Home
Login.
Artikelilmiahs
8357
Update
IBNU WICAKSONO
NIM
Judul Artikel
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI Sargassum polycystum DI PANTAI NUSAKAMBANGAN MENGGUNAKAN MODIFIKASI SISTEM PENANAMAN APUNG DENGAN JARAK TANAM BERBEDA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Rumput laut Sargassum polycystum merupakan salah satu komoditas hasil perikanan penghasil alginat. Permintaan bahan baku rumput laut ini di pasar dunia semakin meningkat, namun pemenuhan untuk memasok permintaan masih sangat kurang, untuk itu diperlukan budidaya yang intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modifikasi sistem penanaman rakit dengan jarak tanam berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi, sehingga dapat diketahui sistem penanaman rakit dan jarak tanam yang terbaik untuk produksi Sarggassum polycystum di Pantai Nusakambangan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola Split Plot, dan ulangan sebanyak tiga kali. Perlakuan yang dicobakan meliputi sistem budidaya sebagai main plot yang terdiri dari sistem rakit tubuler (S1), sistem tali tunggal rakit (S2) dan sistem jaring rakit (S3), sedangkan sub plotnya adalah jarak tanam, yaitu 30x30 cm² (J1), 40x40 cm² (J2) dan 50x50 cm² (J3). Parameter yang diamati adalah pertumbuhan dan produksi rumput laut, sedangkan parameter pendukung antara lain salinitas, suhu, derajat keasaman (pH) serta kecerahan air. Data pertumbuhan dan Produksi basah Sargassum polycystum dianalisis menggunakan Uji F, untuk mengetahui pengaruh faktor yang dicobakan. Apabila hasilnya menunjukkan pengaruh nyata, dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan yang dicobakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sistem penanaman dan jarak tanam yang berbeda menghasilkan pertumbuhan Sargassum polycystum yang berbeda pada umur 7 hst, 14 hst, 21 hst dan 28 hst. Perlakuan menggunakan sistem jaring dengan jarak tanam 50x50² cm menghasilkan pertumbuhan Sargassum polycystum tertinggi yaitu sebesar 45,87 g.hari-1.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Sargassum duplicatum seaweed is one of the fishery commodities producing alginat. The demand for seaweed raw materials in the world market is getting more and more in the less of demand fulfillment. This study was aimed to determine the effect of planting system modification of different planting interval to growing and production, for getting the raft planting system and the best planting interval of production of Sarggassum polycystum in Nusakambangan Beach. This research used experimental method with Randomized Complete Block Design (RCBD) by split plot design and 3 repetition. Cultivation system as the main plot contains of raft tubular system (S1), monoline raft system (S2) and raft net system (S3). Planting interval as the sub plot contains of 30x30 cm² (J1), 40x40 cm² (J2) dan 50x50 cm² (J3). The main parameters measured were growing and production of Sargassum polycystum, while sub parameters were salinity, temperature, degree of acidity (pH), and water transparency. Both growing and production of Sargassum Polycystum were analyzed by F test to determine the effect of the factors tested then continued by Least Significant Difference ( LSD ) to determine different between treatments. The results showed that there is different in the growth of Sargassum polycystum on the use of both different planting system and planting interval, 7 hst, 14 hst, 21 hst and 28 hst. The highest growing of Sargassum polycystum is 45.87g.day-1 by raft net system using planting interval is 50x50 cm².
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save