Artikelilmiahs

Menampilkan 11.621-11.640 dari 50.475 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
116214571A1H007050PREDIKSI EMISI METANA (CH4) PADA SRI (Sistem of Rice Intensification) DALAM POT MENGGUNAKAN MODEL JARINGAN SARAF TIRUANBudidaya padi dengan sistem tergenang menyebabkan tanah berada pada kondisi anaerob.
Kondisi tersebut sangat baik bagi bakteri metanogen berkembang dan menghasilkan metana
(CH4), sehingga lahan sawah secara tidak langsung telah berkontribusi terhadap pemanasan
global. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui emisi metana (CH
4) pada lahan sawah SRI
(Sistem Of Rice Intensification) menggunakan model jaringan syaraf tiruan. Data yang diambil
meliputi data cuaca (radiasi matahari) dan parameter fisik tanah (suhu tanah, kadar air) termasuk
emisi metana CH
4 dari permukaan tanah. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2011
sampai dengan bulan Februari 2012 di Laboratorium Teknik Pertanian Universitas Jenderal
Soedirman Purwokerto. Bahan yang digunakan yaitu meliputi tanaman padi, tanah, air dan MOL
dan alat yang digunakan yaitu pot/ember, thermocouple untuk mengukur suhu tanah dan udara,
pyranometer untuk mengukur radiasi matahari, dan sensor kadar air ECH
2O EC-5 (Decagon
Device.Inc) untuk mengetahui kondisi kadar air. Hasil penelitian menunjukan bahwa emisi gas
CH4 di awal musim cenderung besar mencapai 3.521,91 ppm ini dikarenakan pada awal tanam
masih dilakukan penggenangan. Memasuki 20 hari setelah tanam (HST), 64, 92 dan 112 HST
menunjukan penurunan dan di akhir musim menunjukan nila yang sangat kecil yaitu 342,35 ppm.
Hubungan emisi dengan suhu, kadar air dan radiasi matahari selama penelitian menunjukan
ketidaklinieran. Penelitian ini menggunakan aplikasi jaringan syaraf tiruan dengan mencoba
berbagai macam input didapatkan arsitek terbaik (5-4-1) dengan lima input layer (suhu
permukaan, suhu tanah kedalaman 10 cm, kadar air tanah, radiasi matahari dan hari setelah
tanam), empat hidden layer dan satu output dengan nilai RMSE = 0,001341. Setelah dilakukan
prediksi dengan jaringan terbaik dan dilakukan perhitungan di diperoleh nilai emisi selama satu
musim sebesar 29,75 kg/ha.
Cultivation of rice in flooded systems causing soil is in anaerobic conditions. This condition
is very good for methanogenic bacteria to grow and produce methane (CH4) that make wetland
indirectly contribute to global warming. Thus this study uses irrigation SRI (system of rice
intensification) to reduce emissions of methane (CH4). The aim of this research is to find out amount
of methane (CH4) emitted from SRI paddy field using artifical neural network (ANN). Data collected
are weather parameter (solar radiation) and physical parameter of soil and air (temperatur, water
content) as well as emission of methane (CH4) from soil surface. Research conducted in November
2011 to February 2012 at Agricultural Engineering Laboratory, Jenderal Sudirman University.
2
Materials in this research was rice plants, soil, water and MOL and equipments used are
pot/bucket, thermocouple to measure soil and air temperature, pyranometer to measure solar
radiation, and water content sensors ECH
2O EC-5 (Decagon Device.Inc) to determine water
content. The results showed that CH
4 emissions tend to be large at the beginning of the season reached
3,521.91 ppm is due at the beginning of the planting is still on inundation. Entering the 20 days after
transplanting (DAT), 64, 92 and 112 DAT showed a decrease value and at the end of the season as big
as 342.35 ppm. Relationship of emission with the temperature, water content and solar radiation
during the study showed high nonlinearity. We applied algorithm artificial neural network to try a
variety of input and we obtained the best architects (5-4-1) with five input layer (surface temperature, a
temperature of 10 cm below soil surface, soil water content, solar radiation and days after
transplanting), four hidden layer and one output with the value of RMSE = 0.001341. After the
prediction with the best network and calculation we obtained emissions value during one crop season
as big as 29.75 kg/ha.
116224572C1A007113FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH UANG BEREDAR DI INDONESIAPenelitian ini berjudul: FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH UANG BEREDAR DI INDONESIA. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh faktor tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar rupiah, pengeluaran pemerintah dan cadangan devisa secara bersama-sama maupun parsial terhadap jumlah uang beredar tahun 1990 sampai 2010.
Hipotesis yang diajukan adalah faktor tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar rupiah, pengeluaran pemerintah dan cadangan devisa secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap jumlah uang beredar tahun 1990 sampai 2010. Faktor tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar rupiah, pengeluaran pemerintah dan cadangan devisa secara terpisah berpengaruh signifikan terhadap jumlah uang beredar tahun 1990 sampai 2010. Faktor tingkat suku bunga berpengaruh paling besar terhadap jumlah uang beredar tahun 1990 sampai 2010.
Alat analisis yang digunakan adalah uji asumsi klasik, analisa regresi, uji F dan uji t.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variabel tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar rupiah, pengeluaran pemerintah dan cadangan devisa secara simultan berpengaruh signifikan terhadap jumlah uang beredar. Sedangkan variabel inflasi dan pengeluaran pemerintah secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah uang yang beredar. Variabel yang memiliki pengaruh paling besar terhadap jumlah uang yang beredar adalah nilai tukar rupiah.
Implikasi dari penelitian ini bahwa untuk mengatur jumlah uang yang beredar dalam rangka mengendalikan sektor moneter pemerintah harus memperhatikan faktor tingkat suku bunga, nilai tukar rupiah dan cadangan devisa secara simultan. Secara terpisah menerapkan kebijaksanaan tingkat suku bunga, nilai tukar rupiah dan pengaturan jumlah cadangan devisa. Nilai tukar mata uang perlu mendapatkan perhatian yang lebih serius dari pemerintah, karena merupakan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap jumlah uang yang beredar.
ABSTRACT
This Research concluded that the variable interest rate, inflation, exchange rate, government spending and foreign reserves simultaneously significant effect on the money supply. While variable inflation and government spending is partially significant effect on the money supply. The variable that had the most effect on the money supply is the exchange rate.
The implications of this study that in order to regulate the money supply in order to control the monetary sector the government should consider factors in interest rates, the exchange rate and foreign reserves simultaneously. Separately apply the policy interest rate, exchange rate and international reserves settings. Currency exchange rates need to get more serious attention from the government, because it is the most dominant influence on the money supply.
