) betina dewasa pada tiga Kecamatan di Kabupaten Brebes. Materi penelitian yang di gunakan adalah feses sapi Jabres betina dewasa pada sembilan Kelompok di Kabupaten Brebes, plastik, label, termos es, mikroskop, objek glass, cover glass, tabung reaksi, pipet, martil, sentrifuse, kamar hitung Mc Master, kuisioner dan alat tulis. Metode penetapan sampel yang digunakan yaitu convenience sampling. Pemeriksaan telur cacing dalam feses menggunakan Metode Centrifuge dan Metode Mc Master. Persentase prevalensi infeksi telur cacing Fasciola hepatica dan Oesophagostomum sp pada Tiga Kecamatan di analisis menggunakan metode Chi-square. Jumlah telur cacing Fasciola hepatica pada Kecamatan Larangan 12 dengan tingkat prevalensi 41,67%, pada Kecamatan Bantarkawung jumlah telur cacing 2 dengan tingkat prevalensi 16,67%, pada Kecamatan Ketanggungan jumlah telur cacing 18 dengan tingkat prevalensi 50%. Jumlah telur cacing Oesophagostomum sp pada Kecamatan Larangan 42 dengan tingkat prevalensi 58,33%, pada Kecamatan Bantarkawung jumlah telur cacing 20 dengan tingkat prevalensi 33,33%, pada Kecamatan Ketanggungan jumlah telur cacing 30 dengan tingkat prevalensi 58,33%. Hasil analisis Chi-square Fasciola hepatica dan Oesophagostomum sp berbeda sangat nyata karena (P>0,01). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan prevalensi jenis telur cacing Fasciola hepatica dan Oesophagostomum sp di Kecamatan Bantarkawung, Ketanggungan dan Larangan, Kabupaten Brebes. | The Research was aimed to determine the number of Fasciola hepatica and Oesophagostomum sp worm’s eggs on Jawa Brebes (Jabres) heifer and determine the level of parasite infection (prevalence) Fasciola hepatica and Oesophagostomum sp worm on Jawa Brebes (Jabres) heifer at three districts in Brebes. The research material ware used Jabres heifer feses in the nine groups in Brebes, plastics, labels, ice bucket, microscopes, objects of glass, cover glass, reaction tube, pipette, a hammer, a centrifuge, a count count Mc Master, questionnaires and tools write. The sampling method was used convenience sampling. Examination of worm eggs in feces used Centrifuge Method and Method Mc Master. Prevalence persentase of parasite infection Fasciola hepatica and Oesophagostomum sp wrom egg on three district analyzed used Chi-square methode. Fasciola hepatica worm egg counted on District Larangan 12 with a prevalence rate of 41.67%, in the District Bantarkawung worm egg counted 2 with a prevalence rate of 16.67%, in the District Ketanggungan worm egg counted 18 with a prevalence rate of 50%. Oesophagostomum sp worm egg counted on District Larangan 42 with a prevalence rate of 58,33%, in the District Bantarkawung worm egg counted 20 with a prevalence rate of 33,33%, in the District Ketanggungan worm egg counted 30% with a prevalence rate of 58,33% The results of Chi-square test are Fasciola hepatica and Oesophagostomum sp highly significant effect because (P> 0.01). The conclusion of this research that there are differences in prevalence of worm eggs of Fasciola hepatica and Oesophagostomum sp in Bantarkawung, Ketanggungan and Larangan, District Brebes. | |
| 14092 | 17426 | F1B112015 | Kualitas Pelayanan Jasa PT. Pos Indonesia Pada Kantor Pos Purwokerto | Kualitas menjadi faktor yang sangat dominan terhadap keberhasilan suatu organisasi. Peran serta dari berbagai pihak dalam mewujudkan kualitas pelayanan diharapkan membantu penyampaian jasa guna menciptakan pelayanan yang berkualitas pada pelanggan atau konsumen. Kantor Pos Purwokerto sebagai lembaga yang beorientasi bisnis sekaligus sosial dalam menghadapi persaingan tidak lepas dari usahanya menunjukkan kualitas jasanya untuk memenuhi harapan, mencari, dan mempertahankan pelanggan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan jasa di Kantor Pos Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode survey, dengan jumlah responden sebanyak 245 pelanggan pengguna jasa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan sampel dengan Accidental Sampling yaitu pengambilan sampel yang dilakukan dengan mengambil individu siapa saja yang dapat ditemui atau dijangkau. Teknik analisis data yang digunakan adalah distribusi frekuensi, mean dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang terdiri dari tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy termasuk pada kategori yang tinggi. Nilai rata-rata yang ditemukan pada indikator tangible sebesar 3,79 di mana nilai tersebut menempati urutan ke tiga