Artikelilmiahs

Menampilkan 13.501-13.520 dari 49.635 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1350116842H1B011052Kajian Model Penyebaran Penyakit Rabies pada Anjing dengan VaksinasiPenelitian ini mengkaji modifikasi model penyebaran penyakit rabies pada anjing dengan vaksinasi. Berdasarkan nilai angka reproduksi dasar, salah satu parameter yang berpengaruh pada kasus penyebaran penyakit rabies adalah tingkat vaksinasi. Berdasarkan hasil simulasi, populasi akan menuju keadaan bebas penyakit apabila tingkat vaksinasi lebih dari tingkat vaksinasi minimum. Sebaliknya, jika tingkat vaksinasi lebih kecil dari tingkat vaksinasi minimum maka populasi akan berada dalam keadaan endemik. Semakin tinggi tingkat vaksinasi yang diberikan maka populasi akan semakin cepat menuju keadaan bebas penyakit.This research studied the modification of the spread model of rabies in dogs with vaccination. Based on the value of the basic reproduction number, one of the parameters that affect the case of the spread of rabies is vaccination rates. Based on the simulation results, the population will lead to disease-free condition when the vaccination rate is more than the minimum vaccination rates. On the other hand, if the vaccination rate is smaller than the minimum vaccination rate, population will be in the endemic condition. The higher the given level of vaccinations the population will increase faster toward a disease-free condition.
1350216843E1A111031PENERAPAN DISMISSAL PROCEDURE DALAM PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SEMARANG (Studi Komparasi Putusan Nomor:021/G/2015/PTUN-Smg dengan Penetapan Dismissal Procedure Nomor:36/G/2014/PTUN-Smg)Skripsi ini dimaksudkan untuk menelaah mengenai penerapan dismissal procedure dalam Pengadilan Tata Usaha Negara. Dismissal Procedure merupakan suatu prosedur pemeriksaan perkara yang disederhanakan, ketentuan mengenai dismissal procedure diatur dalam Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986. Proses pemeriksaan perkara dalam dismissal procedure dimaksudkan untuk menyaringan perkara yang masuk ke Pengadilan Tata Usaha Negara.
Mengenai penerapan dismissal procedure terlihat dalam Putusan Nomor:021/G/2015/PTUN-Smg dan Penetapan Nomor:36/G/2014/PTUN-Smg, disini terjadi perbedaan penerapan terhadap pemeriksaan perkara dalam dismissal procedure, yaitu antara perkara Nomor:021/G/2015/PTUN-Smg dengan Penetapan dismissal procedure Nomor:36/G/2014/PTUN-Smg.
Pada perkara Nomor:021/G/2015/PTUN-Smg, merupakan suatu produk hukum yang diperoleh melalui pemeriksaan perkara di muka persidangan, yang dalam amarnya majelis hakim menyatakan bahwa, gugatan tidak dapat diterima dengan pertimbangan hukum bahwa tenggang waktu mengajukan gugatan telah lewat, seharusnya mengenai tenggang waktu menggugat merupakan kewenangan dari Ketua Pengadilan dalam dismissal procedure. Sedangkan dalam perkara pada penetapan Nomor:36/G/2014/PTUN-Smg, merupakan produk hukum yang diperoleh melalui pemeriksaan perkara dalam dismissal procedure oleh ketua pengadilan, yang dalam amarnya Ketua pengadilan menyatakan bahwa gugatan tidak dapat diterima dengan pertimbangan hukum bahwa yang menjadi objek sengketa berupa permohonan agar tergugat melakukan suatu perbuatan, bukan memohonn agar tergugat mengeluarkan keputusan, yaitu berupa Keputusan Tata Usaha Negara.
This thesis is to review the dismissal of the application procedure in Administrative Court. Dismissal procedure is an examination procedure simplified case, the provisions regarding the dismissal procedure provided for in Article 62 paragraph (1) of Law Number. 5 of 1986. The process of examining cases in the dismissal procedure intended to menyaringan case that goes to Administrative Court.
Regarding the application of the dismissal procedure shown in Decision No. 021 / G / 2015 / PTUN-Smg and Decision Number:36/G/2014/PTUN-Smg, here there is a difference applicable to the case investigation in the dismissal procedure, namely the case Number: 021/G/2015/PTUN-SMG with the dismissal procedure Determination No. 36/G/2014/PTUN-Smg.
In case Number: 021/G/ 2015/PTUN-Smg, is a legal product that is obtained through examination of the case before the court, which in the verdict the judges stated that, the lawsuit is not acceptable legal grounds that the grace period has elapsed filed, should the deadline to sue the authority of the President of the Court in the dismissal procedure. Whereas in the case of specifying Number: 36 / G / 2014 / PTUN-Smg, a legal product which is obtained through the examination of the case in the dismissal procedure by the chairman of the court, which in the verdict the presiding judge stated that the lawsuit is not acceptable legal grounds that the object of the dispute in the form of a request that the defendant committed a deed and not memohonn that the defendant issued a decision, namely in the form of an administrative decision.
1350316835A1L112044PEMANFAATAN EMPAT ISOLAT Trichoderma sp. UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT AKAR GADA PADA TANAMAN CAISIN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi empat isolat Trichoderma sp. dalam mengendalikan penyakit akar gada serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman caisin. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, mulai Mei 2016 sampai bulan Juni 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri atas 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas, kontrol diinokulasikan P. brassicae, kontrol tidak diinokulasikan P. brassicae, Trichoderma sp. isolat jahe, Trichoderma sp. isolat bawang, Trichoderma sp. isolat pisang, Trichoderma sp. isolat nenas, dan fungisida berbahan aktif Azoksistrobin dan Difenokonazol. Variabel yang diamati adalah masa inkubasi, intensitas penyakit di atas permukaan tanah, intensitas penyakit di bawah permukaan tanah, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar, dan volume akar gada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Trichoderma isolat bawang efektif dalam mengendalikan penyakit akar gada dan meningkatkan hasil tanaman caisin, dengan menekan intensitas penyakit di atas tanah sebesar 50,00%, menekan intensitas di bawah tanah sebesar 34,48%, menurunkan volume akar gada sebesar 72,73%, menunda masa inkubasi sebesar 26,65%, meningkatkan jumlah daun sebesar 18,12%, dan bobot basah sebesar 30,75%. Perlakuan empat isolat Trichoderma sp. belum mampu meningkatkan tinggi tanaman caisin.The Research aimed to know the effect of application four isolates Trichoderma sp. in controlling disease clubroot and their effect on growth and yield of Chinese cabbage. The research was conducted at the agricultural land experiment the faculty, Jendral Soedirman University, from May 2016 to June 2016. Rendomized block design was used with seven treatments and four replications. The treatments were, control inoculated P. brassicae, control not inoculated P. brassicae, Trichoderma sp. isolates ginger, Trichoderma sp. isolates onions, Trichoderma sp. isolates banana, Trichoderma sp. isolates pineapple, and a fungicide made active Azoksistrobin and Difenokonazol. Variables observed were incubation period, intensity diseases on the land surface, intensity disease under the land surface, plant height, leaves number, fresh weight, and volume clubroot. Result of the research showed that treatment Trichoderma sp. isolates onions could pressing clubroot disease and increase crop yield chinese cabbage, by pressing intensity disease on the land of 50,00%, pressing intensity disease under the land 0f 34,48 %, lower the volume clubroot of 72,73%, delaying the incubation of 26,65 %, increase the number of leaves of 18,12 %, and wet weight of 30,75%. Treatment four isolate Trichoderma sp. have not been able to raise hight of chinese cabbage.