116234574E1E008021KEBIJAKAN PEMERINTAH PUSAT DALAM MENGANGKAT TENAGA HONORER MENJADI PEGAWAI NEGERI SIPIL DI KABUPATEN BANYUMAS KEBIJAKAN PEMERINTAH PUSAT DALAM MENGANGKAT TENAGA HONORER MENJADI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI KABUPATEN BANYUMAS
Oleh
SULISTRIYONO
E1E008021
Pegawai Negeri Sipil (PNS) berkedudukan sebagai unsur aparatur negara yang bertugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara professional, jujur, adil dan merata dalam penyelenggaraan tugas negara, pemerintah dan pembangunan. Namun dalam melaksanakan tugas dan pembangunan tersebut ternyata tidak dapat dilaksanakan oleh Pegawai Negeri Sipil secara maksimal dikarenakan kurangnya Pegawai Negeri Sipil, untuk menyelesaikan masalah tersebut yaitu dengan cara mengangkat tenaga honorer. Terkait dengan permasalahan tenaga honorer pemerintah mengeluarkan Kebijakan yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2012 perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil.
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimanakah pengaturan mengenai Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Banyumas. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analisis yang didasarkan pada inventarisasi peraturan perundang-undangan. Dengan adanya Peraturan Pemerintah tersebut maka tenaga honorer mempunyai kedudukan yang jelas dalam sistem hukum nasional.
CENTRAL GOVERNMENT POLICY IN LIFTING honorary CANDIDATE BEING CIVIL SERVANTS IN THE DISTRICT BANYUMAS
by

SULISTRIYONO
E1E008021

Civil Servants (PNS) serves as an element of the state apparatus whose job is to provide services to the community in a professional, fair, just and equitable in the administration of state duties, government and construction. However, in performing its duties and such development was not able to be implemented by the Civil Service to its full potential due to lack of the Civil Service, to resolve the problem by lifting the temporary employees. Related to the issue of honorary government issued a policy that Government Regulation Number 56 Year 2012 changes to both the Government Regulation Number 48 Year 2005 concerning the appointment of Honorary Workers become candidates for Civil Servants.
This study aimed to determine how regulation of Honorary Appointment to Labor candidate for Civil Servants in Banyumas. The method used in this research is normative, descriptive research specification analysis is based on the inventory of legislation. Given the aforementioned then temporary employees have a clear position in the national legal system.
116244577H1B008011FUZZY LINEAR PROGRAMMING UNTUK EVALUASI KINERJA AKADEMIK DOSEN PROGRAM STUDI MATEMATIKA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANPenilaian kinerja adalah proses pada suatu organisasi dalam mengevaluasi performa atau kinerja karyawan dengan tujuan meningkatkan kinerja tersebut. Salah satu kegiatan penilaian kinerja adalah evaluasi kinerja akademik dosen. Kinerja akademik dosen pada Program Studi Matematika Universitas Jenderal Soedirman dievaluasi dengan menggunakan kuisioner dosen. Pada kuisioner tersebut terdapat beberapa indikator dengan kriteria penilaian yang bersifat ambigu (fuzzy). Berdasarkan kriteria tersebut, kemudian ditentukan level dari setiap kriteria, nilai toleransi serta fungsi keanggotaan untuk setiap batasan. Oleh karena itu, kuisioner tersebut dapat dimodelkan ke dalam model fuzzy linear programming (FLP). Nilai yang paling berpengaruh pada model FLP adalah nilai minimum antara satu level dengan level sebelumnya. Semakin besar nilai tersebut maka penyelesaian yang diperoleh tidak optimal bahkan penyelesaian tidak fisibel. Sebaliknya, semakin kecil nilai tersebut maka penyelesaian yang diperoleh lebih optimal.Performance evaluation is a process on an organization to evaluate performance employees in order to increase their performance. One of performance evaluation is lecturer’s academic performance evaluation. Lecturer’s academic performance evaluation in Mathematic Jenderal Soedirman University are evaluated using lecturer’s questionnaire. In that questionnaire, there are some indicators which have ambiguous (fuzzy) criterions of evaluation. Based on that criterions, then it is determined level of each criterions, tolerance value and membership functions to each constraint. Therefore, the questionnaire can be modeled into fuzzy linear programming (FLP) model. Significant value on FLP model is minimum value between one level and previous level. The greather value, the solution which is obtained is not optimum or not feasible. Conversely, the smaller value, the more optimum solution is obtained.
116254608C1A008097Analisis Pendapatan Penderes Gula Kelapa
(Studi kasus Di Desa Sawangan Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas)

Penelitianini berjudul: ANALISIS PENDAPATAN PENDERES GULA KELAPA (Studi Kasus Di Desa Sawangan Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas). Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui tingkat pendapatan sebagai ukuran kesejahteraan keluarga penderes gula kelapa di Desa Sawangan Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Untuk mengetahui hubungan tingkat variabel-variabel tingkat pendidikan, kepemilikan pohon, jumlah pohon yang diusahakan dan harga jual terhadap pendapatan penderes di Desa Sawangan.
Hipotesis yang diajukan adalah Penderes di Desa Sawangan Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas masih dalam keadaan belum sejahtera.Tingkat pendidikan, kepemilikan pohon, modal, jumlah pohon yang diusahakan dan harga jual mempunyai pengaruh positif terhadap pendapatan penderes.
Alat analisis yang digunakan adalah analisa tabulasi, analisa regresi, uji F dan uji t.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penderes gula kelapa yang sejahtera sejumlah 9,09% dan tidak sejahtera sejumlah 90,91%. Sehingga secara umum penderes gula kelapa di Desa Sawangan Kecamatan Ajibarang Banyumas sebagian besar belum sejahtera.Secara Simultan variabel Pendidikan, kepemilikan, jumlah pohon, harga jual mempunyai pengaruh positif terhadap pendapatan penderes. Semakin baik dan tinggi tingkat pendidikan, jumlah pohon dan harga jual berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan penderes gula kelapa di Desa Sawangan Kecamatan Ajibarang Banyumas. Status kepemilikan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan penderes. Jumlah pohon kelapa berpengaruh paling besar terhadap pendapatan.
Implikasi dari penelitian ini bahwa kesejahteraan penderes bisa ditingkatkan dengan memperbaiki tingkat pendapatannya.Pemerintah semestinya memperhatikan tingkat kesejahteraan penderes gula kelapa di Desa Sawangan Ajibarang Banyumas, yaitu dengan memberi perhatian yang lebih serius terhadap hal-hal yang berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan penderes gula kelapa terutama jumlah pohon yang diusahakan
The study is titled: REVENUE ANALYSIS OF COCONUT SUGAR FARMERS(Case Studies Sawangan Village Ajibarang Banyumas district). The research objective was to determine the level of income as a measure of farmers welfare families in the village of coconut sugar Sawangan Ajibarang Banyumas district. To determine the correlation between the variables of education level, ownership of trees, number of trees were cultivated and the selling price to farmers earnings Sawangan village.
Based on the results of this study concluded that coconut sugar farmers a prosperous number of 9.09% and 90.91% did not prosper number. So generally coconut sugar farmers in the Village District Sawangan Ajibarang Banyumas most prosperous yet. In Simultaneous variable education, ownership, number of trees, the sale price has a positive effect on farmers earnings. The better and higher level of education, number of trees and selling price affect income in the village of coconut sugar farmers on Sawangan Ajibarang Banyumas district. Partial ownership status had no significant effect farmers income. The number of coconut trees the greatest effect on income.
