Artikelilmiahs

Menampilkan 13.461-13.480 dari 49.635 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1346116794A1C012071Studi Kelayakan Usaha Perkebunan Karet (Hevea brasiliensis) Di PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) Krumput Kabupaten BanyumasPT. Perkebunan Nusantara IX (PTPN IX) Krumput merupakan salah satu unit kerja terbaik dari PTPN IX Semarang yang menghasilkan produk karet kering. Krumput mampu menghasilkan 85% high grade product dari total produksinya yang berpotensi memiliki harga jual tinggi, yaitu sekitar Rp30.000. Namun, sejak tahun 2012 harga jual tersebut mengalami penurunan yang menyebabkan PTPN IX Krumput mengalami kerugian di tahun 2015 sebesar Rp6 milyar. Besarnya perolehan laba akan berpengaruh pada hasil perhitungan kriteria investasinya. Hasil ini dapat digunakan sebagai indikator dalam penilaian layak atau tidaknya usaha dijalankan. Oleh karenanya peneliti ingin melakukan penelitian dengan tujuan untuk 1) mengetahui biaya dan pendapatan, 2) mengetahui kelayakan usaha dari aspek finansialnya, 3) mengetahui tingkat kepekaan usaha jika terjadi kenaikan biaya dan penurunan harga jual serta 4) mengetahui perkiraan harga jual dan produksi karet kering PTPN IX Krumput untuk delapan tahun ke depan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Penelitian dilaksanakan pada blok tahun tanam 1998 dengan luas 54 ha dari 2051,25 ha. Analisis data yang digunakan adalah Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Pay Back Period (PBP), analisis sensitivitas dan analisis trend. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya yang dikeluarkan untuk pengusahaan karet pada blok tersebut dari tahun tanam hingga tahun 2015 adalah sebesar Rp10.395.949.010,00 dan pendapatan sebesar Rp6.688.684.729,00. Secara finansial usaha karet yang dijalankan tersebut masih berada dalam kondisi layak dengan hasil perhitungan kriteria investasi NPV sebesar Rp855.845.688,00; IRR sebesar 20,72 %; Net B/C sebesar 1,73 dan PBP sebesar 10 tahun 8 bulan 20 hari. Berdasarkan analisis sensivitasnya usaha karet yang dijalankan masih dikatakan layak jika terjadi kenaikan biaya hingga 28%. Usaha karet juga masih layak jika terjadi penurunan harga jual hingga 22%. Hasil analisis trend menunjukkan bahwa harga jual dan produksi karet kering dari usaha karet tersebut akan mengalami penurunan untuk delapan tahun kedepan.PT. Perkebunan Nusantara IX (PTPN IX) Krumput is one of the best bussines unit of PTPN IX Semarang that producing dried rubber. Krumput has ability to produce 85% high grade product of total production that potentially has a high selling price of Rp30.000. But, the selling price of rubber has declined since 2012 that makes the losses of PTPN IX Krumput in 2015 of Rp6 billion. The amount of profit will influence the result of the computation of investment criteria. The results of the computation can be used as an indicator in the assessment of operating business feasibility. Therefore, the researcher want to conduct research with the aim 1) to analyze the cost and income, 2) to analyze the feasibility of financial aspect, 3) to analyze the level of sensitivity if there is an increase of cost and selling price decrease and 4) to analyze the future selling prices and production estimation of rubber business by PTPN IX Krumput for the next eight years. The method used in this research is a case study. The research was conducted on the block planting year 1998 with an area of 54 ha from 2051,25 ha. The data analysis used is the Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B / C), Pay Back Period (PBP), sensitivity analysis and trend analysis. The results showed that the total cost is Rp10.395.949.010,00 and income Rp6.688.684.729,00. Financially, the rubber business has feasible condition to run because the result for investment criteria such as NPV was Rp855.845.688,00; IRR was 20,76%; Net B/C was 1,73 and PBP was 10 years 8 months 23 days. Based on the sensitivity analysis, if the cost increases to 28%, the rubber business is feasible to run. Rubber bussines is still feasible if there is a decrease in selling price to 22%. The results of the trend analysis showed that the selling price and the dry rubber production will decline for the next eight years.
1346216796A1C011024PERSEPSI PETANI SELADA (Lactuca sativa) TERHADAP KEMITRAAN DENGAN CV TANI ORGANIK MERAPI DI KECAMATAN CANGKRINGAN KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTASelada merupakan salah satu tanaman hortikurtura yang berperan penting karena dapat meningkatkan pendapatan petani. Selada merupakan salah satu sumer protein nabati yang murah dan mudah dikembangkan. CV. Tani Organik Merapi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran sayuran organik terbesar di Yogyakarta yang bermitra dengan petani untuk mengusahakan berbagai jenis tanaman sayuran, salah satunya selada. Kemitraan yang terjalin antara perusahaan dengan petani menimbulkan persepsi yang bermacam-macam dari petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) mengetahui persepsi petani terhadap kemitraan dengan CV. Tani Organik Merapi, 2) mengetahui hubungan faktor yang mempengaruhi petani terhadap kemitraan dengan CV. Tani Organik Merapi. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman sejak Januari sampai Februari 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei dan pengambilan sampel penelitian yang digunakan adalah sensus dengan jumlah petani selada yang menjadi responden dalam penelitian sebesar 35 petani. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan studi pustaka. Metode analisis data yang digunakan: 1) Analisis persepsi menggunakan metode Likert Summated Ratings (LSR), dan 2) Analisis hubungan menggunakan Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Persepsi petani terhadap kemitraan selada dengan CV. Tani Organik Merapi berdasarkan pengukuran skala Likert’s dapat dikatagorikan sebagai persepsi yang baik. 2) Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan nonformal (X3), dan lingkungan sosial (X6) dengan tujuan kemitraan serta pelaksanaan kemitraan dan terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan (X5) dan lingkungan sosial (X6) dengan manfaat kemitraan.Lettuce is one of the horticultural plants that manage to increase the farmer’s income. It is one of the sources of vegetable protein, and it is also not expensive and easily to be expanded. Tani Organik Merapi Co. is the largest of marketing company in Yogyakarta, and it binds partnership with farmers to reproduce various kinds of horticultural pvegetables lants including lettuce. The tie of partnership which is formed between farmer and company raises various perceptions from the farmer.this research purposes are to 1) research are to identify the farmer’s perception of binding partnership with Tani Organik Merapi Co.,2) research factors affecting farmers realitionship to partnersip with Tani Organik Merapi Co.this research at Cangkringan District, Sleman Regency from January until February 2016. The method used in this research survey method and techniques used interviews and researcher applies the census method to conduct the research, and there were thirty-five lettuce farmers who are chosen to be the respondents of this research. Furthermore, the technique of collecting data has been done by observing, interviewing, and doing documentation. The analytical method used are: 1) perception analysis using Likert Summated Ratings (LSR), and 2) analysis realitionship using Rank Spearman Correlation theories. The result of the research shows several things that are: 1) farmer’s perception of lettuce partnership with Tani Organik Merapi Co. measured on the Likert’s scale can be categorized as good perception. 2) There is a significant relationship between non formal education (X3), and social environment (X6) with the purpose of partnership and the implementation of partnership and there is a significant relationship with income (X5), and social environmant (X6) with farmer’s benefit of partnership.
