Artikelilmiahs
Menampilkan 11.621-11.640 dari 49.031 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 11621 | 4566 | H1B008023 | PERAMALAN WINTER’S EXPONENTIAL SMOOTHING DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA NON-LINEAR PROGRAMMING | Peramalan Winter’s exponential smoothing (WES) multiplicative dapat digunakan apabila nilai parameter level ( ), trend ( ), dan musiman ( ) telah diperoleh dengan ukuran kesalahan terkecil. Untuk mendapatkan , , dan biasanya diperoleh menggunakan metode coba dan salah (trial and error). Algoritma non-linear programming dapat digunakan untuk memperoleh , , dan . Pada skripsi ini difokuskan menggunakan algoritma kuadratis untuk memperoleh , , , sehingga diperoleh hasil peramalan WES. Proses untuk memperoleh , , dengan algoritma kuadratis dengan software SPSS versi 9 diperoleh sebesar , sebesar , dan sebesar . Proses selanjutnya menentukan hasil peramalan WES data pendapatan Kabupaten Tegal tahun 1981-2011 diperoleh hasil peramalan 5 tahun ke depan (tahun 2012-2016) adalah Rp 386.901.811.018,13, Rp 393.361.659.799,84, Rp 399.335.147.151,67, Rp 404.859.870.667,20, dan Rp 409.970.521.748,95. Peramalan pendapatan Kabupaten Tegal 5 tahun ke depan dikatakan optimal, dikarenakan , , memiliki forecasting error terkecil dengan nilai MAPE sebesar 72,7360. | Forecasting of Winter’s exponential smoothing (WES) multiplicative can be used, when value of parameter level ( ), trend ( ), and seasonal ( ) exist with little error. Generally , , and are found by trial and error method. Non-linear programming algorithm can used for getting , , and . This thesis concerns in quadratic algorithm to get , , for WES. The values of , , found by quadratic algorithm using software SPSS version 9 are , , and . Respectively in the simulation (or applied) on the read data, the results of forecasting are 386,901,811,018.13 rupiahs, 393,361,659,799.84 rupiahs, 399,335,147,151.67 rupiahs, 404,859,870,667.20 rupiahs, and 409,970,521,748.95 rupiahs. Forecasting income of Tegal for 5 next year can be expressed optimum, caused by , , have little forecasting error with MAPE is 72.7360. | |
| 11622 | 4567 | F1C008047 | Musik dan Realitas Sosial (Studi Resepsi Tentang Pemaknaan Komunitas Slankers Purwokerto Terhadap Lagu dan Pesan Kritik Sosial Band Slank) | Penelitian ini berjudul “Musik dan Realitas Sosial (Studi Resepsi Tentang Pemaknaan Komunitas Slankers Purwokerto Terhadap Lagu dan Pesan Kritik Sosial Band Slank)”. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pemaknaan komunitas Slankers terhadap lagu dan pesan kritik sosial Slank serta untuk mengetahui faktor-faktor yang turut membentuk pemaknaan tersebut. Untuk tujuan tersebut peneliti menggunakan metode kualitatif dengan menerapkan studi resepsi. Dalam menetapkan informan, peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemaknaan komunitas Slankers Purwokerto terhadap lagu dan pesan kritik sosial Slank cenderung seragam. Peneliti membagi tiga kategorisasi keseragaman pemaknaan komunitas Slankers yaitu, lagu-lagu kritik sosial yang diciptakan Slank adalah bentuk sindiran dalam karya seni atas realitas sosial yang terjadi di Indonesia, bentuk protes atau perlawanan terhadap penyimpangan yang terjadi, dan sebagai media pembelajaran atau alat untuk mengoreksi diri. Terdapat dua faktor yang turut mempengaruhi keseragaman pemaknaan komunitas Slankers yaitu, pertama; adanya pengaruh kelompok rujukan (Komunitas Slankers) terhadap nilai-nilai dan pengalaman dari masing-masing anggota komunitas saat mendengarkan lagu kritik sosial Slank. Kedua; dinamika kondisi sosial politik di Indonesia. Kata kunci : studi resepsi, kritik sosial, komunitas Slankers | This research titled : “Music and Social Reality (Reception Studies About Meaning of Song And Message of Social Critism Slank Band by Purwokerto Slankers Community)”. This research using qualitative methode with applying reception studies. The researcher used purposive sampling in informant selection technique. The result of this research showed that meaning by Purwokerto Slankers community into Slank’s song and social critics message tend to be uniform. The researcher distinguished three category of Slankers community’s meaning uniformity, there were social critics songs made by Slank was satire forms in the works of art on social reality which happened in Indonesia, protest forms or resistance into a happened deviation, and as a learning media or a tool for self correction. There were two factors which influencing Slankers community’s meaning uniformity, first: the availability of referral group influence (Slankers Community) into values and self experience from each community member when listened Slank’s social critics song, and second: the dynamic of social and political condition in Indonesia. Keyword : reception studies, social critism, Slankers community | |
| 11623 | 4563 | H1B006052 | BILANGAN ANTI-KEKULE PADA GRAF TANGGA LINGKARAN | Matching pada suatu graf merupakan himpunan sisi sedemikian sehingga tidak ada dua sisi yang memuat titik bersama. Perfect matching pada suatu graf adalah himpunan sisi dari graf yang setiap titiknya bersisian dengan tepat satu sisi dalam matching. Bilangan anti-Kekule adalah jumlah minimal sisi yang harus dihapus dari sebuah graf terhubung yang memuat perfect matching sedemikian sehingga graf tersebut masih tetap terhubung tetapi tidak memuat perfect matching. Pada penelitian ini dikaji bilangan anti-Kekule pada graf tangga lingkaran. Graf tangga lingkaran adalah graf yang terdiri dari dua graf lingkaran dengan titik-titik yang bersesuaian dihubungkan oleh satu sisi. Bilangan anti-Kekule pada graf tangga lingkaran CLn, n ≥ 3 adalah 3 untuk n ganjil dan 4 untuk n genap. | Matching in a graph is a set of edges such there are no two edges have a vertex in common. Perfect matching in a graph is a set of edges on a graph which every vertex is incident to an edge in matching. Anti-Kekule number is the smallest number of edges that must be removed from a connected graph with a perfect matching such that the graph remains connected, but has no perfect matchings. In this research it is inspected the anti-Kekule numbers on circular ladder graph. Circular ladder graph is a graph which consists of two concentric graphs in which each of the corresponding vertices is joined by an edge. Anti-Kekule number on circular ladder graph CLn, n ≥ 3 is 3 which n is odd number and 4 which n is even number. | |