The implications of this study that penderes welfare can be improved by improving the level of income. The government should pay attention to the welfare of the village of palm sugar farmers on Sawangan Ajibarang Banyumas, by giving more serious attention to the things that affect the income of coconut sugar farmers especially the number of trees grown.
116264578H1B008018ALGEBRAIC CONNECTIVITY DARI GABUNGAN DUA BUAH DIGRAFMatriks Laplace L(G) merupakan matriks persegi yang diperoleh dari N(G)N t(G), dengan N(G) merupakan matriks insidensi dari digraf G. Nilai eigen terkecil kedua dari matriks Laplace L(G) berdasarkan urutannya disebut algebraic connectivity dari digraf G. Misalkan terdapat dua buah digraf, yaitu digraf G1 dan digraf G2 yang edge-disjoint dengan himpunan titik yang sama, maka matriks Laplace dari gabungan digraf G1 dan digraf G2 sama dengan penjumlahan dari masing-masing matriks Laplace digrafnya. Selain itu algebraic connectivity dari gabungan digraf G1 dan digraf G2 lebih dari atau sama dengan penjumlahan dari masing-masing algebraic connectivity digrafnya.Laplace matrix L(G) is a square matrix which can found by N(G)Nt(G), where N(G) is the incidency matrix of digraph G. The second smallest eigenvalue of the Laplace matrix L(G) based on the sequence is called the algebraic connectivity of digraph G. Suppose there are two digraphs, G1 and G2 are edge-disjoint with the same vertex set, then the combined Laplace matrix G1 and G2 equal to the sum of their Laplace matrix. Otherwise, the combined algebraic connectivity G1 and G2 is greater than or equal to the sum of their algebraic connectivity.
116274581G1F008012SKRINING SITOTOKSIK DARI FRAKSI PROTEIN
DAUN SAGA MUDA dan DAUN SAGA TUA
(Abrus precatorius) TERHADAP
LARVA Artemia salina
Ekstrak daun saga (Abrus precatorius) diketahui mempunyai potensi sebagai anti kanker. Senyawa yang diduga mempunyai aktivitas sebagai antikanker adalah abrin. Abrin merupakan golongan protein yang terdapat pada daun saga. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kadar protein pada daun saga dan mengetahui potensi efek sitotoksik dari fraksi protein pada daun saga muda dan daun saga tua.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Fraksi protein diperoleh dengan metode pengendapan menggunakan aseton. Pengukuran kadar menggunakan spektrofotometer Visible pada panjang gelombang 644 nm. Fraksi protein diujikan pada larva Artemia salina dengan metode Brine Shrimp Lethallity Test untuk menentukan nilai LC50.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi protein daun saga muda dan daun saga tua memiliki kadar protein sebesar 667,919 ìg/ml dan 436,644 ìg/ml. Fraksi protein daun saga terbukti memiliki potensi sitotoksik terhadap larva Artemia salina dengan nilai LC50 16,001 ppm untuk daun saga muda dan 19,701 ppm untuk daun saga tua.
Extract of saga leaves (Abrus precatorius) is known to have potential as anti-cancer.The compounds have thought to have anticancer activity as is abrin. Abrin is a group of proteins found in sage leaves. The purpose of this study was to determine the levels of protein in the sage leaves and determine the potential cytotoxic effects of protein fractions in the young sage leaves and sage leaves old.
This study was an experimental research laboratory. The protein fraction was obtained by precipitation method by acetone. Concentration measurements use a spectrophotometer visible at wavelenght 644 nm. Protein fractions on larvae of Artemia salina with Brine Shrimp Lethallity Test method for determining the LC50 values.
The results showed that the fraction of proteins young sage leaves and sage leaves parents had a protein content of 667,919 ìg/ml, and 436,644 ìg/ml. Sage leaf protein fraction is shown to have cytotoxic potential against larvae of Artemia salina with LC50 value of 16.001 ppm for young sage leaves and 19.701 ppm for the old sage leaves.
116284585G1A009034HUBUNGAN LINGKAR LEHER DAN LINGKAR PINGGANG DENGAN TEKANAN DARAH PADA LAKI-LAKI DEWASA MUDA DENGAN OBESITAS DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2013Hipertensi diestimasi menyumbang 4,5% beban penyakit di dunia. Obesitas berisiko 7,6 kali terhadap kejadian hipertensi. Lingkar leher (LL) sebagai indeks obesitas tubuh bagian atas dan lingkar pinggang (LP) sebagai ukuran obesitas sentral dapat digunakan untuk skrining obesitas, sehingga penting mengetahui hubungan lingkar leher dan lingkar pinggang dengan tekanan darah untuk tujuan preventif.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lingkar leher dan lingkar pinggang terhadap tekanan darah pada laki-laki dewasa muda dengan obesitas.
Desain penelitian menggunakan studi analitik observasional cross sectional. Jumlah sampel 49 orang obesitas berusia 20-40 tahun di Kabupaten Banyumas, diambil dengan metode consecutive sampling. Analisis data berupa analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji korelasi Pearson dan Spearman (p<0,05). Terdapat 32 (65,31%) orang menderita obesitas tingkat I, 17 (34,69%) orang menderita obesitas tingkat II dan 46 (87,75%) orang menderita hipertensi. LL memiliki korelasi yang bermakna (p=0,001, r = 0,470; p=0.001, r =0,472; p=0,001, r = 0,496) dengan TDS, TDD, dan MAP. LP juga memiliki korelasi yang bermakna (p=0,008, r = 0,377; p=0.000, r =0,533; p=0,001, r = 0,475) dengan TDS, TDD, dan MAP. Lingkar leher dan lingkar pinggang berhubungan dengan tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, dan mean arterial pressure
Hypertension is estimated contribute 4.5% of the disease in the world. Obesity have 7.6 times more risk on the incidence of hypertension. Neck circumference (NC) as an index of upper body obesity and waist circumference (WC) as a central obesity measurement for obesity screening, so it is important for knowing the relationship between neck circumference and waist circumference with blood pressure for preventive purposive. The aim of this study was to know the relationship between neck circumference and waist circumference with blood pressure in young adult males with obesity. This was an observational analytic study with cross-sectional design. Number of the samples were 49 obese persons, 20-40 years old in Banyumas, taken with consecutive sampling method. Data was analyzed using univariate and bivariate analysis with Pearson and Spearman correlational test (p<0.05). There were 32 (65.31%) samples suffering from obesity levels I, 17 (34.69%) samples suffering from obesity level II and 46 (87.75%) samples suffering from hypertension. NC had a significant correlation (p = 0.001, r=0.470, p =0.001,r=0.472, p = 0.001, r=0.496) with SBP, DBP, and MAP. WC also had a significant correlation (p = 0.008, r=0.377, p = 0.000, r=0.533, p = 0.001, r=0.475) with SBP, DBP, and MAP. Neck circumference and waist circumference associated with systolic blood pressure, diastolic blood pressure, and mean arterial pressure.
