Artikel Ilmiah : C1A012113 a.n. MITA NUR HIDAYATI

Kembali Update Delete

NIMC1A012113
NamamhsMITA NUR HIDAYATI
Judul ArtikelFaktor-faktor yang Memengaruhi Pendapatan Pedagang Kaki Lima Makanan dan Minuman Di Pratistha Harsa dan GOR Satria Di Purwokerto
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pedagang Kaki Lima (PKL) merupakan salah satu sektor informal yang terdiri dari masyarakat kecil yang berusaha bertahan hidup dengan “berdagang”. Tujuan dari penelitian ini pertama, untuk menganlisis perbedaan pendapatan PKL di Pratistha Harsa dan GOR Satria Purwokerto. Kedua, untuk menganalisis pengaruh variabel pendidikan, lama usaha, modal, dan jam kerja terhadap pendapatan PKL. Ketiga untuk mengetahui pendapatan keluarga PKL dalam kaitannya dengan Standar Kebutuhan Hidup (KHL). Penelitian menggunakan sampel dengan jumlah 48 responden untuk Pratistha Harsa sedangkan untuk GOR Satria 52 responden. Untuk menganalisis perbedaan pendapatan menggunakan uji beda rata-rata, untuk menganalisis variabel pendidikan, lama usaha, modal, dan jam kerja terhadap pendapatan menggunakan regresi berganda sedangkan untuk menghitung pendapatan keluarga PKL dalam kaitan dengan KHL menggunakan rasio pendapatan perkapita.
Berdasarkan hasil penelitian pertama, tidak terdapat perbedaan pendapatan pedagang di Pratistha Harsa dan GOR Satria. Kedua, variabel pendidikan, lama usaha, modal, dan jam kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang kaki lima. Ketiga, pendapatan pedagang sudah memenuhi kebutuhan hidup layak (KHL) Kabupaten Banyumas.
Implikasinya adalah pertama, untuk meningkatkan pendapatan pedagang sebaiknya pedagang menyediakan tempat yang bersih dengan memahami selera konsumen. Kedua, pedagang yang memiliki tingkat pendidikan yang relatif tinggi bisa menggunakan ilmu pengetahuannya dengan dibarengi penambahan kemampuan dalam berdagang. Penambahan modal lebih banyak dapat dilakukan oleh pedagang kaki lima untuk memperoleh pendapatan yang semakin tinggi. Dengan penambahan modal memungkinkan pedagang untuk memperbanyak barang dagangannya. Semakin banyak barang yang terjual tentu pendapatan yang diperoleh juga bertambah. Untuk jam kerja, pedagang bisa mencurahkan jam kerjanya, khususnya bagi responden yang memiliki jam kerja kurang dari 8 jam agar pendapatan bertambah. Ketiga, sebaiknya pedagang lebih memanfaatkan sisa pendapatan yang diterima sebagai tabungan.

Kata Kunci : pedagang kaki lima, pendapatan, pendidikan, lama usaha, modal, jam kerja.
Abtrak (Bhs. Inggris)Street vendors (PKL) is one of the informal sector is composed of small communities that are trying to survive by "trade". The purpose of this study was the first, to analyze the differences in income street vendors in Pratistha Harsa and GOR Satria Purwokerto. Second to analyze the effect of the level education, long effort, capital employed and working hours on the income street vendors. Third to know the family income street vendors in relation to Standard Living Needs. This study used a sample of 48 respondents to the number of Pratistha Harsa while the GOR Satria 52 respondents. To analyze the differences in income using different test average, while to analyze the variables of education, length of business, capital employed, and working hours influenced through revenue using multiple regression, and to calculate the PKL family income in relation to the KHL using the ratio of per capita income.
Based on the research results. First there are differences in income trader at Pratistha Harsa and GOR Satria. Second, level of education, old business, capital employed, and working hours and significant positive effect on the income of hawkers, of the four variables were significant. Third, revenue merchants do not meet the needs of decent living Banyumas.
The first implication is to increase the income trader, trader should provide a clean place to understand the tastes of consumers, the traders have a relatively high level of education could use his knowledge coupled with the addition of its ability to trade. Additions to capital epmloyed more can be done by street vendors to earn higher incomes. With the capital employed increased allows merchants to expand wares. More and more goods are sold certainly earned income also increased. For working hours, traders can devote his working hours, particularly for respondents who have less working hours than eight hi traders should better utilize the residual income received as savings.

Keywords: street vendors, revenue, education, old business, capital employed, working hours.
Kata kuncipedagang kaki lima, pendapatan, pendidikan, lama usaha, modal, jam kerja.
Pembimbing 1Dra. Dijan Rahajuni, M,Si
Pembimbing 2Ratna Setyawati Gunawan SE.M.Si
Pembimbing 3Drs. Herman Sambodo, MP
Tahun2016
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2016-11-15 18:14:16.396501
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.