| 11624 | 4569 | H1B009009 | MODEL PREDATOR PREY DENGAN RESPON FUNGSIONAL TIPE II | Model Lotka-Volterra dikembangkan dengan melibatkan faktor daya dukung lingkungan dan respon predator yang terdiri dari respon fungsional dan respon numerikal. Respon fungsional yang cocok untuk model predator prey yang terdiri dari satu predator dan satu prey adalah respon fungsional tipe II dan respon numerikal sebanding dengan respon fungsional. Model predator prey dengan respon fungsional tipe II mempunyai dua titik kesetimbangan yang bersifat tidak stabil serta satu titik kesetimbangan positif yang bersifat tidak stabil atau stabil asimtotis, bergantung pada nilai parameter yang digunakan. Model tersebut diaplikasikan pada lalat pengorok daun Liriomyza huidobrensis dan musuh alaminya Opius chromatomyiae, sehingga untuk jangka waktu yang lama akan menuju densitas tertentu yaitu 306 ekor dan 3 ekor. | The Lotka-Volterra model was developed by involving the carrying capacity factor and predator response consisting of functional response and numerical response. Functional response which is suitable for predator prey model consisting of one predator and one prey is functional response type II and numerical response which is proportional to the functional response. Predator prey model with functional response type II has two unstable equilibrium points and one positive equilibrium point which unstable or asymptotically stable, depends on the value of the parameters that are used. The model applied to the leafminers Liriomyza huidobrensis and their natural enemies Opius chromatomyiae,so that for a long period of time will lead to a certain density that is 306 L. huidobrensis and 3 O. chromatomyiae. | |
| 11625 | 4570 | H1B007046 | APLIKASI FUZZY INFERENCE SYSTEM (FIS) METODE TSUKAMOTO PADA PENENTUAN HARGA KOMPUTER BERDASARKAN SPESIFIKASI KOMPUTER | Fuzzy Inference System (FIS) merupakan sistem yang memanfaatkan logika fuzzy untuk pengambilan keputusan. Terdapat 3 metode dalam FIS, yaitu Mamdani, Sugeno dan Tsukamoto. Penelitian ini membahas metode Tsukamoto yang digunakan untuk menentukan harga komputer berdasarkan spesifikasi komputer. Tahapan metode Tsukamoto meliputi fuzzifikasi, aplikasi fungsi implikasi, komposisi aturan, dan defuzzifikasi. Input fuzzifikasi berupa kecepatan processor, kapasitas hardisk, ukuran Virtual Graphics Adapter (VGA) dan kapasitas Random Access Memory (RAM). Aplikasi fungsi implikasi yang digunakan pada metode Tsukamoto adalah fungsi implikasi Min. Komposisi aturan dibentuk berdasarkan kombinasi kriteria input yang disusun sesuai kondisi komputer saat ini. Defuzzifikasi adalah mengkonversi nilai keanggotaan fuzzy yang diperoleh dari aplikasi fungsi implikasi ke nilai crisp dengan menggunakan rata-rata terbobot. Output dari deffuzifikasi ini merupakan harga komputer. Berdasarkan harga yang diperoleh, pembeli diharapkan dapat mempertimbangkan spesifikasi komputer yang sesuai dengan harga komputer. | Fuzzy Inference System (FIS) is a system which applies fuzzy logic for decision-making. There are 3 methods in FIS, namely Tsukamoto, Mamdani and Sugeno. This study discusses Tsukamoto Methods used to determine the price of a computer based on computer specifications. Tsukamoto methods steps there are fuzzification, implication function application, composition rules and defuzzification. The fuzzification input are processor speed, RAM capacity, hardisk capacity and VGA capacity. implication function application used in Tsukamoto method is the implication function application Min. Composition of the rules established by the combination input criteria are based on present computer. Defuzzification is converting the fuzzy membership value to crisp value which is obtained from the implication function application using weighted average. This deffuzification output is a computer price. Based on the computer price, customers are expected to consider computer specification which is appropriate to computer price. | |
| 11626 | 4571 | A1H007050 | PREDIKSI EMISI METANA (CH4) PADA SRI (Sistem of Rice Intensification) DALAM POT MENGGUNAKAN MODEL JARINGAN SARAF TIRUAN | Budidaya padi dengan sistem tergenang menyebabkan tanah berada pada kondisi anaerob. Kondisi tersebut sangat baik bagi bakteri metanogen berkembang dan menghasilkan metana (CH4), sehingga lahan sawah secara tidak langsung telah berkontribusi terhadap pemanasan global. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui emisi metana (CH 4) pada lahan sawah SRI (Sistem Of Rice Intensification) menggunakan model jaringan syaraf tiruan. Data yang diambil meliputi data cuaca (radiasi matahari) dan parameter fisik tanah (suhu tanah, kadar air) termasuk emisi metana CH 4 dari permukaan tanah. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2011 sampai dengan bulan Februari 2012 di Laboratorium Teknik Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Bahan yang digunakan yaitu meliputi tanaman padi, tanah, air dan MOL dan alat yang digunakan yaitu pot/ember, thermocouple untuk mengukur suhu tanah dan udara, pyranometer untuk mengukur radiasi matahari, dan sensor kadar air ECH 2O EC-5 (Decagon Device.Inc) untuk mengetahui kondisi kadar air. Hasil penelitian menunjukan bahwa emisi gas CH4 di awal musim cenderung besar mencapai 3.521,91 ppm ini dikarenakan pada awal tanam masih dilakukan penggenangan. Memasuki 20 hari setelah tanam (HST), 64, 92 dan 112 HST menunjukan penurunan dan di akhir musim menunjukan nila yang sangat kecil yaitu 342,35 ppm. Hubungan emisi dengan suhu, kadar air dan radiasi matahari selama penelitian menunjukan ketidaklinieran. Penelitian ini menggunakan aplikasi jaringan syaraf tiruan dengan mencoba berbagai macam input didapatkan arsitek terbaik (5-4-1) dengan lima input layer (suhu permukaan, suhu tanah kedalaman 10 cm, kadar air tanah, radiasi matahari dan hari setelah tanam), empat hidden layer dan satu output dengan nilai RMSE = 0,001341. Setelah dilakukan prediksi dengan jaringan terbaik dan dilakukan perhitungan di diperoleh nilai emisi selama satu musim sebesar 29,75 kg/ha. | Cultivation of rice in flooded systems causing soil is in anaerobic conditions. This condition is very good for methanogenic bacteria to grow and produce methane (CH4) that make wetland indirectly contribute to global warming. Thus this study uses irrigation SRI (system of rice intensification) to reduce emissions of methane (CH4). The aim of this research is to find out amount of methane (CH4) emitted from SRI paddy field using artifical neural network (ANN). Data collected are weather parameter (solar radiation) and physical parameter of soil and air (temperatur, water content) as well as emission of methane (CH4) from soil surface. Research conducted in November 2011 to February 2012 at Agricultural Engineering Laboratory, Jenderal Sudirman University. 