Artikel Ilmiah : F1D009004 a.n. IQBAL PRIHASTOWO

Kembali Update Delete

NIMF1D009004
NamamhsIQBAL PRIHASTOWO
Judul ArtikelKonflik Politik Agraria Antara Kelompok Keagamaan “Nurul Yakin” dengan Perum Perhutani Banyumas Timur di Desa Penawangan
Kecamatan Madukara Kabupaten Banjarnegara
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konflik yang terjadi antara kelompok keagamaan “Nurul Yakin” dengan Perum Perhutani Banyumas Timur di Desa Penawangan Kecamatan Madukara Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini menunjukan bahwa konflik yang terjadi antara kelompok keagamaan “Nurul Yakin” dengan Perum Perhutani Banyumas Timur merupakan gambaran dari ketidakselarasan antara negara dengan masyarakat. Konflik ini berbasis pada objek agraria yang membenturkan kepentingan yang berbeda antara negara (Perum Perhutani Banyumas Timur) dengan masyarakat (Kelompok Keagamaan “Nurul Yakin”). Kepentingan sosial dan ekonomi adalah hal yang di bawa oleh kelompok keagamaan “Nurul Yakin” dalam pembangunan makam di atas tanah Perhutani, sedangkan kepentingan politik adalah hal yang menonjol dari Perum Perhutani Banyumas Timur di dalam kasus konflik tersebut. Dengan demikian, landasan teori yang digunakan adalah teori konflik agraria dan teori manajemen konflik.
Abtrak (Bhs. Inggris)ABSTRACT
This study aims to describe the conflict between religious groups "Nurul Yakin" with Perum Perhutani Banyumas Timur in Penawangan Village Sub Madukara Banjarnegara District. This study shows that the conflict between religious groups "Nurul Yakin" with Perum Perhutani Banyumas Timur is a picture of discord between state and society. This conflict is based on the object banging agrarian different interests between countries (Perum Perhutani Banyumas Timur) with communities (Religious Goups "Nurul Yakin"). Social and economic interests are the things that was brought by religious groups "Nurul Yakin" in the construction of graveyards above Perhutani’s forest area, while political interest is the thing that stands out from Perum Perhutani Banyumas Timur in case of conflict. Therefore, the basic theory used is the theory of agrarian conflict and conflict management theory.
Kata kunciKonflik Politik Agraria, Logika Hukum Agraria, dan Pencapaian Konsensus
Pembimbing 1Drs. Bambang Suswanto, M.Si
Pembimbing 2Dr. Slamet Rosyadi, M.Si
Pembimbing 3Andi Ali Said Akbar, S.IP, MA.
Tahun2015
Jumlah Halaman19
Tgl. Entri2015-02-19 01:28:19.434007
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.