Home
Login.
Artikelilmiahs
16841
Update
Dini Nur Arifah Nugraheni
NIM
Judul Artikel
PENGEMBANGAN PRODUK ABON IKAN LELE TINGGI PROTEIN DAN KALSIUM UNTUK BALITA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Abon merupakan sumber protein yang disukai semua kalangan termasuk balita. Ikan lele memiliki kadar protein yang cukup tinggi (17,7%) sehingga dapat digunakan sebagai sumber protein untuk balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan varian produk makanan dalam bentuk abon ikan lele dengan penambahan tulang ikan lele yang dapat memenuhi kebutuhan protein dan kalsium balita usia 1-3 tahun serta memiliki nilai organoleptik yang diterima. Metodologi: Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan proporsi penambahan tulang ikan lele sebesar 10%; 20%; 30% dan 40% dengan pengulangan 5x sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Analisis variabel nilai gizi menggunakan uji F (95%) dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5%. Analisis variabel organoleptik menggunakan Uji Friedman dan dilanjutkan dengan Uji Banding Ganda 5%. Kombinasi perlakuan terbaik dilakukan menggunakan Uji Indeks Efektivitas. Hasil Penelitian: Hasil perlakuan terbaik adalah abon P1 (penambahan tulang ikan lele 10%) dengan kandungan energi sebesar 458,98 kkal/100g; kadar air 6,07 %bb; kadar abu 6,76 %bk; kadar lemak 22,06 %bk; kadar protein 20,62 %bk; kadar karbohidrat by difference 44,49 %bk; kadar kalsium 0,37 %bk; warna 2,85 (coklat muda); tekstur 3,13 (agak lembut); rasa 2,84 (umami); aroma 3,25 (agak amis); kesukaan 2,97 (suka). Kesimpulan: Abon hasil perlakuan terbaik (P1) dalam takaran saji 49 g memberikan kecukupan protein bagi balita usia 1-3 tahun sebesar 38,84% dan kalsium sebesar 27,89% sehingga dapat dijadikan sebagai makanan sumber protein hewani bagi balita usia 1-3 tahun.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Shredded as protein source is favored for people including toddlers. Catfish have a fairly high protein content (17.7%) so it can be used as a protein source for toddler. This research aims to develop a food product shredded catfish with the addition of catfish bones to meet the needs of protein and calcium toddlers aged 1-3 years and have acceptable organoleptic value. Methodology: This research uses completely randomized design (CRD) with four treatments of proportion catfish bones additions by 10%; 20%; 30% and 40%. Repetitions was five times, so it obtain twenty experimental units. Analysis of nutritional value variables using the F test (95%) and continued with Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5%. Organoleptic variable analysis used Friedman test and continued with Comparative Test Dual 5%. The best combination treatment use Effectiveness Index Test. Result: The best treatment results are shredded P1 (addition of catfish bones 10%) with as energy content of 458.98 kcal/ 100g; water content of 6.07 %wb; ash content of 6.76 %db; fat content of 22.06 %db; protein content of 20.62 %db; carbohydrate by difference 44.46 %db; calcium content of 0.37 %db. The organoleptic properties was color 2.24 (light brown); texture 3.13 (medium soft); taste 2.84 (tasty); smell 3.25 (slightly fishy); and the level of preference 2.97 (like). Conclusion: Shredded best treatment results (P1) with serving size 49 g provides enough protein for toddlers aged 1-3 years amounted to 38.84% and 27.89% of calcium so it can serve as a source of animal protein foods for toddlers aged 1-3 years.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save