Home
Login.
Artikelilmiahs
11051
Update
WIDIGDO
NIM
Judul Artikel
KEPADATAN DAN PAROUSITAS Aedes spp. SEBAGAI VEKTOR DBD DI KELURAHAN TELUK PURWOKERTO SELATAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
RINGKASAN Demam berdarah dengue merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes spp. Kejadian DBD juga terjadi di Kabupaten Banyumas dan daerah disekitarnya. Kabupaten Banyumas terdiri atas 30 kecamatan dengan 301 desa dan 30 kelurahan. Ibukota kabupaten Banyumas adalah Purwokerto, Purwokerto memiliki 4 Kecamatan, salah satunya adalah Kecamatan Purwokerto Selatan yang memiliki tujuh kelurahan. Dari tujuh Kelurahan, Kelurahan Teluk yang tergolong daerah endemis DBD. Kelurahan Teluk menjadi daerah endemis DBD karena kepadatan penduduk yang tinggi. Faktor lain yang mempengaruhi adalah kepadatan nyamuk vektor dan potensinya nyamuk menularkan penyakit dengan dilihat dari parousitasnya. Parousitas yaitu kondisi ovarium yang menunjukan apakah nyamuk pernah bertelur atau belum. Nyamuk dikatakan parous apabila pernah bertelur, sedangkan nulliparous adalah nyamuk Aedes spp. betina yang belum pernah bertelur. Salah satu upaya untuk mencegah penularan, maka perlu diadakan survey kepadatan dan pemeriksaan ovarium nyamuk Aedes spp. untuk mengetahui dugaan resiko penularan DBD di Kelurahan Teluk. Oleh karena itu diperlukan penelitian untuk menjawab permasalahan tersebut. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kepadatan dan parousitas nyamuk Aedes spp. di Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara random sampling. Variabel yang diteliti adalah kepadatan dan parousitas nyamuk Aedes spp. sedangkan parameter yang diamati adalah banyaknya nyamuk yang diperoleh dan parousitas nyamuk Aedes spp. Parousitas dihitung menggunakan rumus parity rate sedangkan kepadatan Aedes spp. diketahui dengan nilai atau angka MHD. Berdasarkan penelitian yang diperoleh dari perhitungan angka parousitas pada penelitian ini menunjukkan nilai sebesar 80,4 % pada indoor dan sebanyak 69,2 % pada outdoor. Nilai MHD outdoor yaitu 2,17 lebih tinggi dibandingkan kepadatan yang ditemukan dalam rumah atau indoor dengan Nilai MHD 0,18. Kata Kunci : Aedes spp. , DBD, parousitas, Parity rate, dan MHD.
Abtrak (Bhs. Inggris)
SUMMARY Dengue is an infectious disease caused by the dengue virus and transmitted through the bite of Aedes spp. Incidence of dengue occurred in Banyumas that consists of 30 districts with 301 villages and 30 urban villages. Purwokerto is capital city of Banyumas Regency, which has 4 Distric, one of them is South Purwokerto and Teluk is one of village in south Purwokerto. That as endemic dengue area cause of density of population, and vector is high, the potential transmission of vector can be observe through the Parousity Parousity consist of two part either nulliparous and parous ( after lay eggs ). For prevention of dengue transmission can be done by surveillance of density of mosquitoes vector and parousity. The mains of this research is to understand of the density mosquitoes vector and parousity of female mosquitoes. Survey method was used for this research. Sampling was done by random. Parameter observe are the the number of female mosquitoes and parousity. Density of mosquitoes was analised by Man Hour Density ( MHD ) formula, while parousity was analised by parity rate. Result shows the MHD from outdoor is 2,17 higher than MHD from Indoor ( 0.18 ), while parity rate of mosquitoes is 80,4% from indoor and 69.2 % are paraous from outdoor. Keywords : Aedes spp. , dengue, parousity , parity rate, and MHD
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save