Artikelilmiahs

Menampilkan 13.421-13.440 dari 49.634 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1342116748E1A012332UPAYA PENCEGAHAN TINDAK PIDANA KORUPSI TERHADAP KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA (Study Kasus Fenomena "Cirebon Kota Tilang" Di Polres Cirebon)Untuk membicarakan upaya pencegahan tindak pidana korupsi dalam ranah kepolisian dibidang oprasi tilang, yang perlu mendapat perhatian pula adalah mengapa terbentuknya sebuah stigma bahwa di sebuah daerah Jawa Barat, yaitu Cirebon mendapat sebuah cap buruk sebagai Kota Tilang serta faktor-faktor apa yang memekasa stigma itu muncul. Dalam penelitian ini permasalahan yang akan diungkap adalah Jenis tindak pidana korupsi apa yang cenderung terjadi dalam operasi tilang, Upaya apa yang dilakukan Polres Cirebon dalam mencegah upaya-upaya tindak pidana korupsi dalam operasi tilang serta Hambatan-hambatan apa yang terjadi dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi di bidang penilangan wilayah Polres Cirebon. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis (social legal approach). Penelitian ini menitikberatkan hukum sebagai pranata sosial yang secara riil dikaitkan dengan variable-variable sosial lain. Dalam hal ini hukum dipandang sebagai suatu fenomena sosial yang dalam interaksi tidak terlepas dari faktor-faktor non hukum. Penelitian yuridis sosiologis dengan pendekatan kualitatif yang lebih mengarah ke penelitian proses daripada produk, dan biasanya membatasi pada satu kasus. Dalam penelitian ini, peneliti akan terfokus pada peranan Polres Cirebon sebagai upaya pencegahan tindak pidana korupsi terhadap anggotanya. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan (1) Dari beberapa jenis tindak pidana korupsi diatas yang dimungkinkan terjadi dalam oprasi tilang adalah tindak pidana korupsi penyuapan, kerakusan dan pemberian hadiah. Akan tetapi yang lebih sering terjadi adalah tindak pidana korupsi penyuapan. (2) upaya-upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dapat berupa memberikan pembinaan kepada polantas polres cirebon dengan iming-iming sanki yang tegas bagi oknum yang kedapatan melakukan pemerasan atau penerimaan suap dari pelanggar lalu lintas, kemudian dapat dilakukannya swaping langsung ke tempat kejadian perkara dengan penyamaran kapolres atau wakapolres atau bagian provost yang menyamar menjadi pelanggar lalu lintas. (3) hambatan-hambatan yang diperoleh untuk mencegah tindak pidana korupsi tidak terjadi lagi dalam oprasi tilang dapat dirinci menjadi 2 faktor. Yang pertama faktor internal seperti SDM kepolisian yang lemah dan kurang profesional dalam bertugas. Yang kedua dari faktor eksternalnya seperti kesadaran hukum berlalu lintas masyarakat Cirebon yang kurang peka dan faktor-faktor kekerabatan.To discuss efforts to prevent corruption in the realm of police in the field of oprasi ticket, which need attention also is why the formation of a stigma that in an area of ​​West Java, namely Cirebon got a bad seal as the City Tilang as well as what factors are compel stigma it appears , In this study the issues to be disclosed is the type of corruption what is likely to occur in the operation of a ticket, What efforts do Cirebon Police in preventing attempts of corruption in the operation of a ticket and the barriers of what is happening in efforts to prevent corruption in tilang region Cirebon Police. The method used in this research is using sociological juridical (legal social approach). This study emphasizes the law as a social institution in real terms associated with other social variables. In this case the law is regarded as a social phenomenon in the interaction can not be separated from non-legal factors. Sociological juridical research with qualitative approach that leads to the research process rather than product, and usually limited to one case. In this study, researchers will focus on the role of Cirebon Police as prevention of corruption against its members. The results were obtained conclusions (1) of some types of corruption on which is possible in oprasi ticket corruption is bribery, greed and gift-giving. But more often than corruption bribery. (2) preventive measures that can be done is that it can be provide guidance to the traffic cop Police Cirebon with the lure sanctions firm for persons who caught engaging in extortion or acceptance of bribes from traffic violators, then it can do swaping directly to the crime scene with Chief of Police incognito or Wakapolres or part provost disguised as traffic violators. (3) obstacles obtained to prevent corruption from happening again in oprasi speeding ticket can be broken down into two factors. The first internal factors such as the human Resources police are weak and less professional in charge. The second of external factors such as public awareness of traffic laws that are less sensitive Cirebon and factors of kinship.
1342216749F1A012004“Minat Masyarakat dalam Memanfaatkan Program BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) di Desa Kesugihan Kidul, Kesugihan, Cilacap“Skripsi dengan judul “ Minat Masyarakat dalam Memanfaatkan Program BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) di Desa Kesugihan Kidul, Kesugihan, Cilacap “ ini merupakan penelitian mengenai minat masyarakat Desa Kesugihan Kidul dalam memanfaatkan BPJS. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui minat masyarakat di Desa Kesugihan Kidul yang memiliki kartu BPJS untuk menggunakannya saat memperoleh pelayanan kesehatan.Sasaran penelitian ini adalah masyarakat Desa Kesugihan Kidul yang memiliki kartu BPJS. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif Deskriptif. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 44 orang. Pemilihan sampel menggunakan proportionate random sampling. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Model analisis yang digunakan distribusi frekuensi dan tabel silang.Hasil penelitian ini adalah : Minat masyarakat di Desa kesugihan Kidul terhadap pemanfaatan program BPJS rendah, hal tersebut ditunjukan dengan banyaknya masyarakat yang memilih untuk tidak menggunakan kartu BPJS dalam memperoleh pelayanan kesehatan, yakni sebanyak 77% dari jumlah responden yang diambil. Sedangkan mereka yang mengetahui manfaat dari kartu BPJS sebanyak 93% responden.

Kata kunci : Jaminan sosial, Minat pemanfaatan
The thesis entitle "People's interest in Utilizing BPJS (Social Security Agency) Program in the Kesugihan Kidul Village, Kesugihan, Cilacap" is a research that focus on the public interest in Kesugihan Kidul village in utilizing BPJS. The purpose of this research are to determine the public interest in Kesugihan Kidul village that has BPJS card in using the card to obtain health care. The goal of this research is Kesugihan Kidul village community that has BPJS card. This is quantitative descriptive research. The number of samples in this study are 44 people. The selection of the sample used proportionate random sampling. The data were collected by questionnaires, interviews and documentation. The model analysis used frequency distribution and cross table. The results of this study are: the public interest in Kesugihan Kidul village in utilization BPJS program is low, it is shown by many people who are not to use the BPJS card in obtaining health services as many as 77% of respondents. While the people who know the benefits of BPJS card are 93% of respondents.