dalam indikator yang berkontribusi pada kualitas pelayanan. Nilai rata-rata yang ditemukan pada indikator reliability ialah sebesar 3,85 di mana nilai tersebut menempati urutan ke dua dalam indikator yang berkontribusi pada kualitas pelayanan. Nilai rata-rata yang ditemukan pada indikator responsiveness ialah sebesar 3,60 di mana nilai tersebut menempati urutan ke lima atau urutan terakhir dalam indikator yang berkontribusi pada kualitas pelayanan. Nilai rata-rata yang ditemukan pada indikator assurance ialah sebesar 3,64 di mana nilai tersebut menempati urutan ke empat dalam indikator yang berkontribusi pada kualitas pelayanan. Nilai rata-rata yang ditemukan pada indikator empathy ialah sebesar 3,90 di mana nilai tersebut menempati urutan pertama dalam indikator yang berkontribusi pada kualitas pelayanan. | Quality is a very dominant factor to the success of an organization. The participation of various stakeholders in achieving the quality of service is expected to help the delivery of services in order to create a quality service to the customers or consumers. Purwokerto Post Office as business-oriented and social institution in facing competition cannot be separated from efforts show the quality of services to meet expectations, search for, and retain customers. The purpose of this study is to determine the quality of service in Purwokerto Post Office. This research used descriptive quantitative research with survey method, with the number of respondents was 245 customer service users. The sampling technique used in this study is sampling with accidental sampling, which is done by taking any individuals that can be found or reached. Data analysis technique used is the frequency distribution, mean and standard deviation The results showed that the quality of service consisting of tangible, reliability, responsiveness, assurance and empathy included in the high category. The average value found in Tangible indicators is 3.79, where the mentioned value ranked third in the indicators that contributes to the quality of service. Next, average value found in the Reliability is an indicator where the value of 3.85 ranked second in the indicators that contribute to the quality of service. After that, average value found in Responsiveness indicator is at 3.60 where the value ranked fifth or last in the indicators that contribute to the quality of service. Then, average value found in Assurance Indicator is 3.64 where the value ranked fourth in indicators that contribute to the quality of service. Finally, average value found in the indicator Empathy is at 3.90 where the value ranked first in the indicators that contributes to the quality of service. | |
| 14093 | 17427 | A1L012121 | PENGARUH BERBAGAI JENIS PEMBENAH TANAH DAN INTERVAL FERTIGASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH DI LAHAN PASIR PANTAI | Penelitian ini bertujuan untuk 1) menentukan interval fertigasi yang optimum bagi pertumbuhan dan hasil bawang merah di lahan pasir pantai, 2) menentukan jenis pembenah tanah yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah dilahan pasir pantai, 3) menentukan kombinasi teknologi yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah sebagai pengaruh interaksi interval fertigasi dan jenis pembenah tanah di lahan pasir pantai. Penelitian dilaksanakan di lahan pasir pantai Jetis, Desa Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, dari Mei sampai September 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu interval fertigasi: 7 hari, 14 hari, 21 hari dan jenis pembenah tanah: tanpa pembenah, tanah lempung, pupuk kandang ayam dan sapi , campuran pupuk kandang ayam dan sapi dan lempung. Data dianalisis dengan uji F dilanjutkan dengan DMRT 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval fertigasi 7 hari memberikan hasil terbaik pada jumlah akar. Interval fertigasi 7 hari sekali menghasilkan hasil segar umbi 9,59 t/ha. Pembenah tanah campuran antara lempung dan pupuk kandang memberikan hasil terbaik pada bobot daun segar, bobot daun kering, bobot tanaman segar, bobot umbi segar dan bobot umbi kering. Pembenah tanah campuran antara lempung dan pupuk kandang menghasilkan hasil segar umbi 10,14 t/ha. Tidak ada interaksi yang terjadi antara perlakuan interval fertigasi dengan perlakuan jenis pembenah tanah. | This research aimed to 1) determine the optimum interval fertigation for growth and yield of Shallot in Coastal Sandy Land, 2) determine the type of soil conditioner