Home
Login.
Artikelilmiahs
6870
Update
NURUL ADRIYANI
NIM
Judul Artikel
Perspektif Ekonomi Politik Peran Disperindakop Dalam Pengelolaan Pasar Segamas Untuk Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Di Kabupaten Purbalingga
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami peran Disperindagkop dalam pengelolan Pasar Segamas di Kabupaten Purbalingga, dan menjelaskan faktor-faktor ekonomi politik yang dominan mendukung dan menghambat pengelolaan Pasar Segamas dalam peningkatan Penghasilan Asli Daerah Kabupaten Purbalingga Metode yang gunakan penelitian kualitatif deskriptif. Sasaran penelitian ini ialah kepala Disperindagkop Kabupaten Purbalingga, DPRD Komisi B, Tokoh Masyarakat, Paguyuban Pasar Segamas, Pedagang. Teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan Wawancara mendalam, observasi, dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah dengan model analisis interaktif dengan keabsahan data diuji mengunakan Triagulasi Sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran Disperindagkop dalam pengelolaan pasar segamas, yang dikelola secara mandiri oleh pemerintah daerah dan UPTD Pasar Segamas. Hubungan interaksi antara pemerintah daerah (Disperindagkop) dan UPTD Pasar Segamas tercipta hubungan kerjasama yang saling menguntungkan dengan meningkatnya pendapatan asli daerah dari sektor pasar. Didasarkan analisa ekonomi politik (nilai, kepentingan, kekuasaan) peran Disperindagkop dalam hubunganya dengan aktor lain (UPTD Pasar Segamas) memiliki posisi dominan dan kuat dalam hubungan pengelolaan pasar segamas. Hal ini dikarenakan faktor pendukung lebih berpengaruh pada peran pemerintah daerah dalam mengelola pasar segamas. Adapun faktor pendukung memiliki legal formal, letak pasar segamas yang strategis, adanya dukungan masyarakat Purbalingga, pasar segamas sebagai sumber pendapatan daerah dan adanya otonomi daerah. Sedangkan faktor penghambat peran Disperindagkop dalam pengelolaan pasar segamas yaitu minimnya Sumber daya manusia dalam pengelolaan akiabatnya kurang maksiamal serta kurangnya fasiliats dalam pasar sehingga pengunjung kurang nyaman .
Abtrak (Bhs. Inggris)
The purpose of this study is to understand the role in the management Disperindagkop Segamas Markets in Purbalingga , and explain the political economy factors that support and hinder dominant market management Segamas in regional real income increased Purbalingga method used descriptive qualitative research . Objectives of this study is to head Disperindagkop Purbalingga , Commission B DPRD , Community Leaders , Circle Segamas Market , Trader . Informant retrieval technique using purposive sampling and snowball sampling . Data was collected through in-depth interviews , observation , documentation . The analytical method used is to model the interactive analysis with the data validity was tested using Triagulasi sources . The results showed that Disperindagkop role in the management of Segamas market , which is managed independently by local governments and UPTD Segamas Market . Interaction between local government ( Disperindagkop ) and UPTD Segamas Market created a mutually beneficial partnership with the increasing revenue of market sectors . Based analysis of political economy ( the value , importance , power ) Disperindagkop role in relation to the other actors ( UPTD Segamas Market ) has a dominant position in relationship management and strong Segamas market . This is because the supporting factors have more influence on local government's role in managing Segamas market . The contributing factors have formal legal Segamas strategic market location , the community support Purbalingga , Segamas market as a source of regional income and regional autonomy . While inhibiting factor Disperindagkop role in market management Segamas namely the lack of human resources in the management and lack akiabatnya less maksiamal fasiliats in the market so that visitors are less comfortable .
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save