Keywords: Social security, utilization interests

1342316739A1H012030APLIKASI JARINGAN SARAF TIRUAN UNTUK PENDUGAAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) YANG DIBUDIDAYAKAN SECARA NUTRIENT FILM TECHNIQUE (NFT)Tomat merupakan salah satu komoditi pertanian yang dapat dijadikan bahan baku berbagai macam produk seperti untuk industri pangan, obat-obatan dan kosmetik. Apabila dilihat dari rata-rata produksinya, ternyata tomat di Indonesia masih rendah jika dibandingkan negara Taiwan, Saudi Arabia dan India. Upaya untuk meningkatkan produksi tomat dapat dilakukan dengan sistem hidroponik NFT. Tujuan dari penelitian adalah 1) menduga pertumbuhan dan hasil budidaya tomat (Lycopersicum esculentum Mill) secara hidroponik NFT yang ditanam pada panjang talang yang berbeda dengan menggunakan jaringan saraf tiruan 2) melakukan validasi hasil dari pendugaan dengan menggunaan JST. Penelitian dilakukan dengan menggunakan panjang talang yang berbeda yaitu 2 meter, 4 meter dan 6 meter dengan umur tanaman tomat sampai 60 hari. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah dua model jaringan saraf tiruan untuk pertumbuhan dan dua model untuk hasil. Model dengan menggunakan tiga layer, model pertumbuhan yaitu model I: 2-3-3 dan model II: 2-5-3 sedangkan model hasil yaitu model A: 4-3-1 dan model B: 4-5-1. Hasil model untuk pertumbuhan diperoleh model yang paling baik yaitu model II dengan nilai validasi antara pengukuran dengan pendugaan pertumbuhan tanaman sebesar 94,3 % untuk tinggi tanaman, 97,4% untuk jumlah daun, dan 97,1% untuk LAI. Sementara untuk model hasil diperoleh model yang paling baik adalah model B dengan nilai validasi antara pengukuran dengan pendugaan yaitu jumlah tomat sebesar 99,9% dan bobot tomat sebesar 99,4%.Tomatoes are one of the agricultural commodities that can be used as raw material for a wide range of products such as food industry, pharmaceuticals and cosmetics. When viewed from the average production, it turns out tomatoes in Indonesia is still low when compared to countries Taiwan, Saudi Arabia and India. Efforts to improve tomato production can be done with hydroponic system NFT. The purpose of the study is 1) estimate growth and the yield of tomato (Lycopersicum esculentum Mill) hydroponically grown in NFT with different gutter length by using artificial neural network 2) to validate the results of the estimation by the use of JST. The study was conducted using a different gutter length that are 2 meters, 4 meters and 6 meters until the age of tomato plants reached 60 days. The results of the research are two models of artificial neural networks for growth and two models for the results. The models using three layers. The growth model are a model: I 2-3-3 and model II: 2-5-3 while yield model are model A: 4-3-1and model B: 4-5-1. Results obtained that best growth model is model II with the validation value (R2) between measurements and predictions of plant growth by 94,3% for plant height, 97,4% for the number of leaves, and 97,1% for LAI. While the results for the yield model obtained that the best model is the model B with validation value (R2) between measurements and predictions are 99,9% for number of tomatoes and 99,4% weight.
1342416750A1C012007STRATEGI PENERAPAN PROGRAM UPAYA KHUSUS PENINGKATAN PRODUKSI PADI DI KECAMATAN SUMPIUH KABUPATEN BANYUMASPembangunan pertanian merupakan bagian integral dan mempunyai fungsi strategis dalam pembangunan ekonomi dan pembangunan nasional. Keberhasilan pembangunan pertanian terutama dalam menjamin kecukupan pangan pokok merupakan hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah seiring dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. Untuk menjamin kecukupan pangan perlu dilakukan usaha-usaha meningkatkan produksi pangan. Target produksi padi yang harus dicapai pada tahun 2015 sampai 2017 adalah sebesar 73,40 juta ton. Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Pertanian mencetuskan program upaya khusus (upsus) peningkatan produksi padi dan beberapa komoditas pangan lainnya dengan berbagai kegiatan. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Menganalisis kegiatan yang dilaksanakan dalam upaya khusus peningkatan produksi padi di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas. (2) Menganalisis pemilihan strategi alternatif dalam pelaksanaan program peningkatan produksi padi di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas pada bulan Mei-Juni 2016. Metode penentuan lokasi yang digunakan adalah purposive sampling. Penentuan responden menggunakan metode simple random sampling kemudian untuk memenuhi kriteria Analytical Hierarchy Process (AHP) dipilih kembali menggunakan purposive sampling, sehingga diperoleh responden dalam penelitian ini sebanyak 35 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pelaksanaan upaya khusus peningkatan produksi padi di Kecamatan Sumpiuh dimulai sejak 2015. Kegiatan yang dilakukan adalah mengaktifkan kelompok tani, pendampingan dan penyuluhan rutin, dan pendampingan dan pengawalan. (2) Hasil penelitian menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan bantuan software Expert Choice 2000 menunjukkan bahwa kriteria pendukung yang terpilih sebagai kriteria pertama adalah teknik upaya khusus yang meliputi sistem tanam, optimalisasi lahan dan air, dan pemupukan berimbang dengan bobot 0,419. Sedangkan untuk pemilihan alternatif berdasarkan tingkat kriteria, alternatif pertama yang terpilih adalah metode demonstrasi. Nilai Inconsistensy Ratio (IR) dari setiap perhitungan adalah kurang dari sama dengan 0,10, sehingga data kesimpulan dapat diterima dan data dinyatakan konsisten.
Agricultural development is an integral part and has a strategic role in economic development and national development. The success of agricultural development, especially in ensuring adequate food staple is something that must be considered by the government in line with population growth continues to increase. To ensure adequate food necessary efforts to increase food production. Rice production target to be achieved by the year 2015 to 2017 amounted to 73.40 million tons. To achieve these targets, the Ministry of Agriculture program sparked a special effort (upsus) increased production of rice and other food commodities with a variety of activities. The purpose of this study are: (1) analyze the activities carried out in a special effort to increase rice production in Sub Sumpiuh, Banyumas. (2) to analyze the selection of alternative strategies in the implementation of programs to increase rice production in Sub Sumpiuh, Banyumas. The research was conducted in the District Sumpiuh, Banyumas in May-June 2016. The location determination method used was purposive sampling. Determination of respondents using simple random sampling method and then to meet the criteria of Analytical Hierarchy Process (AHP) have re-using purposive sampling, so that the respondents in this study were 35 respondents. Data analysis method used was descriptive method and Analytical Hierarchy Process (AHP). The results showed that (1) Implementation of a special effort to increase rice production in Sub Sumpiuh started since 2015. The activities are to enable farmer groups, mentoring and regular counseling, and mentoring and escort. (2) The results using Analytical Hierarchy Process (AHP) with the help of software Expert Choice 2000 showed that the criteria for supporting elected as the first criteria is the technique of special effort that includes cropping systems, optimize land and water, and balanced fertilization with a weight of 0.419. As for the alternative selection criteria based on the level, the first alternative is chosen is the method of demonstration. Inconsistensy Value Ratio (IR) of each calculation is less than or equal to 0.10, so that data can be received and data conclusions expressed are consistent
1342516753A1H012037APLIKASI EDIBLE COATING BERBASIS PATI GANYONG (Canna edulis Kerr.) PADA BUAH DURIAN (Durio zibethinus Murr.) TEROLAH MINIMAL DENGAN VARIASI SORBITOL SEBAGAI PLASTICIZERBuah durian (Durio zibethinus Murr.) merupakan salah satu buah yang banyak digemari masyarakat dan mempunyai nilai ekonomi tinggi. Buah durian memiliki masa simpan yang pendek dan mudah rusak. Edible coating merupakan salah satu teknologi yang dapat diterapkan pada buah durian terolah minimal untuk mempertahankan umur simpan. Edible coating yang diterapkan dalam penelitian ini adalah edible coating berbasis pati ganyong dengan variasi sorbitol sebagai plasticizer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pati ganyong sebagai bahan edible coating dengan variasi sorbitol sebagai plasticizer terhadap kualitas penyimpanan buah durian terolah minimal. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode uji statistika dengan kinetika perubahan mutu. Buah durian diberikan berbagai perlakuan yaitu penyimpanan suhu rendah dan suhu ruang dengan konsentrasi sorbitol 0% , 1%, 1,5%, 2%, dan 2,5%. Variabel mutu yang diamati yaitu warna (Lab), total padatan terlarut, susut bobot, dan kadar air yang diamati 2 hari sekali selama 10 hari. Perlakuan terbaik yang mampu mempertahankan mutu dari buah durian terolah minimal selama penyimpanan dari segi nilai kecerahan yaitu G1S3; nilai warna kuning (b+) yaitu G1S3; total padatan terlarut yaitu G2S1; susut bobot yaitu G1S3; dan kadar air yaitu G1S3. Dari perlakuan yang dikaji, rekomendasi perlakuan yang terbaik adalah G1S3 (penyimpanan pada suhu rendah dengan kosentrasi sorbitol 2%).Durian (Durio zibethinus Murr.) is one of the fruits which be fond by people and has high economic value. Durian has a short shelf life and can be easily damaged. Edible coating is one of the technologies that can be applied to the minimally processing to maintain shelf life. Edible coatings are applied in this study is the canna starch-based edible coating with sorbitol as a plasticizer variation This research aims to determine the effect of the use of starch as an ingredient canna edible coating with sorbitol as a plasticizer variation on the quality of minimally processed durian fruit storage. The research was conducted by using statistical test method with the kinetics of quality changes. Durian given various treatments, low temperature storage and room temperature storage with sorbitol’s concentration 0%, 1%, 1.5%, 2%, and 2.5%. The variable of quality observed includes color (Lab), total dissolved solids, weight loss, and water levels were observed 2 days for 10 days. The results showed the type of use of edible coatings with concentrations of sorbitol and storage temperature affect the color, total dissolved solids, weight loss, and moisture content. The best treatment that able to maintain the quality of minimally processed durian fruit during storage in terms of brightness values is G1S3; yellow color value (b +) is G1S3; total dissolved solids is G2S1; weight loss is G1S3; and the water content is G1S3. Overall the best treatment is G1S3 (low temperature storage with sorbitol consentration of 2%) were able to maintain the quality of minimally processed durian during storage.
1342616754C1A012108Analisis Penerbitan Sukuk Negara Sebagai Salah Satu Sumber Alternatif Pembiayaan Anggaran Negara Indonesia Tahun 2009.II-2015.IV.Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pertumbuhan PDB, inflasi, nilai tukar, dan kebutuhan pembiayaan anggaran negara terhadap penerbitan Sukuk Negara. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui besarnya kontribusi penerbitan Sukuk Negara terhadap pembiayaan anggaran negara dan rata-rata kenaikan penerbitan Sukuk Negara dari tahun 2009-2015.
Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data dari triwulan ke-2 tahun 2009 hingga triwulan ke-4 tahun 2015 dengan menggunakan alat analisis regresi linier berganda, analisis kontribusi, dan analisis tren.
Hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: 1) pertumbuhan PDB berpengaruh positif signifikan terhadap penerbitan Sukuk Negara, 2) inflasi berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap penerbitan Sukuk Negara, 3) nilai tukar berpengaruh positif signifikan terhadap penerbitan Sukuk Negara, 4) kebutuhan pembiayaan anggaran negara berpengaruh positif signifikan terhadap penerbitan Sukuk Negara, 5) penerbitan Sukuk Negara memiliki kontribusi kurang terhadap pembiayaan anggaran negara, 6) penerbitan Sukuk Negara memiliki rata-rata kenaikan positif tiap tahunnya.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu bagi pemerintah,sebaiknya lebih mengoptimalkan peran Sukuk Negara sebagai instrumen pembiayaan, tetap menjaga pertumbuhan PDB, dan kestabilan nilai tukar guna mecapai pertumbuhan keuangan Islam melalui penerbitan Sukuk Negara. Sedangkan bagi investor, sebaiknya mempertimbangkan perkembangan nilai tukar dan pertumbuhan PDB dalam investasinya dan lebih bijak dalam memilih investasi yang relatif aman dan bebas resiko.
The purpose of this research is to analyze the effect of the growth of PDB, the inflation, the exchange rate and the need of estimate cost to Sovereign Sukuk Issues. The purpose of this research also is to know contribution Sovereign Sukuk Issues to the estimate cost and average rise Sukuk Negara Issues during 2009 years until 2015 years. Used data in this research is data during one quartal2009 years until four quartal2015 years by used multiple linier regression instrument analysis, contribution analysis, and trend analysis.
The result of research and data analysis has got conclusions: 1) the growth of PDB significantly positive effect to Soverign Sukuk Issues, 2) inflation not significantly negative effect to Sovereign Sukuk Issues, 3)exchange rate sigficantly positive effect to Sovereign Sukuk Issues, 4) the need of estimate cost significantly positive effect to Sovereign Sukuk Issues, 5) the Sovereign Sukuk Issues has less contribution to the estimate cost, 6) Sovereign Sukuk Issues has positive average rise every years.