116294586I1C006024GEOLOGI DAN STUDI ALTERASI HIDROTERMAL DAERAH SIWARAK DAN SEKITARNYA, DESA WATUAGUNG, KECAMATAN TAMBAK, KABUPATEN BANYUMAS, PROVINSI JAWA TENGAH
Daerah penelitian berada di Kawasan Pegunungan Serayu selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Daerah ini merupakan kompleks punggungan lipatan, secara geomorfologi tersusun atas dua satuan, yaitu Satuan: Perbukitan Struktural dan Satuan aliran Lava. Pola aliran sungai berupa Radial, parallel dan Trellis dengan lembah sungai berbentuk ‘V’ dan erosional cukup intensif. Stratigrafi daerah ini tersusun atas satuan berumur Miosen Tengah-Pliosen Awal, secara urutan dari tua ke muda, yaitu Satuan: Batulempung, Lava Andesit, Breksi Volkanik dan Batupasir. Struktur geologi daerah penelitian, berupa sesar geser menganan dan sesar normal berarah relatif utara-selatan, dan yang paling muda adalah adalah sesar geser mengiri berarah relatif barat-timur. Sesar-sesar didaerah penelitian menyebabkan terjadinya interaksi fluida hidrotermal dengan batuan yang menghasilkan zona alterasi. Alterasi Hidrotermal yang berkembang berupa Zona kuarsa-klorit –aktinolit –epidot -kalsit disebandingkan dengan Zona Propilitik, Zona kuarsa-klorit-kalsit-zeolit-smektit disebandingkan dengan zona Sub-Propilitik. Zona kuarsa–kaolinit-Smektit disebandingkan dengan Zona Argilik, zona kuarsa-kaolinit-alunit disebandingkan dengan Zona Argilik Lanjut.


ABSTRACT
The research is located in South Serayu Area, Banyumas Regency, Central Java Province. This area is an fold ridge complex . Geomorphology of this area can be divided into two units, those are the hills of Structural and the lava flow. Stream pattern are Radial, Paralell, and Trellis and which has been intensively eroded and distinguished by ‘V’ shape valleys. Stratigraphy of this area consists of Middle Miocene to Early Pliocene, those units old to young are, Claystone, Andesite Lava, Volcanic Breccia and sandstone.Geology structure in research area are Right slip faults, The N-S fault, Normal fault, The N-S and Left Slip Fault, the W-E fault are younger. All these faults are the cause of the interaction of fluids resulting the alteration zone Hydrothermal alteration. Zones that formed in the mapping area are Quartz- Chlorite-Aktinolit- Epidote-Calcite equal to Propylitic Zone, Quartz-Chlorite-Calcite- Zeolite-Smectite equal to Subpropylitic Zone, Quartz-Kaolinite-Smectite equal to Argillic Zone, Quartz-Kaolinite-Alunite equal to Advanced Argillic Zone


116304587P2CA09005TIPOLOGI DAERAH BERDASARKAN INVESTASI, PENYALURAN KREDIT, PENGELUARAN PEMERINTAH DAN TENAGA KERJA (STUDI KASUS KABUPATEN/KOTA DI JAWA BARAT TAHUN 2004 - 2010)Tipologi daerah yaitu analisis untuk mengetahui gambaran tentang pola dan struktur pertumbuhanekonomi masing-masing daerah.Tipologi daerah mengklasifikasikan daerah dalam 4 kelompok yaitu kelompok daerah maju dan tumbuh pesat, kelompok daerah maju tapi tertekan, kelompok daerah berkembang cepat dan kelompok daerah relatif tertinggal.Pada dasarnya, tipologi daerah membagi daerah berdasarkan 2 indikatorutama, yaitu pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita.Penelitian ini mencoba mengembangkan tipologi daerah didasarkan pada investasi, penyaluran kredit, pengeluaran pemerintah dan tenaga kerja.Metode analisis yang digunakan yaitu analisis tipologi daerah Klassen dengan pengembangan dan analisis regresi berganda model logaritma dengan metode GLS.Hasil analisis tipologi daerah menyimpulkan terdapat tiga wilayah tergolong wilayah maju dan tumbuh pesat.Empat wilayah tergolong wilayah maju tapi tertekan, tiga wilayah sebagai wilayah potensial untuk berkembang, dan lima belas wilayah tergolong wilayah relatif tertinggal.Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel bebas selain realisasi PMA, yakni realisasi PMDN, penyaluran kredit modal kerja, penyaluran kredit konsumsi, pengeluaran rutin pemerintah, pengeluaran pembangunan pemerintah dan tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi regional Jawa Barat baik secara parsial (uji t)maupun secara bersama-sama (uji F). Sedangkan variabel yang dominan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi regional Jawa Barat adalah penyerapan tenaga kerja. Dengan demikian, disarankan kepada pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk mendorong terciptanya investasi baik yang dilakukan oleh swasta maupun pemerintah sehingga selain akan menaikkan output juga mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak. Regional typology is an analyze to find the pattern and structure of economic growth ineach region. Its classifiesthe regions into four groups, namely, the developed regions and grows quikcly, the surfeited regions or growing regions but suppressed, the potential for growing and the relative poor regions. Basically, regional typology divides by two main indicators, they are economic growth and income per capita. This study tried to develop a typology of regions based on the investment, credit outstanding, government expenditure and employment.Methods of analysis used Klassen tipology analysis and logarithmic regression analysis models with GLS method.The result form Klassen Typology Analysis concluded there are three regions classified on the developed regions and grows quikcly. Four regions classified on the surfeited regions or growing regions but suppressed, three regions as potential for growing, andfifteenregions classified on relative poor regions.The result from regression analysis shows that independent variable for another PMA realization, that is PMDN realization, credit outstanding for financial capital, consumption credit outstanding, government development expenditure, goverment consumption expenditure and employment that give positive influence and significant to the West Java regional economic growth with (t test)or (F test). While dominant variable give the influence to the West Java regional economic growth period 2004-2010 is employment.Therefore, suggested to the government both provincial and district to encourage investment by private or government to increase output and also employment.
116314589H1L008020RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI RAWAT JALAN PASIEN PUSKESMAS
(STUDI KASUS DI PUSKESMAS CILACAP TENGAH II )
Sistem Informasi Rawat Jalan Pasien Puskesmas Cilacap Tengah II merupakan sebuah fasilitas pendukung yang diberikan untuk membantu kinerja dari para pegawai Puskesmas. Fasilitas yang diberikan berupa pencarian data pasien, pencetakan kartu kunjungan pasien, laporan data pasien sesuai tanggal pendaftaran, laporan data pasien sesuai jenis kelamin, dan laporan data pasien sesuai jenis penyakit pasien. Sistem informasi ini dapat berfungsi dalam membantu menangani permasalahan pada proses pengantrian pasien di loket pendaftaran Puskesmas. Sistem informasi ini dirancang menggunakan aplikasi Visual Basic 6.0, sehingga sistem yang dihasilkan berupa sistem yang berbasis desktop. Sistem informasi berbasis desktop merupakan sebuah aplikasi yang dapat dijalankan tanpa menggunakan jaringan internet, sehingga Sistem Informasi rawat jalan pasien Puskesmas Cilacap Tengah II dapat dijalankan tanpa ada gangguan dari jaringan internet.
