Home
Login.
Artikelilmiahs
11288
Update
TITO ADITYA PERDANA
NIM
Judul Artikel
Politik Tata Ruang Kota Banjar Sebagai Daerah Pemekaran Baru di Jawa Barat
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui politik implementasi kebijakan tata ruang Kota Banjar dan mengetahui kontestasi kepentingan dalam tata ruang Kota Banjar. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi serta analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian ini adalah implementasi kebijakan tata ruang Kota Banjar masih belum optimal, dilihat dari RTRW belum digunakan secara optimal sebagai acuan dalam pengambilan kebijakan pembangunan daerah, hal tersebut dibuktikan dari penggunaan ruang untuk industri tidak sesuai RTRW yang di ada dalam Perda No. 6 Tahun 2004 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Banjar. Kontestasi kepentingan dalam tata ruang Kota Banjar didominasi oleh keperluan untuk uang dan peningkatan ekonomi. Salah satu contoh studi kasus antara masyarakat penghuni perumahan Situbatu dan Pabrik Kayu di Kota Banjar bahwa ruangtidak hanya penting untuk tempat tinggal dan sumber mata pencaharian, melainkan jugauntuk melaksanakan kebutuhan sosial. Penggunaan ruang dalam lingkungan mereka dengan cara mengibiri eksistensi mereka adalah suatu bentuk ketidakadilan dan oleh sebab itu resistensi terhadap konflik.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research was aimed to determine the spatial politics of implementation policy in Banjar and finding out contestation of interests in spatial Banjar. Research method is used qualitative method with case study approach. Informant choosing technique use purposive sampling. Data collective are depth interview, observations and documents with interactive model. The conclusions of the research are: The implementation of spatial planning is still not yet optimally. It can be seen from on their territory development policy. This is evidenced from the use of space is not appropriate for the industry as Regulation No. 6 of 2004 about Spatial Plan Banjar. Contestation of interests in spatial Banjar is dominated by the need for money and economic improvement. One example of a case study among residents of housing Situbatu and Wood Factory in Banjar. Function room for them to stay, source of livelihood and implement social needs. The use of space in a residential neighborhood to the factory is a injusticeform andcause resistance conflict.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save