As implication of the conclution above is for the government, should more optimally actor of Sovereign Sukuk Issues as instrument cost, keep the growth of PDB and stability of exchange rate to reach the growth of syari’ah finance by Sovereign Sukuk Issues. Meanwhile, for the investor should more consider exchange rate and the growth of PDB for them investment and more wise to choice investment that safe relative and zero risk.
1342716755A1L112042PENGARUH KONSENTRASI AUKSIN DAN SITOKININ TERHADAP PERTUMBUHAN KALUS TEBU (Saccharum officinarum L.) MELALUI TEKNIK KULTUR JARINGANPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi auksin dan sitokinin terhadap pertumbuhan kalus tebu pada media kultur jaringan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Penelitian Tanah dan Tanaman Tebu (LPT3) Comal, Pemaamh dari bulan Maret sampai dengan Mei 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 4 ulangan, 8 Perlakuan, terdiri kontrol, IAA 2 ppm & BAP 2 ppm, IAA 4 ppm & BAP 4 ppm, IAA 6 ppm & BAP 6 ppm, IAA 4 ppm & BAP 2 ppm, IAA 4 ppm & BAP 6 ppm, IAA 2 ppm & BAP 6 ppm, IAA 2 ppm & BAP 4 ppm. Variabel pengamatan meliputi bobot tunas segar, bobot tunas kering, dan jumlah tunas. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaplikasian perlakuan pada rasio IAA yang lebih tinggi dari BAP menyebabkan pertumbuhan tunas tanaman tebu terhambat, sedangkan pada rasio IAA yang lebih rendah dari BAP memacu pertumbuhan jumlah tunas. Perlakuan konsentrasi IAA 2 ppm dan BAP 4 ppm meningkatkan bobot tunas segar, bobot tunas kering, dan jumlah tunas. Perlakuan konsentrasi IAA 4 ppm dan BAP 2 ppm menurunkan bobot tunas segar, bobot tunas kering, dan jumlah tunas.This research aimed to assess the effect of auxin and cytokinin concentrations on the growth of sugarcane callus on tissue culture medium. The research was conducted at Soil and Plant Research Laboratory of Sugarcane (LPT3) Comal, Pemalang from March until May 2016. The study used completely randomized block design with four replications, eight treatments consisted of control, 2 ppm IAA and 2 ppm BAP, 4 ppm IAA and 4 ppm BAP, 6 ppm IAA and 6 ppm BAP, 4 ppm IAA and 2 ppm BAP , 4 ppm IAA and 6 ppm BAP, 2 ppm IAA and 6 ppm BAP, 2 ppm IAA and 4 ppm BAP. Variables observed the weight of fresh shoots, shoots dry weight, and number of shoots. The results showed that the application of the treatment in IAA ratio higher than BAP cause stunted at growing shoots in sugar cane, while at the IAA ratio lower than BAP spur growing number of shoots. Treatment of 2 ppm IAA and 4 ppm BAP increased the weight of fresh shoots, shoots dry weight, and number of shoots. Treatment of 4 ppm IAA and 2 ppm BAP decreased the weight of fresh shoots, shoots dry weight, and number of shoots.
1342816757D1E011065SUDUT TUMPUKAN, LUAS PERMUKAAN SPESIFIK DAN KELARUTAN DEDAK PADI DARI BERBAGAI VARIETAS PADI
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik dedak padi dari berbagai varietas padi, dilaksanakan mulai tanggal 10 Februari sampai 13 Maret 2016 di Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan pengolahan data secara General Linear Model (GLM). Perlakuan terdiri dari D1: dedak padi varietas IR 64, D2: dedak padi varietas pandan wangi, D3: dedak padi varietas beras merah, D4: dedak padi varietas ketan hitam, D5: dedak padi varietas ketan putih, dan D6: dedak padi varietas umbul. Peubah yang diukur yaitu sudut tumpukan, luas permukaan spesifik dan kelarutan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas padi berpengaruh sangat nyata terhadap sudut tumpukan dan kelarutan dedak padi (P<0,05), namun tidak berbeda nyata terhadap luas permukaan spesifik (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian adalah sudut tumpukan terbaik adalah perlakuan D6 (dedak padi varietas umbul) dengan nilai rataan terendah yaitu 36,16˚ dan kelarutan terbaik adalah perlakuan D1 (dedak padi varietas IR64) dengan nilai rataan tertinggi yaitu 41,14%.
The purpose of this research was evaluate the characteristics of rice bran from rice varieties, since February 10 to March 13, 2016 in the Laboratory of feedstuff Science, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The design of the experimental method with in General Linear Model. The Materials of the research was D1 : IR 64 rice bran, D2 : Pandan Wangi rice bran, D3 : Beras Merah rice bran, D4 : Ketan Hitam rice bran, D5 : Ketan Putih rice bran and D6 : Umbul rice bran. Variables consisted of wide corner pile, specific surface area and solubility. Te Data obtained were analyzed by analysis of variance with further test with Honest Significant Differen test. The results showed that variety have a very significant effect on the corner pile and solubility rice bran (P <0.05), but not significantly from the specific surface area rice bran (P> 0.05). In conclusion, the best corner pile is resulted from D6 (umbul rice bran variety) with the lowest average value is 36,16˚ and the best there is on the treatment solubility D1 (IR64 rice bran varieties) with the highest average score is 41.14%.
1342916758A1C109020FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEUNTUNGAN
DALAM USAHA BERDAGANG SAYUR
DI PASAR ADIPALA CILACAP
Pasar dalam arti fisik, termasuk Pasar Adipala merupakan tempat yang penting berkumpulnya para pedagang, menjual segala jenis kebutuhan masyarakat, seperti sayuran. Pasar Adipala merupakan salah satu indikator paling nyata dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Pedagang sayur ternyata lebih dominan menguasai pasar Adipala Cilacap dilihat dari jumlah pedagang secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan : untuk mengetahui besarnya pengeluaran, penerimaan dan keuntungan pedagang sayur di Pasar Adipala; dan mengetahui pengaruh variasi produk, lama jam kerja, modal, tingkat pendidikan dan pengalaman berdagang terhadap keuntungan usaha pedagang sayur di Pasar Adipala.
Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Metode sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 47 orang. Pengambilan data dilakukan sejak 8 Januari 2016 sampai 9 Febuari 2016. Analisis data meliputi total pengeluaran, total penerimaan, keuntungan dan Analisis Regresi Linier Berganda.
Hasil analisis menunjukan rata-rata pengeluaran (modal kerja) pedagang sayur sebesar Rp14.415.330,00 per bulan, rata-rata penerimaan pedagang sayur sebesar Rp21.244.808,00 per bulan, keuntungan pedagang sayur sebesar Rp6.829.478,00 per bulan. Faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan usaha pedagang sayur di Pasar Adipala adalah modal (biaya pembelian sayuran) dan variasi produk, sedangkan lama jam kerja, tingkat pendidikan dan pengalaman berdagang berpengaruh tidak nyata.
Markets in the physical sense, including Adipala market an important place gathering of merchants, selling all kinds of needs of the community, such as vegetables. Adipala market is one of the most obvious indicators of economic activity of society. Vegetable traders dominate the market turns over Adipala Cilacap seen from the overall number of traders. This research aims: to determine the amount of expenditure, revenue and profit vegetable vendor in the Market Adipala; and determine the effect of variations product, long hours of labor, capital, education and trading experience to the business profits vegetable vendor in the Adipala market.
The method used was a study case. The sampling method used was simple random sampling with a total sample is 47 people. Data were collected from January 8, 2016 until 9 February 2016. Data analysis included total expenditures, total revenue, profit and Multiple Linear Regression Analysis.
The results of the analysis showed that the average spending (working capital) amounted Rp14,415,330.00 greengrocer per month, the average reception greengrocer at Rp21,244,808.00 per month, vegetable trader profits by Rp6.829.478,00 per month. The factors that affect business profits vegetable vendor in the Adipala market is the capital (cost of purchasing vegetables) and a variations product, but long working hours, level of education and experience was showed no significant effect.
1343016760F1J012001DEKONSTRUKSI KONSEP HERO DALAM FILM “HK: HENTAI KAMEN” KARYA KEISHUU ANDOPenelitian ini berjudul “Dekonstruksi Konsep Hero dalam Film HK: Hentai Kamen Karya Keishuu Ando”. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan dekonstruksi konsep hero dalam film HK: Hentai Kamen dengan menggunakan metode deskriptif analisis dan teori dekonstruksi Derrida dari Ungkang yang terdiri dari empat tahap yaitu prapembacaan, rekonstruksi, dekonstruksi, dan reinskripsi. Konsep hero secara umum memiliki unsur “berani”, “peduli”, “kuat”, “dikagumi”, “didukung, dan “senonoh”. Namun hasil penelitian ini telah diketahui bahwa konsep hero dalam film ini memiliki: (1) unsur “berani” dan “takut”; (2) unsur “peduli” dan “egois”; (3) unsur “kuat” dan “lemah”; (4) unsur “dikagumi” dan “dihina”; (5) unsur “didukung” dan “dijauhi”; dan (6) unsur “senonoh” dan “mesum”. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa manusia pada dasarnya mempunyai sifat positif dan negatif. Namun, sifat heroik selama bertujuan baik meskipun dengan tampilan tidak baik tidak dipermasalahkan, karena tidak ditampilkan dalam sosok yang nyata, sebab tidak mempengaruhi sifat kepahlawanan.The present research entitled “Deconstruction of Hero Concept in Keishuu Ando’s HK: Hentai Kamen”. The purpose of the research is to describe deconstruction of hero concept in HK: Hentai Kamen movie using descriptive analysis method and Ungkang’s Derrida deconstruction theory, which consist of four phases, pre-reading, reconstruction, deconstruction, and reinscription. The hero concept generally have “brave”, “care”, “strong”, “admired”, “supported”, and “proper” elements. However, the result of this research is known that the hero concept in this movie have; (1) “brave” and “fear” elements; (2) “care” and “selfish” elements; (3) “strong” and “weak” elements; (4) “admired” and “insulted” elements; (5) “supported” and “shunned” elements; and (6) “proper” and “obscene” elements. The conclusion of this research is that the human have basically positive and negative nature. However, heroic nature as long as have good purpose even without good appearance does not matter, because it does not shown in its figure, since it does not affect the heroic trait.
1343116761E1A012213TANGGUNG JAWAB PIHAK PENGELOLA TERHADAP WISATAWAN YANG MENINGGAL AKIBAT KECELAKAAN DI LOKASI OBYEK WISATA CITUMANG BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG KEPARIWISATAANTanggung jawab hukum sebagai sesuatu akibat lebih lanjut dari pelaksanaan peranan, baik peranan itu merupakan hak dan kewajiban ataupun kekuasaan. Keamanan suatu destinasi kepariwisataan dari kecelakaan ini menyangkut hak dan kewajiban dari pihak-pihak di dalamnya untuk menjaga kondisi aman dan nyaman. Beberapa musibah yang sering terjadi di obyek wisata cenderung selalu dibebankan kepada wisatawan dengan asumsi bahwa musibah tersebut merupakan kelalaian wisatawan itu sendiri. Contoh kasus tenggelamnya Anisatun Nikmah Wisatawan asal Cilacap, Jawa Tengah di Obyek Wisata Citumang yang mengakibatkan wisatawan tersebut kehilangan nyawanya.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tanggung jawab pihak pengelola obyek wisata citumang terhadap wisatawan yang meninggal akibat kecelakaan. Pihak pengelola tersebut adalah Perum Perhutani KPH Ciamis.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang yang bersifat deskriptif analitis. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dari bahan kepustakaan yang didukung dengan data primer dari hasil wawancara. Metode analisis data yang digunakan ialah metode normatif kualitatif.
Hasil Penelitian menunjukan bahwa Perum Perhutani sebagai pihak Pengelola Obyek Wisata Citumang telah bertanggung jawab yaitu dengan mengikutsertakan perlindungan asuransi bagi setiap Wisatawan yang datang ke Obyek Wisata Citumang dan membantu pengajuan klaim asuransi terhadap Wisatawan yang meninggal akibat kecelakaan hal ini sesuai dengan Pasal 20 huruf (f) dan Pasal 26 huruf (e) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan.
Kata Kunci: Tanggung Jawab Hukum, Wisatawan, Kecelakaan.
Legal liability as a result more than the performance of roles, both roles it is the right and duty or power. Security a tourism destination of this accident related to the rights and obligations of the parties in it to ensure a safe and comfortable conditions. Some disasters that often occur in the tourism tend to be charged to the traveler on the assumption that the accident was negligence rating itself. Examples of the sinking of Anisatun Nikmah Tourists from Cilacap, Central Java Tourism Object Citumang rating the resulting loss of life.
The purpose of this study for determine the responsibility of the tourism managers Citumang against tourists who died in the accident. The management is Perum Perhutani KPH Ciamis.
The method used is a normative legal research methods with the approach of legislation that is descriptive analytical. Sources of data in this study using secondary data from the literature are supported by primary data from interviews. The data analysis method used is a qualitative normative method.
Research shows that Perum Perhutani as the business Heritage Citumang been responsible is to include insurance protection for each Tourists who come to Heritage Citumang and help filing insurance claims against Travelers who died in the accident this case in accordance with Article 20 letter (f) and Article 26, letter (e) of Law Number 10 Year 2009 on Tourism.