Ambulatory Patient Information System of Cilacap Tengah II Health Center is a supporting facility which is given to help the performance of Health Center’s employee. Facilities which are given such as searching of patients data, printing of patients visit card, report of patients data based on registration date, reporting of patients data based on gender, and reporting of patients data based on patients disease. Information System can be function to solve patientsqueueing problem in Health Center registration booth.The Information System is designed using Visual Basic 6.0, therefore this system produces system which desktop-based system. Information System desktop-based is an application which is run without internet network, therefore Ambulatory Patients Information System of Cilacap Tengah II Health Center can run without internet network problem.
116324590H1L008019RANCANG BANGUN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
PEMBAGIAN RASKIN MENGGUNAKAN METODE
SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING
(STUDI KASUS KELURAHAN TEGALREJA CILACAP)
Kelurahan Tegalreja Cilacap merupakan salah satu dari lima kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Cilacap Selatan. Kelurahan memiliki berbagai macam tugas salah satunya adalah bidang kemasyarakatan yaitu mensejahterakan warganya dengan memberikan bantuan. Salah satu bantuan yang diberikan adalah RASKIN. Proses penyeleksian dilakukan dengan menghitung jumlah skor yang dihasilkan dari survei yang dilakukan oleh petugas survei. Pada pelaksanaannya proses perhitungan masih dilakukan secara manual sehingga kurang efisien dan tepat sasaran. Untuk membantu proses seleksi penerima RASKIN maka dibuat sebuah sistem pendukung keputusan. Sistem pendukung keputusan dibuat menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode ini dilakukan dengan mencari nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian melakukan proses normalisasi data, perhitungan nilai akhir serta proses perangkingan. Hasil yang diperoleh adalah urutan calon penerima dengan nilai tertinggi. Perangkingan yang dihasilkan dapat disesuaikan dengan jumlah stok beras.Tegalreja Political District of Cilacap Regency is one of five Political District which is been in South Cilacap Subdistrict. Political Distric Office has many functions, one of the function is social sector which makes prosperous their societyby giving help. One of help which is given is RASKIN. Selection processis is done by count result score survey which is done by survey officer. On the fact, counting process is still done manually which makes the survey is inefficient and not right on target. For helping selection process of RASKIN receiver therefore is made a Decision Support System. Decision Support System is made by using Simple Additive Weighting (SAW) method. The method is done by searching of weight per attribute, then processing of data normalization, counting of final value and processing of the rank. The result shows the receiver sequence’s highest value. The rank result can be adapted by amount of rice stocks.
116334597G1A009045HUBUNGAN JUMLAH KONSUMSI ROKOK DENGAN TINGKAT KEASAMAN SALIVA PADA MAHASISWA PEROKOK DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Latar Belakang : Berdasarkan data WHO, Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai negara dengan konsumsi rokok terbesar di dunia. Usia pengonsumsi rokok semakin bergeser ke usia muda. Kandungan rokok dapat mempengaruhi sekresi saliva dan kandungan bikarbonat. Fungsi utama saliva adalah lubrikasi, proteksi, dan digesti. Pada keadaan normal, derajat keasaman saliva adalah 5,6-7 dengan derajat rata-rata 6,7. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara jumlah konsumsi rokok dengan tingkat keasaman saliva pada mahasiswa Universitas Jendral Soedirman Purwokerto.Metode : Penelitian ini dilakukan pada 28 mahasiswa Universitas Jendral Soedirman Purwokerto menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling dan disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Responden diminta untuk mengumpulkan saliva pada wadah yang telah disediakan sampai mencapai 15 ml. Pengumpulan saliva dilakukan pada jam 14.00-15.00 yang mana waktu tesebut merupakan waktu sekresi saliva maksimal. Data yang didapatkan diuji secara statistik menggunakan uji Spearman. Hasil : Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara jumlah konsumsi rokok dengan tingkat keasaman saliva pada mahasiswa Universitas Jendral Soedirman Purwokerto (p < 0,001 ) dengan nilai r = - 0,716 yang menunjukkan arah korelasi negatif dengan kekuatan korelasi yang kuat.Kesimpulan : Terdapat hubungan yang kuat antara jumlah konsumsi rokok dengan tingkat keasaman saliva pada mahasiswa Universitas Jendral Soedirman Purwokerto, semakin tinggi jumlah konsumsi rokok semakin rendah tingkat keasaman salivanya.Background : WHO stated that Indonesia was in the 3rd rank as a country with the biggest cigarretes consumed around the world. Cigarretes consumed have shifted to early adolescent age. Cigaretes contained some component that would affected saliva secretion and bicarbonat level. Saliva’s main function were for lubrication, protection, and digestion. In the normal condition, pH saliva was 5,6-7 with the mean value was 6,7. Objective : This study aimed to know the correlation between amount of cigarettes consumed and pH saliva at student of Jenderal Soedirman University. Method : This study was done at 28 subjects with cross-sectional method. Subjects was chosen by consecutive sampling technic and adapted to inclusion and exclusion criteria. Subjects asked to collect their saliva in a becker glass until reached 15 ml volumes. Saliva collecting was done at 2.00-4.00 p.m. which was known as the time of maximum saliva secretion. Data was analyzed statistically by Spearman test. Result : The result of this study was there is association between amount of cigarettes consumed and pH saliva at student of Jenderal Soedirman University (p = <0,001) and r value r = -0,716 that showed there was strong negative correlation. Conclusion : There was strong association between amount of cigarettes consumed and pH saliva at student of Jenderal Soedirman University. The higher amount of cigarettes consumed, the lower pH saliva.
116344592B1J008045KEANEKARAGAMAN DAN DOMINASI RUMPUT LAUT HIJAU (Chlorophyta) PADA BERBAGAI SUBSTRAT DI PANTAI PERMISAN NUSAKAMBANGAN CILACAPRumput laut merupakan tumbuhan berklorofil yang tidak memiliki akar, batang dan daun sejati. Rumput laut di alam tumbuh pada substrat pasir, karang, serta pada substrat campuran. Beberapa penelitian menunjukkan ada jenis-jenis rumput laut yang tumbuh pada substrat tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan dominansi rumput laut Chlorophyta pada berbagai substrat di Pantai Permisan Nusakambangan Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode survai. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode kuadrat secara acak terpilih dengan menggunakan petak ukuran 1x1m. Pada masing-masing substrat diambil 20 petak sampel. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 3 substrat yang berbeda di Pantai Permisan Nusakambangan ditemukan rumput laut Chlorophyta sebanyak 9 jenis dengan bobot total sebesar 3,951 gram. Hasil keanekaragaman jenis rumput laut menunjukkan sebanyak 4 jenis pada substrat pasir dengan biomasa sebesar 0,045527, 9 jenis pada substrat karang 0,627662 dan 5 jenis pada substrat campuran dengan total biomassa 0,409611. Keanekaragaman tertinggi terdapat pada substrat karang yaitu dengan jumlah sebesar 0,627662 dan keanekaragaman terendah terdapat pada substrat pasir yaitu sebesar 0,045527. Dominansi jenis rumput laut Chlorophyta berkisar antara 0,294473-0,965605. Kesamaan jenis rumput laut Chlorophyta tertinggi terdapat pada substrat karang dan campuran yaitu sebesar 71,4%. Keberadaan jenis rumput laut Chlorophyta di Pantai Permisan Nusakambangan menunjukkan bahwa kombinasi struktur substrat sangat menentukan variasi rumput laut.
