Artikelilmiahs

Menampilkan 12.521-12.540 dari 49.538 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
125215526G1D009066Hubungan temperamen dengan tingkat kecemasan anak usia toddler (12-36 bulan) yang dirawat di RSUD Prof. Dr. Margono SoekarjoHUBUNGAN TEMPERAMEN DENGAN TINGKAT KECEMASAN ANAK USIA TODDLER (12-36 BULAN) YANG DIRAWAT DI RUANG ASTER RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO


ABSTRAK

Latar belakang: Sikap temperamen sering tampak pada anak yang dirawat di rumah sakit dan menimbulkan kecemasan yang mengganggu proses keperawatan. Temperamen melibatkan gaya anak terhadap respon emosi dan perilaku di seluruh situasi yang menyebabkan lama tidaknya penyesuaian psikososial. Kecemasan toddler di rumah sakit dikarenakan sesuatu yang baru dialaminya, tidak pernah sebelumnya, perasaan aman dan tidak nyaman, perasaan kehilangan sesuatu yang biasa dialaminya, dan sesuatu yang menyakitkan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan temperamen terhadap tingkat kecemasan anak usia toddler yang dirawat di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner temperamen dan kecemasan yang dibuat sendiri oleh peneliti berdasarkan tinjauan pustaka dan literatur. Analisis data yang digunakan adalah uji statistik Spearman Rank.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan temperamen terhadap tingkat kecemasan anak usia toddler yang dirawat di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Uji statistik Spearman Rank menunjukkan p value <0,05 yaitu 0,021 dan nilai r= 0,325.
Kesimpulan: Ada hubungan positif temperamen dengan tingkat kecemasan anak usia toddler yang dirawat di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
.



THE CORELATION BETWEEN TEMPERAMENT AND THE LEVEL
OF ANXIETY AT TODDLER (12-36 MONTHS) IN ASTER ROOM
RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO


ABSTRACT


Background: Temperament attitude always appearance in children who were hospitalized and provoke anxiety that interfere with the nursing process. Child's temperament style involves emotional and behavioral responses in all situations that lead to long-or psychosocial adjustment. Anxiety toddler in the hospital due to experiencing something new, as never before, feeling safe and comfortable, feeling of losing something unusual happened, and something painful.
Objective: This study aims to determine the relationship between the level of anxiety temperament toddler age children were being treated in hospitals Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Methods: This study used a cross sectional design. Consecutive sampling was used with a sample size of 50 respondents. Research instruments used were questionnaires temperament and anxiety created by the researchers based on literature review and literature. Analysis of the data used was Spearman Rank statistical test.
Results: The results showed there were relationship between the level of anxiety temperament toddler-aged children who were treated in hospitals Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Spearman Rank statistical test showed p value <0,05 was 0,021 and r = 0,325.
Conclusion: There were positive relationship to the level with anxiety temperament toddler aged children who were treated in hospitals Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.






125225502P2EA11027ANALISIS YURIDIS SOSIOLOGIS TERHADAP PERKARA TINDAK PIDANA DALAM PENGADAAN PAKAIAN DINAS DI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NURINDRA AMONG NUGROHO, Program Studi Ilmu Hukum, Program Pascasarjana, Universitas Jenderal Soedirman, ”Analisis Yuridis Sosiologis Terhadap Perkara Tindak Pidana dalam Pengadaan Pakaian Dinas di Sekretariat Daerah Kabupaten Kebumen”, Komisi Pembimbing, Ketua: Dr. Angkasa, S.H., M.Hum. Anggota: Dr. Budiyono, S.H., M.Hum.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindak pidana apa saja yang terindikasikan terjadi dalam proses lelang pakaian dinas di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Kebumen dan untuk mengetahui bagaimana penegakan hukum yang telah dilakukan terhadap tindak pidana yang terjadi dalam proses lelang pakaian dinas di Kabupaten Kebumen.
Berdasarkan hasil penelitian terhadap putusan Pengadilan Negeri Kebumen Nomor : 212/Pid.B/2010/PN.Kbm yang dilakukan dengan metode social legal recearch dan pembahasan terhadap pokok permasalahan yang diajukan dalam tesis ini, dapat disimpulkan bahwa tindak pidana yang terindikasikan terjadi dalam pengadaan pakaian dinas di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Kebumen adalah :
Tindak pidana pemalsuan surat baik dalam bentuk membuat surat palsu (Pasal 263 ayat (1) KUHP) maupun dalam bentuk menggunakan surat palsu (Pasal 263 ayat (2) KUHP). Tindak pidana persekongkolan sebagimana diatur dalam Pasal 48 ayat (2) Undang-undang No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Tindak pidana korupsi berupa mark up yang diduga dilakukan oleh panitia lelang dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Karena harga yang dijadikan sebagai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) jauh lebih tinggi dari harga distributor.
Penegakan hukum yang telah dilakukan terhadap tindak pidana yang terjadi dalam proses lelang pakaian dinas di Kabupaten Kebumen. Penegakan hukum dalam kasus pengadaan bahan pakaian dinas di Setda Kabupaten Kebumen tersebut, ternyata penegak hukum hanya melakukan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 9 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Terhadap tindak pidana lainnya yang terindikasi terjadi dalam kasus tersebut tidak dilakukan penuntutan. Hal ini menimbulkan pandangan bahwa penegakan hukum dalam perkara tersebut bersifat tebang pilih. Penyebab tidak dilakukan penuntutan antara lain disebabkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sewaktu di BAP Polres Kebumen belum cukup bukti, karena ada faktor kedekatan antara yang bersangkutan dengan Kepala Kejaksaan Negeri Kebumen saat itu.
NURINDRA AMONG NUGROHO, Program Postgraduate Work Of The Study Of Law Science Univercity of Jenderal Soedirman Purwokerto, "Analysis Yuridis Sosiologis To Case Doing An Injustice in Levying of Clothes On duty in Secretariat Area Sub-Province Kebumen", Head of the commission of Counciling : Dr. ANGKASA, S.H.,M.Hum., Member : Dr. BUDIYONO, S.H., M.Hum.
This recearch is meant to know criminal in the proces pf auction of the ceremonial uniforms in the area of Kebumen Regional Secretariate and to know how law has been implaeted against the process of the uniforms auction at Kebumen Regency.
Based on the research of the Judical Court of Kebumen No: 212/Pid.B/2010/PN. Kbm which is formed by the metod of social legal reseach and discussion on the main point presented within this thesis, can be concluded that the indication indication criminal act in the process of the levying of ceremonial uniform in the region secretary of Kebumen is: The Criminal Case of the Making false letter either in making a false letter (Pasal 263 ayat (1) KUHP) or in the from of using false letter (Pasal 263 ayat (2) KUHP). The Criminal case of conspiracy as indicated/regulated in Pasal 48 ayat (2) Act No. 5 Tahun 1999 on the prohibition of monopoly practice an competence of insanity. The criminal act of corruption in the from of mark up which is assumed done by the committee of auction and the commitment decider (PPK). The reaon is the value which is assumed as self determined value (SDV) is regarded higher than the distributors.
The conereting law which has done against the criminal act which is done the process of the levying of uniform in Kebumen Regency. The creating of law in the case of criminal act which happens in the process of supplying the uniform in the regional secretariate of Kebumen, is that law maker only the prosecution against the criminal act of corruption as regulated in Pasal 9 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 which has been changed an added with Undang-undang No. 20 Tahun 2001 on about the abolition of committing corruption. Against other criminal act indicated which happens in the process of suplying the uniforms in the regional secretariate of Kebumen, is that the law maker only the prosecution Pasal 9 Undang-undang No. 31 Tahun 1999 which has benn changed an added with Undang-undang No. 20 Tahun 2001 on about the abolition of committing corruption. Against other criminal act indicated which happens in the case is not claimed. This makes the opinion that the law in that case is choosy. The cause of not being prosecuted is caused-caused others the commitment maker functionary has been uncompleted and as it audited BAP at the Kebumen Police Resort has been proved. The reasonis that there is a relationship factor between the first mentioned and the government Head of Judicary at the time.
125235503P2EA11010PERAN INFORMAN DALAM TUGAS POLRI PADA TAHAP PENYELIDIKAN
(Studi di Kepolisian Daerah Jambi)
RANI HENDRIANA, Program Studi Ilmu Hukum – Program Pascasarjana Universitas Jenderal Soedirman. “Peran Informan dalam Tugas Polri pada Tahap Penyelidikan (Studi di Kepolisian Daerah Jambi)”. Komisi Pembimbing, Ketua: Dr. Angkasa, S.H., M.Hum., Anggota: Dr. Setya Wahyudi, S.H., M.H.
Informan adalah orang yang membantu memberikan suatu informasi baik atas kesadaran sendiri atau permintaan dari pihak Kepolisian, kedudukannya informal dan bersifat under (di bawah)/atau hidden (tersembunyi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran Informan dalam membantu tugas Polri pada tahap penyelidikan di Polda Jambi dan untuk mengetahui serta menganalisis faktor-faktor yang menghambat peran Informan dalam membantu tugas Polri pada tahap penyelidikan di Polda Jambi.
Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan Yuridis Sosiologis, Rancangan penelitian dengan studi observasi dan dokumentasi, Spesifikasi penelitian bersifat deskriptif, Lokasi penelitian di Polda Jambi, Sumber data primer pendapat langsung dari anggota Polri di Direktorat Kriminal Umum, Kriminal Khusus, Narkoba, Intelkam Polda Jambi, dan anggota Polri di Polres Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur Jambi; serta Informan yang membantu tugas Polri pada tahap penyelidikan, Sumber data sekunder bahan hukum primer terdiri dari beberapa peraturan perundang-undangan dan kebijakan Polri, bahan hukum sekunder terdiri dari pustaka di bidang ilmu hukum, hasil penelitian di bidang ilmu hukum, artikel ilmiah dari internet, dan bahan hukum tersier terdiri dari kamus Bahasa Indonesia dan kamus Bahasa Inggris. Metode penentuan nara sumber penelitian dengan Puposif Sampling dan Snowball Sampling, Metode pengumpulan data primer dengan wawancara dan observasi sedangkan data sekuder dengan studi pustaka, Metode pengolahan data dengan reduksi data dan display data, Metode uji data dengan triangulasi sumber, Metode penyajian data dalam bentuk teks naratif, Metode analisis data dengan Content Analysis Method dan Constan Comparatif Analysis Method.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap pokok permasalahan yang diajukan dalam tesis ini, maka disimpulkan bahwa peran Informan dalam membantu tugas Polri pada tahap penyelidikan di Polda Jambi antara lain memberikan informasi tentang terjadinya pencurian dengan kekerasan, pencurian motor, illegal logging, sabu-sabu dan ganja. Adapun mengenai tingkat peran Informan dalam penyelidikan antara lain “Sangat Berperan” dalam hal keakuratan infomasi karena informasi yang diberikan sangat akurat; “Berberan” dalam hal tehnik penyelidikan karena pada aplikasinya melakukan sebagian tehnik penyelidikan; “Berperan” dalam hal kontribusi keberhasilan peran Informan mengungkap seluruh tindak pidana yang melibatkan dirinya adalah “cukup berkontribusi”, karena dipengaruhi beberapa faktor yang bervariasi yakni peran Informan tidak berdiri sendiri dengan adanya penggunaan TI (Teknologi Informasi), kegiatan razia, pengembangan data tangkapan dan pada aplikasinya di lapangan barang bukti tidak ada, pelaku kabur terlebih dahulu (ke luar Jambi) dan wilayah yang luas sehingga tidak semua wilayah diungkapnya. Adapun faktor-faktor yang menghambat peran Informan dalam membatu tugas Polri pada tahap penyelidikan di Polda Jambi adalah secara internal kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) Informan, Informan mengetahui salah satu dari pelaku adalah keluarganya dan Informan double agent. Sedangkan secara eksternal adalah kurangnya anggaran penyelidikan dan sarana-prasarana, terganggunya pekerjaan jika Informan multi pekerjaan, wilayah yang jauh dan sulit terjangkau, intimidasi psikis dan fisik terhadap Informan oleh pihak tertentu, secara hukum tidak ada jaminan perlindungan bagi Informan, dan Jaksa atau hakim meminta Informan di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) serta dijadikan saksi dalam pengadilan.
RANI HENDRIANA, Law Science Study Program – Postgraduate Program Jenderal Soedirman University. “The Role of Informant in Police Duty in Investigation (Study in Police Department of Jambi)”. Supervisor Commission, Chairman: Dr. Angkasa, S.H., M.Hum., Member: Dr. Setya Wahyudi, S.H., M.H.
Informant is someone who helps giving information consciously or request from Police Department, the position is informal with under or hidden characteristic. This research aims to know and analyze informant role in helping Police investigation in Polda Jambi and to know and analyze factors that hamper informant role in helping Police investigation.
The methodology of this research use qualitative methodology with Juridical Sociologic approaches. Research plans are observation and documentation. Research specification is descriptive. Research location in Polda Jambi. The source primary data from direct opinion from members of Polri (Indonesian National Police) in Directorate of General Crimnal, Directorate of Specific Crimnal, Directorate Drugs, Directorate Intelkam in Polda Jambi, and members of Polri in Polres West and East Tanjung Jabung Jambi, as well Informant who helps Polri Investigation, The secondary sources are regulations, Polri police, and literature of law, previous research about law, scientific article from internet, and tertiary sources such as Indonesia and English dictionary. The sampling method are purposive sampling and snowball sampling. The data collecting methods are interview, observation, and literature study. Data processing methods are reduction data and display data. Source triangulation is the data validation method. Data reporting method is narrative text. Data analysis methods are content analysis method and constant comparative analysis method.
Based on the results and discussions on main discussion of research, the conclusion is informant role in helping Polri investigation regarding there are stealing with violence, motorcycle stealing, illegal logging and drugs such as sabu-sabu and marijuana. And for informant role level in investigation is “Very Helpful” in accurate information; “Have Role” in investigation technique; “Have Role” in contributing to reveal the crime action involving himself with “Enough Contribution”, because it involves in many factors because the informant will work together with Information technology, sweeping, data development, and no evidence in field application, the suspect runs (leave Jambi) and makes difficulties in revealing the fields. While, factors that hampering informant role in helping Polri investigation is lacking human resources of informant, the informant know the suspect, and double agent informant. The other difficulties are lacking of budget and facilities, informant have multi jobs, far region, psychic and physic intimidation on informant, attorney and Judge are asking informant in BAP (Criminal Report Investigation) and as witness in court.
125245504P2EA11042EFEKTIVITAS PERLINDUNGAN HUKUM KONSUMEN TERHADAP BAHAN TAMBAHAN PANGAN BERBAHAYA PRODUK INDUSTRI RUMAH TANGGA DI KABUPATEN CILACAP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas perlindungan hukum konsumen terhadap bahan tambahan pangan berbahaya dan kendala serta solusi yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dalam melindungi konsumen dari bahan tambahan pangan berbahaya produk industri rumah tangga di Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Data hasil penelitian diperoleh dari wawancara dengan BPPOM Semarang, Kasi Farmamin DKK Kabupaten Cilacap, pelaku usaha PIRT dan konsumen. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Pertama, pelaksanaan perlindungan hukum konsumen terhadap bahan tambahan pangan berbahaya di Kabupaten Cilacap belum efektiv. Hal ini ditandai dengan masih adanya produk industri rumah tangga yang menggunakan Bahan Tambahan Pangan (BTP) berbahaya seperti formalin dan borak. Kegiatan yang dilakukan oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Semarang dan Yankes Farmamin Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dalam melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap produk industri rumah tangga (PIRT) masih belum dapat menjamin produk makanan produksi industri rumah tangga bebas dari BTP berbahaya. Kedua, kendala yang dihadapi Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dalam melindungi konsumen dari bahan tambahan pangan berbahaya produk industri rumah tangga di Kabupaten Cilacap yaitu: 1) Kurangnya pengetahuan produsen dan konsumen tentang BTP yang dilarang untuk digunakan. 2) Kurangnya tenaga/pegawai yang melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap PIRT. 3) Banyaknya PIRT dan persebaran PIRT yang luas. 4) Kerjasama dengan instansi terkait yang belum optimal. Upaya yang perlu dilakukan agar perlindungan hukum konsumen terhadap BTP berbahaya sebagai berikut: 1) Pemberdayaan produsen dan konsumen terhadap penggunaan BTP yang berbahaya bagi kesehatan yang dilakukan melalui penyebarluasan informasi tentang BTP. 2) Penambahan jumlah pegawai yang bertugas di bidang pengawasan dan pembinaan PIRT. 3) Pembentukan kelompok-kelompok PIRT di setiap wilayah. 4) Penyusunan Surat Keputusan Bersama (SKB) antar instansi yang terkait dalam kegiatan pengawasan dan pembinaan PIRT.This study aims to determine the effectiveness of the legal protection of consumers against dangerous food additives and constraints as well as the solutions that do Cilacap District Health Office in protecting consumers from harmful food additives, household products industry in Cilacap.
This study uses a socio-juridical approach. The data were obtained from interviews with BPPOM Semarang, Kasi Farmamin DKK Cilacap, PIRT businesses and consumers. The data were analyzed using qualitative methods normative.
Based on the research results and the discussion is concluded as follows: First, the implementation of the legal protection of consumers against dangerous food additives in Cilacap regency yet Effective. It is characterized by the persistence of the household products industry that use of Food Additives (BTP) dangerous like formaldehyde and borax. Activities undertaken by the Center for Food and Drug Administration (POM) PHC Farmamin Semarang and Cilacap District Health Office to conduct supervision and guidance to domestic industrial products (PIRT) is still not able to guarantee the industrial production of food products free of household hazardous BTP. Second, the constraints faced in the Cilacap District Health Office to protect consumers from harmful food additives household products industry in Cilacap regency, namely: 1) Lack of knowledge producers and consumers about the BTP are forbidden to use. 2) Lack of personnel / employees who perform oversight and guidance to the PIRT. 3) The number and distribution of PIRT PIRT wide. 4) Cooperation with the relevant agencies are not optimal. Efforts need to be done so that the legal protection of consumers against harmful BTP as follows: 1) Empowering producers and consumers against the use of BTP that are harmful to health through the dissemination of information about BTP. 2) Increase the number of staff on duty in the field of supervision and coaching PIRT. 3) Establishment of PIRT groups in each region. 4) Preparation of Joint Decree (SKB) among the institutions involved in the supervision and coaching activities PIRT.
