Home
Login.
Artikelilmiahs
9958
Update
ASTRI MAULIDA HANI
NIM
Judul Artikel
EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI USAHATANI UBI KAYU DI DESA SURO KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ubi kayu merupakan tanaman pangan penting yang cukup potensial untuk dikembangkan, karena mempunyai banyak manfaat bagi kesejahteraan manusia. Ubi kayu dapat digunakan sebagai bahan makanan, bahan pakan ternak, bahan baku industri dan komoditas ekspor. Produksi ubi kayu di Desa Suro digunakan sebagai bahan baku industri tepung tapioka. Faktor produksi ubi kayu yaitu luas lahan, bibit, pupuk urea, pupuk phonska, pupuk kandang dan tenaga kerja. Penggunaan faktor produksi tersebut harus efisien, agar mendapatkan produksi yang optimal dan memperoleh keuntungan maksimal. Tujuan dari penelitian adalah 1) mengetahui besarnya biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diperoleh petani ubi kayu di Desa Suro; 2) mengetahui pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi terhadap produksi ubi kayu di Desa Suro; 3) mengetahui efisiensi penggunaan faktor produksi pada usahatani ubi kayu di Desa Suro. Penelitian dilakukan pada 26 Mei sampai 26 Juni 2014 di Desa Suro Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas dengan sasaran penelitian petani yang berusahatani ubi kayu secara monokultur. Pemilihan responden dilakukan dengan metode sensus sebanyak 31 responden. Data penelitian berupa primer dan sekunder diambil dengan cara wawancara, kuisioner, dan observasi langsung. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis fungsi produksi Cobb Douglas serta analisis efisiensi penggunaan faktor produksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerimaan rata-rata per hektar petani ubi kayu di Desa Suro adalah Rp26.658.463 dan biaya produksi rata-rata per hektar sebesar Rp11.447.790, sehingga keuntungan yang diterima adalah Rp15.444.819 per hektar. Faktor produksi yang berpengaruh secara signifikan pada usahatani ubi kayu di Desa Suro adalah luas lahan, bibit, pupuk urea, dan pupuk kandang sedangkan faktor produksi pupuk phonska dan tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap usahatani ubi kayu. Penggunaan faktor produksi luas lahan, bibit, pupuk urea, dan pupuk phonska belum efisien karena nilai NPMXi/Pxi lebih besar dari satu.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Cassava is important plant that potential enough to develop, because it has many advantages for people prosperity. Cassava consumpted widely in Indonesia, can used as foodstruf, livestock woof material, raw material industry and export commodity. Production of cassava in Suro village used as raw material of tapioca flour. This cassava farming became an important role to be the income to the family, because that was the cause that can increase the welfare of farmers. Factor production of of cassava farming are : crop field, seed, organic fertilizer, anorganic fertilizer and worker. The usage of production factor have to be efficient, so tha can gain maximum profit. This research have purpose : 1) Knowing the cost that spent and gain that can be achieved by farmers in Suro village. 2) Knowing the influence of usage of production factor to the production of cassava in Suro village. 3) Knowing the efficiency of usage of production factor at cassava farming in Suro village. Research have done since 26 May until 26 June 2014 in Suro town, Kalibagor District and Banyumas Region with farmers as research target. The choosing of this respondent was held with census of cassava monoculture farmers as many as 31 respondents. Research data most can be primary and secondary that get by interview, quisioner, and direct observation. The analiytical method that used is cost analysis and gain, production function Cobb Douglas analysis, also efficiency of usage of production factor analysis. Results of the research showed average gain per Hectare of cassava farmers in Suro village is Rp26.658.463 and average production cost per hectare is Rp11.447.790 so the profit is Rp15.444.819 per hectare. Production factors that influence cassava farming in Suro village was the broad of land area, seed, urea fertilizer, and kandang fertilizer but for phonska vertilizer and workers didn’t affect the ubi kayu agricultural business. The usage of broad of land area and seed hadn’t efficient becuse the value of NPMXi/Pxi more than one.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save