1346316799A1C112015Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku dan Nilai Tambah Buah Sukun Pada Agroindustri Azmi Product di Kabupaten CilacapPersediaan bahan baku merupakan aset yang bernilai tinggi bagi suatu perusahaan. Pengendalian persediaan bahan baku secara ekonomis dapat menghemat biaya persediaan sehingga dapat menambah pendapatan lebih bagi perusahaan. Nilai tambah dalam pengolahan sukun menjadi stik sukun dan sriping sukun menjadi tolak ukur keberhasilan pengolahan sukun di Cilacap, namun seberapa besar nilai tambah ini belum diketahui dengan pasti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) sistem pengendalian persediaan bahan baku sukun yang optimal dengan menggunakan metode EOQ; 2) biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan usaha pengolahan stik sukun dan sriping sukun; 3) besarnya nilai tambah dalam pengolahan stik sukun dan sriping sukun.
Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Penelitian dilakukan di agroindustri Azmi Product di Jalan Kendeng, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap. Pengambilan data dilakukan pada bulan April hingga Mei 2016. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis pengendalian persediaan bahan baku dengan metode Economic Order Quantity, Total Inventory Cost, Reorder Point, Safety Stock, analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan, analisis nilai tambah dengan metode Hayami.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian persediaan “Azmi Product” belum menerapkan metode EOQ (Economic Order Quantity) atau pembelian bahan baku ekonomis serta sistem pengendalian persediaan bahan baku yang dilakukan perusahaan belum optimal. Total biaya produksi stik sukun sebesar Rp115.048.346,50 dan sriping sukun sebesar Rp39.236.127,54, sehingga total biaya produksi untuk dua produk adalah Rp154.284.474,00. Penerimaan stik sukun sebesar Rp265.950.000,00 dan sriping sukun sebesar Rp98.500.000,00, sehingga total penerimaan dari dua produk sebesar Rp364.450.000,00. Pendapatan atau pendapatan yang diterima stik sukun yaitu sebesar Rp 150.901.653,50,00 dan sriping sukun sebesar Rp59.263.872,46, sehingga total pendapatan yang diterima setiap tahunnya yaitu Rp210.165.526,00. Nilai tambah stik sukun sebesar Rp6.716,40 per kilogram sukun atau 59,70% dari nilai produksi dan nilai tambah sriping sukun sebesar Rp7.876,56 per kilogram sukun atau 63% dari nilai produksi yang berarti nilai tambah yang diperoleh tergolong tinggi.
Inventories of raw materials is a valuable asset for a company. Inventory control of raw materials economically can save inventory costs which can add more revenue for the company. Value-added in processing into breadfruit sticks and breadfruit chips a barometer of success breadfruit processing in Cilacap, but how big the added value is not known with certainty. This research aims to determine 1) the inventory control system optimum of breadfruit raw material by using the EOQ method; 2) the cost of production, revenue, and profit of processing business breadfruit sticks and breadfruit chips; 3) the amount of the value added in processing breadfruit sticks and breadfruit chips.
The research method that used was a case study. The research was conducted in the agro-industry Azmi Product in Kendeng Street, Central Cilacap Subdistrict, Cilacap District. Data collection is done on April to May 2016. The data analysis method used is the analysis of raw material inventory control by using Economic Order Quantity, Total Inventory Cost, Reorder Point, Safety Stock, analysis of cost, revenue, and profit, added value analysis method Hayami.
The results showed that the inventory control system "Azmi Product" have yet to implement a EOQ (Economic Order Quantity) method or purchase of raw materials economically and raw material inventory control system of the company has not been optimum. The total cost of breadfruit sticks production is Rp115.048.346,50 and breadfruit chips is Rp39.236.127,54, so the total cost of production for the two products are Rp154.284.474,00. The revenue from breadfruit sticks is Rp265.950.000,00 and breadfruit chips is Rp98.500.000,00, so the total revenue of the two products is Rp364.450.000,00. Income or profit earned breadfruit sticks is Rp150.901.653,50,00 and breadfruit chips is Rp59.263.872,46, so that the total income received each year is Rp210.165.526,00. The added value of breadfruit sticks is Rp6.716,40 per kilogram breadfruit or 59.70% of the production value and value added breadfruit chips is Rp7.876,56 per kilogram breadfruit or 63% of the production value, which means added value obtained is high.
1346416776F1C010010STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN HEARTCORNER RECORDS
MELALUI MEDIA SOSIAL

MARKETING COMMUNICATION STRATEGY OF HEARTCORNER RECORDS THROUGH SOCIAL MEDIAThis research titled “Marketing Communication Strategy of Heartcorner Records Through Social Media”. Background of this research is the emergence of the internet is used by marketers to sell products including Heartcorner Records in marketing their products that is cassette and CD releases of music that they produce. Besides the emergence of the internet as a means to market the products of physical release, in the music scene helped develop anyway since the advent of the internet, many online sites that will facilitate us to listen to music without purchasing a physical release, either for free or prepaid. See the phenomenon of the many sites online provider of free songs that make people prefer to download than buy physical releases.
Purpose of this research is to know how the marketing communication strategy especially through social media of Heartcorner Records. The research method used is qualitative research methods to describe what is seen, heard, felt and seen. The findings of the research results obtained are Heartcorner Records prefer choose social media for marketing tools because their target consumers are youth. Youth are predicted many are using social media so can make it easier for Heartcorner Records to introduce and promoting physical release that they produce to consumers.
Social media for Heartcorner Records is a means of channeling messages according to the needs in introducing its products. Heartcorner Records have multiple accounts such as twitter, facebook, website, and instragram. Strategy Marketing Communications Heartcorner Records is to determine the price and the product is released as well, providing information via social media to consumers quickly receive in their delivery, artwork and merchendaise in releasing the product as a complement, providing excellent service to prospective customers, and also utilizing the media forum social.




1346516818H1B012047KAJIAN BATAS KESALAHAN MINIMUM METODE RUNGE-KUTTA ORDE KEDUA, KETIGA, DAN KEEMPATPenelitian ini mengkaji batas kesalahan minimum yang dihasilkan oleh metode Runge-Kutta orde kedua, ketiga, dan keempat. Pada penelitian ini dibahas tiga versi metode Runge-Kutta orde kedua, yaitu metode Heun korektor tunggal, metode poligon yang diperbaiki, serta metode Ralston. Kemudian, dua versi metode Runge-Kutta orde ketiga, yaitu metode yang diusulkan oleh Kutta serta metode yang diusulkan oleh Ralston, dan dua versi metode Runge-Kutta orde keempat, yaitu metode Runge-Kutta klasik serta metode yang diusulkan oleh Ralston. Hasil penerapan pada persamaan logistik menunjukkan pada orde kedua, metode poligon yang diperbaiki memiliki kesalahan yang lebih kecil dibanding metode Heun korektor tunggal dan metode Ralston. Sementara itu, pada orde ketiga metode yang diusulkan oleh Ralston memberikan nilai kesalahan yang lebih kecil daripada metode yang diusulkan oleh Kutta dan untuk orde keempat, metode yang diusulkan oleh Ralston menghasilkan nilai kesalahan yang lebih kecil dibandingkan metode Runge-Kutta klasik.This reseach discussed about minimum error bounds which is resulted by second, third, and fourth order of Runge-Kutta methods. There are three versions of second order Runge-Kutta methods, those are Heun with single corrector, improved polygon, and Ralston. Then, there are two versions of third order Runge-Kutta methods, those are Kutta and Ralston, and there are two versions of fourth order Runge-Kutta methods, those are classic method and Ralston method. The application in logistic equation shows that in second order, improved polygon gives fewer error value than Heun with single corrector and Ralston method. In third order, Ralston method gives fewer error value than Kutta method and in fourth order, Ralston concept gives fewer error value than classic method.