125255505P2EA09059PERJANJIAN KERJASAMA ANTARA PT PERTAMINA (PERSERO) DENGAN PT ASURANSI JIWA INHEALTH INDONESIA ( Studi tentang pelayanan kesehatan Pertamina )
Sakit adalah risiko yang dihadapi setiap orang yang tidak diketahui kapan dan seberapa besar terjadinya risiko tersebut. Oleh karena itu, perlu mengubah ketidakpastian tersebut menjadi suatu kepastian dengan memperoleh jaminan adanya pelayanan kesehatan pada saat risiko itu terjadi. Pengelola tempat kerja wajib melakukan segala bentuk upaya kesehatan melalui upaya pencegahan, peningkatan, pengobatan dan pemulihan bagi tenaga kerja. PT Pertamina (Persero) / Perusahaan Pengelola tempat kerja memberikan jaminan pelayanan kesehatan terhadap pekerjanya. Perusahaan dengan menerapkan sistem Managed Care dan/atau asuransi. Perusahaan dalam hal ini PT Pertamina (Persero) telah menunjuk PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia sebagai penyelenggara dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada Pekerja Pertamina dan membuat Perjanjian Kerja Sama untuk mendukung hal tersebut. Permasalahan yang diangkat penyelesaian apabila terjadi perubahan status pekerja Pertamina / peserta asuransi dan penyelesaiannya apabila peserta merasa dirugikan dalam pelayanan kesehatan dan pihak manakah yang bertanggung jawab serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut. Pendekatan dalam penelitan hukum normatif pada penelitihan ini melalui Pendekatan Perundang-undangan (Statute Approach) dengan maksud bahwa peneliti menggunakan perundang-undangan sebagai dasar awal melakukan analisis. Berdasar hasil penelitian dan pembahasan ditemukan : (1) Perubahan status peserta asuransi menjadi kendala untuk mendapatkan layanan kesehatan. (2) Masih ada peserta yang dirugikan dalam mendapatkan layanan kesehatan . Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala adalah memperjelas tanggung jawab PT Pertamina (Persero) . Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menganalisis dan memperjelas penyelesaian pelayanan kesehatan bila terjadi perubahan status peserta dan tanggung jawab penanggung dan PT Pertamina (Persero) . Dari hasil penelitan didapatkan bahwa perubahan status peserta asuransi atau penambahan jumlah peserta menjadi tanggungan PT Pertamina (Persero) . dan pemberian layanan di luar lingkup layanan kesehatan menjadi beban PT Pertamina (Persero) .Pain is risk faced unknown each and everyone when and how big the happening of risk. Therefore, require to alter the uncertainty become a certainty obtained guarantee of existence of service of health at the time of that risk happened.
Organizer of workplace is obliged to conduct all kind of health effort through preventive effort, improvement, cure and medication for labour. PT Pertamina ( Persero) / Company of Organizer of workplace give guarantee service of health to his worker. Company by applying system of Managed Care and/or Company insurance
In this case PT Pertamina ( Persero) have showed PT Life Insurance of Inhealth Indonesia as organizer in giving service of health to Worker of Pertamina and make same Work agreement to support the mentioned. lifted problems the solving of in the event of change of status worker of Pertamina / participant of solution and insurance of if participant feel getting disadvantage in service of party and health which in charge of and also effort conducted to overcome mentioned. Approach in elite punish normatif this research through Approach Of Legislation ( Statute Approach) for the purpose of that researcher use legislation as base early analyse.
Based on research result and solution found : (1) Change of status participant of insurance become constraint to get health service. (2) Participant there is still which harmed in getting health service . Effort conducted to overcome constraint to clarify responsibility of PT Pertamina (Persero) .
This research have a purpose to analyse and clarify the solving of service of health if/when happened change of participant status and underwriter responsibility and of PT Pertamina ( Persero) . Of elite result got that change of status participant of insurance or addition of participants amount become responsibility of PT Pertamina ( Persero) . and [gift/ giving] of service outside health service scope become burden of PT Pertamina ( Persero) .
125265750H1F008046KONDISI HIDROGEOLOGI LAPISAN OVERPRESSURE BERDASARKAN LOG TALIKAWAT DI DAERAH RANTAU CEKUNGAN SUMATERA UTARA
Cekungan Sumatera Utara adalah daerah produksi minyak dan gas bumi tertua di Indonesia. Salah satu blok yang terdapat di cekungan ini adalah Blok Rantau milik PT. Pertamina EP. Overpressure adalah kondisi dimana tekanan pori lebih besar dari tekanan hidrostatik normal, yang dapat menyebabkan blow out dalam pengeboran minyak dan gas bumi. Kondisi ini dapat diketahui berdasarkan respon log talikawat yaitu log sonic. Top overpressure pada daerah Rantau terjadi di Formasi Baong Atas, pada kedalaman antara 3257 ft – 4400 ft.
Kondisi hidrogeologi pada penelitian ini ditinjau dari porositas densitas, perbandingan net to gross (net to gross ratio), dan konduktivitas hidrolik. Porositas densitas memiliki pola yang sama dengan log sonic, yaitu mengalami pembalikan ke nilai porositas yang lebih besar dan sonic yang lebih besar, namun memiliki perbedaan karena kisaran nilai porositas densitas yang lebih panjang. Net to gross ratio (NGR) dilakukan untuk mengetahui persebaran batupasir pada lapisan overpressure. NGR di lapisan tersebut memiliki nilai yang lebih rendah daripada sebelum terjadinya overpressure. Hal ini terjadi karena overpressure terjadi pada kondisi mulai berkurangnya batupasir dan semakin bertambahnya serpih. Konduktivitas hidrolik pada formasi sebelum overpressure memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan dengan nilai konduktivitas hidrolik pada lapisan overpressure.
North Sumatra Basin is the oldest oil and gas production area in Indonesia. Rantau Block is one block in this basin, owned by PT. Pertamina EP. Overpressure is a condition where the pore pressure is higher than hydrostatic pressure, which can cause blow out in drilling for oil and gas. This condition can be determined based on wireline log response, that is sonic log.
The top overpressure in Rantau Block occur in Upper Baong Formation, in depth between 3257 ft – 4400 ft. In this study, the hydrogeological condition has been studied based on density porosity, net to gross ratio (NGR), and hydraulic conductivity. Density porosity has the same pattern with sonic log, it has a reversal to a higher porosity value and to higher sonic, but the two differences due to the longer range of density porosity values. Net to gross ratio (NGR) was conducted to determine the distribution of sandstone in overpressure layer. NGR in this layer has a lower value than in non-overpressure layer above it. This is because overpressure usually occurs in a condition where sandstone decreases and shale increases. The analysis result shows that prior to overpressure, the hydraulic conductivity in the formation has a higher value than the hydraulic conductivity in the overpressure layer.
125275507P2EA11055PERAN DAN KEBIJAKAN POLRES KEBUMEN DALAM PENANGANAN SENGKETA TANAH (StudiKasusSengketa Tanah antara TNI-AD denganMasyarakat UrutSewuKabupatenKebumen)
Tarjono Sapto Nugroho, Program Studi Ilmu Hukum-Program Pascasarjana, Universitas Jenderal Soedirman, Komisi Pembimbing, ketua Dr. Setya Wahyudi, S.H., M.H., Anggota : Dr. Budiyono, S.H., M.Hum.
Tesis ini dengan judul “Peran dan Kebijakan Polres Kebumen dalam penanganan Sengketa Tanah (Studi Kasus Sengketa Tanah antara TNI AD dan Masyarakat Urut Sewu Kabupaten Kebumen).”Permasalahan yang dikaji dalam tesis ini adalah peran Polri dalam penyelesaian sengketa tanah antara TNI-AD dengan warga sipil di wilayah hukumPolresKebumensertaKebijakanapa yang diambil Polri dalam dalam penyelesaian sengketa tanah antara TNI-AD dengan warga sipil di wilayah hukum Polres Kebumen.
Dari hasil penelitian dan pembahasan, bahwa peran Polri dalam hal ini jajaran Polres Kebumen dalam penyelesaian konflik tanah antara TNI-AD dengan warga sipil (petani) di Pantai Urut Sewu Kebumen adalah melakukan tindakan-tindakan untuk meminimalisir konflik tersebut antara petani dengan TNI-AD dapat reda dan mencegah terjadinya korban. Usaha yang dilaksanakan tersebut melalui upaya preventif maupun represif.
Peran Polri menyelenggarakan tugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat tersebut dicapai melalui tugas preventif dan tugas represif. Tugas dibidang preventif dilaksanakan dengan konsep dan pola pembinaan dalam wujud pemberian pengayoman, perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, agar masyarakat merasa aman, tertib dan tenteram tidak terganggu segala aktivitasnya.
Polres Kebumen membuat kebijakan terhadap penyelesaiaan konflik atau sengketa lahan antara warga sipil (petani) dengan TNI-AD di Pantai Urut Sewu Kebumen dengan mengedepankan aspek pembinaan, maka masyarakat menjadi mampu secara swadaya untuk menangkal gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, hal ini sangat efektif untuk membantu tugas polisi dan pemerintah.Penyelesaiaan permasalahan tersebut, dengan kebijakan penerapan restorative justice antara kedua belah pihak. Dari penyelesaian konflik tersebut,perkara pidana dalam restorative justice dapat dicontohkan dalam bentuk mediasi penal.
Kebijakan penegakan hukum yang dilakukan oleh Polri dalam hal ini jajaran Polres Kebumen terhadap konflik tanah antara warga sipil di Kebumen dengan TNI-AD, dimana fungsi Kepolisian adalah salah satu fungsi pemerintahan negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.
Kebijakan Polres Kebumen yang telah dilakukan dalam pengelolaan konflik yang tepat adalah dengan cara “kompromi atau negosiasi” yaitu dimana masing-masing kedua pihak memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling member dan menerima, serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak.
Tarjono Sapto Nugroho, Magister Programs of the General Soedirman University CommisionCounsellor, chief of : Dr. SetyaWahyudi, S.H.,M.H., Member : Dr. Budiyono, S.H., M.Hum.
This thesis with title "Role and Policy of Police of Resort Kebumen in handling of Dispute Land;Ground (Case Study Dispute Land between Ground Forces Armyand Society Massage Sewu Sub-Province of Kebumen)." Problems which studied in this thesis is role of Police in solution of land dispute between Ground Forces Army with civil citizen in territory of jurisdiction of Police of Resort Kebumen and also Policy what is taken by Police in in solution of land dispute between Ground Forces Army with civil citizen in territory of jurisdiction of Police of Resort Kebumen.
