Home
Login.
Artikelilmiahs
9647
Update
VITTA NOVILA
NIM
Judul Artikel
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN INFEKSI KECACINGAN (Studi pada Anak Usia Dini Usia 3-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas II Kembaran, Kembaran, Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kebiasaan bermain anak usia dini di wilayah kerja Puskesmas II Kembaran seperti masih senang bermain di tanah tanpa menggunakan alas kaki dan tidak memperhatikan kebersihan dirinya. Kondisi lingkungan dan kebersihan perorangan yang buruk dapat memungkinkan terjadinya penularan kecacingan. Hingga saat ini masih belum ada program pencegahan kecacingan pada anak usia dini (3-5 tahun) di wilayah kerja Puskesmas II Kembaran, Kembaran, Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan infeksi kecacingan pada anak usia dini usia 3-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas II Kembaran, Kembaran, Banyumas. Jenis penelitian adalah observasional dengan metode potong lintang. Pengumpulan data menggunakan survey dan wawancara, untuk pemeriksaan telur cacing dengan uji laboratorium menggunakan metode apung. Sampel dalam penelitian ini adalah anak usia dini usia 3-5 tahun sebesar 86 anak. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian terdapat 42 (48,8%) anak yang positif terinfeksi kecacingan Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura dan cacing tambang. Ada hubungan antara kebersihan kuku (p=0,005), kebiasaan menghisap jari (p=0,000), kebiasaan bermain di tanah (p=0,003), dan kepemilikan jamban (p=0,00) dengan infeksi kecacingan. Faktor yang tidak berhubungan dengan infeksi kecacingan adalah kebiasaan mencuci tangan, kebiasaan memakai alas kaki, kebiasaan membuang tinja, kebiasaan mengkonsumsi obat cacing, kebiasaan jajan sembarangan, kondisi lantai rumah dan ketersediaan air bersih. Saran untuk orang tua atau pengasuh adalah lebih memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan anak serta mengurangi kebiasaan menghisap jari pada anak usia dini.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Early childhood play habits in work areas such as health centers II Kembaran still love playing on the ground barefoot and do not pay attention to personal hygiene. Poor environmental conditions may allows the transmission of worm infection. Until today, there is no worm prevention program to early childhood (3-5 years) in Kembaran II Health Center Kembaran District Banyumas Regency. The purpose of this study was to determine the risk factors associated with worm infection in early children aged 3-5 years in Kembaran II Health Center Kembaran District Banyumas Regency. The study was an observational cross-sectional method. Data collected by the survey and interview, for worm egg examination by laboratory testing using the floating method. The samples in this study were young children aged 3-5 years totaly 86 children. Analysis of univariate and bivariate data using Chi-square test. The results of the study there were 42 (48.8%) children who have positive of worm infection Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura and hookworm. There are link between the cleanliness of nails, finger lick habit, the habit of playing on the ground, and the unhealthy latrine, with worm infection. Factors not associated with worm infection is habit of handwashing (p=0,954), habit of wearing footwear (p=0.401), habit of rid feces (p=0.934), habit of drugs consumption that can be preventif of worm infection (p=0.704), habit of unhealthy snack consumption (p=0.837), house floor conditions (p=0.058), and the availability of clean water (p=0.484). Parents or caretakers more attention to personal hygiene and environmental and reducing the habit of finger lick in early childhood.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save