1346616838F1C012036STRATEGI KOMUNIKASI INTERNASIONAL KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DALAM MENSOSIALISASIKAN DAN MENERAPKAN
KEBIJAKAN MORATORIUM IZIN USAHA KAPAL ASING.
Penelitian ini berjudul Strategi Komunikasi Internasional Kementerian Kelautan Dan Perikanan Dalam Mensosialisasikan Dan Menerapkan Kebijakan Moratorium Izin Usaha Kapal Asing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur arus komunikasi internasional dalam mensosialisasikan kebijakan, hambatan dalam menerapkan kebijakan, dan saluran komunikasi internasional untuk menyelesaikan hambatan serta menjaga hubungan bilateral. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisa studi kasus. Dalam menetapkan informan, peneliti menggunakan teknik purposive sampling dengan criterian based selection. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Peneliti menggunakan analisis interaktif untuk menganalisis data sedangkan untuk menguji keabsahan data peneliti menggunakan teknik triangulasi metode. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur arus komunikasi internasional yang dilakukan Kementerian kelautan Dan Perikanan dalam mensosialisasikan kebijakan moratorium izin usaha kapal asing dilakukan melalui jalur government to government, melalui website dan media sosial resmi kementerian, serta melalui media massa baik media massa lokal maupun internasional. Hambatan dalam menerapkan kebijakan adalah beberapa negara (Thailand, Filipina, Tiongkok) merasa keberatan dengan kebijakan tersebut yaitu dengan cara mengeluarkan nota diplomatik. Saluran komunikasi internasional untuk menyelesaikan hambatan adalah dengan cara membuka ruang diplomasi melalui forum pertemuan dan diskusi yang diinisiasi oleh salah satu negara..
This research titled International Communication Strategy The Marine and Fisheries Ministry in Disseminating Policy of Moratorium Operating License on Foreign Ships. This research aim to find out the flow structure of international communication in disseminating the policy, problem in implementing the policy, and international communication channel to solve the problem and keep bilateral relations. This research uses descriptive qualitative method with the case study analysis. The researcher uses purposive sampling technique with criterian based selection in informant selection technique. The technique of data collection is used in-depth interview and documentation study. The researcher uses interactive analysis to analyze data, while to test the data researcher uses technique of triangulation methods. The result of research concluded that the flow structure of international communication by The Marine and Fisheries Ministry in disseminating policy of moratorium operating license on foreign ships is implemented through the government to government, through official website and social media, and through the mass media either through the local mass media and international mass media. Problem of implementing the policy are some of the country (Thailand, Philippines, and China) objected to that policy with release the diplomatic memorandum. International communication channel to solve the problem is opening the diplomatic room through the ministerial meeting and discussion were initiated by one of the country.
1346716616A1L012092PENGARUH LAMA PERENDAMAN DAN KONSENTRASI LARUTAN PEWARNA DALAM LARUTAN PULSING TERHADAP MUTU BUNGA SEDAP MALAM (Polianthes tuberosa)Tujuan dari penelitian ini adalah 1) menentukan konsentrasi pewarna makanan yang optimum untuk pewarnaan bunga potong sedap malam, 2) menentukan lama perendaman yang optimum untuk pewarnaan bunga potong sedap malam, 3) menentukan kombinasi perlakuan terbaik antara konsentrasi pewarna makanan dengan lama perendaman untuk menghasilkan warna terbaik pada bunga potong sedap malam. Penelitian ini mengkaji pengaruh konsentrasi pewarna makanan yang terdiri dari 4 taraf, yaitu 0 ml, 40 ml, 60 ml, dan 80 ml, dan lama perendaman yang terdiri dari 3 macam, yaitu 1 jam, 4 jam, dan 8 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pewarna makanan berpengaruh nyata terhadap lama kesegaran bunga, uji kesukaan pada 1 HSP, 3 HSP, dan 5 HSP. Perlakuan lama perendaman berpengaruh nyata terhadap volume larutan pewarna terserap. Interaksi antara konsentrasi pewarna makan dan lama perendaman berpengaruh nyata terhadap lama kesegaran bunga, uji kesukaan 1 dan 3 HSP.The objectives of this experiment were 1) to determines the optimum concentration of solution food coloring to produce the best color of cut flower tuberose, 2) to determines the optimum submersion time for coloration on cut flowers tuberose, 3) to determine the best combination between the concentration of food coloring to the submersion time to produce the best color of cut flower tuberose. this experiment examines the effect of the concentration of food coloring wich consists of four levels: 0 ml, 40 ml, 60 ml and 80 ml, and the submersion time wich consists of three kinds, that is 1 hour, 4 hour and 8 hour. the results showed that food coloring treatment significantly affect the long flower freshness, a tests at 1 hsp, hsp 3, and 5 hsp. treatment of submersion time significantly affect the volume of the absorbed dye solution. interactions between food dye concentration and submersion time significantly affect the long flower freshness, a tests 1 and 3 hsp.
1346816798F1C012065Kearifan Lokal dalam Majalah Daerah Sebagai Sarana Pelestarian Budaya Jawa
(Analisis Isi Majalah Panjebar Semangat Edisi Agustus 2015)
Globalisasi yang berkembang pesat menjadikan segala bentuk informasi dapat diakses dengan cepat dan mudah serta menyebabkan banyak pengaruh dari luar yang terserap, terutama kebudayaan. Hal ini menjadikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang ada pada masyarakat semakin lama semakin menghilang. Salah satunya adalah bahasa dan budaya Jawa yang semakin ditinggalkan oleh masyarakatnya, terutama generasi muda. Majalah Panjebar Semangat merupakan majalah tertua di Indonesia yang tetap konsisten menggunakan bahasa Jawa. Majalah ini mempunyai misi menjadi benteng pertahanan budaya Jawa agar budaya dan bahasa Jawa tidak hilang.
.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi kualitatif. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan serta menganalisis seperti apa kearifan lokal yang ditampilkan oleh majalah Panjebar Semangat edisi Agustus 2015 serta bagaimana upaya Panjebar Semangat dalam melestarikan budaya Jawa. Untuk mencapai tujuan penelitian ini penulis menganalisis teks dalam majalah Panjebar Semangat edisi Agustus 2015 dan melakukan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian menunjukan kearifan lokal yang ditampilkan dalam Panjebar Semangat meliputi segala bentuk kearifan lokal seperti tradisi, cerita rakyat, busana adat, beserta nilai-nilai sosial budaya yang ada. Panjebar Semangat juga berusaha untuk melestarikan budaya Jawa, salah satunya dengan melestarikan bahasa Jawa untuk mengangkat segala hal dan permasalahan seputar budaya Jawa.