From research result and solution, hat role of Police in this case the overall PolresKebumen in solution of land conflict betweenGround Forces Armywith civil citizen farmer along the beach Massage SewuKebumen is to actions for the preventing of the conflict betweenfarmer with Ground Forces Army can alleviate and prevent the happening of victim. The executed effort through of preventif and of represif.
Role of Police carry out duty look after security and orderliness of society ofdicapapithrough duty of preventif duty and of represif. Area duty of preventif executed with construction pattern and concept in the form of giving of protectionservice and protection to society, so thatsociety feel safe, order and peaceful not annoyed all the of activity.
Police of Resort Kebumen make policy to handlingof farm dispute or conflict between civil citizen farmerwithGround Forces Army along the beach Massage SewuKebumen placed forward construction aspect, hence society become can self-supportingly for the menangkal of security trouble and orderliness of society, this matter is very effective to assist police duty and government. Problemshandling, by policy of applying of justice restorative between both parties. Of solution of conflict, ad for in justice restorative can be examplizeed in the form of penal mediasion.
Policy of is straightening of law conducted by Police in this case the overall Police of Resort Kebumen to land conflict between civil citizen farmer Kebumen withGround Forces Army, where Police function is one of the function governance of state in maintainer to the security area and orderliness of society, straightening of law, protection, service and pengayoman to society.
Policy of Resort Kebumen which have been conducted in management of correct conflict is by "negotiation or compromise" that is where each both parties give and offer something when which at the same time, reciprocate and accept, and also minimization lacking of all able to profit all.
125285508P2EA11056IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDAMPINGAN PSIKOLOGIS OLEH BAPAS PURWOKERTO
(Studi Di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Cilacap)
Toto Wasono. NIM. P2EA 11056. Implementasi Kebijakan Pendampingan Psikologis Oleh BAPAS Purwokerto (Studi Di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Cilacap). Pembimbing I: Dr. Setya Wahyudi, S.H.,M.H.. Pembimbing II: Dr. Hibnu Nugroho.,S.H.,M.H.

Efek buruk pada anak akibat keterlibatan anak dalam proses peradilan pidana dapat berupa penderitaan fisik dan emosional seperti ketakutan, kegelisahan, gangguan tidur, gangguan nafsu makan maupun gangguan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan pendampingan psikologis oleh Bapas Purwokerto dan kendala yang dihadapi Bapas Purwokerto dalam proses pendampingan psikologis di wilayah hukum Kepolisian Resor Cilacap.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Data hasil penelitian diperoleh dari wawancara dengan Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di Kepolisian Resor Cilacap, anak dan keluarga yang berhadapan dengan hukum, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Purwokerto dan Lembaga Bantuan Hukum dan LSM Citra Cilacap serta dokumentasi kasus anak yang berhadapan dengan hukum di Kepolisian Resor Cilacap.
Kesimpulan penelitian ini yaitu implementasi kebijakan pendampingan psikologis oleh Bapas Purwokerto di wilayah hukum Kepolisian Resor Cilacap belum dapat meminimalkan dampak psikologis pada anak yang berhadapan dengan hukum. Hal ini disebabkan karena Pendampingan psikologis terhadap anak yang berhadapan dengan hukum oleh BAPAS yang dilakukan dengan melakukan penelitian kemasyarakatan masih terbatas hanya untuk memenuhi kelengkapan Berita Acara Pemeriksaan. Kendala yang dihadapi Bapas Purwokerto dalam proses pendampingan psikologis di wilayah hukum Kepolisian Resor Cilacap yaitu: 1) Rasio BAPAS dengan wilayah kerja yang tidak seimbang, dimana wilayah kerja BAPAS Klas II Purwokerto meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara dan Kabupaten Kebumen. 2) Fasilitas operasional Bapas. 3) Belum tersedianya kantor unit kerja Bapas di wilayah Kabupaten Cilacap. 4) Pendidikan formal petugas BAPAS Purwokerto sarjana hukum. 5) Belum adanya pegawai yang berlatar belakang pendidikan psikologi. 6) Kurangnya koordinasi antar instansi pemerintah, dan 7) Sistem informasi yang belum terintegrasi.
Toto Wasono. NIM. P2EA 11056. Psychological Assistance Policy Implementation By BAPAS Purwokerto (Studies In Cilacap Police Jurisdiction). Adviser I: Dr. Setya Wahyudi, S.H., M.H. Adviser II: Dr. Hibnu Nugroho., S.H., M.H.

Adverse effects on children due to the involvement of children in the criminal justice process can be physical and emotional suffering such as fear, anxiety, sleep disturbances, appetite disturbances and psychiatric disorders. This study aims to determine the implementation of the policy by the psychological assistance and Bapas Purwokerto Purwokerto Bapas obstacles encountered in the process of psychological assistance in Cilacap Police jurisdiction.
This study uses a socio-juridical approach. The data were obtained from interviews with the Head of Women and Child Protection Unit (PPA) in Cilacap Police, children and families who are dealing with the law, Correctional Center (Bapas) Purwokerto and Legal Aid and NGOs Image Cilacap and documentation of cases of children in conflict with the Police law in Cilacap.
The conclusion of this research is the implementation of policies by Bapas Purwokerto psychological assistance in Cilacap Police jurisdiction can not minimize the psychological impact on children in conflict with the law. This is due to psychological assistance to children in conflict with the law by BAPAS conducted by social research is still limited only to fulfill the Official Report. Obstacles encountered in the process of Purwokerto Bapas psychological assistance in Cilacap Police jurisdiction, namely: 1) BAPAS ratio with an unbalanced work area, where the working area of Class II BAPAS include Banyumas Purwokerto, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara and Kebumen. 2) operating facilities Bapas. 3) Lack of Bapas unit office in the district of Cilacap. 4) Formal education officer Purwokerto BAPAS law degree. 5) The absence of personnel educational background of psychology. 6) Lack of coordination among government agencies, and 7) that are not yet integrated information systems.
125295509P2PA10007POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN TUMBUHAN OBAT PADA KAWASAN HUTAN LINDUNG GUNUNG TILU DI DESA JABRANTI KECAMATAN KARANGKANCANA KABUPATEN KUNINGANNINA HERLINA, Program Studi Ilmu Lingkungan-Program Pascasarjana, Universitas Jenderal Soedirman, Potensi dan Strategi Pengembangan Tumbuhan Obat pada Kawasan Hutan Lindung Gunung Tilu di Desa Jabranti Kecamatan Karangkancana Kabupaten Kuningan, Komisi Pembimbing, Pembimbing I Prof. Dr. Hj. Triani Hardiyati, S.U., Pembimbing II Dr.rer.nat. Moh. Husein Sastranegara, M.Si.
Masyarakat Desa Jabranti Kecamatan Karangkancana Kabupaten Kuningan sudah terbiasa mengambil dan menjual bahan baku tumbuhan obat. Apabila kondisi ini terus berlangsung tanpa upaya konservasi, maka jumlah spesies dan individu tumbuhan obat akan menurun.
Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi potensi tumbuhan obat di kawasan hutan Gunung Tilu dan merumuskan strategi yang tepat dalam upaya pengembangan tumbuhan obat di Desa Jabranti. Data pengambilan potensi abiotik adalah ketinggian tempat, sedangkan potensi biotik adalah spesies yang dilindungi (Red List IUCN). Metode analisis vegetasi adalah metode petak ganda dengan bentuk petak sampel bujur sangkar, sedangkan metode pengumpulan data sosial budaya berupa persepsi masyarakat dengan wawancara mendalam. Analisis strategi pengembangan tumbuhan obat menggunakan analisis SWOT.
Hasil penelitian potensi Hutan Lindung Gunung Tilu menunjukkan bahwa 59 spesies tumbuhan obat dari 108 spesies ditemukan. Pada ketinggian 500-700 mdpl dan 700-900 mdpl, Alstonia scholaris yang dikategorikan ke dalam status Lower Risk/Least Concern versi 2.3. (tingkat kelangkaan IUCN Red List) ditemukan dan berpotensi untuk penangkaran secara ex situ. Pada semua ketinggian tempat antara 500-700 mdpl, 700-900 mdpl, dan 900-1.150 mdpl, Cinnamomum sintoc (INP sebesar 17,5%, 24,14%, dan 31,51%) ditemukan dan berpotensi untuk pembuatan jamu tradisional. Oleh karena itu, Gunung Tilu merupakan sumber tumbuhan obat yang tersedia banyak dan berprospek tinggi untuk dikembangkan dengan cara penangkaran secara ex situ dan pembuatan jamu tradisional. Pembuatan jamu tradisional dapat meningkatkan perekonomian dan dikelola secara berkelompok. Eksploitasinya diharapkan tidak berlebihan karena akan mengakibatkan kerusakan habitat. Persepsi lain dari masyarakat bahwa tumbuhan obat berguna untuk kayu bakar.
Strategi yang diusulkan untuk pengembangan tumbuhan obat di Desa Jabranti Kecamatan Karangkancana Kabupaten Kuningan adalah pengadaan pelatihan dan pembuatan penangkaran tumbuhan obat secara ex situ dengan berkoordinasi antara pihak Perhutani dan pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan. Strategi selanjutnya adalah pengadaan kerjasama pembuatan jamu tradisional dengan berkoordinasi antara pihak perguruan tinggi dan pihak perbankan.
NINA HERLINA, The Environmental Sciences Study Program, Post-Graduate Program, Jenderal Soedirman University. Developmental Strategy and Potency Herb at Gunung Tilu Preservation Forest in Jabranti Village Karangkancana District Kuningan Regency. The Supervisor Prof. Dr. Hj. Triani Hardiyati, S.U., Co-supervisor Dr.rer.nat. Moh. Husein Sastranegara, M.Si.