1350416836A1H012057PENGARUH PENGGUNAAN JENIS BAHAN PENGEMAS PLASTIK TERHADAP KUALITAS WORTEL (Daucus carota L.) SELAMA PENYIMPANANWortel (Daucus carota L.) adalah tumbuhan jenis sayuran umbi yang biasanya berwarna kuning kemerahan atau jingga kekuningan dengan tekstur serupa kayu namun tidak keras. Wortel merupakan salah satu sayuran yang mudah rusak apabila tidak ditangani dengan baik dan benar. Tingkat kehilangan hasil pada pasca panen yang terjadi pada buah-buahan dan sayur-sayuran segar di daerah tropika sangat tinggi. Kehilangan hasil produk segar hortikultura mencapai 50%, nilai ini sangat besar bila dibandingkan dengan negara negara maju sekitar 5 – 25%.
Salah satu upaya untuk mempertahankan kualitas wortel adalah dengan menggunakan pengemasan plastik yang dapat menekan proses respirasi pada wortel. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh jenis kemasan plastik untuk mempertahankan kualitas wortel selama penyimpanan. 2) Mengetahui kemasan plastik yang sesuai untuk mempertahankan kualitas wortel selama penyimpanan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Perlakuan yang digunakan yaitu mengemas wortel menggunakan kemasan plastik PP (P1T). plastik LDPE (P2T), tanpa kemasan (P3T) dan stretch film (P4T) dengan pengambilan data 2 hari sekali selama 10 hari. Metode penelitian yang digunakan adalah kinetika perubahan mutu dan data dianalisis menggunakan persamaan kinetika reaksi. Variabel yang diukur yaitu warna, kadar air, kekerasan dan susut bobot. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis perlakuan kemasan yang sesuai untuk mempertahankan kualitas wortel yaitu perlakuan P1T (plastik PP) untuk nilai L, b(+) dan a(+); susut bobot dan kadar air. Perlakuan P2T (plastik LDPE) untuk nilai kekerasan pada wortel.

Kata kunci: Wortel, Pengemasan, Plastik.
Carrots (Daucus carota L.) is a tuber vegetable plant species which are usually a reddish yellow or yellowish orange with a similar texture of wood but not hard. Carrots are one of the vegetables that are easily damaged if not handled properly. The level of yield loss in the post-harvest occurs in fresh fruits and vegetables in tropical regions is very high. Loss of fresh horticultural products reached 50%, this value is very large compared with that of developed countries that reach 5-25%.
One of the efforts to maintain the quality of the carrots is to use plastic packaging that can suppress respiration in carrots. This study aims: 1) to know the effect of the type plastic packaging to maintain the quality of the carrot during storage. 2) to know suitable plastic packaging for carrot quality during storage. This research was carried in Laboratory Food Processing and Technology of Agriculture Product, Agriculture Technology, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The treatment used is packing carrots using plastic packaging PP (P1T), LDPE (P2T), without packaging (P3T) and stretch film (P4T) with data capture 2 days for 10 days. The method of study is the kinetics of quality changes and the data were analyzed using the equations of reaction kinetics. Measurement of variable in this study consist of color, water contents, hardness, and weight loss. The result shows packaging treatment best to maintain carrot quality is P1T (PP plastic) for L value, a(+) and b(+); water contents and weight loss. P2T (LDPE plastic) for value of hardness for carrot.

