Artikel Ilmiah : B1J008010 a.n. SAEFULLAH HABIBI ZAHRO ABDUL AZIZ
| NIM | B1J008010 |
|---|---|
| Namamhs | SAEFULLAH HABIBI ZAHRO ABDUL AZIZ |
| Judul Artikel | PERTUMBUHAN Sargassum duplicatum YANG DIBUDIDAYA DENGAN SISTEM JARING DAN BOBOT AWAL BERBEDA DI PANTAI NUSAKAMBANGAN TIMUR CILACAP |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Sargassum duplicatum merupakan rumput laut yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, tetapi belum dibudidayakan secara intensif. Pertumbuhan rumput laut dipengaruhi oleh bobot dan sistem budidaya. Penerapan metode budidaya dan sistem budidaya disesuaikan dengan lahan yang digunakan sehingga pertumbuhan dapat optimal. Penggunaan bobot awal bibit dapat mempengaruhi pertumbuhan S. duplicatum. Penanaman rumput laut menggunakan sistem jaring dapat dimodifikasi menjadi jaring tabung dan jaring tubuler. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sistem jaring dan bobot awal berbeda terhadap pertumbuhan S.duplicatum sehingga menghasilkan pertumbuhan optimal di Pantai Nusakambangan Timur. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola Faktorial dengan ulangan sebanyak tiga kali. Perlakuan-perlakuan yang dicobakan adalah sistem budidaya sebagai Faktor A yang terdiri dari sistem jaring tabung, sistem jaring tubuler dan sisitem tali tunggal, sedangkan Faktor B adalah bobot awal berbeda yaitu bobot 80 g, 100 g dan 120 g. Variabel yang diamati pertumbuhan S. duplicatum, dengan parameter utama adalah bobot talus S. duplicatum. Parameter penujang yang diukur antara lain salinitas air, suhu air, pH, kecerahan air, pospat serta nitrat. Data pertumbuhan dianalisis dengan menggunakan Uji F dengan taraf kepercayaan 95%, apabila terdapat perbedaan yang nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bobot awal dan sistem budidaya berpengaruh terhadap pertumbuhan rumput laut S. duplicatum yang dibudidaya di Pantai Nusakambangan Timur Cilacap pada umur 7 hst, 14 hst, 21 hst, 28 hst. Perlakuan menggunakan sisitem jaring tabung dengan bobot 100 g menghasilkan pertumbuhan tertinggi yaitu 8,40 g.hari-1 |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Sargassum duplicatum is the high economyc value seaweed but have not been intensively cultivated. The growth of cultivated seaweed is influenced by seed and cultivation technique. Cultivation methods and planting systems matched by the land and also using of initial weight are expected to make optimally growing. Seaweed cultivation system can be modified become net tube and net tubuler. This study was aimed to determine the effect of net system and different initial weights to the growth of Sargassum duplicatum to get optimally growing in East Nusakambangan Beach. This research used experimental method with Randomized Complete Block Design (RCBD) by factorial design and 3 repetition. Cultivation systems as Factor A is contain of net tube raft system, net tubular system, and monoline system while Factor B is initial weight of thallus, 80 g, 100 g dan 120 g. Variable observed was weight. Parameters measured were water salinity, water temperature, pH, and water transparency. Growing data was analyzed by F test with a level of 95% if are real difference, then followed by LSD test. The results showed that the use of cultivation systems and initial weight affect the growth of seaweed S. duplicatum cultivated in East Nusakambangan Beach of Cilacap at age 7 dap, 14 dap, 21 dap, 28 dap. The highest growing is 8.40 g.day- 1 by net tube system of 100 g. |
| Kata kunci | Sargassum duplicatum, Pertumbuhan, Sistem Jaring, Bobot Awal Rumput Laut, Pantai Nusakamabangan Timur Cilacap |
| Pembimbing 1 | Drs. H. A. Ilalqisny Insan, M.S |
| Pembimbing 2 | Dra. Dwi Sunu Widyartini, M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 8 |
| Tgl. Entri | 2014-08-15 11:36:01.267739 |