Keywords: Law Responsibility, Travelers, Accident.
1343216762F1A012080PENDIDIKAN KEMANDIRIAN PADA ANAK PENYANDANG DISABILITAS DI SLB ABCD KUNCUP MAS KECAMATAN BANYUMASAnak dengan disabilitas adalah anak yang mengalami kendala baik secara fisik maupun mental yang menghambatnya untuk mandiri secara naluriah dan selalu bergantung kepada orang lain sehingga ia membutuhkan pendidikan kemandirian. SLB ABCD Kuncup Mas menerima murid dengan segala jenis disabilitas yaitu netra, rungu, daksa, dan grahita. Pendidikan kemandirian bagi anak disabilitas bertujuan agar anak dapat mandiri melakukan kegiatan sehari-harinya tanpa bantuan dari orang lain, dan juga untuk melatih keterampilannya agar ia dapat produktif dan berguna bagi dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konsep, praktek dan bentuk-bentuk pendidikan kemandirian yang diajarkan guru-guru kepada murid-murid dan untuk mengungkap kendala-kendala yang dihadapi guru dalam mengajar anak-anak disabilitas. Informan utama dalam penelitian ini adalah guru-guru serta murid-murid di SLB ABCD Kuncup Mas Banyumas. Sedangkan informan pendukung sebagai sasaran validasinya adalah kepala sekolah, orang tua murid, dan alumni SLB ABCD Kuncup Mas Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik purposive sampling dalam menentukan informannya. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Metode analisis pada penelitian ini berpedoman pada model analisis interaktif.
Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa setiap anak dengan disabilitas membutuhkan pendidikan kemandirian untuk menunjang kehidupannya kelak. Pendidikan kemandirian untuk anak disabilitas netra adalah orientasi mobilitas, peta konsep, dan kesenian bermusik. Pendidikan kemandirian untuk anak disabilitas rungu wicara adalah bahasa isyarat, keterampilan, menari, memasak, bercocok tanam. Pendidikan kemandirian untuk anak disbailitas daksa adalah bina gerak, bina diri dan keterampilan. Sedangkan pendidikan untuk anak disabilitas grahita adalah bina diri dan memasak. Sekolah juga bekerjasama dengan beberapa perusahaan kecil yang dikelola oleh masyarakat Banyumas untuk memberikan pelatihan untuk murid disabilitas, dengan harapan murid-murid disabilitas dapat dipekerjakan setelah lulus dari sekolah, karena seperti yang kita ketahui orang dengan disabilitas lebih sulit diterima bekerja di lingkungan masyarakat umum dengan alasan keterbatasannya. Kendala-kendala yang dihadapi guru dalam menyampaikan pendidikan kemandirian adalah ruang kelas dan tenaga pengajar yang terbatas, hambatan menyampaikan pendidikan pada anak disabilitas ganda, kurangnya motivasi dari orang tua, semangat belajar anak yang tidak stabil dan mudah kendor.