The rapid growth of globalization that makes any form of information to be easily accessed in simple and fast way is causing the absorption of external influences, especially in cultural aspects. This causes the cultural values and local wisdom degradation in the society. One of them is the degradation of Javanese language and culture, which is now being forgotten by the society, especially by the young generation. Panjebar Semangat is one of the oldest magazines in Indonesia, which is still consistent in using Javanese language. This magazine has a mission of being the fortress of Javanese culture and language to keep it alive and not forgotten.
This study is a descriptive qualitative study with qualitative content analysis method. The purpose of this study is to describe and analyze how Panjebar Semangat magazine shows the local wisdom in August 2015 edition and how the magazine’s effort in conserving the Javanese culture. To obtain the purpose of this study, the Panjebar Semangat magazine texts in August 2015 edition were analyzed, as well as doing the in-depth interview. The result of this study shows the local wisdoms which are shown in Panjebar Semangat consisted of all kinds of local wisdoms like tradition, folklore, traditional cloth and other socio-cultural values. Panjebar Semangat also do efforts in conserving Javanese culture, one of them is by conserving the Javanese language for exposing all problems related to Javanese culture.
1346916800A1L012037UJI KEMEMPANAN BIO T10, BIO P60 DAN FUNGISIDA TERHADAP PENYAKIT BULAI PADA TANAMAN JAGUNG
VARIETAS P-21
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemempanan Bio T10, Bio P60 dan fungisida terhadap penyakit bulai serta pertumbuhan dan produksi pada tanaman jagung varietas P21. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dan lahan jagung di Desa Toyareja, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga mulai Januari sampai Juni 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 11 perlakuan dan 3 ulangan, terdiri atas kontrol, Bio P60, Bio T10, fungisida bahan aktif fenamidon, dimethomorp dan metalaxyl-M. Variabel pengamatan meliputi masa inkubasi, tingkat keparahan penyakit, intensitas penyakit, laju infeksi, masa perkecambahan, tinggi tanaman, jumlah daun, waktu berbunga bunga jantan dan betina, bobot basah dan kering, panjang tongkol, jumlah baris, dan jumlah tongkol per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan gabungan Bio T10 dan fungisida bahan aktif fenamidon, perlakuan fenamidon baik ke benih maupun penyemprotan mempan terhadap penyakit bulai, yang ditunjukkan dengan penundaan masa inkubasi masing-masing sebesar 74,39, 74,9, dan 73,38%, penekanan tingkat keparahan penyakit masing-masing sebesar 62,71, 62,17, dan 51,93%, dan penekanan intensitas penyakit masing-masing sebesar 62,82, 66,98, dan 61,47%. Perlakuan tersebut juga mempan terhadap komponen pertumbuhan dan hasil tanaman jagung, yang ditunjukkan dengan peningkatan tinggi tanaman dan jumlah daun, mempercepat waktu berbunga bunga jantan maupun betina, peningkatan bobot basah dan kering tongkol, panjang tongkol, dan jumlah tongkol. Bio P60 dan Bio T10 tunggal mampu mempercepat masa perkecambahan sebesar masing-masing sebesar 44,44 dan 33,33% dibanding kontrol. Akan tetapi, semua perlakuan secara tunggal atau gabungan belum mampu meningkatkan jumlah baris per tongkol tanaman jagung varietas P21.This research aimed to determine the efective among Bio T10, P60 Bio and fungicides against downy mildew and the growth and production of P21 corn variety. This research was conducted at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto and corn fields at Toyareja Village, Purbalingga Subdistrict, Banyumas Regency, from January to June 2016. Randomized block design was used with 11 treatments and three replicates, consisted of control, Bio P60, Bio T10, and fenamidone, dimethomorph, and metalaxyl-M fungicides. The observed variables were incubation period, disease severity, disease intensity, infections rate, period of germination, plant height, number of leaves, flowering period of male and female flowers, wet and dry weight, cobs length, number of cobs’ lines and the number of cobs per plant. Result of the research showed that the combined treatment between Bio T10 and fenamidone active ingredient fungicide either for seed treatment or foliar application could delay incubation period respectively as 74.39, 74.9 and 73.38%, suppress the disease severity respectively as 62.71, 62.17 and 51.93%, and decrease disease intensity respectively as 62.82, 66.98 and 61.47%. The treatment was also effective to growth and yield components, increase the plant height, number of leaves, accelerate male and female flowers flowering time, the wet and dry weight of cobs, cobs length, and the number of cobs. Bio P60 and Bio T10 treatments was able to accelerate the germination period for 44,44 and 33,33% compared to the control. However, all treatments either single or combination was not able to accelerate the number of cobs’ lines of P21 variety corn.
1347016806A1L012068UJI EFIKASI BIO P60 DAN BIO T10 SERTA FUNGISIDA KIMIA TERHADAP PENYAKIT BLAS PADA TANAMAN
PADI CIHERANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan Bio P60 dan Bio T10 serta fungisida kimia terhadap penyakit blas pada tanaman padi, dan pengaruh Bio P60 dan Bio T10 serta fungisida kimia terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman padi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Unsoed dan lahan sawah di Desa Cangkingan blok Karanganyar, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, pada bulan Januari sampai Juni 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol, Bio P60, Bio T10, fungisida berbahan aktif tebuconazole dan trifloxistrobin, tebuconazole, propineb, azoxistrobin dan difenoconazole. Variabel yang diamati yaitu masa inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi, tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, waktu berbunga pertama, bobot gabah basah, dan senyawa fenol. Hasil penelitian menujukkan bahwa perlakuan Bio P60 dan Bio T10 belum mampu menekan masa inkubasi. Bio P60 dan Bio T10 mampu menekan intensitas penyakit sebesar 29,74 dan 24,68%. Perlakuan Bio P60, Bio T10, dan fungisida belum mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, bobot basah gabah. Bio P60 dan Bio T10 mampu mempercepat waktu berbunga pertama kali sebesar 16,85 dan 15,22%.This study aimed to study the ability of Bio P60, Bio T10, and chemical fungicides against rice blast disease, and the effect of Bio P60, Bio T10, and chemical fungicides on the growth and yield of Ciherang rice. The research has been conducted at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University and paddy fields at Cangkingan Village, Karanganyar block, Kedokan Bunder Subdistrict, Indramayu Regency West Java from January to June 2016. Randomized block was used with three replicates. The treatment consisted of control, Bio P60, Bio T10, fungicidal active ingredient of tebuconazole and trifloxistrobin, tebuconazole, propineb, azoxistrobin and difenoconazole. Variables observed were incubation period, intensity of the disease, infection rate, plant height, number of tillers, number of productive tiller, the first flowering time, wet grain weight, and phenolic compounds. The results showed that the treatment of Bio P60 and Bio T10 did not suppress the incubation period yet. Bio P60 and Bio T10 were able to suppress the disease intensity by 29,74 and 24,68%, respectively. Bio P60, Bio T10, and fungicides could not able to increase plant height, number of tillers, number of productive tiller, and the weight of wet grain. Bio P60 and Bio T10 was able to accelerate the first flowering time by 16,85 and 15,22%, respectively.
