Home
Login.
Artikelilmiahs
9858
Update
JOKO SUSANTO
NIM
Judul Artikel
UJI PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI VARIETAS BURANGRANG DENGAN JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK HAYATI YANG BERBEDA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian dilaksanakan di lahan sawah Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Penelitian berlangsung selama 4 bulan mulai dari bulan April sampai dengan Agustus 2014. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah jarak tanam yang terdiri atas 3 taraf, yaitu J1 (20 x 20) cm, J2 (25 x 20) cm, dan J3 (25 x 25) cm. Faktor kedua adalah dosis pupuk hayati yang terdiri atas 3 taraf yaitu, D0 (tanpa pupuk), D1 (2 liter pupuk hayati per petak), dan D2 (4 liter pupuk hayati per petak). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah daun tripoliat, berat segar tanaman, berat kering tanaman, jumlah cabang, luas daun, laju asimilasi bersih, laju pertumbuhan tanaman, indeks panen, berat segar akar, berat kering akar, jumlah polong isi per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot 100 biji, bobot brangkasan, dan produksi per satuan luas. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu : 1) perlakuan jarak tanam terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kedelai varietas Burangrang dengan jarak tanam (20 x 20) cm, 2) dosis pupuk hayati tidak mempengaruhi pertumbuhan dan hasil kedelai varietas Burangrang, dan 3) interaksi jarak tanam dan dosis pupuk hayati tidak mempengaruhi pertumbuhan dan hasil kedelai varietas Burangrang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The research was held in a rice field at the vilage of Karang Gintung, Sumbang, Banyumas. This research was done in 4 months started from April to August 2014. The design of this research was Completly Randomize Blocks Design (CRBD) with three repetitions. The first factor was three difference distance planting between crops containing J1 (20 x 20) cm, J2 (25 x 20) cm, and J3 (25 x 25) cm. The second factor was three difference doses of biofertilizer containing D0 (none fertiliezed), D1 (2 liters biofertilizer per field) and D2 (4 liters biofertilizer per field). The observing variables are crops height, leaves amount, tripoliat leaves amount, crop’s wet weight, crop’s dry weight, branches amount, leaves width, assimilation’s progress, crops’s growth, harvesting index, root’s wet weight, root’s dry weight, containing soy bean’s amount per crops, soy bean’s amount per crops, 100 soy bean’s weight, brangkasan weight, and the amount of soy bean production per area. The results of this research are : 1) the best crop distance treatment for the growth of Burangrang soybean was (20 x 20) cm, 2) the dose of biofertilizer didn’t affect the growth and production of Burangrang soybean, 3) the interaction between crop distance and biofertilizer didn’t affect both the growth and production of Burangrang soybean,
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save