2 Materials in this research was rice plants, soil, water and MOL and equipments used are pot/bucket, thermocouple to measure soil and air temperature, pyranometer to measure solar radiation, and water content sensors ECH 2O EC-5 (Decagon Device.Inc) to determine water content. The results showed that CH 4 emissions tend to be large at the beginning of the season reached 3,521.91 ppm is due at the beginning of the planting is still on inundation. Entering the 20 days after transplanting (DAT), 64, 92 and 112 DAT showed a decrease value and at the end of the season as big as 342.35 ppm. Relationship of emission with the temperature, water content and solar radiation during the study showed high nonlinearity. We applied algorithm artificial neural network to try a variety of input and we obtained the best architects (5-4-1) with five input layer (surface temperature, a temperature of 10 cm below soil surface, soil water content, solar radiation and days after transplanting), four hidden layer and one output with the value of RMSE = 0.001341. After the prediction with the best network and calculation we obtained emissions value during one crop season as big as 29.75 kg/ha. | |
| 11627 | 4572 | C1A007113 | FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH UANG BEREDAR DI INDONESIA | Penelitian ini berjudul: FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH UANG BEREDAR DI INDONESIA. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh faktor tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar rupiah, pengeluaran pemerintah dan cadangan devisa secara bersama-sama maupun parsial terhadap jumlah uang beredar tahun 1990 sampai 2010. Hipotesis yang diajukan adalah faktor tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar rupiah, pengeluaran pemerintah dan cadangan devisa secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap jumlah uang beredar tahun 1990 sampai 2010. Faktor tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar rupiah, pengeluaran pemerintah dan cadangan devisa secara terpisah berpengaruh signifikan terhadap jumlah uang beredar tahun 1990 sampai 2010. Faktor tingkat suku bunga berpengaruh paling besar terhadap jumlah uang beredar tahun 1990 sampai 2010. Alat analisis yang digunakan adalah uji asumsi klasik, analisa regresi, uji F dan uji t. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variabel tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar rupiah, pengeluaran pemerintah dan cadangan devisa secara simultan berpengaruh signifikan terhadap jumlah uang beredar. Sedangkan variabel inflasi dan pengeluaran pemerintah secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah uang yang beredar. Variabel yang memiliki pengaruh paling besar terhadap jumlah uang yang beredar adalah nilai tukar rupiah. Implikasi dari penelitian ini bahwa untuk mengatur jumlah uang yang beredar dalam rangka mengendalikan sektor moneter pemerintah harus memperhatikan faktor tingkat suku bunga, nilai tukar rupiah dan cadangan devisa secara simultan. Secara terpisah menerapkan kebijaksanaan tingkat suku bunga, nilai tukar rupiah dan pengaturan jumlah cadangan devisa. Nilai tukar mata uang perlu mendapatkan perhatian yang lebih serius dari pemerintah, karena merupakan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap jumlah uang yang beredar. | ABSTRACT This Research concluded that the variable interest rate, inflation, exchange rate, government spending and foreign reserves simultaneously significant effect on the money supply. While variable inflation and government spending is partially significant effect on the money supply. The variable that had the most effect on the money supply is the exchange rate. The implications of this study that in order to regulate the money supply in order to control the monetary sector the government should consider factors in interest rates, the exchange rate and foreign reserves simultaneously. Separately apply the policy interest rate, exchange rate and international reserves settings. Currency exchange rates need to get more serious attention from the government, because it is the most dominant influence on the money supply. | |
| 11628 | 4574 | E1E008021 | KEBIJAKAN PEMERINTAH PUSAT DALAM MENGANGKAT TENAGA HONORER MENJADI PEGAWAI NEGERI SIPIL DI KABUPATEN BANYUMAS | KEBIJAKAN PEMERINTAH PUSAT DALAM MENGANGKAT TENAGA HONORER MENJADI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI KABUPATEN BANYUMAS Oleh SULISTRIYONO E1E008021 Pegawai Negeri Sipil (PNS) berkedudukan sebagai unsur aparatur negara yang bertugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara professional, jujur, adil dan merata dalam penyelenggaraan tugas negara, pemerintah dan pembangunan. Namun dalam melaksanakan tugas dan pembangunan tersebut ternyata tidak dapat dilaksanakan oleh Pegawai Negeri Sipil secara maksimal dikarenakan kurangnya Pegawai Negeri Sipil, untuk menyelesaikan masalah tersebut yaitu dengan cara mengangkat tenaga honorer. Terkait dengan permasalahan tenaga honorer pemerintah mengeluarkan Kebijakan yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2012 perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimanakah pengaturan mengenai Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Banyumas. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analisis yang didasarkan pada inventarisasi peraturan perundang-undangan. Dengan adanya Peraturan Pemerintah tersebut maka tenaga honorer mempunyai kedudukan yang jelas dalam sistem hukum nasional. | CENTRAL GOVERNMENT POLICY IN LIFTING honorary CANDIDATE BEING CIVIL SERVANTS IN THE DISTRICT BANYUMAS by SULISTRIYONO E1E008021 Civil Servants (PNS) serves as an element of the state apparatus whose job is to provide services to the community in a professional, fair, just and equitable in the administration of state duties, government and construction. However, in performing its duties and such development was not able to be implemented by the Civil Service to its full potential due to lack of the Civil Service, to resolve the problem by lifting the temporary employees. Related to the issue of honorary government issued a policy that Government Regulation Number 56 Year 2012 changes to both the Government Regulation Number 48 Year 2005 concerning the appointment of Honorary Workers become candidates for Civil Servants. This study aimed to determine how regulation of Honorary Appointment to Labor candidate for Civil Servants in Banyumas. The method used in this research is normative, descriptive research specification analysis is based on the inventory of legislation. Given the aforementioned then temporary employees have a clear position in the national legal system. | |