that gives the best effect on the growth and yield of Shallot in Coastal Sandy Land, 3) determine the combination of technologies that can increase the growth and yield of Shallot as the effect of interaction fertigation intervals and the type of soil in Coastal Sandy Land. This research was conducted at Jetis coastal sandy land, Banjarsari village, Nusawungu subdistricts, Cilacap regency, from May to September 2016. This research used Completed Randomised Block Design with 12 treatments and 3 replications. Given treatment were fertigation interval: 7 days, 14 days, 21 days and the type of soil conditioner: without conditioner, clay soil, manure cow and chicken , mixture of manure cow and chicken and clay. Data were analyzed by F test, then tested further by DMRT 5%. The result showed that 7 days fertigation interval gave a better result in number of root.. Fertigation interval of 7 days produce fresh tuber yield 9.59 t / ha. Mixture soil conditioner between clay soil and manure gave the best results on the weight of fresh leaves,the weigh of dry leaf , the weight of the fresh plant, weight of fresh tuber and weight of dry tuber. Mixture soil conditioner between Vertisol soil and manure produce fresh tuber yield 10.14 t / ha. There was no interaction between interval fertigation treatment with soil conditioner types treatment. | |
| 14094 | 17430 | D1E012287 | EFEKTIFITAS POP GRANUL FESES AYAM PETELUR SUPLEMENTASI POC - HERBAL TERHADAP JUMLAH TUNAS ANAKAN DAN LUAS DAUN RUMPUT GAJAH DEFOLIASI KEDUA | Penelitian bertujuan mengkaji efektifitas pupuk organik padat (POP) granul feses ayam petelur suplementasi pupuk cair urin sapi bunting dan herbal terhadap luas dan jumlah daun rumput gajah. Materi yang digunakan adalah rumput gajah (Pennisetum purpureum) sebanyak 648 stek, pupuk padat organik granul suplementasi pupuk cair urin sapi bunting dan herbal, cangkul, sabit, meteran, alat ukur, alat hitung dan pensil. Metode penelitian yang digunakan adalah eksferimental dan rancangan yang digunakan adalah Nested (grouped) dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa rataan jumlah tunas anakan rumput gajah untuk P1 adalah 7.31, untuk P2 adalah 8.13, untuk P3 adalah 7.69, untuk P4 adalah 7.62 tunas anakan/ rumpun, dan nilai rataan luas daun rumput gajah (Pennisetum purpureum) untuk P1 adalah 383.86 cm2, untuk P2 adalah 318.54 cm2, untuk P3 adalah 395.52 cm2, untuk P4 adalah 334.00 cm2. Analisis variansi pada jumlah tunas anakan rumput gajah jenis pupuk dan dosis pupuk tidak berpengaruh nyata terhadap peningkatan jumlah daun rumput gajah. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa penggunaan pupuk padat organik granul suplementasi pupuk cair urin sapi bunting dan herbal tidak berpengaruh nyata terhadap luas daun rumput gajah sedangkan berpengaruh nyata pada dosis pupuk terhadap luas daun rumput gajah | The research was aimed to study the effectiveness of layer feed Solid Granules organic fertilizer (GOF) supplemented with urine of pregnant cow and herbal on the number of tillers and the leaf area of grass. The materials used were elephant grass (Pennisetum purpureum) as many as 648 cuttings, solid manure, organic liquid fertilizer, supplementations of herbal, pregnant cow urine, hoes, sickles, meter, measuring tools, calculators and pencils. The method used was experimental and design used was Nested ( grouped ) with 12 treatments and 3 replications. The results showed that the average number of grass tiller for P1 was 7.31, for P2 was 8.13, for P3 was 7.69, and P4 was 7.62 tillers/ bunch and the average values of the width of grass leaf for P1 was 383.86 cm2, for P2 was 318.54 cm2, for P3 was 395.52 cm2, for P4 was 334.00 cm2 The results of analysis of variance showed the types of fertilizers had no significant effect and the dose of fertilizer had no significant effect on the number of sprout of elephant grass. The results of analysis of variance showed that the use of granule organic fertilizers supplemented with pregnant cow urine and herbal fertilizer did not significantly affected leaf area, while the dose of fertilizer had significant effect on leaf area. | |