People in Jabranti Village Karangkancana District Kuningan Regency used to pick and sell herb. If this condition keeps on going without any conservation, so the number of species and herb will decrease.
The research aims to identify the potential herb in Gunung Tilu preservation forest and formulate an appropriate strategy to develop herb in Jabranti Village. The abiotic data was height of the place, whereas the potential biotic were protected species (Red List IUCN). The vegetation analysis method was double square method with the shape of a square, whereas the social and cultural data sampling method was people’s perception and in-depth interview. The analysis of herb of herb developing strategy used SWOT analysis.
The research of potential herb in Gunung Tilu preservation forest showed that there were 59 herb species out of 108 species found. In the height of 500-700 mdpl (metre above sea level) and 700-900 mdpl, Alstonia scholaris which was categorized as Lower Risk/Least Concern version 2,3 (The rarity IUCN Red List) was found and it could be potentially bred in ex situ way. In all heights 500-700 mdpl, 700-900 mdpl, and 900-1,150 mdpl, Cinnamomum sintoc (INP was 17.5%, 24.14%, and 31.51%) was found and it could be potentially used in traditional herb medicine (jamu). Thus, Gunung Tilu is a source of abundant herb and it has high prospect to be developed by using ex situ way and the production of traditional herb medicine. The production can increase villager’s income and it can be managed in group. Its over-exloitation was not meant to be because it can destruct the habitat. Other perception which comes from its surrounding is that herb could be used as firewood.
The proposed strategy to develop the herb in Jabranti Village Karangkancana District Kuningan Regency is by giving training and making ex situ plant breeding through coordination between the Kuningan State Forest Corporation and the Plantation and Forest Service. The next strategy is making cooperation with traditional herb medicine producers by coordinating between academic institution and banking.
125305539H1C009057PEMODELAN PROPAGASI RUANGAN TERTUTUP PADA JARINGAN SENSOR NIRKABEL (JSN) BERBASIS MODUL XBEE SERIES 1 PRO DENGAN PROTOKOL ZIGBEE (IEEE 802.15.4)Jaringan sensor nirkabel merupakan jaringan yang menggunakan protokol Zigbee yang berbasiskan pada standar IEEE 802.15.4. Protokol Zigbee ini dikhususkan untuk jaringan sensor. Salah satu teknologi dari Jaringan Sensor Nirkabel (JSN) yang menggunakan protokol Zigbee adalah modul RF Xbee Series 1 Pro. JSN telah banyak digunakan pada bangunan-bangunan seperti pabrik, perumahan, perkantoran, mall dan hotel. Namun didalam suatu bangunan atau ruangan tertutup akan terjadi banyak proses redaman di sepanjang jalur komunikasi yang disebabkan oleh beberapa faktor. Pada tugas akhir ini dilakukan pemodelan propagasi ruangan tertutup (indoor) pada modul Xbee Series 1 Pro dengan kondisi Non Line Of Sight(NLOS) dengan variasi dari material penghalang yang diuji berupa triplek, kaca, kayu dan tembok. Ketinggian dari Tx dan Rx pada pengukuran yang dilakukan adalah sebesar 1.3 m dari tanah. Parameter yang diukur diantaranya adalah Rx Level dan Path Loss pada kondisi LOS dan NLOS untuk selanjutnya dapat diketahui nilai redaman penghalang. Pengukuran Rx level pada kondisi LOS dengan jarak 1 m, 2 m, 3 m, 4 m, 5 m, 6 m, 7 m, 8 m, 9 m, 10 m, 20 m, 30 m menghasilkan nilai tertinggi -36 dBm, nilai terendah -53 dBm. Sedangkan pada kondisi NLOS dengan jarak 1 m, 3 m, dan 5 m Rx level tertinggi -39 dBm dan nilai Rx level terendah pada angka -73 dBm. Untuk nilai Path Loss pada kondisi LOS dengan jarak 1 m, 3 m, 5 m, nilai Path Loss paling kecil 49 dB sedangkan nilai Path Loss terbesar 55 dB. Nilai Path Loss pada kondisi NLOS dengan jarak 1 m, 3 m, 5 m memiliki nilai Path Loss terkecil 49 dB dan nilai Path Loss terbesar 90 dB. Dari pengukuran Rx level dan Path Loss tersebut, didapat nilai redaman dari penghalang triplek sebesar 1.49161585 dB, penghalang kaca sebesar 5.30490472 dB, penghalang kayu sebesar 7.02804808 dB, dan penghalang tembok sebesar 17.97384804 dB.Wireless sensor network is a network that uses the Zigbee protocol based on the IEEE 802.15.4 standard. Zigbee protocol is devoted to sensor networks. One of WSN technology which used ZigBee protocol is RF XbeeSeries 1 Pro modul. WSN has been widely used for buildings such as factory, house, office, shopping mall, and hotel. However, inside the building or enclosed room would occur many reducing processes along communication line which caused by few factors. This project contained indoor propagation modeling on Xbee Series 1 Pro modul using four variety of material obstacles, such as: plywood, glass, wood, and wall. The Tx and Rx elevation at measurement trials is 1.3 metres (from the ground). The parameter which measured there are Rx Level and Path Loss in LOS and NLOS conditions, furthermore would be known the value of reducing obstacle. The distances of Rx level measuring in LOS condition there are 1 m, 2 m, 3 m, 4 m, 5 m, 6 m, 7 m, 8 m, 9 m, 10 m, 20 m, and 30 m which shows the highest value of measurement -36 dBm, and the lowest value counted -53 dBm. In NLOS condition which put distances 1m, 3m, and 5m, the highest Rx level value counted -39 dBm and the lowest Rx level calue counted -73 dBm. The Path Loss value in LOS condition which put distances 1 m, 3 m, and 5 m, the lowest Path Loss value counted 49 dB whereas the highest Path Loss value counted 55 dB. The Path Loss value in NLOS condition which put distances 1m, 3m, and 5m, the lowest Path Loss value counted 49 dB and the highest Path Loss value counted 90 dB. Those Rx level and Path Loss measurements has been obtained reducing value from plywood loss counted 1.49161585 dB, glass loss counted 5.30490472 dB, wood loss counted 7.02804808 dB, and wall loss counted 17.97384804 dB.
125315866A1G010009STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK SUSU PASTEURISASI DI KOPERASI PETERNAK SATRIA (PESAT) KARANGLEWAS Susu segar merupakan salah satu komoditas pangan yang dihasilkan oleh industri peternakan yang dapat diolah menjadi susu pasteurisasi. Susu pasteurisasi yang diproduksi oleh Koperasi Peternak Satria (PESAT) Karanglewas belum mampu dijadikan produk yang mampu bersaing dengan produk sejenis di pasaran lokal sehingga volume produksinya masih fluktuatif. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor lingkungan internal dan ekstenal yang mempengaruhi pengembangan produk susu pasteurisasi di koperasi PESAT, dan menemukan alternatif strategi pengembangan usaha susu pasteurisasi bagi koperasi PESAT dan menetapkan prioritas strategi pengembangan produk susu pasteurisasi yang dapat diterapkan oleh koperasi PESAT.
Penelitian ini adalah kasus di Koperasi Peternak Satria (PESAT) Karanglewas dengan metode penelitian survey. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 20 Februari 2013 sampai 23 Maret 2013 di Koperasi Peternak Satria (PESAT) Karanglewas. Sasaran penelitian ini adalah strategi pengembangan susu pasteurisasi di Koperasi PESAT. Metode pengumpulan data terdiri dari wawancara dan observasi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis SWOT.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat empat alternatif strategi pengembangan produk susu pasteurisasi, dengan strategi terbaik adalah strategi I dengan total nilai daya tarik sebesar 5,3956 yaitu melihat pasar untuk mengintensifkan produksi susu pasteurisasi dengan memanfaatkan bantuan pemerintah secara maksimal dan mengembangkan produksi susu segar sebagai bahan baku.
Fresh milk is one of the food commodities produced by farms industrial that can be processed into pasteurized milk. Pasteurized milk produced by Koperasi Peternak Satria (PESAT) Karanglewas not been able to be a product that can compete with similar products in the local market so that the volume of production is still fluctuating. The reserach’s purpose is to analyze the environmental factors that affect the internal and external pasteurized milk development in PESAT’s cooperative, and finding alternative strategies for the development of pasteurized milk in PESAT’s cooperative and set the priorities of pasteurized milk product’s development strategy that can be applied by PESAT’s cooperative.
This research is a case in Koperasi Peternak Satria (PESAT) Karanglewas with survey research methods. The research has done on February 20, 2013 until March 23, 2013 in Koperasi Peternak Satria (PESAT) Karanglewas. The target of this research is development strategy pasteurized milk in Koperasi PESAT. The methods of data collection consisted of interviews and observations. The analytical method that used is descriptive analysis and SWOT analysis.
The results showed that there are four alternative development strategies of pasteurized milk products, with the best strategy is the strategy I with total value of the attraction is 5,3956 which is look at the market to intensify the production of pasteurized milk by utilizing government assistance to the fullest and develop the production of fresh milk as the materials.
125325510P2PA09009KAJIAN CEMARAN MERKURI DI SUNGAI TAJUM DAN PERSEPSI MASYARAKAT PENAMBANG PADA PERTAMBANGAN EMAS DI KECAMATAN GUMELAR KABUPATEN BANYUMASSIGIT WIDIADI, Program Studi Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana, Universitas Jenderal Soedirman, Kajian Cemaran Merkuri di Sungai Tajum dan Persepsi Masyarakat Penambang pada Pertambangan Emas di Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas, Pembimbing utama Dr. Ir. H. Achmad Iqbal, M.Si. dan anggota Dr. Ir. I Wayan Warmada.
