Artikel Ilmiah : P2BA11023 a.n. RYAN FIRMAN SYAH, S.P

Kembali Update Delete

NIMP2BA11023
NamamhsRYAN FIRMAN SYAH, S.P
Judul ArtikelKAJIAN PENGURANGAN DOSIS PUPUK SINTETIK DENGAN PENAMBAHAN MIKORIZA DAN KHAMIR RIZOSFER BAMBU TERHADAP HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)RINGKASAN



Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas hortikultura yang termasuk sayuran rempah yang mempunyai fungsi dan manfaat yang luas. Peningkatan permintaan terhadap bawang tidak diimbangi dengan ketersediaan komoditas yang terbatas. Petani bawang merah pada umumnya menggunakan pupuk dan pestisida sintetik dengan dosis dan frekuensi yang sangat tinggi dalam jangka waktu panjang dapat menurunkan produktivitas lahan. Penggunaan pupuk hayati mikoriza dan khamir rizosfer bambu merupakan suatu inovasi yang perlu dikembangkan dalam peningkatan kualitas dan kuantitas produksi bawang merah sehingga dapat mengatasi permasalahan produksi bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mikoriza dan khamir rizosfer bambu dengan pengurangan dosis pupuk sintetik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah.
Penelitian telah dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian UNSOED, Desa Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dengan ketinggian 110 m dpl. Tanah yang digunakan adalah jenis tanah inceptisol. Penelitian dilaksanakan selama 60 hari mulai 21 Oktober 2010 sampai 20 Desember 2010. Penelitian bawang merah menggunakan polibag yang menggunakan rancangan percobaan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan 3 ulangan. Faktor yang dicoba adalah kombinasi sumber khamir dari berbagai jenis rizosfer bambu dan mikoriza yang terdiri dari 5 taraf dan pengurangan pupuk sintetik yang terdiri dari 3 taraf. Pengurangan dosis pupuk sintetik terdiri dari 3 taraf yaitu dosis sesuai anjuran, pengurangan dosis pupuk 25% dan pengurangan dosis pupuk 50%. Penambahan mikoriza dikombinasi khamir rizosfer bambu terdiri dari 5 taraf yaitu hanya mikoriza, mikoriza dan khamir rizosfer bambu ampel, mikoriza dan khamir rizosfer bambu gading, mikoriza dan khamir rizosfer bambu petung, mikoriza dan khamir rizosfer bambu wulung. Kombinasi perlakuan terdiri dari 15 macam dengan masing-masing 3 ulangan. Variabel yang diamati terdiri dari: tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan per umpun, bobor segar tanaman, bobot kering tanaman tanpa umbi, jumlah umbi per umpun, bobot segar umbi, bobot umbi kering simpan dan volume umbi per umpun .
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurangan dosis pupuk sintetik tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penambahan mikoriza yang dikombinasikan dengan khamir rizosfer bambu tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Kombinasi terjadi antara pengurangan dosis pupuk sintetik dan penambahan mikoriza dan khamir rizosfer bambu pada variabel jumlah daun.
Abtrak (Bhs. Inggris)SUMMARY
Shallot (Allium ascalonicum L.) is a horticultural commodity included spices vegetable. Shallot has a broad functionality and benefits to people, such as vegetable, spice, and traditional medicine. Increased demand for shallot was not matched by production. Shallot farmers generally use synthetic fertilizers and pesticides with the high dosage and frequency that cause cost per hectare reached 30-50% of the total production cost. The use of mycorrhizal biofertilizer and bamboo rhizosphere yeast is an innovation that may play important role in improving the quality and quantity of shallot production. This research has purpose to know influence of mycorrhizal and Yeast bamboo rhizosphere with reduction of synthetic fertilizer.
Research was conducted in a screen house Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Karangwangkal Village, North Purwokerto Subdistrict, Banyumas Regency, Central Java with a height of 110 m above sea level. Inceptisol soil was used in this research. Research was conducted for 60 days starting October 21th 2010 until December 20th 2010. Shallot research used polybags. Experimental design was Completely Randomized Block Design (RCBD) with three replications. Experimental Factors were combination of mycorrhizal and yeast bamboo rhizosphere consists of 5 levels and reduction of synthetic fertilizer that was consists of 3 levels. Reducing the dose of synthetic fertilizer consists of 3 levels: the recommended dosage, 25% reduction and 50% reduction. The use of mycorrhizal and Yeast bamboo rhizosphere consisted of 5 levels: only mycorrhizal, mycorrhizal and yeast bamboo Ampel’s rhizosphere, mycorrhizal and yeast bamboo Gading’s rhizosphere, mycorrhizal and yeast bamboo Petung rhizosphere, mycorrhizal and yeast bamboo wulung’s rhizosphere. The observed variables were: plant height per clump (cm), number of leaves per clump, number of offspring, plant fresh weight, plants dry weight without tubers, number of tuber, tuber fresh weight, tuber dry saving weight and tuber volume.
The results showed that the reduction use of synthetic fertilizer had no significant effect on growth and yield of shallot. The addition of mycorrhizal in combination with yeast bamboo rhizosphere did not give significant effect on the growth and yield of onion. Combination between the reduction dose of synthetic fertilizers and the addition of mycorrhizal and yeast bamboo rhizosphere on a variable number of leaves.
Kata kuncimiikoriza, khamir, bawang merah, rizosfer bambu
Pembimbing 1Ir. G.H. Sumartono, M.S., M.Si
Pembimbing 2Ir. Hj. Hartati, M.S.
Pembimbing 3-
Tahun2011
Jumlah Halaman82
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.