Keyword:Carrot, Packaging, Plastic.
1350516839F1A012031Kerukunan Antar Umat Beragama (Studi Kasus di Kelurahan Kepatihan Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan)Agama merupakan salah satu pedoman yang ada di dalam masyarakat. Setiap agama memiliki perbedaan dalam hal yang berkaitan dengan ritual-ritual keagamaan. Di Indonesia terdapat enam agama yang diakui yaitu Islam, Kristen, Katholik, Budha, Hindu dan Kong Hu Cu. Perbedaan antar agama sering kali menjadi faktor pendorong timbulnya konflik agama. Namun hal ini tidak berlaku di beberapa daerah di Indonesia. Kemajemukkan agama justru mendorong terciptanya kerukunan antar umat beragama. Salah satu daerah yang menciptakan kerukunan antar umat beragama yaitu Kabupaten Pekalongan tepatnya di Kelurahan Kepatihan Kecamatan Wiradesa. Penelitian ini melalui metode penelitian kualitatif deskriptif mampu mendeskripsikan kerukunan antar umat beragama di Kepatihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerukunan antar umat beragama yang berkaitan dengan hajatan, kematian dan perayaan hari besar agama. Hasil dari penelitian ini yaitu hubungan antar umat beragama di Kepatihan berjalan dengan harmonis baik dari kegiatan yang berkaitan dengan hajatan, kematian dan perayaan hari besar agama. seluruh warga baik Islam maupun non Islam saling tolong menolong, membaur dan bekerjasama untuk menyukseskan acara atau kegiatan yang diselenggarakan. Masing-masing pemeluk agama dapat bertoleransi dan menunjukkan simpati dengan umat agama lain melalui berbagai hal yaitu terlibat langsung dalam kegiatan yang berkaitan dengan hajatan, kematian dan perayaan hari besar agama. Ini menunjukkan bahwa adanya kemajemukkan agama tidak menjadi penghalang menciptakan masyarakat yang rukun terutama dalam aktivitas yang berkaitan dengan simbol agama di Kepatihan.Religion is one of guidelines in community and there are multiple diverse of religion. Every religion taught the goodness basically but there are the difference each other. The difference is in the religion ritual. There are six legitimate religions in Indonesia that is Islam, Christianity, Catholicism, Buddhism, Hinduism and Confucianism. Inter Religion differences often become the factor of religion conflict. The diversification of religion in some areas of Indonesia is not a problem. However the differences of religions also become harmony of inter religion impeller. Inter religion harmony happened in Kepatihan Village Wiradesa District of Pekalongan Regency. Through the descriptive qualitative research method is able to describe the inter religion harmony of Kepatihan Village.This study aims to determine the inter religion harmony associated with hajatan, death ceremony and religion day celebrate. The result of this study is Kepatihan inter religion harmony in harmonization activities related to the hajatan, death ceremony and religion day celebrate. All of both Muslims and Non Muslims help each other for the success of the event or activities organized cooperatively. Each religion can be tolerant and showed sympathy with other religions through multiple things, involved directly in a lot of activities related to hajatan, death ceremony and the celebrate of religion day.. It shows in spite of religion complexion not preventing the harmonic of society activities with religion symbol in Kepatihan.
1350616840F1C012064PENGARUH TINGKAT AKSESBILITAS BALAPMOTOR.NET TERHADAP PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI BALAP MOTOR DI KALANGAN TIM DRAG BIKE JAWA TENGAHABSTRAK
Universitas Jenderal Soedirman
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Jurusan Ilmu Komunikasi
Richard Arli Febrianto Siboro
F1C012064
Pengaruh Tingkat Aksesbilitas BalapMotor.Net Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Balap Motor di Kalangan Tim Drag bike Jawa Tengah
BalapMotor.Net adalah sebuah media online otomotif yang memiliki beberapa rubrik berita. Dimana rubrik-rubrik tersebut berisi informasi yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat, khususnya mereka para pecinta otomotif atau balap motor. Di Indonesia sendiri, drag bike adalah salah satu cabang olahraga balap motor yang paling diminati oleh masyarakat. Secara otomatis, banyak masyarakat yang membutuhkan berita dan informasi untuk menambah pengetahuan mereka tentang drag bike. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat aksesbilitas BalapMotor.Net terhadap pemenuhan kebutuhan informasi balap motor di kalangan tim drag bike Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan teori Uses and Gratifications sebagai acauan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dimana untuk membuktikan hipotesis, dilakukan pengukuran melalui kuisioner kepada 40 responden. Untuk menganalisis data, digunakan rumus Pearson Product Moment untuk mencari koefisien korelasi antar variabel dan uji t digunakan untuk menguji hipotesis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,692, dimana pada tabel Guilford angka tersebut dapat diartikan bahwa tingkat aksesbilitas BalapMotor.Net cukup berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan informasi balap motor di kalangan tim drag bike Jawa Tengah. Dari uji t didapatkan hasil t hitung sebesar 5,904 dan t tabel 0,05, maka dapat diartikan t hitung > t tabel. Dengan begitu, dapat dibuktikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat aksesbilitas BalapMotor.Net terhadap pemenuhan kebutuhan informasi balap motor di kalangan tim drag bike Jawa Tengah.
Kata kunci: media berita online, kebutuhan informasi, uses and gratifications
ABSTRACT
Unsoed
Faculty of Social Science and Political Science
Department of Communication
Richard Arli Febrianto Siboro
F1C012064
The Impact of BalapMotor.Net Accessibility Level towards the Racing Information Fulfilling on Drag bike Teams in Central Java
BalapMotor.Net is an automotive online media which has some news rubriks. Those rubriks are accessible by all people, especially by the automotive and racing enthusiasts. In Indonesia, drag bike is a kind of sport that has many enthusiasts. Automatically, there are many people who need the news and information to improve their knowledge of drag bike. This study is purposed to understand the accessibility level of BalapMotor.Net towards the motor racing information needs fulfilling on the drag bike teams in Central Java. This study uses the Uses and Gratifications Theory. The study uses the quantitative method, where to proof the hypothetic, questionnaire was spread to 40 respondents. To analyze the data, Pearson Product Moment Formula was used for finding the correlation coefficient between the variables and t-test was used for testing the hypothetic. The result of this study shows the correlation coefficient at 0.692, which is at the tabel Guilford the figure can be interpreted that the accessibility levels of BalapMotor.net powerful enough towards the racing information needs fulfilling on drag bike teams in Central Java.. From the t-test, it is found tcount at 5.904 and ttabel at 0.05. Thus, it can be interpreted that tcount > ttabel. Therefore, it can be proven that there is a significant impact between the accessibility levels of BalapMotor.net towards the racing information needs fulfilling on drag bike teams in Central Java.
Keywords: online news media, information needs, uses and gratifications.
1350716845A1L012026PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI KULTIVAR MEKONGGA DENGAN TEKNIK BUDIDAYA SALIBU PADA PERLAKUAN TINGGI PEMOTONGAN TUNGGUL DAN SAAT PEMUPUKAN PUPUK HAYATI CAIRPenelitian bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh tinggi pemotongan tunggul pada pertumbuhan dan hasil padi salibu kultivar Mekongga, (2) mengetahui pengaruh waktu pemupukan pupuk hayati cair pada pertumbuhan dan hasil padi salibu kultivar Mekongga, (3) mengetahui interaksi antara tinggi pemotongan tunggul dan saat pemupukan pupuk hayati cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi kultivar Mekongga. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah tadah hujan Desa Gandrungmanis, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap pada bulan Maret 2016 sampai dengan Juli 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design), empat ulangan dan dua faktor yang diteliti yaitu tinggi pemotongan dan saat pemupukan. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan total, kandungan klorofil, luas daun, jumlah anakan produktif, umur berbunga, umur panen, jumlah gabah per malai, persentase gabah isi, panjang malai, bobot gabah per rumpun, bobot gabah per petak dan 1000 biji. Data dianalisis dengan uji F dan dilanjut DMRT taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian bahwa tinggi pemotongan tunggul 5 cm memberikan pengaruh lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil pada tanaman padi kultivar Mekongga. Saat pemupukan pupuk hayati cair 7 hari sekali memberikan hasil lebih baik pada pertumbuhan dan hasil padi kultivar Mekongga. Saat pemupukan tidak tergantung tinggi pemotongan tunggul pada teknik budidaya salibu terhadap pertumbuhan dan hasil padi kultivar Mekongga, ada kecenderungan kombinasi terbaik pada saat pemupukan pupuk hayati cair 7 hari sekali dan tinggi pemotongan tunggul 5 cm.The research aimed to (1) the effect of high cutting stumps on the growth and yield of rice salibu cultivars Mekongga, (2) the effect of the timing of biological fertilizer liquid on the growth and yield of rice salibu cultivars Mekongga, (3) determine the best combination of high cutting stumps and timing of biological liquid fertilizer on the growth and yield of rice cultivars Mekongga. This research was conducted at the rainfed lowland rice in Gandrungmanis Village, Gandrungmangu District, Cilacap from March 2016 to July 2016. This experimental design used Split Plot Design with four replications and two factors studied were cutting height and time of fertilization. Variables observed were plant height, number of tillers total chlorophyll content, leaf area, number of productive tiller, date of flowering, harvesting age, number of grains per panicle, percentage of filled grain, panicle length, grain weight per panicle, grain weight per plot and 1000 seed. Data were analyzed by F test and continued DMRT error level of 5%. The results of the research that the cutting height 5 cm stubble gives a better effect on growth and yield in rice cultivars Mekongga. When fertilizing liquid biofertilizers 7 days provides better results on the growth and yield of rice cultivars Mekongga. When fertilization does not depend on high cutting stumps on cultivation techniques salibu on growth and yield of rice cultivars Mekongga. there is a tendency at the moment the best combination of biological fertilizer liquid fertilizer 7 days and stump cutting height 5 cm.