Kegiatan penambangan emas secara tradisional di Kecamatan Gumelar berpotensi mencemari lingkungan perairan Sungai Tajum karena bahan merkuri (Hg) digunakan untuk amalgamator dalam memisahkan bijih emas dari material pengotornya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kadar Hg pada perairan dan sedimen di Sungai Tajum, mengetahui kadar Hg pada moluska di Sungai Tajum, menganalisis persepsi masyarakat penambang dalam pengolahan bijih emas dengan menggunakan Hg di Kecamatan Gumelar, dan menganalisis hubungan antara persepsi masyarakat penambang dan cemaran Hg.
Penelitian dilakukan secara survey deskriptif dengan pengambilan sampling perairan dan sedimen secara purposive random sampling. Pengambilan sampel air, sedimen, dan moluska dilakukan untuk mengetahui kadar Hg dengan data pendukung suhu, pH, dan TSS. Pengambilan sampel tersebut dilakukan di lima lokasi pengamatan dengan empat kali ulangan dalam jangka waktu dua minggu. Wawancara dan kuesioner dilakukan kepada 100 responden dari masyarakat penambang, melalui analisis korelasi dan tabulasi skala Likert. Hubungan antara persepsi masyarakat penambang dan cemaran Hg dianalisis dengan menggunakan peta blok tambang. Masing-masing blok diwakili oleh satu stasiun.
Secara umum, cemaran Hg tersebar di sepanjang Sungai Tajum telah melebihi baku mutu lingkungan yaitu 0,002 mg/l dengan nilai STORET termasuk dalam klasifikasi mutu air tercemar sedang (Kelas C). Setiap stasiun pengamatan kadar Hg cenderung lebih banyak di air dan diikuti oleh sedimen dan moluska. Kadar Hg air tertinggi di ST3 diikuti oleh ST4, ST2, ST5, dan ST1. Kadar Hg sedimen tertinggi di ST3 diikuti oleh ST2, ST1, ST4, dan ST5.
Populasi moluska tidak hadir di ST3, kadar Hg moluska tertinggi di ST2 dan diikuti oleh ST5, ST1, dan ST4. Populasi moluska semakin bertambah dari ST2 ke ST4 dan cenderung semakin berkurang ke arah hilir yaitu di ST5. Di setiap stasiun pengamatan, kekayaan moluska relatif stabil, kecuali di ST3. Kelimpahan moluska tertinggi di ST4 dan menurun ke arah hilir.
Masyarakat penambang cenderung memiliki aspek konasi atau kecenderungan bertindak lebih besar (40%) dengan tanpa pemahaman dan pengetahuan yang cukup dalam penambangan emas. Kondisi sosial ekonomi, penghasilan yang tinggi dari penambangan emas, dan tingkat pendidikan yang rendah menjadi faktor pemicu cemaran Hg di Sungai Tajum. Blok 3 merupakan blok tambang dengan jumlah penambang terbanyak dan memiliki resiko cemaran Hg di Sungai Tajum sebesar 50,42% per orang per hari.

SIGIT WIDIADI, Environmental Sciences Study Program, Post Graduate Program, Jenderal Soedirman University, Study of Mercury Pollutant in the Tajum River and the Miners Perception of Gold-mining in Gumelar District Banyumas Regency. Supervisor Dr. Ir. H. Achmad Iqbal, M.Si, and co-supervisor Dr. Ir. Wayan Warmada.
The traditional gold mining activity in Gumelar District is potentially to pollute the Tajum River environment because the mercury (Hg) element used for amalgamating the gold ores from their materials pollutant. The research aims at determining the concentration of Hg in the waters and sediment in Tajum River, determining the concentration of Hg in molluscs in Tajum River, analyzing the miners perception in processing gold ore by using Hg in Gumelar District, and analyzing the relationship between the miners perception and Hg pollution.
The research was conducted by descriptively surveying on the waters and sediment as the purposive random sampling. The waters, sediment and molluscs samples taking was done in order to determine the concentration of Hg, and the supporting data such as temperature, pH, and TSS. The sampling was conducted in five observed locations within four times repetition in two weeks duration. Interviews and questionnaire were done toward 100 respondents from the miners and analyzed by correlation analysis and the Likert tabulation scale. The relation between the miners perception and Hg pollution is analyzed by a mine block map. Each block is represented by one station.
Generally, the Hg pollution is spread along the Tajum River, and its a level has exceeded the environmental quality standard namely 0,002 mg/l with STORET score that is categorized in the medium-polluted water classificatuon (C-class). Each Hg-observed station tends to be in the water followed by sediment and molluscs. The highest level of Hg in the waters is in ST3 followed by ST4, ST2, ST5 and ST1. The highest level of Hg in the sediment is in ST3 followed by ST2, ST1, ST4, and ST5.
The molluscs population is not present in ST3; the highest level of Hg in moluscs is in ST2 followed by ST5, ST1 and ST4. The molluscs population is getting higher from ST2 to ST4 and it tends to be decreasing to the downstream namely ST5. In each observed station, the molluscs resource is relatively steady, except in ST3. The highest molluscs abundance is in ST4 and decreasing in the downstream.
The miners tend to have conative aspect or high action to effort (40%) without any further adequate understanding and knowledge on gold mining. The social-economy conditions, the high income earned from the gold mining, and the lower educational background level have become the triggering factors of Hg pollution in Tajum River. The Block 3 is a mining block with the highest number of miners and it has the highest risk of Hg pollution in Tajum River for 50.42% each person each day.
125335512P2DA10009ANALISIS SISTEM PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI PERSUSUAN PADA KOPERASI SUSUDI PROVINSI JAWA TENGAHBAYU ARISANDI, Program Magister Ilmu Peternakan Program Pascasarjana, Universitas Jenderal Soedirman, Analisis Sistem Pengembangan Agroindustri Persusuan pada Koperasi Susu di Provinsi Jawa Tengah, Komisi Pembimbing, Ketua: Moch. Sugiarto, S.Pt, MM, Ph.D. anggota : Dr. Ir. Syarifuddin Nur, M.Si.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang berperan pada pengembangan agroindustri persusuan koperasi di Provinsi Jawa Tengah, menganalisis aspek finansial usaha pengolahan susu (prioritas produk) untuk mengetahui kelayakan dan resiko usaha, dan menyusun prioritas pengembangan agroindustri persusuan koperasi di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian dilakukan secara survei dengan mewawancarai 9 orang pakar. Analisa SWOT digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, serta menyusun strategi berdasarkan faktor pendukung dan penghambat pengembangan agroindustri. MetodeAnalytical Hierarchy Process (AHP)digunakanuntuk menentukan prioritas setiap komponen pada hirarki yang disusun untuk alternatif pengembangan agroindustri.Kajian analisa finansial dilakukan untuk menilai kelayakan dari produk prioritas yang dikembangkan, dengan melihat beberapa nilai kriteria finansial (NPV, IRR, PBP, dan B/C) dan nilai tambah.
Faktor penting yang berperan dalam pengembangan agroindustri persusuan pada koperasi berdasarkan bobot kepentingannya berturut-turut adalah ketersediaan SDM (0,249), potensi bahan baku (0,170), peluang dan potensi pasar (0,167), kebijakan pemerintah (0,139), sarana dan prasarana (0,110), penyebarluasan teknologi (0,084), dan permodalan (0,081).
Dari hasil survei lapang dan penilaian dengan AHP didapat prioritas berdasarkan kriteria yang ditetapkan, produk olahan susu yang potensial untuk dikembangkan dan dapat diproduksi oleh koperasi primer di Provinsi Jawa Tengah adalah pasteurisasi. Hasil analisis kelayakan finansial produk pasteurisasi diperoleh nilai NPV Rp.100.555.358,97, IRR 25%, PBP 4,22 tahun, dan net B/C 1,076.Berdasarkan analisis sensitifitas, kelayakan finansial pengembangan agroindustri persusuan sangat sensitif terhadap penurunan harga produk. Dan produk olahan pasteurisasi memberikan nilai tambah sebesar Rp. 2883,15/liter lebih besar dibandingkan dengan produk susu dingin (chilled milk) yang memberikan nilai tambah sebesar Rp. 800/liter.
Dengan berbagai upaya pemenuhan kebutuhan aktor dan pemanfaatan sumberdaya pada hirarki pengembangan agroindustri persusuan, maka alternatif strategi yang dapat dilakukan agar tujuan pengembangan agroindustri persusuan dapat tercapai adalah pembinaan kelompok usaha bersama (40,9 persen). Alternatif selanjutnya berturut-turut pembinaan sentra industri (33,6 persen) dan pembinaan melalui pola kemitraan usaha (25,4 persen).
Berdasarkan matrik identifikasi faktor internal-eksternal, strategi yang sesuai bagi pengembangan agroindustri persusuan di Provinsi Jawa Tengah adalah strategi pertumbuhan, konsentrasi melalui integrasi horizontal atau stabilitas.
BAYU ARISANDI, Animal Sciences Master Program, Postgraduate Program, University of Jenderal Soedirman, Analysis of Dairy Agroindustry Development System on Milk Cooperative at Central Java Provience, Supervising Committee, Chairman: Moch. Sugiarto, S.Pt, MM, Ph.D., Members : Dr. Ir. Syarifuddin Nur, M.Si.
This research aimed to identified various factor that have a role on dairy agroindustry development at Central Java Provience, analized financial aspect of dairy processing business (product priority) for discover worthiness and businees risk and set dairy agroindustry development at Central Java Provience priority. This research carried out by survei method with interviewing 9 expert. SWOT Analyze had used for identified strengh, weakness, opportunity and threat, with set trategy based on support factor and agroindustry development resistor. Metode Analytic Hierarchy process (AHP) had used for determined priority of each component that arrange for agroindustry development alternative. Study of Analizing finance did for evaluate worthiness from the developed priority product, by saw some of financial value criteria(NVP, IRR, PBP and netB/C) andadded value.
