Artikel Ilmiah : C1A007131 a.n. HANDI ISNANTO

Kembali Update Delete

NIMC1A007131
NamamhsHANDI ISNANTO
Judul ArtikelPERILAKU USAHA INDUSTRI KECIL TEMPE DI DESA PLIKEN KECAMATAN KEMBARAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yang di laksanakan di Desa Pliken Kecamatan Kembaran. Penelitian ini mengambil judul : “Perilaku Usaha Industri Kecil Tempe Di Desa Pliken Kecamatan Kembaran”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan bersih dan tingkat efisiensi pengusaha industri tempe di Desa Pliken Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas
Penelitian ini menggunakan analisis R/C , BEP, KHL. Untuk menghitung efisiensi usaha digunakan pendekatan analisis rasio penerimaan dan biaya (R/C), Perhitungan Break Even Point digunakan untuk mengetahui berapa banyak jumlah tempe yang harus diproduksi untuk mencapai Break Even Point atau titik impas perajin tempe di Desa Pliken Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Untuk mengetahui apakah pendapatan bersih atau keuntungan dari pengusaha tempe di Desa Pliken Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas sudah memenuhi Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yaitu dengan membandingkan antara rata - rata pendapatan bersih industri tempe dengan daftar KHL yang ditetapkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigasi untuk wilayah Kabupaten Banyumas
Implikasi dari kesimpulan diatas adalah Industri kecil pembuatan tempe di Desa Pliken Kecamatan Kembaran Banyumas bisa tetap dikembangkan karena menguntungkan dengan rata-rata laba tiap bulan adalah 9 % dengan variasi laba terkecil adalah 7% dan terbesar 17% dengan pendapatan terkecil sebesar Rp 354.800,00 dan terbesar 3.482.750,00. Industri sudah efisien yang ditunjukkan ole RC sebesar 1,1. Kemudian dilihat melalui analisis Break Event Point (BEP), BEP unit tempe di desa Pliken Kecamatan Kembaran adalah sebesar 115,11 kg
Abtrak (Bhs. Inggris)This research is a case study carried on in the Desa Pliken, Kecamatan Kembaran. This research takes the title: "Behaviour of Small Tempe Industrial Business In the Desa Pliken, Kecamatan Kembaran". The purpose of this study is to determine net income and efficiency level of tempe industrial business owner in the Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas.
Based on the results of analysis tools using analysis of R/C, BEP, KHL. To calculate the business efficiency ratio, it using approaches analysis revenues and cost (R / C), Calculation of Break Even Point is used to determine how much tempe should be produced to reach Break Even Point of tempe industrial business owner in the Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. To determine whether the net income or profits of the tempe industrial business owner meets Living Needs (KHL), that is comparing the average of tempe industry net income with KHL list, made by the Department of Labor and Transmigration for Kabupaten Banyumas.
The implications of the above conclusion is a small industry in the Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas could still be developed due to favorable benefits to the average monthly income was 9% with the smallest profit variation is 7% and the largest 17% of the smallest revenue of Rp 354,800.00 and largest Rp 3,482,750.00, and has been shown by RC efficient of 1.1. Then viewed through the analysis Break Event Point (BEP), BEP tempe unit in the village district Pliken twins amounted to 115.11 kg.
Kata kunciR/C , BEP, KHL
Pembimbing 1Drs. Indi Sutopo, MM
Pembimbing 2Drs.Dedi Supriadi, M.S
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman80
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.