Artikel Ilmiah : E1B022044 a.n. NAUFAN HILMI AMARUDIN

Kembali Update Delete

NIME1B022044
NamamhsNAUFAN HILMI AMARUDIN
Judul ArtikelTANGGUNG JAWAB PENGAWASAN ADMINISTRATIF PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT DALAM KEGIATAN PERTAMBANGAN GALIAN C
(Studi Kasus Tambang Gunung Kuda di Kabupaten Cirebon)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pertanggungjawaban administratif Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pengawasan kegiatan
pertambangan galian C pada Tambang Gunung Kuda di Kabupaten Cirebon menjadi fokus kajian
ini, khususnya terkait pelaksanaan kewenangan pengawasan dan hambatan yang dihadapi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban administratif Pemerintah
Provinsi Jawa Barat dalam pengawasan kegiatan pertambangan galian C pada Tambang Gunung
Kuda di Kabupaten Cirebon serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan
pengawasan tersebut. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan
perundang-undangan dan konseptual, melalui analisis bahan hukum primer dan sekunder di
bidang hukum lingkungan dan hukum administrasi negara. Hasil kajian menunjukkan bahwa
pemerintah provinsi memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam mengawasi kepatuhan
pelaku usaha terhadap persetujuan lingkungan, namun pelaksanaannya belum optimal sehingga
berpotensi menimbulkan kelalaian administratif (omission). Hambatan yang dihadapi meliputi
keterbatasan sumber daya, lemahnya koordinasi antarinstansi, serta belum efektifnya mekanisme
pengawasan di lapangan. Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya perlindungan
lingkungan hidup dan meningkatnya risiko kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan
penguatan sistem pengawasan administratif berbasis prinsip good environmental governance
guna meningkatkan efektivitas pengawasan serta memastikan akuntabilitas pemerintah.
Abtrak (Bhs. Inggris)The administrative accountability of the West Java Provincial Government in supervising Class C
mining activities at the Gunung Kuda Mine in Cirebon Regency is the focus of this study,
particularly regarding the implementation of supervisory authority and the obstacles encountered.
This study aims to analyze the administrative accountability of the West Java Provincial
Government in supervising Class C mining activities at the Gunung Kuda Mine in Cirebon
Regency and identify the obstacles encountered in implementing such supervision. The study uses
a normative juridical method with a statutory and conceptual approach, through an analysis of
primary and secondary legal materials in the fields of environmental law and state administrative
law. The results of the study indicate that the provincial government has the authority and
responsibility to oversee business actors' compliance with environmental approvals, but its
implementation is suboptimal, potentially leading to administrative omissions. Obstacles
encountered include limited resources, weak inter-agency coordination, and ineffective oversight
mechanisms in the field. These conditions result in suboptimal environmental protection and an
increased risk of environmental damage. Therefore, strengthening the administrative oversight
system based on the principles of good environmental governance is necessary to increase
oversight effectiveness and ensure government accountability.
Kata kuncipertanggungjawaban administratif, pengawasan, pertambangan galian C.
Pembimbing 1 Prof. Dr. Kartono, S.H., M.H
Pembimbing 2 Bahar Elfudllatsani, S.H., M.H
Pembimbing 3Sri Hartini, S.H., M.H.
Tahun2026
Jumlah Halaman20
Tgl. Entri2026-04-27 10:25:16.710323
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.