1350816846C1A009096Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Impor Bawang Putih di Indonesia Tahun 2000-2014Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Impor Bawang Putih di Indonesia Tahun 2000-2014”. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh produksi bawang putih dalam negeri, harga bawang putih impor, GDP atas dasar harga berlaku dan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika terhadap permintaan impor bawang putih di Indonesia dan mengidentifikasi variabel yang memiliki elastisitas paling tinggi terhadap impor bawang putih di Indonesia selama periode 2000-2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder di Indonesia. Data sekunder diperoleh dari melalui beberapa instansi seperti, Direktorat Jendral Pertanian Indonesia, BPS, FAOSTAT, ECONSTAT¸ Dirjen Tanaman Pangan dan Hortikultura, Bank Indonesia dan Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian Republik Indonesia. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda untuk menjelaskan hubungan variabel dependen dengan variabel independen.
Hasil penelitian ini menunjukkan Produksi bawang putih dalam negeri berpengaruh negatif dan signifikan terhadap impor bawang putih di Indonesia. Harga bawang putih impor tidak berpengaruh signifikan terhadap impor bawang putih di Indonesia. GDP atas dasar harga berlaku berpengaruh positif dan signifikan terhadap impor bawang putih di Indonesia. Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika tidak berpengaruh signifikan terhadap impor bawang putih di Indonesia. Pada penelitian ini angka elastisitas terbesar pada variabel harga bawang putih impor yaitu sebesar 76,194. Mempunyai arti setiap kenaikan 1 US $ dari harga bawang putih impor, asumsi cateris paribus, maka akan menambah impor sebesar 76,194 ton dengan asumsi cateris paribus. Hal ini berarti impor bawang putih di Indonesia sangat peka terhadap perubahan harga bawang putih impor.
Pemerintah perlu melakukan kontrol dalam melakukan impor bawang putih sehingga tidak terjadi penumpukan bawang putih impor dipasar. Tidak adanya tarif impor untuk komoditi bawang putih menyebabkan banyaknya bawang putih impor masuk ke Indonesia. Peningkatan produktivitas bawang putih di Indonesia juga perlu untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan turunnya produksi dan produktivitas yang terjadi tiap tahun. Peningkatan produktivitas bawang putih dapat dilakukan dengan cara penyuluhan ke petani yang dilakukan oleh pemerintah dalam tatacara budidaya bawang putih dengan tepat. Penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas bawang putih dalam negeri. Produktivitas bawang putih dalam negeri yang tinggi akan menyebabkan produksi meningkat. Hal ini dapat meningkatkan produksi bawang putih dalam negeri sehingga mampu mencukupi kebutuhan bawang putih dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor bawang putih Indonesia.
This research entitled "Analysis of Factors Affecting Imports of Garlic in Indonesia Year 2000-2014". The purpose of this research was to analyze the effect Indonesia garlic production, imported garlic price, GDP at current prices and the rupiah against the US dollar against the demand for imports of garlic in Indonesia and identify the variables that have a highest rate elasticity of import of garlic in Indonesia during the period 2000-2014. This research is a quantitative research. This research uses secondary data in Indonesia. Secondary data were obtained from various sources. Secondary data obtained through several institutions such as the Directorate General of Agriculture of Indonesia, BPS, FAOSTAT, ECONSTAT¸ Director General of Food Crops and Horticulture, Bank Indonesia and the Ministry of Agriculture Food Security Agency of the Republic of Indonesia. The analytical tools used in this research is multiple linear regression to explain the relationship of the dependent variable and independent variables.
The results of this research showed a significant negative effect in domestic production of garlic to the import of garlic in Indonesia. Imported garlic prices does not significantly affect the import of garlic in Indonesia. GDP at current prices is positive and significantly affect the import of garlic in Indonesia. The rupiah exchange rate against the US dollar does not have significant effect on the import of garlic in Indonesia. In this research, the largest elasticity number in imported garlic price variable is equal to 76.194. This means every increase of 1 US $ from the price of imported garlic, it will increase the import of 76.194 tons of assuming ceteris paribus. This means that the import of garlic in Indonesia is very sensitive to price changes of imported garlic.
Government needs to control the import of garlic so that there is no accumulation of garlic import market. Absence rates for the commodity garlic imports caused so much garlic imported into Indonesia. Increased productivity of garlic in Indonesia also needs to be done. This is due to lower production and productivity that occur each year. Increased productivity of garlic can be done by way of extension to farmers by the government in the manner of cultivation of garlic appropriately. These services are expected to increase productivity of domestic garlic. High garlic productivity will lead to increased production. Increased garlic production can fulfill the needs of garlic and reduce dependence on imports of garlic Indonesia.
1350916847E1A012056PENYIDIKAN HAK CIPTA DI BIDANG MUSIK OLEH PEJABAT PEGAWAI NEGERI SIPIL (Studi di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jakarta)Kehidupan manusia mengalami kemajuan dari hari ke hari-hari. Kejahatan dalam masyarakat pun berkembang di berbagai lini kehidupan. Dalam hukum acara pidana, peran Polri (Polisi Republik Indonesia) dalam menangani kejahatan yang semakin berkembang dituntut lebih lagi. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (Penyidik PPNS) hadir untuk berperan menangani tindak pidana yang sifatnya khas. Penyidik PPNS berada di bawah struktur suatu kementerian. Salah satu contoh Penyidik PPNS adalah Penyidik PPNS Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (Penyidik DJKI). Penyidik PPNS DJKI berada dalam struktur organisasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Penyidik PPNS DJKI berwenang melakukan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana kekayaan intelektual seperti hak cipta, paten, merk, desain industri, rahasia dagang, desain tata letak sirkuit terpadu, indikasi geografis.
Penyidik PPNS DJKI dalam menjalankan tugasnya di penyidikan, dapat berkoordinasi dengan Penyidik Polri atau yang biasa disebut Koordinator Pengawas PPNS (Korwas PPNS) dan dapat berkoordinasi dengan Penyidik PPNS Kekayaan Intelektual yang ditugaskan di kantor-kantor wilayah (kanwil) Kemenkumham.
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui apa yang menjadi kewenangan dari Penyidik PPNS DJKI dalam proses penyidikan hak cipta di bidang musik dan juga mengetahui apa saja yang menjadi hambatan bagi Penyidik PPNS DJKI dalam melakukan penyidikan tindak pidana hak cipta di bidang musik.
Human’s lives develop day by day. In the same line, crime in the society runs rapidly in every line of life. In criminal procedure, Indonesian Police’s role in handling crime is demanded more. Civil Investigator comes up to handle specific criminal act. In structure, Civil Investigator is under a ministry. One of the examples is Intellectual Property Department’s Civil Investigator. In structure, Intellectual Property Department’s Civil Investigator is under Law and Human Right Ministry. Intellectual Property Department’s Civil Investigator is competent to preliminary investigation and full investigation in intellectual property criminal cases, such as copyright, patent, trademark, industrial design, trade secret, layout design of integrated circuit, geographical indication.
In executing their duties, Intellectual Property Department’s Civil Investigators can coordinate with Police Investigator or Civil Investigator Coordinator. Also, they can coordinate with other Intellectual Property Civil Investigators that are placed in Law and Human Right Ministry’s regional offices.
The purpose of this research are to know what are the Intellectual Property’s Civil Investigator’s authorities in copyright investigator process, concerning in music copyright area and to know what are the obstacles for Intellectual Property’s Civil Investigator’s in copyright criminal act investigation, concerning in music copyright area.
1351017175G1A012080Hubungan Antara Leukositosis dengan Kematian pada Pasien Stroke Hemoragik di Rumah Sakit Margono SoekarjoLatar Belakang: Leukositosis adalah sebuah reaksi non spesifik terhadap sejumlah kondisi atau penyakit, dan mungkin merupakan penanda fase akut. Peningkatan jumlah leukosit pada darah perifer dan jumlahnya akan meningkat sesuai dengan besarnya ukuran perdarahan, jumlah leukosit merupakan salah satu penentu hubungan prognosis terhadap pasien stroke hemoragik.

Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara leukositosis dengan kematian pada pasien stroke hemoragik pada RSUD Dr Margono Soekarjo.

Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional retrospektif dengan rancangan belah lintang (cross sectional). Data penelitian menggunakan data sekunder berupa rekam medik. Waktu penelitian ini adalah September 2016. Tempat penelitian adalah di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto. Subjek pada penelitian ini adalah pasien stroke hemoragik yang tercatat pada rekam medik RSUD Margono soekarjo tahun 2015. Responden yang telah menjalani perawatan selama 24-72 jam, akan di ambil data jumlah leukosit dan keluaran pasien dari RSUD Margono soekarjo.

Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara leukositosis dengan kematian pada pasien stroke hemoragik, dengan nilai p sebesar 0,935 atau lebih besar dibandingkan nilai alphanya (α = 0,05). Tidak adanya hubungan antara leukositosis dengan kematian pada pasien stroke hemoragik

Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara antara leukositosis dengan kematian pada pasien stroke hemoragik di RSUD Margono Soekarjo.

Background: Leukocytosis is a non-specific reaction term of conditions or diseases, and may be a marker of the acute phase. Increasing the number of leukocytes in peripheral blood and the amount will increase according to the size of the bleeding, the number of leukocytes is one determinant of prognosis relation to hemorhagic stroke patients.

Objective: The purpose of this study was to determine the relationship between leukocytosis with mortality in patients with hemorrhagic stroke at the Hospital Dr Margono Soekarjo.

Metode: This study is a retrospective observational study with cross sectional design (cross-sectional). Data research using secondary data from medical records. the research held in September 2016. The research is in the hospital Margono Soekarjo Purwokerto. Subjects in this study were patients with hemorhagic stroke in the medical record in Margono Hospital Soekarjo 2015. Respondents who had been undergoing treatment for 24-72 hours, will take the number of leukocytes and outputs the data of patients from hospitals Margono Soekarjo.

Result: The results of this study showed no Relationship between leukocytosis with mortality in patients with hemorrhagic stroke, with a p value of 0.935 or greater than the value of alpha (α = 0.05). There is a not related between leukocytosis with mortality in patients with hemorrhagic stroke

Conclusion: Based on the research results revealed that there was no significant relationship between the leukocytosis with death in hemorhagic stroke patients in hospitals Margono Soekarjo.

1351116848A1L012204EFEK FUMIGAN BEBERAPA JENIS EKSTRAK TANAMAN TERPILIH PENGHASIL SENYAWA VOLATIL TERHADAP KUMBANG
Callosobruchus chinensis (L)
Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui potensi dari beberapa jenis tanaman penghasil senyawa volatil sebagai fumigan terhadap serangga Callosobruchus chinensis dan mengetahui jenis penghasil senyawa volatil terbaik sebagai fumigan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Unsoed Purwokerto pada bulan Pebruari – Mei 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu jenis tanaman penghasil senyawa volatil : P1 = daun pandan wangi, P2 = daun salam , P3 = daun serai wangi, P4 = daun selasih, dan P5 = daun nilam. Faktor kedua taraf konsentrasi : K1= 0 %, K2= 2,5% , dan K3= 5%, K4= 7,5% dan K5= 10 %. Total kombinasi perlakuan adalah 25 kombinasi dan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati adalah mortalitas serangga dan penghambatan aktivitas makan serangga. Data dianalisis dengan cara uji F, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil dari penelitian ini adalah 1) ekstrak tanaman pandan wangi, serai wangi, selasih, nilam, dan salam tidak berpotensi sebagai fumigan terhadap serangga C. chinensis, 2) Selasih merupakan jenis tanaman terbaik penghasil substansi senyawa volatil.


The goals of research were to 1) determine the potential any species of plants that producing volatile compounds as fumigant against green bean weevil, Callosobruchus chinensis and 2) determine the concentration of extracts that giving the best result of fumigant. The research was conducted at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture Jenderal Soedirman University Purwokerto on February - May 2016. This research used Completely Randomized Design by using two factors. The first factor was the species of plants that producing volatile compounds: P1= Pandanus amaryllifolius, P2= Syzygium polyanthum, P3= Cymbopogon nardus, P4= Ocimum basillicum, P5=Pogostemon cablin. The second factor was the the level ofconcentrations: K1 = 0%, K2 = 2,5%, K3 = 5%, K4 =7,5%, and K5 = 10%. Total combined treatment was 25 combinations and each combination treatment was repeated 3 times. The measured variables were mortality of C. chinensis and inhibition of insect feeding activity. Data were analyzed by F test and continued by 5% DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) if it significantly different. The results showed 1) extract of Pandanus amaryllifolius, Syzygium polyanthum, Cymbopogon nardus, Ocimum basillicum, and Pogostemon cablin did not have potential as a fumigant against insects C. chinensis2) Ocimum basilicum was the best plant as producer volatile.


1351216834E1A010096TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA KNALPOT DI CV. DWI KARYA MANDIRI PURBALINGGA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMENBanyaknya model sepeda motor di Indonesia, berdampak pula terhadap minat masyarakat pemilik sepeda motor sendiri untuk menambah performa kendaraannya dengan modifikasi, termasuk dalam merubah bentuk knalpot dari kendaraan tersebut. Semakin banyaknya peminat modifikasi knalpot juga seharusnya diimbangi dengan produk dengan kualitas baik yang dihasilkan oleh pelaku usaha. Kepopuleran bisnis knalpot utamanya adalah disebabkan karena bisnis pembuatan knalpot, menggunakan standar emisi nasional dan desain yang inovatif dimana dunia otomotif semakin berkembang dan diminati dan bisnis pembuatan knalpot menjadi populer karena entry barrier untuk bisa memulai bisnis ini tidak terlalu besar. CV. Dwi Karya Mandiri adalah salah satu tempat usaha knalpot sepeda motor yang cukup terkenal di Purbalingga, terbukti dengan banyaknya produksi knalpot yang dihasilkan
Berdasarkan metode penelitian yuridis normatif dan pengumpulan data melalui penelusuran kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan yang terkait dan juga dari wawancara di CV. Dwi Karya Mandiri maka diperoleh hasil penelitian pada Januari 2016 pelanggan (konsumen) knalpot di CV. Dwi Karya Mandiri melakukan komplain karena dari 200 pesanan knalpot model Tanaga custom 250 cc dengan warna pelangi 5 diantaranya mengalami cacat produk, 2 (dua) knalpot dalam pewarnaan pelangi kurang menyala atau sedikit kusam dan lecet, 2 (dua) knalpot terdapat pemasangan sarangan yang kendor dan 1 (satu) knalpot terdapat pengelasan yang tidak sesuai pola. Pihak konsumen meminta CV. Dwi Karya Mandiri untuk bertanggung jawab mengganti knalpot yang cacat sesuai apa yang dijanjikan di awal.
Hal ini sesuai dengan Pasal 7 dan Pasal 19 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen mengenai kewajiban dan tanggung jawab pelaku usaha. Tanggung jawab CV. Dwi Karya Mandiri sebagai pelaku usaha jasa pembuatan knalpot yaitu mengganti knalpot yang mengalami cacat produksi pada waktu pengerjaan dan pengiriman dengan knalpot yang baru sesuai dengan pesanan.
The many models of motorcycles in Indonesia, have an impact on the public interest of the owner of the motorcycle itself to increase the performance of the vehicle with modifications, including changing the shape of the exhaust of the vehicle. Increasingly many enthusiasts exhaust modifications should also be balanced with good quality products produced by businesses. Popularity exhaust business is primarily due to the business of making the exhaust, using national emission standards and innovative design in which the automotive world is growing and demand and the business of making exhaust become popular because the entry barrier being able to start a business is not too large. CV. Dwi Karya Mandiri is one of the motorcycle exhaust business is very well known in Purbalingga, evidenced by the many production exhaust generated
Based on normative juridical research methods and data collection through literature searches of the legislation concerned and also of interviews in CV. Dwi Karya Mandiri obtained results of research in the January 2016 customers (consumers) exhaust CV. Dwi Karya Mandiri make complaints because of the 200 orders the exhaust models Tanaga custom 250 cc with rainbow colors 5 of which were defective product, 2 (two) exhaust in coloring a rainbow less lit or slightly dull and scuffed, 2 (two) exhaust there are mounting attacks, saggy and 1 (one) exhaust there that do not fit the pattern welding. Consumer requesting CV. Dwi Karya Mandiri responsible for replacing defective muffler match what was promised in the beginning.
This is in accordance with Article 7 and Article 19 of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection regarding the duties and responsibilities of business operators. CV responsibility. Dwi Karya Mandiri as business operators manufacturing services that replace the exhaust muffler are experiencing defects in workmanship and delivery time with a new exhaust in accordance with the order.
1351316631A1H012067PENGARUH WAKTU BLANCHING SERTA PERBANDINGAN JAGUNG DENGAN AIR TERHADAP SIFAT FISIK DAN ORGANOLEPTIK SUSU JAGUNG MANISSusu jagung merupakan produk hasil ekstraksi jagung menggunakan air, yang mempunyai penampakan dan nilai gizi mirip dengan susu kedelai. Pemanfaatan jagung manis masih terbatas karena kurangnya pengetahuan , keterampilan tentang alih teknologi dan diversifikasi produk olahan jagung manis. Keterbatasan tersebut dapat dikurangi melalui proses diversifikasi olahan jagung manis menjadi susu jagung manis. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui pengaruh perbandingan antara jagung dan air terhadap sifat fisik dan organoleptik susu jagung manis yang dihasilkan, 2) Mengetahui pengaruh waktu blanching terhadap sifat fisik dan organoleptik susu jagung manis yang dihasilkan, 3) Mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap susu jagung yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian (TPPHP) Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial 2x3x3 dengan masing-masing tiga kali ulangan. Faktor yang dicoba meliputi tiga faktor yaitu varietas jagung manis (A), waktu blanching (B), dan perbandingan konsentrasi jagung dengan air (C).Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) atau analisis sidik ragam pada taraf 5 % dan untuk uji lanjut dengan Fisher’s LSD atau BNT taraf 5%. Variabel yang diamati adalah total solid, kadar gula, viskositas, massa jenis, warna, dan sifat organoleptik. Parameter organoleptik terdiri dari rasa, aroma, dan kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan waktu blanching dan perbandingan jagung dengan air tidak berpengaruh nyata terhadap analisis organoleptik namun berpengaruh nyata terhadap sifat fisik susu jagung manis. Susu jagung yang disukai konsumen yaitu dengan kombinasi perlakuan varietas jagung sweet lady (A2), waktu blanching 12 menit (B3), dan konsentrasi jagung dengan air 1:2(C1). Pada perlakuan tersebut berdasarkan uji organoleptik menunjukkan paling banyak dipilih panelis yaitu dengan nilai rasa sebesar 2,1; aroma sebesar 2,8; dan kesukaan 3,6.

