Artikelilmiahs
Menampilkan 14.221-14.240 dari 49.700 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 14221 | 17555 | C1G014123 | EVALUASI EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA STUDI KASUS PADA DESA PANGGUNGHARJO, SEWON BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA | Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi atas efektivitas dari pengelolaan dana desa dengan studi kasus pada Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Populasi penelitian adalah pemerintah desa dan seluruh masyarakat desa, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah Kepala Desa Panggungharjo dan beberapa masyarakat desa yang dirasa terkena dampak dari realisasi Dana Desa. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa data primer yang diperoleh melalui wawancara dan data sekunder yang diperoleh dari dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pengelolaan dana desa pada Desa Panggungharjo. Analisis data akan menggunakan tiga teknik utama dalam penelitian kualitatif, yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pengelolaan dana desa pada Desa Panggungharjo telah efektif karena telah terealisasi dari anggarannya, memenuhi tujuan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa, dikelola sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah Pengelolaan dana desa dengan perencanaan berdasarkan musyawarah dengan Badan Permusyawaratan Desa akan memberikan perencanaan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa karena anggota Badan Permusyawaratan Desa terdiri dari berbagai golongan yang ada di masyarakat desa. Perencanaan dan penganggaran yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa mendapatkan sambutan hangat dan apresiasi positif dari masyarakat desa. Kegiatan-kegiatan yang direncanakan pemerintah desa dapat terselenggara dengan efektif sesuai dengan tujuannya dikarenakan direncanakan dengan baik melalui musyawarah dengan BPD. | This research use qualitative method. This research objection is to evaluate the effectivity of dana desa management with case study at Panggungharjo Village, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Research population are village government and all villagers, with Village Chief and some of villagers whose affected by the use of Dana Desa. Data type used in this research are primary data which will be obtained through interview and secondary data which will be obtained from dana desa related documents at Panggungharjo Village. The data will be analyzed with three main technics in qualitative researches that are data reduction, data serving, and conclusion extraction. Shown in research result that dana desa management in Panggungharjo village is already effective because of realized budget, objections in Mid-Term Development Plan Panggungharjo (RPJM Desa Panggungharjo) were achieved, already managed with most updated government regulation and gave benefits to its villagers. Implications from this research are dana desa management with plan based on discussion results between government and Badan Permusyawaratan Desa (Village Legislative) will give a plan that suit with villagers necesities because BPD members were from many class of villagers. A villagers necesities suited planning and budgeting will be rewarded with warm welcome and positive appreciation from villagers. All the plans can be held effectively because already suited with its objections and being planned along with discussion with BPD. | |
| 14222 | 17801 | G1D013035 | PENGARUH SEDUHAN BIJI KURMA (Phoenix dactylifera l) TERHADAP KADAR KREATININ DARAH PADA LANSIA DI DESA GUNUNGLURAH KECAMATAN CILONGOK | Latar Belakang: Semakin bertambahnya usia, tubuh akan mengalami kerusakan sel atau yang biasa disebut dengan penyakit degeneratif hal ini membuat semua fungsi organ mengalami penurunan salah satunya fungsi ginjal. Akibat menurunnya fungsi ginjal akan memperngaruhi pengeluran kreatinin darah lewat urin sehingga mengendap didalam darah dan kadar kreatinin dalam darah akan meingkat. Pemanfaatan biji kurma yang mengandung flavonoid, mineral, vitamin E dan vitamin C dapat digunakan sebagai terapi non-farmakologi dalam memperbaiki fungsi ginjal dan menurunkan kadar kreatinin darah. Tujuan: Mengetahui pengaruh dari pemberian seduhan biji kurma terhadap kadar kreatinin darah pada lansia Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah quasy eksperiment dengan pre dan post test dan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Sampel akan dibagi menjadi kelompok kontrol (A) dan kelompok perlakuan (B), kelompok perlakuan seduhan biji kurma 1,4 mg. Data dianalisis dengan uji Shapiro Wilk, uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon, Mann-Whitney dan uji T tidak berpasangan. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukan hasil yang signifikan baik pretest maupun posttest (p=0,002), sehingga Ho ditolak. Analisis data kelompok perlakuan seduhan biji kurma menunjukan tidak ada perbedaan yang signifikan dengan kelompok kontrol. Hal ini menunjukan kelompok yang mengkonsumsi seduhan tidak ada perbedaan yang bermakna dengan kelompok yang tidak mengkonsumsi. Kesimpulan: Seduhan biji kurma dangan dosis 1,4 mg yang diberikan selama 10 hari kepada lansia dapat menurunkan kadar kreatinin darah dan aman dikonsumsi oleh lansia. | Background: When growing older of the age, body will having sel disfigurement.this matter make all function organism impacting decressing one of which is kidney. Impacting decresing kidney functionwill affect the blood through urine creatinine clearance that settles in the blood and creatinine levels in the blood will increase. The utilizion grain of dates which contain flavorid, mineral, vitamin E, and Vitamin C have using as therapy non- farmacology for decreasing blood creatinine levels. Purpose: Understanding impact from giving a dates stone the blood creatinine levels in elderly. Method: Resarch design which have used is quasy experiment with pre and post test. Result of sample is 30 person. Sample be divided into a control group (A) and a treatment group (B). The treatment group was 1.4 mg steeping date stones. Data were analyzed with the Shapiro-Wilk test, hypothesis testing using Wilcoxon test, Mann Whiteney and unpaired T test. Result: The result test of Wilcoxon showing significan result both pre or posttest, that Ho rejected. Date analysis stones steeping treatment groups showed no significant difference with control group. Conclusion: Steeping the seeds of dates at a dose of 1.4 mg given for 10 days to the elderly can reduce levels of blood creatinine and safe for consumption by the elderly. | |
