Home
Login.
Artikelilmiahs
7284
Update
SITI MASRUROH
NIM
Judul Artikel
PERSEPSI IBU HAMIL TENTANG NORMA KEHAMILAN DI DESA KERTANEGARA KECAMATAN HAURGEULIS KABUPATEN INDRAMAYU
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar belakang pengalaman, budaya dan suasana psikologis yang berbeda juga membuat persepsi kita berbeda atas suatu objek. Walaupun ibu hamil berada dalam suatu kondisi masyarakat yang menganjurkan larangan-larangan perilaku tertentu namun latar belakang pengalaman, budaya dan kondisi psikologis dari ibu hamil tersebut bisa menghasilkan persepsi yang berbeda dari yang berlaku di masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan persepsi ibu hamil tentang makna norma (anjuran dan larangan) kehamilan masyarakat di Desa Kertanegara. Lokasi penelitian adalah Desa Kertanegara Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa makna dianjurkannya keluar malam membawa pisau untuk mengusir makhluk halus, makna dianjurkannya setiap malam Jum’at meminum air jeruk nipis dan minyak kelapa serta makna pintu rumah yang harus diolesi minyak goreng untuk memperlancar supaya proses persalinannya menjadi mudah. Makna larangan tidak boleh memakan belut yaitu jika mengkonsumsi pada saat hamil membuat proses persalinannya tersendat, makna larangan tidak boleh minum air es yaitu bayi akan besar di dalam perut, makna laranga tidak boleh mengkonsumsi sambal yaitu pinggang akan terasa sakit dan panas pada saat melahirkan, makna larangan tidak boleh mengkonsumsi kerak nasi yaitu dapat membuat bayi melekat dalam perut, makna larangan tidak boleh mengkonsumsi udang dapat membuat bayi bengkok, makna larangan tidak boleh tidur siang di kamar namun harus dilantai agar bayinya tidak kotor dan tidak seperti monyet. Saran yang bisa diberikan yaitu memberikan pendekatan interpersonal kepada masyarakat dengan cara penyuluhan dari bidan desa dan dukun bayi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Different backgrounds of experiences, cultures, and psychological conditions also differ our perceptions on an object. Although pregnant women are in a state of society which are prohibited to certain behaviors, but their backgrounds of experiences, cultures and psychological conditions could result in different perceptions prevailed in societies. The purpose of this study is to describe pregnant women’s perceptions of meanings of some norms (suggestions and prohibitions) in pregnancy among society of Kertanegara Village. The location of research was at Kertanegara Village, Haurgeulis sub District, Indramayu Regency. The researcher uses qualitative paradigm for the study. To collect data the researcher did in-depth interview technique, observation and documentation. Triangulation method is used to test validity of the data. Results of the study show that meaning of suggesting pregnant women to bring knives while going outside at night is to ward off spirits, meaning of suggesting pregnant women to drink lemon juice and coconut. Meaning of prohibiting pregnant women not to eat eels is not to make the process of labour stalled, meaning of prohibiting pregnant women not to eat chili is not to make the waists sore and hot at the time of the labour, meaning of prohibiting pregnant women not to eat rice crust is not make the babies attached to the stomachs, meaning of prohibiting pregnant women not to eat shrimps is not to make the babies bent, meaning of prohibiting pregnant women not to take a nap in bedrooms, but it must be on floor, is not to make the babies dirty and looked like monkeys. Advice that can be given is to give an interpersonal approach to the public by way of extension of village midwives and traditional birth attendants.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save