Kata kunci: susu jagung, blanching, diversifikasi jagung
Corn milk is product extraction corn using water, in that it has value similar nutrition with soy milk. The use of corn milk is still limited because knowledge less, skill occuption abaout technology change position and technology diversification prossesing product sweet corn.This research aims to: 1) Know the the effect of concentration of corn aand water on pysical and organoleptic milk corn sweet produced; 2) Know the effect time of blanching on pysical and organoleptic milk corn sweet produced; 3) Know the milk corn sweet produced quality and the most prefered by consumers.The Research carried out in laboratory of Agricultural Technology, Laboratory of Agricultural Products Processing Techniques, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This research use a completely randomized design (CRD) developed in factorials 2x3x3 with each three time second field. Factors that attempted covering three factors which is sweet corn varieties (A), time of blanching (B), concentration and comparison corn with water (C). The data were analyzed by using analysed of varians, if the effect is significant then followed by Fisher’s LSD at 5% level then displayed on the from chart. The observed variables were solid completely, sugar level, viscosity, a mass of type, color, and organoleptic properties. Organoleptic parameters consists of taste, aroma, and preference.The result showed that the difference blanching time and ratio corn of waterdid not significant affect organoleptic properties but the real impact physical properties sweet corn milk. Sweet corn milk most preferred by consumers is from treatment combination varieties sweet lady (A2),time of blanching twelve minites (B3), and concentration corn with water 1:2 (C1). The treatment of organoleptic test indicate most prefered by consumers is value taste by 2,1; aroma by 2,6; and most preference by 3,6.