| 14223 | 17826 | G1F012076 | Aktivitas Yoghurt Kulit Pisang Kepok (Musa balbisiana Colla) Pada Bakteri Staphylococcus aureus Penyebab Jerawat | Kulit pisang kepok (Musa balbisiana Colla) diketahui memiliki aktivitas antibakteri, dan diketahui memiliki kandungan senyawa fenolik lebih tinggi dari pada buahnya. Inovasi dibutuhkan untuk pemanfaatan kulit pisang yang lebih luas seperti yoghurt kulit pisang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas dari yoghurt kulit pisang kepok. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. 4 formula yoghurt kulit pisang kepok dalam berbagai konsentrasi yaitu kelompok 1 merupakan konsentrasi 0% sebagai kontrol negatif, kelompok II merupakan yoghurt kulit pisang kepok konsentrasi 1% v/v, kelompok III merupakan yoghurt kulit pisang kepok konsentrasi 3% v/v, dan kelompok IV merupakan yoghurt kulit pisang kepok konsentrasi 5% v/v dengan replikasi 3 kali. Yoghurt dilakukan evaluasi mutu yogurt yaitu uji hedonik dan uji organoleptik meliputi warna, aroma, tekstur, kekentalan, rasa, serta uji pH. Kemudian pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi kirbybauer dan dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA satu arah dengan taraf kepercayaan 95% kemudian dilanjutkan dengan uji t Beda Nyata Terkecil (BNT). Pengujian hedonik menunjukan bahwa formula 3 merupakan formula yang paling disukai oleh panelis. Sedangkan hasil uji antibakteri menunjukan bahwa formula 1 kontrol negarif, F2, F3 dan F4 dapat menghambat bakteri Stahpylococcus aureus dengan zona hambat masing-masing 6,33 mm; 13,83 mm; 15,16 mm; dan 15,33 mm; dengan hasil analisis statistik berbeda signifikan (p=0.000). | Kepok banana peel (Musa balbisiana Colla) is known have antibacterial activity, and contains phenolic compounds higher than the fruit. Innovation is needed to utilize banana peel, for example banana peel yoghurt. The purpose of this study is to determine antibacterial activity of Kepok banana peel yoghurt. This study is an experimental research laboratory. Four formulas of kepok banana peel yoghurt in various concentrations: group 1 is negative control (0% v/v kepok banana peel concentration), group II is yoghurt with 1% v / v kepok banana peel concentration, group III is 3% v/v kepok banana peel concentration, and group IV is of 5% v/v kepok banana peel concentration with replication 3 times. Yoghurt quality was evaluated with hedonic test and organoleptic tests including color, aroma, texture, viscosity, taste, and pH test. Antibacterial activity was tested using the diffusion method kirbybauer and statistically analyzed using one-way ANOVA test with a level of 95% followed by t test Significant Difference (LSD). Hedonic test result showed that the third formula is the most preferred formula by the panelists. Antibacterial test result showed that the first formula(negative control), F2, F3, and F4 can inhibit staphylococcus aureus growth with inhibition zone 6.33 mm; 13.83 mm; 15,16 mm; and 15.33 mm; the results of statistical analysis was significantly different (p = 0.000). | |
| 14224 | 17556 | E1A012005 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENUMPANG SEBAGAI KONSUMEN OJEK ONLINE DI PT.GOJEK INDONESIA JAKARTA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN. | Penelitian ini mengambil judul “Perlindungan Hukum terhadap penumpang sebagai konsumen ojek online di PT. GO-JEK INDONESIA berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen”. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui perlindungan hukum terhadap penumpang yang meninggal dunia sebagai konsumen ojek online di PT.GOJEK Indonesia Jakarta berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif melalui pendekatan pada peraturan perundang-undangan. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah secara deskriptif dengan mendeskripsikan data sekunder dan data primer yang dikaitkan dengan teori-teori hukum. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa PT.GO-JEK Indonesia sudah memberikan perlindungan hukum terhadap penumpang sebagai konsumen ojek online yang meninggal dunia akibat kecelakaan. PT.GO-JEK telah melakukan tanggung jawabnya yaitu dengan bersedia memberikan bantuan santunan. | This research entitled “Perlindungan Hukum terhadap penumpang sebagai konsumen ojek online di PT. GO-JEK INDONESIA berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen”. The research purpose is to find out about legal protection for the passanger of Ojek online who dies as the consumer of the PT.GOJEK Indonesia Jakarta according to Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 about Consumer Protection. Using qualitative as the method, this research also using normative juridical approach via constitution regulation. The research specification is descriptive with primary and secondary data that associated on constitution theory as the description. The research result shows that PT.GO-JEK Indonesia gives law protection to the passanger as the consumer of the ojek online who dies by traffic accident PT.GO-JEK do their responsibility by giving a compensation. | |
| 14225 | 17557 | C1G014097 | PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH, DANA ALOKASI UMUM, DANA ALOKASI KHUSUS, SISA LEBIH PERHITUNGAN ANGGARAN, DAN LUAS WILAYAH TERHADAP ALOKASI ANGGARAN BELANJA MODAL (Studi pada Pemerintah Kabupaten/Kota Se-Indonesia Periode 2010-2014) | RINGKASAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA), dan luas wilayah terhadap alokasi anggaran belanja modal. Objek yang diteliti adalah pemerintah daerah kabupaten/kota se-Indonesia dengan periode Tahun 2010-2014. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode proporsional sampling pada besaran sampel menggunakan rumus slovin dengan tingkat signifikansi 5%. Data tersebut dianalisis dengan metode regresi data panel dan diolah dengan program EViews versi 9. Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa secara simultan PAD, DAU, DAK, SiLPA, dan luas wilayah terhadap alokasi anggaran belanja modal. Namun secara parsial hanya PAD, DAU, dan SiLPA yang berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap alokasi anggaran belanja modal. Sedangkan DAK dan luas wilayah berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap alokasi anggaran belanja modal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, seluruh variabel independen dapat menjelaskan variansi pada variabel dependen sebesar 68,38% berdasarkan adjusted R square. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa variabel DAU merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap alokasi anggaran belanja modal. | SUMMARY The research aims to analyze the impact of Local Government Original Revenue (PAD), General Allocation Fund (DAU), Special Allocation Fund (DAK), Financing Surplus Budget (SiLPA), and broad of region to the capital expenditure budget allocation. The object under study is a local government district / city in Indonesia with the period 2010-2014. The sampling method used in this study using proportional sampling method with sample size using slovin formula with a significance level of 5%. Data were analyzed using panel data regression methods and processed with EViews program version 9. Statistical tests showed that simultaneously PAD, DAU, DAK, SiLPA, and broad of region to the capital expenditure budget allocation. But only partially PAD, DAU, and SiLPA that affect positively and significant to the capital expenditure budget allocation. While DAK and broad of region and that affect negatively and significant to the capital expenditure budget allocation. The results of this study indicate that, all independent variables can explain the variance in the dependent variable 68,38% based on the adjusted R-square. The research also shows that DAU variable is the most dominant variable affect the capital expenditure budget allocation. | |