Kata kunci : pendidikan luar biasa, pendidikan kemandirian, anak dengan disabilitas.
Children with disability is a children who experiences barriers both physically and mentally prevented independent instinctively and is always dependent on others so that he needs the independence of education. SLB ABCD Kuncup Mas accept students with any kind of disability that is disability of sight, hearing disability, physical disability/ disabled, and mental disability. Education for disability independence aims so that the child can independently perform daily activities without the help of others, and also to train his soft skill so that he can be productive and useful for himself, family and community. The aims of this research are to reveal forms of independence education which are taught by teachers to their students and to reveal obstacles which are faced by teachers who teach children with disability. Main informants in this research are teachers and students with disability at SLB ABCD Kuncup Mas Banyumas. Meanwhile supporting informan asvalidation target are headmaster, parents, alumnus. It is a qualitative research with purposive sampling as informant selection method. To collect data, thisuse in depth interview and observation. Qualitative analysis method is interactiveanalysis model.
The conlusion of this research is every child with disability needs independence education to improve life. Independence education for blind children are mobility orientation, mindmap, and music. Independence education for mute chidren are symbols building, sounds and rhythm perception, skills, dancing, cooking, and planting. Independence education for disabled children are movement building, self building, and skills and independence education for mentally disabled children are self building and cooking. The school cooperates with some small companies which are managed by community of Banyumas to give training for cildren with disability with expectation they can get job after being graduated from school, because as we know people with disability are hard to get job. Constraints faced by teachers in delivering education independence are the number of classrooms and teachers are limited, barriers to education delivered in multiple disability children, lack of motivation of parents, children learn the spirit of unstable and easily loosened.

Keyword: education for disability, independence education, children with disability.
1343316768E1A012253PENENGGELAMAN KAPAL ASING PENCURI IKAN DI WILAYAH REPUBLIK INDONESIA MENURUT HUKUM INTERNASIONAL Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan tindakan penenggelaman kapal yang dilakukan pemerintah Indonesia sebagai upaya menghentikan pencuri ikan di perairan Indonesia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tindakan penenggelaman kapal tersebut tidak bertentangan dengan hukum internasional maupun hukum laut internasional. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan hukum normatif. Data-data sekunder yang terkumpul diolah dan dianalisis secara kualitatif dengan penyajian data secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tindakan penenggelaman kapal yang dilakukan pemerintah Indonesia terhadap kapal asing pencuri ikan tidak bertentangan dengan hukum internasional maupun hukum laut internasional. Indonesia telah meratifikasi Konvensi Hukum Laut III Tahun 1982 dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1985. Pemerintah Indonesia melakukan penenggelaman kapal asing pencuri ikan adalah didasarkan pada Bab V Konvensi Hukum Laut III Tahun 1982 Pasal 73 yang menetapkan hak-hak berdaulat negara pantai dalam hal pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya ikan yang terkandung di dalam zona ekonomi eksklusif.
This research was motivated by the problems of the act of sinking the ship by the Indonesian government as efforts to stop illegal fishing in Indonesian waters. The purpose of this research to know the act of sinking the ship was not contrary to international law and international law of the sea. This research using methods normative legal approach. Secondary data collected was processed and analyzed qualitatively with the presentment of data in descriptive. Based on the results of this research has been concluded that the act of sinking the ship by the Indonesian government towards foreign vessels that steal fish are not contrary to international law and the international law of the sea. Indonesia has ratified the Convention Law of The Sea III 1982 with Undang-Undang No. 17 1985. Indonesian government to act of sinking the shipis based on Chapter V Convention Law of The Sea III 1982 article 73 which sets sovereign rights of coastal states in the use and management of fish resources contained in the exclusive economic zone.

