Home
Login.
Artikelilmiahs
5536
Update
HANIFAN HERU NUGRAHADI
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN LAMA MENDERITA DENGAN KADAR MALONDIALDEHID PADA PENDERITA THALASEMIA DI RSUD BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pemberian transfusi darah terus menerus pada penderita thalasemia menyebabkan pembentukan radikal bebas, sehingga terjadi peningkatan stress oksdatif dan pembentukan malondialdehid akibat peningkatan peroksidasi lipid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama waktu menderita dengan peningkatan kadar malondialdehid pada penderita Thalassemia di RSUD Banyumas. Penelitian menggunakan desain analitik observational cross-sectional. Pada bulan april 2013 Penelitian dilakukan di RSUD Banyumas pada ruang perawatan khusus penderita Thalasemia. Sampel yang diambil oleh penderita thalasemia di RSUD Banyumas yang berjumlah 35 subjek, dipilih dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Rerata lama menderita thalasemia pada penelitian ini diperoleh 7,88 ± 3,43 tahun, sedangkan rerat kadar malondialdehid sebersar 2,56 ± 0,62 µmol/l. Hasil uji korelasi Pearson diperoleh nilai r = 0,351 (p = 0,039) yang berarti ada hubungan antara lama menderita dengan kadar malondialdehid pada penderita Thalasemia di RSUD Banyumas. Kesimpulan penelitian adalah semakin lama menderita, kadar malondialdehid semakin meningkat.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Giving continuous blood transfusions in thalassemia patients caused formation of free radical, resulting in the formation of stress oksdatif and malondialdehyde lipid because peroxidation increased. The Purpose of this study To know the Correlation between Duration of Thalassemia with Malondialdehid level in Thalassemia patient at RSUD Banyumas. This research used analitic observational cross-sectional design on april 2013. Research was conducted in Banyumas District Hospital at Thalassemia patients a special treatment room. The samples taken thalassemia patients at Banyumas District Hospital totaled 35 subjects by using consecutive sampling technique. The average of duration of thalassemia in this research was 7,88 ± 3,43 years, while the malondialdehyde level was 2,56 ± 0,62 µmol/l. The pearson correlation test result was r = 0,351 (p = 0,039) which means there is correlation betwenn the onset thalassemia with malondialdehyde levels in Thalassemia patient at Banyumas District Hospital. In Conclusion, the longer suffering of Thallasemia, the higher malondialdehyde levels.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save