Home
Login.
Artikelilmiahs
7295
Update
FERRY HENDRIAN
NIM
Judul Artikel
KAJIAN KESETIMBANGAN AIR DAN NUTRISI TANAH PADA BUDIDAYA SORGUM MANIS (Sorghum bicolor L Moench) DENGAN VARIASI IRIGASI DAN JENIS PUPUK DI WILAYAH IKLIM TROPIS GUNA MENUNJANG KONSERVASI ENERGI DAN LINGKUNGAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesetimbangan air dan nutrisi tanah pada lahan sorgum manis dengan variasi irigasi dan jenis pupuk yang berbeda untuk menentukan dosis yang sesuai untuk diterapkan. Sorgum manis dengan varietas KC105 ditanam pada polibag dengan menggunakan 2 kombinasi irigasi yang berbeda (I1: tiga hari penyiraman; I2: tujuh hari penyiraman) dan 4 jenis pupuk (KP: pupuk kimia seperti NPK; OP: pupuk organik; KOP: kombinasi pupuk kimia dan organik; Pkon: tanpa pupuk sebagai kontrol). Dengan demikian, terdapat 8 perlakuan yang diterapkan yaitu I1KP, I1OP, I1KOP, I1Pkon, I2KP, I2OP, I2KOP, dan I2Pkon. Selain itu, dosis dari masing – masing pupuk disamakan menjadi 120 kg/ha N, 120 kg/ha P, dan 107 kg/ha K. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan masukan hujan (Pw) 1689.18 mm, irigasi 1 (I1) 134.34 mm dan irigasi 2 (I2) 91.92 mm, neraca air pada setiap komponen seperti perkolasi, aliran permukaan, evapotranspirasi atau serapan, dan storage tanah masing – masing sebagai berikut: 126.18, 1279.55, 439.12, dan -21.32 mm (I1KP); 153.31, 1118.78, 521.43, dan - 12.42 mm (I2KP); 186.54, 1133.08, 518.09, dan -14.19 mm (I1OP), 112.95, 1243.90, 448.03, dan - 23.78 mm (I2OP); 152.24, 1301.21, 523.07, dan -16.93 mm (I1KOP); 163.28, 1233.58, 405.25, dan -21.01 mm (I2KOP); 147.41, 1014.08, 551.98, dan 60.56 mm (I1Pkon); dan 97.11, 1151.18, 441.87, 48.52 mm (I2Pkon). Lebih jauh, dengan masukan nitrogen 120 kg/ha pada pemupukan, 34.66 kg/ha pada air hujan, dan 1.25 kg/ha pada air irigasi, kesetimbangan nitrogen pada setiap komponen tersebut berturut – turut sebagai berikut: 2.83, 33.77, 119.31, dan 0 kg/ha (I1KP); 1.09, 22.59, 132.23, dan 0 kg/ha (I1OP); 1.02, 31.62, 123.27, dan 0 kg/ha (I1KOP); dan 0.45, 1.05, 33.61, dan 0 kg/ha (I1Pkon). Demikian juga, untuk masukan fospor 120 kg/ha pada pemupukan (kecuali pada I1OP 240kg/ha dan I1KOP 180kg/ha), 19.54kg/ha pada air hujan, dan 2.05kg/ha pada air irigasi, kesetimbangan fospor pada komponen – koponen tersebut satu per satu sebagai berikut: 0.07, 19.15, 122.38, dan 0 kg/ha (I1KP); 0.32, 6.49, 254.79, dan 0 kg/ha (I1OP); 0.23, 20.06, 181.30, dan 0 kg/ha (I1KOP); 0:04, 1.92, 18,34, dan 0 kg/ha (I1Pkon). Tiga hari penyiraman dengan 7.07, 49.49, 14.14, 21.21, 42.42mm masing - masing periode pertumbuhan, yaitu 0-20 hari setelah tanam (HST), 21-40 HST, 41-60 HST, 61-85 HST, dan 86-122 HST merupakan penjadwalan irigasi yang sesuai, sedangkan pupuk anorganik dengan dosis nitrogen dan fospor 120 kg / ha adalah jenis pupuk yang tepat untuk tanaman sorgum manis. Hasil diatas diharapkan dapat digunakan sebagai data dasar atau pertimbangan untuk mengembangkan teknologi budidaya yang tepat pada tanaman untuk mencapai produksi yang baik serta untuk melestarikan lingkungan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The objective of this research was to identify soil water and nutrient balance in sweet sorghum field under different irrigation and fertilizer type and dosage in order to find their suitable amount to be applied. The KC105 sweet sorghum variety was sowed in polybag/pot under the combination of twodifferent irrigation rates (I1: three days scheduled; I2: seven days scheduled) and four fertilizer types (KP: inorganic fertilizer such as NPK; OP: organic fertilizer; KOP: combined inorganic and organic fertilizer; Pkon: no fertilizer as a control). Therefore, totally eight treatments, namely I1KP, I1OP, I1KOP, I1Pkon, I2KP, I2OP, I2KOP, and I2Pkon were applied. In addition, the dosage of each fertilizer applied was equalized to 120 kg/ha N, 120 kg/ha P, and 107 kg/ha K. The results showed that with 1689.18mm rainfall(Pw), and 134.34 I1and 91.92mm I2. as the input, the water balance in each compartment including percolation, surface runoff, evapotranspiration or uptake, and soil storage could be respectively quantified as follows: 126.18, 1279.55, 439.12, and -21.32 mm (I1KP); 153.31, 1118.78, 521.43, and -12.42 mm (I2KP); 186.54, 1133.08, 518.09, and -14.19 mm (I1OP), 112.95, 1243.90, 448.03, and -23.78 mm (I2OP); 152.24, 1301.21, 523.07, and -16.93 mm (I1KOP); 163.28, 1233.58, 405.25, and -21.01 mm (I2KOP); 147.41, 1014.08, 551.98, and 60.56 mm (I1Pkon); and 97.11, 1151.18, 441.87, 48.52 mm (I2Pkon). Furthermore, with the input of120 kg/ha N-fertilizer, 34.66 kg/ha N-rainfall, and 1.25 kg/ha N-irrigation, the N balance in the compartments was consecutively quantified as follows: 2.83, 33.77, 119.31, and 0 kg/ha (I1KP); 1.09, 22.59, 132.23, and 0 kg/ha (I1OP); 1.02, 31.62, 123.27, and 0 kg/ha (I1KOP); and 0.45, 1.05, 33.61, and 0 kg/ha (I1Pkon). Similarly, with the input of 120 kg/ha P-fertilizer (except I1O P of 240kg/ha and I1KOP of 180kg/ha), 19.54kg/ha P-rainfall, and 2.05kg/ha P-irrigation, the P balance in the compartments was one-by-one quantified as follows: 0.07, 19.15, 122.38, and 0 kg/ha (I1KP); 0.32, 6.49, 254.79, and 0 kg/ha (I1OP); 0.23, 20.06, 181.30, and 0 kg/ha (I1KOP); 0:04, 1.92, 18,34, and 0 kg/ha (I1Pkon). Three day watering with 7.07, 49.49, 14.14, 21.21, 42.42mm in each growing period, namely 0-20 days after sowing (DAS), 21-40 DAS, 41-60 DAS, 61-85 DAS, and 86-122 DAS was the suitable irrigation scheduling,while inorganic fertilizer with 120 kg/ha N and P was the proper fertilizer type for sweet sorghum crop. It is expected that the above results can be used as a basic data or consideration for developing an appropriate cultivation technology for the crop to achieve good production as well as to conserve environment.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save