| NIM | A1H009053 |
| Namamhs | MAHESA DWI NURONI |
| Judul Artikel | MODEL PRODUKSI KENTANG ATLANTIK BERDASARKAN KETERSEDIAAN AIR, NUTRISI, DAN BAHAN PEMBENAH TANAH PADA SKALA POT DAN DEMPLOT |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jumlah optimum suplai air, nutrisi serta bahan pembenah tanah pada skala pot dan skala demplot. Untuk skala pot penelitian ini menggunakan beberapa faktor perlakuan, yaitu jenis pupuk (P1=anorganik, P2=organik), jenis arang (A0= tanpa arang, A1=arang kayu, A2=arang sekam, A3=arang aktif), dan dosis arang (D1=5ton/ha, D2=10 ton/ha,D3=15 ton/ha). Untuk skala demplot, yaitu jenis pupuk (Pk=anorganik, Po=organik), jenis arang (A0= tanpa arang, As=arang sekam, Ak=arang kayu) dan dosis arang ( D1=5ton/ha, D2=10 ton/ha). Variabel yang diamati dalam peneltian ini diantaranya yaitu :variabel produksi ( jumlah umbi, bobot umbi) dan Iklim (RH, kecepatan angin, suhu). Jumlah suplai air dan nutrisi (NPK) yang optimal pada skala pot untuk produktivitas kentang tertinggi masing-masing yaitu 308.72 mm/musim(ET), 0.19836 ton/ha Nitrogen (N), 0.2167 ton/ha Posfor (P) dan 0.0607 ton/ha Kalium (K). Perlakuan bahan pembenah tanah yang optimal pada skala pot yaitu perlakuan P2A0 (pupuk organik tanpa arang) dengan produktivitas sebesar 13.5 ton/ha.Jumlah suplai air dan nutrisi (NPK) yang optimal pada skala demplot untuk produktivitas kentang tertinggi masing-masing yaitu 241.60 mm/musim(ET), 0.2028 ton/ha Nitrogen (N), 0.1744 ton/ha Posfor (P) dan 0.00663 ton/ha Kalium (K). Perlakuan bahan pembenah tanah yang optimal pada skala demplot yaitu perlakuan PkAkD2 (pupuk anorganik arang kayu dosis 10 ton/ha) dengan produktivitas sebesar 10.02 ton/ha. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The aim of this research is to know the optimum of water supply, nutrients and soil amandemend on a pot scale and field scale. For pot scale, treatments were type of fertilizers (P1 = inorganic, P2 = organic ), type of biochar ( A0= without biochar, A1 = wood charcoal, A2 = husks charcoal, A3 = active charcoal), and dosage of biochar ( D1 = 5ton / ha, D2 = 10tons / ha, D3 = 15ton / ha). For field scale, treatments were typeof fertilizers ( Pk = inorganic, Po = organic ), type of biochar ( A0= without biochar, As = husks charcoal , Ak = wood charcoal ) and dosage of biochar ( D1 = 5ton / ha, D2 = 10 tons / ha).The observed variables in this study are, production variables (number of bulbs, tuber weight) and weather parameters (RH, wind speed, temperature). The optimal of water supply and soil nutrients (NPK) on a pot scale to maximum productivity namely 308.72 mm / of the season ( ET), 0.19836 ton / ha nitrogen ( N), 0.2167 ton / ha posfor (P) and 0.0607 ton / ha of potassium ( K). The optimal biochar dosage for pot scale appearson P2A0(organic fertilizer without biochar) resulting productivity of 13.5 ton / ha. The optimal of water supply and soil nutrients (NPK) on a fieldscale to maximum productivity namely 241.60 mm / of the season ( ET ), 0.2028 ton / ha nitrogen ( N ), 0.1744 ton / ha posfor ( P ), 0.00663 ton / ha of potassium ( K ). The optimal biochar dosage for field scale appearson PkAkD2( inorganicfertilizer,wood charcoal, doses 10ton / ha ) 10.02 ton / ha.
|
| Kata kunci | model produksi, kentang, ketersediaan air, nutrisi, arang |
| Pembimbing 1 | Krissandi Wijaya, S.TP., M.Agr., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Dr.Ardiansyah, S.TP.,M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |
|---|