| 14226 | 17558 | H1C012062 | RANCANG BANGUN SISTEM LAMPU LED CERDAS DENGAN TEKNIK LEADING-EDGE DIMMER MENGGUNAKAN PID (Proportional–Integral–Derivative) BERBASIS ARDUINO | Aktivitas manusia sebagian besar membutuhkan cahaya, tetapi walaupun cahaya matahari tidak bersinar selama 24 jam, manusia tetap bisa beraktivitas dengan memanfaatkan cahaya lampu. Setiap hari di dalam ruangan, manusia melakukan aktivitas yang berbeda-beda dan setiap aktivitas membutuhkan intensitas cahaya ruang yang berbeda pula, misal intensitas cahaya yang diperlukan untuk membaca berbeda dengan intensitas cahaya ketika sedang bersantai atau tidak melakukan kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat kendali sistem lampu LED cerdas dengan teknik leading-edge dimmer berbasis arduino, mengaplikasikan sensor untuk mengukur intensitas cahaya di luar dan dalam ruangan, menerapkan metode PID (Proportional–Integral–Derivative) pada pengambilan keputusan kendali aktuator berupa rangkaian dimmer lampu berdasarkan intensitas cahaya di luar dan dalam ruangan, dan mengetahui optimalisasi sistem dengan penerapan metode PID (Proportional–Integral–Derivative). Sistem lampu LED cerdas dengan teknik leading-edge dimmer menggunakan sistem PID (Proportional–Integral–Derivative) berbasis arduino ini bekerja berdasarkan masukan sensor LDR, yang nantinya masukan tersebut akan dijadikan setpoint untuk mengatur sistem lampu LED cerdas. Untuk mendapatkan setpoint yang tepat dilakukan simulasi PID pada SIMULINK Matlab agar nantinya lampu yang di kendalikan hasilnya maksimal. Penentuan parameter dalam kendali PID menggunakan metode classical tuning dengan nilai Kp=2,1 dan Ki=0,9. | Human activity is largely require light, but even if the sun does not shine for 24 hours, human is able to move by using light. Every day in the room, people doing different activities and each activity requires a different room light intensities as well, for example the intensity of light needed to read differently to the light intensity on the couch or no activity. This research aims to make the control system of LED lights intelligent techniques leading-edge dimmers based arduino, apply the sensor to measure the intensity of light outside and indoors, applying the method of PID (Proportional-Integral-Derivative) in the decision-making control of the actuator in the form of a series of light dimmers based on the intensity of light in the outdoors and indoors, and knowing the optimization of the system with the adoption of PID (Proportional-Integral-Derivative). Intelligent LED lighting system with leading-edge techniques dimmer system using PID (Proportional-Integral-Derivative) arduino-based work based on sensor inputs LDR, which later will be used as setpoint input to regulate LED intelligent light system. To get the proper setpoint PID simulation in Matlab SIMULINK so that later the lights were controlled for maximum results. Determination of the parameters in the PID control using the classical method of tuning the value of Kp = 2.1 and Ki = 0.9. | |
| 14227 | 17460 | F1A012072 | WHITE COLLAR CRIME IN MEDIA (Analisis Isi Berita Kasus Kejahatan Korupsi di Indonesia dalam Harian KOMPAS Bulan Januari-Juni 2015) | Sekarang ini masyarakat Indonesia banyak disuguhkan oleh media massa baik cetak maupun elektronik dengan berita tentang kasus-kasus korupsi. Hal ini mengindikasikan bahwa perilaku korupsi seakan telah menjadi fenomena sosial ditengah masyarakat. Banyaknya pemberitaan berbagai kasus korupsi yang terjadi di Indonesia saat ini yang muncul di media massa baik melalui media cetak atau elektronik menunjukkan banyaknya kecurangan-kecurangan yang terjadi dalam kinerja pemerintah Indonesia. Surat kabar merupakan salah satu media cetak yang cukup banyak peminatnya sebagai media informasi yang juga berfungsi edukatif dan preventif bagi orang yang membacanya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi (content analysis) yang dalam pengolahannya menggunakan bantuan program SPSS (Stastistical Product and Service Solution). Sumber Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang bersumber dari teks berita kejahatan korupsi dalam Harian KOMPAS selama bulan Januari-Juni 2015. Penelitian ini menggunakan metode analisis univariat dan dalam penyajian data menggunakan tabel distribusi frekuensi, diagram batang, dan pie chart. | Now this community a lot of Indonesia presented by the mass media both print and electronic news about cases of corruption. This indicates that the behavior is as though corruption has become a social phenomenon in the middle of the community. The abundance of news coverage of the various corruption cases that happened in Indonesia is currently appearing in the mass media through print media or electronic indicates multiplicity of cheating-cheating that occurs in the performance of the Government of Indonesia. Newspapers print media is one that quite a lot of devotees as a medium of information also serves the educational and preventive for people who read it. Research methods used in this research is descriptive quantitative content analysis approach (content analysis) the use of processing aid in the program SPSS (Stastistical Product and Service Solution). The source of the Data used in this research is data sourced from crime news text corruption in KOMPAS during the months of January to June 2015. This research method using univariate analysis and in the presentation of data using a frequency distribution table, bar chart, and pie chart. | |
| 14228 | 17560 | D1E011118 | PENGGUNAAN DEKOK BUNGA KECOMBRANG (Etlingera Elatior) UNTUK TEAT DIPPING SAPI PERAH TERHADAP TOTAL MIKROBA DAN JUMLAH SEL SOMATIK SUSU | Tujuan penelitian Penggunaan Dekok Bunga Kecombrang (Etlingera Elatior) Untuk Teat Dipping Sapi Perah Terhadap Total Mikroba Dan Jumlah Sel Somatik Susu. Materi yang digunakan adalah 24 ekor sapi perah, iodin 10%, dekok bunga kecombrang, seperangkat alat untuk uji total mikroba dan jumlah sel somatik. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur. Perlakuan yang diterapkan adalah R0 (teat dipping dengan iodin10%) R1 (teat dipping dengan dekok bunga kecombrang 10%) R2 (teat dipping dengan dekok bunga kecombrang 20%) R3 (teat dipping dengan dekok bunga kecombrang 30%). Hasil penelitian menunjukan bahwa teat dipping R0 R1 R2 dan R3 tidak berpengaruh nyata terhadap total mikroba dan berpengaruh nyata terhadap jumlah sel somatik (P<0.05). Uji lanjut Beda Nyata Jujur menunjukan bahwa teat dipping dengan dekok bunga kecombrang 20% dan 30% sudah dapat menyamai iodin 10%. Kesimpulanaya adalah penggunaan dekok bunga kecombrang (Etlingera elatior) konsentrasi 30% untuk teat dipping sapi perah menghasilkan total mikroba dan jumlah sel somatik susu paling sedikit. Saran perlu diadakan penelitian lanjutan dengan konsentrasi dekok bunga kecombrang (Etlingera elatior) diatas 30%. | The purpose of this research to investigate the effect of kecombrang flowers (Etlingera Elatior) extract for dairy cow teat dipping on milk’s total mikrobial and number of somatic cell. The research materials were 24 dairy cows, iodine 10%, extract of kecombrang flowers, and a sit of instrument to measure the total mikrobial and number of somatic cell. The method used completely randomized design with 4 treatments consisting of R0 (teat dipping with 10% of iodine) R1 (teat dipping with 10% of kecombrang flowers extract) R2 (teat dipping with 20% of kecombrang flowers extract) R3 (teat dipping with 30% of kecombrang flowers extract). The result showed that the four treatments of teat dipping did not significantly effect the total microbial and significantly affected the number of somatic cell (P<0.05). The least significant difference test showed teat dipping with 20% and 30% of the extract has genereated similar output compare to the use of iodin10%. This research concluded that the 30% concentration of kecombrang flowers (Etlingera Elatior)brought total microbial and the number of somatic cell. It is recomended for advanced research on the use of kecombrang flowers (Etlingera Elatior) extract above 30 % | |
| 14229 | 17561 | D1F013015 | STUDI HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN PENYULUHAN DENGAN KEPUASAN PETERNAK KAMBING DI KABUPATEN BANJARNEGARA | Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Banjarnegara pada bulan Juli - Juni tahun 2015, bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kualitas pelayanan penyuluhan peternakan terhadap tingkat kepuasan peternak kambing dari pelayanan penyuluh pertanian.Metode penelitian menggunakan metode survei dengan kuisioner dan wawancara untuk memperoleh data primer.Data sekunder diperoleh dari laporan ilmiah, catatan atau dokumen, dari instansi terkait dan literatur. Metode penetapan lokasi ditentukan dengan stratified random sampling.100 respondenyang dipilih dengan quota sampling. Data dianalisis dengan menggunakan korelasi rank Spearman.Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan penyuluhan dengan tingkat kepuasan petani kambing Kabupaten Banjarnegara. | This research was conducted in the District of Banjarnegara on July to June 2015, aiming to determine the relationship between service quality of extention and the level of goat farmers satisfaction on agricultural extension services. The research used survey method with questionnaires and interviews to obtain primary data. Secondary data was obtained from scientific reports, records or documents from the relevant agencies and literature. The five research area weredetermination method is determined by stratified random sampling. 100 respondents were selected by quota sampling. Data were analyzed using sperman rank correlation. The results showed a significant relationship between service quality of extension and the level of satisfaction of goatfarmersmBanjarnegaradistrict. | |
| 14230 | 17562 | H1B012010 | KAJIAN MENGENAI MODEL RECIPROCAL SPACING | Pada artikel ini membicarakan tentang model reciprocal spacing yang merupakan salah satu model mobil pengikut. Model reciprocal spacing digambarkan secara matematis sebagai persamaan diferensial nonlinier, dimana percepatan atau perlambatan mobil pengikut pada model bergantung pada koefisien sensitivitas pengemudi, kepadatan lalu lintas dan kecepatan relatif antar mobil yang berurutan. Model diselesaikan dalam dua kondisi yaitu kondisi stabil dan tidak stabil. Pada kondisi stabil, kecepatan semua mobil sama dengan koefisien sensitivitas pengemudi. Oleh karena waktu yang dibutuhkan pengemudi untuk merespon stimulus diabaikan, akibatnya pada kondisi stabil tidak mungkin terjadi tabrakan. Sementara pada kondisi tidak stabil, penyelesaian model dilakukan dengan menggunakan metode transformasi Laplace. Pada kondisi tidak stabil, semakin tinggi kecepatan mobil pertama, serta koefisien sensitivitas pengemudi mobil pengikut akan mengakibatkan semakin banyak dan cepat tabrakan terjadi. Selain itu, dalam kondisi tidak stabil semakin banyak mobil dalam ruas jalan juga mengakibatkan semakin banyak dan cepat tabrakan terjadi. | In this paper discuss about reciprocal spacing model that is one of car-following model. Reciprocal spacing model is described mathematically as nonlinear differential equation, in which the acceleration or decceleration of vehicle follower in the model depend on the driver’s sensitivity coefficient, traffic density and the relative velocity between vehicles. The model be solved in two conditions is a steady and unsteady state. In steady state, the velocity of all vehicles are same as the driver’s sensitivity coefficient. Therefore, when the time that driver take to respon the stimulus is ignored, the collision doesn’t exist in steady state. While in an unsteady state, the model can be solved by using Laplace transforms method, which the result is the larger the velocity of vehicle leader and the driver’s sensitivity coefficient, the more and faster collisions occur. In addition, in an unsteady state the more vehicles on roadway also lead to more and faster collisions occur. | |
| 14231 | 17564 | G1A013106 | PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN PADA REMAJA DENGAN TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT DAN EXTROVERT DI KELAS XII SMA NEGERI 2 PURWOKERTO | Latar Belakang : Diperkirakan 20% dari populasi dunia saat ini menderita kecemasan dan sebanyak 47,7% remaja sering mengalami kecemasan. Sebanyak 51,3% remaja mengalami kecemasan ringan dan 40% mengalami kecemasan sedang dalam menghadapi ujian nasional. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kecemasan adalah tipe kepribadian. Tipe kepribadian dapat dibedakan menjadi introvert dan extrovert. Tujuan : Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan tingkat kecemasan pada remaja dengan tipe kepribadian introvert dan extrovert di kelas XII SMA Negeri 2 Purwokerto. Metode : Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampling adalah simple random sampling dengan populasi kelas XII. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Lie Minnesota Multiphasic personality Inventory (L-MMPI), kuisioner Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS), dan kuesioner Eysenck Personality Inventory (EPI). Analisis data yaitu dengan menggunakan uji chi square. Hasil : Responden dari kelompok introvert sebanyak 74 orang dan extrovert sebanyak 74 orang. Didapatkan hasil bahwa kelompok introvert lebih cemas dibandingkan kelompok extrovert dengan nilai kemaknaan (p=0,015) Kesimpulan : Peneliti menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan kecemasan yang bermakna antara tipe kepribadian introvert dan extrovert pada remaja kelas XII SMA Negeri 2 Purwokerto. | Background : Approximately, 20% of world population nowadays experience anxiety and about 47,7% of adolescents often have anxiety. About 51,3% of adolescents have mild anxiety and 40% of them experience moderate anxiety in dealing with the national examination. One of the factor that can influence anxiety is personality type. Personality type is differentiated into introvert and extrovert type. Objective : To understand the difference of anxiety level in adolescents with introvert and extrovert personality type in grade XII student in SMAN 2 Purwokerto. Method : This research used analytical observational study with cross-sectional approach. The sampling technique that used in the study was simple random sampling with the student of grade XII as the population. Instruments used in this research were Lie Minnesota Multiphasic personality Inventory (L-MMPI), Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS) questionnaire, and Eysenck Personality Inventory (EPI) questionnaire. The data were analyzed by chi-square test. Result : There were 74 respondents from introvert group and 74 respondents from extrovert group. The result showed that the introvert group had higher number of anxiety compared to extrovert group with the significant value (p=0,015). Conclusion : This research conclude that there is a significant difference of anxiety between introvert and extrovert personality type in adolescent student grade XII SMAN 2 Purwokerto. | |