| 11629 | 4577 | H1B008011 | FUZZY LINEAR PROGRAMMING UNTUK EVALUASI KINERJA AKADEMIK DOSEN PROGRAM STUDI MATEMATIKA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Penilaian kinerja adalah proses pada suatu organisasi dalam mengevaluasi performa atau kinerja karyawan dengan tujuan meningkatkan kinerja tersebut. Salah satu kegiatan penilaian kinerja adalah evaluasi kinerja akademik dosen. Kinerja akademik dosen pada Program Studi Matematika Universitas Jenderal Soedirman dievaluasi dengan menggunakan kuisioner dosen. Pada kuisioner tersebut terdapat beberapa indikator dengan kriteria penilaian yang bersifat ambigu (fuzzy). Berdasarkan kriteria tersebut, kemudian ditentukan level dari setiap kriteria, nilai toleransi serta fungsi keanggotaan untuk setiap batasan. Oleh karena itu, kuisioner tersebut dapat dimodelkan ke dalam model fuzzy linear programming (FLP). Nilai yang paling berpengaruh pada model FLP adalah nilai minimum antara satu level dengan level sebelumnya. Semakin besar nilai tersebut maka penyelesaian yang diperoleh tidak optimal bahkan penyelesaian tidak fisibel. Sebaliknya, semakin kecil nilai tersebut maka penyelesaian yang diperoleh lebih optimal. | Performance evaluation is a process on an organization to evaluate performance employees in order to increase their performance. One of performance evaluation is lecturer’s academic performance evaluation. Lecturer’s academic performance evaluation in Mathematic Jenderal Soedirman University are evaluated using lecturer’s questionnaire. In that questionnaire, there are some indicators which have ambiguous (fuzzy) criterions of evaluation. Based on that criterions, then it is determined level of each criterions, tolerance value and membership functions to each constraint. Therefore, the questionnaire can be modeled into fuzzy linear programming (FLP) model. Significant value on FLP model is minimum value between one level and previous level. The greather value, the solution which is obtained is not optimum or not feasible. Conversely, the smaller value, the more optimum solution is obtained. | |
| 11630 | 4608 | C1A008097 | Analisis Pendapatan Penderes Gula Kelapa (Studi kasus Di Desa Sawangan Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas) | Penelitianini berjudul: ANALISIS PENDAPATAN PENDERES GULA KELAPA (Studi Kasus Di Desa Sawangan Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas). Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui tingkat pendapatan sebagai ukuran kesejahteraan keluarga penderes gula kelapa di Desa Sawangan Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Untuk mengetahui hubungan tingkat variabel-variabel tingkat pendidikan, kepemilikan pohon, jumlah pohon yang diusahakan dan harga jual terhadap pendapatan penderes di Desa Sawangan. Hipotesis yang diajukan adalah Penderes di Desa Sawangan Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas masih dalam keadaan belum sejahtera.Tingkat pendidikan, kepemilikan pohon, modal, jumlah pohon yang diusahakan dan harga jual mempunyai pengaruh positif terhadap pendapatan penderes. Alat analisis yang digunakan adalah analisa tabulasi, analisa regresi, uji F dan uji t. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penderes gula kelapa yang sejahtera sejumlah 9,09% dan tidak sejahtera sejumlah 90,91%. Sehingga secara umum penderes gula kelapa di Desa Sawangan Kecamatan Ajibarang Banyumas sebagian besar belum sejahtera.Secara Simultan variabel Pendidikan, kepemilikan, jumlah pohon, harga jual mempunyai pengaruh positif terhadap pendapatan penderes. Semakin baik dan tinggi tingkat pendidikan, jumlah pohon dan harga jual berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan penderes gula kelapa di Desa Sawangan Kecamatan Ajibarang Banyumas. Status kepemilikan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan penderes. Jumlah pohon kelapa berpengaruh paling besar terhadap pendapatan. Implikasi dari penelitian ini bahwa kesejahteraan penderes bisa ditingkatkan dengan memperbaiki tingkat pendapatannya.Pemerintah semestinya memperhatikan tingkat kesejahteraan penderes gula kelapa di Desa Sawangan Ajibarang Banyumas, yaitu dengan memberi perhatian yang lebih serius terhadap hal-hal yang berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan penderes gula kelapa terutama jumlah pohon yang diusahakan | The study is titled: REVENUE ANALYSIS OF COCONUT SUGAR FARMERS(Case Studies Sawangan Village Ajibarang Banyumas district). The research objective was to determine the level of income as a measure of farmers welfare families in the village of coconut sugar Sawangan Ajibarang Banyumas district. To determine the correlation between the variables of education level, ownership of trees, number of trees were cultivated and the selling price to farmers earnings Sawangan village. Based on the results of this study concluded that coconut sugar farmers a prosperous number of 9.09% and 90.91% did not prosper number. So generally coconut sugar farmers in the Village District Sawangan Ajibarang Banyumas most prosperous yet. In Simultaneous variable education, ownership, number of trees, the sale price has a positive effect on farmers earnings. The better and higher level of education, number of trees and selling price affect income in the village of coconut sugar farmers on Sawangan Ajibarang Banyumas district. Partial ownership status had no significant effect farmers income. The number of coconut trees the greatest effect on income. The implications of this study that penderes welfare can be improved by improving the level of income. The government should pay attention to the welfare of the village of palm sugar farmers on Sawangan Ajibarang Banyumas, by giving more serious attention to the things that affect the income of coconut sugar farmers especially the number of trees grown. | |
