| NIM | D1F013001 |
| Namamhs | VIVI SOFFI CHAMELIA |
| Judul Artikel | TOTAL BAKTERI DAN KENAMPAKAN PELENDIRAN TELUR ASIN DENGAN METODE PEMASAKAN YANG BERBEDA SAMPAI PENYIMPANAN EMPAT BELAS HARI PADA SUHU RUANG |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh metode pemasakan yang berbeda terhadap total bakteri dan kenampakan pelendiran telur asin sampai penyimpanan 14 hari pada suhu ruang. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah telur itik sebanyak 93 butir umur 1 hari yang berasal dari Peternakan Itik Lestari, Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, dengan sistem pemeliharaan ekstensif. Bahan yang digunakan meliputi garam 1674 gram, serbuk batu bata merah 6696 gram, dan air secukupnya. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 macam perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali untuk uji total bakteri. P1 = metode pemasakan dengan cara direbus, P2 = metode pemasakan dengan cara dikukus dan P3 = metode pemasakan dengan cara dioven. Penilaian kenampakan pelendiran dengan pendekatan Rancangan Acak kelompok (RAK) menggunakan 25 panelis semi terlatih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pemasakan yang berbeda berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap total bakteri telur asin, tetapi berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap kenampakan pelendiran telur asin. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa total bakteri telur asin sama dan kenampakan pelendiran terbanyak pada telur asin yang direbus. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The research aimed to study the effect of the different cooking methods on total bacteria and appearance of slime of salted duck eggs until 14 days storage at room temperature. The materials used in this research were 93 day old duck eggs obtained from an extensive Lestari duck farm, Sumpiuh, Banyumas, 1674 g of salt, 6696 red brick powder and water. The research methods used a Completely Randomized Design with 3 treatments and 6 replications. Treatment were T1 = boiling method, T2 = steaming method and T3 = roasting method. Appearance of slime was assesed using organoleptic test (25 semi-trained panels) by Group Randomized Design. Data were analyzed by analysis of variance followed by Honesty Significant Difference Test. The results showed that the different cooking methods were not significantly affect (P> 0,05) total bacteria of salted duck eggs, but significantly affect (P <0,05) appearance of slime of salted duck eggs. In conclusion, different cooking methods and storage up to 14 days at room temperature produce salted eggs with similiar total bacteria. Boiling produce salted eggs with most prominent slime appearance. |
| Kata kunci | Telur asin, perebusan, pengukusan, pengovenan, total bakteri, kenampakan pelendiran |
| Pembimbing 1 | Ir. Kusuma Widayaka, M.S |
| Pembimbing 2 | Ir. Mardiati Soelistyowati, M.P |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 5 |
| Tgl. Entri | 2015-02-12 16:47:35.730206 |
|---|