Keyword: Corn milk, Blanching, Corn diversification
1351416849H1H012004Retensi Energi dan Derivatnya serta Indeks Hepatosomatik Pada Benih Tor tambra Yang diberi Pakan Dengan Kandungan Protein BerbedaPenelitian ini berjudul Retensi Energi Dan Derivatnya Serta Indeks Hepatosomatik Pada Benih Ikan Tambra (Tor Tambra) Yang Diberi Pakan Buatan Dengan Kandungan Protein Yang Berbeda. Tujuan dillakukan penelitian ini adalah mengetahui Mengetahui nilai retensi energi serta derivatnya dan indeks hepatosomatik (IHS) pada benih ikan tambra (Tor tambra) yang diberi pakan buatan dengan kandungan protein berbeda. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan enam ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penggunaan pakan yang berprotein 25%,30% dan 35%. Rasio pemberian pakan sebesar 5% dari berat ikan. Variabel yang diamati meliputi retensi energi, derivat energi dan indeks hepatosomatik dengan parameter pendukung berupa kualitas air. Hasil retensi energi berkisar antara 22,65±2,40% -26,52±2,08%. Hasil derivat dari energi yaitu energi protein berkisar 9,66±0,93% -11,94±0,92%, energi karbohidrat berkisar 6,09±0,32% -7,55±0,58% dan energi yang berasal dari lemak berkisar 6,26±0,66% -7,55±0,58% dan hasil indeks hepatosomatik berkisar antara 0,4±0,01% -3,47±2,35%. Hasil ANAVA menunjukan adanya pengaruh dari perbedaan kandungan protein bagi nilai retensi energi dan derivatnya namun bagi nilai indeks hepatosomatiknya tidak berpengaruh pada benih ikan tambra (Tor tambra). Parameter kualitas air yang diamati berada dalam kisaran yang optimal untuk pemeliharaan ikan Tambra (Tor tambra)
This study artikle titled “Energy and Derivatives Energy retention And hepatosomatic Index of Tor Tambra seed feed Artificial diet using Different Protein levels”. The purpose of this study was to determine. Retention of energy as well as it’s derivative and indices hepatosomatic (IHS) on fish seed Tor tambra fed artificial diet using different protein content. The design used was completely randomized design (CRD) with three treatments and six replications. The treatments used in this study is the use of feed protein 25%, 30% and 35%. Feeding ratio of 5% of the weight of the fish. The observed variables include the retention of energy, energy derivatives and indices hepatosomatic with support form the parameters of water quality. The results of the energy retention ranged between 22.65±2.40% - 26.52±2.08%. Results: energy derived from protein energy range of 9.66 ± 0.93% -11.94 ± 0.92%, carbohydrate energy range of 6.09± 0.32% - 7.55 ± 0.58% and the energy that comes fat ranged from 6.26 ± 0.66% -7.55 ± 0.58% and the index results hepatosomatic ranged from 0.4 ± 0.01% -3.47 ± 2.35%. ANOVA results showed the influence of differences in protein content for value retention of energy and their derivatives but for the value index hepatosomatik no effect on fish seed Tor tambra. Water quality parameters were observed to be in the optimal range for pisciculture Tor tambra.
1351516850A1L008109PENYEBARAN NEMATODA SISTA KENTANG DI KECAMATAN BATUR KABUPATEN BANJARNEGARANematoda Sista Kentang (NSK) tercatat sebagai nematoda yang paling merugikan dibandingkan dengan serangan nematoda parasit lainnya. Kecamatan Batur sebagai salah satu sentra pertanaman kentang memungkinkan terjadinya penyebaran NSK ke berbagai wilayah yang ada di Kecamatan Batur. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui populasi sista NSK dan pola penyebaran spesies NSK di Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara dan di Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian Rawamangung Jakarta.. Metode penelitian menggunakan metode cluster stratified purposive random sampling. Pengambilan sampe dilakukan dengan mengelompokkan satu atau lebih petak alami pada beberapa lokasi dengan batasan penggunaan lahan dan perbedaan ketinggian. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan NSK ditemukan di seluruh wilayah pengamatan. Faktor utama penyebaran NSK disebabkan penggunaan bibit, pola budidaya, dan kondisi wilayah. Ketinggian satu lahan berpengaruh positif terhadap peningkatan kepadatan populasi NSK dengan model persamaan regresi Y = 0,231X – 314,982 dan R2 = 0,564. Sehingga dapat dikatakan bahwa setiap penambahan ketinggian 100 m terdapat penambahan sista NSK sebanyak 23 sista. Keberadaan Globodera rostochiensis masih mendominasi dibandingkan dengan Globodera pallida.Potato cyst nematode (PCN) was recorded as the most harmful nematodes compared with other parasitic nematode attack. District Batur as one of the centers of potatoes allows the deployment of PCN to various areas in the District Batur. This study aims to determine the PCN cyst population and species distribution patterns of PCN in Banjarnegara District Batur. The research was conducted in the District of Banjarnegara District Batur and at the Center for Agricultural Quarantine Standard Test Rawamangung Jakarta. The method using purposive stratified cluster random sampling. Sampling was done by grouping one or more natural plot at several locations with land use restrictions and differences in altitude. The results showed the presence of PCN found throughout the observation area. The main factor is the spread of PCN due to the use of seeds, cultivation patterns, and the condition of the area. The height of the land had a positive effect on the increasing of PCN population density with a model regression equation Y = 0,231X - 314.982 and R2 = 0.564. So it can be said that each additional height of 100 m there are as many as 23 additional cyst of PCN. The existence of Globodera rostochiensis still dominates compared with Globodera pallida.
1351617821G1D013029Faktor-faktor Sosiodemografi yang Memengaruhi Pencapaian Successful Aging Lansia di Desa Panusupan Kecamatan Cilongok Kabupaten BanyumasPeningkatan jumlah penduduk lansia di Indonesia belum diimbangi dengan peningkatan kualitas hidup lansia. Populasi lansia menurut variabel sosiodemografi seperti jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pekerjaan, penghasilan dan living arrangement mengarahkan pada keberagaman kondisi kehidupan lansia seperti kualitas hidup lansia, produktifitas, kemandirian, keterlibatan secara sosial, yang berkaitan dengan successful aging. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Jumlah total responden adalah 104 lansia yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Successful aging diukur menggunakan Successful Aging Scale (SAS). Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square dan uji multivariat regresi logistik. Rata-rata pencapaian successful aging lansia 80,72 dengan 81,7% lansia memiliki successfull aging yang baik. Hasil uji chi square menunjukan variabel yang tidak berhubungan dengan pencapaian successful aging lansia adalah jenis kelamin (p=0,229), status pekerjaan (p=0,128), dan penghasilan (p=0,345). Variabel yang berhubungan dengan pencapaian successful aging lansia yaitu tingkat pendidikan dan living arrangements dengan masing-masing nilai p= 0,000. Hasil uji regresi logistik menunjukkan tingkat pendidikan (OR=0,192) merupakan variabel paling dominan yang mempengaruhi pencapaian successful aging lansia. Tingkat pendidikan merupakan faktor sosiodemografi yang paling dominan dalam pencapaian successful aging lansia.An increasing number of elderly people in Indonesia hasn’t been followed by improvement in quality of life. Sociodemographic variables including gender, level of education, job status, salary and living arrangements influence elderly people’s quality of life, productivity, independency, social involvement which related to successful aging. This is a quantitave research using cross sectional design. A total of 104 elderly who seleted using simple random sampling technique participated in this study. Succesful aging was measured by Succesful Aging Scale (SAS). Data was analyzed using chi-square and logistic regression multivariate test.The mean score of successful aging was 30,72. Most of elderly were on high level of successful aging (81,7%). Chi square analyzed did not showed a significant association between the variable gender (p=0,229), job status (p=0,128), and salary with successful aging. However, significant association was found between the variable level of educational and living arrangements (p=0,000 respectively). Logistic regression test showed level of educational is the dominant factor that contribute to successful aging (OR=0,192). Level of educational is the dominant sociodemographic factors influence successful agingof elderly.
1351716797H1G012042PENGARUH JUMLAH FILTRASI TERHADAP PENURUNAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK LIMBAH CAIR LAUNDRY DALAM SISTEM BIOSAND FILTERMetode biosand filter dapat digunakan untuk mengurangi kandungan bahan organik pada limbah cair laundry. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui kemampuan biosand filter dalam menurunkan kandungan bahan organik pada limbah laundry, mengetahui jumlah filtrasi pada sistem biosand filter yang paling efektif digunakan dalam menurunkan kandungan bahan organik pada limbah laundry, dan mengetahui kesesuaian hasil pengolahan bahan organik menggunakan biosand filter pada limbah laundry dengan standar baku mutu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor perlakuan adalah jumlah filtrasi biosand filter (0, 1, 2, 3, 4, dan 5 kali), setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa biosand filter mampu menurunkan kandungan bahan organik limbah cair laundry sebesar 86,11± 2,78% (BOD) dan 85,41 ± 3,62% (COD). Jumlah filtrasi biosand filter yang paling efektif menurunkan kandungan bahan organik limbah cair laundry adalah 4 kali. Kemudian hasil pengolahan limbah laundry berupa bahan organik dengan sistem biosand filter telah memenuhi standar baku mutu menurut Perda Prov. Jateng No. 5 th. 2012.Biosand filter method can used to reduce the content of organic matter in laundry wastewater. This research aimed to determine the ability biosand filter to reduce organic matter in the laundry wastewater, to find out the number of filtration biosand filters system most effective to reduce organic matter in the laundry wastewater, and to compare with laundry wastewater quality standards. This research used experimental method with a completely randomized design (CRD). Treatment factor is the number of filtration biosand filter system (0, 1, 2, 3, 4, and 5 times), each treatment was repeated 3 times. The results showed that the biosand filter system can reduce the organic matter content of laundry wastewater out of 86,11± 2,78% (BOD) and 85,41 ± 3,62% (COD). The number of filtration biosand filters system is most effectively used to reduce organic matter of laundry wastewater is 4 times. Then the results of processing laundry wastewater by biosand filter system has met the quality standards in accordance with Central Java Regulation No. 5 th. 2012.
1351816844E1A012297ANALISIS YURIDIS TANGGUNG JAWAB PENGANGKUT ANGKUTAN UDARA TERHADAP PENUMPANG AKIBAT KECELAKAAN PESAWAT UDARA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG PENERBANGAN (Studi : Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor160/Pdt.G/2007/PN.JKT)Pengangkutan Udara bagi masyarakat Indonesia saat ini banyak diminati. Namun banyak problematika salah satunya keamanan dan kenyamanan. Hal keamanan yang harus dihindari adalah kecelakaan. Sesuai dengan judul Analisis Yuridis Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara Terhadap Penumpang Akibat Kecelakaan Pesawat Udara Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan (Studi:Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor160/Pdt.G/2007/PN.JKT). Adapun tujuan penulisan hukum ini antara lain, untuk mengetahui dan mencari jawaban Analisis Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan pada kasus Kecelakaan Pesawat Udara dalam hal Tanggung Jawab Pengangkut.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan deskriptif analitis. Metode pengumpulan data dengan data sekunder tersebut diperoleh dengan cara inventarisasi terhadap peraturan perundang-undangan, buku-buku teks, artikel, hasil penelitian sebelumnya. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam menganalisis dan mengumpulkan data dengan normatif kualitatif.
Hasil penelitian dapat diketahui dari pertimbangan hakim dan analisis Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 dikaitkan dengan Putusan Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 160/Pdt.G/2007/PN.JKT.PST yaitu Majelis Hakim dalam Putusan menyatakan bahwa Tergugat telah melakukan wanprestasi. Tergugat tidak bertanggung jawab atas kecelakaan. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan memuat dengan jelas mengenai tanggung jawab pengangkut terhadap penumpang, dengan Peraturan Menteri Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Udara.
Air Freight for the Indonesian people for this now very much in demand. But many problems of one security and comfort for the passengers. One of the security to avoid an accident. When the accident could not be spared again, then the carrier was responsible. In accordance with the title Analysis of Judicial Responsibility Against Carrier Air Transport Passenger Aircraft Accident Based on Law No. 1 Year 2009 on Flight (Study: Central Jakarta District Court Number 160 / Pdt.G / 2007 / PN.JKT). The purpose of writing this law, among others, to identify and seek answers Judge Legal Considerations and Analysis of Law No. 1 Year 2009 on Aviation on Aircraft Accident cases in terms of Air Transport Carrier Responsibilities of the Passenger.