1347116801E1A012076TINJAUAN YURIDIS TERHADAP EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN OLEH PT. BANK TABUNGAN PENSIUNAN NASIONAL (BTPN) PADA KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG (Studi Putusan Nomor 16/PDT.G/2014/PN.PBG)Skripsi dengan judul "Tinjauan Yuridis Terhadap Eksekusi Hak Tanggungan oleh PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (Studi Putusan Nomor 16/PDT.G/2014/PN.PBG)" dilakukan untuk menganalisis perkara gugatan terhadap proses eksekusi yang dilakukan oleh Bank Tabungan Pensiunan Nasional. Perkara ini berawal dari adanya perjanjian kredit antara Ragil Setiawan dengan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional dengan obyek jaminan Hak Tanggungan. Ketika Debitur wanprestasi Kerditur melakukan lelang terhadap obyek jaminan tersebut. Sebelum adanya pelaksanaan lelang oleh KPKNL Debitur mengajukan gugatan ke pengadilan bahwa Kreditur dalam melakukan lelang obyek jaminan tanpa izin dari Debitur dan melelang apa yang bukan menjadi hak miliknya sehingga dapat dikatakan sebagai perbuatan melawan hukum.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bahwa dalam melakukan lelang terhadap obyek jaminan yang diikat dengan hak tanggungan Kreditur dapat melakukan lelang tanpa izin dari Debitur dalam Putusan Nomor 16/PDT.G/2014/PN.PBG, dan bahwa tindakan Kreditur dalam melakukan pelelangan melanggar hak subyektif pemlik hak atas tanah dan dapat dikatakan sebagai Perbuatan Melawan Hukum dalam Putusan Nomor 16/PDT.G/2014/PN.PBG. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskripsi analisis, dan analisis secara normative kualitatif.
Berdasarkan hasil peneitian dapat diketahui bahwa Kreditur mempunyai wewenang melakukan eksekusi secara langsung terhadap benda yang menjadi jaminan tampa perantara Hakim dan tanpa izin Debitur, karena eksekusi yang dilakukan oleh Kreditur merupakan eksekusi berdasarkan parate eksekusi yang merujuk dari ketentuan Pasal 6 UUHT. Tindakan Kreditur dalam melelang eksekusi Hak Tanggungan tidak dapat dikatakan telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum, karena Kreditur mempunyai hak kebendaan dan karena terdapat janji untuk menjual atas kekuasaan sendiri yang terdapat dalam Pasal 11 ayat 2 (dua) huruf e UUHT dan Pasal 8 Syarat dan Ketentuan Umum pemberian Fasilitas Kredit.
Thesis with the title "Against Execution of Judicial Review Rights dependents by Bank Tabungan PensiunanNasionan (BTPN) on the State Property Office and Auction (Study of Decision No. 16 / PDT.G / 2014 / PN.PBG)" is performed to analyze the lawsuit against the process the execution is done by Bank Tabungan PensiunanNasionan. This case originated from the credit agreement between the RagilSetiawan with Bank Tabungan PensiunanNasional Mortgage guarantee with the object. When the debtor defaults, Kerditur conduct an auction of the object of the guarantee. Prior to the auction by KPKNL Debtor filed a lawsuit to the court that creditors in the auction object collateral without the consent of the Borrower and auction off what is not rightfully hers so that it can be regarded as an unlawful act.
The purpose of this study is to analyze that in conducting the auction of the collateral object bound with mortgage creditor can conduct an auction without the consent of the debtor in Decision No. 16 / PDT.G / 2014 / PN.PBG, and that the creditor acts in conducting auctions abuse subjective rights owner land rights and can said as Torts in Decision No. 16 / PDT.G / 2014 / PN.PBG. This study uses normative juridical research method, the research specification description of the analysis and normative analysis of qualitative.
Based on the results research can be seen that the creditor has the authority to execute directly on objects that serve as collateral without intermediaries judge and without the permission of the Borrower, because the execution is done by the execution by creditors parate execution refers to the provisions of Article 6 UUHT. Measures creditors in auctioning execution Mortgage can not be said to have committed Torts, because the creditor has the right material and because there is a promise to sell on its own power contained in Article 11 paragraph 2 (two) letter e UUHT and Article 8 General Terms and Conditions provision of credit facilities.
1347216802A1C111019Keunggulan Komparatif dan Kompetitif Usahatani Beras Merah Organik pada Kelompok Tani Rukun di Desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, YogyakartaDesa Pakembinangun merupakan salah satu sentra budidaya beras merah organik. Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Rukun di Desa Pakembinangun dalam melaksanakan usahatani beras merah organiknya tidak lepas dari faktor-faktor produksi yang saling terkait satu sama lain. Kendala akan ketergantungan dalam penyediaan input khususnya obat-obatan untuk budidaya beras merah organik dan pupuk pada bahan baku impor akan selalu muncul. Hal ini menyebabkan tingkat harga dan ketersediaan input tergantung pada fluktuasi nilai mata uang. Alokasi penggunaan input untuk meningkatkan produksi menjadi salahsatu kendala dalam usahatani beras merah organik. Sebagai salah satu sentra budidaya beras merah organik, maka perlu dianalisis keunggulan komparatif beras merah organiknya agar dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan petani dan keunggulan komparatif serta kompetitif beras merah organik yang diusahakan Kelompok Tani Rukun di Desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Maret 2016 dengan sasaran penelitian adalah petani beras merah organik di Desa Pakembinangun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan usahatani dan Policy Analisis Matrix (PAM).
Hasil penelitian menunjukkan keuntungan privat petani untuk setiap hektarnya adalah Rp15.962.043,61. Sedangkan keuntungan sosial untuk setiap hektarnya adalah Rp35.018.616,22. Usahatani beras merah organik di Desa Pakembinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman, Yogyakarta menguntungkan baik secara ekonomi dan finansial. Usahatani beras merah organik Kelompok Tani Rukun memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif. Terbukti dari nilai PCR yang lebih kecil dari satu, yaitu 0,46 dan nilai DCR sebesar 0,28. Kebijakan pemerintah terhadap output maupun input yang mempengaruhi usahatani beras merah organik di Desa Pakembinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman, Yogyakarta masih belum efektif memberikan insentif kepada petani dan menyebabkan keuntungan yang diterima petani lebih rendah dari keuntungan yang harusnya dapat diterima petani.
Pakembinangun Village is one of organic brown rice production center. On doing organic red rice farming, farmers who are incorporated in Tani Rukun Farmer Group in Pakembinangun Village cannot be apart with production factors that are related to one another. The obstacle of input provision especially pesticide for organic red rice farming and fertilizer on imported material will always come up. That could cause the dependency of price level and input provision on currency values fluctuation. To allocate the input usage to increase production has become one of the issues on organic red rice farming. As one of the production center, the organic brown rice comparative advantage needs to be analyzed so it could compete in domestic, also international market.
The aim of this study are to find out farmer income, and also the organic brown rice comparative and competitive advantage which is produced by Tani Rukun Farmer Group at Pakembinangun Village, Pakem Sub-district, Sleman, Yogyakata. The study conducted on February - March 2016 and was chosen organic brown rice farmers at Pakembinangun Village as respondents. The research method which is used in this research is survey. The Analysis method which is used in this study is farming income analysys and Policy Analysis Matrix (PAM).
