Home
Login.
Artikelilmiahs
16802
Update
ABID ANGGABAYA
NIM
Judul Artikel
Keunggulan Komparatif dan Kompetitif Usahatani Beras Merah Organik pada Kelompok Tani Rukun di Desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Desa Pakembinangun merupakan salah satu sentra budidaya beras merah organik. Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Rukun di Desa Pakembinangun dalam melaksanakan usahatani beras merah organiknya tidak lepas dari faktor-faktor produksi yang saling terkait satu sama lain. Kendala akan ketergantungan dalam penyediaan input khususnya obat-obatan untuk budidaya beras merah organik dan pupuk pada bahan baku impor akan selalu muncul. Hal ini menyebabkan tingkat harga dan ketersediaan input tergantung pada fluktuasi nilai mata uang. Alokasi penggunaan input untuk meningkatkan produksi menjadi salahsatu kendala dalam usahatani beras merah organik. Sebagai salah satu sentra budidaya beras merah organik, maka perlu dianalisis keunggulan komparatif beras merah organiknya agar dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan petani dan keunggulan komparatif serta kompetitif beras merah organik yang diusahakan Kelompok Tani Rukun di Desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Maret 2016 dengan sasaran penelitian adalah petani beras merah organik di Desa Pakembinangun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan usahatani dan Policy Analisis Matrix (PAM). Hasil penelitian menunjukkan keuntungan privat petani untuk setiap hektarnya adalah Rp15.962.043,61. Sedangkan keuntungan sosial untuk setiap hektarnya adalah Rp35.018.616,22. Usahatani beras merah organik di Desa Pakembinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman, Yogyakarta menguntungkan baik secara ekonomi dan finansial. Usahatani beras merah organik Kelompok Tani Rukun memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif. Terbukti dari nilai PCR yang lebih kecil dari satu, yaitu 0,46 dan nilai DCR sebesar 0,28. Kebijakan pemerintah terhadap output maupun input yang mempengaruhi usahatani beras merah organik di Desa Pakembinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman, Yogyakarta masih belum efektif memberikan insentif kepada petani dan menyebabkan keuntungan yang diterima petani lebih rendah dari keuntungan yang harusnya dapat diterima petani.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Pakembinangun Village is one of organic brown rice production center. On doing organic red rice farming, farmers who are incorporated in Tani Rukun Farmer Group in Pakembinangun Village cannot be apart with production factors that are related to one another. The obstacle of input provision especially pesticide for organic red rice farming and fertilizer on imported material will always come up. That could cause the dependency of price level and input provision on currency values fluctuation. To allocate the input usage to increase production has become one of the issues on organic red rice farming. As one of the production center, the organic brown rice comparative advantage needs to be analyzed so it could compete in domestic, also international market. The aim of this study are to find out farmer income, and also the organic brown rice comparative and competitive advantage which is produced by Tani Rukun Farmer Group at Pakembinangun Village, Pakem Sub-district, Sleman, Yogyakata. The study conducted on February - March 2016 and was chosen organic brown rice farmers at Pakembinangun Village as respondents. The research method which is used in this research is survey. The Analysis method which is used in this study is farming income analysys and Policy Analysis Matrix (PAM). The result of this study shows that the private profitability of organic brown rice farmer is Rp15.962.043,61 per hectare, while Rp35.018.616,22 for social profitability per hectare. Organic brown rice farming at Pakembinangun Village, Pakem Sub-district, Sleman, Yogyakata is financially and economically profitable. Organic brown rice farming by Tani Rukun Farmer Group has comparative and competitive advantage proven by its PCR score of 0.46 which is less than one, and also DCR score of 0.28. Goverment policy towards output and input which affecting Organic brown rice farming at Pakembinangun Village, Pakem Sub-district, Sleman, Yogyakata has not been effective yet on giving incentive towards farmers and so, the profit that was earned by farmer is lower than the way it should be.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save