This study uses normative juridical approach. Specifications research is descriptive analytical. Methods of data collection is done with the secondary data obtained by an inventory of the legislation, textbooks, journals, articles, results of previous studies. The types and sources of data used in analyzing and collecting data is done by qualitative normative.

The results of the study can be seen from the consideration of the judge and the analysis of Act No. 1 of 2009 associated with the ruling the judges at the Central Jakarta District Court No. 160 / Pdt.G / 2007 / PN.JKT.PST that the judges in the Decision states that the Defendant has done default / injury appointment. That the Defendant is not responsible for any accidents that occur. Law No. 1 Year 2009 on Aviation contain clearly the responsibility of the carrier to passengers, coupled with the Ministerial Regulation No. 77 Year 2011 on Air Carrier Liability.
1351916851F1C012054STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN TEAM MARKETING COMMUNICATION MAJALAH HARPER'S BAZAAR INDONESIA DALAM MEMASARKAN EVENT BAZAAR WEDDING EXHIBITION 2016Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran dan bauran komunikasi pemasaran (marketing mix ) team marketing communication majalah Harper’s Bazaar Indonesia dalam memasarkan event Bazaar Wedding Exhibition 2016. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian kualitatif digunakan untuk memperoleh fenomena sosial dengan pengamatan di lapangan, yang penuh dengan makna-makna yang mungkin muncul.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh team marketing communication majalah Harper’s Bazaar Indonesia dalam memasarkan event Bazaar Wedding Exhibition adalah mencari media parter dan event planner dari majalah dan media lain, team marketing communication membuat promo iklan event Bazaar Wedding Exhibition, membuat kerjasama dengan pihak lain maka dalam event tersebut team marketing communication bekerjasama dengan EO (event organizer) yaitu Tiara Josodirdjo & Accociates (TJ&A) dan Ritz-Carlton Pasific Place Jakarta, Mengadakan Talkshow, membuat feedback form untuk mengetahui tanggapan serta kritik dan saran client kemudian evaluasi untuk event selanjutnya agar lebih baik. Pada Strategi komunikasi pemasaran team marketing communication majalah Harper’s Bazaar Indonesia tersebut terdapat bauran komunikasi pemasaran (marketing mix) yaitu iklan (advertising), penjualan perseorangan (personal selling), promosi penjualan (Sales promotion), Hubungan masyarakat (Human relation), dan Penjualan langsung (Direct marketing).

Kata kunci :Majalah, Komunikasi Pemasaran, strategi komunikasi pemasaran, Bauran Komunikasi Pemasran (marketing mix)
This study is purposed to understand the marketing communication strategy and the marketing mix of marketing communication team in Harper’s Bazaar Indonesia Magazine in marketing Bazaar Wedding Exhibition 2016 event. This study uses the qualitative method, which is used for obtaining the social phenomenon with observation, which is full of the meanings that might appear.
The result of this study showed that the marketing communication strategy which is done by marketing communication team in Harper’s Bazaar Indonesia magazines in the event of Bazaar Wedding Exhibition is various. Looking for media partner and event planner from another magazine and he other media, marketing communication team created the advertisement promotion of Bazaar Wedding Exhibition event, making the cooperation with other parties like Event Organizer, Tiara Josodirdjo & Associates (TJ & A) and Ritz-Carlton Pasific Place Jakarta, held the talk show, making feedback form for understanding the feedback and critics from clients, which will be evaluated later for better event later. Marketing communication team of Harper’s Bazaar Indonesia Magazine use the marketing communication strategy in which there are marketing mix which consisted of advertising, personal selling, sales promotion, human relation, and direct marketing.
Keyword: Marketing communication, marketing communication strategy, marketing mix, magazine
1352016852E1A011267PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA POLIGAMI ILEGAL
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor :1576/PDT.G/2013/PA.SMD)\
Latar belakang atau alasan pemilihan judul ini karena pembatalan perkawinan merupakan perkara yang memang terjadi di tengah-tengah masyarakat, dan perkara ini merupakan salah satu perkara yang menjadi kewenangan Pengadilan Agama. Pembatalan perkawinan ini terjadi karena beberapa alasan seperti yang diatur dalam Undang-Undang. Salah satu alasan pembatalan perkawinan yaitu Poligami Ilegal . Oleh karena alasan tersebut, peneliti tertarik untuk mengangkat judul “Pembatalan Perkawinan karena Poligami Ilegal
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan Pembatalan Perkawinan karena Poligami Ilegal pada Putusan Pengadilan Agama Samarinda Nomor Nomor :1576/PDT.G/2013/PA.SMD Metode penelitian yang peneliti pakai adalah Yuridis Normatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pertimbangan hukum yang dipakai oleh Hakim Pengadilan Agama Samarinda sudah tepat karena hakim mengabulkan Permohonan Pembatalan Perkawinan karena Poligami Ilegal.
Kata kunci :. Pembatalan Perkawinan, Poligami
PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA POLIGAMI ILEGAL
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor :1576/PDT.G/2013/PA.SMD)\
Oleh : Aris Munandar
NIM: E1A011267
ABSTRACT

This research describe that annulment of a marriage is the case which happen in the society. This case has a legal authority from Religious Court. An annulment of marriage occurred because of several aspect which is regulated in law. One of the main reason in annulment of a marriage is Illegal Polygamy. Therefore, the tittle of this research is “An Annulment of a marriage because of Illegal Polygamy”.
The purpose of this research is how to understand about judicial consideration judge to grant An Annulment of a Marriage because of Illegal Polygamy in the Decisions of Religious Courts in Samarinda No: 1576/PDT.G/2013/PA.SMD. The method of this research is Juridical Normative.
The result of the research shows that the law consideration which is used by a Judge in Samarinda Religious Courts is exactly right, because the Judge granted The Petition of an Annulment of a Marriage because of Illegal Polygamy.
Keyword: An Annulment of a marriage, Polygamy