Artikel Ilmiah : A1C010036 a.n. SIWI PRAMESTI

Kembali Update Delete

NIMA1C010036
NamamhsSIWI PRAMESTI
Judul ArtikelKONTRIBUSI PENDAPATAN USAHA PEMANFAATAN PEKARANGAN TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA
(Studi Kasus pada Anggota KRPL KWT Mekar Sari Kelurahan Bobosan Kabupaten Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)KRPL merupakan salah satu alternatif pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan untuk pemenuhan kebutuhan pangan, gizi keluarga, dan peningkatan pendapatan yang pada hasil akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan melalui pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme dari kegiatan KRPL, mengetahui persepsi masyarakat mengenai kegiatan KRPL, mengetahui pendapatan yang diperoleh anggota KWT dari pemanfaatan pekarangan, mengetahui nilai R/C rasio dan mengetahui kontribusi pemanfaatan pekarangan terhadap pendapatan rumah tangga. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengambilan data dilaksanakan sejak 24 April sampai 24 Mei 2014, dengan sasaran penelitian adalah anggota KWT Mekar Sari penerima dana bantuan kegiatan KRPL di Kelurahan Bobosan Kabupaten Banyumas. Penentuan responden dilakukan secara sensus yang berjumlah 20 orang. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, biaya, penerimaan dan pendapatan, R/C rasio dan income share.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme yang diterapkan anggota KWT Mekar Sari Kelurahan Bobosan Kabupaten Banyumas sudah sesuai dengan yang dijelaskan dalam pedoman umum Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), dilihat dari sub-sub kegiatan: kebun bibit desa, kebun sekolah, pemanfataan pekarangan, dan peningkatan pemahaman pola pangan beragam, bergizi seimbang dan aman. Persepsi dari pelaksanaan KRPL di Kelurahan Bobosan memberikan perubahan aktivitas dari sebelum dan sesudah adanya KRPL khususnya dalam hal pemanfaatan pekarangan. Responden merasakan manfaat paling besar dari KRPL yaitu pekarangan menjadi lebih produktif, dan kendala yang paling besar dihadapi adalah serangan hama wereng putih. Usahatani di pekarangan anggota terdiri sayuran, buah dan TOGA seperti cabai, pisang dan jahe, sedangkan ayam terdiri ayam kampung jantan dan betina, dan ikan terdiri dari gurame, mujair, bawal, patin, melem, tawes, dan lele. Total biaya selama tiga bulan dari pemanfaatan pekarangan (on farm) yaitu Rp5.444.250,00, total penerimaan sebesar Rp10.095.550,00 dan total pendapatan diperoleh Rp4.651.300,00, rata-rata pendapatan per responden yaitu Rp232.565,00 untuk tiga bulan, dengan rata-rata luas lahan yaitu 68,6 m2. Nilai R/C rasio sebesar 1,85 artinya kegiatan pemanfaatan pekarangan menguntungkan karena setiap Rp100.000,00 biaya yang dikeluarkan, akan memberikan penerimaan sebesar Rp185.000,00. Kontribusi pendapatan diperoleh 7,30 persen, artinya kontribusi yang diperoleh dari pemanfaatan pekarangan terhadap pendapatan rumah tangga sangat kecil dan bukan menjadi mata pencaharian utama melainkan usaha sampingan anggota.

Abtrak (Bhs. Inggris)Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) activities is an alternative by using the utilization of eco-friendly yard to meet the needs of food, family nutrition, and the increase in income which the result can improve welfare through community empowerment. This research aims to know the mechanism of KRPL activities, know perceptions of the people regarding of KRPL activities, know the amount of net income obtained by KWT member from the use of the yard, know the value of R/C ratio, and know the amount contribution of yard utilization on household income. Research method that use is case study. This research was being conducted from 24th April to 24th May 2014, with research target are KWT Mekar Sari members who assist fund receiver KRPL activities in Bobosan Subdistrict, Banyumas Regency. The number of respondents in this research is 20 (twenty) individuals. The analysis used is descriptive analysis, analysis of costs, acceptance and income, R/C ratio, and income share.
The result of this study shows that the mechanism applied by the members of KWT Mekar Sari, Bobosan Subdistrict, Banyumas Regency its already accordance with those explained in the general guidelines of KRPL, seen through subs-activities: (village yard seed, school yard, utilization yard and a better understanding of various, nutritious, balanced and safe food pattern. Perceptions of yard utilization implementation in Bobosan Subdistrict provides a change of activity before and after the KRPL, especially in terms of the yard utilization. Respondents felt the greatest benefit of KRPL that the yard becomes more productive, and the greatest obstacle faced is white pests attack. Farming in the yard members consist of vegetables, fruits and TOGA such as chilli, banana and ginger, while the chicken is composed of rooster and hen, and fish consisting of gurame, mujair, bawal, patin, melem, tawes and lele. The total cost during three months of utilization yard is Rp5,444,250.00, the total revenues is Rp10,095,550.00 and the total income is Rp4,651,300.00. the average of total income by the respondent is Rp232,565.00 by the three months, with the average land area namely 68.6 m2. The value of R/C ratio earned is equal to 1.85 means that the activity is profitable because each cost of Rp100,000.00 spent will provide income of Rp185,000.00. The contribution earned of the yard utilization is equal to 7.30 percent, which means that resulted share of utilization yard on household income is deemed small and it is not the main living but the sideline of the members.

Kata kunciKRPL, pendapatan, mekanisme, persepsi dan kontribusi.
Pembimbing 1Ir. Hj. Pudji Hastuti P., M.P
Pembimbing 2Irene Kartika E.W., S.P., M.P.
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2014-11-05 15:47:52.516925
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.