The result of this study shows that the private profitability of organic brown rice farmer is Rp15.962.043,61 per hectare, while Rp35.018.616,22 for social profitability per hectare. Organic brown rice farming at Pakembinangun Village, Pakem Sub-district, Sleman, Yogyakata is financially and economically profitable. Organic brown rice farming by Tani Rukun Farmer Group has comparative and competitive advantage proven by its PCR score of 0.46 which is less than one, and also DCR score of 0.28. Goverment policy towards output and input which affecting Organic brown rice farming at Pakembinangun Village, Pakem Sub-district, Sleman, Yogyakata has not been effective yet on giving incentive towards farmers and so, the profit that was earned by farmer is lower than the way it should be.
1347316803C1A012113Faktor-faktor yang Memengaruhi Pendapatan Pedagang Kaki Lima Makanan dan Minuman Di Pratistha Harsa dan GOR Satria Di PurwokertoPedagang Kaki Lima (PKL) merupakan salah satu sektor informal yang terdiri dari masyarakat kecil yang berusaha bertahan hidup dengan “berdagang”. Tujuan dari penelitian ini pertama, untuk menganlisis perbedaan pendapatan PKL di Pratistha Harsa dan GOR Satria Purwokerto. Kedua, untuk menganalisis pengaruh variabel pendidikan, lama usaha, modal, dan jam kerja terhadap pendapatan PKL. Ketiga untuk mengetahui pendapatan keluarga PKL dalam kaitannya dengan Standar Kebutuhan Hidup (KHL). Penelitian menggunakan sampel dengan jumlah 48 responden untuk Pratistha Harsa sedangkan untuk GOR Satria 52 responden. Untuk menganalisis perbedaan pendapatan menggunakan uji beda rata-rata, untuk menganalisis variabel pendidikan, lama usaha, modal, dan jam kerja terhadap pendapatan menggunakan regresi berganda sedangkan untuk menghitung pendapatan keluarga PKL dalam kaitan dengan KHL menggunakan rasio pendapatan perkapita.
Berdasarkan hasil penelitian pertama, tidak terdapat perbedaan pendapatan pedagang di Pratistha Harsa dan GOR Satria. Kedua, variabel pendidikan, lama usaha, modal, dan jam kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang kaki lima. Ketiga, pendapatan pedagang sudah memenuhi kebutuhan hidup layak (KHL) Kabupaten Banyumas.
Implikasinya adalah pertama, untuk meningkatkan pendapatan pedagang sebaiknya pedagang menyediakan tempat yang bersih dengan memahami selera konsumen. Kedua, pedagang yang memiliki tingkat pendidikan yang relatif tinggi bisa menggunakan ilmu pengetahuannya dengan dibarengi penambahan kemampuan dalam berdagang. Penambahan modal lebih banyak dapat dilakukan oleh pedagang kaki lima untuk memperoleh pendapatan yang semakin tinggi. Dengan penambahan modal memungkinkan pedagang untuk memperbanyak barang dagangannya. Semakin banyak barang yang terjual tentu pendapatan yang diperoleh juga bertambah. Untuk jam kerja, pedagang bisa mencurahkan jam kerjanya, khususnya bagi responden yang memiliki jam kerja kurang dari 8 jam agar pendapatan bertambah. Ketiga, sebaiknya pedagang lebih memanfaatkan sisa pendapatan yang diterima sebagai tabungan.

Kata Kunci : pedagang kaki lima, pendapatan, pendidikan, lama usaha, modal, jam kerja.
Street vendors (PKL) is one of the informal sector is composed of small communities that are trying to survive by "trade". The purpose of this study was the first, to analyze the differences in income street vendors in Pratistha Harsa and GOR Satria Purwokerto. Second to analyze the effect of the level education, long effort, capital employed and working hours on the income street vendors. Third to know the family income street vendors in relation to Standard Living Needs. This study used a sample of 48 respondents to the number of Pratistha Harsa while the GOR Satria 52 respondents. To analyze the differences in income using different test average, while to analyze the variables of education, length of business, capital employed, and working hours influenced through revenue using multiple regression, and to calculate the PKL family income in relation to the KHL using the ratio of per capita income.
Based on the research results. First there are differences in income trader at Pratistha Harsa and GOR Satria. Second, level of education, old business, capital employed, and working hours and significant positive effect on the income of hawkers, of the four variables were significant. Third, revenue merchants do not meet the needs of decent living Banyumas.
The first implication is to increase the income trader, trader should provide a clean place to understand the tastes of consumers, the traders have a relatively high level of education could use his knowledge coupled with the addition of its ability to trade. Additions to capital epmloyed more can be done by street vendors to earn higher incomes. With the capital employed increased allows merchants to expand wares. More and more goods are sold certainly earned income also increased. For working hours, traders can devote his working hours, particularly for respondents who have less working hours than eight hi traders should better utilize the residual income received as savings.

Keywords: street vendors, revenue, education, old business, capital employed, working hours.
1347416804H1B012002Estimasi Parameter Model Spatial Autoregressive menggunakan Metode Instrumental VariableModel regresi spasial adalah model regresi yang memperhitungkan korelasi antar wilayah. Terdapat beberapa model regresi spasial, salah satunya adalah spatial autoregressive (SAR). Model SAR memuat variabel endogenous dimana variabel tersebut merupakan variabel dependen dalam suatu persamaan sekaligus variabel independen dalam persamaan lain. Karena estimasi menggunakan metode ordinary least square (OLS) menghasilkan estimator yang bias, maka pada penelitian ini dikaji estimasi parameter model SAR menggunakan metode instrumental variable (IV) yang diilustrasikan pada kasus data anak tidak bersekolah usia kurang 15 tahun di Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estimator IV pada model SAR merupakan estimator yang linier, tak bias, dan memiliki variansi minimum. Sementara itu, faktor yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah anak tidak bersekolah usia kurang 15 tahun di Kota Medan adalah jumlah penduduk prasejahtera. Regression spatial model is a model regression calculated the correlation between regions. There are some regression spatial model, one of which is spatial autoregressive (SAR). SAR model contains endogenous variable where the variable is dependent variable in an equation as well as independent variable in other equation. Because estimastion uses the ordinary least square (OLS) method is biased, then to this research studied estimation parameter of SAR model used instrumental variable (IV) method and its application in children do not attend school less 15 years old at medan city. Result of the research showed that estimator was produced by IV method on the SAR model has linear, unbiased, and minimum variansi. On the other hand, factor affecting in children do not attend school less 15 years old at medan city is population preposperous.