Seaweed is plant chlorophyll that does not have roots, true stems and leaves. Seaweed in the wild grows on sand substrate, coral and the substrate mixture. Some research showed any species of seaweed growing on a substrate certain. This research aims to know the diversity and dominance of seaweed (Chlorophyta) on various substrates in Permisan Coast, Nusakambangan Cilacap. This study used a survey method. The sample is conducted using the method quadrat randomly selected by using 1x1 m size. In each of the substrate taken 20 samples. Based on the results of research that conducted on three different substrates in Permisan Coast, Nusakambangan Cilacap, have been found nine species of Chlorophyta seawed with total weight is 3,951 grams. The results of the diversity showed that 4 species on sand substrate with 0,045527 of biomass, 9 species on corals substrate with 0,627662 of biomass and 5 species on substrate mixture with 0,409611 of biomass.The highest diversity is found on corals substrate with amount 0,627662 and the lowest diversity found on sand substrate with amount 0,045527. Range dominance of Chlorophyta seawed is 0,294473 to 0,965605. The highest species similarity of Chlorophyta seawed found on Corals substrate and substrate mixture with equal is 71,4%. The presence species of Chlorophyta seawed in the Permisan Coast, Nusakambangan Cilacap showed that structure of substrate is determine the variations of seaweed.
116354722G1D009007PENGARUH KONSUMSI KOPI TERHADAP KADAR ASAM URAT PADA PENDUDUK LALI-LAKI KELURAHAN GRENDENG KECAMATAN PURWOKERTO UTARA KABUPATEN BANYUMASLatar belakang: Asam urat merupakan hasil akhir metabolisme purin. Jumlah asam urat dalam darah dipengaruhi oleh intake purin, biosintesis asam urat dan banyaknya ekskresi asam urat. Kopi merupakan salah satu minuman kegemaran masyarakat dunia. Kopi dapat mempengaruhi kadar asam urat dari berbagai mekanisme, tetapi penelitian yang mengaitkan antara konsumsi kopi dengan kadar asam urat jarang dilakukan di Indonesia.
Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi kopi terhadap kadar asam urat pada penduduk laki-laki Kelurahan Grendeng Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperiment dengan pendekatan pre test-post test without control design. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Besarnya sampel adalah 33 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan uji statistik t test berpasangan.
Hasil: Rata-rata kadar asam urat darah sebelum mengkonsumsi kopi adalah 5,848 mg/dl dan kadar asam urat darah setelah mengkonsumsi kopi adalah 5,124 mg/dl. Hasil uji t test didapatkan hasil t hitung = 2,160 (t hitung > t tabel) dan nilai p = 0,038 (p value < α = 0,05). Terdapat pengaruh yang signifikan antara konsumsi kopi dengan kadar asam urat darah pada penduduk laki-laki Kelurahan Grendeng Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas.
Kesimpulan: Konsumsi kopi dapat menurunkan kadar asam urat pada penduduk laki-laki Kelurahan Grendeng Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas.
Background: Uric acid is the end product of purine metabolisme. The amount of uric acid on the blood was influenced by dietary intake of purines, uric acid biosynthesis of the body and rate of uric acid excretion. Coffee is one of the most widely consumed beverages in the world, but research on the effects of coffee consumption and uric acid levels are limited in Indonesia.
Purpose: The aims of this study is to find out the effect of coffee consumption on blood uric acid levels of Grendeng Society, Purwokerto Utara, Banyumas.
Methods: This research was pre experimental study with pretest-post test design without control approach. Sampling technic used simple random sampling. The sampel was 33 respondents who met the inclusion criteria. Data analysis used paired t test.
Results: The average blood uric acid levels before consuming coffee was 5.848 mg/dl and blood uric acid levels after consuming coffee was 5.124 mg/dl. The T test results was 2.160 (t count > t table) and p value = 0.038 (p value<α = 0,05). There was a significant effect between coffee consumption and blood uric acid levels in the male population of Grendeng Society, Purwokerto Utara, Banyumas.
Conclusion: Coffee consumption could make lower uric acid levels in the male
116364591B1J008023DOMINANSI DAN PROPORSI RUMPUT LAUT MERAH (Rhodophyta) PADA BERBAGAI SUBSTRAT DI PANTAI PERMISAN CILACAPPantai Permisan Nusakambangan diduga memiliki keanekaragaman hayati cukup tinggi salah satunya yaitu rumput laut. Pertumbuhan rumput laut dipengaruhi oleh faktor lingkungan, diantaranya substrat, suhu, salinitas dan derajat keasaman (pH). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dominansi dan proporsi rumput laut merah (Rhodophyta) pada berbagai substrat di Pantai Permisan, Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode survai, dengan pengambilan sampel secara acak terpilih dengan metode kuadrat ukuran 1m2. Pada setiap subtrat diambil 20 plot. Pengambilan sampel rumput laut dilakukan pada saat surut terendah. Semua jenis rumput laut merah diidentifikasi dengan menggunakan buku identifikasi Trono, Atmadja, dan Anggadireja, kemudian dianalisis secara deskriptif ciri-ciri morfologi, dominansi dan proporsinya. Hasil penelitian diperoleh rumput laut merah di Pantai Permisan sebanyak 5 jenis yaitu Acanthophora muscoides (Vahl) Boergesen, Eucheuma serra J. Agardh, Gelidium rigidum (Vahl) Grev, Gracilaria foliifera (Forsskal) Boergesen, Rhodymenia palmata (Linnaeus) Greville. Jenis Gelidium rigidum mendominansi di substrat karang dan substrat campuran di Pantai Permisan. Berdasarkan indeks dominansi simpson, indeks dominansi tertinggi pada substrat karang 0,644058 kemudian diikuti substrat campuran 0,552418.

Kata kunci: Dominansi, Proporsi, Substrat dasar, Pantai Permisan, Cilacap
Permisan seashore in Nusakambangan alleged of having on biological diversity is quite high one of them is seaweed. Seaweed growth is influenced by environmental factors including, substrate, temperature, salinity, acidity (pH). The objective of the observation is to find out the dominance and the proportion of Red seaweeds (Rhodophyta) on various substrates at Permisan seashore, in Cilacap. The research used a survey method, sampling was conducted selected random sampling selected sampling with size squared 1m2 method. On every sybstrates taken 20 plot. The sample seaweed carried on at low tide lowest. All kinds of Red seaweed is identified by using the Trono, Atmadja, Anggadireja book identification, then analyzed by descriptive morphological traits, dominance and proportion. The research resulted that there were 5 kinds of red algae at Permisan seashore, Cilacap those are Acanthophora muscoides (Vahl) Boergesen, Eucheuma serra J. Agardh, Gelidium rigidum (Vahl) Grev, Gracilaria foliifera (Forsskal) Boergesen, Rhodymenia palmata (Linnaeus) Greville. A kind of Gelidium rigidum dominant in a reef substrate and a mixture of sand and reef in permisan seashore. Based on Simpson dominant index, the highest dominant index was found on 0,644058 reef substrate, followed by a mixture of 0,552418 sand and reef.