| 14232 | 17563 | D1E010167 | HUBUNGAN BOBOT LAHIR DENGAN BOBOT PRASAPIH DAN LEPAS SAPIH SAPI PERAH FRISSIAN HOLSTEIN DI BBPTU-HPT BATURRADEN | Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan bobot lahir dengan bobot prasapih dan bobot lepas sapih sapi perah Frissian Holstein di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Baturraden. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Sampel diambil sebanyak 100 ekor sesuai dengan variabel yang diamati yaitu bobot lahir, bobot pra sapih, dan bobot lepas sapih sapi yang lahir dari Januari 2013-September 2015. Data yang diperoleh bX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan bobot lahir dengan bobot prasapih dinyatakan dengan persamaan Y= 18,34+0,932X dengan nilai koefisien korelasi r= 0,905 dan r2= 81,8% (P<0,01). Hubungan bobot lahir dengan bobot lepas sapih dinyatakan dengan r2= 16,9% (P<0,01). Hubungan bobot prasapih dengan bobot lepas sapih dinyatakan dengan r2= 57,8% (P<0,01). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bobot lahir mempunyai hubungan yang sangat nyata dengan bobot prasapih dan lepas sapih, semakin tinggi bobot lahir maka akan diikuti dengan bobot prasapih dan bobot lepas sapih yang tinggi juga. | The purpose of this study was to determine the relationship between weight pre-weaning birth weight and weaning weight of Frissian Holstein dairy cows at BBPTU-HPT Baturraden. The research was conducted by survey method. Samples taken as many as 100 cows in accordance with the observed variables of birth weight, pre-weaning weight and weaning weight of calf being born from January 2013 to September 2015. Data were analyzed using regression analysis model to the formula Y= a + bX. The results showed that the relation of birth weight with a pre-weaning weight expressed by the equation Y= 18,34+0,932X correlation value r= 0,905 and r2= 81,8% (P<0,01). Relations birth weight by weaning weight is expressed by the equation r2= 16,9% (P<0,01). Pre-weaning weight relationship with weaning weight is exspressed by the r2= 57,8% (P<0,01). The conclusion of this study is the birth weight have a very real relationship with prasapih and weaning weights, high birth weight will be followed by pre-weaning and weaning weight are high anyway. | |
| 14233 | 17565 | D1E011255 | EVALUASI KECUKUPAN PROTEIN DAN ENERGI PADA SAPI PERAH RAKYAT DI KECAMATAN GETASAN KABUPATEN GETASAN | Tujuan penelitian untuk mengevaluasi tingkat kecukupan protein dan energi pakan pada peternakan sapi perah rakyat di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Materi yang digunakan adalah pakan hijauan dan konsentrat yang diambil dari peternak. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei stratified random sampling dan menggunakan Uji t. Peubah yang diukur adalah kecukupan protein dan kecukupan energi. Hasil penelitian diperoleh rataan bobot sapi 485,1 Kg, rataan produksi susu 9,87 liter/hari, rataan kecukupan BK +1,32 KgBK, rataan kecukupan PK -0,38 KgBK, dan rataan kecukupan TDN -1,83 KgBK. Hasil Analisis uji t menunjukkan bahwa kecukupan nutrien sapi perah yang ditinjau dari BK telah memenuhi kebutuhan BK sapi perah untuk hidup pokok dan produksi susu. Sedangkan kecukupan nutrien sapi perah yang ditinjau dari PK dan TDN tidak memenuhi kebutuhan PK dan TDN sapi perah untuk hidup pokok dan produksi susu. | The purpose of this research are to evaluate the sufficiency level of protein and energy feed on dairy farm in Getasan, Semarang district. The materials used were feed forage and concentrates taken from farmers. This research was conducted by surveying stratified random sampling method, using the t test. The parameter measured was the sufficiency of protein and energy. The research result showed that the average weights of cow was 485.1 kg; the average milk production was 9.87 liters/day; the average sufficiency of dry matter was 1.32 kg; the average sufficiency of crude protein was 0.38 kg/dry matter; the average sufficiency of TDN was 1.83 kg/dry matter. The results of t test analysis indicated that the nutrient sufficiency of dairy cows in term of dry matter have met the needs of dairy cows to principaly live and produce milk. In contrary, the nutrient sufficiency of dairy cow based on crude protein and TDN have not met the needs of crude protein and TDN to principaly live and produce milk. | |
| 14234 | 18437 | A1G010004 | KAJIAN FINANSIAL USAHA PEMBESARAN IKAN LELE (Claris sp.) DI DESA CIKIDANG KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS | Tujuan dari penelitian ini : (1) Menganalisis biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani Desa Cikidang (2) Menganalisis penerimaan dan pendapatan yang diperoleh petani Desa Cikidang, Kecamatan Cilongok (3) Mengetahui kelayakan usaha pembesaran ikan lele yang dilakukan oleh petani melalui analisis R/C ratio.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Cikidang Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Februari- Mei 2016. Metode pengambilan sampel (sensus) karena jumlah petani lele Desa Cikidang 24 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan serta analisis kelayakan usahatani yang diperoleh dengan menghitung R/C ratio, Break Even Point (BEP) dan Payback Period (PP). Besarnya analisis biaya petani desa Cikidang per 10.000 ekor ikan terdiri dari biaya tetap Rp 185.163,19; total biaya variabel Rp 7.826.071; total biaya Rp 8.011.234; rata- rata penerimaan mencapai Rp 12.341.875; dengan harga jual per kilogram Rp 13.000. Besarnya R/C ratio dari usahatani tersebut adalah sebesar 1,54 yang berarti layak untuk dikembangkan, BEP atas dasar unit sebesar 39 atas dasar rupiah sebesar 506.405, Payback Period yang mencapai 1 sehingga dapat diperkirakan modal petani dapat kembali dalam waktu 2-3 bulan mendatang atau 1 periode. | The purpose of this study: (1) Analyze the production costs incurred by farmers Village Cikidang (2) to analyze revenue and income earned Village farmers Cikidang, District Cilongok (3) Determine the feasibility of enlarging catfish by farmers through the analysis of R / C ratio. The research was conducted in the village Cikidang Cilongok District of Banyumas. The research was conducted from February through May 2016. The sampling method (census) for the amount of catfish farmers Cikidang village of 24 people. Analysis of the data used is the analysis of the costs and revenues as well as farming feasibility analysis obtained by calculating the R / C ratio, Break Even Point (BEP) and Payback Period (PP). The amount of cost analysis Cikidang village farmers per 10,000 fish consist of fixed costs IDR 185,163.19; total variable cost of IDR 7,826,071; total cost of IDR 8,011,234; average receipts reached IDR 12,341,875; with a selling price of IDR 13,000 of kilogram. The amount of R / C ratio of the farm is 1.54, which means to be developed, BEP on the basis of 39 units on the basis of IDR 506.405, Payback Period 1 so that farmers can be expected capital return in 2-3 months or 1period. | |