1343416773E1A112104Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Pengguna Kantong Plastik Berbayar di Ritel Modern Indomaret Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan KonsumenKantong plastik merupakan kantong atau pembungkus yang terbuat dari plastik dan sering digunakan untuk membawa barang-barang konsumsi. Penggunaan kantong plastik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Solusi untuk menanggulangi permasalahan sampah kantong plastik tersebut, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan kebijakan kantong plastik berbayar yaitu Surat Edaran Nomor SE-06/PSLB3-PS/2015 Tentang Langkah Antisipasi Penerapan Kebijakan Kantong Plastik Berbayar pada Usaha Ritel Modern, Surat Edaran Nomor S.1230/PSLB3-PS/2016 perihal Harga dan Mekanisme Penerapan Kantong Plastik Berbayar, dan Surat Edaran Nomor SE.6/PSLB/PS/PLB.0/5/2016 tentang Pengurangan Sampah Plastik Melalui Penerapan Kantong Belanja Plastik Sekali Pakai Tidak Gratis.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum yang diberikan terhadap pengguna kantong plastik plastik berbayar di Ritel Modern Indomaret berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Penelitian ini disusun menggunakan metode yuridis normatif, spesifikasi penelitian adalah deskripstif dengan menggunakan data sekunder dan data primer sebagai data pendukung.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terkait dengan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Hak konsumen pengguna kantong plastik berbayar untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan dan hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa belum terlaksana dengan baik. Sedangkan, hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan terlaksana dengan baik.
Plastic bags are bags or wrappers made of plastic and are often used to bring consumer goods. The use of plastic bags can cause environmental pollution. Solutions to discuss the problem of garbage plastic bags, Ministry of Environment and Forestry issued regulations plastic bags paid namely Circular Letter No. SE-06 / PSLB3-PS / 2015 On Step Anticipation Plastic Bags Paid Policy Implementation in Modern Retail Business; Circular No. S.1230 / PSLB3-PS / 2016 on Implementation Mechanism Price and Plastic Bags Paid; and Circular Letter No. SE.6 /PSLB/PS/PLB.0/5/2016 on Plastic Waste Reduction Through Application of Plastic Disposable Shopping Bags Not Free.

The purpose of this study was to determine the forms of legal protection provided to users of paid plastic bags in Modern Retail Indomaret under Act No. 8 of 1999 on Consumer Protection. This research is compiled using normative juridical methods, specifications descriptive research are using secondary data and primary data as supporting data.

The results of this study show that it is related to Article 4 of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection. Consumer rights users of plastic bags paid to choose the goods and / or services and obtain goods and / or services in accordance with the exchange rate and conditions and guarantees promised and the right to correct information, clear and honest about the condition and guarantee of the goods and / or services has not done well. Meanwhile, the right to be heard opinions and complaints on goods and / or services used performing well.

1343516764A1C111033PENDAPATAN GULA KELAPA SERTA NILAI TAMBAH NIRA SEBAGAI BAHAN BAKU OLAHAN DI DESA PAGERAJI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMASSalah satu agroindustri yang dikembangkan di Indonesia adalah agroindustri gula kelapa, salah satunya di Desa Pageraji Kecamatan Cilongok yang sebagian besar penduduknya sebagai perajin gula kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) profil perajin gula kelapa, 2) besarnya BEP serta R/C dari pengolahan gula kelapa, 3) besarnya nilai tambah yang terbentuk dari pengolahan nira kelapa menjadi produk gula kelapa berdasarkan metode Hayami. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pageraji Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas pada bulan September 2015. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis Revenue Cost Ratio (R/C), analisis Break Even Point (BEP), dan nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan kajian finansial, usaha pengolahan gula kelapa di Desa Pageraji sudah menguntungkan. Besarnya biaya rata-rata total produksi gula kelapa cetak sebesar Rp1.905.319,00 dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp2.112.495,00 dan pendapatan sebesar Rp207.176,00, dan rata-rata biaya total produksi gula kelapa kristal sebesar Rp1.999.015,00 dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp2.392.000,00 dan pendapatan sebesar Rp392.985,00. Usaha pengolahan gula kelapa di Desa Pageraji sudah layak dan efisien untuk dijalankan karena nilai R/C pada gula kelapa cetak sebesar 1,11 dan pada gula kelapa kristal sebesar 1,20, serta BEP sebesar Rp322.900,00 dengan volume produksi 31,71 kg untuk gula kelapa cetak dan Rp222.989,00 dengan volume produksi 17,05 kg untuk gula kelapa kristal. Nilai tambah nira setelah diolah menjadi gula kelapa cetak sebesar Rp1.159,00 dan yang menjadi gula kelapa kristal sebesar Rp1.068,00.One of the developed agro-industry in Indonesia is palm sugar agro-industry, one of them in located in Pageraji village, Cilongok, which is predominantly as palm sugar crafters. This study aims to determine: 1) profile of palm sugar crafters, 2) the amount of BEP and R / C of palm sugar processing, 3) the magnitude of the added value taken from the processing of coconut sap into palm sugar products based on Hayami methods. This research was conducted in Pageraji village, Cilongok district, Banyumas in September 2015. The data analysis used are the analysis of costs and revenues, the analysis of Revenue Cost Ratio (R / C), the analysis of Break Even Point (BEP), and value added. The research results showed that based on a financial review, palm sugar processing business in Pageraji village are already profitable. The average cost of mold sugar palm total production is Rp1.905.319,00 with average reception Rp2,112,495,00 and revenue of Rp2.112.495,00 and the average cost of crystals palm sugar production is Rp207.176,00 with Rp1.999.015,00 average reception and Rp392.985,00 revenue. Palm sugar processing business in Pageraji village are already eligible and efficient to carried out because the value of R / C in mold palm sugar is 1,11 and 1,20 on crystal palm sugar, whether the BEP is Rp322.900,00 with 31,71 kg volume for mold palm sugar production and Rp222.989,00 with 17,05 kg volume for crystals palm sugar production. The value-added of sap after processed into mold palm sugar is Rp1.159,00 and Rp1.068,00 became crystal palm sugar.
1343616765H1C012073PERANCANGAN SISTEM PENGARAH ANTENA OTOMATIS BERDASARKAN PEROLEHAN GAIN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PENGENDALI ARDUINOAntena adalah tranduser untuk mengubah energi listrik menjadi energi gelombang elektromagnetik dan dari gelombang elektromagnetik menjadi energi listrik. Dalam penggunaannya antena harus diarahkan menuju arah sudut tertentu dari referensi guna memperoleh pengarahan yang baik dan gain yang paling besar. Dalam usaha mengarahkan tersebut, digunakan tenaga atau mesin secara manual yang dikendalikan dari jarak jauh sampai diperoleh kualitas sinyal terbaiknya. Oleh karena itu muncul ide membuat sebuah perangkat otomatis yang mengarahkan antena pada arah tertentu berdasarkan perolehan gain terbesarnya oleh pengendali Arduino. Pengaplikasiannya pada jaringan komputer nirkabel dengan menggunakan router OpenWrt TP-LINK TL-MR3420 dan ditambah antena mini sektoral dari Ubiquiti Nanostation 2 Loco. Nilai gain yang terbaca dari interface di router diberikan ke pengontrol Arduino menggunakan modul ekstensi Ethernet W5100. Nilai gain dan ADC sudut disimpan pada masing-masing variabel array gain dan array sudut kemudian ditentukan nilai gain yang paling besarnya. Berdasarkan nilai gain paling besar tersebut akan menunjukan di posisi juring lingkaran ke berapa antena harus diposisikan agar mendapat gain yang paling besar. Dalam memposisikan antena pada gain yang paling besarnya, antena digerakan oleh dua buah aktuator motor DC utama dan motor DC switch. Motor DC utama digunakan untuk memutar tuas tiang antena secara horizontal. Motor DC switch digunakan untuk menggeser tuas ke arah kanan atau kiri ketika sudut antara motor DC utama dan tuas mendekati 180°. Hasil pengujian sistem menyatakan bahwa penggunaan potensiometer sebagai sensor gerak sudut cukup linier dibuktikan dengan persamaan regresi linier 0.0382x – 0.0665 Ω /deg; R^2=0.9992. Algoritma pembandingan dapat digunakan untuk menentukan nilai gain terbesarnya dalam kumpulan data gain yang diperoleh. Dengan rata-rata error pengarahan sebesar 2.06° dan standar deviasi error sebesar 1.8° menyatakan bahwa sistem pengarah antena otomatis dapat mengarahkan antena pada gain terbesarnya. The antenna is a transducer to convert electrical energy into electromagnetic waves and the energy of electromagnetic waves into electrical energy. In use the antenna must be directed towards a certain angle of reference in order to obtain a good direction and the biggest gain . In an effort to steer, still use human power or engine manual which controlled remotely to obtain the best signal quality. Hence, came an idea to make an automatic device that directs the antenna in a particular direction based the acquisition of its largest gain by controller Arduino. Its application on a wireless computer network using OpenWrt router TP-LINK TL-MR3420 plus mini sectoral antenna from Ubiquiti Nanostation 2 Loco. Gain value from the interface on the router is assigned to the controller using the Arduino Ethernet W5100 extension module. Some angle ADC and gain value stored to each variable gain and angle array, then determined the biggest of magnitude gain value. Based on the value of the greatest gain will indicate the position of the circle arc to how the antenna must be positioned in order to get the greatest gain. In the position the antenna on the magnitude of the gain, the antenna is moved by two main DC motor actuator and DC motor switches. The main DC motor is used to rotate the antenna mast lever horizontally. DC motor switches are used to shift the lever to the right or left when the angle between the main DC motors and lever close to 180 °. System test results suggest that the use potentiometer as angular motion sensor is quite linear evidenced by the linear regression equation 0.0382x – 0.0665 Ω /deg; R^2=0.9992. Benchmarking algorithms can be used to determine the value of its biggest gain in a data set obtained gain. With an average error direction at 2:06 ° and the standard deviation of error at 1.8 ° declare that the automatic antenna steering system can direct the antenna on its biggest gain.
1343716767D1E012088TINGKAT KEAMANAN INVESTASI (INVESTMENT SAFETY) PADA USAHA
PENGGEMUKAN SAPI POTONG RAKYAT DI KABUPATEN TEGAL
Penelitian ini berjudul “Tingkat Keamanan Investasi (Investment Safety) pada Usaha Penggemukan Sapi Potong Rakyat Di Kabupaten Tegal”. Tujuan Penelitian ini adalah: 1). Mengidentifikasi kelayakan finansial usaha penggemukan sapi potong di Kabupaten Tegal berdasarkan Net Present Value (NPV), Internal Rate Return (IRR) dan Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Ratio) 2). Menganalisis kelayakan finansial usaha penggemukan sapi potong di Kabupaten Tegal pada berbagai skema perubahan harga input dan output. Penelitian dilaksanakan di wilayah Kabupaten Tegal.Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode survei (Survey Method) terhadap peternak sapi potong. Sampel wilayah dipilih secara stratified randomsamplingsehingga terpilih 5 kecamatan dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Tegal (Kecamatan Bumijawa, Kecamatan Bojong, Kecamatan Tarub, Kecamatan Kedungbanteng, dan Kecamatan Kramat). 100 responden (peternak) dipilih dengan metode Quota Sampling sebanyak 20 peternak dari masing-masing kecamatan.. Kelayakan investasi dinilai dari NPV, IRR, dan B/C ratio. Keamanan investasi dinilai dengan melihat pengaruh perubahan harga terhadap NPV, IRR, dan B / C ratio.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Secara finansial usaha penggemukan sapi potong di Kabupaten Tegal layak untuk dilaksanakan.2). Kenaikan biaya pakan sampai dengan 25% dan atau penurunan harga jual sapi sampai dengan 4% dapat menyebabkan usaha penggemukan sapi potong di Kabupaten Tegal tidak layak dikembangkan.
The study entitled "Investment Safety of Fattening Beef Cattle Farming In Tegal District". The purposes of this study were: 1) identifying financial feasibility of fattening beef cattle farming in Tegal District based on Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) and Net Benefit Cost Ratio (Net B / C Ratio) and 2) analyze the financial feasibility of fattening beef cattle farming on some schemes changes of input and output prices. The research was conducted using a survey method on beef cattle farmers. Sample of the 5 sub districtswere selected using stratified random sampling (Bumijawa, Bojong, Tarub, Kedungbanteng, and Kramat).100 respondents (farmers) were selected by the Quota sampling as many as 20 farmers from each selected sub district.Investment feasibility was assessed using NPV, IRR, and B / C ratio. The investment safety was valued by the influence of price changes to the NPV, IRR, and B / C ratio. The results showed that: 1) beef cattle farming in Tegal District was financially feasible 2) the increase in feed cost up to 25% or a decrease in selling price of cattle up to 4% may cause fattening beef cattle not eligible to be developed.