1347516805F1F010045IMPLICATURE ANALYSIS AND THE FLOUTING MAXIMS OF RON BURGUNDY’S DIALOGUES WHICH CONTAINS IDEA OF HUMOR ON ANCHORMAN 2 - THE LEGEND CONTINUES MOVIEPokok bahasan dalam penelitian ini yaitu implikatur dari ujaran Ron Burgundy yang mengandung ide humor dalam film Anchorman 2 – Legend Continues. Peneliti menganalisis kategori humor dengan menggunakan teori Monro yang membagi kategori humor menjadi tiga: kejanggalan, keunggulan, dan kelegaan. Penelitian ini hanya mengambil dua teori humor yang sesuai dengan diskusi, yaitu teori keunggulan dan teori kejanggalan. Peneliti menggunakan teori Grice untuk menganalisis kategori implikatur yang dibagi menjadi dua kategori: implikatur khusus dan implikatur umum. Peneliti juga menggunakan teori Grice untuk menganalisis pelanggaran bidal yang terjadi dalam ujaran yang mengandung ide humor. Terdapat empat pelanggaran bidal: pelanggaran bidal kualitas, pelanggaran bidal kuantitas, pelanggaran bidal kesinambungan, dan pelanggaran bidal sikap.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif qualitatif karena data disajikan secara kualitatif dan dianalisis secara deskripif. Peneliti menggunakan teknik total sampling untuk mengambil data sampel penelitian. Sumber data penelitian ini adalah film Anchorman 2 – Legend Continues dan skrip film. Terdapat total 218 ujaran yang diucapkan oleh Ron Burgundy dalam film tersebut. Populasi dalam penelitian ini adalah ujaran-ujaran Ron Burgundy yang mengandung ide humor dalam film Anchorman 2 – Legend Continues. Sample penelitian sama dengan populasi.
Terdapat 43 data yang ditemukan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan terdapat 36 ujaran yang masuk dalam kategori humor kejanggalan, dan 7 ujaran masuk dalam kategori humor keunggulan. Kemudian, terdapat 24 ujaran termasuk implikatur khusus, dan 19 ujaran termasuk implikatur umum. Kemudian, ada empat pelanggaran bidal yang terjadi dalam ujaran. Dari 43 ujaran yang mengandung humor, terdapat 5 pelanggaran bidal kuantitas, 11 pelanggaran bidal kualitas, 12 pelanggaran bidal kesinambungan, 10 pelanggaran bidal sikap, dan 5 ujaran atau dialog yang tidak melanggar bidal apapun. Kejanggalan adalah kategori humor yang paling sering muncul, ini berhubungan dengan jumlah kategori implikatur yang paling sering muncul, yaitu implikatur khusus karena sebagian besar kejanggalan disampaikan dengan ucapan yang mempunyai makna tidak langsung.
Peneliti selanjutnya disarankan memilih objek penelitian lain, misalnya stand-up comedy atau komik yang mengandung situasi, konteks, dan kosakata yang lebih menarik untuk penelitian yang sama. Jika peneliti selanjutnya ingin menggunakan objek atau data yang sama, mereka dapat menggunakan teori lain yang berkaitan dengan humor.
The main concern of this research was implicature of Ron Burgundy’s utterance which contains idea of humor in Anchorman 2 – Legend Continues movie. The researcher analyzed the category of humor by using Monro’s theory which divides the category of humor into three: superiority, incongruity, and relief. It took only two theories of humor which were suitable for the discussion, i.e. superiority and incongruity theory. The researcher used Grice’s theory to analyze the categories of implicature which are divided into two categories: particularized implicature and generalized impicature. The researcher also used Grice’s theory to analyze the flouting maxims that occur in the utterance which contains idea of humor. There are four flouting maxims: flouting maxim of quality, flouting maxim of quantity, flouting maxim of relevance, and flouting maxim of manner.
This research used descriptive qualitative method because the data are presented qualitatively and analyzed descriptively. The researcher used total sampling technique to take the sample of research data. The data source of the research was the Anchorman 2 – Legend Continues movie and also the movie script. There are 218 total utterances uttered by Ron Burgundy in the movie. The population in this research was Ron Burgundy’s utterances which contain the idea of humor in Anchorman 2 – Legend Continues movie. The sample of the research was the same as the population.
There were 43 data that were found in the research. The results showed there are 36 utterances belong to incongruity category, 7 utterances belong to superiority category. Then, there are 24 utterances belong to particularized implicature and 19 utterances belong to generalized implicature. Then, there are four flouting maxims occurred in the utterances. Among 40 utterances which contain the idea of humor, there are 5 flouting maxim of quantity, 11 flouting maxim of quality, 12 flouting maxim of relevance, 10 flouting maxim of manner, and 5 utterance or dialogues which do not flout any maxim. Incongruity is the category of humor that mostly occur, it has relation to the number of the most occurred category of implicature, i.e. particularized implicature because most of incongruity is delivered with the utterances which have indirect meaning.
The next researchers should select other objects of research; such as stand-up comedy or comic that contains more interesting situations, contexts, and vocabularies to do the same research. If the next researchers want to use the same object or data, they could use other theories related to humor.
1347616808H1B012049DISTRIBUSI NONSENTRAL CHI-SQUAREABSTRAK. Artikel ini membahas rekonstruksi probability density function (PDF) distribusi nonsentral Chi-square, analisis kurva dan tabel cumulative distribution function (CDF). Penggambaran kurva PDF dan pembuatan tabel CDF dilakukan dengan R-code. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurva semakin naik sejalan dengan kenaikan parameter nonsentralnya dan menurun karena kenaikan derajat kebebasan, dan bentuk kurva cenderung tetap yaitu skew positive untuk semua parameter nonsentral. Hasil lain yang menarik adalah bahwa kurva menuju simetris untuk derajat kebebasan semakin besar pada parameter nonsentral bernilai satu.

Kata kunci: distribusi Chi-square, parameter nonsentral, PDF.

ABSTRACT. The article discussed the reconstruction of the probability density function (PDF) of nonsentral Chi-square distribution, graphical analysis and table of cumulative distribution function (CDF). The curve of the PDF and CDF table are computed by the R-code. The results showed that the curve increases as the nonsentral parameters increases and it decreases as the degree of freedom increases, and the shape of the curve tends to be positive skew for all nonsentral parametesr. The other result is that the curve tends to symmetric as the degree of freedom increases at nonsentral parameters whose value is one .

Keywords: Chi-square distribution, parameter nonsentral, PDF.
1347716809H1B012005ESTIMASI PARAMETER DISTRIBUSI LOGNORMALPADA DATA KETAHANAN TERSENSOR TIPE II ABSTRAK. Analisis ketahanan adalah salah satu analisis statistik yang sering digunakan dalam industri dan masalah kesehatan. Biasanya digunakan untuk pengujian tentang ketahanan hidup dan keandalan produk industri. Dengan menggunakan metode Maximum Likelihood Estimation parameter dari distribusi data ketahanan hidup dapat diestimasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan model ketahanan hidup dan untuk mengestimasi parameter distribusi Lognormal pada data tersensor tipe II.

Kata kunci: Data tersensor tipe II, distribusi Lognormal, Maximum Likelihood Estimation.