| 11631 | 4578 | H1B008018 | ALGEBRAIC CONNECTIVITY DARI GABUNGAN DUA BUAH DIGRAF | Matriks Laplace L(G) merupakan matriks persegi yang diperoleh dari N(G)N t(G), dengan N(G) merupakan matriks insidensi dari digraf G. Nilai eigen terkecil kedua dari matriks Laplace L(G) berdasarkan urutannya disebut algebraic connectivity dari digraf G. Misalkan terdapat dua buah digraf, yaitu digraf G1 dan digraf G2 yang edge-disjoint dengan himpunan titik yang sama, maka matriks Laplace dari gabungan digraf G1 dan digraf G2 sama dengan penjumlahan dari masing-masing matriks Laplace digrafnya. Selain itu algebraic connectivity dari gabungan digraf G1 dan digraf G2 lebih dari atau sama dengan penjumlahan dari masing-masing algebraic connectivity digrafnya. | Laplace matrix L(G) is a square matrix which can found by N(G)Nt(G), where N(G) is the incidency matrix of digraph G. The second smallest eigenvalue of the Laplace matrix L(G) based on the sequence is called the algebraic connectivity of digraph G. Suppose there are two digraphs, G1 and G2 are edge-disjoint with the same vertex set, then the combined Laplace matrix G1 and G2 equal to the sum of their Laplace matrix. Otherwise, the combined algebraic connectivity G1 and G2 is greater than or equal to the sum of their algebraic connectivity. | |
| 11632 | 4581 | G1F008012 | SKRINING SITOTOKSIK DARI FRAKSI PROTEIN DAUN SAGA MUDA dan DAUN SAGA TUA (Abrus precatorius) TERHADAP LARVA Artemia salina | Ekstrak daun saga (Abrus precatorius) diketahui mempunyai potensi sebagai anti kanker. Senyawa yang diduga mempunyai aktivitas sebagai antikanker adalah abrin. Abrin merupakan golongan protein yang terdapat pada daun saga. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kadar protein pada daun saga dan mengetahui potensi efek sitotoksik dari fraksi protein pada daun saga muda dan daun saga tua. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Fraksi protein diperoleh dengan metode pengendapan menggunakan aseton. Pengukuran kadar menggunakan spektrofotometer Visible pada panjang gelombang 644 nm. Fraksi protein diujikan pada larva Artemia salina dengan metode Brine Shrimp Lethallity Test untuk menentukan nilai LC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi protein daun saga muda dan daun saga tua memiliki kadar protein sebesar 667,919 ìg/ml dan 436,644 ìg/ml. Fraksi protein daun saga terbukti memiliki potensi sitotoksik terhadap larva Artemia salina dengan nilai LC50 16,001 ppm untuk daun saga muda dan 19,701 ppm untuk daun saga tua. | Extract of saga leaves (Abrus precatorius) is known to have potential as anti-cancer.The compounds have thought to have anticancer activity as is abrin. Abrin is a group of proteins found in sage leaves. The purpose of this study was to determine the levels of protein in the sage leaves and determine the potential cytotoxic effects of protein fractions in the young sage leaves and sage leaves old. This study was an experimental research laboratory. The protein fraction was obtained by precipitation method by acetone. Concentration measurements use a spectrophotometer visible at wavelenght 644 nm. Protein fractions on larvae of Artemia salina with Brine Shrimp Lethallity Test method for determining the LC50 values. The results showed that the fraction of proteins young sage leaves and sage leaves parents had a protein content of 667,919 ìg/ml, and 436,644 ìg/ml. Sage leaf protein fraction is shown to have cytotoxic potential against larvae of Artemia salina with LC50 value of 16.001 ppm for young sage leaves and 19.701 ppm for the old sage leaves. | |
| 11633 | 4585 | G1A009034 | HUBUNGAN LINGKAR LEHER DAN LINGKAR PINGGANG DENGAN TEKANAN DARAH PADA LAKI-LAKI DEWASA MUDA DENGAN OBESITAS DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2013 | Hipertensi diestimasi menyumbang 4,5% beban penyakit di dunia. Obesitas berisiko 7,6 kali terhadap kejadian hipertensi. Lingkar leher (LL) sebagai indeks obesitas tubuh bagian atas dan lingkar pinggang (LP) sebagai ukuran obesitas sentral dapat digunakan untuk skrining obesitas, sehingga penting mengetahui hubungan lingkar leher dan lingkar pinggang dengan tekanan darah untuk tujuan preventif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lingkar leher dan lingkar pinggang terhadap tekanan darah pada laki-laki dewasa muda dengan obesitas. Desain penelitian menggunakan studi analitik observasional cross sectional. Jumlah sampel 49 orang obesitas berusia 20-40 tahun di Kabupaten Banyumas, diambil dengan metode consecutive sampling. Analisis data berupa analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji korelasi Pearson dan Spearman (p<0,05). Terdapat 32 (65,31%) orang menderita obesitas tingkat I, 17 (34,69%) orang menderita obesitas tingkat II dan 46 (87,75%) orang menderita hipertensi. LL memiliki korelasi yang bermakna (p=0,001, r = 0,470; p=0.001, r =0,472; p=0,001, r = 0,496) dengan TDS, TDD, dan MAP. LP juga memiliki korelasi yang bermakna (p=0,008, r = 0,377; p=0.000, r =0,533; p=0,001, r = 0,475) dengan TDS, TDD, dan MAP. Lingkar leher dan lingkar pinggang berhubungan dengan tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, dan mean arterial pressure | Hypertension is estimated contribute 4.5% of the disease in the world. Obesity have 7.6 times more risk on the incidence of hypertension. Neck circumference (NC) as an index of upper body obesity and waist circumference (WC) as a central obesity measurement for obesity screening, so it is important for knowing the relationship between neck circumference and waist circumference with blood pressure for preventive purposive. The aim of this study was to know the relationship between neck circumference and waist circumference with blood pressure in young adult males with obesity. This was an observational analytic study with cross-sectional design. Number of the samples were 49 obese persons, 20-40 years old in Banyumas, taken with consecutive sampling method. Data was analyzed using univariate and bivariate analysis with Pearson and Spearman correlational test (p<0.05). There were 32 (65.31%) samples suffering from obesity levels I, 17 (34.69%) samples suffering from obesity level II and 46 (87.75%) samples suffering from hypertension. NC had a significant correlation (p = 0.001, r=0.470, p =0.001,r=0.472, p = 0.001, r=0.496) with SBP, DBP, and MAP. WC also had a significant correlation (p = 0.008, r=0.377, p = 0.000, r=0.533, p = 0.001, r=0.475) with SBP, DBP, and MAP. Neck circumference and waist circumference associated with systolic blood pressure, diastolic blood pressure, and mean arterial pressure. | |