1343816766G1A012109HUBUNGAN FUNGSI KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN SKIZOFRENIA DI RSUD BANYUMASABSTRAK
Latar Belakang: Prevalensi seumur hidup skizofrenia diperikirakan 1% di seluruh dunia. Di Indonesia, sekitar 99% pasien di Rumah Sakit Jiwa adalah orang dengan skizofrenia. Orang dengan skizofrenia memiliki risiko seumur hidup untuk bunuh diri sebanyak 5% dan celah kematian tersebut terus meningkat. Kegagalan berperan sesuai fungsinya sebagai pelajar, pekerja, pasangan, dan keluarga pada pasien skizofrenia menjadikan keluarga sebagai suatu peranan yang penting yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien skizofrenia dimana kualitas hidup penderita dapat digunakan untuk mengambil keputusan yang berhubungan dengan nasib penderita terutama tindakan yang tepat bagi pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fungsi keluarga dengan kualitas hidup pasien skizofrenia di RSUD Banyumas. Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional. Subjek terdiri dari 53 pasien skizofrenia yang menjalani rawat inap di ruang Bima dan Arjuna serta pasien rawat jalan di Poliklinik Instalasi Pelayanan Kesehatan Jiwa Terpadu beserta keluarga. Metode pengambilan subjek adalah consecutive non probability sampling.
Hasil: Responden yang memiliki fungsi keluarga sehat sebanyak 33 orang (62.3%), fungsi keluarga kurang sehat 18 orang (34.0%), dan fungsi keluarga tidak sehat 2 orang (3.8%). Responden yang memiliki kualitas hidup baik sebanyak 34 orang (64.2%), kualitas hidup cukup 8 orang (15.1%), dan kualitas hidup kurang 11 orang (20.8%). Nilai p=0.338 (p>0.05).
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara fungsi keluarga dengan kualitas hidup pasien skizofrenia di RSUD Banyumas.

Kata kunci: Fungsi Keluarga, Kualitas Hidup, Skizofrenia



ABSTRACT
Background: The lifetime prevalence of schizophrenia estimated around 1% all over the world. In Indonesia, approximately 99% of patients in the Mental Hospital were a person with schizophrenia. People with schizophrenia had a lifetime risk of suicide as much as 5% and this mortality gap continues to increase. Failure acted according to its function as students, workers, couples, and families in schizophrenic patients made the family as an important role that could affected the quality of life of patients with schizophrenia in which this quality of life could be used to make decisions related to the fate of the patients, especially the exact thing to do for the patient. Purpose: The purpose of this study was to determine the correlation between family function and the quality of life of schizophrenia patients at RSUD Banyumas. Method: The design of this study was cross sectional. The subjects of this study concisted of 53 schizophrenia patients that hospitalized in Bima and Arjuna room and also the outpatients at Polyclinic of Psychology Health Care and their family. Subject retrieval method was consecutive non probability sampling. Result: Respondents who had a healthy family functions were 33 peoples (62.3%), less family function were 18 peoples (34.0%), and poor family function were 2 peoples (3.8%). Respondents who had a good quality of life were 34 peoples (64.2%), moderate quality of life were 8 peoples (15.1%), and less quality of life were 11 peoples (20.8%). p= 0.338 (p> 0.05).
Conclusion: There was no significant correlation between family function and quality of life of schizophrenia patients at RSUD Banyumas.