Important factor that roled cooperative dairy agroindustry based on importance quality consecutively was availability of human resource (0,249), raw material potency(0,170), opportunity and market potencial (0,167), Government policy(0,139), infrastructure (0,110), Dissemination technology (0,084) and fund (0,081).
Field Survei result and AHP evaluation shown the priority based on criteria that had been set, dairy processing product that potencial for developed and producted by primary cooperative at Centras Java Provience was pasterization. Financial feasibility alnalysis result of pasteurization product fron NPV was Rp. 100.555.358,97, IRR 25%, PBP 4,22 Year, dan net B/C 1,076. Based on sensitify analysis, Financial feasibility of dairy agroindustry development was so sensitive againt drop of product price. And pasteurization procces product gave the surpluss value Rp. 2883,15/litre higher than chilled mik that gave added value Rp. 800/litre.
With various effort of actor requirement fullfillment, and resource utilization on dairy agroindustry development hierarchy, then alternative strategy that could be done for reach dairy agroindustry development was founding the business group (40,9%). Further alternative consecutively is sentra industry founding (33,6%) and founding by partnershipp bussines (25,4 %).
Based on internal external factor identification matrix, the appropiate strategy for dairy agroindustry development at Central Java provience was strategy of growth, integration horizontal concentration or stability.
125345513P2DA11001PRODUKSI DAN KUALITAS SUSU SAPI PERAH YANG PAKANNYA DISUPLEMENTASI HEIT-CHROSE MELALUI BERBAGAI SISTEM PEMBERIAN PAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi dan kualitas susu serta kecernaan pakan pada sapi perah yang pakannya disuplementasi mineral organik (Cr organik 1,5 ppm; Se organik 0,3 ppm; Zn-Lyzinat 40 ppm) dan Heit-CHrose 0,18% Kg DM. Percobaan dilakukan menggunakan sapi perah laktasi ketiga dengan rataan bobot badan 638±72 kg. Materi perlakuan ada 16 ekor yang dibagi menjadi 4 perlakuan, yaitu R0 adalah pakan kontrol, R1 adalah R0 disuplementasi mineral organik, R2 adalah R1 ditambah Heit-CHrose diberikan secara konvensional, dan R3 adalah R2 yang diberikan secara total mix ration (TMR). Data diuji menggunakan analisis variansi dengan rancangan acak lengkap menggunakan 4 ulangan, apabila terdapat perbedaan maka diuji menggunakan uji beda nyata (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi mineral organik dan Heit-Chrose pada pakan sapi perah memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap produksi susu, kecernaan energi, produksi komponen susu (lemak, protein, laktosa dan solid non fat), efisiensi susu dan efisiensi energi, tetapi tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap konsumsi (bahan kering, bahan organik, total digestible nutrien), kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, kecernaan serat kasar, dan kualitas susu. Kesimpulannya adalah suplementasi Heit-CHrose pada pakan sapi perah baik secara konvensional maupun TMR menghasilkan produksi susu, efisiensi susu dan energi yang lebih baik dibandingkan pakan kontrol maupun pakan yang disuplementasi mineral organik (Cr organik 1,5 ppm; Se organik 0,3 ppm; Zn-Lyzinat 40 ppm).This study was aimed to determine the production and quality of milk and feed digestibility in dairy cows whose feed was supplemented with organic mineral (Cr organic 1.5 ppm; Se organic 0.3 ppm; Zn-Lyzinat 40 ppm) and Heit-CHrose 0.18% Kg DM. The experiments were conducted using a third-lactation dairy cows with average body weight of 638 ± 72 kg. There were 16 cows that were divided into 4 treatments, R0 : the control diet, R1 : R0 feed supplemented with organic minerals, R2 : R1 plus Heit-CHrose given as the conventional system, and R3 : R2 are given as total mixed ration (TMR) system. The data were tested using analysis of variance with a completely randomized design using four replications, if there was a difference then it was tested using a honestly significant difference test (HSD). The results showed that the addition of organic minerals and Heit-CHrose to the diet of dairy cows gave a significant effect (P<0.05) on milk production, digestibility of energy, the production of milk components (fat, protein, lactose and solid non-fat), milk efficiency and energy efficiency, but had no effect (P>0.05) on consumptions (dry matter, organic matter, total digestible nutrients), dry matter digestibility, organic matter digestibility, crude fiber digestibility, and milk quality. In conclusion, Heit-CHrose supplementation on dairy cattle feed either as conventional or TMR produce milk production, milk efficiency and energy better than the control feed or feed supplemented with organic minerals (Cr organic 1.5 ppm; Se organic 0.3 ppm; Zn-Lyzinat 40 ppm).
125355514P2DA10016TINGKAH LAKU MAKAN, DAN KECERNAAN BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK, SERTA ENERGI SAPI PERAH LAKTASI DENGAN POLA PEMBERIAN PAKAN YANG BERBEDA
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pola pemberian pakan terhadap tingkah laku makan, dan kecernaan bahan kering, bahan organik, serta kecernaan energi pada sapi perah laktasi. Penelitian menggunakan 15 ekor sapi perah FH betina laktasi pertama bulan laktasi ketiga sampai kedelapan, dengan rataan bobot badan 515±61,5 kg. Penelitian menggunakan metode eksperimental, yang dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan pola pemberian pakan, R0 (Component Feeding), R1 (Cafetaria), R2 (Total Mixed Ratio/ TMR). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan memberikan pangaruh (P<0,05) terhadap lama waktu sekali makan; frekuensi makan siang hari; lama waktu sekali ruminasi malam, frekuensi ruminasi satu hari, dan frekuensi ruminasi malam, akan tetapi tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap lama waktu ruminasi satu hari, siang dan malam; lama waktu sekali ruminasi satu hari dan siang; frekuensi ruminasi siang. Kecernaan bahan kering, bahan organik, serta energi sapi perah laktasi tidak dipengaruhi (P>0,05) oleh perlakuan. Kesimpulannya adalah sapi perah laktasi yang diberikan pakan dengan pola Cafetaria membutuhkan waktu sekali makan lebih lama dan lebih jarang makan pada siang hari, sedangkan ternak dengan pola pemberian pakan Component Feeding membutuhkan waktu sekali ruminasi dan waktu ruminasi sambil berdiri lebih lama, serta ternak dengan pola Total Mixed Ratio (TMR) lebih sering melakukan ruminasi dalam sehari dan malam hari. Pola pemberian Component Feeding, Cafetaria, maupun Total Mixed Ratio (TMR) dapat diaplikasikan pada sapi perah laktasi tanpa menurunkan kecernaan bahan kering, bahan organik, serta energi.The objectives of this research to study the effect of different feeding systems on feeding behavior, digestibility of dry matter, organic matter, and energy of lactating dairy cattle. This research used 15 Friesien Holsteins cows in third to eighth lactation, and average body weight of 515±61,5 kg. This research used 15 Friesien Holsteins cows in third to eighth lactation, and average body weight of 515±61,5 kg. This research using experimental method designed Completely Randomized Design (CRD) with 3 treatments feeding system, R0 (Component Feeding), R1 (Cafetaria), R2 (Total Mixed Ratio/ TMR). The data were analized using varian analysis and continued with the Honestly Significant Difference (HSD) analysis. The research results indicated that treatments had significantly effect (P<0.05) on the time spent eating for once meal; frequency of eating daylight period; time spent for once ruminating of night period; total frequency of ruminating full day; and frequency of ruminating night period, but the treatments had no significantly effect (P>0.05) on time spent eating full day; daylight period and night period; time spent eating for once meal daylight period and night period; frequency of eating full day and night period; time spent ruminating full day, daylight period, and night period; time spent for once ruminating full day and daylight period; frequency of ruminating daylight period. Digestibilities of dry matter, organic matter, and energy of lactating dairy cattle were not affected by teartments (P>0.05). The finding of this study suggest that lactating dairy cattle fed with system Cafetaria takes time spent for once eating longer and less frequency of eating, while the system Component Feeding takes time spent for once ruminating and time spent for standing ruminating a longer, the system Total Mixed Ratio (TMR) more frequency of ruminating full day and night period. The systems of Component Feeding, Cafetaria, and Total Mixed Ratio (TMR) can be applied to lactating dairy cattle without decreasing digestibility of dry matter, organic matter, and energy.