| 11634 | 4586 | I1C006024 | GEOLOGI DAN STUDI ALTERASI HIDROTERMAL DAERAH SIWARAK DAN SEKITARNYA, DESA WATUAGUNG, KECAMATAN TAMBAK, KABUPATEN BANYUMAS, PROVINSI JAWA TENGAH | Daerah penelitian berada di Kawasan Pegunungan Serayu selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Daerah ini merupakan kompleks punggungan lipatan, secara geomorfologi tersusun atas dua satuan, yaitu Satuan: Perbukitan Struktural dan Satuan aliran Lava. Pola aliran sungai berupa Radial, parallel dan Trellis dengan lembah sungai berbentuk ‘V’ dan erosional cukup intensif. Stratigrafi daerah ini tersusun atas satuan berumur Miosen Tengah-Pliosen Awal, secara urutan dari tua ke muda, yaitu Satuan: Batulempung, Lava Andesit, Breksi Volkanik dan Batupasir. Struktur geologi daerah penelitian, berupa sesar geser menganan dan sesar normal berarah relatif utara-selatan, dan yang paling muda adalah adalah sesar geser mengiri berarah relatif barat-timur. Sesar-sesar didaerah penelitian menyebabkan terjadinya interaksi fluida hidrotermal dengan batuan yang menghasilkan zona alterasi. Alterasi Hidrotermal yang berkembang berupa Zona kuarsa-klorit –aktinolit –epidot -kalsit disebandingkan dengan Zona Propilitik, Zona kuarsa-klorit-kalsit-zeolit-smektit disebandingkan dengan zona Sub-Propilitik. Zona kuarsa–kaolinit-Smektit disebandingkan dengan Zona Argilik, zona kuarsa-kaolinit-alunit disebandingkan dengan Zona Argilik Lanjut. | ABSTRACT The research is located in South Serayu Area, Banyumas Regency, Central Java Province. This area is an fold ridge complex . Geomorphology of this area can be divided into two units, those are the hills of Structural and the lava flow. Stream pattern are Radial, Paralell, and Trellis and which has been intensively eroded and distinguished by ‘V’ shape valleys. Stratigraphy of this area consists of Middle Miocene to Early Pliocene, those units old to young are, Claystone, Andesite Lava, Volcanic Breccia and sandstone.Geology structure in research area are Right slip faults, The N-S fault, Normal fault, The N-S and Left Slip Fault, the W-E fault are younger. All these faults are the cause of the interaction of fluids resulting the alteration zone Hydrothermal alteration. Zones that formed in the mapping area are Quartz- Chlorite-Aktinolit- Epidote-Calcite equal to Propylitic Zone, Quartz-Chlorite-Calcite- Zeolite-Smectite equal to Subpropylitic Zone, Quartz-Kaolinite-Smectite equal to Argillic Zone, Quartz-Kaolinite-Alunite equal to Advanced Argillic Zone | |
| 11635 | 4587 | P2CA09005 | TIPOLOGI DAERAH BERDASARKAN INVESTASI, PENYALURAN KREDIT, PENGELUARAN PEMERINTAH DAN TENAGA KERJA (STUDI KASUS KABUPATEN/KOTA DI JAWA BARAT TAHUN 2004 - 2010) | Tipologi daerah yaitu analisis untuk mengetahui gambaran tentang pola dan struktur pertumbuhanekonomi masing-masing daerah.Tipologi daerah mengklasifikasikan daerah dalam 4 kelompok yaitu kelompok daerah maju dan tumbuh pesat, kelompok daerah maju tapi tertekan, kelompok daerah berkembang cepat dan kelompok daerah relatif tertinggal.Pada dasarnya, tipologi daerah membagi daerah berdasarkan 2 indikatorutama, yaitu pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita.Penelitian ini mencoba mengembangkan tipologi daerah didasarkan pada investasi, penyaluran kredit, pengeluaran pemerintah dan tenaga kerja.Metode analisis yang digunakan yaitu analisis tipologi daerah Klassen dengan pengembangan dan analisis regresi berganda model logaritma dengan metode GLS.Hasil analisis tipologi daerah menyimpulkan terdapat tiga wilayah tergolong wilayah maju dan tumbuh pesat.Empat wilayah tergolong wilayah maju tapi tertekan, tiga wilayah sebagai wilayah potensial untuk berkembang, dan lima belas wilayah tergolong wilayah relatif tertinggal.Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel bebas selain realisasi PMA, yakni realisasi PMDN, penyaluran kredit modal kerja, penyaluran kredit konsumsi, pengeluaran rutin pemerintah, pengeluaran pembangunan pemerintah dan tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi regional Jawa Barat baik secara parsial (uji t)maupun secara bersama-sama (uji F). Sedangkan variabel yang dominan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi regional Jawa Barat adalah penyerapan tenaga kerja. Dengan demikian, disarankan kepada pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk mendorong terciptanya investasi baik yang dilakukan oleh swasta maupun pemerintah sehingga selain akan menaikkan output juga mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak. | Regional typology is an analyze to find the pattern and structure of economic growth ineach region. Its classifiesthe regions into four groups, namely, the developed regions and grows quikcly, the surfeited regions or growing regions but suppressed, the potential for growing and the relative poor regions. Basically, regional typology divides by two main indicators, they are economic growth and income per capita. This study tried to develop a typology of regions based on the investment, credit outstanding, government expenditure and employment.Methods of analysis used Klassen tipology analysis and logarithmic regression analysis models with GLS method.The result form Klassen Typology Analysis concluded there are three regions classified on the developed regions and grows quikcly. Four regions classified on the surfeited regions or growing regions but suppressed, three regions as potential for growing, andfifteenregions classified on relative poor regions.The result from regression analysis shows that independent variable for another PMA realization, that is PMDN realization, credit outstanding for financial capital, consumption credit outstanding, government development expenditure, goverment consumption expenditure and employment that give positive influence and significant to the West Java regional economic growth with (t test)or (F test). While dominant variable give the influence to the West Java regional economic growth period 2004-2010 is employment.Therefore, suggested to the government both provincial and district to encourage investment by private or government to increase output and also employment. | |
