Artikel Ilmiah : G1F010044 a.n. NURLAILI AGUSTINE
| NIM | G1F010044 |
|---|---|
| Namamhs | NURLAILI AGUSTINE |
| Judul Artikel | PEMBUATAN NANOEMULSI MINYAK BIJI JINTAN HITAM (Nigella sativa L.) MENGGUNAKAN KOMBINASI SURFAKTAN TWEEN 20 DAN SPAN 20 SECARA SNEDDS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Nigella sativa Linn merupakan tanaman obat yang dikenal di Indonesia dengan nama jintan hitam. Biji dan minyak biji jintan hitam telah banyak digunakan dalam pengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk membuat nanoemulsi minyak biji jintan hitam dengan menggunakan kombinasi surfaktan tween 20 dan span 20 secara SNEDDS (Self Nano-emulsifying Drug Delivery Systems) yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dari minyak biji jintan hitam. Nanoemulsi dibuat menjadi 9 formula dengan perbandingan konsentrasi surfaktan tween 20 dan span 20 serta kosurfaktan PEG (polietilen glikol) 400. Metode pembuatan nanoemulsi dilakukan secara spontan atau langsung tanpa bantuan alat yang disebut SNEDDS. Nanoemulsi kemudian dilakukan evaluasi meliputi uji stabilitas termodinamik; self-emulsifikasi dan presipitasi; waktu emulsifikasi; serta dilakukan karakterisasi menggunakan transmission electron microscopy (TEM). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari 9 formula hanya 2 formula yang stabil yaitu formula 8 dan 9 dan menunjukkan waktu emulsifikasi yang cepat (≤2 detik). Dari dua formula terbaik kemudian dipilih formula yang sesuai dengan konsentrasi misel kritik (KMK) yaitu formula 8. Kemudian formula 8 dilakukan karakterisasi TEM yang menunjukkan bahwa terbentuk nanoemulsi dengan ukuran partikel 50-300 nm. Kesimpulannya formula 8 merupakan formula nanoemulsi yang optimum dengan perbandingan sistem:minyak yaitu 8:2 atau 4:1. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Nigella sativa Linn is a medicinal plant known in Indonesia as black cumin. Seed and black cumin seed oil has been widely used in traditional medicine. The aim of this study is to make nanoemulsion black cumin seed oil by using a combination of surfactant tween 20 and span 20 with SNEDDS (Self Nano-emulsifying Drug Delivery Systems) which expected could improve the effectiveness of black cumin seed oil. Nanoemulsion made into nine formulas with a ratio concentration of surfactant tween 20 and span 20 and cosurfactant PEG (polyethylene glycol) 400. Methods of making nanoemulsion done spontaneously or directly without help of a tool called SNEDDS. Then the evaluated of nanoemulsion include thermodynamic stability test; self-emulsification and precipitation; emulsification time; and characterization using transmission electron microscopy (TEM). The results showed that only two stable formulas (formula 8 and 9) from nine formulas and showed rapid emulsification time (≤ 2 seconds). The best of the two formulas then selected according to a formula that critics micelle concentration (CMC) is the formula 8. Then formula 8 TEM characterization showing that formed nanoemulsion with particle size 50-300 nm. In conclusion formula 8 is a formula with optimum nanoemulsion comparison system:oil is 8:2 or 4:1. |
| Kata kunci | Kata Kunci: Nanoemulsi, Nigella sativa L., Surfaktan, SNEDDS, TEM. |
| Pembimbing 1 | Dhadhang Wahyu Kurniawan, M.Sc., Apt. |
| Pembimbing 2 | Dr. Uyi Sulaeman, S.Si., M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2014-08-20 10:52:01.940379 |