Keywords: Dominance, Proportion, Substrates, Permisan Seashore, Cilacap
116374593F1D007068LOCAL STRONGMAN DALAM POLITIK LOKAL (Studi Kasus Peranan Kiai Dalam Kaderisasi Politik Partai Persatuan Pembangunan di Kabupaten Wonosobo Provinsi Jawa Tengah)Penelitian ini membahas tentang Local Strongman melalui Peranan Kiai Dalam Kaderisasi Politik sebagai bagian dari kekuatan politik lokal, untuk mengetahui lebih jauh tentang fenomena peranan kiai dalam kaderisasi politik PPP di Kabupaten Wonosobo yang sedang berlangsung maupun yang sudah terjadi dengan menggunakan kajian secara kualitatif. Kiai merupakan tokoh masyarakat dengan sosoknya yang memiliki kewibawaan, berkharisma, serta memiliki kekuasaan yang mampu mempersatukan elemen yang ada didalam masyarakat untuk sama-sama memperjuangkan aspirasi bagi ummat Islam. Kelompok kiai telah banyak berperan aktif menjabat sebagai Pimpinan Majelis Pakar dan Majelis Pertimbangan DPC PPP Kabupaten Wonosobo. Melalui pengajian yang diadakan secara periodik untuk menyampaikan pesan-pesan politiknya tentang keunggulan PPP. Hal tersebut yang membuat Program dakwah di PPP menjadi bagian dari kaderisasi politik. Dalam interaksi antara kiai dengan pemerintah, kiai merupakan jembatan untuk menyampaikan aneka ragam pendapat dan aspirasi masyarakat Islam terhadap pemerintahan lokal. Namun, pada masa reformasi ini kiai hanya dimanfaatkan ketokohanya oleh elit poltik, sehingga memunculkan anggapan bahwa kekuatan politik kiai pada masa demokrasi langsung ini membutuhkan akumulasi modal sosial, yaitu simbolik (ketokohan) dan pragmatis (uang).This research discussed the “Local Strongman” through scholars role In Politics regeneration as part of the local political power, for know more about the the phenomenon of the role scholars in political regeneration PPP in Wonosobo progress and that has been the case with using a qualitative study. Scholars is a public figure who has the authority, charismatic, and has a power that is able to unite the elements that exist within the community to are equally fight for the aspirations of the Islamic community. The group has many active scholars served as Chairman of the Assembly of Experts and the Advisory Council DPC PPP Wonosobo. Through lectures are held periodically to convey political messages about the advantages of PPP. This is makes da'wah Programs of PPP became part of the regeneration of politics. The interactions between scholars and the government, scholars is a bridge for deliver diversity of opinions and aspirations of the people of Islam to the local government. But, during this reform scholars stature used only by the elite politically. giving rise to the assumption that scholars political power during direct democracy requires the accumulation of social capital, that is a symbolic (figure) and pragmatic (money).
116384595C1A008011"PENGARUH JUMLAH WISATAWAN YANG MENGINAP DI HOTEL, JUMLAH KAMAR HOTEL DAN PDRB SUB-SEKTOR PERHOTELAN TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA BIDANG PERHOTELAN DI KABUPATEN BANYUMAS (1991-2013) "Penelitian ini berjudul “ Pengaruh Jumlah Kunjungan Wisata Yang Menginap di Hotel, Jumlah Kamar Hotel Dan PDRB Sub.Sektor Perhotelan Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Bidang Perhotelan di Kabupaten Banyumas (1991-2011)” . Tujuan penelian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah kunjungan wisatawan yang menginap di hotel, jumlah kamar hotel dan PDRB sub.sektor perhotelan baik secara parsial maupun bersama-sama terhadap penyerapan tenaga kerja bidang perhotelan di Kabupaten Banyumas dan untuk mengetahui antara ketiga faktor tersebut manakah yang memiliki pengaruh terbesar terhadap penyerapan tenaga kerja perhotelan di Kabupaten Banyumas .
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah :
1. Variabel Jumlah Kunjungan Wisatawan yang menginap di Hotel, Jumlah Kamar Hotel dan PDRB Sub-Sektor Perhotelan secara parsial dan bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja.
2. Variabel yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap tingkat penyerapan tenaga kerja perhotelan di Kabupaten Banyumas adalah variabel jumlah kamar hotel.
Metode penelitian dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data sekunder dari BPS kemudian diolah dengan menggunakan alat analisis regresi linear berganda dan perhitungan elastisitas.
Dari hasil penelitian didapatkan hasil secara bersama-sama jumlah kunjungan wisatawan yang menginap di hotel, jumlah kamar hotel dan PDRB sub.sektor perhotelan memberikan pengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja perhotelan di Kabupaten Banyumas, secara parsial jumlah kunjungan wisatawan yang menginap di hotel dan jumlah kamar hotel memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja perhotelan di Kabupaten Banyumas sedangkan PDRB Sub.sektor perhotelan tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja perhotelan di Kab.Banyumas.
Penyerapan tenaga kerja bidang perhotelan di Kabupaten Banyumas dapat ditingkatkan dengan cara lebih mempromosikan sektor pariwisata Kabupaten Banyumas secara meluas misalnya melalui media online, juga untuk menunjang perkembangan perhotelan di Kabupaten Banyumas maka pemerintah Banyumas dapat mempermudah prosedur perizinan pendirian bangunan misalnya dengan meringankan pajak Bumi dan bangunan karena semakin banyak pembangunan hotel maka tenaga kerja bidang perhotelan yang terserap pun akan semakin meningkat jumlahnya.
This study entitled "The Effect of Number of Visits Tourism who Stay in Hotel, Number of Rooms and Hospitality GDP Sub-Sector toward Hospitality Sector Labour Absorption in Banyumas (1991-2011)". Research objective was to determine the effect of the number of tourists who stay at the hotel, the number of hotel rooms and hospitality GDP sub-sector either partially or simultaneously on employment in hospitality in Banyumas and to determine which of the three factors that have the highest effect on hospitality employment in Banyumas.
The hypothesis of this study is :
1. Variable Number of visits Travelers who stay at the hotel, Number of Rooms and Hospitality GDP sub-sector partially and simultaneously have significant effect on employment of hospitality.
2. The variable that has the most effect on the level of employment in the hospitality Banyumas is a variable number of hotel rooms.
To determine the effect of the number of tourists who stay at the hotel, the number of hotel rooms and hospitality sub-sector GDP on employment hospitality, done by collecting secondary data from BPS then processed by using a multiple linear regression analysis and calculation of elasticity. From the research results obtained together a number of tourist stays, number of rooms and hospitality sub.sector GDP have a significant effect on employment in the hospitality Banyumas, partially tourists who stay in hotels and number of rooms hotels have a significant effect on employment in the hospitality district. Banyumas Sub.sector hospitality while GDP did not have a significant effect on employment in the hospitality Banyumas District.