| 11636 | 4589 | H1L008020 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI RAWAT JALAN PASIEN PUSKESMAS (STUDI KASUS DI PUSKESMAS CILACAP TENGAH II ) | Sistem Informasi Rawat Jalan Pasien Puskesmas Cilacap Tengah II merupakan sebuah fasilitas pendukung yang diberikan untuk membantu kinerja dari para pegawai Puskesmas. Fasilitas yang diberikan berupa pencarian data pasien, pencetakan kartu kunjungan pasien, laporan data pasien sesuai tanggal pendaftaran, laporan data pasien sesuai jenis kelamin, dan laporan data pasien sesuai jenis penyakit pasien. Sistem informasi ini dapat berfungsi dalam membantu menangani permasalahan pada proses pengantrian pasien di loket pendaftaran Puskesmas. Sistem informasi ini dirancang menggunakan aplikasi Visual Basic 6.0, sehingga sistem yang dihasilkan berupa sistem yang berbasis desktop. Sistem informasi berbasis desktop merupakan sebuah aplikasi yang dapat dijalankan tanpa menggunakan jaringan internet, sehingga Sistem Informasi rawat jalan pasien Puskesmas Cilacap Tengah II dapat dijalankan tanpa ada gangguan dari jaringan internet. | Ambulatory Patient Information System of Cilacap Tengah II Health Center is a supporting facility which is given to help the performance of Health Center’s employee. Facilities which are given such as searching of patients data, printing of patients visit card, report of patients data based on registration date, reporting of patients data based on gender, and reporting of patients data based on patients disease. Information System can be function to solve patientsqueueing problem in Health Center registration booth.The Information System is designed using Visual Basic 6.0, therefore this system produces system which desktop-based system. Information System desktop-based is an application which is run without internet network, therefore Ambulatory Patients Information System of Cilacap Tengah II Health Center can run without internet network problem. | |
| 11637 | 4590 | H1L008019 | RANCANG BANGUN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBAGIAN RASKIN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (STUDI KASUS KELURAHAN TEGALREJA CILACAP) | Kelurahan Tegalreja Cilacap merupakan salah satu dari lima kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Cilacap Selatan. Kelurahan memiliki berbagai macam tugas salah satunya adalah bidang kemasyarakatan yaitu mensejahterakan warganya dengan memberikan bantuan. Salah satu bantuan yang diberikan adalah RASKIN. Proses penyeleksian dilakukan dengan menghitung jumlah skor yang dihasilkan dari survei yang dilakukan oleh petugas survei. Pada pelaksanaannya proses perhitungan masih dilakukan secara manual sehingga kurang efisien dan tepat sasaran. Untuk membantu proses seleksi penerima RASKIN maka dibuat sebuah sistem pendukung keputusan. Sistem pendukung keputusan dibuat menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode ini dilakukan dengan mencari nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian melakukan proses normalisasi data, perhitungan nilai akhir serta proses perangkingan. Hasil yang diperoleh adalah urutan calon penerima dengan nilai tertinggi. Perangkingan yang dihasilkan dapat disesuaikan dengan jumlah stok beras. | Tegalreja Political District of Cilacap Regency is one of five Political District which is been in South Cilacap Subdistrict. Political Distric Office has many functions, one of the function is social sector which makes prosperous their societyby giving help. One of help which is given is RASKIN. Selection processis is done by count result score survey which is done by survey officer. On the fact, counting process is still done manually which makes the survey is inefficient and not right on target. For helping selection process of RASKIN receiver therefore is made a Decision Support System. Decision Support System is made by using Simple Additive Weighting (SAW) method. The method is done by searching of weight per attribute, then processing of data normalization, counting of final value and processing of the rank. The result shows the receiver sequence’s highest value. The rank result can be adapted by amount of rice stocks. | |
| 11638 | 4597 | G1A009045 | HUBUNGAN JUMLAH KONSUMSI ROKOK DENGAN TINGKAT KEASAMAN SALIVA PADA MAHASISWA PEROKOK DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang : Berdasarkan data WHO, Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai negara dengan konsumsi rokok terbesar di dunia. Usia pengonsumsi rokok semakin bergeser ke usia muda. Kandungan rokok dapat mempengaruhi sekresi saliva dan kandungan bikarbonat. Fungsi utama saliva adalah lubrikasi, proteksi, dan digesti. Pada keadaan normal, derajat keasaman saliva adalah 5,6-7 dengan derajat rata-rata 6,7. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara jumlah konsumsi rokok dengan tingkat keasaman saliva pada mahasiswa Universitas Jendral Soedirman Purwokerto.Metode : Penelitian ini dilakukan pada 28 mahasiswa Universitas Jendral Soedirman Purwokerto menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling dan disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Responden diminta untuk mengumpulkan saliva pada wadah yang telah disediakan sampai mencapai 15 ml. Pengumpulan saliva dilakukan pada jam 14.00-15.00 yang mana waktu tesebut merupakan waktu sekresi saliva maksimal. Data yang didapatkan diuji secara statistik menggunakan uji Spearman. Hasil : Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara jumlah konsumsi rokok dengan tingkat keasaman saliva pada mahasiswa Universitas Jendral Soedirman Purwokerto (p < 0,001 ) dengan nilai r = - 0,716 yang menunjukkan arah korelasi negatif dengan kekuatan korelasi yang kuat.Kesimpulan : Terdapat hubungan yang kuat antara jumlah konsumsi rokok dengan tingkat keasaman saliva pada mahasiswa Universitas Jendral Soedirman Purwokerto, semakin tinggi jumlah konsumsi rokok semakin rendah tingkat keasaman salivanya. | Background : WHO stated that Indonesia was in the 3rd rank as a country with the biggest cigarretes consumed around the world. Cigarretes consumed have shifted to early adolescent age. Cigaretes contained some component that would affected saliva secretion and bicarbonat level. Saliva’s main function were for lubrication, protection, and digestion. In the normal condition, pH saliva was 5,6-7 with the mean value was 6,7. Objective : This study aimed to know the correlation between amount of cigarettes consumed and pH saliva at student of Jenderal Soedirman University. Method : This study was done at 28 subjects with cross-sectional method. Subjects was chosen by consecutive sampling technic and adapted to inclusion and exclusion criteria. Subjects asked to collect their saliva in a becker glass until reached 15 ml volumes. Saliva collecting was done at 2.00-4.00 p.m. which was known as the time of maximum saliva secretion. Data was analyzed statistically by Spearman test. Result : The result of this study was there is association between amount of cigarettes consumed and pH saliva at student of Jenderal Soedirman University (p = <0,001) and r value r = -0,716 that showed there was strong negative correlation. Conclusion : There was strong association between amount of cigarettes consumed and pH saliva at student of Jenderal Soedirman University. The higher amount of cigarettes consumed, the lower pH saliva. | |
