Home
Login.
Artikelilmiahs
8957
Update
NASYIATUL AISYIYAH
NIM
Judul Artikel
KAJIAN INKOMPATIBILITAS FISIKA OBAT PADA PENCAMPURAN SEDIAAN INTRAVENA DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD PROF. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pencampuran dua atau lebih sediaan steril pada preparasi sediaan iv admixture dapat mengakibatkan terjadinya inkompatibilitas obat. Inkompatibilitas dapat mempengaruhi stabilitas obat dan kualitas sediaan iv admixture. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian inkompatibilitas fisika pencampuran obat-obat parenteral pasien rawat inap di RSUD Prof. Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto berdasarkan dengan buku standar Handbook on Injectable Drug dan Buku Pedoman Pencampuran Obat Suntik dan Penanganan Sediaan Sitostatik Departemen Kesehatan. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif observatif menggunakan rekam medik pasien rawat inap yang mendapatkan iv admixture di bangsal penyakit dalam RSMS Purwokerto. Cara pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan buku standar Handbook on Injectable Drug dan Buku Pedoman Pencampuran Obat Suntik dan Penanganan Sediaan Sitostatik Departemen Kesehatan. Kemudian dilakukan observasi langsung terhadap sediaan iv admixture yang terindikasi adanya inkompatibilitas sesuai dengan standar yang digunakan. Hasil analisis berdasarkan buku standar Handbook on Injectable Drug dan Buku Pedoman Pencampuran Obat Suntik dan Penanganan Sediaan Sitostatik Departemen Kesehatan menunjukan bahwa dari 61 pencampuran sediaan intravena: 59,02% sediaan kompatibel; 36,07% unknown; dan 4,92% sediaan inkompatibel. Berdasarkan hasil observasi dari 4,92% sediaan yang mengalami tanda-tanda inkompatibilitas fisika obat tersebut: 3,28% berupa kabut sementara dan 1,64% berupa endapan sementara.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Mixing two or more sterile product in iv admixture preparation may result drug incompatibility. Incompatibility may affect the stability and quality of iv admixture product. The aim of this study was to determine the prevalence of physical incompatibility mixing parenteral drugs inpatients in hospitals of Prof. Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto based on the standard Handbook on Injectable Drug and Buku Pedoman Pencampuran Obat Suntik dan Penanganan Sediaan Sitostatik Departemen Kesehatan. The method of this study was descriptive observatife studies using Medical Repord inpatients who received iv admixture in internal medicine wards RSMS Purwokerto. The data was taken using total sampling method. Data were analyzed using standard Handbook on Injectable Drug and “Buku Pedoman Pencampuran Obat Suntik dan Penanganan Sediaan Sitostatik Departemen Kesehatan”. Then performed direct observation of iv admixture preparation, as indicated by the presence of incompatibility in accordance with the standards book. The results based on the standard Handbook on Injectable Drug and “Buku Pedoman Pencampuran Obat Suntik dan Penanganan Sediaan Sitostatik Departemen Kesehatan” showed that the dosage of 61 mixing intravenous, the result are: 59,02% compatible dosage; 36,07% unknown; 4,92% dosage incompatible. Based on observations, 4,92% of stocks experiencing signs of physical incompatibility of the drug, in the form of fog 3,28% and 1,64% in the form of temporary sediment.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save