Keywords: Family Function, Quality of Life, Schizophrenia.
1343916769H1C012026PERANCANGAN SISTEM KENDALI KECEPATAN PUTARAN MOTOR DC BERDASARKAN SUHU BERBASIS PLC DAN HMIPerkembangan teknologi dalam bidang kendali dan otomasi pada saat ini berkembang pesat, dimana teknologi tersebut muncul dan berkembang untuk memenuhi kebutuhan manusia yang terus meningkat dan untuk mempermudah manusia dalam melakukan aktifitas. PLC (Programmable Logic Controller) memegang peranan penting dalam proses kendali dan otomasi, karena PLC merupakan sebuah controller yang dapat mengendalikan suatu proses dengan kehandalan dan keamanan yang lebih baik dibandingkan dengan teknologi sistem otomasi lainnya. Di bidang indutri teknologi kendali dan otomasi pun PLC berkembang di bidang sistem kendali kecepatan putaran motor, dimana sangat berperan besar dalam segala proses jalannya industri. Dari hal menggerakan konveyor, proses mixing, dan lain-lain. Biasanya input dari Motor DC didapat dari sebuah sensor seperti sensor suhu, sensor tekanan, dan sensor level ketinggian cairan. Pada Mixing Machine, dibutuhkan sebuah motor yang menggerakan agitator dan motor tersebut dikendalikan oleh sensor suhu. Sistem kendali kecepatan motor menggunakan sebuah sensor PT-100 yang memiliki tegangan keluaran sebesar 74.44 mV pada suhu 85oC. Sistem menggunakan dua buah Konverter yang berupa ADC dan DAC untuk mengendalikan data dari system seperti data suhu dan data kecepatan. Kecepatan motor DC akan disuplai dari sebuah ADC PLC yang memiliki ranah tegangan -10 V sampai dengan 10 V. Output DAC akan dikuatkan menjadi 24 V dikarenakan motor yang digunakan memiliki tegangan maksimal 24 V. Pembacaan kecepatan dari motor menggunakan sebuah sensor photo-electric. Pada system kendali ini, digunakan PLC sebagai sistem kendali yang sangat penting untuk mengendalikan kinerja dari sistem kendali motor yaitu untuk menggerakan Motor DC sesuai dengan suhu yang dibaca sensor dan mengamati perubahan kecepatan Motor DC. Kerja sistem dapat dipantau melalui sistem HMI dari software Citect SCADA sehingga dapat dilihat keadaan dari kecepatan motor dan pembacaan suhu yang langsung dapat dipantau oleh operator melalui PC (Personal Computer). Nilai dari kecepatan motor DC akan mengacu dari nilai suhu yang diterima oleh sensor.The development of control and automation technology for this era is growing very rapidly, where the technology appeared and developed to fulfill human needs that is always increase by the time and also to make something to be easier. PLC (Programmable Logic Controller) is the most important role in control and automation process, because PLC is a controller that can control a process with better reliability and security than other control and automation technology. In industry of control and automation technology, PLC developed in control system for motor rotation velocity, where this technology take a main action in all processes of industry. For example are moving conveyors, mixing process and etc. Basically, an input of DC motor is getting from a sensor just like temperature sensor, pressure sensor, and liquid height level sensor. In Mixing Machine, it needs a motor that can moving an agitator and the motor is controlled by a temperature sensor. Control system of motor velocity use a PT-100 sensor which has 74.44 mV voltage output at 85oC temperature. System use two converters which is ADC and DAC to controlling data from system like temperature data and velocity data. The velocity of DC motor will supplied from a ADC PLC which has voltage range from -10 V until 10 V. DAC output will be amplified become 24 V because the used motor has a 24 V maximum voltage. The reading of motor velocity is getting from a photo-electric sensor. In this control system, PLC has used as a main control system for controlling the performance of control system motor which is moving DC motor according to the read temperature and monitoring fluctuation of motor velocity. Performance of system can be monitored by HMI system from SCADA software citect, so that can be seen the condition of motor velocity and read temperature directly by operator via PC (personal computer). The value from DC motor velocity will according with the read of value of temperature from sensor.
1344016771G1H012046PENGEMBANGAN BISKUIT UNTUK IBU HAMIL ANEMIA MENGGUNAKAN MOCAF-GARUT YANG DISUPLEMENTASI DAUN KELOR DAN HATI AYAMLatar Belakang: Anemia defisiensi zat besi sering terjadi pada ibu hamil. Upaya pencegahan telah dilakukan dengan pemberian tablet besi selama kehamilan, akan tetapi hasilnya belum memuaskan. Daun kelor mengandung unsur multi zat gizi mikro yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk makanan tambahan dalam bentuk biskuit mocaf-garut yang disuplementasi dengan daun kelor dan hati ayam tinggi zat besi dan protein serta memiliki karakteristik sensori yang dapat diterima untuk ibu hamil anemia.

Metodologi: Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang dicoba terdiri dari 2 faktor yaitu : proporsi tepung komposit mocaf : garut (P), 80 : 20 (P1); 75 : 25 (P2); 70 : 30 (P3) dan perbandingan daun kelor : hati ayam (K), penambahan sebanyak 50% terhadap total tepung, 25% : 25% (K1); 35% : 15% (K2). Terdapat 6 kombinasi perlakuan yang diulang 4 kali sehingga diperoleh 24 sampel percobaan. Analisis variabel kimia menggunakan uji F (95%) dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5%, variabel sensorik menggunakan Uji Friedman dan dilanjutkan dengan Uji Banding Ganda 5%. Kombinasi perlakuan terbaik menggunakan Uji Indeks Efektivitas.

Hasil Penelitian: Kombinasi perlakuan terbaik adalah P3K1, yaitu biskuit dengan proporsi tepung komposit mocaf : garut 70 : 30 dan perbandingan daun kelor : hati ayam 25% : 25% dengan nilai energi sebesar 460,35 kkal/100g; kadar air 4,40 %bb; kadar abu 1,76 %bk; kadar protein total 6,09 %bk; kadar lemak 17,71 %bk; kadar karbohidrat by difference 74,43 %bk dan kadar zat besi 9,89 mg.

Kesimpulan: Ibu hamil anemia trimester II dapat diberikan biskuit sebanyak 11 keping dan untuk ibu hamil anemia trimester III diberikan sebanyak 16 keping dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan zat besi.

Kata Kunci: Ibu Hamil, Anemia Defisiensi Zat Besi, Biskuit PMT, Mocaf, Daun Kelor (Moringa oleifera), Garut, Hati Ayam.
Background: Iron deficiency anemia (IDA) is often suffered by pregnant women. Preventive action by giving iron tablet during pregnancy had been performed with unsatisfying result. Kelor leaves has micro nutrient substance that is needed by pregnant women. This study aims to develop additional food product such as mocaf (Modified cassava flour)-arrowroot biscuit that’s supplemented with kelor (Moringa Oleifera) leaves and chicken liver with high level iron and protein as well as sensory characteristics that can be accepted in pregnant women.

Methodology: This study used Random Groups Design. There were two factors tested; they were, the proportion of mocaf : arrowroot (P), 80:20 (P1); 75:25 (P2); 70:30 (P3) and the comparison of kelor leaves : chicken liver (K), 50% addition to total flour, 25% : 25% (K1); 35% : 15% (K2). There were 6 treatment combinations repeated four times until 24 samples were obtained. Chemistry variable analysis used F-test (95%) and then continued with Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5%, sensoric variable used Friedman Test and then continued with Double Compare Test 5%. The best treatment combination used Effectivity Index Test.

Result: The best treatment combination was P3K1, in which biscuit had proportion of the composite of mocaf : arrowroot 70:30 and the comparison of kelor leaves : chicken liver 25%:25% with energy value 460.35 kkal/100g; water content 4.40% bb; gray value 1.76% bk; protein level 6.09% bk; fat content 17.71% bk; carbohidrat content by difference 74.43% bk and iron level 9.89 mg.

Conclusion: Second trisemester pregnant women anemia could be given eleven biscuits and for third semester pregnant women anemia could be given sixteen biscuits in a day to fulfil the iron need.

Key words: Iron Deficiency Anemia, Pregnant women, PMT biscuit, mocaf, Kelor leaves (Moringa Oleifera), Arrowroot flour, Chicken liver.