Home
Login.
Artikelilmiahs
7288
Update
SULFIYANI
NIM
Judul Artikel
The Study of The Jakarta Post’s Tendency in Reporting Israel – Palestine Conflict on November 20th 2012 (A Study of Critical Discourse Analysis)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Peneliti melakukan penelitian berjudul The Study of The Jakarta Post’s Tendency in Reporting Israel – Palestine Conflict on November 20th 2012: a study of Critical Discourse Analysis. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan kecenderungan dalam representasi pada artikel the Jakarta Post tentang konflik Israel - Palestina pada tanggal 20 November 2012. Penelitian ini menekankan untuk mengetahui cara surat kabar tersebut merepresentasikan Israel dan Palestina selama konflik tersebut. Hal ini juga bertujuan untuk mengungkapkan kecenderungan di balik representasi dalam artikel tersebut. Peneliti menganalisis representasi dalam artikel the Jakarta Post berdasarkan teori Halliday dan Fairclough tentang analisis wacana kritis, yang meliputi tematisasi, transitivity, passivization, nominalisasi, dan lexical choice analysis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif . Data penelitian ini adalah seluruh klausa dalam artikel. Sumber data diambil dari situs The Jakarta Post. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat 37 topical theme yang menggambarkan Israel dan 45 topical theme yang menggambarkan Palestina. Peneliti juga menemukan bahwa terdapat 49 klausa proses material, 15 klausa proses mental, 12 klausa proses relasional, dan 15 klausa proses verbal. Melalui analisis passivization dan nominalisasi, peneliti menemukan bahwa ada 12 klausa yang mengandung passivization dan 4 klausa yang mengandung nominalisasi. Dengan menganalisa analisis pilihan leksikal, peneliti menemukan bahwa ada 12 klausa mengandung konotasi negatif yang menggambarkan Israel dan 4 klausa mengandung konotasi negatif yang menggambarkan Palestina. Sebagai penutup, artikel ini menunjukkan bahwa Israel direpresentasikan sebagai pihak negatif yang menyebabkan penderitaan bagi pihak lain, Palestina. Sementara itu, Palestina direpresentasikan sebagai pihak positif yang menjadi korban dalam konflik. Peneliti menyimpulkan bahwa surat kabar cenderung mengambil sisi Palestina daripada Israel. Peneliti berharap bahwa penelitian ini dapat memberikan kontribusi baru untuk para pembaca, khususnya para mahasiswa yang tertarik dalam analisis wacana kritis.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Peneliti melakukan penelitian berjudul The Study of The Jakarta Post’s Tendency in Reporting Israel – Palestine Conflict on November 20th 2012: a study of Critical Discourse Analysis. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan kecenderungan dalam representasi pada artikel the Jakarta Post tentang konflik Israel - Palestina pada tanggal 20 November 2012. Penelitian ini menekankan untuk mengetahui cara surat kabar tersebut merepresentasikan Israel dan Palestina selama konflik tersebut. Hal ini juga bertujuan untuk mengungkapkan kecenderungan di balik representasi dalam artikel tersebut. Peneliti menganalisis representasi dalam artikel the Jakarta Post berdasarkan teori Halliday dan Fairclough tentang analisis wacana kritis, yang meliputi tematisasi, transitivity, passivization, nominalisasi, dan lexical choice analysis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif . Data penelitian ini adalah seluruh klausa dalam artikel. Sumber data diambil dari situs The Jakarta Post. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat 37 topical theme yang menggambarkan Israel dan 45 topical theme yang menggambarkan Palestina. Peneliti juga menemukan bahwa terdapat 49 klausa proses material, 15 klausa proses mental, 12 klausa proses relasional, dan 15 klausa proses verbal. Melalui analisis passivization dan nominalisasi, peneliti menemukan bahwa ada 12 klausa yang mengandung passivization dan 4 klausa yang mengandung nominalisasi. Dengan menganalisa analisis pilihan leksikal, peneliti menemukan bahwa ada 12 klausa mengandung konotasi negatif yang menggambarkan Israel dan 4 klausa mengandung konotasi negatif yang menggambarkan Palestina. Sebagai penutup, artikel ini menunjukkan bahwa Israel direpresentasikan sebagai pihak negatif yang menyebabkan penderitaan bagi pihak lain, Palestina. Sementara itu, Palestina direpresentasikan sebagai pihak positif yang menjadi korban dalam konflik. Peneliti menyimpulkan bahwa surat kabar cenderung mengambil sisi Palestina daripada Israel. Peneliti berharap bahwa penelitian ini dapat memberikan kontribusi baru untuk para pembaca, khususnya para mahasiswa yang tertarik dalam analisis wacana kritis.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save