| 14235 | 18438 | I1F015018 | DETERMINAN PERILAKU PENCEGAHAN DIABETES TIPE 2 PADA ORANG BERISIKO HEREDITER DI WILAYAH PUSKESMAS II SUMBANG | Latar Belakang: Herediter merupakan salah satu faktor risiko diabetes tipe 2. Namun, perkembangan penyakit ini dapat dicegah melalui perubahan perilaku gaya hidup. Determinan perilaku seperti pengetahuan, sikap, dan persepsi dimungkinkan memiliki hubungan dengan perilaku pencegahan diabetes pada orang berisiko keturunan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan persepsi dengan perilaku pencegahan diabetes tipe 2 pada orang berisiko herediter di wilayah Puskesmas II Sumbang. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak dari penderita diabetes tipe 2 yang tercatat sebagai anggota Prolanis sebanyak 135 orang. Kemudian, sampel dipilih menggunakan teknik simpel random sampling sebanyak 49 orang. Hasil Penelitian: Dari 49 responden, 51% responden memiliki pengetahuan yang baik, 51% sikap yang baik, dan 61,2% persepsi yang baik terhadap perilaku pencegahan diabetes tipe 2. Namun, tidak terdapat hubungan dari ketiga variabel yaitu pengetahuan (p=0,195), sikap (p=0,879), dan persepsi (p=0,962) dengan perilaku pencegahan diabetes tipe 2. Kesimpulan: Pengetahuan, sikap, dan persepsi diabetes dan pencegahannya tidak mempengaruhi perilaku pencegahan diabetes tipe 2 pada keturunan penderita diabetes tipe 2 di wilayah Puskesmas II Sumbang. Kata Kunci: Perilaku pencegahan, Herediter, Determinan, Diabetes tipe 2. | Background: Heriditary factor is one of diabetes risk factors. However, the development of diabetes may be prevented through lifestyle changes. The behavioral determinants like knowledge, attitude and perception may be related to the diabetes preventive behaviour among people with inherited factor of diabetes. Goal: This study aimed to obtain information on the relationships between knowledge, attitude and perception with diabetes type 2 preventive behaviour of people with heriditary risk factor in Public Health Center II Sumbang coverage area. Method: This study was a comparative descriptive study with cross sectional approach. The population was children of people with heriditary risk factor who were the members of Prolanis (a management of chronic disease program) 135 people. Simple random sampling technique was chosen to recruit 49 respondents. Results: Out of 49 respondents, 51% had a good knowledge, 51% had a good attitude, 61.2% had a good perception of diabetes type 2 preventative behavior. However, there was no significant reationships between knowledge (p value= 0.195), attitude (p value= 0.879), & perception (p value= 0.962). with diabetes type 2 preventative behavior. Conclusion: Knowledge, attitude & perception of may not influence diabetes type 2 preventative behavior in this study. Keywords: Preventative behavior, heriditary, determinants, diabetes type 2. | |
| 14236 | 18526 | A1C013058 | Pengukuran Pendapatan Perajin Keripik Pisang Pada Kelompok Industri Rumahan Tunas Sari Desa Jatisaba, Kecamatan Cilongok | Kelompok “Tunas Sari” merupakan kelompok perajin keripik pisang yang berada di Desa Jatisaba, Kecamatan Cilongok. Kelompok “Tunas Sari” beranggotakan 12 perajin, namun hanya 11 perajin yang memproduksi keripik pisang, dan sisanya hanya memproduksi sale pisang kering. Kecenderungan industri rumahan adalah hanya memperhatikan imbalan pendapatan saja, tetapi tidak imbalan keuntungan atau perolehan manajemen. Penelitian bertujuan untuk: 1) Menganalisis besarnya biaya dan penerimaan; 2) Menganalisis besarnya pendapatan kotor, pendapatan bersih, dan perolehan manajemen; 3) Menganalisis perubahan harga input maupun output pengaruhnya terhadap keuntungan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2017 di kelompok “Tunas Sari”, Cilongok. Alat analisis yang digunakan adalah pengukuran distribusi pendapatan dan analisis sensitivitas. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan biaya total sebesar Rp15.498.939,14 dengan penerimaan rata-rata Rp19.634.297,52. Pada kondisi ini didapat pendapatan kotor keluarga Rp4.942.141,01, pendapatan bersih keluarga Rp4.778.994,65 dan perolehan manajemen Rp4.135.358,29. Taraf 10%, 15%, dan 20%, berpengaruh terhadap keuntungan menjadi masing-masing Rp5.528.334,45, Rp6.226.061,45 dan Rp6.923.788,45 pada kondisi terbaik, sedangkan Rp1.584.988,45, Rp319.533,45 dan Rp−945.920,55 pada kondisi terburuk. | "Tunas Sari" Group is a group of banana chips worker located in Jatisaba Village, Cilongok Region. "Tunas Sari" group has 12 members, but only 11 members which produce banana chips, and the rest produce dry banana “sale”. Usually household industry only observe for incomes, but not for benefits or profits. The aims of this research are : 1) Analyze the cost and revenue of individual and group; 2) Analyze the gross income, net income, and profit of individual or group acquisition management; 3) Analyze input or output change price and its effect on profit. This research was conducted in February 2017 at the "Tunas Sari" group, Cilongok. The analytical methods used are the measurement of income distribution and sensitivity analysis. The results of this research showed that total cost is Rp15.498.939,14 with the average revenue is Rp19.634.297,52. In this condition, gross family income is Rp4.942.141,01, family net income is Rp4.778.994,65 and profit Rp4.135.358,29. The 10%, 15%, and 20% rates have an effect on the profit to be Rp5.528.334,45, Rp6.226.061,45 and Rp6.923.788,45, in the best condition, while Rp1.584.988,45, Rp319.533,45 and Rp−945.920,55 in the worst condition. | |