| 14095 | 17432 | H1L012049 | Rancang Bangun Sistem Informasi Fitnes Center Berbasis Web | Sistem Informasi Fitnes Center adalah suatu sistem informasi yang digunakan untuk memudahkan dalam proses pengelolaan data data member, data instruktur, data alat fitnes, data pembayaran, data pengunjung, pencetakan kartu member,penjadwalan latihan, dan mencetak laporan. Perancangan Sistem Informasi Fitnes Center menggunakan Data Flow Diagram(DFD) dan Entity Relationship Diagram (ERD). Pengembangan sistem dengan menggunakan metode Waterfall dengan langkah-langkah: Analisis, Design, Implenetasi, Testing, Penerapan dan Pemeliharaan. Sistem Informasi Fitnes Center ini dibangun dengan menggunakan database MySQL dan bahasa pemrograman PHP berbasis web. | Fitness Center Information System is an information system that is used to facilitate the data management member, instructure data, fitness equipment data, payment data, visitors data, printing member card, training schedule and reports print. Fitness Center in Information Systems in its design to produce Data Flow Diagram (DFD) and Entity Relationship Diagram (ERD). Development of the system using the Waterfall method with some steps: Analysis, Design, Implementasion, Testing , and Maintenance. Fitnes Center Information System is built using the MySQL database and the PHP programming language based on web. | |
| 14096 | 17434 | C1L012013 | GOING CONCERN AUDIT OPINION: ANALYSIS BASED ON COMPANY GROWTH, SOLVABILITY, AND PROFITABILITY IN BANKING COMPANIES LISTED ON INDONESIA STOCK EXCHANGE (IDX) PERIOD 2011-2014 | Going concern merupakan indikasi dari kemampuan suatu perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan hidup usahanya pada jangka waktu yang panjang. Going concern selalu dihubungkan dengan prestasi kerja yang telah dicapai oleh pihak manajemen perusahaan yang disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Kelangsungan hidup perusahaan ini menjadi salah satu sorotan yang sangat penting bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan terutama untuk investor yang ingin melakukan investasi pada perusahaan. Untuk memastikan apakah kinerja dan laporan keuangan disajikan dalam kondisi baik atau tidak oleh manajemen perusahaan, maka diperlukan pihak ketiga yaitu auditor independen untuk menilai hasil kinerja manajemen perusahaan dan memberikan opini dari hasil pemeriksaan audit yang telah dilakukan oleh auditor dalam suatu perusahaan yang diauditnya. Apabila auditor menerbitkan opini audit going concern terhadap perusahaan tersebut maka perusahaan dinyatakan tidak mampu mempertahankan kelangsungan hidup usahanya dan manajemen perusahaan diharapkan mengambil tindakan yang tepat untuk memperbaiki kinerja perusahaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pertumbuhan perusahaan, solvabilitas, dan profitabilitas terhadap penerimaan opini audit going concern pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011-2014. Populasi penelitian yang terdaftar sebanyak 43 perusahaan perbankan, dengan mengakses data laporan keuangan perusahaan dan laporan keuangan auditor independen melalui website www.idx.co.id. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 26 perusahaan untuk 4 tahun pengamatan dengan 104 unit analisis. Metode analisis data yang digunakan adalah metode regresi logistik dengan SPSS 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa solvabilitas memiliki pengaruh secara signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern dengan arah positif dan profitabilitas memiliki pengaruh secara signifikan terhadap opini audit going concern dengan arah negatif. Sedangkan pertumbuhan perusahaan tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern, hal ini berarti bahwa pertumbuhan perusahaan bisa jadi berpengaruh terhadap penerimaan opini audit going concern tetapi tidak signifikan akibat krisis ekonomi yang terjadi sejak tahun 2008 yang masih terjadi hingga sekarang. Pada tingkat makro tidak adanya pertumbuhan perusahaan itu tidak masalah apabila kondisi perusahaan dapat bertahan hidup. | Going concern is an indication of the ability of a company to maintain the viability of its business in the long term. Going concern is always associated with a performance that has been achieved by the management company that is presented in the form of financial statements. The survival of the company became one of the highlights is very important for the parties interested in the company, especially for investors who want to invest in the company. To ascertain whether the performance and the financial statements presented in good condition or not by the company management, it would require a third party, namely the independent auditor to assess the performance of the company’s management and providing opinions on the results of the audit