ABSTRACT. Survival analysis is one of the statistic analysis which is often use in industry and healthy problems. Normally it is used to test the lifetime and reliability of an industry product. By using the method of Maximum Likelihood Estimation the parameters of the survival data distribution can be estimated. The purposes of this research are to obtain the survival model and to estimate the parameters of the Lognormal distribution on type II censored data

Keywords : Type II censored data , Lognormal distribution, Maximum Likelihood Estimation
1347816810A1L011065RESPONS PADI GOGO DENGAN APLIKASI N, P, K, DAN ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASILPenelitian bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh dosis N, P, K terhadap pertumbuhan dan hasil padi gogo, 2) pengaruh aplikasi asap cair tempurung kelapa dengan dosis berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil padi gogo, 3) dosis pupuk N, P, K dan asap cair tempurung kelapa yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi gogo. Penelitian dilaksanakan di lahan ex-farm Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman menggunakan rancangan petak terbagi, petak utama adalah konsentrasi asap cair tempurung kelapa (control, 1:200, 1:400) dan anak petak berupa dosis pupuk N, P, K rekomendasi (25, 50, 75, 100%) dengan tiga ulangan. Data dianalisis menggunakan uji F (5%) dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT 5%). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian dosis pupuk N, P, K rekomendasi yang berbeda mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi gogo pada tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun, jumlah anakan per rumpun, biomassa tanaman, biomassa akar, jumlah malai, jumlah bulir isi per rumpun, jumlah bulir isi per malai, jumlah bulir hampa per malai, bobot bulir per petak efektif, dan indeks panen. Semakin tinggi pemberian dosis pupuk N, P, K rekomendasi, secara relatif semakin meningkatkan nilai pertumbuhan dan hasil padi gogo. Pemberian asap cair tempurung kelapa belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi gogo.Reserch aims to know 1) the effect of doses of N, P, K on the growth and yield of upland rice, 2) the effect of the application of wood vinegar coconut shell with different doses of the growth and yield of upland rice, 3) doses of fertilizer N, P, K and wood vinegar coconut shell that can improve growth and yield of upland rice. Research conducted in the field of ex-farm, Faculty of Agriculture, UNSOED using plot design divided, the main plot, the concentration of wood vinegar coconut shell (control, 1: 200, 1: 400) and the subplot in the form of doses of fertilizer N, P, K recommendation ( 25, 50, 75, 100%) with three replications. Data were analyzed using the F test (5%) followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT 5%). The results showed that the dosing of fertilizer N, P, K different recommendations capable of increasing the growth and yield of upland rice plant height, leaf number per panicle, number of tillers per hill, plant biomass, root biomass, number of panicles, number of grains of contents per clump , the number of grains per panicle contents, the number of empty grains per panicle, grain weight per plot effective, and harvest index. The higher the dosage of fertilizer N, P, K recommendations increase the relative value of growth and yield of upland rice. Giving wood vinegar coconut shell has not been able to increase growth and yield of upland rice.
1347916811H1B012023Kesalahan Pengukuran pada Variabel Bebas Terhadap Kekonsistenan Estimator OLS pada Model Regresi Linier SederhanaPenelitian ini membahas estimator ordinary least square (OLS) pada model regresi linier sederhana yang bersifat tak bias dan konsisten ketika tidak terjadi kesalahan pengukuran. Adanya kesalahan pengukuran pada variabel bebas mengakibatkan estimator OLS menjadi bias dan tidak konsisten. Melalui simulasi yang dilakukan dengan membandingkan nilai mean square error (MSE), hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh ukuran sampel yang semakin besar memberikan nilai MSE tanpa kesalahan pengukuran menuju nol. Nilai MSE dengan kesalahan pengukuran lebih besar dari pada nilai MSE tanpa kesalahan pengukuran, yang nilainya bergantung pada besarnya mutlak slope dan variansi kesalahan pengukuran. Hal ini menunjukkan estimator OLS tidak konsisten.
This research discussed the ordinary least squares (OLS) estimator for simple linear regression model that is unbiased and consistent when there is not measurement error. Measurement error in the independent variable resulted OLS estimators to be biased and inconsistent. Through simulation by comparing the value of the mean square error (MSE), the results showed that the influence of the more sample size gives the MSE without measurement error toward zero. The MSE values with measurement error greater than the value of MSE without measurement error, which depends on the absolute magnitude of the slope and the variance of measurement error. It is mean that the estimator in OLS inconsistent.
1348016841G1H012022PENGEMBANGAN PRODUK ABON IKAN LELE TINGGI PROTEIN DAN KALSIUM UNTUK BALITALatar Belakang: Abon merupakan sumber protein yang disukai semua kalangan termasuk balita. Ikan lele memiliki kadar protein yang cukup tinggi (17,7%) sehingga dapat digunakan sebagai sumber protein untuk balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan varian produk makanan dalam bentuk abon ikan lele dengan penambahan tulang ikan lele yang dapat memenuhi kebutuhan protein dan kalsium balita usia 1-3 tahun serta memiliki nilai organoleptik yang diterima.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan proporsi penambahan tulang ikan lele sebesar 10%; 20%; 30% dan 40% dengan pengulangan 5x sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Analisis variabel nilai gizi menggunakan uji F (95%) dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5%. Analisis variabel organoleptik menggunakan Uji Friedman dan dilanjutkan dengan Uji Banding Ganda 5%. Kombinasi perlakuan terbaik dilakukan menggunakan Uji Indeks Efektivitas.
Hasil Penelitian: Hasil perlakuan terbaik adalah abon P1 (penambahan tulang ikan lele 10%) dengan kandungan energi sebesar 458,98 kkal/100g; kadar air 6,07 %bb; kadar abu 6,76 %bk; kadar lemak 22,06 %bk; kadar protein 20,62 %bk; kadar karbohidrat by difference 44,49 %bk; kadar kalsium 0,37 %bk; warna 2,85 (coklat muda); tekstur 3,13 (agak lembut); rasa 2,84 (umami); aroma 3,25 (agak amis); kesukaan 2,97 (suka).
Kesimpulan: Abon hasil perlakuan terbaik (P1) dalam takaran saji 49 g memberikan kecukupan protein bagi balita usia 1-3 tahun sebesar 38,84% dan kalsium sebesar 27,89% sehingga dapat dijadikan sebagai makanan sumber protein hewani bagi balita usia 1-3 tahun.
Background: Shredded as protein source is favored for people including toddlers. Catfish have a fairly high protein content (17.7%) so it can be used as a protein source for toddler. This research aims to develop a food product shredded catfish with the addition of catfish bones to meet the needs of protein and calcium toddlers aged 1-3 years and have acceptable organoleptic value.
Methodology: This research uses completely randomized design (CRD) with four treatments of proportion catfish bones additions by 10%; 20%; 30% and 40%. Repetitions was five times, so it obtain twenty experimental units. Analysis of nutritional value variables using the F test (95%) and continued with Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5%. Organoleptic variable analysis used Friedman test and continued with Comparative Test Dual 5%. The best combination treatment use Effectiveness Index Test.
Result: The best treatment results are shredded P1 (addition of catfish bones 10%) with as energy content of 458.98 kcal/ 100g; water content of 6.07 %wb; ash content of 6.76 %db; fat content of 22.06 %db; protein content of 20.62 %db; carbohydrate by difference 44.46 %db; calcium content of 0.37 %db. The organoleptic properties was color 2.24 (light brown); texture 3.13 (medium soft); taste 2.84 (tasty); smell 3.25 (slightly fishy); and the level of preference 2.97 (like).
Conclusion: Shredded best treatment results (P1) with serving size 49 g provides enough protein for toddlers aged 1-3 years amounted to 38.84% and 27.89% of calcium so it can serve as a source of animal protein foods for toddlers aged 1-3 years.