Employment in hospitality in Banyumas district could be improved by further promote the tourism sector Banyumas widely through online media, as well as to support the development of hospitality in Banyumas government to simplify licensing procedures to ease the construction of the buildings such as the Earth and building tax due the more development the hotel hospitality field labour will be absorbed in increasing numbers.
116394596F1F007044SOCIOPOLITICAL SENTIMENTS AS REFLECTED IN ANTI-FLAG'S SONGS ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Sociopolitical Sentiments as Reflected in Anti-Flag’s Songs.” bertujuan untuk menganalisis jenis pandangan masyarakat dan politik yang terdapat pada lagu-lagu Anti-Flag, dan cara Anti-Flag untuk menggambarkan hal tersebut dalam lirik lagu-lagu mereka.
Dalam penelitian ini, metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data, yaitu tiga buah lagu karya Anti-Flag yang berjudul 911 for Peace, Fuck Police Brutality, dan Protest Song. Data utama dari penelitian ini dianalisis menggunakan strukturalisme genetik. Terdapat beberapa langkah yang dilakukan dalam menganalisis dan mengetahui jawaban dari pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini. Pertama adalah menentukan obyek yang akan dianalisis yakni lirik dari lagu-lagu Anti-Flag yang berjudul 911 for Peace, Fuck Police Brutality, dan Protest Song. Langkah yang kedua adalah menganalisis gaya bahasa yang terdapat pada lirik-lirik lagu tersebut karena gaya bahasa merupakan salah satu dari unsur-unsur intrinsik dari karya sastra. Kemudian, menghubungkannya dengan fakta masyarakat dan politik yang terjadi pada sa’at lagu-lagu tersebut diciptakan.
Dari hasil analisis, didapat kesimpulan bahwa lagu-lagu Anti-Flag yang berjudul 911 for Peace, Fuck Police Brutality, dan Protest Song merupakan lagu-lagu yang berisi tentang pandangan masyarakat dan politik seperti ajakan untuk membuat dunia menjadi damai, gagasan anti-perang, menerima keberanekaragaman manusia, kebencian terhadap para polisi, dan protes terhadap pemerintah.
ABSTRACT

This research entitled “Sociopolitical Sentiments as Reflected in Anti-Flag’s Songs” is aimed to analyze the kinds of society and political sentiments as reflected on Anti-Flag’s songs, and Anti-Flag’s way to show their sociopolitical sentiments through their song lyrics.
In this research, descriptive qualitative method is used to analyze the data: three Anti-Flag’s songs entitled 911 for Peace, Fuck Police Brutality, and Protest Song. The main data of this research is analyzed by using Genetic Structuralism. There are steps done in analyzing and extracting the song lyrics as the answer of the research questions. The first is determining the object which is going to be analyzed they are 911 for Peace, Fuck Police Brutality and Protest Song lyrics. The second is analyzing the language style of the song lyrics due to language style is one of the intrinsic elements of literary works. Then, connect it with the society and political facts those happen when those songs were created. The last step is concluding.
From the research result, Anti-Flag’s songs entitled 911 for Peace, Fuck Police Brutality, and Protest Song contain of sociopolitical sentiments. They are persuasion to make the world peace, anti-war idea, receiving the human diversities, hatred of police brutality, and protest to the government.
116404598B1J007200POTENSI REPRODUKSI IKAN BELANAK (Mugil cephalus) DI MUARA SUNGAI SENTOLO AREA PENAMBANGAN PASIR BESI DESA SELOK KABUPATEN CILACAP
Distribusi ikan belanak (Mugil cephalus) relatif luas, meliputi daerah estuaria, perairan tawar, maupun perairan pantai. Ikan belanak memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan. Daging dan telur ikan belanak cukup disenangi masyarakat dan banyak dikonsumsi baik sebagai ikan segar maupun ikan asin. Ikan belanak merupakan jenis ikan laut tetapi sering masuk ke daerah estuaria bahkan ke perairan air tawar terutama banyak ditemukan di muara sungai. Salah satu perairan yang memiliki sumberdaya ikan belanak adalah perairan sungai Sentolo Desa Selok, Cilacap Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Potensi reproduksi ikan belanak yang ditangkap di Sungai Sentolo area penambangan pasir besi Desa Selok Kabupaten Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pengambilan sampel secara random sampling. Variabel yang diamati meliputi Indeks kematangan gonad (IKG), Tingkat kematangan gonad (TKG), fekunditas dan diameter telur. Parameter utama yang diamati adalah pengukuran panjang total, pengukuran bobot tubuh, pengukuran bobot gonad, dan diameter telur. Parameter pendukung berupa kualitas air, meliputi temperatur, pH, salinitas, oksigen terlarut, karbondioksida bebas, dan kadar Fe perairan. Data kualitatif dianalisis secara diskriptif berupa tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), fekunditas dan diameter telur, sedangkan hubungan antara fekunditas dengan panjang atau bobot tubuh ikan belanak dianilisis secara regresi linier. Hasil pengamatan selama penelitian mempunyai nilai TKG ikan belanak beragam, yaitu TKG I, II, III, dan IV dengan IKG betina 0,78 – 4,49%, dan IKG jantan berkisar antara 0,42-2,07%. Fekunditas ikan TKG III berkisar antara 3.920-10.780 dan ikan TKG IV antara 4.440-22.270 butir telur. Disimpulkan ikan belanak reproduksinya bertipe partial spawner dan politelik.Mullets (Mugil cephalus) distribution are widespread from estuary, freshwater, and coastal waters. They have a high economic value and good prospects for commercialization, because people like to consume the product (meat and eggs) in fresh or dried fish. Sentolo Selok Village, Cilacap, Central Java is former iron sand mining has many mullets. The aim of this study was to determine the reproductive potential of mullet fish caught in the River Sentolo iron sand mining area Selok Cilacap village. The methode in this research used was survey method applied random sampling. The observed variables include gonad maturity index (IKG), gonad maturity level (TKG), fecundity, and egg diameter. The main parameters observed was the total fish length measurement, measurement of body weight, gonad weight measurements, and egg diameter. Supporting parameters were water qualities: temperature, pH, salinity, dissolved oxygen, free carbon dioxide, and Fe concentration. Qualitative data were analyzed in descriptive form of gonad maturity level (TKG), gonad maturity index (IKG), fecundity and egg diameter. The relationship between fecundity and fish body length or weight of mullets analyzed by linear regression. Results of total catched Mullets were 34, consisting of 12 males and 22 females. Result showed that catched mullets have teens maturity level of for the TKG I, II, III, and IV. The maturity index range for mullet females was from 0,78 to 4,49%, and for the males ranged from 0,42 to 2,07%. Fecundity of TKG III female ranged betwen 3.920-10.780 and of TKG IV female, the fecundity ranged from 4.440-22.270 eggs. It concludes that mullets's type of reproduction was partial spawner, and polytelic species.