| 11639 | 4592 | B1J008045 | KEANEKARAGAMAN DAN DOMINASI RUMPUT LAUT HIJAU (Chlorophyta) PADA BERBAGAI SUBSTRAT DI PANTAI PERMISAN NUSAKAMBANGAN CILACAP | Rumput laut merupakan tumbuhan berklorofil yang tidak memiliki akar, batang dan daun sejati. Rumput laut di alam tumbuh pada substrat pasir, karang, serta pada substrat campuran. Beberapa penelitian menunjukkan ada jenis-jenis rumput laut yang tumbuh pada substrat tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan dominansi rumput laut Chlorophyta pada berbagai substrat di Pantai Permisan Nusakambangan Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode survai. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode kuadrat secara acak terpilih dengan menggunakan petak ukuran 1x1m. Pada masing-masing substrat diambil 20 petak sampel. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 3 substrat yang berbeda di Pantai Permisan Nusakambangan ditemukan rumput laut Chlorophyta sebanyak 9 jenis dengan bobot total sebesar 3,951 gram. Hasil keanekaragaman jenis rumput laut menunjukkan sebanyak 4 jenis pada substrat pasir dengan biomasa sebesar 0,045527, 9 jenis pada substrat karang 0,627662 dan 5 jenis pada substrat campuran dengan total biomassa 0,409611. Keanekaragaman tertinggi terdapat pada substrat karang yaitu dengan jumlah sebesar 0,627662 dan keanekaragaman terendah terdapat pada substrat pasir yaitu sebesar 0,045527. Dominansi jenis rumput laut Chlorophyta berkisar antara 0,294473-0,965605. Kesamaan jenis rumput laut Chlorophyta tertinggi terdapat pada substrat karang dan campuran yaitu sebesar 71,4%. Keberadaan jenis rumput laut Chlorophyta di Pantai Permisan Nusakambangan menunjukkan bahwa kombinasi struktur substrat sangat menentukan variasi rumput laut. | Seaweed is plant chlorophyll that does not have roots, true stems and leaves. Seaweed in the wild grows on sand substrate, coral and the substrate mixture. Some research showed any species of seaweed growing on a substrate certain. This research aims to know the diversity and dominance of seaweed (Chlorophyta) on various substrates in Permisan Coast, Nusakambangan Cilacap. This study used a survey method. The sample is conducted using the method quadrat randomly selected by using 1x1 m size. In each of the substrate taken 20 samples. Based on the results of research that conducted on three different substrates in Permisan Coast, Nusakambangan Cilacap, have been found nine species of Chlorophyta seawed with total weight is 3,951 grams. The results of the diversity showed that 4 species on sand substrate with 0,045527 of biomass, 9 species on corals substrate with 0,627662 of biomass and 5 species on substrate mixture with 0,409611 of biomass.The highest diversity is found on corals substrate with amount 0,627662 and the lowest diversity found on sand substrate with amount 0,045527. Range dominance of Chlorophyta seawed is 0,294473 to 0,965605. The highest species similarity of Chlorophyta seawed found on Corals substrate and substrate mixture with equal is 71,4%. The presence species of Chlorophyta seawed in the Permisan Coast, Nusakambangan Cilacap showed that structure of substrate is determine the variations of seaweed. | |
| 11640 | 4722 | G1D009007 | PENGARUH KONSUMSI KOPI TERHADAP KADAR ASAM URAT PADA PENDUDUK LALI-LAKI KELURAHAN GRENDENG KECAMATAN PURWOKERTO UTARA KABUPATEN BANYUMAS | Latar belakang: Asam urat merupakan hasil akhir metabolisme purin. Jumlah asam urat dalam darah dipengaruhi oleh intake purin, biosintesis asam urat dan banyaknya ekskresi asam urat. Kopi merupakan salah satu minuman kegemaran masyarakat dunia. Kopi dapat mempengaruhi kadar asam urat dari berbagai mekanisme, tetapi penelitian yang mengaitkan antara konsumsi kopi dengan kadar asam urat jarang dilakukan di Indonesia. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi kopi terhadap kadar asam urat pada penduduk laki-laki Kelurahan Grendeng Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperiment dengan pendekatan pre test-post test without control design. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Besarnya sampel adalah 33 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan uji statistik t test berpasangan. Hasil: Rata-rata kadar asam urat darah sebelum mengkonsumsi kopi adalah 5,848 mg/dl dan kadar asam urat darah setelah mengkonsumsi kopi adalah 5,124 mg/dl. Hasil uji t test didapatkan hasil t hitung = 2,160 (t hitung > t tabel) dan nilai p = 0,038 (p value < α = 0,05). Terdapat pengaruh yang signifikan antara konsumsi kopi dengan kadar asam urat darah pada penduduk laki-laki Kelurahan Grendeng Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas. Kesimpulan: Konsumsi kopi dapat menurunkan kadar asam urat pada penduduk laki-laki Kelurahan Grendeng Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas. | Background: Uric acid is the end product of purine metabolisme. The amount of uric acid on the blood was influenced by dietary intake of purines, uric acid biosynthesis of the body and rate of uric acid excretion. Coffee is one of the most widely consumed beverages in the world, but research on the effects of coffee consumption and uric acid levels are limited in Indonesia. Purpose: The aims of this study is to find out the effect of coffee consumption on blood uric acid levels of Grendeng Society, Purwokerto Utara, Banyumas. Methods: This research was pre experimental study with pretest-post test design without control approach. Sampling technic used simple random sampling. The sampel was 33 respondents who met the inclusion criteria. Data analysis used paired t test. Results: The average blood uric acid levels before consuming coffee was 5.848 mg/dl and blood uric acid levels after consuming coffee was 5.124 mg/dl. The T test results was 2.160 (t count > t table) and p value = 0.038 (p value<α = 0,05). There was a significant effect between coffee consumption and blood uric acid levels in the male population of Grendeng Society, Purwokerto Utara, Banyumas. Conclusion: Coffee consumption could make lower uric acid levels in the male |