125365515P2DA11016PENGGUNAAN PAKAN FUNGSIONAL TERHADAP PERFORMAN PRODUKSI DAN KUALITAS TELUR AYAM ARAB
Tujuan penelitian pakan fungsional yang mengandung probiotik Lactobacillus dan minyak ikan lemuru (Sardinela longiceps) sebagai sumber omega-3 dilakukan untuk mengevaluasi penggunaan dan level pakan fungsional terhadap performan produksi dan kualitas telur ayam arab. Materi yang digunakan adalah ayam arab umur 20 minggu sebanyak 60 ekor yang dipelihara selama 12 minggu. Metode penelitian yang digunakan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan R0 (0 % Pakan Fungsional), R1 (5% Pakan Fungsional), R2 (10 % Pakan Fungsional), R3 (15 % Pakan Fungsional) dan R4 (20 % Pakan Fungsional). Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan pakan fungsional yang mengandung probiotik Lactobacillus dan minyak ikan lemuru sebagai sumber omega-3 dalam pakan ayam arab ternyata memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap kualitas telur secara kimiawi (meningkatkan kandungan protein kuning telur dan menurunkan kandungan lemak kuning telur); akan tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap performan produksi (konsumsi pakan, konsumsi protein, konsumsi lemak, konsumsi energi, produksi telur hen day, konversi pakan); dan kualitas telur secara fisik (berat telur, indeks telur, indek kuning telur, indeks putih telur, bobot kuning telur, bobot putih telur, berat kerabang telur dan skor kuning telur). Penggunaan pakan fungsional sampai level 20 persen menghasilkan performan produksi dan kualitas telur ayam arab secara fisik yang relatif sama serta memberikan peningkatan terhadap kualitas telur ayam arab secara kimiawi yaitu protein kuning telur sebesar 16,08 persen dan menurunkan lemak kuning telur sebesar 26,99 persen.This purpose of research about The Use of Functional Feed Containing Lactobacillus and Sardine Oil (Sardinela Longicep) as the Source of Omega-3 was carried out to evaluate its use and the functional level toward the performance of production and quality for Arabic Chicken’s Eggs. The materials of this research used were the chickens aged 20 weeks as much as 60 for 12 weeks in breeding. A method of this research used the experimental method through (CRD) completely randomized design with treatments at R0 (0 % Functional Feed), R1 (5% Functional Feed), R2 (10 % Functional Feed), R3 (15 % Functional Feed) dan R4 (20 % Functional Feed). The results of this research indicated that the use of functional feed contained Lactobacillus and sardine oil as the source of omega-3 at 20 percent in the feed, evidently, it proved very real different effects ( P<0.01 ) in increasing the quality of the eggs chemically ( content of the yolk protein came up and the yellow fat came down) ; but it was not the different (P>0,05) toward the performance of production (feed consumption, protein consumption, fat consumption, energy consumption, production of hen day’s eggs, feed conversion); and physical quality of egg (its weight, its shape index, its yolk index, its white index, its yolk weight, weight of the white, score of the yolk and the shell weight. The use of the fuctional feed at 20 percent turned out the performance of production and quality for Arabic Chicken’s Eggs physically at the same and use of it provided improvements to the quality of them is chemically the yolk protein at 16,08 percent and a descrease in egg yolk fat at 26,99 percent.
125375516P2BA11044PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb) DALAM RANSUM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN dan KELULUSHIDUPAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus)Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengaruh penambahan tepung temulawak dalam ransum pakan terhadap pertumbuhan benih ikan nila umur 4 minggu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan dan setiap ulangan terdiri atas 5 ekor benih ikan nila. Parameter yang diukur adalah kelulushidupan, pertambahan berat, pertambahan panjang, laju pertumbuhan spesifik, analisis kurkuminoid serbuk temulawak, analisis proksimat pakan analisa proksimat daging, pengukuran hematokrit, leukosit dan eritrosit. Data pendukung yang diamati adalah kualitas air yang meliputi suhu, oksigen terlarut dan pH. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pemberian tepung temulawak sampai level 4 % dalam ransum berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap laju pertumbuhan spesifik dan pertambahan berat benih ikan nila. This research aims to provide the effect of adding curcuma flour in feed rations on tilapia growth of 4-weeks old. This research applied completely randomized design (CRD) examining 5 treatments in quintuplicate of 5 ind. each. Parameters were survival rate, weight and length gains, specific growth rate, curcuminoid content analysis, and feed proximate analysis muscular proximate analysis, hematocrit, and leukocyte and erythrocyte counts. Supporting data was water quality parameters (temperature, dissolved oxygen and pH). The result showed that up to 4% of adding curcuma flour affected significantly (p> 0.05) specific growth rate and weight gain of fry tilapia.
125385517C1L008048THE IMPACTS OF FREQUENCY OF CORPORATE ANNOUNCEMENTS VIA STOCK EXCHANGE WEBSITE ON MARKET EFFICIENCY Pelaporan perusahaan yang terus menerus dapat meningkatkan lingkungan pelaporan yang lebih real-time. Penelitian ini meneliti pengaruh jumlah pengumuman perusahaan melalui website bursa efek pada efisiensi pasar di negara berkembang, Indonesia. Ukuran frekuensi bahan pengungkapan informasi online adalah frekuensi pengumuman perusahaan melalui website bursa efek. Pengukuran efisiensi pasar adalah return saham, volume perdagangan, dan bid-ask spread.
Populasi adalah semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Menggunakan metode purposive sampling, 77 perusahaan yang digunakan sebagai sampel. Hasil analisis penelitian ini menggunakan analisis multivariat dan menemukan bahwa frekuensi pengumuman perusahaan tidak signifikan terhadap return saham dan bid-ask spread. Namun, frekuensi pengumuman perusahaan melalui website bursa berpengaruh signifikan dan negatif pada volume perdagangan.
Continuous corporate reporting is gaining prominence in the current real-time reporting environment. This paper investigates the effect of number of corporate announcements via stock exchange websites on market efficiency in developing country, Indonesia. The measure of frequency of online material information disclosures is the frequency of corporate announcements via stock exchange website. The measures of market efficiency are stock return, trading volume, and bid-ask spread.
The population is all of companies listed in Indonesia Stock Exchange (IDX). Using purposive sampling method, 77 companies are used as sample. The research result analysis uses multivariate analysis and found that the frequency of corporate announcement do not significant on stock return and bid-ask spread. However, the frequency of corporate announcements via stock exchange website has significant and negative effect on trading volume.

125395518E1A006161SENGKETA KEPEGAWAIAN
(Analisis Terhadap Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Nomor 12/G/2010/PTUN-JKT)
Konsep hukum kepegawaian dalam bentuk strategi alternatif akan diarahkan pada pembentukan sikap dan perilaku pegawai negeri sipil. Pola pikir pengembang hukum kepegawaian memiliki arti sebagai pergeseran pemikiran dalam sistem pemerintahan dalam menjamin terselenggaranya pemerintahan dan pembangunan secara berdaya guna dan berhasil guna dalam rangka usaha mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur baik material dan spiritual. Pergeseran paradigma atau pola berpikir dan tingkah laku dalam penyelenggaraan pemerintahan dimungkinkan akan berdampak pada sistem kelembagaan dan sumber daya manusia yang ada di Indonesia.
Sejalan dengan perkembangan kemasyarakatan, pengaturan dalam Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1974 disempurnakan kembali melalui Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, Kehadiran hukum kepegawaian tersebut, berfungsi untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan kepentingan - kepentingan yang dapat bertubrukan satu sama lainnya, dapat ditekan sekecil-kecilnya. Menurut Utrecht, dalam bukunya Pengantar Hukum Administrasi Negara Indonesia, menyebutkan bahwa hukum kepegawaian Indonesia masih diatur dalam peraturan-peraturan “incidenteel”, peraturan - peraturan hukum administrasi negara kebiasaan (administratief gewoonterechtsregels) dan surat-surat edaran (rondschrijven) beberapa departemen (kementrian) dan dari Kepala Kantor Urusan Kepegawaian.
The concept of employment law in the form of alternative strategies will be directed to the formation of attitudes and behavior of civil servants. Developer mindset employment law has a meaning as a shift in thinking in the system of government in ensuring the implementation of governance and development in efficient and effective manner in order to attempt to achieve a fair and affluent society both materially and spiritually. Shifts paradigms or patterns of thinking and behavior is possible of government implementation will have an impact on system institutional and human resources in Indonesia.
In line with the development of society, arrangement the Act of the Republic of Indonesia No. 8 of 1974 enhanced again through Act Number 43 Year 1999 on the Principles of Civil Service, the Attendance employment law, serves to integrate and coordinate the interests that may collide with each other, can be reduced as small as possible. According to Utrecht, in his book Introduction to Administrative Law Negara Indonesia, said that the Indonesian civil service law is set out in the regulations "incidenteel" rules - rules state administrative law practice (administratief gewoonterechtsregels) and circular letters (rondschrijven) some departments (ministries) and the Office of the Head of Civil Service Affairs.
125405520C1L009026FACTORS AFFECTING THE INCREASE OF BATIK SMALL MEDIUM ENTERPRISES'S REVENUE IN BANYUMAS REGENCYPenelitian ini dilakukan di Kabupaten Banyumas. Obyek dari penelitian ini adalah Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Batik di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh informasi akuntansi, modal kerja, kemampuan manajerial, dan strategi pemasaran terhadap peningkatan pendapatan Usaha Kecil Menengah Batik di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian ini menggunakan metode survei. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan menggunakan metode analisis kuantitatif atau uji statistik (analisis primer).
Hasilnya menunjukkan bahwa: 1) informasi akuntansi, modal kerja, kemampuan manajerial, dan strategi pemasaran secara simultan berpengaruh pada peningkatan pendapatan UKM Batik; 2) informasi akuntansi tidak berpengaruh terhadap peningkat pendapatan UKM Batik; 3) modal kerja berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan UKM Batik; 4) kemampuan manajerial memiliki pengaruh terhadap peningkatan pendapatan UKM Batik; 5) strategi pemasaran tidak berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan UKM Batik.
Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan akan menjadi masukan bagi pengusaha UKM Batik di Kabupaten Banyumas untuk dapat meningkatan pendapatannya secara efektif dan efisien.
Research is conducted in Banyumas Regency. The object of this research is Batik Small and Medium Enterprises (SMEs) in Banyumas. This research aims to analyze the effect of the accounting information, working capital, managerial capabilities, and marketing strategies on the increase of Batik Small-Medium Enterprise’s revenue in Banyumas Regency. This research method uses a survey method. The technique of collecting data is through questionnaires. This study used quantitative analysis using the method of quantitative analysis or statistical test (primary analysis).
The result shows that: 1) Accounting Information, working capital, managerial capabilities, and marketing strategies simultaneously have an effect on increasing revenue; 2) Accounting information has no effect on the increasing revenue; 3) Working capital has an effect on increasing the revenue; 4) Managerial capacities have an effect on the increasing revenue; 5) Marketing strategies have no effect on the increasing revenue.
Based on the test, it is expected become the entrepreneurs inputs on increase Batik Small-Medium Enterprise’s revenue in Banyumas Regency effectively and efficiently.