conducted by the auditors in a company auditing. If the auditor issuing going concern audit opinion on the company, the company declared not able to maintain the viability of its business and the company’s management is expected to take appropriate policies to improve the performance of the company. This research aims to identify and analyze the effect of the company growth, solvability, and profitability on going concern audit opinion on the banking company listed on the Indonesia Stock Exchange in 2011-2014. The population of this research were registered as many as 43 banking company with access the financial statement of company and independent audit report on website www.idx.co.id. Sampling method that used in this research is purposive sampling method, with 26 company samples to 4 years with 104 analysis units. Analysis data method that is used in this research is logistic regression method. The results of this research indicate that the solvability has a significant effect on the acceptance of going concern audit opinion with a possitive direction and the profitability has a significant effect on the acceptance of going concern audit opinion with a negative direction. While the company growth has no significant effect on the acceptance of going concern audit opinion. This means that the company growth variable can be affected, but not significant due to the economic crisis since 2008 that still happen until today. On the macro level the absence of company growth was not a problem as long as the condition of the company can survive. | |
| 14097 | 17435 | A1C012022 | Efisiensi Ekonomi Usahatani Tomat di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga | Kecamatan Karangreja merupakan salah satu daerah di Kabupaten Purbalingga yang berpotensi dalam mengembangkan usahatani tomat. Produktivitas rata-rata tomat di Kecamatan Karangreja mencapai 18,47 ton per hektar tetapi masih jauh dari potensi produksi tomat, yaitu 30-60 ton per hektar. Upaya untuk mencapai produktivitas dan keuntungan maksimal yaitu dengan mengalokasikan faktor produksi secara efisien. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui besarnya biaya dan pendapatan petani tomat, 2) mengetahui pengaruh penggunaan faktor produksi terhadap produksi tomat, dan 3) mengetahui tingkat efisiensi teknis, harga dan ekonomi usahatani tomat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2016 di Desa Serang dan Kutabawa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Pemilihan tempat dilakukan secara sengaja (purposive). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Simple Random Sampling dan diperoleh jumlah responden sebanyak 33 petani tomat. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis fungsi produksi Cobb-Douglas dan analisis efisiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya yang digunakan pada usahatani tomat di Kecamatan Karangreja sebesar Rp40.878.252,62 per hektar dengan penerimaan sebesar Rp108.732.157,85 per hektar dan pendapatan sebesar sebesar Rp67.853.905,23 per hektar. Faktor produksi yang mempengaruhi secara nyata terhadap produksi tomat adalah luas lahan, benih dan tenaga kerja. Nilai rata-rata efisiensi teknis usahatani tomat sebesar 0,99 yang berarti usahatani tomat di Kecamatan Karangreja sudah efisien. Efisiensi harga sebesar 17,54 yang berarti usahatani tomat di Kecamatan Karangreja belum efisien secara harga. Usahatani tomat secara teknis sudah efisien namun secara harga belum efisien, sehingga usahatani tomat di Kecamatan Karangreja belum efisien secara ekonomi. | Karangreja Subdistrict is one of potential area in Purbalingga regency to develop tomato farming. The average of tomato production at Karangreja Subdistrict reach about 18.47 on per hectare, but those numbers is still far from its potential which could produce up to 30-60 ton per hectare. To efficiently allocating the production factor is one of the effort to achieve maximum productivity and income. The aims of this study are to: 1) find out the cost and revenue of tomato farmer, 2) find out the effect of production factor utilizing towards tomato production, and 3) find out about the technical, price, and economical efficiency rate of tomato farming. The study conducted at Serang and Kutabawa Village, on March – April 2016. Location was determined purposively. The research method which is used in this research is survey. Determination of respondents used was Simple Random Sampling and was obtained 33 tomato