| 14237 | 18439 | I1F015005 | GAMBARAN PERSEPSI PASIEN TERHADAP PENGGUNAAN METODE MENULIS DAN METODE ALPHABET DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI PASIEN YANG TERPASANG VENTILATOR MEKANIK Studi di ICU RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto | Latar Belakang: Pasien yang menerima bantuan ventilator mekanik menyatakan masalah utama ketika terintubasi adalah kesulitan dalam berkomunikasi. Perawat di ICU RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto telah menggunakan dua metode yaitu metode menulis dan metode alphabet untuk membantu komunikasi pada pasien yang terpasang ventilator mekanik. Akan tetapi selama ini belum ada penelitian yang dilakukan di ICU RSUD Prof.Dr. Margono Soekarjo Purwokerto terhadap persepsi pasien yang telah menggunakan metode menulis dan metode alphabet, sehingga belum diketahui secara pasti apakah metode menulis dan metode alphabet membantu meningkatkan kemampuan komunikasi atau tidak. Tujuan: Mengetahui gambaran persepsi pasien terhadap penggunaan metode menulis dan metode alphabet dalam meningkatkan kemampuan komunikasi pasien yang terpasang ventilator mekanik di ICU RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode: Desain penelitian quasy experiment dengan rancangan posttest only group design. Populasi dalam penelitian adalah pasien yang terpasang ventilator mekanik di ICU RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Sample diambil secara random dengan teknik undian (lottery technique). Jumlah sampel 30 responden. Data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 93,3% responden mempersepsikan metode menulis sangat baik dalam meningkatkan komunikasi, sementara metode alphabet sebesar 66,7%. Kesimpulan: Metode menulis dan metode alphabet dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi pasien yang terpasang ventilator mekanik. | Background: Patient receiving mechanical ventilator assistance has major problem when they are intubated that is difficulty to communicate. The nurses in ICU RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto have used two methods, they are writing method and alphabet method to support communication in patients who receiving mechanical ventilator. However, there is no research conducted in ICU RSUD Prof.Dr. Margono Soekarjo Purwokerto on the perception of patients who have used writing method and alphabet method to assist in improving communication skill. Objective: To determine the overview of patients perception on the use of writing method and alphabet method in improving the communication skill of patients who receiving mechanical ventilator in ICU RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Method: The design of this research used quasy experiment with posttest only group design. Population in this research were patients who receiving mechanical ventilator in ICU RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. The sampling used random sampling with lottery technique. The sample taken were 30 respondents. Data were analyzed using Mann Whitney test. Result: The results showed that 93,3% of respondents perceive writing method very well in improving communication, while alphabet method is 66,7%. Conclusion: Writing method and alphabet method can be used to improve the communication skills of patients with mechanical ventilator. | |
| 14238 | 17566 | E1A013039 | TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DALAM HAL TERJADI ERROR IN PERSONA (Studi Kasus Putusan Nomor 98/Pid.Prap/2016/PN.Jkt.Sel) | Tuntutan ganti rugi merupakan suatu bentuk nyata pemerintah dalam memberikan perlindungan terhadap hak asasi tersangka, terdakwa, atau terpidana dalam membela hak-haknya yang telah dirampas secara tidak adil karena tidak tertutup kemungkinan terjadi kesalahan yang dapat timbul pada tingkat pemeriksaan maupun pada tingkat pengadilan sampai pada proses menjatuhkan pidana, sehingga si pembuat yang didakwa melakukan tindak pidana mendapatkan penderitaan dari negara secara tidak sah. Makalah itu diberikan hak kepadanya untuk menuntut ganti kerugian terhadap negara yang diatur dalam Pasal 95 KUHAP. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui apakah alasan pemohon mengajukan tuntutan ganti kerugian. Dan kesesuian antara pertimbangan hukum hakim praperadilan dalam mengabulkan tuntutan ganti kerugian dalam Putusan Nomor 98/Pid.Prap/2016/PN.Jkt.Sel dengan Pasal 95 KUHAP. Metode yang digunakan dalam penelitan ini berupa yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif, dan menggunakan bahan hukum primer dan sekunder. Dalam putusan Nomor 98/Pid.Prap/2016/PN.Jkt.Sel. bahwa Para Pemohon mengajukan tuntutan ganti kerugian karena dalam hal proses peradilan keliru mengenai orangnya (error in persona) telah melewati tahap hingga ranah pengadilan yang dituangkan dalam Putusan Nomor 1273/Pid. B/2013/PN.Jkt.Sel para pemohon dinyatakan bersalah telah melakukan pembunuhan secara bersama-sama. Namun dalam Putusan Banding dikuatkan dengan Putusan Kasasi yaitu Putusan Nomor 60/PID/2014/PT.DKI memutus bahwa para pemohon dinyatakan tidak bersalah dan bukan merupakan pelaku dari tindak pidana tersebut (ada kekeliruan mengenai orangnya / error in persona). Dalam putusanya hakim mengabulkan tuntutan ganti kerugian untuk sebagian dengan pemeriksaan mengikuti acara praperadilan. | A claim for compensation is a real form of government in providing protection to the rights of suspects, accused or convicted in defending their rights that have been deprived unfairly because it is likely there is an error that can arise at the level of inspection as well as at the level of the court until the process of convict , so that the perpetrator is charged with a criminal offense to get the suffering of the country illegally. Therefore, it is given to him to submit claims for compensation against the state stipulated in article 95 Criminal Procedure Code. This study intended to determine the reason of the applicant for submitting compensation claims. And compatibility between the legal considerations of pretrial judge in granting compensation claims in decision No. 98 / Pid.Prap / 2016 / PN.Jkt.Sel with article 95 Code of Criminal Procedure. The method used in this study was a juridical normative with research prescriptive specification, and used secondary law. In Decision No. 98 / Pid.Prap / 2016PN.Jkt.sel. that the applicant filed a compensation claim for the criminal proceedings were wrong about the perpetrator (error in persona) had passed the stage to the realm of the court as outlined in Decision No. 1273 / Pid. B / 2013 / PN.Jkt.Sel the applicant was found guilty of cooperative murder. However, the Appeal Decision confirmed by the Cassation Decision, namely Decision No. 60 / PID / 2014 / PT.DKI, decided that the applicant was found not guilty and not the perpetrators of such crime (there was mistake about perpetrator / error in persona). In his decision the judge granted the compensation claim for a part with examination following pretrial agenda. | |
