Home
Login.
Artikelilmiahs
9149
Update
WILDANSHAH
NIM
Judul Artikel
Dekonstruksi Jender dalam Lirik Lagu “Cita-citaku” karya Grup Musik The Panas Dalam: Representasi dan Resistensi Kaum Waria sebagai Kelompok Marjinal di Indonesia
Abstrak (Bhs. Indonesia)
jender mendapat sambutan meriah bagi perkembangnya ilmu sosial di Indonesia. jender merupakan hasil dari kontruksi sosial, dimana peran perempuan dan laki-laki sudah ditentukan secara biologis. Namun, berapa dekade muncul konsep against gender yang menentang kontruksi jender. Against gender berbicara tentang bagaimana mengubah stigma jender dimasyarakat yang hanya melihat peran perempuan dan laki-laki secara biologis saja. Relasi antara against gender dan norma jender dalam problema heteroseksual masih menjadi friksi di Indonesia, hal ini menjadi begitu penting karena juga menyangkut eksitensi kaum waria yang merupakan warga Negara Indonesia. Untuk membongkar masalah yang menimpa kaum waria sebagai kelompok marjinal dapat menggunakan sebuah lirik lagu yang dikaji lebih dalam mengunakan teori semiotika. Lirik lagu yang digunakan dalam artikel ini adalah lirik lagu miliki The Panas Dalam Band yang berjudul “Cita-citaku”. Dalam lirik lagu “Cita-citaku”, menceritakan sebuah keinginan seorang lelaki yang ingin mengikuti kata hati dengan menjadi seorang wanita tetapi dia terhenti dengan menyadari bahwa fisiknya adalah seorang lelaki. Dengan demikian, dalam lirik lagu ini tersirat makna bahwa kaum waria yang hidup di masyarakat ingin sekali diterima layaknya manusia normal dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Heteronormativitas, Against Gender, Kaum Waria, Lirik Lagu
Abtrak (Bhs. Inggris)
Gender got a great acceptance for the social sciences development in Indonesia. Gender is the result of social construction, in which the roles of women and men are biologically predetermined. However, several decades appears the concept of against gender that resist the gender construction. Against Gender talks about how to change the stigma of gender in the society who only see the role of women and men are biologically alone. The relation between against gender and gender norms in heterosexual problems still become a friction in Indonesia. It becomes so important because it also involves the existence of transvestites who are Indonesian citizen. To disassemble the problems that afflicting to transvestite as marginalized groups can use a song lyric that was studied in using the theory of semiotics. Lyrics of the song used in this article are the song lyrics by The Panas Dalam entitled “Cita-Citaku”. The lyrics of “Cita-Citaku” tell about the desire of a man who wants to follow his heart to be a woman but he was stopped by realizing that physically he is a man. Thus, the implied meaning of the lyrics of this song that the transvestites who live in the community want to be accepted like a normal human being in everyday life. Keywords: Heteronormativitas, Against Gender, Transvestites, Song Lyrics
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save