farmers. Data was analyzed using cost, income, and profit analysis, Cobb-Douglas production function analysis, and farming efficiency analysis. The result of this study shows that on tomato farming, has spent total cost of Rp40.878.252,62 per hectare, earned Rp108.732.157,85 of revenue per hectare and Rp67.853.905,23 of income per hectare. Production factors which significantly affect tomato production are land area, seeds and labor. The average of tomato farming technical efficiency was 0,99 which means tomato farming at Karangreja Subdistrict was efficient. Price efficiency of tomato farming at Karangreja Subdistrict was 17,54 which means, it had not been done efficiently according to price. As the technical efficiency had been efficiently done while the price efficiency had not, the tomato farming on Karangreja Subdistrict is had not been economically efficient. | |
| 14098 | 17419 | A1L012166 | Aplikasi Nematoda Entomopatogen Heterorhabditis sp. Isolat Cilongok Berdasarkan Ambang Ekonomi Dua Larva Per Tanaman untuk Mengendalikan Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura F.) pada Tanaman Kubis (Brassica oleracea L.) | Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengkaji kemempanan nematoda entomopatogen Heterorhabditis sp. isolat Cilongok terhadap intensitas serangan ulat grayak (Spodoptera litura F.) pada tanaman kubis yang diaplikasikan berdasarkan ambang ekonomi dua larva per tanaman 2) membandingkan kemempanan nematoda entomopatogen Heterorhabditis sp. dengan berbagai insektisida sintetis terhadap pengendalian serangan ulat grayak (S. litura F.). Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April sampai Agustus 2016 di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dan kebun percobaan Pratin di Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang dilakukan adalah tanpa perlakuan (kontrol), NEP dengan kosentrasi 400 JI/ml, 600 JI/ml dan 800 JI/ml, insektisida berbahan aktif profenofos, karbonsulfan, deltametrin, buprofezin dan Bacillus thuringiensis. Variabel yang diamati adalah kelompok telur, populasi ulat, populasi imago pada Yellow trap, intensitas serangan dan bobot krop kubis. Hasil penelitian menunjukkan nematoda entomopatogen Heterorhabditis isolat Cilongok berdasarkan ambang ekonomi dua larva per tanaman belum efektif seperti halnya dengan penggunaan insketisida dalam mengendalikan intensitas serangan dan populasi ulat grayak (S. litura) pada tanaman kubis. | This research was aimed to 1) assess effectiveness of entomopathogenic nematode Heterorhabditis sp. Cilongok isolate against the instensity attacks of cabbage cluster caterpillar (Spodoptera litura F.) on cabbage applied based on economy threshold two larvae per plant 2) compare the effectiveness of entomopathogenic nematode Heterorhabditis sp. to some synthetic insecticides to control the attacks of caterpillar. This research was conducted on April until August 2016 at Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto and at the experimental station Pratin at Serang, Karangreja, Purbalingga. The experiment used Randomized Complete Block Design (RCBD) with 9 treatments and 3 replications. The treatments were without any treatment (control), entomopathogenic nematode with concentration of 400 Infective Juvenil/ml, 600 Infective Juvenil/ml and 800 Infective Juvenil/ml, insecticide of prophenophos, carbonsulfan, deltamethrin, buprofezin and Bacillus thuringiensis. The measured variables were mass of egg, larvae population, imago population on yellow trap, the intensity of attacks and the weight of cabbage crop. The results showed that the entomopathogenic nematode Heterorhabditis sp. Cilongok isolate based on economy threshold two larvae per plant have not been effective as it is with use insecticide in controlling the intensity of attacks and population of cabbage cluster caterpillar (Spodoptera litura F.) on cabbage. | |