| 14239 | 17567 | E1A013060 | ALUR PENYELESAIAN SENGKETA TATA USAHA NEGARA DALAM GUGATAN TERHADAP KEPUTUSAN KPU TENTANG PENETAPAN PASANGAN CALON PESERTA PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH (Studi Putusan Nomor : 03/ G.Pilkada/ 2015/ PTTUN.SBY) | ABSTRAK Judul : ALUR PENYELESAIAN SENGKETA TATA USAHA NEGARA DALAM GUGATAN TERHADAP KEPUTUSAN KPU TENTANG PENETAPAN PASANGAN CALON PESERTA PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH (Studi Putusan Nomor : 03/ G.Pilkada/ 2015/ PTTUN.SBY) Oleh : DECE RIDLO KURNIA E1A013060 Penelitian ini bersumber pada putusan PTTUN Surabaya Nomor : 03/G.Pilkada/2015/PTTUN.SBY, yang bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pertimbangan hukum Hakim mengenai Alur Penyelesaian Sengketa Tata Usaha Negara Dalam Gugatan Terhadap Keputusan KPU Tentang Penetapan Pasangan Calon Peserta Pemilihan Umum Kepala Daerah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif, dengan pendekatan perundang undangan. Berdasarkan Pasal 154 ayat (1) Undang Undang Nomor 1 Tahun 2015 pengajuan gugatan atas sengketa tata usaha negara pemilihan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara dilakukan setelah seluruh upaya administratif di Bawaslu Provinsi dan atau Panwas Kabupaten/ Kota telah dilakukan. Berdasarkan Penelitian dan pembahasan Hakim menyatakan Penggugat mendasarkan gugatannya pada pasal 153 dan 154 Undang Undang Nomor 1 Tahun 2015 karena obyek sengketanya merupakan Keputusan KPU mengenai penetapan peserta calon pemilihan Kepala Daerah Lombok Tengah yang mensyaratkan harus dilakukannnya upaya administratif ke Panwaslu terlebih dahulu. Tetapi Penggugat ini tidak melakukan Upaya administratif ke Panwaslu melainkan penggugat hanya melakukan pelaporan terhadap dugaan pelanggaran penyelenggaraan pemilihan kepada Panwaslu mengenai adanya dugaan tindakan kecurangan yang dilakukan KPU dalam memverifikasi hasil jumlah minimal dukungan yang dalam kewenangannya bukan diselesaikan melalui Peradilan Tata Usaha Negara tetapi seharusnya menjadi kewenangan Panitia Pengawas Pemilu untuk menyelesaikannya. | ABSTRACT Title: FLOW OF ADMINISTRATION OF THE DISPUTE SETTLEMENT IN LAWSUIT AGAINST DECISION CONCERNING THE ESTABLISHMENT OF A COUPLE KPU GENERAL ELECTION CANDIDATE REGIONAL HEAD (Study Decision Number: 03 / G.Pilkada / 2015 / PTTUN.SBY) by: Dece Ridlo Kurnia E1A013060 This study comes on the decision PTTUN Surabaya No. 03 / G.Pilkada / 2015 / PTTUN.SBY, which aims to identify and analyze the legal considerations of justice of the Flow State Administrative Settlement In Lawsuit Against KPU Decree Concerning Determination Couple General Election Candidate Area. This research used normative juridical research, with the approach of the laws. Pursuant to Article 154 paragraph (1) of Law No. 1 of 2015 of filing a lawsuit over disputed elections to the state administration of the State Administrative High Court made after the entire administrative effort in Bawaslu or Supervisory Province and District / City have done. Based on the research and discussion judge said plaintiff bases its claim on Article 153 and 154 of Law No. 1 of 2015 since the object of the dispute is the Commission's decision regarding the determination of participants candidates for election of Regional Head of Central Lombok requiring administrative effort should be A prior to the Election Supervisory Committee. But the plaintiff did not do Efforts administered to Panwaslu but the claimant only reporting on the suspected violation of the conduct of elections to the Election Supervisory Committee regarding the alleged acts of fraud committed the Commission to verify the results of a minimal amount of support that the authority is not resolved through the State Administrative Court but should be authorized committee Election watchdog to complete. | |
| 14240 | 17568 | B1J012079 | PREVALENSI TUNGAU PARASIT PADA PUPA NYAMUK Aedes sp. PADA DAERAH ENDEMIS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KABUPATEN KARANGANYAR | Jumlah kasus DBD di Karanganyar terus meningkat dari tahun 2010 hingga 2014. Berbagai pengendalian untuk menurunkan populasi nyamuk Aedes sp tetap tidak memberikan penurunan terhadap jumlah kasus DBD dari tahun ke tahun. namun upaya kegiatan seperti pengasapan dan abatisasi memberi hasil yang kurang efektif. Alternatif lain dapat dilakukan untuk menurunkan populasi nyamuk Aedes sp, yaitu penggunaan agen hayati atau musuh alami. Salah satu musuh alami yang dapat digunakan adalah tungau parasit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis tungau parasit yang ada pada pupa nyamuk Aedes sp. dan menentukan nlai prevalensi tungau parasit pada pupa nyamuk Aedes sp. di daerah endemis DBD di Kabupaten Karanganyar.Metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara survey dengan teknik stratified random sampling. Teknik ini berdasarkan penggunaan strata endemisitas demam berdarah dengue. Pengambilan sampel dilakukan di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Karanganyar, Tasikmadu, Jaten, dan Kebakkramat. Pengambilan jumlah sampel berdasarkan rumus populasi dengan tingkat kesalahan 20% sehingga pengambilan minimal 25 sampel dari setiap kecamatan. Variabel dalam penelitian ini adalah prevalensi tungau parasit dan variabel pendukungnya berupa suhu, nilaioksigen terlarut, dan pH. Parameter pada penelitian ini adalah jumlah individu tiap spesies tungau yang memparasitipada setiap stadia pupaAedes sp. dan jumlah pupaAedes sp. yang terparasiti.Tungau parasit yang diperoleh diidentifikasi menggunakan buku identifikasi. Data dianalisis dengan cara menghitung jumlah pupa nyamuk yang terparasiti dibagi dengan jumlah pupa nyamuk seluruhnya.Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan dua familia tungau yaitu Familia Pionidae dan Hydrozetidae. Nilai prevalensi Kabupaten Karanganyar didapat sebesar 1.61 %. Nilai prevalensi tertinggi terdapat di Tasikmadu yaitu 3.7 % kemudian pada Kecamatan Kebakkramat adalah 3.03 %. Dua kecamatan lainnnya yaitu Jaten dan Karanganyar tidak dijumpai tungau parasit pada pupa Aedes sp. | Number of dengue cases in Karanganyar continued to increase from 2010 to 2014. The value escalation of dengue cases from year to year cannot be separated with all effort to reduce the population of Aedes sp. but the activities such as fogging and abatisasi give low effectiveness. Another alternative could be done to reduce the population of Aedes sp, is using biological agents. One of the nature antagonist that can be used is a parasitic mite. The purpose of this study is to determine the type of parasitic mite on the pupae of Aedes sp. and determine the prevalence(%) in endemic areas of dengue in Karanganyar. The sampling method was done by survey with stratified random sampling technique. This technique is based on the use of strata endemicity of dengue hemorrhagic fever. Sampling was conducted in four districts namely Karanganyar, Tasikmadu, Jaten, and Kebakkramat. Making the number of samples based on population formula with an error rate of 20%, so minimum samples from each district is 25. The variable in this study is the prevalence of parasitic mites and endorser variables such as temperature, dissolved oxygen values, and pH. Parameters in this study is the number of individuals of each species of mites that memparasiti at every stage pupa Aedes sp. and the number of pupae Aedes sp. which terparasiti.Tungau parasites were identified using identification book. Data were analyzed by calculating the number of pupae of mosquitoes that parasitized divided by the number of mosquito total pupae. Based on the research, the result ffound that two mites familia are Familia Pionidae and Hydrozetidae. Prevalence values obtained for Karanganayar are 1.61%. The highest prevalence values contained in Tasikmadu ie 3.7% later in the District Kebakkramat is 3.03%. There are no parasitic mite on the pupae of Aedes sp. at other districts namely Jaten and Karanganyar. |