| 14099 | 17343 | D1E011138 | ANALISIS FUNGSI PRODUKSI PADA USAHA TERNAK KAMBING JAWARANDU DI KECAMATAN PUNGGELAN, KABUPATEN BANJARNEGARA | Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor produksi dan pengaruh faktor produksi terhadap produksi (PBBH) ternak Kambing Jawarandu di Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara. Metode penelitian yang digunakan adalah survai dan observasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan memilih desa secara random (acak), selanjutnya sampel Kambing Jawarandu jantan umur 5-8 bulan dipilih menggunakan metode Purposive Sampling. Analisis data menggunakan fungsi Cobb-Douglas kemudian dilogaritmakan ke dalam bentuk linier, dan uji lanjut menggunakan uji t. Pakan hijauan yang diberikan adalah rumput gajah, rumput lapang, serta limbah pertanian dan konsentrat menggunakan campuran dedak padi, onggok atau cacahan singkong dan ampas tahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi secara bersama-sama berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap pertambahan bobot badan harian (PBBH). Tingkat produksi (PBBH) berkisar 35-65 g/ekor/hari dengan, rata-rata 48,21 g/ekor/hari. Hasil analisis variansi diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) 49,9 persen. Hasil uji lanjut (uji t) secara parsial faktor produksi yang berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap PBBH adalah pakan hijauan dan konsentrat. | The purpose of this study is to determine the factors of production and the influence of factors of production on to production in the Jawarandu goat farm and to evaluate the production function in the goat farm in Punggelan district, Banjarnegara regency. The research method used was survey and observations, village selection used random sampling, whereas the Jawarandu goat selection was determined with purposive sampling method. The analysis of the data used the Cobb-Douglas function, then it was transformed into a linear form of logarithms, and further it was tested using the t test. The forage given was elephant grass, field grass, and agriculture waste and concentrate supplemented with bran, cassava, and tofu. The results showed that the factors of production significantly affected daily gain. The range of daily gain was from 35-65 g/goat/day with an average production of daily gain of 48.21 g/head/day. The variance analysis showed that the coefficient of determination (R2) was 49.9 percent, the result of t test factor of production partially had effect on daily gain with significanct level (P <0.01) were forage and concentrate. | |
| 14100 | 17436 | C1B012054 | Analisi Pengaruh Kualitas Pelayanan, Penanganan Masalah, Dan Kepercayaan Terhadap Loyalitas Nasabah Dengan Kepuasan Nasabah Sebagai Variabel Mediasi (Nasabah BMT Dana Mentari Muhammadiyah Purwokerto) | Penelitian yang berjudul “Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan, Penanganan Masalah, dan kepercayaan terhadap Loyalitas Nasabah dengan Kepuasan Nasabah sebagai variabel mediasi”.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan, penanganan masalah, dan kepercayaan terhadap loyalitas nasabah dan untuk menguji kepuasan nasabah memediasi pengaruh kualitas pelayanan, penanganan masalah, dan kepercayaan terhadap loyalitas nasabah.Sampel dalam penelitian ini terdapat 125 responden yang merupakan nasabah BMT Dana Mentari Muhammadiyah Purwokerto. Metode accidental sampling dalam penentuan sampel penelitian ini. Data di analisis menggunakan Structural Equational Modelling (SEM). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kualitas pelayanan, penanganan masalah, dan kepercayaan berpengaruh positif terhadap kepuasan nasabah. Hasil lainnya ditemukan bahwa kepuasan nasabah memediasi secara positif penanganan masalah dan kepercayaan terhadap loyalitas nasabah. Sedangkan kepuasan nasabah tidak memediasi secara positif pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas nasabah. Dan kepuasan nasabah berpengaruh positif terhadap loyalitas nasabah. | The research entitled “effect of service quality, problem solving, and trust to customer loyalty and customer satisfaction as mediating variables”. The aim of this research is to anlyze the effect of service quality, problem solving, and trust to consumer loyalty and to test whether consumer satisfaction mediates the effect of service quality, problem solving, and trust to consumer loyalty. The sample in the study these were 125 respondents who are users financial services of BMT Dana Mentari Muhammadiyah Purwokerto. Accidental sampling method used in the determination of the sample. Data was analyzed using Equational Structural Modelling (SEM). The result indicate that service quality, problem solving, and trust positively affects customer satisfaction. Other result found that customer satisfaction positively mediates the effect of problem solving and trust on customer loyalty. While, customer satisfaction has no positively mediates the effect of service quality on customer loyalty. And customer satisfaction positively affects customer loyalty. |